Claim Missing Document
Check
Articles

Biologi Reproduksi Ikan Sembilang (Platosus lineatus) yang Didaratkan Di Pangkalan Pendaratan Ikan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Komsiaty, Komsiaty; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.90613

Abstract

AbstrakIkan sembilang (Plotosus lineatus) merupakan salah satu ikan air payau yang didaratkan di PPI Sukadana. Ikan ini mendiami habitat estuari dan pantai. Nelayan di Kayong Utara menangkap berbagai jenis ikan, termasuk ikan sembilang, tenggiri, kerapu, udang, dan kepiting. Sumberdaya laut yang melimpah membuat daerah Kayong Utara menjadi pusat penangkapan ikan yang penting di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biologi reproduksi ikan sembilang yang meliputi rasio kelamin, Tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, Penggambilan sampel ikan menggunakan random sampling. Penentuan kapal menggunakan accidental sampling. Hasil tangkapan ikan sembilang (Plotosus lineatus) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 120 ekor, terdiri dari 74 ekor jantan dan 46 ekor betina. Tingkat kematangan gonad ikan sembilang jantan di Lokasi penelitian diperoleh TKG I-IV. Sedangkan ikan sembilang betina diperoleh TKG I-V. Nilai indeks kematangan gonad ikan jantan keseluruhan berkisar antara 0,07-9,06 lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan indeks kematangan gonad ikan betina berkisar antara 0,28-17,62. Hasil penelitian fekunditas total ikan sembilang secara keseluruhan berkisar antara 1660-14020 butir telur dengan rata-rata 5477.Kata Kunci : Biologi, Ikan Sembilang, Reproduksi
Biologi Reproduksi Ikan Kiper (Scatophagus argus) di Muara Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Simamora, Rini Amelia; Padmarsari Soetignya, Widadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.96553

Abstract

Abstrak Muara Sungai Duri merupakan salah satu ekosistem estuari di Indonesia yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang fluktuatif. Kondisi ini berpengaruh terhadap biologi reproduksi berbagai organisme salah satunya ikan kiper yang menjadi sumber gizi masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan kiper meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, indeks hepatosomatik, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama dua bulan dari Februari "“ Maret 2025. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan habitat ikan kiper. Jumlah sampel yang diamati selama penelitian sebanyak 87 ekor, terdiri dari 28 ekor jantan dan 59 ekor betina dengan rasio kelamin yang didapatkan 1:2. Tingkat kematangan gonad (TKG) yang diperoleh baik jantan dan betina adalah TKG I-V. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan jantan berkisar antara 0,16-5,81% dan nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan IKG ikan betina yang berkisar 0,16-14,5%. Hasil perhitungan fekunditas total ikan kiper secara keseluruhan berkisar antara 9.030-73.203 butir telur. Fekunditas relatif terhadap panjang total ikan kiper berkisar antara 117-1.018 butir telur, sedangkan fekunditas relatif terhadap berat total ikan berkisar antara 8.089-17.448 butir telur. Kata Kunci: Biologi reproduksi, Scatophagus argus, Muara Sungai Duri Abstract A concise and factual abstract is required. Each paper should be provided with an abstract of about The Duri River estuary is one of Indonesia's estuarine ecosystems with fluctuating physical and chemical characteristics. These conditions affect the reproductive biology of various organisms, including the kiper fish, which is a source of nutrition for the local community. The objective of this study is to investigate the reproductive biology of the kiper fish, including sex ratio, gonadal maturity level, gonadal maturity index, hepatosomatic index, and fecundity. The research was conducted over two months from February to March 2025. Fish sampling was conducted using purposive sampling based on the habitat of the kiper fish. A total of 87 fish were observed during the study, comprising 28 males and 59 females, with a sex ratio of 1:2. The gonadal maturity stage (GMS) obtained for both males and females was GMS I-V. The Gonadal Maturity Index (GMI) values for male fish ranged from 0.16"“5.81%, which was lower compared to the GMI values for female fish, which ranged from 0.16"“14.5%. The total fecundity of kiper fish was calculated to range from 9,030"“73,203 eggs. Relative fecundity per total length of the fish ranged from 117 to 1,018 eggs, while relative fecundity per total weight of the fish ranged from 8,089 to 17,448 eggs. Keywords: Reproductive biology, Scatophagus argus, Duri River Estuary
Karakteristik Warna Mikroplastik di Perairan Sungai Jawi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Nh, Rozza Nabilla; Munir, Achmad Mulyadi Sirojul; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Akuatik tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatiktropis.v4i1.105680

Abstract

Microplastic pollution in tropical river waters such as the Jawi River, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan is increasingly worrying due to anthropogenic activities such as domestic waste. This study aims to identify the color and abundance of microplastics. Water samples (20 L/station) were taken from 6 purposivestations using a 40 μm mesh plankton net, identified through saturated NaCl density separation and a binocular microscope. The total abundance reached 998 particles/L, dominated by transparent colors (957 particles/L), yellow (13 particles/L), blue (13 particles/L), black (8 particles/L), pink (3 particles/L), purple (2 particles/L), red (1 particle/L) and green (1 particle/L). Environmental parameters: pH 6.45-7 (neutral), DO 3-7 mg/L (low upstream), salinity 0-5 ppt (upstream), brightness 16-72 cm. One-Way ANOVA test showed no significant difference between stations (Sig. 0.917 > 0.05). Multiple regression of physico-chemical parameters with color abundance was not significant (all Sig. >0.05, R = 0.269). Transparent color was dominant at the estuary station (high salinity), black accumulation in the upstream (low DO), indicating the source of new plastic packaging and degraded pollutants from domestic/fishery activities. This study is the basis for plastic waste management based on color characteristics in the Jawi River.
Evaluasi Kualitas Air Danau Liut Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat Kurniadi, Bambang; Adijaya, Mardan; Lubis, Angghina Choirunnisa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9017

Abstract

Danau Liut merupakan danau oxbow yang berperan penting secara ekologis dan sosial sebagai penyangga fungsi ekosistem perairan serta sumber perikanan bagi masyarakat sekitar. Namun, karakteristik hidrologi yang relatif tertutup, perubahan konektivitas dengan sungai, serta meningkatnya tekanan aktivitas manusia menjadikan danau ini rentan terhadap degradasi kualitas air. Penurunan ukuran dan hasil tangkapan ikan yang dilaporkan oleh nelayan setempat mengindikasikan adanya penurunan kualitas habitat perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Danau Liut.. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus–September 2024 di Danau Liut, Kabupaten Sintang, dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun, yaitu inlet danau, lubuk engkadan, dan ujung danau. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi kedalaman, kecerahan, suhu, total suspended solid (TSS), oksigen terlarut (DO), pH, BOD₅, nitrat (NO₃–N), amonia (NH₃–N), dan total fosfor..Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerahan perairan rendah dan relatif seragam, mengindikasikan terbatasnya penetrasi cahaya akibat tingginya kandungan bahan organik terlarut dan warna perairan kecoklatan. Suhu perairan relatif stabil dan masih memenuhi baku mutu, demikian pula konsentrasi TSS dan DO yang umumnya berada dalam ambang baku mutu perairan danau Kelas III. Namun, nilai pH yang bersifat asam serta konsentrasi BOD₅ yang melebihi baku mutu menunjukkan adanya tekanan terhadap kualitas perairan yang berpotensi memengaruhi biota akuatik. Konsentrasi nitrat dan amonia menunjukkan ketersediaan nutrien nitrogen pada tingkat sedang yang diduga berasal dari dekomposisi bahan organik alami. Konsentrasi total fosfor yang melebihi baku mutu pada beberapa stasiun mengindikasikan akumulasi fosfor, yang pada kondisi danau oxbow berpotensi dilepaskan kembali dari sedimen dan meningkatkan risiko eutrofikasi.  Kata kunci: Danau liut, kualitas air, Kalimantan Barat
DINAMIKA POPULASI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SUNGAI RENGAS, KABUPATEN KUBURAYA Jesila, Lila; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66492

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu jenis hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sebaran frekuensi panjang ikan, hubungan panjang dan berat, parameter pertumbuhan, serta mortalitas dan laju eksploitasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software FISAT II Ver. 1.2.2 Tahun 2005 yang dikeluarkan oleh FAO-ICLARM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai dengan bulan Februari 2023. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ikan tongkol adalah metode systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukan sebaran frekuensi panjang cagak ikan tongkol selama penelitian diperoleh panjang minimum 30,7 cm dan panjang maksimum 56,5 cm. Persamaan hubungan panjang dan berat ikan tongkol adalah W = 0,0918L2,592 dengan koefisien determinasi (R2) 0,853. Pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Koefisien pertumbuhan (K) adalah 0,70 per tahun dengan panjang asimtotik (L∞) sebesar 56,50 dan umur teoritis mula-mula (t0) sebesar -0,714 per tahun. Laju mortalitas total (Z) adalah 1,65 per tahun, mortalitas alami (M) sebesar 1,21 per tahun, laju mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,44 per tahun dan laju eksploitasi (E) sebesar 0,27. Nilai laju eksploitasi ini belum melebihi nilai eksploitasi optimum 0,5
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAIS (Kryptopterus lais) DI PERAIRAN KAWASAN SEJEGI KABUPATEN MEMPAWAH Pratiwi, Ambar; SM, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66827

Abstract

Perairan di Kawasan Sejegi memiliki kawasan hutan lindung yang mempengaruhi keberadaan jenis biota air. Perairan di kawasan Sejegi dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber air, pertanian dan usaha keramba jaring apung. Kawasan ini juga menjadi habitat biota air salah satunya yaitu ikan lais (Kryptopterus lais). Penelitian ini dilakukan di Perairan Kawasan Sejegi Kabupaten Mempawah pada bulan Mei-Oktober 2022. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan beberapa aspek biologi reproduksi ikan lais (Kryptopterus lais) yang terdiri dari rasio kelamin, TKG (Tingkat Kematangan Gonad), IKG (Indeks Kematangan Gonad) dan Fekunditas. Pengambilan sampel ikan terdiri dari 3 stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian rasio kelamin secara keseluruhan adalah ikan jantan : betina adalah 51 : 44 ekor atau 1,2 : 1. Berdasarkan hitungan chi square menunjukkan hasil X ² hitung (5.39) < X ² tabel (7.81) yang berarti nilai tabel lebih besar dari nilai hitung, sehingga proporsi ikan jantan dan betina seimbang. Hasil pengamatan ikan lais jantan maupun betina hanya diperoleh TKG I-IV, sedangkan TKG V tidak ditemukan. Nilai rata-rata IKG tertinggi ikan jantan ditemukan pada stasiun 3 sebesar 0,65% dan nilai IKG ikan jantan terendah ditemukan pada stasiun 2 sebesar 0,47%. Nilai rata-rata IKG tertinggi ikan betina ditemukan pada stasiun 3 sebesar 5,36% dan nilai IKG ikan betina terendah ditemukan pada stasiun 1 sebesar 4,90%. Hasil pengamatan fekunditas ikan lais pada tingkat kematangan gonad III-IV sebanyak 40 ekor diperoleh fekunditas berkisar antara 6581-20071 butir telur dengan rata-rata 11955 butir telur.
STATUS MUTU AIR DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG Setiawan, Andre; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67190

Abstract

Danau Jemut sebagai salah satu kawasan dengan sumberdaya ikan yang tinggi dan telah mengalami degradasi. Untuk itu, pola pengelolaan perikanan yang berkelanjutan mutlak diperlukan untuk menjamin terjaganya keanekaragaman hayati dan potensi pemanfaatan sumber dayanya. Danau Jemut diduga tercemar karena adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Destructive Fishing dan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan status mutu air di Danau Jemut Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan September-Oktober 2022. Adapun penelitiannya terdiri dari pengukuran parameter Fisika, Kimia dan Biologi. Pengukuran parameter Fisika yaitu Suhu, kecerahan, dan TSS. Parameter Kimia yaitu DO, pH, Nitrat, Fosfat dan BOD. Parameter Biologi yang diukur yaitu Kelimpahan Plankton. Setelah parameter kualitas air yang diukur kemudian dilakukan Analisis dengan Metode STORET dan Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan Parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu adalah suhu, kedalaman, kecerahan, TSS, DO dan nitrat. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah pH, fosfat dan BOD. Status mutu air menggunakan metode STORET menunjukkan kondisi tercemar sedang dengan metode Indeks Pencemaran menunjukkan kondisi tercemar ringan. Status mutu air Danau Jemut sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan dapat dijadikan daerah reservat perikanan.
ANALISIS MAKANAN IKAN KIPER (Scatophagus Argus) DI PERAIRAN SUNGAU SEBANGKAU KABUPATEN SAMBAS Nurul, Nurul; Mulyadi, Ahmad; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i3.87470

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan salah satu kabupaten yang ada di Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 Km, memiliki 19 Kecamatan salah satunya yaitu Kecamatan Salatiga yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Salatiga terdapat sungai yaitu muara sungai sebangkau. Muara sungai sebangkau merupakan salah satu muara yang ada di Kecamatan Salatiga. Muara sungai sebangkau merupakan wilayah perairan yang terjadinya percampuran air laut dan air tawar, muara sungai ini dapat terjadi daerah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kebiasaan makanan pada ikan kiper (Scatophagus Argus) di perairan sungai sebangkau Kabupaten Sambas. Pengamatan ikan kiper dilakukan dengan mengambil lambung ikan yang kemudian di belah dan diamati jenis makanan yang ada di lambung ikan dan di catat, kemudian melakukan beberapa analisis seperti analisis kebiasaan makan ikan, analisis kepenuhan lambung, panjang usus relatif serta pengamatan kualitas perairan seperti suhu, pH, salinitas, DO dan kecerahan. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu nilai indeks of preponderance keseluruhan stasiun nilai udang sebesar 69%, dan menunjukkan udang merupakan makanan utama karena memiliki nilai IP >40%. Nilai analisis IP untuk kepepot sebesar 19%, hal ini menunjukkan kepepot merupakan makanan tambahan karena memiliki nilai IP berkisar 4-40%. Nilai IP cacing, sotong, potongan udang, telur cumi, dan lumut memiliki nilai IP kisaran 0,1 %- 2,9% yang menunjukkan bahwa jenis makanan tersebut merupakan makanan pelengkap karena memiliki nilai IP <4%.menunjukkan Berdasarkan nilai indeks kepenuhan lambung (ISC) menunjukkan stasiun 1 sebesar 4,5 ,stasiun 2 sebesar 5,2 dan stasiun 3 sebesar 8,8. Perhitungan nilai panjang usus relative didapatkan stasiun 1,2 dan 3 berkisar 2,3-2,9 , yang menunjukkan bahwa ikan kiper tergolong ikan omnivora. Nilai pengukuran kualitas perairan menunjukkan bahwa perairan sungai sebangkau baik untuk kehidupan serta pertumbuhan ikan kiper.
Distribusi Bentuk Mikroplastik Di Perairan Sungai Jawi Kota Pontianak Sahputri, Diva Revy; Mulyadi, Achmad; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Akuatik tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatrop.v4i1.105588

Abstract

Mikroplastik (
STRUKTUR POPULASI IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) DI SUNGAI DATE DESA BAGAK KABUPATEN LANDAK Monika, Vindy; Munir, Achmad Mulyadi Sirodjul; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.111648

Abstract

Ikan tengadak ( Barbonymus schwanenfeldii ) merupakan ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, serta berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi ikan tengadak di Sungai Date, Desa Bagak, Kabupaten Landak, yang meliputi menceritakan relatif, distribusi ukuran, dan pola pertumbuhan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober–November 2025 menggunakan metode purposive sampling pada tiga stasiun. Sampel dikumpulkan dengan jaring insang dan bubu, kemudian dianalisis berdasarkan penyiaran relatif, distribusi frekuensi panjang, serta hubungan panjang-berat ikan. Hasil menunjukkan total tangkapan sebanyak 225 ekor, dengan penyampaian relatif tertinggi pada Stasiun I (42,22%) dan terendah pada Stasiun II (25,78%). Distribusi ukuran berkisar 10,0–29,0 cm dan didominasi ukuran 10,0–12,9 cm. Pola pertumbuhan tergolong isometrik (b = 3).