Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effect of Combination of Classical Music Therapy and Progressive Muscle Relaxation on Stress Score of Final Project of D-III Nursing Students at Bakti Tunas Husada University Arsilia Fitriawati, Devita; Cahyati, Peni; Kustiawan, Ridwan; Riyana, Asep
Media Informasi Vol. 21 No. 02 (2025): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v21i02.869

Abstract

Final year students often experience stress in the process of preparing their final project which can interfere with mental health and reduce academic quality. Stress is an individual's inability to deal with challenges that are being faced by someone. This condition can be triggered by various things, such as physical pressure, social situations and even uncontrolled environments that can ultimately have an impact on one's own condition. Management of this stress can be done non-pharmacologically which does not involve drugs, but uses other methods such as by performing a combination of classical music therapy and progressive muscle relaxation. Objective: to determine the effect of a combination of classical music therapy and progressive muscle relaxation on the stress score of D-III Nursing students at Bakti Tunas Husada University. The theoretical basis underlying this research is stress, students and classical music therapy and progressive muscle relaxation. Method: using pre experiment with one-group pretest- posttest design on 50 final year students. Sampling using Probability Sampling with Simple Random Sampling. Data were analyzed using the Dependent T test. Results: showed that there was a significant decrease before and after the intervention with an average difference in stress scores of 8.96 with a p-value of 0.000 which means Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: There is an effect of the combination of classical music therapy and progressive muscle relaxation in reducing stress scores.
Pemberdayaan Keluarga dalam Persiapan Perawatan Klien Post Operasi di Rumah Kartilah, Tetet; Cahyati, Peni; Somantri, Iwan; Lan, Evi Tan Sun; Kartiwa, Iwa; Gungun, Ujang
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20999

Abstract

Pasien post op adalah pasien yang baru saja menjalani operasi atau pembedahan. Masa post operasi dimulai saat pasien dipindahkan dari ruang operasi ke ruang pemulihan atau ruang perawatan lain, dan berakhir setelah pasien dievaluasi dan dipulangkan. Perawatan post op sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan pemulihan yang optimal. Peran keluarga dalam perawatan pasien post operasi di rumah sangat penting untuk pemulihan yang optimal. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional, membantu aktivitas sehari-hari, memastikan perawatan luka dan pemberian obat, serta memantau kondisi pasien. Selain itu, keluarga juga perlu memahami intruksi tenaga kesehatan dan mengenali tanda-tanda komplikasi untuk segera mendapatkan bantuan pelayanan kesehatan. Agar keluarga dapat menjalankan perannya maka kami tim pengabdi bekerjasama dengan tim RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya memberikan pelatihan tentang  pemberdayaan keluarga  dalam persiapan  perawatan pasien post operasi di rumah. Sebagai responden adalah semua keluarga penunggu pasien di Ruang Melati 4 sejumlah 20 orang. Hasil pelatihan menunujukkan  skor pengetahuan keluarga naik sebesar 21,37 poin dibandingkan sebelumnya. Secara statistik, dengan menggunakan uji Wilcoxon hasilnya menunjukan adanya perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan, dengan taraf signifikansi ρ = 0,0001 (ρ < 0,05). Diharapkan setelah diberikan pembekalan maka keluarga dapat merawat anggota keluarga dengan post operasi di rumah. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan keluarga pasien setelah di berikan pelatihan.
Effectiveness of Gym Ball Pelvic Rocking and Breathing Relaxation Techniques in Reducing Labor Pain During the Active Phase of the First Stage at Gandrungmangu II Health Center, Cilacap Mujiarti; Cahyati, Peni; Rohmatin, Etin; Yuliastuti, Santi
Media Informasi Vol. 21 No. 3 (2025): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i3.926

Abstract

Labor pain during the active phase of the first stage of labor is often intense and can lead to maternal exhaustion, stress, and prolonged delivery if not effectively managed. This study aimed to evaluate the effectiveness of pelvic rocking with gymball compared to breathing relaxation techniques in reducing labor pain intensity among mothers at Gandrungmangu II Health Center, Cilacap Regency. A quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest method was employed. Forty laboring mothers were selected using purposive sampling and divided equally into two intervention groups. Pain intensity was measured using the Visual Analogue Scale (VAS) before and after the intervention. The pelvic rocking group performed exercises on a gymball, while the control group practiced breathing relaxation during contractions. The results showed a significant decrease in mean pain scores in both groups, with a more substantial reduction in the gymball group (from 8.30 to 3.10) compared to the breathing group (from 8.05 to 6.80). The p-value obtained was 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the two methods. This study concludes that pelvic rocking with gymball is a more effective non-pharmacological technique for managing labor pain. It is recommended to integrate this method into standard intrapartum care in primary health facilities, supported by structured training and implementation protocols. Further research should explore its impact on labor duration, maternal satisfaction, and neonatal outcomes to enhance maternal health services.
Terapi SEFT dalam Upaya Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kersanegara –Tasikmalaya Cahyati, Peni; Kustiawan, Ridwan; Mariani, Dini; Rosdiana, Ida; Somantri, Iwan
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.780

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are diseases that are currently the highest cause of death in Indonesia. PTM sufferers at the Kersanegara Community Health Center, especially hypertension and diabetes mellitus, are increasing over time. In Tasikmalaya City, based on data from the Health Service, in 2023, there were 55,999 people with hypertension. Therefore, one of the efforts of the Kersanegara Community Health Center to improve the quality of life for PTM sufferers so that it is more optimal is by holding Prolanis activities. Hypertension is one of the risk factors that most influences the incidence. heart and blood vessel disease. Hypertension often shows no symptoms, so it is only realized when it has caused organ disorders such as heart dysfunction or stroke. The regional development team for the Tasikmalaya health polytechnic applied undergraduate and nursing study program collaborates with the Kersanegara Community Health Center to provide health services with a proactive approach that is implemented in an integrated manner involving participants through a chronic disease management program. The activities carried out were providing exposure to material about hypertension and introducing SEFT therapy to 53 people suffering from hypertension with the aim of helping lower blood pressure. The results of the evaluation of this community service activity achieved the goals that had been set, namely 100% participant attendance, all participants were active, there was an increase in knowledge, participants were able to mention the symptoms and signs of hypertension, the consequences of hypertension, the treatment and care of hypertension and 2 participants understood and explained about therapy. SEFT with the language style of each community service participant. In general, hypertension management consists of pharmacological therapy (using anti-hypertension drugs) and non-pharmacological therapy, namely by interpreting stress with relaxation techniques, one of which is SEFT therapy.
Hubungan Karakteristik Orang Tua dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Akibat Hospitalisasi Anak Diare di RSUD dr. Soekardjo - Kota Tasikmalaya Kustiawan, Ridwan; Cahyati, Peni; Somantri, Iwan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17592

Abstract

Diare dan gastroenteritis merupakan urutan pertama yang menyebabkan pasien rawat inap di rumah sakit berdasarkan sepuluh peringkat utama pasien rawat inap di Indonesia. Reaksi keluarga terhadap hospitalisasi bervariasi diantaranya cemas yang ditunjukan oleh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik orang tua dengan tingkat kecemasan orang tua akibat hospitalisasi anak diare di ruang anak bawah RSUD dr. Soekardjo. Ansietas adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Metode yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 31 orang. Hasil penelitian didapatkan responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (24 orang), usia responden terbanyak adalah usia dewasa awal dan akhir (14 orang), tingkat pendidikan responden terbanyak adalah tingkat sekolah menengah dan tinggi (19 orang), lama rawat terbanyak adalah 1-3 hari (24 orang), dan tingkat kecemasan responden adalah kecemasan sedang (17 orang). Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama rawat dengan tingkat kecemasan orang tua anak diare dan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan tingkat kecemasan orang tua anak diare. Diharapkan diberikan dukungan khusus baik psikis maupun informasi kepada orang tua anak diare untuk menurunkan tingkat kecemasan.
Hubungan Kompetensi Teknis Kader dengan Kualitas Data Posyandu di Kelurahan Setiaratu - Kota Tasikmalaya Maulana, Heri Djamiatul; Subianto, Totok; Mulyanti, Sri; Cahyati, Peni; Ristrini, Ristrini
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17758

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk melihat kompetensi kader dalam melakukan pencatatan agar didapatkan data yang berkualitas hal ini sesuai dengan salah satu peran kader kesehatan yaitu mencatat hasil penimbangan pada Kartu Menuju Sehat (KMS), buku KIA dan buku register. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi, kemudian melakukan analisis korelasi antara fenomena, denga jumlah sampel sebanyak 48 orang kader. Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan kader  Posyandu hampir seluruhnya memiliki tingkat pengetahuan baik, sikap kader sebagian besar positif, dan memliki ketrampilan masih kurang dalam melakukan pencatatan dan pelaporan. Kompetensi tehnis kader Posyandu terhadap kualitas data di Kelurahan Setiaratu Kota Tasikmalaya hanya berhubungan dengan sikap dan tindakan, sedangkan pengetahuan tidak berhubungan dengan kualitas data yang dihasilkan.
Identification of Blood Sugar Based on Non-invasive Measurements UsingPhotoplethysmography Method Signal Decoding in Diabetics in Tasikmalaya Badriah, Siti; Bahtiar, Yanyan; Cahyati, Peni; Andang, Asep; Fathurrohman, Fahmi
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 6 No. 3 (2024): August
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v6i3.8

Abstract

Non-invasive blood sugar testing tools are now in great demand among the public. This research aims to develop a non-invasive blood sugar examination tool with a Photopletysmograph signal decoding system based on data acquisition from a wearable sensor device on the wrist. The tool used for data acquisition uses Near Infra Red Light-emitting Diode NIR LED 880 nm, 660 nm and 537 nm. This acquisition transfers signals from the body via a photodiode to a PC Personal Computer for processing using Matlab. The method used in this research is to look for the height of the systolic and diastolic amplitude of the Photopletysmograph PPG signal and use the peak-to-peak voltage Vpp to implement Beer Lambert's law. This method was tested on 54 people, randomly aged 26-89 years, with normal blood sugar to high blood sugar. The results show an error of 18.37% from the gold standard. In conclusion, the use of the PPG signal decoding method has proven to be significant in producing blood sugar values. Furthermore, this method was developed for real-time remote measurements via wearable sensor devices.
Optimalisasi Peran Kader Posbindu Melalui Psikoedukasi dalam Pengendalian Penyakit Hipertensi di Kelurahan Nagarasari Wilayah Kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya Cahyati, Peni; Hartono, Dudi; Arifin, Unang
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12447

Abstract

Angka kejadian hipertensi di Indonesia dari tahun ke tahun terjadi peningkatan termasuk di Jawa Barat dan juga di Kota Tasikmalaya. Peningkatan ini harus mendapatkan perhatian yang serius karena hipertensi di Indonesia menjadi kontributor tunggal utama terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Hipertensi merupakan resiko utama terjadinya stroke secara mendadak dan dapat berakhir dengan kematian atau kecacatan yang menetap, Seseorang yang mengalami stroke produktivitas dan kualitas hidupnya akan menurun, bahkan klien akan menjadi sangat bergantung pada keluarga atau orang - orang di dekatnya. Pemberdayaan masyarakat dengan penguatan posbindu diaharapkan menjadi salah satu upaya untuk menekan kejadian hipertensi. Kader posbindu dengan dukungan petugas puskesmas dapat mengembangkan kegiatan yang bersifat promotive dan preventif. Sebanyak 25 orang kader yang mewakili 22 posbindu/ posyandu lansia di  Kelurahan Nagarasari wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya menjadi peserta pelatihan pengendalian hipertensi melalui psikoedukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian program pengabdian kepada masyarakat IPTEKS bagi masyarakat (IbM) Politeknik Kesehatan Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2023. Hasil pelatihan menunjukkan skor pengetahuan kader tentang pengendalian hipertensi naik sebesar 3,08 poin dibandingkan sebelumnya. Hasil uji normalitas data kedua variable berdistribusi normal maka menggunakan uji parametrikPaired-T test. Hasil uji Paired-T didapatkan nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05), maka H0 ditolah, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan setelah dilakukan intervensi penyuluhan sebesar 3,08 poin. Diharapkan setelah diberikan pembekalan maka kader posyandu lansia akan berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya lansia tentang hipertensi melalui kegiatan penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, kunjungan rumah. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan kader posyandu lansia tentang pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan
The Dynamics of Interprofessional Relationships within Hospital Medical Teams: A Case Study in Tasikmalaya Cahyati, Peni; Kartilah, Tetet; Februanti, Sofia; Somantri, Iwan; Maulana, Heri Djamiatul; Rosuliana, Novi Enis
International Journal of Psychology and Health Science Vol. 4 No. 1 (2026): International Journal of Psychology and Health Science (January - March 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/ijphs.v4i1.1756

Abstract

Interprofessional relationships within medical teams are a key determinant of healthcare service effectiveness in hospitals. This study aims to examine the dynamics of interprofessional relationships in two hospitals in Tasikmalaya: RSUD Dr. Soekardjo and RS Jasa Kartini. A qualitative case study approach was employed to explore the experiences of medical personnel, involving 15 informants from various health professions through in-depth interviews, non-participant observations, and document analysis. Data were analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis. The findings reveal that interprofessional relationships are still predominantly shaped by hierarchical structures, with physicians assuming leading roles in formal settings, while informal interactions exhibit more egalitarian collaboration. Communication barriers including reluctance to challenge doctors' opinions and miscommunication of medical terminology emerge as key challenges to service coordination. The bureaucratic organizational culture in public hospitals reinforces hierarchical dynamics, whereas private hospitals demonstrate greater flexibility yet maintain the dominance of certain medical professions. Local Sundanese cultural values, which emphasize politeness, also influence communication patterns that avoid open confrontation. Individual adaptive strategies such as informal communication channels and participation in collaborative training have emerged as efforts to overcome systemic barriers. This study concludes that improving interprofessional relationships in hospitals requires organizational culture transformation, enhanced cross-professional communication skills, and collaborative training that is sensitive to local sociocultural contexts.
Memodelkan Dinamika Transformasi Digital Sumber Daya Manusia: Pendekatan Berpikir Sistematis terhadap Ketangkasan dan Kinerja Organisasi Maria, Elvie; Sembiring, Hendri; Cahyati, Peni; Sudarso, Andriasan; Manalu, Brilliant Handyman
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7529

Abstract

Percepatan digitalisasi manajemen sumber daya manusia (SDM) telah mengubah cara organisasi menarik, mengembangkan, dan mempertahankan talenta di era Industri 4.0. Namun, sebagian besar studi yang ada mengonseptualisasikan transformasi SDM digital sebagai perkembangan linier, mengabaikan interaksi umpan balik dinamis antara teknologi, manusia, dan kinerja organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan pemodelan dinamika sistem untuk menangkap hubungan kausal yang kompleks antara kemampuan SDM digital, ketangkasan belajar, ketangkasan organisasi, kinerja, dan stres. Dengan mengadopsi perspektif pemikiran sistem, penelitian ini mengonseptualisasikan transformasi digital SDM sebagai sistem yang mengatur diri sendiri yang dibentuk oleh lingkaran umpan balik yang memperkuat dan menyeimbangkan, yang menentukan keberlanjutan jangka panjang. Model ini dikembangkan melalui tinjauan literatur sistematis dan divalidasi melalui konsultasi ahli dengan manajer digitalisasi SDM dan spesialis dinamika sistem. Menggunakan Vensim DSS 9.3, simulasi dilakukan selama 60 bulan untuk mengamati perilaku dasar dan skenario kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa lingkaran penguatan yang menghubungkan kemampuan SDM digital, ketangkasan belajar, dan kinerja menghasilkan peningkatan berkelanjutan dan ketahanan organisasi. Namun, lingkaran keseimbangan, yang diwakili oleh stres dan kelelahan adaptasi, membatasi pertumbuhan ketika perubahan digital melebihi kapasitas adaptasi karyawan. Skenario kebijakan komparatif menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pelatihan mempercepat pengembangan kemampuan tetapi meningkatkan stres, sementara peningkatan program mitigasi stres menstabilkan pembelajaran dan mempertahankan peningkatan kinerja dari waktu ke waktu. Temuan ini menyoroti bahwa transformasi digital SDM yang berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan adaptasi manusia. Penekanan berlebihan pada kecepatan dan otomatisasi dapat menghasilkan resistensi sistemik, sedangkan intervensi seimbang yang menggabungkan investasi digital, pembelajaran berkelanjutan, dan dukungan psikologis mendorong organisasi yang tangguh dan lincah. Secara teoritis, studi ini memperluas manajemen SDM strategis dengan mengintegrasikan dinamika sistem untuk menjelaskan perilaku transformasi nonlinier dan adaptasi berbasis umpan balik. Secara praktis, studi ini mengidentifikasi titik pengungkit utama seperti peningkatan kelincahan belajar dan manajemen stres yang memungkinkan organisasi untuk merancang strategi digital SDM yang dinamis dan berkelanjutan yang selaras dengan daya saing jangka panjang.