Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN ADUNGAN (Hampala macrolepidota) DI SUNGAI MERBANG DESA TIMPUK KABUPATEN SEKADAU Bygaei, Anita Juliana; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.60660

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesiayang dikenal dengan provinsi seribu sungai. Sungai di Kalimantan Barat yang memiliki potensi sebagai habitat ikan air tawar salah satunya adalah Sungai Merbang di Desa Timpuk Kabupaten Sekadau.Ikan adungan (Hampala macrolepidota)merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang ada di Sungai Merbang. Penelitian yang telah dilakukandari bulan Agustus sampai Oktober 2022 ini, bertujuan untuk mengetahui ciri morfometrik dan meristik ikan adungan, serta mengetahui kondisi lingkungan perairan di Sungai Merbang. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling yang terdiri dari tiga stasiun. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 120 ekor ikan adungan. Hasil analisis uji t yang telah dilakukan terhadap 37 karakter morfometrik dan 11 karakter meristik ikan adungan jantan dan betina, diperoleh hasil t hitung lebih kecil dibandingkan t tabel yang artinya Ho diterima, sehingga tidak ada perbedaan karakter morfometrik dan meristik ikan adungan jantan dan betina yang berhabitat di Sungai Merbang.
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI KAWASAN PERAIRAN DANAU LIUT Lubis, Angghina Choirunnisa; Soetignya, Widadi Padmarsari; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96217

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau yang ditetapkan sebagai danau lindung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Danau ini terbentuk akibat terputusnya Sungai Ketungau dan membentuk danau tapal kuda (oxbow lake). Danau Liut berhubungan langsung dengan DAS ketungau yang dimana di sekitaran sungai ketungau didapati adanya kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan maraknya aktivitas destructive fishing seperti aktivitas menuba dengan menggunakan pestisida dan dengan setrum, maka tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas-aktivitas tersebut mempengaruhi kualitas air di perairan Danau Liut, dengan ditinjau melalui parameter fisika, parameter kimia, dan parameter biologi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus-Oktober 2024 di Danau Liut Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, dan pengukuran parameter fisika-kimia dengan uji laboratorium. Analisis data menggunakan komposisi genus, kelimpahan relatif, regresi linier berganda, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan komposisi genus fitoplankton yang ditemukan di Danau Liut sebanyak 13 genus yang dikelompokkan menjadi 5 kelas. Nilai kelimpahan relatif rata-rata tertinggi yaitu genus Navicula sp., 62,76% dan Gleocapsa sp., 44,68%. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman fitoplankton di Danau Liut tergolong tinggi, dan Indeks Dominansi fitoplankton tergolong rendah.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Pulau Karimata dalam Kegiatan Monitoring Terumbu Karang Kurniadi, Bambang; Minsas, Sukal; Helena, Shifa; Nurdiansyah, syarif Irwan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coral reefs are the main ecosystem of marine waters, having an ecological function as a habitat for most marine biota. Apart from that, it also functions as a sea wave defense in the first phase, so it can protect coastal areas including mangroves and settlements from wave abrasion. The fertility of coral reefs is an indicator of the fertility of the waters, and the abundance of potential biota for food such as fish and mollusks and other phyla. The aim of this PKM activity is to provide outreach and assistance to the Karimata coastal fishing community in an effort to monitor the health of coral reefs in the waters with Line Intercept Transect method of Karimata Island. The partners for this activity were the Betok Jaya village community consisting of teenagers and parents including housewives, totaling 25 participants and carried out for 7 days. The results of the activity evaluation show that partners in this activity have a good understanding of the importance of monitoring coral reef growth, and have skills in carrying out coral reef monitoring techniques and reporting accompanied by supporting data.
Edukasi Cara Penanganan Ikan Yang Baik Pada Siswa SMK Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kurniadi, Bambang; Sirodjul Munir, Achmad Mulyadi; Hurriyani, Yeni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2428

Abstract

Kesegaran ikan yang baru saja mati berada dalam tingkat yang maksimum sehingga hanya dapat dipertahankan melalui prinsip penanganan yang baik (CPIB). Jurusan Agribisnis Perikanan SMKN 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya membuka tiga konsentrasi yaitu pembenihan ikan, pembesaran ikan dan budidaya ikan hias. Cara mendapatkan hasil benih ikan yang berkualitas dan ikan konsumsi yang segar adalah bagian dari CPIB. Selain itu, salah satu profil lulusan adalah pengusaha di bidang perikanan. Potensi perikanan di Kalimantan Barat sangat besar sehingga perlu dioptimalkan hingga pemasaran ke luar daerah bahkan Negara. Salah satu syarat untuk ekspor adalah memahami dan sertifikasi CPIB. Tujuan PKM ini yaitu Mitra dapat menerapkan keterampilan dan pengetahuan CPIB selama pelatihan dalam mengaktualisasikan sebagai pembudidaya ikan, pengumpul dan pemasaran hasil perikanan. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 31 siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Perikanan SKMN 1 Sungai Raya dengan memperhatikan protokoler kesehatan. Tahapan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat terdiri dari orientasi dan sosialisasi kegiatan, pelatihan dan monitoring serta evaluasi kegiatan. Edukasi Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) secara rinci meliputi pengetahuan umum tentang CPIB pada pembudidayaan ikan, kapal ikan, pendaratan ikan, pengumpul dan pemasaran hasil perikanan. Siswa SMKN 1 Sungai Raya kelas XII mendapatkan keterampilan penanganan ikan yang baik dalam kegiatan penangkapan ikan, budidaya, pengumpul dan pemasaran hasil perikanan. Selain itu siswa tersebut menyusun rencana usaha budidaya ikan yang menerapkan CPIB.
Diversity of Fish Species in The Sentangau River, Bengkayang Regency, West Borneo Province Bernadus, Bernadus; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang; Panggabean, Grin Tommy
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.82595

Abstract

Abstrack. The fishery potential of the Sentangau River is quite large, which is shown by the activities of the local community and people from outside looking for fish. This study aims to determine the composition of species, abundance of species, diversity index, uniformity, dominance index and determine the quality of water in the Sentangau River, Seluas District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. The results of the study showed that there were 23 species of fish found in the Sentangau River from 10 families and a total of 281 individuals. Cyprinidae is the most caught type of fish in the Sentangau River. The species Osteochilus hasselti is the most numerous individuals found. The highest type abundance value was Osteochilus hasselti with an average value of 36.30%. The value of the diversity index in Sungai Sentangau is in the medium category at each station, the average value of the uniformity index is in the high or stable category in.Keywords : Dominance, Diversity, Uniformity, River
IDENTIFIKASI JENIS DAN MORFOMETRIK KURA-KURA DI SUNGAI PANGAK triani, Klodia yessica; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.81908

Abstract

Sungai Pangak terletak di Dusun Tangkal, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Kawasan Sungai Pangak merupakan kawasan perairan yang banyak dijumpai jenis ikan dan salah satunya adalah kura-kura. Kekayaan reptil termasuk kura-kura terancam menurun, rendah nya kesadaran masyarakat terhadap perilaku melindungi dan melestarikan adalah salah satu penyebab terancamnya spesies ini dan kemungkinan besar kura-kura akan punah akibat pemanfaatan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karateristik morfometrik kura-kura yang terdiri dari 12 variabel yaitu, panjang total, panjang karapas, lebar karapas, panjang plastron, lebar plastron,   panjang kepala, lebar kepala, panjang kaki depan, lebar kaki depan, panjang kaki belakang, lebar   kaki belakang, panjang ekor. Parameter lingkungan   menjadi indikator keberlangsungan hidup kura-kura meliputi parameter fisika "“ kimia (suhu, kecepatan arus, kecerahan, kedalaman , pH, dan DO ). Metode yang digunakan adalah metode purposive random sampling yang terdiri dari 3 stasiun. Pengambilan sampel diperoleh dengan cara memasang pancing yang terbuat dari bambu sepanjang 1 meter dengan panjang tali 1,5 meter dan bubu yang terbuat dari bambu dan rotan yang bentuknya sedikit lonjong dan memanjang untuk bubu kecil memiliki ukuran panjang 1 m, lebar 50"“75 cm, tinggi 25"“30 cm. Untuk bubu besar ukuran panjang 3, 5 m, lebar 2 m, tinggi 75"“100 cm. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 bulan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kura-kura yang ditemukan sebanyak 62 ekor dari famili Geoemydidae yaitu, Cuora Amboinensis, Cyclemys Dentata, dan Siebenrockiella Crassicollis. Berdasarkan karakteristik morfometrik, siebenrockiella crassicollis berukuran lebih kecil daripada Cuora Amboinensis dan Cyclemys Dentata. Berdasarkan jenis kelamin, morfometrik kura-kura betina berukuran lebih besar dibandingkan kura-kura jantan namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Karakteristik lingkungan perairan (parameter  fisik dan kimia ) dalam kondisi baik yang menunjang bagi habitat kura-kura.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI SUNGAI TANAP KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Fitri, Dayu Makdalena; Kurniadi, Bambang; Panggabean, Grin Tommy; Amrulloh, Fauzan; Armos, Nikanor Hersal
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.87512

Abstract

                        The Tanap River is a river in Ngoyok Mandiri Hamlet, Tanap Village, Sanggau District. The Tanap River is used by local villagers for daily needs such as bathing and washing clothes. Apart from that, people usually catch fish for comsumption. The aim of this research is to determine the structure of the fish community in the Tanap River. Samples were collected using trawls, fishing rods, and traps in the June and July 2024. The method used for this research was purpose sampling. Result of research conducted in the Tanap River obtained 16 species of fish consisting of 9 families, namely Clariidae, Bagridae, Belonidae, Nandidae, Osphronemidae, Mastacembelidae, Channidae, Cyprinidae, dan Anabantidae. The highest abundance value of fish species is stove fish (Puntius tetrazona) with a value of 16,71%, while the lowest abundance value of fish (mastacembelus erythrotaenia) with a value of 0,51%, the fish diversity index value ranges from 2,43 "“ 2,53 is categorized as medium diversity. The uniformity index value ranges between 0,90 "“ 0,93 with high criteria, and the dominance index value ranges from 0,09 "“ 0,11 which means dominating other species.  Keywords : Fish community structure, Tanap River
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI UDANG AIR TAWAR Macrobranchium lanchesteri DI SUNGAI ULU NGARAK KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Hurriyani, Yeni; Mulyadi, Achmad; Kurniadi, Bambang; Tarigan, Lona Atika
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.812 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4453

Abstract

Udang air tawar Macrobranchium lanchesteri merupakan salah satu spesies udang yang ditemukan di Sungai Ulu Ngarak, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan faktor kondisi udang M. lanchesteri di perairan Sungai Ulu Ngarak. Penelitian dilakukan dari bulan September-November 2021 pada tiga stasiun di Sungai Ulu Ngarak menggunakan metode survei. Hasil penelitian didapatkan 161 individu udang yang terdiri dari 61 individu udang jantan dan 100 individu udang betina. Panjang dan berat setiap sampel diukur dan diperoleh data rata-rata panjang M. lanchesteri (♂) adalah 45,62±5,21 mm dengan rata-rata berat 562,30±188,72 mg. sedangkan rata-rata panjang M. lanchesteri (♀) yang terukur adalah 51,31±4,75 mm dengan rata-rata berat individu adalah 845,60±245,28 mg. Secara keseluruhan rata-rata panjang dan berat M. lanchesteri yang terukur adalah 49,16±5,64 mm dan 738,26±263,80 mg. Hasil analisis regresi panjang-berat menunjukkan nilai slope (b) untuk M. lanchesteri (♂) dan M. lanchesteri (♀) masing-masing adalah 2,3 dan 1,7, sementara nilai b untuk keseluruhan invidu adalah 2,4. Nilai b yang didapatkan kurang dari 3 yang berarti pola pertumbuhan M. lanchesteri baik jantan, betina dan keselurahannya bersifat allometrik negatif. Selanjutnya, hasil perhitungan faktor kondisi (K) menunjukkan nilai K pada M. lanchesteri baik jantan, betina dan keseluruhan adalah 1 yang berarti udang berada dalam kondisi ideal rata-rata populasi
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN TRAWL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN PELABUHAN KENMDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Januarti, Dea; SM, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.71165

Abstract

ABSTRAKKetapang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki ketersediaan sumber daya laut yang tinggi salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Kendawangan, dimana mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan. Nelayan di Kendawangan masih menggunakan alat tangkap trawl (jarring tarik) untuk menangkap ikan. trawl merupakan alat tangkap ikan yang terbuat dari jaring, berbentuk kerucut (cone shape net) dengan salah satu ujung terbuka lebar sebagai mulu dan semakin kecil ujung yang lain sebagai kantong yang dapat dibuka atau ditutup, jaring berbentuk kerucut ini ditarik di sepanjang dasar perairan dengan kecepatan dan jangka waktu tertentu, untuk menangkap ikan-ikan demersal (Nadelec Prako 1990). Penelitian terkait keanekaragaman ikan di laut kendawangan berdasarkan alat tangkap trawl yang banyak digunakan nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji lebih lanjut tentang keanekaragaman ikan di laut Kendawangan menggunakan alat tangkap trawl. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang tertangkap dan nilai ekonomi setiap jenis ikan hasil tangkapan nelayan trawl di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawanagan Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel dari 2 kapal nelayan dilakukan dengan metode purposive sampling dengan mengambil 10% ikan dari setiap keranjang dan jumlah keranjang yang diambil sebanyak 2 keranjang jadi per keranjang diambil 5%. Setelah melakukan pengambilan sampel sebanyak 10% ikan dipisahkan sesuai jenisnya setelah itu dihitung, didokumentasikan serta diidentifikasi dan hasil dicatat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 2 minggu sekali selama 3 bulan. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang tertangkap di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan Kabupaten Ketapang selama penelitian diperoleh 21 spesies ikan yang terdiri dari 13 famili Di antara spesies tersebut terdapat 2 jenis ikan yang paling banyak ditemukan yaitu ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Berdasarkan hasil tangkapan nelayan selama penelitian terdapat dua jeis ikan dengan koposisi jenis tertinggi yaitu, ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Ikan gembung merupakan ikan yang bergerombol yang hidup diluat tropis pada rentang kedalaman 20 hingga 90 m, tersebar di wilayah indopasifik barat, yaitu dari Afrika Timur hingga Indonesia (Teleng, 2010). Ikan mayong (Plicofollis argyropleuron) hidup di perairan estuari dan laut. Indeks keanekaragaman di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan (H"™) sebesar 2,40 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang. Nilai indeks keseragaman (E"™) dari semua hasil tangkapan nelayan selama penelitian berkisar antara 0,77 berdasaekan nilai keseragaman tersebut dikategorikan populasinnya tinggi hal ini dapat diartikan adannya variasi yang besar dari nilai struktur komunitas ikan. Dan indeks dominansi selama penelitian (C) sebesar 0,13 yang berada pada kategori tidak ada jenis ikan yang mendominansi Dalam melakukan aktivitas penangkapan, nelayan di Kendawangan Kabupaten Ketapang menggunakan Alat tangkap trawl atau biasa di sebut pukat harimau atau pukat hela. Jenis alat tangkap yang digunakan nelayan tidak menentukan jenis dan ukuran ikan yang tertangkap.
PENGARUH TEMPERATUR ALAMI TERHADAP BIOLOGI REPRODUKSI BIOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI SUNGAI BEREMBANG KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Devi Kurnia; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.68000

Abstract

Sungai Berembang merupakan anak sungai Kapuas yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Mata pencaharian masyarakat sekitar sungai Berembang adalah hasil tangkap dari sumberdaya perairan, salah satunya yaitu udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap tingkat kematangan gonad udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Sungai Berembang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Desember 2022 - Februari 2023,  penentuan lokasi pengambilan sampel mengunakan metode Purposive Sampling. Udang galah hasil tangkapan menggunakan analisis deskriptif yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Selanjutnya dilakukan analisis untuk melihat hubungan suhu perairan dengan hasil tangkapan udang galah. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 57 ekor, terdiri dari udang betina 40 ekor serta udang jantan berjumlah 17 ekor. Hal tersebut menunjukan bahwa hasil tangkapan udang betina lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan udang jantan. Berdasarkan jenis kelamin udang betina yang tertangkap mempunyai kisaran panjang yaitu 11-18,5, sedangkan untuk udang jantan yang tertangkap mempunyai kisaran panjang yaitu 12,1-23,8 cm. Temperatur perairan di Sungai Berembang berkisar dari 27,1-29,3 ËšC. Berdasarkan hasil pengukuran temperatur di sungai Berembang didapatkan hasil bahwa pada temperatur 29 ËšC udang galah yang tertangkap rata-rata pada TKG III dan TKG IV.