Articles
WORKSHOP PEMBUATAN JARINGAN INFORMASI DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PENGUSAHA ALAT-ALAT PERTANIAN
Dian Sinaga;
Andri Yanto;
Rohanda Rohanda;
Fitri Perdana
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (575.697 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14886
PPM yang berjudul “Workshop Pembuatan Jaringan Informasi Dan Penggunaan Media Sosial Dalam Mendukung Kegiatan Pengusaha Alat-Alat Pertanian”. Adapun salah satu hal yang menjadi perhatian kami dalam upaya mengembangkan usaha alat-alat pertanian adalah dengan mengembangkan jaringan informas antar para pengrajin dan kelompok pengrajin serta memanfaatkan beberapa media alternatif dalam memasarkan produk-produk alat pertanian tersebut. Tim kami memberikan pelatihan kepada 13 orang peserta terkait bagaimana pembuatan jaringan informasi dan penggunaan media sosial. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan malasah tersebut adalah melalui pelatihan dan pendampingan bagaimana pembuatan jaringan informasi dan penggunaan media sosial. Hasil dari PPM tersebut adalah terbangunnya website para kelompok pengrajian dalam upaya pemasaran alat-alat pertanian melalui laman https://kerajinangalonggong.wordpress.com/ serta membuat akun media sosial seperti facebook dengan laman https://www.facebook.com/KerajinanGalonggongTasik dalam upaya pemasaran produk alat-alat pertanian oleh para kelompok pengrajin yang ada di Dusun Galogggong Desa Cilangkap Kabupaten Tasimalaya.
PENGENALAN LITERASI GUNA MENGATASI HOAKS SAAT PANDEMI
Andri Yanto
Dharmakarya Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.32523
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan informasi tidak dapat dibendung dan banyak memberikan manfaat, namun adapula sisi negatif yang muncul dengan adanya informasi palsu yang beredar di masyarakat. Hal ini menjadi tantangan bagi para pustakawan dengan kemampusn literasi yang dimilikinya ataupun berbagai pihak dalam gerakan literasi yang memiliki kepedulian terhadap berbagai sumber informasi yang digunakan oleh sebagaian masyarakat yang masih terjebak dalam informasi hoaks. Berdasarkan hal tersebut maka diupayakanlah sebuah kegiatan sosialisasi dan edukasi dengan cara pemberian ceramah ataupun transfer pengetahuan kepada masyarakat terkait informasi hoaks di masa pandemi Covid-19. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa masih diperlukan sebuah media dan kegiatan untuk mengedukasi masyarakat terkait berbagai informasi yang diterima melalui berbagai media. Adanya sarana edukasi tersebut dapat meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat dalam membedakan mana yang tergolong hoax ataupun bukan. Peserta dapat membedakan jenis hoaks yang pernah mereka terima dengan menyatakan bahwa itu merupakan bagian dari misinformasi, disinformasi ataupun malinformasi.
MODEL AKTIVITAS GERAKAN LITERASI BERBASIS KOMUNITAS DI SUDUT BACA SOREANG
Andri Yanto;
Saleha Rodiah;
Elnovani Lusiana
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.265 KB)
|
DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11629
One of the literacy movements that is currently developing is the proliferation of various communities Taman Bacaan Masyarakat (TBM) which was established by the community to provide access to information to the public in order to realize lifelong learning. Sudut Baca Soreang (SBS) as a TBM by relying on a variety of community is very active in making various activities literacy movements. This study aims to create a model of literacy movement activities undertaken by SBS with the end result was the model of a community -based literacy movement activities so that it can be one model for other TBM in making various activities literacy movements. The research method used in this study is a qualitative research using case study approach. The results showed that the shape of the literacy movement activities SBS driven by volunteers as well as spearhead in carrying out various activities that have been prepared weekly/monthly/yearly with one of the volunteers as person in charge. All activities are always evaluated regularly. This model can move literacy activities, promotional activities and drives the field of literacy advocacy activities. The manager of SBS (founders, trustees and volunteers) to make a wide range of activities aimed at local communities, which involves internal SBS as well as external parties SBS from local communities, students and community leaders and other strategic partners as a driver of literacy programming that has been designed by the manager of SBS, All activities that have been implemented are supported by promotional efforts through social media such as facebook as a primary medium.Salah satu gerakan literasi yang saat ini berkembang adalah menjamurnya berbagai komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang didirikan oleh masyarakat untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat guna mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat. Sudut Baca Soreang (SBS) sebagai sebuah TBM dengan mengandalkan berbagai komunitas masyarakat sangat aktif dalam membuat berbagai kegiatan gerakan literasi. Kajian ini bertujuan untuk membuat model aktivitas gerakan literasi yang dilakukan oleh SBS dengan hasil akhirnya adalah adanya model aktivitas gerakan literasi berbasis komunitas sehingga dapat menjadi salah satu percontohan bagi TBM lainnya dalam membuat berbagai kegiatan gerakan literasi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk aktivitas gerakan literasi SBS dimotori oleh relawan serta menjadi ujung tombak dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang telah disusun setiap minggu/bulan/tahunan dengan salah seorang sukarelawan sebagai penanggungjawabnya. Seluruh aktivitas tersebut selalu dilakukan evaluasi secara rutin dan dilakukan evaluasi tahunan pula. Model ini dapat menggerakkan aktivitas literasi, promosi kegiatan dan menjadi penggerak kegiatan advokasi bidang literasi. Para pengelola SBS (pendiri, pengurus dan relawan) membuat berbagai aktivitas yang ditujukan untuk masyarakat sekitar yang melibatkan pihak internal SBS maupun pihak ekternal SBS mulai dari masyarakat sekitar, pelajar ataupun tokoh masyarakat dan mitra strategis lainnya sebagai penggerak kegiatan literasi yang telah dirancang oleh pengelola SBS. Seluruh aktivitas yang telah dilaksanakan didukung oleh upaya promosi melalui media sosial berupa facebook sebagai media utama.
Evaluasi Koleksi Berdasarkan pada Metode yang Berpusat pada Penggunaan (Use-Centered Method) Studi kasus pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Yunus Winoto;
Rahmi Nurmalia;
Andri Yanto
LIBRARIA Vol 7, No 1 (2019): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v7i1.6603
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi koleksi. Jenis evaluasi yang digunakan yaitu metode yang berpusat pada penggunaan (use-centered method) yang meliputi evaluasi koleksi sirkulasi, evaluasi berdasarkan pendapat pengguna serta evauasi berdasarkan pengunaan koleksi di ruang baca perpustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari hasil evaluasi kajian sirkulasi diketahui bahwa peminjaman koleksi lebih banyak didominasi oleh koleksi yang bersubjek kesehatan. Hal ini terlihat dari data statistik mengenai 10 judul terpopuler yang sering dipinjam hampir sebagian merupakan koleksi dengan subjek kesehatan yakni koleksi bidang kebidanan dan keperawatan; Untuk evaluasi berdasarkan pendapat pengguna mengenai koleksi yang terdapat di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menunjukkan bahwa dilihat dari aspek kelengkapan, keragaman dan relevansi koleksi dapat dikatakan sudah cukup lengkap. Namun untuk aspek kemutakhiran dan komposisi koleksi perlu lebih diperhatikan lagi. Sedangkan dari hasil evaluasi yang didasarkan pada penggunaan koleksi di ruang baca oleh pemustaka terungkap bahwa pengguna perpustakaan lebih cenderung menggunakan subjek bidang ilmu terapan yakni bidang kesehatan.
Peran Pendidikan Pengguna Terhadap Perilaku Pemanfaatan Layanan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Amelia Wardani;
Agus Rusmana;
Andri Yanto
LIBRARIA Vol 5, No 2 (2017): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/libraria.v5i2.2434
Library service becomes the benchmark of the library success. Library service is said to be good if the utilization of service is done maximally. It is related to user education, which in this case the purpose of user education is to provide education about the library so that users can utilize library services effectivelly and efficiently. This study aims to describe the role of the user education towards the utilization behavior of library service of the students of Faculty of Communication Sciences Padjadjaran University. The method used in this research is survey with quantitative descriptive approach. The sample of this research consists of 93 students of class of 2016 were chosen by accidental sampling technique. The results of this study show that the role of knowledge about layout, facilities, policy, and library services towards the utilization behavior of library service in the medium category. Meanwhile, the role of knowledge about librarians and the staffs in the library and library collections towards the utilization behavior of library service in the high category. So, it shows that the knowledge about library can encourage students to take advantage of library services because having knowledge about library will facilitate the user in utilizing library services.
Hubungan Kemampuan Baca dengan Prestasi Akademik Siswa
Lusi Romaddyniah Sujana;
Andri Yanto;
Prijana Prijana
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v2i2.1056
This research was conducted in order to readability using good reading method with student academic achievement and readability using reading habit method with student academic achievement. The method used in this study is quantitative using experimental studies. The population of this study is all students of class VIII in SMPN 1 Cileunyi Kab. Bandung. The sample of this study was the experimental group reading the 500 word text (N = 41), the control group reading the 500 word text (N = 41), the experimental group reading the text of 1,000 words (N = 43), the control group reading the text of 1,000 words (N = 40), after reading the text given the test to answer the question multiplechoice. The results of this study indicate that the readability using the good reading method and reading habit methods has a significant relationship with academic achievement. There is a significant distinction between reading ability of the text using the method of read reading habit (1,000 words) by the method of reading good reading (1,000 words).
Tren Perkembangan Penelitian tentang Literasi Informasi pada Penelitian Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Padjadjaran
Andri Yanto;
Wina Erwina
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v2i1.596
The study of information literacy among students of Library and Information Science that exists throughout the University in Indonesia showed an increase. This is apparent in the researches of students in graduation thesis which has been created by graduates of undergraduate or master's degree in Library and Information Science in Indonesia. This happens also among students of Library and Information Science Fikom and served with improved information literacy study conducted the students to complete a final project. This study aims to find out the trend of the development of the research on information literacy in the thesis students of Library and Information Science Padjadjaran University. Methods in this study is a library research. Results of the study showed total use of literacy or information literacy concepts on student research conducted as many as 22 titles and there are 15 thesis/theses (68.2%) who use the models of information literacy to address a variety of problems that they are scrupulous or become a source of reference for determining the various concepts for the benefit of their research. Big 6 model widely used student. The following models used information literacy: Big 6; Information Literacy model 7 steps of Knowledge Management; The Seven Pillars Of Information Literacy SCONUL; Empowering 8; Model 6-Scientific Information Literacy Model; Plus Model; Pattern and Model LISA; ACRL Literacy Model (Information Literacy Competency Standards For Higher Education).
Hubungan Informasi Line Today dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa
Laura Anggraeni Dhayuningrum;
Prijana Prijana;
Andri Yanto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v2i2.1057
This study aims to find out whether there is a significant correlation between information in Line Today with the fulfillment of cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs and escapist needs of students of Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran. This research method used the correlational quantitative method by using Pearson Product Moment. The main theory used in this research is information seeking from Donohew and Tipton. The population of this research was the active student of Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran who use Line and drawn sample with amount 150 using sample size, proportion of binomial, and sampling error table. The result shows that there is a significant correlation between information in Line Today with the fulfillment of cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs and escapist needs of students Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran
Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa di Youtube Channel Beauty Vlogger
Dinar Anjani;
Prijana .;
Andri Yanto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4160
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pencarian informasi mahasiswa di Youtube channel beauty vlogger dan mengetahui hubungan motif dari perilaku pencarian informasi mahasiswa melalui penggunaan Youtube channel beauty vlogger. Berdasarkan teori perilaku pencarian informasi oleh Wilson, tindakan perilaku informasi dipengaruhi oleh kebutuhan pribadi yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologis, afektif, maupun kognitif. Kebutuhan ini terkait juga dengan peran seseorang di lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan uji statistik Pearson Product Moment. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa sarjana (S1) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dengan penarikan sampel menggunakan tabel sampling error, ukuran sampel, dan proporsi binominal dengan 60/40 dan N sebanyak 150. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dalam melakukan pencarian informasi melalui situs Youtube.com menggunakan handphone kemudian menuliskan query nama dari beauty vlogger dan query tutorial make up di kolom search untuk mengakses tutorial make up. Lebih lanjut perilaku pencarian informasi mahasiswa memiliki hubungan yang tinggi dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger sedangkan motif individu memiliki hubungan yang moderat dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger, dan faktor lingkungan memiliki hubungan yang rendah dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan yang paling kuat dalam melakukan pencarian informasi dipengaruhi oleh motif individu mahasiswa.
Hubungan Kualitas Web Kandaga Terhadap Kebutuhan Informasi Pengguna
Vina Rufaidah;
Wina Erwina;
Andri Yanto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v4i1.2917
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kualitas web Kandaga sebagai mesin pencari perpustakaan terhadap kebutuhan informasi pengguna, khususnya mahasiswa di Universitas Padjadjaran. Pengukuran kualitas web menggunakan model WebQual 4.0 dari Barnes dan Vidgen yang terdiri dari Usability, Information Quality, dan Service Interaction. Sedangkan untuk pengukuran kualitas kebutuhan informasi menggunakan teori kebutuhan informasi menurut Guha yang terdiri dari kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan uji korelasional Pearson Product Moment yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab akibat antara variabel X dan Y. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Populasi pada penelitian ini sebanyak 32.900 mahasiswa dengan responden berjumlah 100 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas web Kandaga terhadap kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas memiliki hubungan yang kuat