Articles
Job Satisfaction and Professional Commitment in Early Childhood Education Teachers
Izzati, Umi Anugerah;
Lestari, Gunarti Dwi;
Adiarti, Wulan
Journal of Nonformal Education Vol. 10 No. 1 (2024): Community education and community empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jone.v10i1.1574
Early childhood education is an important foundation for a child's future development. For this reason, when learning at the early childhood education level, teachers are needed who have professional commitment in carry-ing out their duties. Teachers who have professional commitment will be able to display optimal performance for early childhood learning. There are many factors that influence professional commitment, one of which is job satisfaction. Job satisfaction factors are the topic of study in this research. This research aims to determine the relationship between job satisfaction and professional commitment in early childhood education teachers. This research was conducted using quantitative methods. The sampling technique for this research uses convenience. The number of research subjects was 120 Early Childhood Education teachers. Data were collected using a psy-chological scale developed by the research team. The psychological scale consists of a job satisfaction scale and a professional commitment scale. Data analysis was carried out using the Pearson Correlation analysis tech-nique. The research results show that there is a significant positive relationship between job satisfaction and professional commitment in early childhood education teachers. The results of the correlation analysis show that the higher the job satisfaction, the higher the professional commitment. The novelty of this research is that there is still limited research regarding the relationship between job satisfaction and professional commitment among early childhood teachers. Several previous studies discussing job satisfaction and professional commitment used research subjects, such as nurses, auditor, employees and teachers at higher education levels.
HUBUNGAN ANTARA COPING DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN
Rahmadani, Gilang;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.41119
Abstrak Perusahaan perlu memperhatikan kondisi kesejahteraan para karyawannya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping dengan subjective well-being pada karyawan produksi. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan tetap bagian produksi di PT. X dengan jumlah 150 karyawan dan sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh dengan pembagian 120 karyawan untuk penelitian serta 30 karyawan untuk uji coba skala. Skala yang digunakan adalah skala coping dan skala subjective well-being. Analisis data yang diterapkan adalah analisis korelasi pearson product moment dengan bantuan program aplikasi SPSS versi 24.0 for windows. Analisis pada data yang didapatkan mengenai coping dan subjective well-being memiliki koefisien korelasi bernilai 0,723 (r = 0,723) dengan signifikansi bernilai 0,000 (p = 0,000) sehingga dapat dikonklusikan bahwa terdapat korelasi antara coping dengan subjective well-being dan korelasi tersebut bermakna positif artinya semakin tinggi coping yang dimiliki maka semakin tinggi pula subjective well-beingnya. Hasil penelitian tersebut juga menekankan bahwa hubungan yang terjadi antara coping dengan subjective well-being memiliki hubungan yang terkategori kuat. Kata Kunci: Coping, Subjective Well-Being, Karyawan Abstract Companies need to pay attention to the welfare conditions of their employees. This research aims to reveal the relationship between coping with subjective well-being in production employees. This research applies quantitative research methods. The population in this study were permanent employees of the production department at PT. X with 150 employees and the sample in this study is a saturated sample with a division of 120 employees for research and 30 employees for scale testing. The scale used is a coping scale and a subjective well-being scale. Data analysis applied is Pearson product moment correlation analysis with the help of SPSS application program version 24.0 for Windows. Analysis of the data obtained regarding coping and subjective well-being has a correlation coefficient of 0.723 (r = 0.723) with a significance value of 0.000 (p = 0.000) so that it can be concluded that there is a correlation between coping with subjective well-being and the correlation is positive meaning the higher the coping, the higher the subjective well-being. The results of this study also emphasize that the relationship between coping and subjective well-being has a strong category relationship. Keywords: Coping, Subjective Well-Being, Employees
Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja pada Guru
Hartono, Benedicta Cyntia;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54071
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada guru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah guru berjumlah 45 orang. Penelitian ini dilakukan pada salah satu institusi pendidikan yaitu yayasan X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala ukur psikologis variabel persepsi dukungan organisasi dan variabel keterikatan kerja. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment dan penghitungan dilakukan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS versi 25.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan yaitu sebesar 0,576 (r=0,576) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif atau searah. Semakin tinggi nilai persepsi dukungan organisasi, maka semakin tinggi pula keterikatan kerja pada guru. Sebaliknya, semakin rendah nilai persepsi dukungan organisasi, maka semakin rendah pula keterikatan kerja pada guru.
Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Loyalitas pada Karyawan Bagian Produksi
Febriyanti, Ainniya Berlin;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61274
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yang berjumlah 75 karyawan bagian produksi di CV X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua skala, yaitu skala budaya organisasi dan skala loyalitas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows . Dari hasil analisis data, ditemukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Nilai koefisien korelasi adalah 0,754 (r=0,754), menunjukkan korelasi yang kuat antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Semakin tinggi nilai budaya organisasi, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas karyawan pada bagian produksi. Sebaliknya, jika budaya organisasi rendah, maka loyalitas yang dimiliki karyawan di bagian produksi cenderung menurun.
Hubungan antara Job Crafting dengan Work Engagement pada Karyawan Produksi PT X
Agindaris, Amjodti Laily;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61358
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel job crafting dengan work engagement pada karyawan produksi PT X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 130 karyawan produksi. Pengumpulan data menggunakan skala work engagement dan skala job crafting. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisiensi sebesar 0,000 (Sig<0,05), yang memiliki arti terdapat hubungan signifikan antara variabel job crafting dengan work engagement pada karyawan produksi. Nilai koefisien korelasi pearson product moment sebesar 0,831 (r=0,831) yang diartikan bahwa hubungan antara variabel job crafting dengan work engagement pada karyawan produksi tergolong sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya job crafting pada karyawan, maka work engagement pada karyawan tersebut juga semakin meningkat.
Hubungan antara Knowledge Sharing dan Pemberdayaan Psikologis dengan Perilaku Inovatif pada Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
Hariyanti, Yusrina Dwi;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61359
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara knowledge sharing dan pemberdayaan psikologis dengan perilaku inovatif pada guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampel jenuh dengan subjek berjumlah 79 guru. Data diambil menggunakan skala psikologis yang dikembangkan oleh peneliti berupa skala perilaku inovatif yang mengacu teori dari De Jong dan Den Hartog (2010), skala knowledge sharing dari Hoof dan Ridder (2004), dan skala pemberdayaan psikologis dari Spreitzer (2008). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara knowledge sharing dengan perilaku inovatif sebesar 0,756, terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemberdayaan psikologis dengan perilaku inovatif sebesar 0,752, dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara knowledge sharing dan pemberdayan psikologis dengan perilaku inovatif sebesar 0,604 atau 64%. Peningkatan knowledge sharing dan pemberdayaan psikologis akan diikuti pula peningkatan pada perilaku inovatif yang ditunjukan oleh guru.
Hubungan antara Kepribadian Proaktif dengan Perilaku Inovatif pada Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
Anggraeni, Putri Wahyu;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61360
Guru mempunyai peranan penting di dunia pendidikan sebagai penggerak utama dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara kepribadian proaktif dengan perilaku inovatif pada guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan berupa sampel jenuh yang subjeknya terdiri dari 85 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala psikologi dari variabel kepribadian proaktif dan variabel perilaku inovatif. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian berupa uji korelasi pearson product moment dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis data didapatkan bahwa taraf signifikansinya sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat dimaknai adanya korelasi yang signifikan antara variabel kepribadian proaktif dengan perilaku inovatif. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan yaitu 0,796 (r=0,796) yang artinya hubungan antara variabel kepribadian proaktif dengan variabel perilaku inovatif termasuk kategori yang kuat. Kepribadian proaktif yang semakin tinggi, maka perilaku inovatif yang ditampakkan guru akan tinggi juga, sebaliknya semakin rendah kepribadian proaktif, semakin rendah pula perilaku inovatif guru.
Hubungan antara Efikasi Diri dengan Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai
Sania, Agisha Puti;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61361
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan organizational citizenship behavior pada pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Penelitian ini melibatkan 70 pegawai yang bekerja di Badan X sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian dipilih dengan mempergunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan instrumen berupa skala psikologi. Skala psikologi terdiri dari efikasi diri dan organizational citizenship behavior. Analisis data dilaksanakan dengan uji korelasi pearson product moment mempergunakan perangkat lunak SPSS 25.0 for Windows. Hasil analisis data memperlihatkan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan organizational citizenship behavior. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,790 (r=0,790) sehingga menandakan bahwa hubungan tersebut tergolong dalam kategori kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki pegawai, maka semakin tinggi pula organizational citizenship behavior yang ditunjukkan. Sebaliknya, semakin rendah efikasi diri yang dimiliki pegawai, maka semakin rendah pula organizational citizenship behavior yang ditunjukkan.
Hubungan Antara Budaya Organisasi dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Divisi Furniture Kayu R
Irmadani, Moch. Eka;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61362
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja pada karyawan divisi furniture kayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan analisis korelasional. Penelitian ini melibatkan karyawan divisi furniture kayu yang berjumlah 85 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa skala budaya organisasi dan skala kepuasan kerja. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment dan penghitungan dilakukan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS versi 27.0 for windows. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa taraf signifikan yaitu sebesar 0.000 (P<0.05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja. Dalam penelitian ini, koefisien korelasi product moment yang didapat sebesar 0,792 (r= 0,792) menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara budaya organisasi dan kepuasan kerja. Koefisien korelasi ini juga menunjukkan nilai yang positif yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel searah, jika variabel budaya organisasi memiliki nilai yang tinggi, maka variabel kepuasan kerja juga akan lebih tinggi.
Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Etos Kerja dengan Komitmen Organisasi Pada Karyawan Bagian Produksi
Febriyanti, Arlinda;
Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61365
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan etos kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan bagian produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 110 karyawan tetap pada bagian produksi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan konsep teori kepuasan kerja, etos kerja dan komitmen organisasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil dari analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05) dan nilai taraf korelasi (r) sebesar 0,713. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima yakni terdapat hubungan antara variabel kepuasan kerja dan etos kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan bagian produksi. Semakin tinggi kepuasan kerja dan etos kerja pada karyawan, maka komitmen organisasi yang dimilikinya juga akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja dan etos kerja pada karyawan, maka semakin rendah pula komitmen organisasi yang dimiliki karyawan.