Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Minat Pasangan Usia Subur (PUS) dalam Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Anggraini, Margaretha Yuni; Kusumastuti, Istiana; Novita, Astrid
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2641

Abstract

Menurunkan minat pasangan usia subur dalam menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dilihat dari tingginya laju pertumbuhan penduduk baik didunia maupun di Indonesia yaitu sebesar 1,34% yang berarti sekitar 3-4 juta bayi lahir setiap tahunnya. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu, lingkungan sosial, dan peran tenaga kesehatan, terhadap minat pasangan usia subur (PUS) dalam penggunaan MKJP. Desain penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur (PUS) di Kelurahan Tintin Peninjau, Kalimantan Barat sebanyak 150 pasangan usia subur. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 responden. Analisis dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil diketahui lingkungan sosial terhadap sikap (nilai p = 0.018), dukungan suami terhadap sikap (nilai p = 0,004), peran tenaga kesehatan terhadap sikap (nilai p = 0.014), dukungan suami terhadap pengetahuan (nilai p = 0,046), peran tenaga kesehatan terhadap pengetahuan (nilai p = 0.032), lingkungan sosial terhadap minat (nilai p = 0.011), dukungan suami terhadap minat (nilai p = 0.004), peran tenaga kesehatan terhadap minat (nilai p = 0.016), sikap pada MKJP terhadap minat (nilai p = 0.058) dan pengetahuan terhadap minat (nilai p = 0.001). Ada pengaruh lingkungan sosial terhadap sikap, dukungan suami terhadap sikap, peran tenaga kesehatan terhadap sikap, dukungan suami terhadap pengetahuan, peran tenaga kesehatan terhadap pengetahuan, lingkungan sosial terhadap minat, dukungan suami terhadap minat, Peran tenaga kesehatan terhadap minat, tidak ada pengaruh sikap pada MKJP terhadap minat dan ada pengaruh pengetahuan terhadap minat penggunaan MKJP.
Pengaruh Peran Teman Sebaya, Self Esteem, dan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Fariana, Yuni Riska Nur; Novita, Astrid; Nina, Nina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2667

Abstract

Berdasarkan data dari BKKBN, di Kalsel lebih dari 2.181 remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah dengan berbagai alasan, sebanyak 26% mengatakan melakukan hubungan seksual untuk menyalurkan dorongan seksual, sebanyak 17% menyatakan kasih sayang, sebanyak 17% untuk kesenangan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku seksual pada remaja, yaitu factor dari dalam diri dan faktor dari luar diri. Tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya peran teman sebaya, self esteem, dan penggunaan media sosial dengan perilaku seks pranikah pada remaja di wilayah Kota Banjarmasin Barat Kelurahan Belitung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 remaja sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan SmartPLS 3.0 Hasil pengujian hipotesis dengan metode smart PLS didapat temuan bahwa Peran Teman Sebaya berpengaruh langsung sebesar 20%, Self Estem berpengaruh langsung sebesar 39% dan Penggunaan Media Sosial sebesar 23,8% terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Dalam penelitian ini Self esteem mempunyai pengaruh paling besar terhadap perilaku seks pranikah, kemudian peran teman sebaya dan yang mempunyai pengaruh paling kecil yaitu penggunaan media sosial terhadap perilaku seks pranikah di Wilayah Banjarmasin Barat Kelurahan Belitung Selatan.
Hubungan Transfusi Darah Berulang dan Kepatuhan Konsumsi Obat Kelasi Besi dengan Kadar Ferritin pada Pasien Thalasemia di Kota Depok Kusumo, M. Kartono Wijoyo; Novita, Astrid; Hendarwan, Harimat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i04.2777

Abstract

Repeated transfusions cause iron overload in β thalassemia patients. Therefore, iron chelation therapy is needed to reduce the amount of ferritin and ions in the blood. Compliance with iron chelation therapy is one of the factors that affect the patient's serum ferritin level. This study aims to determine the relationship between repeated blood transfusions and consumption of iron chelating drugs with serum ferritin levels of β thalassemia patients at Depok City Hospital in 2021. This research is a retrospective cohort study. The initial population was 112 people, sampling was carried out using the non-probability method and obtained 69 people who met the inclusion and exclusion criteria. This research was conducted from January 2021 to December 2021 in three medical record installations at Depok City Hospital. Respondents who rarely did repeated blood transfusions were 42 (60.9%), respondents who adhered to taking iron chelation drugs were 45 (65.2%), and respondents who had high ferritin levels were 43 (62.3%). There is a relationship between repeated blood transfusions and ferritin levels in thalassemia patients in Depok City in 2021. There is a relationship between adherence to taking iron chelating drugs and ferritin levels in thalassemia patients in Depok City in 2021. It is recommended that clinicians continue to provide a deeper understanding to parents or the patient's family to continue to carry out regular chelation therapy and check serum ferritin levels regularly.
Evaluasi dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS-JKN) pada Rumah Sakit Swasta Desria, Krisna; Novita, Astrid; Hendarwan, Harimat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3355

Abstract

Kebijakan kelas rawat inap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan regulasi yang harus di implementasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2021 menyebutkan pelayanan rawat inap kelas standar diterapkan paling lambat 1 Januari 2023, secara bertahap oleh seluruh RS milik pemerintah dan swasta. Implementasi KRIS JKN memberikan dampak langsung ke RS secara fisik maupun non fisik, oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana RS dapat mengimplementasikan kebijakan KRIS-JKN terutama RS swasta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Evaluation Research, dengan informan kunci dan pendukung yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen. Hasil penelitian ini, RS mengimplementasikan KRIS-JKN sejak Desemberber 2022, dipimpin direktur dengan melibatkan SDM yang memiliki tugas, tangung jawab terkait, minimal 40 % dari total tempat tidur untuk KRIS JKN, ruangan KRIS di isi dengan 2 s/d 4 tempat tidur, terdapat perbedaan pemanfaatan ruangan KRIS, RS S, E ruangan KRIS di manfaatkan oleh pasien kls 2, 3, sedangkan di RS “A” KRIS dimanfaatkan oleh pasien kls 1,2, 3. Kriteria yang dianggap sulit adalah kriteria 8,9,11, 12. Perbaikan kriteria KRIS mengunakan anggaran operasional RS. Monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang KRIS diimplementasikan. terjadi peningkatan BOR, pendapatan setelah implementasi KRIS JKN, pasien merasa puas dan nyaman di rawat di ruangan KRIS JKN
Evaluasi Implementasi Kebijakan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bogor Widayati, Intan; Novita, Astrid; Effendi, Tika Mustika
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i04.4028

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang kompleks dan menjadi tantangan besar di Indonesia, dengan prevalensi yang masih tinggi, khususnya di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kebijakan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bogor pada tahun 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan ini melibatkan berbagai sektor dan sumber daya, angka prevalensi stunting justru mengalami peningkatan dari 24,9% pada tahun 2022 menjadi 27,6% pada tahun 2023. Tantangan utama yang dihadapi termasuk rendahnya kesadaran masyarakat tentang gizi dan pola asuh, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan koordinasi antar-sektor yang belum optimal. Rekomendasi dari penelitian ini antara lain: (1) penguatan kebijakan dan regulasi terkait stunting, (2) integrasi program stunting dalam rencana pembangunan daerah, (3) optimalisasi digitalisasi dan integrasi data untuk pemantauan kesehatan, dan (4) penguatan koordinasi antar stakeholder dan kapasitas tenaga kesehatan. Penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bogor.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DALAM KEMASAN TERHADAP KADAR GULA PADA REMAJA DI DESA PADABEUNGHAR KECAMATAN JAMPANG TENGAH KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2024 Listiana, Cica; Novita, Astrid; Febriyani, Putri Agus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.46569

Abstract

Diabetes melitus diklasifikasikan sebagai penyakit metabolik kronis dan penyakit tidak menular (PTM) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Faktor utama adanya penyakit ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup tidak seimbang sehingga meningkatkan konsentrasi gula darah. Diabetes sering kali terkait dengan pola makan yang tinggi gula, termasuk konsumsi minuman manis. Selain minuman berpemanis salah satu penyebab tingginya kadar gula darah pada remaja adalah kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor reisiko independent untuk penyakit kronis dan secara keseluruhan di perkirakan menyebabkan kematian secara global. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini berjumlah 503 orang dengan sampel berjumlah 159 responden dengan tehnik sampel random sampling. Variabel independent yaitu aktifitas fisik dan kosumsi minuman manis dalam kemasan dengan menggunakan alat ukur kuesioner dan variabel dependent yaitu kadar gula darah dengan menggunakan alat ukur glucometer. Pengolahan data editing, coding, skoring, tabulating, analisis data dengan uji Chisquare dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 159 responden hampir seluruhnya melakukan aktifitas sedang sebanyak 89 orang (56,0%) dan hampir seluruhnya remaja mengkonsumsi minuman manis dalam kemasan jarang dan sedang sebanyak 92 orang (57.9%) dan sebagian besar  responden memiliki kadar gula darah normal sebanyak 88 orang (55,3%). Nilai p Value  Pada Aktivitas fisik p = 0,785 > α = 0,05 yang berarti H0 diterima. Sedangkan pada konsumsi minuman manis dalam kemasan p Value = 0,000 < 0.05 dapat disimpulkan H0 ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan aktifitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien remaja, sedangkan konsumsi minuman manis dalam kemasan ada hubungan yang signifikan terhadap kadar gula.
Co-Authors Abdul Aziz Affan Ahmad Ageng Septa Rini Anggraini, Margaretha Yuni Ardiansyah, Yanto Artiansah, Dini Asmawati, Susi Aurelia Indah Qurota A'yun Ayu Wulansari Chrisna Trirestuti Criony, James Darmadja, Sobar Darmaja, Sobar darmi, salfia Desria, Krisna Dewi, Rinny Fitria Dian Agustyani Putri Effendi, Tika Mustika Eka Suhartini Erialdy Erialdy Ernawati Ernawati Ernita Prima Noviyani Ervina Dyah Azrinindita Eti Rohaeti Eva Erna Juliawati Evi Nuryanti Fanni Hanifa Faradilla, Intan Tita Farah Nauroh Haniyah Fariana, Yuni Riska Nur Fauzi, Yulia Nur Febriyani, Putri Agus Fitriani, Ifit Gina Sonia GP, Lazuardi Handayani, Yani Hanif, Fanni Harimat Hendarwan Hartono, Risky Kusuma Hayatullah, Madinah Munawaroh Herjanti Irma Herliana Istiana Kusumastuti Iyarmasa, Maria G Jayanti, Putri Jayatmi, Irma Johana, Cynthia Karubuy, Milka Anggreni Kusumastuti, Istiana Kusumo, M. Kartono Wijoyo Lestari, Faradhita Dwi Lisca, Shinta Mona Listiana, Cica Madinah Munawaroh Magdalena Magdalena Magdalena Magdalena Magdalena Tri Putri Malawat, Ipa Haryanti Maryam Syarah Mardiyah Nency, Aprilya Nina Nina Nina Nina Nur Rizky Ramadhani Nur Rizky Ramadhani Nurlelah Nurlelah, Nurlelah Nurlelasari Nurlelasari Nurwita Trisna S Permata, Febriwirma Pratiwi, Anita Chandra Purba, Chesya Frecilia Putra, Irvan Ika Putri Wahyuni Putri, Magdalena Tri Putri, Rizkiana Ratih Setio Dewi Ratna Wulandari Reni Reni, Reni Rindu Oemar, Rindu Rindu, Rindu Rini, Ageng Septa Risha Gustiani Hamzah Rita Ayu Yolandia Rizkiana Putri Rosalina, Lina Rossi Septina Rumi Kusuma Rumondang, Christin Salfia Darmi Sancka Stella G. Sihura Sayori, Kristin Yuliati SHANDI LIANA, PUTRI Sholihah, Hanifah Sihura, Sancka Stella G. Siti Hodijah Solehudin Solehudin, Solehudin Sonia, Gina Sri Isnaniyah Sugiastuti, Gita Suhartina Suhartina Suhartini, Eka Supriadinata, Supriadinata Syafitri, Syafitri Syarifah Nur Ruliani Syifa Fauziah Gunawan Tiawaningrum, Erie Tomboelu, Mahniar Herniawati Uci Ciptiasrini Vera, Lucyana Jenny Wahyu Pujiwati Widayati, Intan Widiarti, Asri Wilantika, Wilantika Yetti Dianca A’Yun Nadziroh Yuli Mulyati Yulia Nur Fauzi Zain, Mudrikah Zega, Oktaviani Putri Yanti Zulfa Yuliza