Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

VAGINOSIS BAKTERIAL DENGAN KOINFEKSI KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS PADA SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS: SATU LAPORAN KASUS Heryadi, Fanny Fauziyyah; Mawardi, Prasetyadi
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 51 No 1 (2024): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v51i1.455

Abstract

Vaginosis bakterial (VB) paling sering menyebabkan keputihan pada wanita berusia 14-49 tahun. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan flora normal yang digantikan oleh mikroorganisme patogen lainnya. Laporan kasus ini mendeskripsikan VB dengan koinfeksi kandidiasis vulvovaginal (KVV) pada pasien systemic lupus erythematosus (SLE). Seorang wanita, 23 tahun dengan riwayat SLE dan rutin mengkonsumsi metilprednisolon 4 mg, mengalami keputihan 3 bulan yang lalu, berwarna putih susu, banyak, terutama setelah senggama dan terasa gatal. Pemeriksaan vagina mendapatkan keputihan putih kekuningan, berbau tidak sedap, pH 6,5, dan tes amin positif. Pewarnaan gram menunjukkan clue cell >50%. Pasien didiagnosis VB, diberikan metronidazol 2x500 mg selama 7 hari. Pada evaluasi ditemukan keputihan putih kekuningan seperti keju di vaginanya. Pada pemeriksaan KOH ditemukan budding cells dan pseudohifa dan pemeriksaan kultur jamur ditemukan kolonisasi candida albican. Pasien mengalami koinfeksi VB-KVV, kemudian mendapat terapi flukonazol 150 mg dan doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari. Vaginosis bakterial merupakan infeksi akibat pertumbuhan organisme anaerob yang menyebabkan morbiditas tinggi karena tingkat rekurensinya. Infeksi ini sering disertai dengan infeksi lain, seperti infeksi jamur dan bakteri atau virus lainnya. Diagnosis pasti VB bersama dengan KVV berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan mikroskopis dan kultur. Antibiotik dan obat antijamur merupakan terapi andalan untuk koinfeksi VB dengan KVV.
THE PATHOPHYSIOLOGY OF CUTANEOUS MANIFESTATIONS RELATED TO COVID-19 Mawardi, Prasetyadi
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2023.2977

Abstract

Covid-19 is a respiratory infection caused by the newly emerging coronavirus. Covid-19 can also cause skin abnormalities, although the pathophysiology of manifestations of skin disorders associated with Covid-19 has not been understood with certainty. This study aims to discuss the pathophysiology of cutaneous manifestation related to Covid-19. The study was conducted based on literature and data mining related to Covid-19 using PubMed and Google Scholar. Eligible papers provided pathophysiology of cutaneous manifestations related to Covid-19. Papers not available in English were excluded. As a result of the presence of edema, vasodilation, and cellular infiltration, skin lesions such as rash, urticarial, or extensive purpura, or even thrombosis and haemorrhage, arise if damage to the vessels became severe. The pathophysiology of Covid-19-associated skin manifestations is estimated through some different mechanisms, such as lesions found in various Covid-19 patients, namely, the presence of varicella such as eruption, non-characteristic rash, and urticarial. Further studies are required to establish a Covid-19 diagnosis based on skin manifestations.