Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Dan Upaya Guru Dalam Mengatasinya Pada Siswa Kelas II SDN Sendangguwo 02 Agustina Nurul Islami; Lina Putriyanti; Kiswoyo
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4737

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan dan upaya guru dalam mengatasinya pada siswa kelas II SDN Sendangguwo 02. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian mencakup siswa kelas II SDN Sendangguwo 02, dengan data diperoleh dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi menyoroti proses pembelajaran membaca, sementara wawancara menggali keterampilan literasi serta hambatan dan dukungannya. Data dianalisis secara kontinu melalui tiga tahap: reduksi, penyajian, dan verifikasi data mengacu pada teori Miles dan Huberman. Keterampilan literasi membaca siswa kelas II SDN Sendangguwo 02 menunjukkan tingkat yang beragam. Sebagian besar sudah memiliki keterampilan yang cukup baik, namun terdapat 6 siswa yang memiliki kesulitan membaca, khususnya dalam mengenali huruf, suku kata, kelancaran membaca, dan pemahaman kata. Strategi pembelajaran guru seperti penggunaan media interaktif, metode eja, remidial membaca, dan tes diagnostik. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya minat belajar  membaca siswa, minimnya peran orang tua, serta kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti “b” dan “d”.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Seni Tari Berbasis Etnopedagogi Kelas IV Sekolah Dasar Degi Rindia Yani; Prasena Arisyanto; Lina Putriyanti
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4752

Abstract

Kurangnya pengembangan perangkat pembelajaran seni tari dilatarbelakangi kurangnya keterampilan khusus guru dalam seni tari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran Seni Tari berbasis Etnopedagogi serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan 25 siswa kelas IV SD Supriyadi 02. Data diperoleh melalui kegiatan studi dokumentasi, observasi, wawancara, angket, dan hasil analisis uji coba. Kelayakan perangkat pembelajaran ditunjukkan melalui hasil persentase rata-rata ahli perangkat pembelajaran sebesar 94,2% dengan kriteria “sangat layak” dan hasil persentase rata-rata ahli materi sebesar 92,5% dengan kriteria “sangat layak”. Kepraktisan perangkat pembelajaran berada pada kategori sangat layak berdasarkan hasil angket respon guru memperoleh persentase nilai sebesar 100% dan hasil angket respon siswa memperoleh persentase nilai sebesar 98,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Seni Tari berbasis Etnopedagogi kelas IV SD memudahkan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Seni Tari.
Analisis Kemampuan Belajar Menulis Cerpen Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Tema Kehidupan Sehari-Hari Siswa Kelas V Sekolah Dasar: Septanti Yuniken Rahmasari; Lina Putriyanti; Singgih Adhi Prasetyo
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis cerpen siswa kelas V SDN Katonsari 1 Demak, mengidentifikasi kesulitan serta faktor-faktor yang memengaruhinya, dan mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran menulis cerpen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas dan 20 siswa kelas V. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis cerpen siswa berada pada kategori cukup baik. Sebagian besar siswa telah mampu menentukan tema, menyusun judul, dan mengembangkan struktur cerita sederhana berdasarkan pengalaman sehari-hari. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun alur yang runtut, mendeskripsikan tokoh dan latar, serta menggunakan ejaan dan kosakata secara tepat. Faktor internal dan eksternal turut memengaruhi kemampuan menulis siswa. Guru berperan penting sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, dan evaluator dalam mendukung keberhasilan pembelajaran menulis cerpen.
Effects of EduCube Inquiry-Based Learning on Elementary Students' Cube Spatial Visualization, Learning Interest, and Mathematics Achievement: A Quasi-Experimental Study Dwi Cahyanti Alfiah; Achmad Buchori; Lina Putriyanti
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1534

Abstract

Spatial visualization is fundamental for elementary geometry learning, yet many students struggle to interpret three-dimensional cube structures because instruction remains dominated by teacher-centered approaches and two-dimensional representations. Although inquiry-based learning, concrete manipulatives, and spatial reasoning have shown educational outcomes, limited empirical evidence has examined their integration while simultaneously investigating students' spatial visualization, learning interest, and mathematics achievement. Accordingly, this study investigated the effects of inquiry-based learning assisted by colorful cube manipulatives on sixth-grade students' learning interest, spatial visualization achievement, and learning responses. A quasi-experimental Matching Only Pretest–Posttest Control Group Design involved 58 sixth-grade students selected through purposive sampling, with 29 students in the experimental group and 29 in the control group. Data were collected using achievement tests, learning-interest and student-response questionnaires, observations, interviews, and documentation and analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, paired- and independent-samples t-tests, normalized gain (N-Gain), and Cohen's d. Significantly higher learning-interest and posttest achievement scores were obtained by the experimental group than by the control group (p < .001). Moderate-to-high learning gains were achieved by 87.9% of students, while average student-response score reached 84.25%, indicating positive perceptions of the learning model. Inquiry-based learning supported by colorful cube manipulatives offers a promising approach for active, meaningful mathematics instruction. Findings should be interpreted considering intact classes from two schools, the absence of random assignment, and post-intervention measurement of learning interest. Results provide empirical evidence supporting the integration of structured inquiry and concrete manipulatives to enhance elementary students' spatial visualization, learning interest, and mathematics achievement.
Resonansi Emosional dan Religius dalam Puisi “Akan ke Manakah Angin” Karya Emha Ainun Nadjib: Analisis dengan Pendekatan Emotif Intan Lenida; Shefira Apriliani Permatasari; Lina Putriyanti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resonansi emosional dan religius dalam puisi “Akan ke Manakah Angin” karya Emha Ainun Nadjib dengan menggunakan pendekatan emotif. Puisi ini dipilih karena kekuatan ekspresinya yang melibatkan simbol alam dan suasana batin yang mendalam. Pendekatan emotif digunakan untuk mengungkap makna yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan melalui analisis struktural atau semantik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi terhadap teks puisi dan literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi melankolis, gaya bahasa metaforis, dan simbol alam dalam puisi ini membentuk lanskap batin yang sarat kerinduan dan pencarian spiritual. Resonansi emosional muncul melalui keterlibatan pembaca dalam suasana batin penyair, sementara resonansi religius hadir secara subtil melalui simbol-simbol transendental yang merepresentasikan hubungan manusia dengan Tuhan. Pendekatan emotif terbukti relevan dalam mengungkap kedalaman makna puisi religius Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan apresiasi sastra dengan menekankan pentingnya keterlibatan emosional dan spiritual dalam pembacaan puisi.
Penerapan Nilai Karakter Religius melalui Pembiasaan Salat Duha dan Pembacaan Asmaul Husna di SDN Palebon 03 Semarang Resti Kalpika; Mei Fita Asri Untari; Lina Putriyanti
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.73869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai karakter religius melalui pembiasaan salat duha dan pembacaan Asmaul Husna, mendeskripsikan nilai-nilai karakter religius siswa yang berkembang serta mengetahui dampak yang muncul dari pembiasaan terhadap sikap dan perilaku siswa di SDN Palebon 03 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi pedoman observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru PAI, dan siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui pengambilan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Kemudian, keabsahan data didapatkan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat duha dan pembacaan Asmaul Husna dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, dengan melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru. Nilai-nilai karakter religius yang berkembang antara lain hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal nafsi. Pembiasaan kegiatan religius memberikan dampak positif terhadap kedisiplinan, kebiasaan beribadah, perilaku sopan santun, serta kemampuan mengendalikan diri siswa. Oleh karena itu, pembiasaan kegiatan religius melalui pelaksanaan salat duha dan pembacaan Asmaul Husna memiliki peran efektif dalam membentuk karakter religius siswa, meskipun masih memerlukan penguatan yang berkelanjutan pada aspek kedisiplinan dan konsistensi dalam pelaksanaannya untuk mencapai hasil yang optimal.