Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Dokun (Barbodes lateristriga) di Sungai Tebudak Desa Pisak Kabupaten Bengkayang Simorangkir, Riski Bastanta; Padmarsari, Widadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.80674

Abstract

Sungai Tebudak merupakan sungai yang berada di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Masyarakat Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas biasanya menangkap ikan untuk dikonsumsi. Ikan dokun (Barbodes lateristriga) termasuk salah satu spesies ikan hasil utama dari Sungai Tebudak, yang dijadikan sebagai ikan konsumsi, sehingga sering terjadinya aktivitas penangkapan yang berkelanjutan pada ikan ini. Lambat laun kondisi ini akan membuat ikan mengalami penurunan populasi jika tidak segera dilakukan pengelolaan dan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dokun di Sungai Tebudak. Penelitian ini dilakukan di Sungai Tebudak, Desa Pisak, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Maret dan April. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan pengambilan secara langsung. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan dokun. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan dokun jantan berjumlah 25 ekor dan ikan betina berjumlah 35. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sedikit dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Model hubungan panjang-berat ikan dokun jantan memiliki nilai b sebesar 1,412, sedangkan ikan betina memiliki nilai 1,839. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya pertambahan panjang dan beratnya sama, namun ikan dokun memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Nilai rata-rata faktor kondisi didapat berdasarkan data keseluruhan antara ikan jantan dan betina, nilai faktor kondisi tertinggi terdapat pada ikan jantan sebesar 1,002, dan terendah pada ikan betina sebesar 1,000.
Kebiasaan Makan Ikan Tilan (Mastacembelus erythrotaenia) di Sungai Landak Desa Kuala Mandor A, Kabupaten kbu Raya Atmaja, Yulius Yudhie Darma; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.76998

Abstract

ABSTRACTFish feeding habits are the amount and quality of food that fish eat. Food habits are one aspect that affects the growth and survival of fish. This study aims to understand and study the eating habits of tilan fish in the Landak River Kuala Mandor A, Kubu Raya Regency by analyzing data such as relative intestinal length, stomach fullness index and the composition of food types and determine the condition of the water environment. in the Porcupine river. The research was conducted for 5 months, that is in desember 2022 "“ april 2023 at four different stations using the Purposive Sampling method. Fish samples were grouped based on station and length. Analysis of food habits using the quantitative (qualitative) method by counting the amount and type of food found in the intestine and stomach of tilan fish. The results of the study obtained from 30 samples of tilan fish showing relative intestinal length (RLG) of tilan fish show that tilan fish is a carnivorous fish with RLG value in the range of 0.32 - 0.42 or less than 1. The main food is. crab (Sesarma eydouxi), supplementary food is phytoplankton, zooplankton and worms, supplementary food is dominated by detritus. Water quality in Kali Landak, water temperature between 29.08 °C - 29.83 °C. The brightness parameter value ranges from 40.33 cm - 45.83 cm. The resulting pH parameters are 5.57 - 5.69. The DO value is between 3.96 - 4.81 mg/l. The current speed parameter value is 0.31 - 0.33 cm/sec. As for the water parameters in the depth between 4.00 - 5.16 meters.  
Biologi Reproduksi Ikan Sili (Mastacembelus notophthalmus) di Sungai Menterap Desa Mondi Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau Ninda, Febriana Tesia; Sirudjul Munir, Achmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.87863

Abstract

 Penelitian biologi reproduksi ikan sili ( Mastacembelus notophthalmus ) di perairan Sungai Menterap dilakukan pada bulan April sampai Juni 2024. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biologi reproduksi ikan sili yang mencakup rasio genital, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas sebagai dasar pengelolaan ikan sili yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan melalui metode purposive sampling, Pengambilan data parameter lingkungan dilakukan secara langsung ( in situ) . Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan sili yang tertangkap 78 ekor ikan jantan dan 49 ekor ikan betina. Nisbah kelamin ikan sili 1,6:1 (jantan:betina) yang menunjukkan keberadaan ikan sili seimbang. Nilai IKG ikan sili jantan berkisar 0,60-3,78% sedangkan ikan sili betina berkisar 1,48-12,97%. Fekunditas berkisar antara 958 "“ 1363 butir telur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya ikan sili yang tepat dan berkelanjutan.      
Biologi Reproduksi Ikan Sembilang (Platosus lineatus) yang Didaratkan Di Pangkalan Pendaratan Ikan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Komsiaty, Komsiaty; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.90613

Abstract

AbstrakIkan sembilang (Plotosus lineatus) merupakan salah satu ikan air payau yang didaratkan di PPI Sukadana. Ikan ini mendiami habitat estuari dan pantai. Nelayan di Kayong Utara menangkap berbagai jenis ikan, termasuk ikan sembilang, tenggiri, kerapu, udang, dan kepiting. Sumberdaya laut yang melimpah membuat daerah Kayong Utara menjadi pusat penangkapan ikan yang penting di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biologi reproduksi ikan sembilang yang meliputi rasio kelamin, Tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, Penggambilan sampel ikan menggunakan random sampling. Penentuan kapal menggunakan accidental sampling. Hasil tangkapan ikan sembilang (Plotosus lineatus) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 120 ekor, terdiri dari 74 ekor jantan dan 46 ekor betina. Tingkat kematangan gonad ikan sembilang jantan di Lokasi penelitian diperoleh TKG I-IV. Sedangkan ikan sembilang betina diperoleh TKG I-V. Nilai indeks kematangan gonad ikan jantan keseluruhan berkisar antara 0,07-9,06 lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan indeks kematangan gonad ikan betina berkisar antara 0,28-17,62. Hasil penelitian fekunditas total ikan sembilang secara keseluruhan berkisar antara 1660-14020 butir telur dengan rata-rata 5477.Kata Kunci : Biologi, Ikan Sembilang, Reproduksi
Biologi Reproduksi Ikan Kiper (Scatophagus argus) di Muara Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Simamora, Rini Amelia; Padmarsari Soetignya, Widadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.96553

Abstract

Abstrak Muara Sungai Duri merupakan salah satu ekosistem estuari di Indonesia yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang fluktuatif. Kondisi ini berpengaruh terhadap biologi reproduksi berbagai organisme salah satunya ikan kiper yang menjadi sumber gizi masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan kiper meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, indeks hepatosomatik, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama dua bulan dari Februari "“ Maret 2025. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan habitat ikan kiper. Jumlah sampel yang diamati selama penelitian sebanyak 87 ekor, terdiri dari 28 ekor jantan dan 59 ekor betina dengan rasio kelamin yang didapatkan 1:2. Tingkat kematangan gonad (TKG) yang diperoleh baik jantan dan betina adalah TKG I-V. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan jantan berkisar antara 0,16-5,81% dan nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan IKG ikan betina yang berkisar 0,16-14,5%. Hasil perhitungan fekunditas total ikan kiper secara keseluruhan berkisar antara 9.030-73.203 butir telur. Fekunditas relatif terhadap panjang total ikan kiper berkisar antara 117-1.018 butir telur, sedangkan fekunditas relatif terhadap berat total ikan berkisar antara 8.089-17.448 butir telur. Kata Kunci: Biologi reproduksi, Scatophagus argus, Muara Sungai Duri Abstract A concise and factual abstract is required. Each paper should be provided with an abstract of about The Duri River estuary is one of Indonesia's estuarine ecosystems with fluctuating physical and chemical characteristics. These conditions affect the reproductive biology of various organisms, including the kiper fish, which is a source of nutrition for the local community. The objective of this study is to investigate the reproductive biology of the kiper fish, including sex ratio, gonadal maturity level, gonadal maturity index, hepatosomatic index, and fecundity. The research was conducted over two months from February to March 2025. Fish sampling was conducted using purposive sampling based on the habitat of the kiper fish. A total of 87 fish were observed during the study, comprising 28 males and 59 females, with a sex ratio of 1:2. The gonadal maturity stage (GMS) obtained for both males and females was GMS I-V. The Gonadal Maturity Index (GMI) values for male fish ranged from 0.16"“5.81%, which was lower compared to the GMI values for female fish, which ranged from 0.16"“14.5%. The total fecundity of kiper fish was calculated to range from 9,030"“73,203 eggs. Relative fecundity per total length of the fish ranged from 117 to 1,018 eggs, while relative fecundity per total weight of the fish ranged from 8,089 to 17,448 eggs. Keywords: Reproductive biology, Scatophagus argus, Duri River Estuary
Population structure and morphometry of Carsinoscorpius rotundicauda in Mempawah Mangrove Park, West Kalimantan Anzani, Yunita Magrima; Kurniadi, Bambang; Damora, Adrian
Depik Vol 14, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of infrastructure could be one of a threat to habitat of horseshoe crabs. Regarding that, constructing of an international port at Kijing Beach in Mempawah could also become a menace to crabss habitat. Carcinoscorpius rotundicauda is known to be the most commonly found in Mempawah Mangrove Park (MMP) coastal area. This study aim is to analyze population structure and morphometry of Carsinoscorpius rotundicauda in MMP coastal area. Research was conducted on April-September 2022. Fishers collected horseshoe crab samples using trammel net. This study observed 14 characters and four ratios of morphometric, i.e. total length (TL), prosoma length (PL), opisthosoma length (OL), telson length, prosoma width (PW), carapace length (CL), compound eyes distance (CED), anal angle length (AAL), posterior angle distance (PAD), telson width (TW), median ridge length (MRL), anterior occeli length (AOL), process marginal length (PML), body weight, PL/OL, PW/PL, CL/TL, and CL/PW. The number of individuals of horseshoe crabs found high on September. The sex ratio of males to females was 1,95:1. The highest frequency relative of prosoma width was found in the range around 1214 cm (adult size). The ratio of PW/PL of female crab was significantly bigger than male. This difference could be used for determining sex of this species crabs. The growth pattern of mangrove horseshoe crabs bot males and females were negative allometry.