Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Inovasi Kebijakan Publik dalam Pengendalian Karhutla di Papua Selatan: Sinergi Pemerintah, Komunitas Adat, dan Teknologi Jujuk Rianto; Syahruddin Syahruddin; Alexander Phuk Tjilen
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2438

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model kebijakan publik inovatif yang mengintegrasikan teknologi deteksi dini, penguatan kelembagaan, dan kearifan lokal masyarakat adat guna meningkatkan efektivitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi analisis kebijakan publik, penelitian ini menggali interaksi kompleks antara aktor pemerintahan, komunitas adat, dan sistem teknologi dalam tata kelola karhutla daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, melibatkan pemangku kepentingan kunci seperti pejabat pemerintah, petugas pemadam, tokoh adat, operator teknologi, dan lembaga swadaya lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengendalian karhutla masih terhambat oleh lemahnya integrasi teknologi, koordinasi kelembagaan yang terfragmentasi, serta belum optimalnya pengakuan dan pemanfaatan kearifan lokal dalam kebijakan formal. Meskipun perangkat pemantauan seperti sistem informasi geospasial telah tersedia, efektivitasnya terbatas akibat keterlambatan akses data dan respons operasional yang tidak terstruktur. Di sisi lain, praktik adat yang memiliki nilai ekologis tinggi belum terdokumentasi dan belum masuk dalam sistem pencegahan resmi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya model kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan untuk menjembatani berbagai kesenjangan tersebut. Model terintegrasi yang diusulkan diharapkan mampu memperkuat pencegahan, meningkatkan sinergi multiaktor, serta memperkuat ketangguhan tata kelola karhutla di Papua Selatan. Kata kunci:  Kebijakan Publik; Pengendalian Karhutla; Kearifan Lokal; Teknologi Deteksi; Sinergi Kelembagaan Abstract This study aims to formulate an innovative public policy model that integrates early detection technology, institutional strengthening, and indigenous local wisdom to enhance the effectiveness of forest and land fire (karhutla) management in South Papua. Using a descriptive qualitative approach with a public policy analysis orientation, the research explores the complex interactions among governmental actors, indigenous communities, and technological systems within the regional karhutla governance framework. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, involving key stakeholders such as government officials, firefighting personnel, indigenous leaders, technology operators, and environmental NGOs. The findings reveal that current karhutla control efforts remain constrained by weak technological integration, fragmented institutional coordination, and insufficient incorporation of indigenous ecological knowledge into formal policies. Although technological tools such as geospatial monitoring systems are available, their impact is limited by delayed data access and unstructured operational responses. At the same time, indigenous practices that support ecological balance are not yet systematically recognized or digitized within the policy system. The study concludes that a more adaptive, inclusive, and sustainable model is needed to bridge these gaps. The proposed integrated policy model is expected to strengthen preventive measures, improve multi-actor synergy, and enhance the overall resilience of South Papua’s karhutla governance. Keywords: Public Policy; Forest and Land Fire Control; Local Wisdom; Detection Technology; Institutional Synergy
Sinergi Kebijakan Publik dan Manajemen Pelayanan dalam Meningkatkan Kualitas Pencatatan Nikah di KUA Kabupaten Merauke Nur Iswanda; Syahruddin Syahruddin; Samel W Ririhena
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2439

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara kebijakan publik dan manajemen pelayanan dalam meningkatkan kualitas pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Merauke. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan kepala KUA, petugas pencatatan nikah, staf administrasi, tokoh masyarakat adat, serta pasangan yang menerima layanan sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terkait regulasi, prosedur, dan praktik pelayanan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan mekanisme sinergi antara kebijakan publik dan manajemen pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi regulasi nasional, seperti UU Perkawinan dan Peraturan Menteri Agama terkait pencatatan pernikahan, dapat berjalan efektif apabila diterjemahkan ke dalam praktik pelayanan yang adaptif terhadap kondisi geografis, sosial, dan budaya masyarakat Merauke. Faktor pendukung meliputi digitalisasi administrasi, pelatihan SDM, koordinasi internal, serta keterlibatan tokoh masyarakat adat, sementara faktor penghambat utama adalah keterbatasan infrastruktur, jarak antar wilayah, dan perbedaan persepsi budaya. Penelitian ini menghasilkan model sinergi kebijakan publik manajemen pelayanan yang dapat dijadikan referensi untuk pengembangan kebijakan nasional dan peningkatan mutu pelayanan di daerah terpencil.  Kata Kunci: Kebijakan Publik; Manajemen Pelayanan; Pencatatan Nikah; KUA Merauke; Sinergi Kebijakan  Abstract  This study aims to analyze the synergy between public policy and service management in improving the quality of marriage registration at the Merauke Regency Religious Affairs Office (KUA). Using a qualitative approach and a case study design, this study involved the head of the KUA, marriage registration officers, administrative staff, indigenous community leaders, and couples receiving services as key informants. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation related to regulations, procedures, and service practices. Data analysis was conducted thematically to identify supporting factors, obstacles, and mechanisms for synergy between public policy and service management. The results indicate that the implementation of national regulations, such as the Marriage Law and the Minister of Religious Affairs Regulation concerning marriage registration, can be effective if translated into service practices that adapt to the geographical, social, and cultural conditions of the Merauke community. Supporting factors include administrative digitization, human resource training, internal coordination, and the involvement of indigenous community leaders. While the main inhibiting factors are limited infrastructure, distance between regions, and differences in cultural perceptions. This study produces a synergy model for public policy and service management that can serve as a reference for developing national policies and improving service quality in remote areas.  Keywords: Public Policy; Service Management; Marriage Registration; Merauke Office of Religious Affairs; Policy Synergy 
Level Penggunaan Tepung Kulit Pisang Goroho (Musa Acuminafe, Sp) Fermentasi Terhadap Performa Ayam KUB Fase Starter Ramlan Daud; Syahruddin Syahruddin; Sri Suryaningsih Djunu
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.45-51.2026

Abstract

This study aims to determine the level of use of fermented Goroho banana peel flour (Musa Acuminafe, sp) on the performance of Balitnak superior native chickens in the starter phase. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replicates, resulting in 25 experimental units. The chickens used in this study were 125 superior Balitnak native chickens in the starter phase aged 2–4 weeks, with each experimental unit using 5 chickens. The variables observed in this study were feed intake, weight gain, and feed conversion. The results of this study indicate that the average chicken consumption did not differ significantly (P>0.05) between each treatment (P0 20.48), (P1 20.49), (P2 21.08), (P3 20.53) and (P4 19.02) g/bird/day. The average weight gain of chickens did not differ significantly (P>0.05) between treatments (P0 8.28), (P1 8.47), (P2 8.55), (P3 8.37) and (P4 8.48). Based on the results of the study and discussion, it can be concluded that the use of fermented goroho banana peel flour with rumen fluid at a level of 5–20% does not affect feed intake, weight gain, and feed conversion in 2–4-week-old Balitnak superior native chickensPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penggunaan tepung Kulit Pisang Goroho (Musa Acuminafe, sp) Fermentasi Terhadap Performa Ayam Kampung Unggul Balitnak Fase Starter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Ayam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ayam kampung unggul balitnak fase starter umur 2 – 4 minggu sebanyak 125 ekor, setiap unit percobaan menggunakan 5 ekor ayam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan konsumsi ayam tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan masing-masing perlakuan (P0 20,48), (P1 20,49), (P2 21,08), (P3 20,53) dan (P4 19,02) g/ekor/hari. Rataan pertambahan bobot badan ayam tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan masing-masing perlakuan (P0 8,28), (P1 8,47), (P2 8,55), (P3 8,37) dan (P4 8,48). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung kulit pisang goroho yang difermentasi dengan cairan rumen dari 5 – 20% tidak mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum pada ayam kampung unggul balitnak umur 2 – 4 minggu.
Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Pisang Goroho Fermentasi Terhadap Bobot Giblet Pada Ayam Kampung Super Fatmah Ahmad; Sri Suryaningsih Djunu; Syahruddin Syahruddin; Srisukmawati Zainudin
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.28-36.2026

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of feeding fermented goroho banana peel flour on giblet weight (liver, gizzard, lymph, and heart). The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replicates. The number of super native chickens used in the study was 125. The treatments consisted of P0 (Ration (0%) without fermented goroho banana peel flour), P1 (ration + 5% fermented goroho banana peel flour), P2 (ration + 10% fermented goroho banana peel flour), P3 (ration + 15% fermented goroho banana peel flour), P4 (ration + 20% fermented goroho banana peel flour). The variables observed were giblet weight, which included the gizzard, heart, liver, and lymph. The results showed that fermented goroho banana peel flour as a feed substitute had no significant effect (P>0.05) on the weight of the gizzard, liver, heart, and lymph nodes in super native chickens. In conclusion, fermented goroho banana peel flour at 5% to 20% in the ration did not affect the weight of the gizzard, heart, liver, and lymph nodes of 60-day-old super native chickens.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit pisang goroho frementasi terhadap bobot giblet (hati, gizard, limfa, dan jantung). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Jumlah ayam kampung super yang digunakan dalam penelitian sebanyak 125 ekor. Perlakuan terdiri atas P0 (Ransum (0%) tanpa tepung kulit pisang goroho fermentasi), P1 (Ransum + 5% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P2 (Ransum + 10% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P3 (Ransum + 15% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P4 (Ransum + 20% tepung kulit pisang goroho fermentasi). Variabel yang diamati adalah bobot giblet yang meliputi: Gizzard, Jantung, Hati, dan Limfa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung kulit pisang goroho fermentasi sebagai pakan pengganti ransum tidak memberikan pengaruh nyata pada bobot gizzard, hati, jantung, dan limfa pada ayam kampung super. Kesimpulannya bahwa tepung kulit pisang goroho fermentasi 5% sampai 20% dalam ransum tidak memengaruhi bobot gizzard, jantung, hati, dan limfa, ayam kampung super umur 60 hari. Namun pada persentase bobot limfa terjadi peningkatan pada P4 yang menggunakan 20% tepung kulit pisang goroho fermentasi dalam pakan.
Analisis Protein dan Lemak Daging Ayam Broiler Yang Diberi Tepung Ikan Red Devil dan Ikan Rucah Dengan Level Yang Berbeda Yeyen Mahajani; Syahruddin Syahruddin; Sri Suryaningsih Djunu
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan tepung ikan red devil dan ikan rucah pada ransum ayam broiler terhadap kadar protein dan lemak dagingnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (P0: tanpa tepung ikan; P1: 5% tepung ikan red devil; P2: 10% tepung ikan red devil; P3: 5% tepung ikan rucah; P4: 10% tepung ikan rucah) dan empat ulangan. Parameter yang diamati kandungan protein dan lemak daging ayam Broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 dan P4 sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kandungan protein kasar daging ayam broiler dibandingkan dengan P0, perlakuan P1 dan P2 (23,84% dan 27,39 % vs 22,28%, 20,38%,17,83%). Perlakuan P4 juga sangat nyata (P<0,05) meningkatkan kandungan lemak kasar daging ayam broiler dibandingkan dengan P0 dan perlakuan P1, P2, P3 (4,27% vs 3,80%, 3,67%, 3,35%, 3,01%). Dapat disimpulkan bahwa pemberian 10% tepung ikan rucah dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan lemak kasar daging ayam broiler umur 35 hari. Tepung ikan rucah dapat dijadikan pakan sumber protein hewani dalam ransum ayam broiler
Persentase Non Karkas Ayam Kampung Super Yang Diberi L-arginine Dalam Ransum Dengan Level Berbeda Sri Wahyuningsih Utina; Suparmn Fathan; Syahruddin Syahruddin
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 2 No 1 (2026): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan L-Arginine dalam ransum dengan level berbeda terhadap persentase non-karkas ayam kampung super umur 8 minggu. Penelitian ini Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sebagai ulangan. setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 = Ransum dasar tanpa L-Arginine, P1 = Ransum dasar mengandung 0,5% L-Arginine, P2 = Ransum dasar mengandung 0,75% L-Arginine, P3 = Ransum dasar mengandung 1% L-Arginine, dan P4 = Ransum dasar mengandung 1,25% L-Arginine. Jumlah Ayam Kampung Super yang digunakan dalam Penelitian ini sebanyak 100 ekor. Variabel yang diamati meliputi persentase kepala, kaki, bulu, dan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan L-Arginine hingga level 1,25% tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh komponen Persentase non-karkas yang diamati. Disimpulkan bahwa suplementasi L-Arginine dalam ransum belum mampu meningkatkan persentase non-karkas ayam kampung super pada umur delapan minggu
Pelatihan Pemanfaatan Wordwall dan Canva Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 2 Gowa Syahruddin Syahruddin; M. Agus; Hasriani Hasriani; Rasulong, Ismail; Yusuf, Muhammad; Kahar Kahar
Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : : Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jpbmi.v4i3.971

Abstract

This community service program addressed the need for more interactive and culturally contextual Indonesian language learning at SMKN 2 Gowa. The activity aimed to strengthen teachers' and students' capacity to use Wordwall and Canva while integrating local wisdom from Gowa into learning materials. The program was implemented through needs identification, preparation of learning content, demonstrations, guided practice, mentoring, product review, and reflection. Wordwall was used to develop interactive exercises for identifying the structure and linguistic features of an observation report concerning Balla Lompoa, whereas Canva was used to produce digital comics and visual materials for anecdotal texts and social criticism. The implementation showed that participants could use the basic features of both applications, transform local cultural content into digital learning resources, and participate more actively in classroom activities. The culturally familiar content made the tasks more meaningful and encouraged discussion about local heritage. Constraints included unequal digital skills, limited devices, internet instability, and the time required to prepare relevant cultural content. Step-by-step mentoring, peer support, and reusable templates helped reduce these barriers. The program indicates that combining digital media training with local wisdom can strengthen digital literacy, creativity, cultural appreciation, and contextual Indonesian language learning.
Co-Authors ABDUL RAUF Ade Yuni Sahruni Agus Zainuri Ahmad Rum Bismar Alexander Phuk Tjilen Ali Abrar Amir Tengku Ramly Ampauleng Ampauleng Andi Rasyid Pananrangi Andi Rizal Ansar CS Ardiasih, Lidwina Sri Ari Ardiantoro Arifuddin Arifuddin Dahniyar Dahniyar Davi Sofyan Desi Rachmawati Desinta Wulandari Diar Miswatul Azizah Emmy Sri Mahreda Erawati Erawati Ermelinda Yersin Putri Larung Fajria Riski Yuliana Fatmah Ahmad Fransin Kontu Geraldi Geraldi Hadiyanto Hadiyanto Hartiani Hartiani Hasbiyadi Hasbiyadi Haslinda Haslinda Hasriani Hasriani HIKMAD HAKIM Hubertus Oja, Hubertus Ibrahim Ibrahim Idiannor Mahyudin Intan Mawaddah Ipa Sari Kardi Irawan Suntoro Irwan Rosyadi Jujuk Rianto Kahar Kahar Kartika Sari LAUNTU, ANSIR Lily Bauw M. Agus M. Hazril Wahyudi M. Sahib Saleh Marsuki Marsuki Mizan Hadi Moh. Ifkhal Sianto Muh Syaiful Syam Muh Yusuf Hidayat Muh. Rusli Junaid Muhammad Ishak Muhammad Rifaldy Zhaqi Muhammad Sadzali Muhammad Syahrul Saleh Muhammad Yusuf Muslihati Nibras K. Laya Nur Iswanda Nurmila Auliya Nurul Mutia Tamsil Rachmades Ali Ramlan Daud Rasulong, Ismail Safriyanto Dako SAHABUDDIN SAHABUDDIN Saharuddin Ita Sahinun Sahinun Salma Abdullah Samel W Ririhena Siradjuddin Siradjuddin Siska Endah Wahyu Anggraeni Siti Sofa Marwati Siti Suwadah Rimang SITTI AIDA AZIS SRI SUKMAWATI ZAINUDIN Sri Suryaningsih Djunu Sri Wahyuningsih Utina Sulton Djasmi Suparmin Fathan Suparmn Fathan Suyadi Suyadi Syafir, Muhammad Isnawan Syukri Imam Gubali Tri Setyo Guntoro Umiyati Haris Wendy Tri Saputra Yeyen Mahajani Yuli Eli Ana Yundari, Yundari Zainurrofik Zainurrofik