Claim Missing Document
Check
Articles

Modifikasi Permukaan Kayu Pinus Menggunakan Metode Finishing Tradisional Jepang – Yakisugi pada Beberapa Level Pengarangan Fahrussiam, Fauzan; Lestari, Andi Tri; Chaerani, Nurul; Lestari, Dini
PERENNIAL Vol 19 No 1 (2023): Vol. 19 No. 1, April 2023
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v19i1.26319

Abstract

The yakisugi is a japan method on wood finishing that enhances an esthetic, dimension stability and durability. Yakisugi methode traditionally carried out by tying three boards together to form an elongated triangle and then burning until black charcoal is evenly created on the wood surface. Thes method has not been extensively researched or industrialized in Indonesia. Therefore, this study aims to evaluate the quality of yakisugi finishing on pine wood with parameters such as the length of the burning process (20 seconds and 30 seconds on a 70 cm2 area). The results showed that the pine wood burning process produced higher dimensional stability than pine without burning treatment, with ASE values reaching about 56% at a burning time of 30''.  Meanwhile, in the mechanical properties test, the yakisugi method provides lower values of MOE and MOR than the control sample—the change in wood properties to become more brittle after combustion is the main reason for this phenomenon. The combustion characteristics show that the combustion duration does not give a different color change in the test sample after the charcoal cleaning process. However, the thickness of the charcoal produced at 30" showed a higher value of 4.5 mm.
Karakteristik Kayu Lokal Kelicung (Diospyros Cacrophylla Blume) Berdasarkan Posisi Batang Kayu Melalui Pengujian Fisis dan Mekanis Ningsih, Rima Vera; Rini, Dwi Sukma; Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini; Hilman, Muhammad Fikri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.25494

Abstract

Kayu kelicung (Diospyros macrophylla Blume) merupakan jenis kayu lokal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan termasuk jenis kayu hitam yang dikenal sebagai penghasil kayu hitam. Jenis kayu ini biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku ukiran, patung, mebel, dan kerajinan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi batang (pangkal, tengah, dan ujung) terhadap sifat fisis dan mekanis kayu kelicung. Bahan yang digunakan adalah kayu kelicung (Diospyros macrophylla Blume) yang berumur sekitar 14 tahun, berdiameter 28 cm dan tinggi bebas cabang 8 m. Pohon diambil dari Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu posisi batang dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi pangkal, tengah, dan ujung kayu kelicung berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanisnya. Berdasarkan PKKI NI 5-1961, kayu kelicung yang diteliti termasuk dalam Kelas Kuat II. Modulus Elastisitas (MOE) tertinggi terdapat pada pangkal, sedangkan terendah terdapat pada bagian tengah batang. Demikian pula, Modulus patah (MOR) tertinggi terdapat pada pangkal, sedangkan terendah terdapat pada bagian ujung pohon.
Perbandingan Mutu Proksimat Briket Arang Tempurung Kelapa dan Kulit Singkong Berdasarkan SNI 01-6235-2000 Lestari, Dini; Wulandari, Febriana Tri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fhzbz775

Abstract

-
Co-Authors Aditya, I Gusti Ngurah Agung Surya Agus Wartingsih, Agus Aidil Akbar Alawiyah, Nur Anita Fibonacci Anshori, Yoyo Zakaria Ashari, Runi Asprina Br Surbakti, Asprina Br Asri Lestari Astuti, Ima Puji Astutiningtyas, Dewi Nur Laksmi Augustina, Sarah Bangun, Zuriah Rezky Br Chaerani, Nurul Depy Muhamad Pauzy Dewi Anggita, Nadya Dewi Ratnawati Dini Lestari Dwi Sukma Rini Fadilah, Tasya Fauzan Fahrussiam Fauzi, Muhammad Resty Firmansyah, Harits FITRIA, HENI H. Dukalang, Hendra Halimah, Baiq Elok Salsabila Hasrian Rudi Setiawan Hidayati, Maulia Hsb, Mhd. Aziz Alfarisi Huda, Laelatul Istiani, Ratna Ayu Kartina, Ari Lestari, Andi Tri Lestari, Suci Putri Lubis, Muhammad Adly Rahandi Maulana, Muhammad Iqbal Maulana, Sena Miranda, Miranda Muhammad Hilman Fikri Muhammad Irham musdi, musdi Nasution, Askur Hamid Nasution, Vikram Taufik Ngasbun Egar Ngatini Ngatini, Ngatini Niechi Valentino Nur , Lutfiyah Nurul Jannah Prasetyo, Andrie Ridzki Prasetyo, Wicaksana Dwi Radjali Amin Raehanayati Raehnayati, Raehnayati Rambe, Jelita Handayani Rattanapun, Supot Rianjanu, Aditya Rima Vera Ningsih Ritonga, Meilinda Rivanka, Weny Rosdiana Rosdiana Rudiyanto, Sigit Saragih, Arif Kusnedi Satria Afigiatan, Arbina Sembiring, David JM Shabrina, Hasyyati Suci Afria Sasty Siregar Sudarso Kaderi Wiryono Sugiyono Sugiyono Sukamto . Sulistiaji, Yudi SUPRIYONO Surya Aditya, I Gusti Ngurah Agung Suwanda, Astri Aulia Syahbana, Ardi Syakhilah, Ade Fahdiya Sylviana Maya Damayanti Tarmizi Taher Urip Tisngati Wahyu Hidayat Wulandari, Febriana Wulandari, Febriana Tri Yovitha Yuliejantiningsih, Yovitha Ziad, Muhammad Thoriq