p-Index From 2021 - 2026
5.828
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Matematika dan Sains Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN AL KAUNIYAH Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Quagga Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) BioWallacea Journal of Biological Research Jurnal Florea Pro-Life Edumatsains Jurnal Dinamika Pendidikan BERITA BIOLOGI Indonesian Journal of Science and Education Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Jurnal Biodjati JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA EKSAKTA : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Bioma : Jurnal Biologi Indonesia Jurnal Kesehatan Manarang Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) JURNAL BIOEDUCATION J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Cendekia Journal of Pharmacy Majalah Sainstekes Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) Journal of Tropical Ethnobiology Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Eureka Herba Indonesia Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal ComunitA Servizio Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi International Journal of Business, Economics, and Social Development Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global AL QALAM JURNAL KEPENDIDIKAN Jurnal MAIYAH BIO-SAINS | Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Borneo Journal of Biology Education (BJBE)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Lokal Pengolahan Sagu (Metroxylon Sagu Rottb) Sebagai Bahan Pangan Oleh Masyarakat Lokal Kampung Menawi Distrik Angkaisera Kabupaten Kepulauan Yapen Marina Silalahi
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3 No 2 (2024): Bio-Sains Vol 3 No 2, Maret 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6084/m9.figshare.23564679

Abstract

Pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb) merupakan pohon palem penghasil pati dengan kadar pati lebih hingga mencapai 3-4 kali dari sumber karbohidrat lainnya. Penelitian ini betujuan menjelaskan pengetahuan lokal Masyarakat lokal Kampung Menawi Distrik Angkaisera, Kepulauan Yapen tentang proses pengolahan sagu dan potensi pengembangannya sebagai bahan pangan tradisional. Penelitian dilakukan dengan pendekatan etnobotani dengan cara wawancara semi terstruktur. Wawancara dilkukan pada 30 orang responden dengan usia 15-40 tahun. Data yang diperoleh dianalisa secara kualitatif. Masyarakat lokal Kampung Menawi, Distrik Angkaisera menyebut sagu dengan nama lokal taung dan mengenali tiga jenis kareakter sagu yaitu Sagu Kurai, Sagu Wewa dan Sagu Barai. Untuk mendapatkan pati sagu dilakukan secara bertahap dengan yaitu pemilihan pohon, pembersihan dan pemotongan batang, pengupasan dan pemarutan bagian dalam batang, pencucian, pembekuan, dan pengeringan. Pati sagu diolah menjadi makanan pokok (papeda) dan kudapan lainnya (sagu porna, sagu bambu dan sagu kacang kelapa).
RAMUAN OBAT TRADISIONAL SUB-ETNIS BATAK KARO YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BERASTAGI DAN KABANJAHE SUMATERA UTARA Marina Silalahi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i2.293

Abstract

Research has been carried out on the ingredients of traditional Batak Karo medicine which are traded in the Berastagi and Kabanjahe traditional markets, North Sumatra. The study was conducted through an ethnobotany approach. The survey was conducted with free interviews, in-depth, semi-structured, and participatory observations to all traditional medicinal herb traders in the Berastagi and Kabanjahe traditional markets. The local name of the ingredients, benefits, form of packaging, plants, and how to use each ingredient is asked to the trader. In the Berastagi and Kabanjahe traditional markets sold 20 types of traditional medicinal which are divided into parem, tawar and minyak urut (oil for massage). The trader sell 12-18 types of concoctions. The medicinal ingredients are used for more curative purposes than preventive purposes. The traditional ingredients found in this study are classified into herbs because their properties are based on empirical experience only.
Struktur Komunitas Satuan Lanskap di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah Fikriyya, Nabela; Silalahi, Marina; Zukarnaen, Rizmoon Nurul; Nisyawati, Nisyawati; Helmanto, Hendra; Putri, Adinda Kurnia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.6639

Abstract

Masyarakat Lereng Gunung Slamet memiliki pengetahuan diversifikasi satuan lanskap yang didasarkan atas fungsi, karakteristik, dan kepemilikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari struktur komunitas satuan lanskap yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Lereng Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 — Januari 2020 di desa Lereng Gunung Slamet yaitu, (1) Desa Ragatunjung, (2) Desa Cipetung, dan (3) Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pengumpulan data botani dilakukan dilakukan secara purposive sampling menggunakan transek kuadrat. Analisis vegetasi diolah menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan (DMg), Indeks Kemerataan (e’), dan Indeks Kesamaan komunitas. Berdasarkan Analisis vegetasi ditemukan 136 spesies yang dikategorikan ke dalam 11 genus dan 55 famili. Analisis struktur komunitas dapat dilihat pada H’ berkisar antara 1,57—28,9 yang termasuk dalam kategori sedang. DMg berkisar antara 11,82 – 28,8 dan Indeks kemerataan berkisar antara 0,11—0,92. Indeks kesamaan antar satuan lanskap,  wanah dan majegan merupakan yang tertinggi yakni 62,67% yang termasuk kategori tinggi. Selanjutnya nilai Indeks kesamaan jenis lanskap yang sama antar desa, tertinggi pada lanskap majegan di Desa Cipetung dan Pandansari (45,71%.) dan wanah pada Desa Ragatunjung dan Desa Cipetung (42,86 %).
BIOAKTIVITAS ASAM JAWA (Tamarindus indica) DAN PEMANFAATANNYA Silalahi, Marina
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v7i2.7323

Abstract

Tamarindus indica is one of the species in the Fabaceae which is widely used as food and traditional medicine. T. indica has naturalized in Indonesia, especially in Java Island and mostly only used as food, while its use as medicine is still limited. This study aims to explain the relationship between the use of T. indica as a traditional medicine and its bioactivity. The method used in this study is based on literature studies obtained online using the key word Tamarindus indica, uses of T. indica and bioactivities of T. indica. The use of T. indica as a traditional medicine is related to its bioactivity. Bioactivity of T. indica as antimicrobial, antidiabetic mellitus, anti-cholesterol, analgesic, antiobesity and antioxidant. Bioactivity of T. indica as anti-microbial and anti-cancer has the potential to be developed as a food preservative as well as providing healthy effects
Riparian Vegetation Structure of the Jengok River, Kutaliman, Kedungabanteng District, Banyumas Regency Fikriyya, Nabela; Putri, Adinda Kurnia; Silalahi, Marina
MAIYAH Vol 2 No 2 (2023): Maiyah : Vol.2 No.2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.228 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.2.8863

Abstract

Jengok River has a high value for the Kutaliman community. The community utilizes the ecosystem services of the Jengok River and is inseparable from the presence of riparian vegetation, which controls water quality. This study aimed to determine riparian vegetation structure on the Jengok River, Kutaliman, Kedungbanteng district, and Banyumas Regency. The research was conducted in October-November 2022 in the Jengok riparian zone using a quadrat transect with sizes 20x20 m2 for trees dan 2x2 m2 for understoreys. Data were analyzed using the Shannon-Wiener Diversity Index (H'), the Modified Hill's Ratio Evenness Index (e'), the Margalef Richness Index (DMg), and the Important Value Index (IVI). The results show that the diversity of riparian vegetation based on the Shannon-Wiener Diversity Index (H') is a moderate category, and the Evenness Index (e') is the distribution of individuals per species evenly. Furthermore, the Margalef Richness Index (DMg) shows 4.51 for trees and 4.34 for understorey. The highest IVI in the tree stratum was Lansium domesticum Corrêa. In contrast, in the understorey stratum was Musa paradisiacal L. This indicates both species have an essential role in their community
INSTRUMEN PENILAIAN DIRI SISWA UNTUK MENGUKUR SIKAP DAN AKTIVITAS SISWA SAAT PEMBELAJARAN DARING BIOLOGI Inneke, Lita; Adinugraha, Fajar; Silalahi, Marina
AL-QALAM: JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN Vol 23 No 2 (2022): AL-QALAM : JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN
Publisher : FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SAINS AL-QUR'AN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/al-qalam.v23i2.4063

Abstract

The purpose of the research in this article is to develop a student self-assessment instrument in learning biology. In addition, to determine the correlation of the results of the assessment conducted by the teacher and self-assessment by students. The method used is Research and Development (R & D) with a trial class, namely XI MIPA 2 SMA N 103 Jakarta. The Self-Assessment Instrument for Measuring Student Attitudes and Activities consists of (A) Cover, (B) Introduction Page, Table of Contents, and Guide Information, (C) Introduction, (D) Questions and Answer Sheets, (E) Score Calculations, (F) Closing and Bibliography. The questions consist of 19 questions using a rating scale with indicators: Spiritual Attitude, Honesty, Discipline, Responsibility, Tolerance, Environmental Care, Curiosity Attitude, Critical Thinking Attitude, Perseverance, Thoroughness, Cooperation, Creativity, Observing, Interpreting and Associating, Asking a question, Formulating tentative hypotheses or conjectures, Using tools and materials/performing scientific activities, Applying concepts, and Communicating. Based on the Spearman Rank Correlation Test, there is no match (correlation) between raters X (students) and raters Y (teachers). However, students stated that it was effective as a form of self-reflection.
Ethnomedicine of Medicinal Plants By Batak Phakpak Subethnic in The Surung Mersada Village, Phakpak Bharat District, North Sumatera Silalahi, Marina; Nisyawati, N.; Walujo, Eko Baroto; Mustaqim, Wendy
Jurnal ILMU DASAR Vol 19 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.496 KB) | DOI: 10.19184/jid.v19i2.7017

Abstract

The research was conducted the ethnomedicine of medicinal plants by ethnic Batak Phakpak, in the Phakpak Bharat District, North Sumatra. The research was conducted by ethnobotany approach through semi-structured interview. A total of 39 respondents consisting of 7 key informants and 32 general respondents were interviewed. The data obtained were analyzed using values of use values (UV) and cultural index significance (ICS). The sub-ethnic of Batak Phakpak in Surung Mersada village have been used 128 species belonging 102 genera and 51 families to cure the 24 types of diseases. Asteraceae, Zingiberaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae, Solanaceae, and Rutaceae are the families with the highest number of species, 12, 8, 8, 8, 7 and 6 species respectively. UV of medicinal plants utilized by Phakpak Batak sub-ethnic is 0.25-3.97, while ICS value is 3-150. The bark of Bischofia javanica as a cholesterol drug and the leaves of Sauralia pendula as a hypertension drug arethe plants that have the potential to be developed commercially, so its take research of the secondary metabolites and bioassay.Keywords: Bischofia javanica, Sauralia pendula, use values, cultural significance index
Peningkatan Keterampilan Berbasis Produk Lokal Terfermentasi Melalui Pembuatan Tempe Koro Benguk bagi Siswa SMA Ratnapuri, Adisti; Mamangkey, Jendri; Sunarto, Sunarto; Silalahi, Marina; Adinugraha, Fajar; Wahyuningtyas, Riska Septia; Septiani, Aulia; Lomo, Jhoni Yakobus; Sembiring, Geskia Avikasari; Andika, Vrista; Angela, Ezra; Serafin, Anne
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5195

Abstract

Pendekatan pengetahuan lokal pada produk terfermentasi (etnomikrobiologi) bertujuan menggabungkan kaijan produk lokal terfermentasi dengan hasil refleksi pengetahuan lokal. Etnomikrobiologi dapat menunjang keterampilan para siswa untuk mengolah produk lokal yang melibatkan aktivitas, salah satunya tempe koro benguk (Mucuna pruriens) yang memiliki nilai nutrisi tidak kalah dari tempe pada umumnya. Oleh karena itu, urgensi edukasi dan sosialisasi proses pembuatan perlu dilaksanakan untuk menunjang pengetahuan produk-produk bagi para siswa, serta dapat meningkatkan keterampilan mereka setelah memahami teori produk lokal terfermentasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu mentransfer pengetahuan melalui sosialisasi teori dan praktik pembuatan tempe koro benguk kepada para siswa dan Guru di SMA Yadika 8 Jatimulya. Pelatihan ini dilaksanakan di SMA Yadika 8 Jatimulya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan terlaksana pada bulan Juli 2024. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan dua bagian utama. Bagian pertama yaitu sosialisasi dalam bentuk pemaparan materi kegiatan PKM. Bagian kedua yaitu pelatihan langsung pembuatan tempe berbahan dasar kacang koro benguk. Kegiatan PKM yang dilaksanakan di SMA Yadika 8 Jatimulya pada para siswa dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang integrasi kearifan lokal kacang koro benguk dan pemanfaatannya sebagai produk pangan tempe koro benguk. Hasil evaluasinya 64% siswa menyatakan kegiatan PKM sangat bermanfaat, sebanyak 70% siswa tertarik untuk membuat tempe koro benguk dan sebanyak 76% siswa berpendapat bahwa kegiatan PKM pembuatan tempe koro benguk sesuai dengan kebutuhan siswa dalam menunjang pembelajaran materi bioteknologi disekolah. Praktik pembuatan tempe koro benguk menjadi bagian penting pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa yang terintegrasi langsung dengan kearifan lokal serta memberikan pemahaman siswa pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati sebagai penunjang pembelajaran siswa
Efektivitas Pembelajaran Biologi Berbasis Budaya Indonesia Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Wahyuningtyas, Riska Septia; Silalahi, Marina
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i3.86932

Abstract

Culture Based Contextual Learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan budaya masyarakat Indonesia dengan materi biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Culture Based Contextual Learning terhadap pemahaman konsep. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara, yaitu dengan melakukan pretes, postes, dan observasi pelaksanaan pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri di kecamatan paliyan. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelas VII di SMP Negeri 2 Paliyan. Budaya yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah budaya Babad Dalan. Budaya Babad dalan adalah budaya bersih desa dan mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Budaya Babad dalan mengandung nilai nilai yang terkait pelestarian lingkungan yang sangat penting sekali untuk diberikan ke siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan pemahaman konsep kelas kontrol 79,07 dan kelas eksperimen mendapatkan rata – rata sebesar 85,33. Nilai pemhaman konsep kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Data setelah diuji dengan ANOVA menunjukkan nilai signifikansi <0,05. Hal tersebut berari nilai pemahaman konsep berbeda secara signifikan. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (1) Model pembelajaran Culture Based Contextual Learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa materi ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia. Kata kunci:  learning, Babad Dalan, pemahaman konsep, budaya Indonesia
Pengetahuan Lokal Pengolahan Sagu (Metroxylon Sagu Rottb) Sebagai Bahan Pangan Oleh Masyarakat Lokal Kampung Menawi Distrik Angkaisera Kabupaten Kepulauan Yapen Silalahi, Marina
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4 No 1 (2024): Bio-Sains Vol 4 No 1, Maret 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v3i2.3147

Abstract

Pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb) merupakan pohon palem penghasil pati dengan kadar pati lebih hingga mencapai 3-4 kali dari sumber karbohidrat lainnya. Penelitian ini betujuan menjelaskan pengetahuan lokal Masyarakat lokal Kampung Menawi Distrik Angkaisera, Kepulauan Yapen tentang proses pengolahan sagu dan potensi pengembangannya sebagai bahan pangan tradisional. Penelitian dilakukan dengan pendekatan etnobotani dengan cara wawancara semi terstruktur. Wawancara dilkukan pada 30 orang responden dengan usia 15-40 tahun. Data yang diperoleh dianalisa secara kualitatif. Masyarakat lokal Kampung Menawi, Distrik Angkaisera menyebut sagu dengan nama lokal taung dan mengenali tiga jenis kareakter sagu yaitu Sagu Kurai, Sagu Wewa dan Sagu Barai. Untuk mendapatkan pati sagu dilakukan secara bertahap dengan yaitu pemilihan pohon, pembersihan dan pemotongan batang, pengupasan dan pemarutan bagian dalam batang, pencucian, pembekuan, dan pengeringan. Pati sagu diolah menjadi makanan pokok (papeda) dan kudapan lainnya (sagu porna, sagu bambu dan sagu kacang kelapa).
Co-Authors Abinawanto Adeel Abdulkarim Fadhel Altuhaish Adinda Kurnia Putri Adinugraha, Fajar Agustianto, Wahyu Albert Jackson Yang Andika, Vrista Angela, Ezra Ardian Khairiah Asri Razad Bambang Widodo Bintang R. Simbolon Dimas H. Pradana Eko Baroto Walujo Elferida Sormin Endang C. Purba Erfitra Rezqi Prasmala Erni Murniarti, Erni Erni Murniati Simalango Fikriyya, Nabela Fri Rahmawati Gulo, Joice Elma Miranda Gusti Ayu Kade Sutariati Helmanto, Hendra Hertina Silaban HOTMAULINA SIHOTANG Hotner Tampubolon Inneke, Lita Jendri Mamangkey Kalima , Titi Karen Lumbantobing Khairissa Trisliani Asmara Lita Inneka Lomo, Jhoni Yakobus Maria Bintang Mercy Silalahi Mesta Limbong Mustaqim, Wendy Muttaqin, Salwa Zainum Nabela Fikriyya Nainggolan, Candani Shintya Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati, N. Nitte, Tri Maharani Permata Octavia, Elida Pereira, Jefrino Reis Ratna Kristiani Nababan Ratnapuri, Adisti Ria Anggraeni Rifana Desi Rosalia Riska S. Wahyuningtyas Riska Septi Wahyuningtyas Riska Septia Wahyunigtyas Riska Septia Wahyuningtyas Rivaldi Sitinjak Rosdiana Virginia Sembiring, Geskia Avikasari Septia Wahyuningtyas, Riska Septiani, Aulia Serafin, Anne Sitinjak, Rivaldi Situmorang , Agnes Feronika Stephani Hizkia Samosir Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Susilo Susilo Tamaulina, Martha Titi Kalima Tpoenifu, Evi Yulinda Tresjia C Rakian Wahyuningtyas, Riska Septia Wakhidah, Anisatu Z. Yovita Harmiatun Zukarnaen, Rizmoon Nurul