Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan eco-enzyme dari sampah organik sebagai cairan multifungsi bagi masyarakat Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar Chairul Chairul; Silvia Reni Yenti; Evelyn Evelyn; Maria Peratenta Sembiring; Yusnimar Yusnimar; Komalasari Komalasari; Desi Heltina; M. Iwan Fermi; Deviona Deviona; Alhabsy Affif; Annisa Ulhasanah; Aqilla Cahyani; Fitri Zulva Hasanah; Hasby Herdinasrul; Nurul Azizah; Misrulina Misrulina; Rahmi Adisti; Rizaldi Saputra; Sherly Fitri Rahmadhani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 4 (2022): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.4.300-307

Abstract

The Community Service Team of the Faculty of Engineering of Riau University together with students of the Riau University 2022 Kukerta team in Batu Belah Village, Kampar District provided assistance and demonstrations on how to make eco-enzyme solution from organic waste as a multifunctional solution. The eco-enzyme solution is a liquid resulting from the fermentation of organic waste in the form of fruit and vegetable waste which is added brown sugar and water in a ratio of 3:1:10 for 90 days. The purpose of this community service activity was to provide knowledge to the community and housewives group of Batu Belah Village, Kampar District to utilize organic waste into eco-enzyme solution and the benefits of eco-enzyme for various functions. In the implementation of community service activities, several stages were carried out including the stage of meeting with village officials and recording enthusiasts who wanted to take part in the training, then from the results of the participant data, the socialization stage and demonstration of training materials for making eco-enzyme solutions. The last stage to see the achievement of the training results is monitoring the level of understanding and enthusiasm of the participants. The results of the service showed that the Batu Belah Village community was very enthusiastic about participating in the socialization of making eco-enzyme from organic waste and was willing to practice it in their respective homes with an understanding level of 93.3%.
The Effect of Colchicine Concentration and Immersion Time on Growth and Morphological Characters of Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth In-vitro Explants Frederika Sinuraya; Dewi Indriyani Roslim; Deviona Deviona; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 3 (2023): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i3.4955

Abstract

The production of polyploidy with a chemical mutagen such as colchicine is one strategy that can be applied to improve the genetic traits and wood properties of acacia trees. The aim of this study was to determine the effects of colchicine at various concentrations and immersion times on the percentage of surviving explants, percentage of rooted explants, and morphological traits of shoot and root A. crassicarpa in-vitro. A completely randomized design (CRD) with two factors was used in this study. The first factor was the concentration of colchicine solution with five levels (0,00%, 0,02%, 0,04%, 0,06%, and 0,08%), and the second factor was the immersion time with three levels (24, 48, and 72 hours). There were fifteen treatment combinations with each treatment repeated three times. Data were analyzed by ANOVA and Duncan’s multiple range test at 5% significance level. The results showed that the treatment combination of colchicine concentration with immersion time showed a significant effect on the percentage of surviving explants, number of leaves, number of shoots and height of A. crassicarpa explants, but did not significantly affect on the number of roots, length of the root and percentage of rooted A. crassicarpa explants.
Studi Komponen Hasil beberapa Genotipe Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) di Lahan Gambut Yunandra Yunandra; Putri Nur Azizah; Muhamad Syukur; Deviona Deviona
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.15740

Abstract

Pemuliaan tanaman merupakan salah satu upaya peningkatan produksi cabai. Hasil akhir dari program ini adalah didapatkan varietas yang toleran terhadap lingkungan ketika di tanam pada lahan gambut. Hubungan karakter kuantitatif beberapa genotipe tanaman cabai perlu dipelajari untuk membantu penentuan karakter yang memiliki pengaruh terhadap produksi. Informasi ini membantu dalam proses seleksi untuk mendapatkan calon varietas unggul baru toleran lahan gambut. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari delapan genotipe dengan tiga ulangan. Data hasil pengamatan selanjutnya dilakukan analisis ragam, kemudian mengatahui kaitan antara satu peubah dengan peubah lainnya dapat memanfaatkan analisis korelasi yakni korelasi Pearson. Setelah mendapatkan informasi korelasi, dilanjutkan dengan sidik lintas. Peubah tidak bebas ditetapkan guna menduga koefisien lintas. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa peubah bobot per buah sebesar 0,771, panjang buah sebesar 0,585, dan diameter buah sebesar 0,525 berkorelasi positif dengan produksi per tanaman. Hasil sidik lintas menunjukkan perubah bobot per buah memperlihatkan pengaruh direct kepada produksi per tanaman, namun peubah panjang dan diameter buah memperlihatkan pengaruh indirect melalui bobot per buah sehingga meningkatkan produksi per tanaman.
Korelasi dan sidik lintas beberapa varietas jagung manis pada berbagai dosis abu TKKS di lahan gambut Irfandri; Deviona; Masliana
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.15832

Abstract

Produksi jagung manis di Riau mengalami fluktuasi akibat perubahan luas lahan panen. Perluasan areal tanam ke lahan gambut menjadi salah satu solusi peningkatan produksi jagung manis di Riau. Lahan gambut memiliki beberapa masalah, diantaranya pH rendah atau sangat masam, kapasitas tukar katiannya tinggi, sementara kejenuhan basanya rendah. Penggunaan abu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan varietas unggul diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung di lahan gambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan, pengaruh langsung dan tidak langsung beberapa varietas jagung manis pada berbagai dosis abu TKKS di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023 hingga April 2024 dengan metode RAK faktorial. Faktor pertama varietas jagung manis (Bonanza, Kumala, Golden Boy, dan Paragon), sementara faktor kedua abu TKKS (tanpa abu TKKS; 1,5 t.ha-1; 3 t.ha-1 dan 4,5 t.ha-1). Peubah yang diamati adalah waktu mekar sempurna bunga jantan, waktu munculnya bunga betina, tinggi tanaman, diameter batang, umur panen, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah baris biji dan bobot tongkol per plot. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, umur panen, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot dan jumlah baris biji memiliki korelasi positif dengan karakter bobot tongkol per plot. Bobot tongkol tanpa kelobot merupakan karakter yang memiliki pengaruh langsung yang paling besar terhadap karakter bobot tongkol per plot. Panjang tongkol tanpa kelobot memiliki nilai pengaruh tidak langsung yang paling besar terhadap bobot tongkol per plot melalui karakter bobot tongkol tanpa kelobot.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) terhadap Berbagai Dosis Pupuk Futura Batubara Anwar, Nadia Rahmi; Deviona, Deviona; Nelvia, Nelvia
Agriculture and Biological Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.2.1.22-30

Abstract

Peningkatan produktivitas kedelai di Indonesia dapat dilakukan melalui penggunaan varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan lokal dan pemupukan yang efektif untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik, seperti Futura Batubara, menjadi pilihan yang baik karena meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai varietas dan dosis pupuk yang optimal untuk meningkatkan produktivitas kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan dan hasil enam varietas kedelai terhadap berbagai dosis pupuk Futura Batubara. Penelitian dilakukan menggunakan desain faktorial 6x5 dengan rancangan petak terbagi (RPT) pola acak lengkap. Faktor yang diuji meliputi varietas kedelai dan interaksi varietas dengan dosis pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dering 1, Malika, Argopuro, Dena 1, dan Detam 1 memberikan respon terbaik terhadap dosis pupuk 200 kg.ha-1, 600 kg.ha-1, dan 800 kg.ha-1, sementara varietas Demas 1 menunjukkan respon terbaik pada dosis 400 kg.ha-1. Varietas Detam 1 menunjukkan kandungan protein tertinggi pada semua perlakuan dosis Futura Batubara.
The DISEMINASI PEMBUATAN BIBIT ALPUKAT UNGGUL DENGAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM II DESA RASAU KABUPATEN BATANGHARI wahyudhi, aditya; Herawani, Febrina; Rif'atunidaudina, Ria; Theodora; Mastura, Siti; Nasrudin; Erisha, Norra; Deviona
Journal of Empowerment Community Vol. 6 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v6i1.1611

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan dan pelatihan peningkatan keterampilan sambung pucuk dalam pembuatan bibit tanaman alpukat oleh santri Pondok Pesantren Darul   Ulum II. Diseminasi ini dilatar belakangi oleh pemanfaatkan waktu luang yang masih kurang optimal oleh santri dan penyediaan bibit alpukat unggul untuk ditanam di lahan pondok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah  menambah  pengetahuan  dan  keterampilan  santri  mengenai  pembuatan  bibit  unggul dengan teknik sambung pucuk, serta menyediakan bibit alpukat unggul untuk optimalisasi penggunaan lahan di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Materi-materi terkait pelatihan disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Hasil dari diseminasi ini adalah santri dan masyarakat pondok pesantren memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan bibit alpukat dengan teknik sambung pucuk dan tersedianya bibit alpukat unggul untuk ditanam oleh pondok pesantren. Kesimpulan  dari  kegiatan  ini  adalah  kegiatan  diseminasi  pembuatan  bibit  alpukat  unggul  ini menjadi wawasan dan keterampilan baru bagi santri dan masyarakat pondok pesantren untuk dapat membuat bibit tanaman buah unggul. Kata kunci: alpukat, bibit, pondok pesantren, sambung pucuk
Growth and Yield of Soybean Plants (Glycine Max (L.) Merrill) in Podsolic Soil With Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Synthetic Zeolite From Fly Ash as Soil Amendments Mahmudin, Mahmudin; Nelvia, Nelvia; Deviona, Deviona
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 12 (2023): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v4i12.624

Abstract

This research aims to understand the interaction between Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) and zeolite fly ash (FA) from coal and their impact on soybean productivity in Podzolic soil. The study was conducted in Aur Sakti Village, Tambang District, Kampar Regency, and the Soil Science Laboratory and Plant Ecophysiology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Riau, over a four-month period from March to June 2022. The experiment employed a completely randomized design (CRD) with two factors: FA zeolite doses (Z0-Z3) and AMF doses (M0-M2). The results of the study indicate that the interaction of AMF Glomus sp or Gigaspora sp at 10 g per plant with FA zeolite at a dose of 1.5 g per plant enhances plant growth and soybean yield most optimally. FA zeolite at a dose of 1 g per plant also effectively improves soybean yield in terms of the weight of 100 seeds. Specifically, the application of FA zeolite at a dose of 1.5 g per plant yields the best results in terms of plant height, number of productive branches, flowering and harvesting age, number of seeds per plant, weight of seeds per plant, and weight of 100 seeds, compared to treatments without zeolite, with zeolite FA doses of 0.5 and 1 g per plant. The application of AMF Glomus sp and Gigaspora sp, each at 10 g per plant, also enhances the growth and yield of soybeans compared to treatments without AMF.
The DISEMINASI PEMBUATAN BIBIT ALPUKAT UNGGUL DENGAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM II DESA RASAU KABUPATEN BATANGHARI wahyudhi, aditya; Herawani, Febrina; Rif'atunidaudina, Ria; Theodora; Mastura, Siti; Nasrudin; Erisha, Norra; Deviona
Journal of Empowerment Community Vol. 6 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v6i1.1611

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan dan pelatihan peningkatan keterampilan sambung pucuk dalam pembuatan bibit tanaman alpukat oleh santri Pondok Pesantren Darul   Ulum II. Diseminasi ini dilatar belakangi oleh pemanfaatkan waktu luang yang masih kurang optimal oleh santri dan penyediaan bibit alpukat unggul untuk ditanam di lahan pondok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah  menambah  pengetahuan  dan  keterampilan  santri  mengenai  pembuatan  bibit  unggul dengan teknik sambung pucuk, serta menyediakan bibit alpukat unggul untuk optimalisasi penggunaan lahan di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Materi-materi terkait pelatihan disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Hasil dari diseminasi ini adalah santri dan masyarakat pondok pesantren memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan bibit alpukat dengan teknik sambung pucuk dan tersedianya bibit alpukat unggul untuk ditanam oleh pondok pesantren. Kesimpulan  dari  kegiatan  ini  adalah  kegiatan  diseminasi  pembuatan  bibit  alpukat  unggul  ini menjadi wawasan dan keterampilan baru bagi santri dan masyarakat pondok pesantren untuk dapat membuat bibit tanaman buah unggul. Kata kunci: alpukat, bibit, pondok pesantren, sambung pucuk
PENGUJIAN BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN Ardian, Ardian; Deviona, Deviona; Nathisa, Dina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3978

Abstract

Soybean (Glycine max L.) is one of the main food crop commodities in Indonesia which ranks third after rice and corn. The need for soybeans from year to year continues to increase, while domestic soybean production is unable to meet so that Indonesia must import soybeans. Efforts to reduce dependence on soybean imports can be made by increasing domestic soybean production. Increased soybean production is often less successful if faced with land conditions that experience stress, especially drought stress. The use of soybean varieties that are resistant to drought stress is needed to prevent the risk of yield reduction due to drought. This research was conducted using a 2-factor factorial completely randomized design (CRD). The first factor is the volume of water application, consisting of 4 levels: 100% water requirement, 80% water requirement, 70% water requirement, and 60% water requirement. The second factor is soybean genotype, consisting of 3 levels, namely: The parameters observed were: plant height, flowering age, harvesting age, root length, root dry weight, crown dry weight, root crown ratio, total number of pods per plant, number of pods, number of seeds per plant, and seed weight per plant. The research data were analyzed by analysis of variance and continued with Duncan's multiple range test at the 5% level. The results showed that the soybean variety Dering 3 can be recommended as a drought tolerant variety based on several parameters observed (plant height, flowering age, number of pods per plant, number of pods per plant, number of seeds per plant, seed weight per plant). Keywords: Growth, Yield, Soybean, Drought Tolerant INTISARIKedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan utama di Indonesia yang menempati urutan ketiga setelah padi dan jagung. Kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun terus meningkat, sedangkan produksi kedelai dalam negeri tidak mampu memenuhi sehingga Indonesia harus impor kedelai. Upaya dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Peningkatan produksi kedelai seringkali kurang berhasil jika dihadapkan pada kondisi lahan yang mengalami cekaman, khususnya cekaman kekeringan. Penggunaan varietas kedelai yang tahan terhadap cekaman kekeringan diperlukan untuk mencegah resiko penurunan hasil akibat kekeringan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor pertama volume pemberian air, terdiri dari 4 taraf yaitu: kebutuhan air 100%, kebutuhan air 80%, kebutuhan air 70%, dan kebutuhan air 60%. Faktor kedua adalah genotipe kedelai, terdiri dari 3 taraf yaitu: varietas Devon 1, varietas Deja 1 dan varietas Dering 3. Parameter yang diamati yaitu: tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang akar, berat kering akar, berat kering tajuk, rasio tajuk akar, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong bernas, jumlah biji per tanaman, dan berat biji per tanaman. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasill penelitian menunjukkan bahwal varietas kedelai Dering 3 dapat direkomendasikan sebagai varietas toleran kekeringan berdasarkan beberapa parameter yang diamati (tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat biji per tanaman). Kata Kunci: Pertumbuhan, lHasil, Kedelai, Cekaman
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Kelurahan Air Putih Melalui Pembuatan Eco-Enzyme dari Sampah Organik sebagai Sabun Cair Deviona, Deviona; Chairul, Chairul; Armaini, Armaini; Yusnimar, Yusnimar; Arofi, Habib; Putri, Alivia Hardana; Tasman, Annaya Qamara; Darliansyah, Danny; Indriana, Hanifah; Sayyidhani, Muhammad Hisna; Hasibuan, Muhammad Ilham Febrian Mahodum; Apriliani, Prapita; Emelda, Retta; Wulandari, Siti Rahmi Indri
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 2 No. 6 (2022): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.2.6.308-320

Abstract

Lack of education in waste management has led to a large amount of waste being dumped in landfills. Organic waste is the largest type of waste disposed of in landfills. If organic waste is not managed properly, it can cause unpleasant odors in the environment and become a risk factor for global warming and explosions in landfills. Until now, waste management, both organic and inorganic waste, is still a challenge. This is also the case in RW 02 Kelurahan Air Putih. The community directly disposes of household waste without sorting the waste by type. In addition, the community also does not know how to process organic waste into useful items such as eco-enzyme and eco-enzyme processed products, namely cleaning fluids. This community service activity aims to increase community knowledge and skills on how to process household organic waste into eco-enzyme and liquid soap made from eco-enzyme. The targets in this activity are housewives in RT 06, RT 07, and RT 08, RW 02 Air Putih Village. The method used in this community service activity is socialization and training on how to make eco-enzyme and multipurpose liquid soap. The results obtained from this activity are the increased knowledge and skills of the community in processing organic waste into eco-enzyme and multipurpose liquid soap. The community is also enthusiastic and interested in making these products again in their homes.
Co-Authors ', Adiwirman ', Murniati ', Nurbaiti ', Sugianto ', Sumiasih Aditya Wahyudhi Afif, Syahrotul Hayati Kamal Agus Situmorang Alfidin, Alfaizun Nur Alhabsy Affif Anggi Romadhoni Annisa Ulhasanah Annisa, Syarifah Sari Anwar, Nadia Rahmi Apriliani, Prapita Aqilla Cahyani Ardian Ardian Armaini Armaini Armaini, Armaini Armaini, Armaini Arofi, Habib Azhari, Ahmad Alwi Baehaqi Besri Nasrul Chairul Chairul Chairul, Chairul Darliansyah, Danny Delita Zul Desi Heltina Dewi Indriyani Roslim Dian Diana Ananta Budiati Dwi, Rani Novia Effendi AR, Arman Efrata, Enriski Elza Zuhry Emelda, Retta Esa Budi Nur Cahya Eva Nurjanah Evelyn Evelyn Fawrin, Heralda Febiani, Hartika Fitri Zulva Hasanah Frederika Sinuraya Gunawan Tabrani Habibah, Puan Hafiz Fauzana Hasby Herdinasrul Hasibuan, Muhammad Ilham Febrian Mahodum Hayatul Ismi Herawani, Febrina Holida Sari Situmorang Hower, Owisen Idwar, Idwar Ihda Hasbiyati Indriana, Hanifah Indrihastuti, Melvi Lusia Irfandri Isnaniar Joni Irawan, Joni Juli Widiyanto Khairunnisa, Syakira Nada Khoiri, Muhammad Amrul Komalasari Komalasari M. Iwan Fermi M. Yogi Riyantama Isjoni Mahmudin Mahmudin, Mahmudin Maimunah, Maimunah Maria Peratenta Sembiring Marzuki, Salman Masliana Mastura, Siti Mico Saputra Misrulina Misrulina Muhamad Syukur Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Mukhlis R. MULYANI Nasrudin Nasrudin Nathisa, Dina Nelvia Nelvia Norra Erisha, Norra Nurul Azizah Pradnya Paramita Purwasandi, Purwasandi Putra, Ilham Mado Putri Nur Azizah Putri, Alivia Hardana Qulub Muwafakoh Rahimmi, Anna Fithra Rahmi Adisti Rahmi Yunianti Ria Rif’atunidaudina Rika Neli Haice Rizaldi Saputra Rudi Hariyono, Rudi Sandy, Athifah Faradilla Sayyidhani, Muhammad Hisna Sherly Fitri Rahmadhani Silvia Elki Putri Silvia Reni Yenti Simatupang, Freddy Alexander Sinaga, Raihan Daffansyah Sitompul, Diantika Elena Soeprat, Soeprat Sri Yoseva Suhartina Suhartina Suharyanto Suharyanto Tasman, Annaya Qamara Theodora Trizayuni, Riskia Ulfia Hasanah Viqri, Muhammad Wan Nishfa Dewi Wardati Wardati, Wardati Wulandari, Siti Rahmi Indri Yayan Setiawan, Yayan Yunandra Yusnimar Sahan Zafitra, Zafitra