Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Identification of Blood Sugar Based on Non-invasive Measurements UsingPhotoplethysmography Method Signal Decoding in Diabetics in Tasikmalaya Badriah, Siti; Bahtiar, Yanyan; Cahyati, Peni; Andang, Asep; Fathurrohman, Fahmi
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 6 No. 3 (2024): August
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v6i3.8

Abstract

Non-invasive blood sugar testing tools are now in great demand among the public. This research aims to develop a non-invasive blood sugar examination tool with a Photopletysmograph signal decoding system based on data acquisition from a wearable sensor device on the wrist. The tool used for data acquisition uses Near Infra Red Light-emitting Diode NIR LED 880 nm, 660 nm and 537 nm. This acquisition transfers signals from the body via a photodiode to a PC Personal Computer for processing using Matlab. The method used in this research is to look for the height of the systolic and diastolic amplitude of the Photopletysmograph PPG signal and use the peak-to-peak voltage Vpp to implement Beer Lambert's law. This method was tested on 54 people, randomly aged 26-89 years, with normal blood sugar to high blood sugar. The results show an error of 18.37% from the gold standard. In conclusion, the use of the PPG signal decoding method has proven to be significant in producing blood sugar values. Furthermore, this method was developed for real-time remote measurements via wearable sensor devices.
Optimalisasi Peran Kader Posbindu Melalui Psikoedukasi dalam Pengendalian Penyakit Hipertensi di Kelurahan Nagarasari Wilayah Kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya Cahyati, Peni; Hartono, Dudi; Arifin, Unang
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12447

Abstract

Angka kejadian hipertensi di Indonesia dari tahun ke tahun terjadi peningkatan termasuk di Jawa Barat dan juga di Kota Tasikmalaya. Peningkatan ini harus mendapatkan perhatian yang serius karena hipertensi di Indonesia menjadi kontributor tunggal utama terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Hipertensi merupakan resiko utama terjadinya stroke secara mendadak dan dapat berakhir dengan kematian atau kecacatan yang menetap, Seseorang yang mengalami stroke produktivitas dan kualitas hidupnya akan menurun, bahkan klien akan menjadi sangat bergantung pada keluarga atau orang - orang di dekatnya. Pemberdayaan masyarakat dengan penguatan posbindu diaharapkan menjadi salah satu upaya untuk menekan kejadian hipertensi. Kader posbindu dengan dukungan petugas puskesmas dapat mengembangkan kegiatan yang bersifat promotive dan preventif. Sebanyak 25 orang kader yang mewakili 22 posbindu/ posyandu lansia di  Kelurahan Nagarasari wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya menjadi peserta pelatihan pengendalian hipertensi melalui psikoedukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian program pengabdian kepada masyarakat IPTEKS bagi masyarakat (IbM) Politeknik Kesehatan Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2023. Hasil pelatihan menunjukkan skor pengetahuan kader tentang pengendalian hipertensi naik sebesar 3,08 poin dibandingkan sebelumnya. Hasil uji normalitas data kedua variable berdistribusi normal maka menggunakan uji parametrikPaired-T test. Hasil uji Paired-T didapatkan nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05), maka H0 ditolah, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan setelah dilakukan intervensi penyuluhan sebesar 3,08 poin. Diharapkan setelah diberikan pembekalan maka kader posyandu lansia akan berkontribusi dalam peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya lansia tentang hipertensi melalui kegiatan penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, kunjungan rumah. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan kader posyandu lansia tentang pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan