Articles
KAJIAN BANJIR BANDANG DI PADANG PANJANG MELALUI TINJAUAN PETA SUNGAI
Yanto, Andri;
Efendi, Efendi;
Amarullah, Taufik Abdul Hasan;
Putra, Dino Adi;
Hardewiyani, Titik;
Oktamalasendi, Unik
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34125/jmp.v9i1.364
The second flash flood in Ten Koto District, Tanah Datar Regency occurred in the same place in Lembah Anai Village. The large water discharge and high flow speed caused the river to overflow and worried the residents living around the river. This was due to the very high intensity of rain in the river catchment area of Lembah Anai Village which fell an hour earlier. This flash flood condition is a historic phenomenon because this is the second time. The first flash flood occurred in the Anai Valley. In 1892, the Anai Valley was also hit by a major flood. This research uses a quantitative descriptive method by making a comparative study of rivers in the Sepuluh Koto District area. The research results show that the river morphology in Lembah Anai Village has the highest catchment area of 400 meters above sea level (MDPL), which is the widest of the surrounding rivers and decreases in the downstream area of 20-meter MDPL. The highest order of average bandang potential scores is first, namely the Lembah Anai Village River, second to the Kayutanam Village River, and third to the Sicincin River. The disruption of transportation routes disrupted food supplies. Ingredients such as vegetables, potatoes and meat cannot be sent through the Anai Valley. As a result, all foodstuffs in the cities of Padang and Bukittinggi experienced price increases for months because reconstruction efforts were long and expensive.
PERLINDUNGAN RAHASIA DAGANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA (Studi Kasus Pembocoran Rahasia Dagang Racikan Kopi CV Bintang Harapan)
Hikmah, Faidatul;
Yanto, Andri
Jurnal Spektrum Hukum PMIH UNTAG Semarang Vol 19, No 2 (2022): SPEKTRUM HUKUM
Publisher : PMIH Untag Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/sh.v20i1.3698
Trade secrets are important economic commodities and require effective protection by the state. The existence of trade secrets is closely related to product sales value, business continuity, and fair competition among competing products. As a rule-of-law country that guarantees freedom of business, Indonesia has prepared various instruments to guarantee the protection of trade secrets. By using a juridical-normative analysis approach, this study focuses on efforts to find out the form of trade law protection in Indonesia, with a comparison of the trade secret leaks of CV Bintang Harapan. Trade secret protection in Indonesia is provided through preventive and curative efforts. The state is present to record trade secret registration and make countermeasures to complaints offences However, the low level of public awareness of business owners to register their trade secrets is still an obstacle because proving the disclosure of trade secrets can be difficult. In addition, the delict nature of the complaint also limits the government's efforts to directly follow up on trade secret violations
Dokumentasi Budaya Pengangkatan Pangulu Di Tanah Tasirah Di Kanagarian Lareh Nan Panjang Kota Padang Panjang
Khairanis, Ulva;
Rohanda, Rohanda;
Yanto, Andri
Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/121533-0934
Pangulu inauguration ceremony is an activity for appointment of traditional leaders that occurs in West Sumatera region. The strong oral tradition in Minangkabau region causes the lack of written works and documentation that has an impact oncultural preservation. This study aims to document the process of holding the pangulu in tanah tasirah in Kanagariah Lareh Nan Panjang, Padang Panjang City. The research method used is a qualitative method with an action research approach. This research also uses the documentation process model. Sources of data were obtained from interviews and document studies related to the pangulu inauguration ceremony. The result of the research is a product of cultural documentatuon in the form of a reference book. This cultural documentation book is available in two froms: printed and electronic (e-book). The results of the public test show that this cultural documentation book is easy for readers to understand.
Progressive Consderation of Judges in Deciding Sentencing Under Indonesia New Criminal Code
Faisal, Faisal;
Rahayu, Sri;
Rahayu, Derita Prapti;
Darmawan, Anri;
Yanto, Andri
Jambe Law Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Law, Jambi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22437/jlj.6.1.85-102
The WvS Criminal Code of the Dutch colonial legacy does not formulate the objectives and guidelines of punishment in it, there are only rules for retaliatory criminal provision. The National Criminal Code has formulated explicitly the purpose and guidelines of punishment in it as a reference for judges in sentencing crimes. The purpose of this study is to analyze the basic idea of the objectives and guidelines of punishment which then the objectives and guidelines of the punishment will be a progressive consideration of judges in deciding the criminal conviction of criminal offenders. The research method used is normative legal research. The focus of the research analysis is on the concept of norms Article 51 to Article 54 of the National Criminal Code concerning the objectives and guidelines for punishment. Using the Law approach and analytical approach in explaining problems with the study of literature literature. The results of the study concluded that the basic idea of the purpose and guidelines of punishment is how criminal punishment can be humanist and in accordance with the values of Pancasila. There are at least 3 points that are considered as the basic idea of the goals and guidelines for punishment, namely uphold goals, strengthen principles and review guidelines. Furthermore, the purpose and guidelines of sentencing will be the affirmation and progressive consideration of the judge in sentencing the crime. Judges in enforcing the law become less rigid so that the balance between intellectual and spiritual intelligence plays an important role. Imposing crimes with a sense of humanity and justice. Punishment must contain humanitarian, educative and justice elements
Fenomena Centang Biru Instagram: Analisis Masyarakat Konsumsi dalam Perspektif Simulakra Jean Baudrillard
Yanto, Andri;
Hikmah, Faidatul
Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2023): DECEMBER
Publisher : LPPM Universitas Terbuka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33830/humaya.v3i2.6236
Penelitian ini menelisik fenomena “centang biru” di Instagram dari perspektif simulakra yang dikemukakan oleh filsuf Perancis Jean Baudrillard. Fenomena centang biru menandakan keaslian sebuah akun dan telah menciptakan dampak yang signifikan dalam masyarakat konsumen saat ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan beberapa pengguna Instagram yang memiliki akun centang biru, serta analisis konten dan interaksi dalam platform. Wawancara mendalam memberikan kesempatan kepada partisipan untuk mendiskusikan secara terbuka persepsi mereka tentang fenomena centang biru, alasan menginginkannya, dan bagaimana hal tersebut berkaitan dengan citra dan status sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena centang biru di Instagram merefleksikan bagaimana masyarakat konsumen terlibat dalam proses simulakra. Para partisipan menyatakan bahwa mereka menganggap centang biru sebagai simbol prestise dan status sosial di dunia maya. Banyak dari mereka yang mengasosiasikan kesuksesan dan popularitas melalui centang biru, meskipun pada awalnya tujuan utama dari fitur ini adalah untuk memverifikasi keaslian akun publik. Penelitian ini juga menemukan bahwa fenomena centang biru berkaitan dengan presentasi diri di media sosial. Para partisipan menyatakan bahwa mereka cenderung memanipulasi citra mereka untuk menciptakan representasi diri yang diinginkan di depan para pengikut dan audiens mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena centang biru di Instagram mencerminkan kecenderungan masyarakat konsumen yang lebih mengutamakan representasi dan citra diri ketimbang realitas. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persepsi dan pengalaman individu terkait fenomena sosial di era media sosial yang semakin dominan.
Reoptimalisasi Perlindungan Hukum Saksi Pelapor (Whisteblower) dalam Tindak Pidana Korupsi
Yanto, Andri;
Hikmah, Faidatul;
Aqil, Nabil Abduh
Recht Studiosum Law Review Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2 Nomor 1 (Mei-2023)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/rslr.v2i1.11278
Perlindungan saksi pelapor (whisteblower) dalam penanganan tindak pidana korupsi masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Merujuk laporan LPSK, terjadi peningkatan jumlah pengaduan yang pesat pada 2021, dengan angka korupsi yang juga semakin meningkat dan memerlukan penyelesaian segera. Di Tengah kompleksitas tuntutan tersebut, baik LPSK dan KPK belum mampu secara efektif memberi jaminan perlindungan bagi saksi pelapor tindak pidana korupsi. Akibatnya, masih terdapat banyak kasus yang menimbulkan korban, baik saksi pelapor yang meninggal dunia, dikriminalisasi, atau mendapat ancaman dan intimidasi. Padahal, dalam hukum acara pidana di Indonesia, keterangan saksi adalah bagian dari alat bukti yang sah. Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan upaya perlindungan terhadap saksi pelapor sebagaimana yang diamanahkan dalam UU No.13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, dan berupaya menyajikan solusi strategis dalam pengambilan kebijakan guna optimalisasi upaya perlindungan saksi pelapor tindak pidana korupsi di Indonesia.
Resolusi Konflik Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Dan Vietnam Dalam Pengamanan Sumber Daya Maritim Natuna Utara
Yanto, Andri
Recht Studiosum Law Review Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2 Nomor 1 (Mei-2023)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/rslr.v2i1.11279
Natuna Utara merupakan salah satu bagian dari perairan teritorial Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya. Menurut yurisdiksi yang berlaku berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Ratifikasi UNCLOS 1982, Natuna Utara yang telah terbukti memiliki cadangan gas bumi terbesar di Asia Pasifik, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ZEE Indonesia. Namun, ratifikasi UNCLOS tahun 1982 di negara lain, yaitu Vietnam, juga memberikan penjelasan serupa, bahwa secara geografis Natuna Utara adalah wilayahnya. Perbedaan konsepsi ini telah mengakibatkan banyak insiden, mulai dari konfrontasi antara aparat penegak hukum dari kedua negara, penangkapan nelayan Vietnam dan tenggelamnya kapal oleh otoritas Indonesia, hingga kompleksitas proses negosiasi antara kedua negara. Di tengah permasalahan tersebut, pemerintah kedua negara harus melakukan upaya cepat dalam menghadapi tekanan eksternal yang semakin besar, yaitu klaim Nine Dash Line China, serta kebutuhan untuk menggunakan Natuna Utara itu sendiri. Dengan menggunakan pola penelitian yuridis-normatif, tulisan ini mencoba mengungkap ketentuan UNCLOS 1982 dalam penyelesaian konflik dan relevansinya dengan strategi Indonesia dalam menyelesaikan kasus sengketa ZEE dengan Vietnam di Natuna Utara.
Akomodasi Hukum Yang Hidup Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Menurut Perspektif Asas Legalitas
Yanto, Andri;
Hikmah, Faidatul
Recht Studiosum Law Review Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 Nomor 2 (November-2023)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/rslr.v2i2.14162
Akomodasi hukum yang hidup dalam sistem hukum pidana nasional merupakan orientasi penting dalam pembaruan hukum pidana pasca ditetapkanya UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Perubahan ini ditujukan guna mengintegrasikan hukum yang hidup sebagai instrumen dalam mencapai keadilan substantif di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis-normatif dan pendekatan peraturan perundang-undangan, secara spesifik dengan mengelaborasi Pasal 2 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan menelaah pengaturan akomodasi hukum yang hidup menggunakan perspektif asas legalitas. Asas legalitas dipilih sebagai cara pandang karena merupakan pilar utama dalam sistem hukum pidana modern yang menjamin kepastian hukum. Hasil penelitian ini terbagi menunjukan bahwa formulasi hukum yang hidup dalam KUHP telah sesuai dengan konsep asas legalitas, yang ditunjukan melalui proses pelembagaan dan normatisasi hukum adat dalam bentuk peraturan daerah. Mekanisme pelembagaan hukum adat yang diatribusikan oleh KUHP Nasional dalam Peraturan Pemerintah menjadikan hukum adat sebagai sumber norma yang berkepastian, namun memiliki prosedur penegakan hukum tersendiri yang dijalankan oleh masyarakat hukum adat. Format ini linear dengan penerapan Qanun di Aceh, sebagai preseden pemberlakuan hukum yang hidup dalam KUHP Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif terkait perspektif asas legalitas dalam akomodasi hukum yang hidup dalam KUHP, sehingga dapat menjadi pedoman bagi pemangku kebijakan dalam memformulasikan strategi implementasi KUHP dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
Hak Politik Mantan Terpidana Korupsi Menjadi Peserta Pemilihan Umum Dalam Perspektif Hukum Syariah dan Fiqh Siyasah
Yanto, Andri;
Hikmah, Faidatul
Recht Studiosum Law Review Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 Nomor 2 (November-2023)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/rslr.v2i2.14164
Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi kedudukan hukum hak mantan terpidana korupsi untuk mencalonkan dirinya kembali dalam pemilihan umum melalui perspektif hukum syariah dan fiqh siyasah. Pemilihan umum merupakan momentum transisi pemerintahan dan manifestasi utama dari proses demokratisasi kehidupan bernegara yang berlandaskan pada prinsip kedaulatan rakyat. Untuk itu, Pemilu harus mampu diproyeksikan guna menghasilkan pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan memiliki religiusitas yang tinggi. Dengan menggunakan metode yuridis-normatif, penelitian ini mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan positif untuk mengidentifikasi kedudukan permasalahan secara objektif dalam tata hukum Indonesia. Pendekatan komparatif digunakan untuk mengetahui disparitas persepsi antara kebijakan kebolehan mantan narapidana korupsi menjadi kandidat dalam pemilu menurut logika undang-undangan dengan hukum syariah dan fiqh siyasah. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan permisif yang diorientasikan guna memberikan perlindungan HAM bagi mantan terpidana korupsi atas hak politiknya, secara langsung bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam dan fiqh siyasah yang memandang kedudukan pemimpin dalam posisi mulia, sehingga mensyatkan calon pemimpin untuk bebas dari perbuatan tercela.
Rancangan Arsitektur Informasi Website Dalam Mendukung Diseminasi Informasi Komunitas Tjilatjap History
Budikarti, Hanifah Nur;
Rizal, Edwin;
Yanto, Andri
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55904/nautical.v2i3.460
Perkembangan teknologi dan informasi tersebut mampu mengubah strategi diseminasi yang dilakukan khususnya Komunitas Tjilatjap History dalam mendiseminasikan koleksi sejarah dan informasi lain yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam pengembangan pembuatan website bagi Komunitas Tjilatjap History. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan action research. Hasil dari penelitian ini adalah proses perancangan desain arsitektur informasi website, terdiri dari tahap perencanaan untuk mengidentifikasi dan analisis strategi tindakan, tahap tindakan untuk merancang produk desain arsitektur informasi website, tahap pengamatan untuk mengamati dan menguji kredibilitas hasil luaran produk, serta tahap refleksi untuk menganalisis hasil pengamatan serta perbaikan terhadap luaran produk penelitian. Dari penelitian ini diketahui bahwa pengelolaan dan diseminasi informasi yang dilakukan Komunitas Tjilatjap History masih kurang terorganisir sehingga tindakan pengembangan media informasi dilakukan agar kegiatan tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Hasil luaran produk penelitian telah teruji kredibilitasnya sehingga desain arsitektur informasi website dapat dilanjutkan untuk dilakukan pemrograman dan pembentukan website.