p-Index From 2021 - 2026
21.395
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Ilmu Lingkungan Tunas Geografi Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Pendidikan Geografi JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Pengembangan Kota Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) REKAYASA Al Ishlah Jurnal Pendidikan Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Geografi Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan IHiS (Indonesian Historical Studies) Jurnal Basicedu EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Innovative Science Education Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi SAP (Susunan Artikel Pendidikan) STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi) JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Edu Sciences Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Jurnal Basicedu Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi GEOFORUM Jurnal Geografi dan Pendidikan Geografi Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti JENDELA PENGETAHUAN Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Arumbai Journal of Data Analytics, Information, and Computer Science (JDAICS) Journal of Innovative Science Education Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Arumbai Paramita: Historical Studies Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

The Impact of E-Learning Practices and Assessment Competency on Academic Performance: A Structural Equation Modeling Approach Leuwol, Ferdinand Salaomo; Lasaiba, Mohammad Amin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 2 (2026): In Progress June 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i2.7560

Abstract

E-learning has become an essential component of higher education, yet its contribution to academic performance depends not only on digital learning practices but also on students’ assessment competency. This study examined the effects of e-learning practices, assessment knowledge, assessment skills, and attitudes toward assessment on undergraduate students’ academic performance. A quantitative correlational survey design was employed involving 440 undergraduate students from four teacher education programs at Pattimura University, Indonesia. Data were collected using a structured questionnaire measuring e-learning practices and three dimensions of assessment competency: knowledge, skills, and attitudes. Students’ academic performance was measured using Grade Point Average (GPA). The data were analyzed using Structural Equation Modeling to evaluate the measurement model and test the hypothesized relationships among variables. The findings showed that e-learning practices had a positive and significant effect on academic performance. Assessment knowledge, assessment skills, and attitudes toward assessment also significantly predicted students’ GPA. The measurement model demonstrated acceptable reliability and convergent validity, indicating that the indicators adequately represented the proposed constructs. The structural model confirmed that both digital learning practices and assessment competency contributed to students’ academic achievement. These findings suggest that effective e-learning implementation should be supported by students’ ability to understand assessment criteria, use feedback, and develop positive attitudes toward assessment. Universities should strengthen digital learning systems while integrating assessment literacy into teaching and learning practices. The study provides empirical evidence for improving technology-supported learning in higher education, particularly in developing contexts where e-learning quality and assessment capacity remain uneven.
Gerakan Peduli Lingkungan melalui Aksi Bersih Kali Kolmor oleh Mahasiswa Pecinta Alam GEMPA di Desa Poka Lasaiba,, Mohammad Amin; Riry, Johan
Jurnal Pengabdian Arumbai Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arumbai.vol4.iss1.pp40-52

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran sejarah di wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan artefak dan narasi lokal, namun belum dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah membangun partisipasi masyarakat dan sekolah dalam pelestarian sejarah lokal melalui pengembangan museum mini dan pameran keliling “Jejak Sejarah Pulau-Pulau Kecil Maluku”. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, observasi lapangan, lokakarya co-design, pelatihan pemandu, serta evaluasi kuantitatif dan kualitatif berbasis model tindakan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran sejarah siswa sebesar 32% dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya meningkat signifikan. Museum mini dan pameran keliling terbukti efektif sebagai media edukasi publik dan penguat identitas budaya. Program ini memperlihatkan pendekatan inovatif dalam pengabdian masyarakat berbasis budaya yang dapat direplikasi di daerah kepulauan lain. Implikasinya, kegiatan ini mendukung integrasi sejarah lokal ke dalam kurikulum pendidikan dan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara kampus, sekolah, dan komunitas.
Pembelajaran Geografi Berbasis Wisata Edukasi dalam Mendukung Sekolah Ramah Lingkungan di SMA Negeri 4 Ambon Manakane, Susan Evelin; Lasaiba, Johan Riry, Mohammad Amin
Jurnal Pengabdian Arumbai Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arumbai.vol4.iss1.pp79-91

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan wisata edukasi sebagai media pembelajaran geografi serta masih terbatasnya kesadaran lingkungan peserta didik di wilayah pesisir Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan pesisir, literasi spasial, dan kepedulian lingkungan melalui pembelajaran geografi berbasis wisata edukasi di SMA Negeri 4 Ambon. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kontekstual melalui observasi lapangan, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis lingkungan, aksi bersih pantai, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan meliputi 35 siswa dan guru geografi yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep wisata edukasi dan lingkungan pesisir, meningkatnya partisipasi dalam pembelajaran lapangan, serta terbentuknya sikap peduli lingkungan melalui pengalaman belajar langsung. Program ini membuktikan bahwa wisata edukasi dapat menjadi media pembelajaran geografi yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Gerakan Peduli Lingkungan melalui Aksi Bersih Kali Kolmor oleh Mahasiswa Pecinta Alam GEMPA di Desa Poka Lasaiba,, Mohammad Amin; Riry, Johan
Jurnal Pengabdian Arumbai Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arumbai.vol4.iss1.pp40-52

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran sejarah di wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan artefak dan narasi lokal, namun belum dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah membangun partisipasi masyarakat dan sekolah dalam pelestarian sejarah lokal melalui pengembangan museum mini dan pameran keliling “Jejak Sejarah Pulau-Pulau Kecil Maluku”. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, observasi lapangan, lokakarya co-design, pelatihan pemandu, serta evaluasi kuantitatif dan kualitatif berbasis model tindakan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran sejarah siswa sebesar 32% dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya meningkat signifikan. Museum mini dan pameran keliling terbukti efektif sebagai media edukasi publik dan penguat identitas budaya. Program ini memperlihatkan pendekatan inovatif dalam pengabdian masyarakat berbasis budaya yang dapat direplikasi di daerah kepulauan lain. Implikasinya, kegiatan ini mendukung integrasi sejarah lokal ke dalam kurikulum pendidikan dan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara kampus, sekolah, dan komunitas.
Pembelajaran Geografi Berbasis Wisata Edukasi dalam Mendukung Sekolah Ramah Lingkungan di SMA Negeri 4 Ambon Manakane, Susan Evelin; Lasaiba, Johan Riry, Mohammad Amin
Jurnal Pengabdian Arumbai Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arumbai.vol4.iss1.pp79-91

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan wisata edukasi sebagai media pembelajaran geografi serta masih terbatasnya kesadaran lingkungan peserta didik di wilayah pesisir Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan pesisir, literasi spasial, dan kepedulian lingkungan melalui pembelajaran geografi berbasis wisata edukasi di SMA Negeri 4 Ambon. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kontekstual melalui observasi lapangan, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis lingkungan, aksi bersih pantai, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan meliputi 35 siswa dan guru geografi yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep wisata edukasi dan lingkungan pesisir, meningkatnya partisipasi dalam pembelajaran lapangan, serta terbentuknya sikap peduli lingkungan melalui pengalaman belajar langsung. Program ini membuktikan bahwa wisata edukasi dapat menjadi media pembelajaran geografi yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Dampak Aktivitas Manusia terhadap Kondisi Wilayah Rawan Longsor di Batu Koneng, Kota Ambon Fatmawati Tamher; Edward Gland Tetelepta; Mohammad Amin Lasaiba
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp120-131

Abstract

Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi pada wilayah perbukitan dengan karakteristik lereng curam, kondisi tanah yang mudah mengalami perubahan, dan curah hujan tinggi. Batu Koneng, Kota Ambon, termasuk kawasan yang memiliki tingkat kerawanan longsor tinggi akibat kombinasi faktor fisik wilayah dan meningkatnya aktivitas manusia dalam pemanfaatan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kondisi wilayah rawan longsor di Batu Koneng serta mengidentifikasi upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terhadap 15 informan yang terdiri atas aparat dusun, tokoh masyarakat, dan warga setempat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik wilayah Batu Koneng ditandai oleh kemiringan lereng yang curam, tanah hasil pelapukan, berkurangnya vegetasi penahan lereng, dan sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal. Aktivitas manusia berupa pembangunan permukiman pada area lereng, pembukaan lahan, pemotongan dan penimbunan tanah (cut and fill), serta pengelolaan drainase yang kurang baik berkontribusi terhadap perubahan kondisi fisik lereng, peningkatan erosi, dan bertambahnya kerentanan longsor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko longsor tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik fisik wilayah, tetapi juga oleh intensitas pemanfaatan lahan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, penguatan vegetasi lereng, perbaikan sistem drainase, pengendalian pembangunan pada kawasan berisiko, serta peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat perlu diintegrasikan dalam strategi mitigasi guna mendukung pengelolaan lingkungan yang aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Desa Kufar Kecamatan Tutok Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur Siti Saleha Fatlira; Mohammad Amin Lasaiba,; Edward Gland Tetelepta
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp59–69

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki peran penting secara ekologis dan sosial ekonomi, namun mengalami penurunan kualitas akibat tekanan lingkungan dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan, serta menentukan faktor yang paling dominan di perairan Desa Kufar, Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir dan nelayan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang mengalami degradasi yang ditandai oleh kerusakan fisik, pemutihan karang, serta penurunan populasi ikan karang. Faktor penyebab terdiri dari faktor alami seperti peningkatan suhu, sedimentasi, dan predator alami, serta faktor antropogenik seperti penangkapan ikan destruktif, penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan, dan pencemaran laut. Temuan utama menunjukkan bahwa aktivitas manusia menjadi faktor paling dominan karena bersifat terus-menerus dan berdampak lebih besar dibandingkan faktor alami. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis persepsi masyarakat dalam mengungkap dinamika kerusakan terumbu karang di wilayah yang minim data kuantitatif, sekaligus memberikan kontribusi pada penguatan analisis sosial-ekologis dalam kajian pesisir. Implikasinya, diperlukan pengelolaan berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan aktivitas perikanan, serta kebijakan lingkungan yang lebih tegas, dengan rekomendasi penerapan praktik penangkapan ramah lingkungan dan program edukasi berbasis komunitas. Kata kunci: terumbu karang, kerusakan ekosistem, faktor antropogenik
Pemahaman Masyarakat Terhadap Tingkat Kerentanan Bencana Gempa Bumi di Desa Kairatu Delila Patotnem; Mohammad Amin Lasaiba,; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp176–195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kerentanan bencana gempa bumi di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang berada pada kawasan rawan aktivitas tektonik Sesar Seram. Kondisi geografis tersebut menyebabkan masyarakat rentan mengalami dampak fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis akibat kejadian gempa bumi yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap kerentanan bencana gempa bumi di Desa Kairatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert kepada 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai penyebab, dampak, dan upaya penanggulangan bencana gempa bumi. Namun, tingkat kesiapsiagaan masyarakat masih tergolong rendah, terutama dalam aspek mitigasi dan penanganan pascabencana. Masyarakat cenderung melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dianggap aman ketika terjadi gempa bumi. Selain itu, proses pemulihan pascabencana dilakukan melalui pendekatan psikologis, keagamaan, ekonomi, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat berperan penting dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana pada wilayah rawan gempa bumi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kebencanaan, simulasi mitigasi secara berkala, serta penyediaan akses informasi kebencanaan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di masa mendatang. Kata Kunci: pemahaman masyarakat, kerentanan bencana, gempa bumi
Analisis Dampak Galian C Pada Lingkungan Di Desa Benjina Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru Sensya Saitian; Mohammad Amin Lasaiba,; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp59–78

Abstract

Abstrak (Bahasa Indonesia) Aktivitas pertambangan galian C berupa pasir dan batu di wilayah pesisir Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru terus meningkat seiring kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas pertambangan galian C terhadap kondisi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar kawasan tambang serta pekerja tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya jasa transportasi lokal, serta meningkatnya aksesibilitas material bangunan dengan harga yang lebih terjangkau. Harga pasir berkisar Rp200.000–Rp500.000 per kubik, sedangkan batu kerikil berkisar Rp10.000–Rp15.000 per karung. Di sisi lain, aktivitas pertambangan menyebabkan abrasi pantai, sedimentasi perairan, kerusakan jalan desa, meningkatnya debu dan kebisingan lingkungan, penurunan kualitas tanah, serta terganggunya habitat flora dan fauna pesisir. Aktivitas pertambangan juga memengaruhi kenyamanan permukiman dan perubahan pola sosial masyarakat sekitar kawasan tambang. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan rakyat memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, namun berpotensi menurunkan kualitas lingkungan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan pemerintah, rehabilitasi kawasan pesisir, dan pengelolaan tambang berbasis lingkungan guna menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan pesisir. Kata kunci: pertambangan galian C, dampak lingkungan, sosial ekonomi masyarakat
Produktivitas Rumput Laut Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Masyarakat di Desa Namtabung Kabupaten Kepulauan Tanimbar Stevi L. Oratmangun; Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp148–162

Abstract

Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi pesisir yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Namtabung, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap hasil budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas budidaya rumput laut dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat produktivitas rumput laut di wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif yang didukung data kualitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Populasi penelitian berjumlah 40 petani rumput laut di Desa Namtabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Produktivitas rumput laut dipengaruhi oleh kondisi perairan, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, teknologi budidaya, serta fluktuasi harga pasar. Pendapatan dari usaha budidaya rumput laut mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam pengelolaan budidaya rumput laut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi unggulan masyarakat pesisir sehingga perlu didukung melalui peningkatan teknologi budidaya, pelatihan masyarakat, akses permodalan, serta penguatan sistem pemasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Produktivitas, Rumput Laut, Budidaya, Kesejahteraan Masyarakat, Pendapatan Masyarakat
Co-Authors Abdul Muin Aboda, Monika Ahmad Rifai Alnursa, Darling Surya Amjad Salong Ansiska, Paisal Arman Man Arfa Asep Asrul Asrul Buton, Idawati Daada, Santi Dawan, Fahri Delila Patotnem Difinubun, Megawati Djamila Lasaiba Dumgair, Ondry Gerson Edward Gland Tetelepta Emma Rumahlewang Fatmawati Tamher Ferdinand Salomo Leuwol Fransina Latumahina Gland Tetelepta, Edward Hajirun Arfa Halatu, Yosepus Anthony Halawa, Febermen Hallatu, Yosepus Helwend, Joseba Kristina Iwamony, Grinalda Selfy Kadung, Gerardus Kamalatu, Yesty Kelderak, Nurwahida Kelibia, Zaqia Zulfa Kilian, Fijay Lambertus J Lokollo Lambertus J. Lokollo Lasaiba, Chica Felisia Lasaiba, Djamila Lasaiba, Irvan Lekatompessy, Elyana Imel Lendra S Pattikawa Lesilawang, Siti Leuwol, Ferdinand Salaomo Leuwol, Ferdinand Salomo Liline, Norina Limahuey, Rafie Lokollo, Lamberthus J Lokolo, ‪Lamberthus J Lulang, Rugaya Lumasiang, Yandro Mahulauw, Ahmad Yasin Man Arfa, Arman Manarfa, Arman Manik, Kresna Marakey, Yoan Florensia Maria T P Melwair Maruwemay, Merel Masbaitubun, Elma Thiansi Masuku, Rulli Matly, Maria Lidwina Mauleky, Daniel W. Melianus Salakory, Melianus Nadira, Nadira Noya., Ferdinanda S Nur Faida, Nur Nurdani, Kamalia Nurlaila Tuanany, Nurlaila Nussy, Dessy Natallia ode, Nirmala Oktoyoki, Hefri Osok, Rafael M Paisal Ansiska Partini, Dwi Pattiasina, Johan Pattipelohy, Wendy Pelmelay, Dorce Lerin Pinoa, Herwic Pinoa, W S Pinoa, Wiclif Sephnath Pratiwi, Nur Muslimah Pulamajen, Feronika Putri, Wa R Kempa Rafael Marthinus Osok Rahangmetan, Delly Angel Patrecia Rakuasa, Heinrich Ramean, Habisi Rehatta, Geradin Ren-El, Sridevi Riry, Robert Berthy Riry, Roberth Berth Robert Berthy Riry Roberth B. Riry Roberth Berthy Riry Rudolf Kempa, Rudolf Rumahlewang, Emma Rumodar, Ida Royani Sakallessy, Gracellia Salomo Leuwol, Ferdinand Sapulette, Pricilla Jecika Gland Sarbunan, Maria E. J. Seleky, Neni Filian Sensya Saitian Sether, Rasni Sihasale, Daniel Anthoni Sihasale, Daniel Antoni Silaratubun, Seli U Silaratubun, Seli Umi Siti Saleha Fatlira Solissa, Filein Ceta Stevi L. Oratmangun Suatrat, Andhyagis Susan E. Manakane, Susan E. Susan Evelin Manakane Syawal Sandia Tasidjawa, Romen Tawey G Ratumanan Tetelepta, Edward Gland Titisay, Antonia Toatubun, Damiana Toker, Stefani Touwe, Sem Umabaihi, Riyanti Ungalesi, Surita Uwen, Aldi Waatwahan, Julius Denis Wala, Ardi WIDYANTI, SRI Yamco, Yuliana Yunita Taponsabi