Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Jenis Ikan Di Sungai Sentangau Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Bernadus, Bernadus; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang; Panggabean, Grin Tommy
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.82595

Abstract

Abstrack. The fishery potential of the Sentangau River is quite large, which is shown by the activities of the local community and people from outside looking for fish. This study aims to determine the composition of species, abundance of species, diversity index, uniformity, dominance index and determine the quality of water in the Sentangau River, Seluas District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. The results of the study showed that there were 23 species of fish found in the Sentangau River from 10 families and a total of 281 individuals. Cyprinidae is the most caught type of fish in the Sentangau River. The species Osteochilus hasselti is the most numerous individuals found. The highest type abundance value was Osteochilus hasselti with an average value of 36.30%. The value of the diversity index in Sungai Sentangau is in the medium category at each station, the average value of the uniformity index is in the high or stable category in.Keywords : Dominance, Diversity, Uniformity, River
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI SUNGAI TANAP KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Fitri, Dayu Makdalena; Kurniadi, Bambang; Panggabean, Grin Tommy; Amrulloh, Fauzan; Armos, Nikanor Hersal
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.87512

Abstract

The Tanap River is a river in Ngoyok Mandiri Hamlet, Tanap Village, Sanggau District. The Tanap River is used by local villagers for daily needs such as bathing and washing clothes. Apart from that, people usually catch fish for comsumption. The aim of this research is to determine the structure of the fish community in the Tanap River. Samples were collected using trawls, fishing rods, and traps in the June and July 2024. The method used for this research was purpose sampling. Result of research conducted in the Tanap River obtained 16 species of fish consisting of 9 families, namely Clariidae, Bagridae, Belonidae, Nandidae, Osphronemidae, Mastacembelidae, Channidae, Cyprinidae, dan Anabantidae. The highest abundance value of fish species is stove fish (Puntius tetrazona) with a value of 16,71%, while the lowest abundance value of fish (mastacembelus erythrotaenia) with a value of 0,51%, the fish diversity index value ranges from 2,43 "“ 2,53 is categorized as medium diversity. The uniformity index value ranges between 0,90 "“ 0,93 with high criteria, and the dominance index value ranges from 0,09 "“ 0,11 which means dominating other species. Keywords : Fish community structure, Tanap River
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI UDANG AIR TAWAR Macrobranchium lanchesteri DI SUNGAI ULU NGARAK KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Hurriyani, Yeni; Mulyadi, Achmad; Kurniadi, Bambang; Tarigan, Lona Atika
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.812 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4453

Abstract

Udang air tawar Macrobranchium lanchesteri merupakan salah satu spesies udang yang ditemukan di Sungai Ulu Ngarak, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan faktor kondisi udang M. lanchesteri di perairan Sungai Ulu Ngarak. Penelitian dilakukan dari bulan September-November 2021 pada tiga stasiun di Sungai Ulu Ngarak menggunakan metode survei. Hasil penelitian didapatkan 161 individu udang yang terdiri dari 61 individu udang jantan dan 100 individu udang betina. Panjang dan berat setiap sampel diukur dan diperoleh data rata-rata panjang M. lanchesteri (♂) adalah 45,62±5,21 mm dengan rata-rata berat 562,30±188,72 mg. sedangkan rata-rata panjang M. lanchesteri (♀) yang terukur adalah 51,31±4,75 mm dengan rata-rata berat individu adalah 845,60±245,28 mg. Secara keseluruhan rata-rata panjang dan berat M. lanchesteri yang terukur adalah 49,16±5,64 mm dan 738,26±263,80 mg. Hasil analisis regresi panjang-berat menunjukkan nilai slope (b) untuk M. lanchesteri (♂) dan M. lanchesteri (♀) masing-masing adalah 2,3 dan 1,7, sementara nilai b untuk keseluruhan invidu adalah 2,4. Nilai b yang didapatkan kurang dari 3 yang berarti pola pertumbuhan M. lanchesteri baik jantan, betina dan keselurahannya bersifat allometrik negatif. Selanjutnya, hasil perhitungan faktor kondisi (K) menunjukkan nilai K pada M. lanchesteri baik jantan, betina dan keseluruhan adalah 1 yang berarti udang berada dalam kondisi ideal rata-rata populasi
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN TRAWL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN PELABUHAN KENMDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Januarti, Dea; SM, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.71165

Abstract

ABSTRAKKetapang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki ketersediaan sumber daya laut yang tinggi salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Kendawangan, dimana mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan. Nelayan di Kendawangan masih menggunakan alat tangkap trawl (jarring tarik) untuk menangkap ikan. trawl merupakan alat tangkap ikan yang terbuat dari jaring, berbentuk kerucut (cone shape net) dengan salah satu ujung terbuka lebar sebagai mulu dan semakin kecil ujung yang lain sebagai kantong yang dapat dibuka atau ditutup, jaring berbentuk kerucut ini ditarik di sepanjang dasar perairan dengan kecepatan dan jangka waktu tertentu, untuk menangkap ikan-ikan demersal (Nadelec & Prako 1990). Penelitian terkait keanekaragaman ikan di laut kendawangan berdasarkan alat tangkap trawl yang banyak digunakan nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji lebih lanjut tentang keanekaragaman ikan di laut Kendawangan menggunakan alat tangkap trawl. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang tertangkap dan nilai ekonomi setiap jenis ikan hasil tangkapan nelayan trawl di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawanagan Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel dari 2 kapal nelayan dilakukan dengan metode purposive sampling dengan mengambil 10% ikan dari setiap keranjang dan jumlah keranjang yang diambil sebanyak 2 keranjang jadi per keranjang diambil 5%. Setelah melakukan pengambilan sampel sebanyak 10% ikan dipisahkan sesuai jenisnya setelah itu dihitung, didokumentasikan serta diidentifikasi dan hasil dicatat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 2 minggu sekali selama 3 bulan. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang tertangkap di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan Kabupaten Ketapang selama penelitian diperoleh 21 spesies ikan yang terdiri dari 13 famili Di antara spesies tersebut terdapat 2 jenis ikan yang paling banyak ditemukan yaitu ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Berdasarkan hasil tangkapan nelayan selama penelitian terdapat dua jeis ikan dengan koposisi jenis tertinggi yaitu, ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Ikan gembung merupakan ikan yang bergerombol yang hidup diluat tropis pada rentang kedalaman 20 hingga 90 m, tersebar di wilayah indopasifik barat, yaitu dari Afrika Timur hingga Indonesia (Teleng, 2010). Ikan mayong (Plicofollis argyropleuron) hidup di perairan estuari dan laut. Indeks keanekaragaman di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan (H"™) sebesar 2,40 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang. Nilai indeks keseragaman (E"™) dari semua hasil tangkapan nelayan selama penelitian berkisar antara 0,77 berdasaekan nilai keseragaman tersebut dikategorikan populasinnya tinggi hal ini dapat diartikan adannya variasi yang besar dari nilai struktur komunitas ikan. Dan indeks dominansi selama penelitian (C) sebesar 0,13 yang berada pada kategori tidak ada jenis ikan yang mendominansi Dalam melakukan aktivitas penangkapan, nelayan di Kendawangan Kabupaten Ketapang menggunakan Alat tangkap trawl atau biasa di sebut pukat harimau atau pukat hela. Jenis alat tangkap yang digunakan nelayan tidak menentukan jenis dan ukuran ikan yang tertangkap.
PENGARUH TEMPERATUR ALAMI TERHADAP BIOLOGI REPRODUKSI BIOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI SUNGAI BEREMBANG KABUPATEN KUBU RAYA Sari, Devi Kurnia; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.68000

Abstract

Sungai Berembang merupakan anak sungai Kapuas yang terletak di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Mata pencaharian masyarakat sekitar sungai Berembang adalah hasil tangkap dari sumberdaya perairan, salah satunya yaitu udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap tingkat kematangan gonad udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Sungai Berembang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Desember 2022 - Februari 2023, penentuan lokasi pengambilan sampel mengunakan metode Purposive Sampling. Udang galah hasil tangkapan menggunakan analisis deskriptif yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Selanjutnya dilakukan analisis untuk melihat hubungan suhu perairan dengan hasil tangkapan udang galah. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 57 ekor, terdiri dari udang betina 40 ekor serta udang jantan berjumlah 17 ekor. Hal tersebut menunjukan bahwa hasil tangkapan udang betina lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan udang jantan. Berdasarkan jenis kelamin udang betina yang tertangkap mempunyai kisaran panjang yaitu 11-18,5, sedangkan untuk udang jantan yang tertangkap mempunyai kisaran panjang yaitu 12,1-23,8 cm. Temperatur perairan di Sungai Berembang berkisar dari 27,1-29,3 ËšC. Berdasarkan hasil pengukuran temperatur di sungai Berembang didapatkan hasil bahwa pada temperatur >29 ËšC udang galah yang tertangkap rata-rata pada TKG III dan TKG IV.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT Anggara, Rudi; Rahayu, Sri; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74503

Abstract

Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan salah satu ikan yang berasal dari Indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Kalimantan dan Sumatera (Kottelat dkk., 1993). Di Kalimantan Barat budidaya ikan jelawat di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan Jelawat yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) dari kolam yang berada di tempat kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat, Penelitian akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL, Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dilakukan menggunakan termometer air raksa yang dicelupkan langsung ke dalam perairan, kemudian biarkan hingga kurang lebih 2 menit dan di catat hasilnya Pengukuran pH perairan dilakukan menggunakan pH indikator dengan mencelupkan pH meter kedalam kolam, Pengukuran DO dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut akan terlihat pada monitor DO Meter. identifikasi parasit pada ikan jelawat dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara acak dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian ditemukan satu jenis ektoparasit yang menyerang ikan jelawat yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang ikan. Prevalensi ikan jelawat kolam I yaitu 32% termasuk kategori umumnya dan infeksi sedang, pada kolam II yaitu 24% termasuk kategori sering dan infeksi sangat sering dan pada kolam III yaitu 8% termasuk kategori sering dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 Ind/ekor, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN KEDUKANG (Hexanematichthys sagor) DI SUNGAI DURI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN BENGKAYANG Rahmadani, Novi; Munir, Achmad Mulyadi Sirojul; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99924

Abstract

Sungai Duri di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, merupakan ekosistem perairan dengan potensi sumber daya ikan bernilai ekonomis, salah satunya ikan Kedukang (Hexanematichthys sagor). Aktivitas antropogenik di sekitar sungai berpotensi memengaruhi kualitas perairan dan kondisi biologis ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan Kedukang. Penelitian dilaksanakan pada Mei - Juni 2025 di tiga stasiun, menggunakan metode penangkapan dengan jaring dan pancing. Analisis panjang - berat dilakukan dengan persamaan logaritmik, sedangkan faktor kondisi dihitung dengan rumus Fulton"™s Condition Factor. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan bervariasi antar stasiun. Pada Stasiun 1 dan 3, ikan jantan bersifat isometrik b=3, sedangkan betina allometrik negatif b
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Dokun (Barbodes lateristriga) di Sungai Tebudak Desa Pisak Kabupaten Bengkayang Simorangkir, Riski Bastanta; Padmarsari, Widadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.80674

Abstract

Sungai Tebudak merupakan sungai yang berada di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Masyarakat Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas biasanya menangkap ikan untuk dikonsumsi. Ikan dokun (Barbodes lateristriga) termasuk salah satu spesies ikan hasil utama dari Sungai Tebudak, yang dijadikan sebagai ikan konsumsi, sehingga sering terjadinya aktivitas penangkapan yang berkelanjutan pada ikan ini. Lambat laun kondisi ini akan membuat ikan mengalami penurunan populasi jika tidak segera dilakukan pengelolaan dan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dokun di Sungai Tebudak. Penelitian ini dilakukan di Sungai Tebudak, Desa Pisak, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Maret dan April. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan pengambilan secara langsung. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan dokun. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan dokun jantan berjumlah 25 ekor dan ikan betina berjumlah 35. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sedikit dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Model hubungan panjang-berat ikan dokun jantan memiliki nilai b sebesar 1,412, sedangkan ikan betina memiliki nilai 1,839. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya pertambahan panjang dan beratnya sama, namun ikan dokun memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Nilai rata-rata faktor kondisi didapat berdasarkan data keseluruhan antara ikan jantan dan betina, nilai faktor kondisi tertinggi terdapat pada ikan jantan sebesar 1,002, dan terendah pada ikan betina sebesar 1,000.
Kebiasaan Makan Ikan Tilan (Mastacembelus erythrotaenia) di Sungai Landak Desa Kuala Mandor A, Kabupaten kbu Raya Atmaja, Yulius Yudhie Darma; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.76998

Abstract

ABSTRACTFish feeding habits are the amount and quality of food that fish eat. Food habits are one aspect that affects the growth and survival of fish. This study aims to understand and study the eating habits of tilan fish in the Landak River Kuala Mandor A, Kubu Raya Regency by analyzing data such as relative intestinal length, stomach fullness index and the composition of food types and determine the condition of the water environment. in the Porcupine river. The research was conducted for 5 months, that is in desember 2022 "“ april 2023 at four different stations using the Purposive Sampling method. Fish samples were grouped based on station and length. Analysis of food habits using the quantitative (qualitative) method by counting the amount and type of food found in the intestine and stomach of tilan fish. The results of the study obtained from 30 samples of tilan fish showing relative intestinal length (RLG) of tilan fish show that tilan fish is a carnivorous fish with RLG value in the range of 0.32 - 0.42 or less than 1. The main food is. crab (Sesarma eydouxi), supplementary food is phytoplankton, zooplankton and worms, supplementary food is dominated by detritus. Water quality in Kali Landak, water temperature between 29.08 °C - 29.83 °C. The brightness parameter value ranges from 40.33 cm - 45.83 cm. The resulting pH parameters are 5.57 - 5.69. The DO value is between 3.96 - 4.81 mg/l. The current speed parameter value is 0.31 - 0.33 cm/sec. As for the water parameters in the depth between 4.00 - 5.16 meters.
Biologi Reproduksi Ikan Sili (Mastacembelus notophthalmus) di Sungai Menterap Desa Mondi Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau Ninda, Febriana Tesia; Sirudjul Munir, Achmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.87863

Abstract

Penelitian biologi reproduksi ikan sili ( Mastacembelus notophthalmus ) di perairan Sungai Menterap dilakukan pada bulan April sampai Juni 2024. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biologi reproduksi ikan sili yang mencakup rasio genital, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas sebagai dasar pengelolaan ikan sili yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan melalui metode purposive sampling, Pengambilan data parameter lingkungan dilakukan secara langsung ( in situ) . Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan sili yang tertangkap 78 ekor ikan jantan dan 49 ekor ikan betina. Nisbah kelamin ikan sili 1,6:1 (jantan:betina) yang menunjukkan keberadaan ikan sili seimbang. Nilai IKG ikan sili jantan berkisar 0,60-3,78% sedangkan ikan sili betina berkisar 1,48-12,97%. Fekunditas berkisar antara 958 "“ 1363 butir telur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya ikan sili yang tepat dan berkelanjutan.