p-Index From 2021 - 2026
5.828
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Matematika dan Sains Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN AL KAUNIYAH Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Quagga Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) BioWallacea Journal of Biological Research Jurnal Florea Pro-Life Edumatsains Jurnal Dinamika Pendidikan BERITA BIOLOGI Indonesian Journal of Science and Education Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Jurnal Biodjati JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA EKSAKTA : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Bioma : Jurnal Biologi Indonesia Jurnal Kesehatan Manarang Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) JURNAL BIOEDUCATION J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Cendekia Journal of Pharmacy Majalah Sainstekes Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) Journal of Tropical Ethnobiology Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Eureka Herba Indonesia Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal ComunitA Servizio Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi International Journal of Business, Economics, and Social Development Oryza : Jurnal Pendidikan Biologi Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global AL QALAM JURNAL KEPENDIDIKAN Jurnal MAIYAH BIO-SAINS | Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Borneo Journal of Biology Education (BJBE)
Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Komunitas Satuan Lanskap di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah Fikriyya, Nabela; Silalahi, Marina; Zukarnaen, Rizmoon Nurul; Nisyawati, Nisyawati; Helmanto, Hendra; Putri, Adinda Kurnia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.6639

Abstract

Masyarakat Lereng Gunung Slamet memiliki pengetahuan diversifikasi satuan lanskap yang didasarkan atas fungsi, karakteristik, dan kepemilikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari struktur komunitas satuan lanskap yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Lereng Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 — Januari 2020 di desa Lereng Gunung Slamet yaitu, (1) Desa Ragatunjung, (2) Desa Cipetung, dan (3) Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pengumpulan data botani dilakukan dilakukan secara purposive sampling menggunakan transek kuadrat. Analisis vegetasi diolah menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan (DMg), Indeks Kemerataan (e’), dan Indeks Kesamaan komunitas. Berdasarkan Analisis vegetasi ditemukan 136 spesies yang dikategorikan ke dalam 11 genus dan 55 famili. Analisis struktur komunitas dapat dilihat pada H’ berkisar antara 1,57—28,9 yang termasuk dalam kategori sedang. DMg berkisar antara 11,82 – 28,8 dan Indeks kemerataan berkisar antara 0,11—0,92. Indeks kesamaan antar satuan lanskap,  wanah dan majegan merupakan yang tertinggi yakni 62,67% yang termasuk kategori tinggi. Selanjutnya nilai Indeks kesamaan jenis lanskap yang sama antar desa, tertinggi pada lanskap majegan di Desa Cipetung dan Pandansari (45,71%.) dan wanah pada Desa Ragatunjung dan Desa Cipetung (42,86 %).
Senyawa Metabolit Sekunder pada Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith Silalahi, Marina
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.889 KB)

Abstract

Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith merupakan salah satu spesies dari famili Zingiberaceae yangdimanfaatkan sebagai obat. Pemanfaatan Etlingera elatior sebagai obat berhubungan dengan kandunganmetabolit sekundernya. Tulisan ini bertujuan menjelaskan kandungan metabolit sekunder pada E. elatior danhubungannya dengan pemanfaatannya. Tulisan ini didasarkan pada literatur offline and online media. Offlineliteratures didasarkan pada handbooks, disertasi, dan tesis. Web, Scopus, Pubmed, Jurnal, dan media onlinelainnya. Etlingera elatior mengandung senyawa terpenoid, fenolik, namun tidak mengandung alkaloid.Metabolit sekunder pada tumbuhan disintesa dari senyawa antara dari metabolisme primer melalui jalur asamsikimat, jalur asam malonat, jalur asam mevalonat, dan jalur metil eritritolfosfat. Essensial oil atau minyakatsiri merupakan senyawa utama pada Etlingera elatior yang berasal dari dari kelompok terpenoid khusunyadari mono dan sesquiterpenoids. Senyawa mono dan sesquiterpenoids merupakan senyawa mudah menguapyang menghasilkan aroma, sehingga cocok digunakan sebagai senyawa aroma terapi. Flavonoid merupakansenyawa dari golongan fenolik pada Etlingera elatior bermanfaat sebagai antioksidan sehingga mampumenghambat radikal bebas. Etlingera elatior memiliki kandungan essensial oil sedikitnya 99 jenis di daun,sebanyak 62 jenis di rhizoma, sebanyak 26 jenis di batang, dan sebanyak 95 jenis di bunga.
INSTRUMEN PENILAIAN DIRI SISWA UNTUK MENGUKUR SIKAP DAN AKTIVITAS SISWA SAAT PEMBELAJARAN DARING BIOLOGI Inneke, Lita; Adinugraha, Fajar; Silalahi, Marina
AL-QALAM: JURNAL KEPENDIDIKAN Vol 23 No 2 (2022): AL-QALAM : JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN
Publisher : FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SAINS AL-QUR'AN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/al-qalam.v23i2.4063

Abstract

The purpose of the research in this article is to develop a student self-assessment instrument in learning biology. In addition, to determine the correlation of the results of the assessment conducted by the teacher and self-assessment by students. The method used is Research and Development (R & D) with a trial class, namely XI MIPA 2 SMA N 103 Jakarta. The Self-Assessment Instrument for Measuring Student Attitudes and Activities consists of (A) Cover, (B) Introduction Page, Table of Contents, and Guide Information, (C) Introduction, (D) Questions and Answer Sheets, (E) Score Calculations, (F) Closing and Bibliography. The questions consist of 19 questions using a rating scale with indicators: Spiritual Attitude, Honesty, Discipline, Responsibility, Tolerance, Environmental Care, Curiosity Attitude, Critical Thinking Attitude, Perseverance, Thoroughness, Cooperation, Creativity, Observing, Interpreting and Associating, Asking a question, Formulating tentative hypotheses or conjectures, Using tools and materials/performing scientific activities, Applying concepts, and Communicating. Based on the Spearman Rank Correlation Test, there is no match (correlation) between raters X (students) and raters Y (teachers). However, students stated that it was effective as a form of self-reflection.
Physialis peruviana: BAHAN PANGAN DAN BIOAKTIVITASNYA Marina Silalahi
Bioma Vol. 14 No. 2 (2018): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.408 KB) | DOI: 10.21009/Bioma14(2).3

Abstract

Physialis peruviana by the Indonesian local community call is ciplukan, which originate from Colombia and Mexico. Local communities in Indonesia use of P. peruviana as fruit and traditional medicine, so its needs studies to explain nutritional value and bioactivity. This article was written based on a study of scientific articles published online or off line. Physialis peruviana is a source of potassium, provitamin A, vitamin C, iron, and several vitamin B-complexes. In traditional medicine, the P. Peruviana is used to cure chickenpox, anti-hypertension, cancer, leukemia, hepatitis, rheumatism, antispasmodics, diuretics, antiseptics, sedatives, and analgesics. Based on the biessay, the P. peruvina has activity as anti diabetes mellitus, antioxidant, anti cancer, and anti bacterial. Compounds of 4b-Hydroxywithanolide (4bHWE), withanolides, and physangulidines A-C from P. peruviana is compounds that have the activity of inhibiting cancer cell growth through apostosis.
The ethnobotany study of Babad Dalan ritual ceremony (BDRC) of Javanese in Gunungkidul, Yogyakarta to biocultural conservation Silalahi, Marina; Wahyuningtyas, Riska Septia; Kalima , Titi; Situmorang , Agnes Feronika
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 02 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i02.1620

Abstract

The Babad Dalan ritual ceremony (BDRC) is a ritual ceremony by the local Javanese ethnic community in Gunungkidul which has been carried out for hundreds of years using various types of plants. Biocultural studies of ritual ceremonies as part of biodiversity and cultural conservation are still limited. The purpose of this study is to explain the process of carrying out the ritual and explain the diversity of plants used in BDRC. This study was conducted using an ethnobotanical approach through surveys and semi-structured interviews. Respondents consisted of key informants (5 people) and general respondents (25 people) who were determined by purposive sampling. Data analysis was carried out qualitatively using descriptive statistics. Results: The local Javanese ethnic community in Gunungkidul carries out BDRC every year as a ceremony of gratitude to God for the success of an abundant harvest. A total of fifty-eight species belonging to fifty-one genera and twenty-seven families are used in BDRC which are used as ingredients for offerings, gunungan, and tumpeng. Plants are used as components of gunungan "mountains" (22 species), offerings (12 species), gudangan/traditional cuisine (8 species) and spices (10 species). Local communities cultivate various types of plants to ensure availability in the BDRC as part of plant biodiversity conservation. Conclusion: The use of plants in BDRC is local wisdom which directly or indirectly has implications for the preservation of bio-culture and biodiversity.
Bio-Priming Using Indigenous Pseudomonas Fluorescens To Improve Local Upland Rice (Padi Gogo) Production Of Paebiu Kolopua And Pae Wuna Cultivars Asri Razad; Gusti Ayu Kade Sutariati; Tresjia C Rakian; Jendri Mamangkey; Marina Silalahi
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 6 (2021): November 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i5.337

Abstract

Research was performed to evaluate the effect of biopriming technique using indigenous rhizobacteria in improving local upland rice from Southeast Sulawesi. Randomized group design was applied in this research using factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor was upland rice cultivars consisting of 2 (two) levels of Paebiu Kolopua (V1) and Pae Wuna (V2) cultivars. Meanwhile, the second factor was rhizobacteria isolates, consisting of 4 (four) levels, those are without rhizobacteria treatment (R0), KNS11 isolate (R1), KLKU02 isolate (R2) and KNW11 isolate (R3). Research results indicated that interaction between Paebiu Kolopua cultivar and KLKU02 isolate treatment significantly affected plants height with 29.22% improvement and the amount of rice per panicle with 176.33% improvement compared to the control. Therefore, KLKU02 isolate can be recommeded as the best treatment to improve the production and outcome of local upland rice plant.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DI MASA PANDEMI COVID 19 DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING Wahyuningtyas, Riska Septia; Tamaulina, Martha; Silalahi, Marina
JURNAL BIOEDUCATION Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Bioeducation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v9i1.3248

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui disimilaritas hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran biologi khususnya materi perubahan lingkungan antara model pembelajaran Discovery Learning dengan model pembelajaran konvensional. (2) Mengetahui pengaruh hasil belajar kognitif dengan model discovery learning. (3) Menemukan perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dan menggunakan desain penelitian control group design dengan desain penelitian dibagi ke dalam dua kelompok yang diberi pretest dan posttest pada siswa kelas X SMAN 57 Semester II T.P 2020/2021. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah sampel 64 orang yang ditentukan dengan cluster random sampling pada kelas kontrol X MIPA II sebanyak 32 orang siswa menggunakan metode konvensional dan kelas X MIPA III sebagai kelas eksperimen menggunakan model-pembelajaran-discovery-learning-sebanyak-32-orang. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif pretest dan post test di masing masing kelas. Berdasarkan analisis data dan uji hipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa : (1) hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan pada kelas ekspeirmen yang dibelajarkan menggunakan model discovery learning dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai post-test eksperimental 76,4844 berbanding dengan nilai post-test control sebanyak 67,0312. (2) Hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model discovery learning memiliki perbedaan nyata yang signifikan. Kata kunci: Model pembelajaran, discovery learning, hasil belajar kognitif
Pemanfaataan Tapak Liman (Elephantopus scaber) Sebagai Obat Tradisional dan Bioaktivitasnya Marina Silalahi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.964

Abstract

Background: Elephantopus scaber (ES) or tapak liman has been used by various ethnic groups in Indonesia and other countries as traditional medicine. Objectives: Comprehensive review of ES bioactivity is still limited, especially in the Indonesian language. Research Metodes: The writing of this article is based on a study of literature published on line and off line using several keywords Elephantopus scaber, bioactivities of Elephantopus scaber and uses of Elephantopus scaber. Results: In ethnobotany ES used wound medication, treatment of nephritis, edema, humidity, chest pain, fever, scabies, sores, coughs, tonics, fever, and bronchitis, and asthma. In China, ES leaves have been developed into "tea" to cure various diseases. The bioactivity of ES is anti-bacterial, anti-fungal, anticancer, hepatoprotective, stimulates hair growth, anti-diabetes mellitus, anti-wound, antioxidant, anti-neuroinflamation and overcoming kidney disorders. Conclusion: Deoxyelephantopin is one of the main sesquiterpenes lactones derived from ES has anti-cancer anti-cancer development. The development of ES tea as an anti-cancer needs to be further investigated because this plant is very easy to find in Indonesia.
Pemanfaatan dan Bioaktivitas Jatropha gossypiifolia L. Marina Silalahi
Pro-Life Vol. 10 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/pro-life.v10i2.4818

Abstract

Jatropha gossypiifolia (Euphorbiaceae) is a plant introduced in Indonesia, and its use as traditional medicine has not been widely used. This study aims to explain the botany, utilization, bioactivity and toxicity of J. gossypiifolia. The research method was carried out using library research, especially articles that can be accessed online using the keywords J. gossypiifolia, uses J. gossypiifolia and bioactivity of J. gossypiifolia. Morphologically, J. gossypiifolia is easily recognized from its young red leaves which produce white latex and red flowers. The J. gossypiifolia is a medicinal plant that is widely used in various countries, especially throughout Africa and America. In traditional traditional medicine such as overcoming vomiting), promoting blood flow, overcoming itching, blood purifier, antibacterial, anti-fertile, anticancer, antiulcer, and stomach ache. The bioactivity as an anti-microbial, anti-oxidant, anti-inflammatory anti-fertility and hepatoprotective analgesic, of J. gossypiifolia is anticoagulant, anti-hypertensive, anti-Alzheimer’s, and anti-diabetes mellitus. The extract of J. gossypiifolia is capable of growing Plasmodium berghei which causes malarial fever, which has better activity than quinine. Therefore, it is very potential to be developed as an alternative in the treatment of malaria, therefore it needs to be studied further. The latex produced from the stems and leaves of J. gossypiifolia is toxic and therefore needs to be used with caution. Keywords: J. gossypiifolia, anti-malarial, anti-microbial
Ethnobotanical Study of Traditional Salads in Jatisampurna District, West Java, and Their Cultural and Biological Relevance Silalahi, Marina; Septia Wahyuningtyas, Riska; Kalima, Titi; Nainggolan, Candani Shintya; Fikriyya, Nabela
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30948

Abstract

Traditional salads are diverse dishes that vary across ethnic groups and are commonly served with peanut sauce or bumbu kacang. However, local knowledge related to traditional food preparation is declining due to modernization. This study aimed to explore the diversity, types, plant composition, and preparation processes of traditional salads in Jatisampurna District, West Java. An ethnobotanical approach was employed through surveys, semi-structured interviews, and participatory observations. Five types of traditional salads were identified, namely gado-gado, pecel, karedok, asinan sayur, and rujak buni. A total of 37 plant species belonging to 31 genera and 18 families were used by traditional salad traders. The Relative Frequency of Citation (RFC) ranged from 0.2 to 1.0, while the Use Value (UV) ranged from 0.5 to 5.0. The plants used were predominantly herbs (64%), followed by trees (31%) and shrubs (5%). The preparation process was relatively similar across all salad types and could be grouped into six stages: washing and cutting ingredients; boiling, frying, or grinding; arranging ingredients in the trading cart; grinding and preparing spices; mixing spices with vegetables; and serving. Antidesma bunius, Leucaena leucocephala, and Sesbania grandiflora have significant potential for food diversification due to their nutritional value. Processing methods, especially boiling, steaming, and frying, may affect the nutritional quality of vegetables, hhighlighting the importance of optimizing processing time. Local knowledge in preparing traditional salads plays an important role in preserving biodiversity and Indonesia’s culinary heritage. Studi Etnobotani Tanaman Salad Tradisional yang Digunakan di Kabupaten Jatisampurna, Jawa Barat, Indonesia untuk Menekankan Relevansi Budaya ABSTRAK: Salad tradisional merupakan hidangan yang beragam dan bervariasi di berbagai kelompok etnis, umumnya disajikan dengan saus kacang atau bumbu kacang. Namun, pengetahuan lokal terkait pengolahan pangan tradisional mengalami penurunan akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keragaman, jenis, komposisi tumbuhan, dan proses pembuatan salad tradisional di Kecamatan Jatisampurna, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnobotani melalui survei, wawancara semi-terstruktur, dan observasi partisipatif. Lima jenis salad tradisional berhasil diidentifikasi, yaitu gado-gado, pecel, karedok, asinan sayur, dan rujak buni. Sebanyak 37 spesies tumbuhan yang termasuk dalam 31 genus dan 18 famili digunakan oleh pedagang salad tradisional. Nilai Relative Frequency of Citation (RFC) berkisar antara 0,2 hingga 1,0, sedangkan Use Value (UV) berkisar antara 0,5 hingga 5,0. Tumbuhan yang digunakan didominasi oleh herba (64%), diikuti oleh pohon (31%) dan semak (5%). Proses pembuatan salad tradisional relatif serupa pada semua jenis salad dan dapat dikelompokkan menjadi enam tahap, yaitu mencuci dan memotong bahan; merebus, menggoreng, atau menggiling; menyusun bahan di gerobak dagang; menggiling dan menyiapkan bumbu; mencampur bumbu dengan sayuran; dan menyajikan. Antidesma bunius, Leucaena leucocephala, dan Sesbania grandiflora memiliki potensi penting untuk diversifikasi pangan karena nilai gizinya. Metode pengolahan, terutama perebusan, pengukusan, dan penggorengan, berpotensi memengaruhi kualitas gizi sayuran sehingga optimalisasi waktu pengolahan menjadi penting. Pengetahuan lokal dalam pembuatan salad tradisional berperan penting dalam pelestarian biodiversitas dan warisan kuliner Indonesia.
Co-Authors Abinawanto Adeel Abdulkarim Fadhel Altuhaish Adinda Kurnia Putri Adinugraha, Fajar Agustianto, Wahyu Albert Jackson Yang Andika, Vrista Angela, Ezra Ardian Khairiah Asri Razad Bambang Widodo Bintang R. Simbolon Dimas H. Pradana Eko Baroto Walujo Elferida Sormin Endang C. Purba Erfitra Rezqi Prasmala Erni Murniarti, Erni Erni Murniati Simalango Fikriyya, Nabela Fri Rahmawati Gulo, Joice Elma Miranda Gusti Ayu Kade Sutariati Helmanto, Hendra Hertina Silaban HOTMAULINA SIHOTANG Hotner Tampubolon Inneke, Lita Jendri Mamangkey Kalima , Titi Karen Lumbantobing Khairissa Trisliani Asmara Lita Inneka Lomo, Jhoni Yakobus Maria Bintang Mercy Silalahi Mesta Limbong Mustaqim, Wendy Muttaqin, Salwa Zainum Nabela Fikriyya Nainggolan, Candani Shintya Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati Nisyawati, N. Nitte, Tri Maharani Permata Octavia, Elida Pereira, Jefrino Reis Ratna Kristiani Nababan Ratnapuri, Adisti Ria Anggraeni Rifana Desi Rosalia Riska S. Wahyuningtyas Riska Septi Wahyuningtyas Riska Septia Wahyunigtyas Riska Septia Wahyuningtyas Rivaldi Sitinjak Rosdiana Virginia Sembiring, Geskia Avikasari Septia Wahyuningtyas, Riska Septiani, Aulia Serafin, Anne Sitinjak, Rivaldi Situmorang , Agnes Feronika Stephani Hizkia Samosir Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Susilo Susilo Tamaulina, Martha Titi Kalima Tpoenifu, Evi Yulinda Tresjia C Rakian Wahyuningtyas, Riska Septia Wakhidah, Anisatu Z. Yovita Harmiatun Zukarnaen, Rizmoon Nurul