Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Studi Pertumbuhan Karang (Acropora formossa) yang ditransplantasi dengan Metode Ikat dan Gantung di Perairan Desa Labuan Beropa Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan Hidayat, Hidayat; Oetama, Dedy; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode transplantasi karang yang tepat diharapkan dapat mendukung kegiatan pemulihan ekosistem terumbu karang yang rusak dan budidaya karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju pertumbuhan karang (A. formossa) yang ditransplantasi dengan metode ikat dan gantung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai September 2019  di perairan pesisir Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Fragmen karang ditransplantasi  pada media rangka besi berbentuk meja dengan menggunakan metode ikat dan metode gantung.  Data yang dikumpulkan meliputi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang transplant, serta parameter lingkungan (suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus). Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil pengamatan menujukkan bahwa laju pertumbuhan fragmen karang yang ditransplantasi dengan metode ikat berkisar 9,2-20,6 mm/2 bulan  sedangkan metode gantung berkisar 7,6-26 mm/2 bulan. Tampaknya metode gantung lebih fleksibel terhadap pengaruh hidrodinamika sehingga menghambat perkembangan alga yang menempel dan lebih tahan terhadap pengaruh gelombang . Tingkat kelangsungan hidup karang transplan berkisar 60,87 - 73,91 % pada metode ikat dan 86,96 - 95,65 % pada metode gantung.  Nilai parameter lingkungan perairan selama penelitian yaitu suhu 27-31 oC, salinitas 30-31 ppt, kecerahan 16,9-17,5 m, kecepatan arus 0,034-0,065 m/s.Kata Kunci: transplantasi karang, laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, karang hias, budidaya karang
KERAPATAN DAN PENUTUPAN LAMUN PADA DAERAH TANGGUL PEMECAH OMBAK DI PERAIRAN DESA TEREBINO PROPINSI SULAWESI TENGAH Ira Ira; Dedi Oetama; Juliati Juliati
AQUASAINS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.292 KB)

Abstract

Waters Terebino village has afairly extensive seagrass. However, since thebreakwater, seagrass density and percentcover is changes. This study aims to lookat the seagrass density and percent coveron a breakwater area. Results are expectedto provide useful information and relevantparties in an effort to manage a sustainablemarine biological resources and as a comparisonfor future research. Determinationof the presence of seagrass station basedaround a breakwater and compare with seagrasswhich there is no breakwater. Researchmethods using transect quadrant 50x 50 cm. The results showed that in thearea of seagrass that no breakwater dikehas a density and percent cover two timeshigher than the seagrass area contained abreakwater.
Perbandingan Pertumbuhan Fragmen Karang Acropora sp. yang Ditransplantasi Menggunakan Metode Ikat dan Metode Gantung Dedy Oetama; Mustafa, Ahmad; Oetama, Dedy; Sidiq, Azwar
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i1.11527

Abstract

Motivasi penelitian ini adalah untuk menemukan metode transplantasi yang tepat bagi budidaya karang hias. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup fragmen karang yang ditransplantasi menggunakan metode ikat dan gantung. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 sampai 2019 di perairan Labuan Beropa Kabupaten Konawe Selatan. Pada metode ikat fragmen karang diikat pada tonjolan rangka besi media transplantasi yang telah disiapkan, sedangkan pada metode gantung fragmen karang digantung pada rangka media transplantasi. Fragmen karang yang diuji pada Tahun pertama (F1) berasal dari koloni alami, tahun kedua (F2) dari koloni hasil transplantasi tahun pertama dan tahun ketiga (F3) dari koloni hasil transplantasi tahun kedua. Parameter yang diamati adalah tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata-rata pertambahan panjang fragmen karang yang ditransplantasi dengan metode ikat dalam 6 bulan adalah 51,9 mm hingga 58,9 mm, sedangkan pada metode gantung adalah 41,6 mm sampai 76,6 mm. Tingkat pertumbuhan fragmen karang F1 dan F2 lebih tinggi pada metode gantung sedangkan pada fragmen F3 pertumbuhan lebih tinggi pada metode ikat. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang menggunakan metode gantung berkisar 82,61% - 100%, sedangkan pada metode ikat berkisar 51,61- 82,93%.
Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Wisata Pantai Pulau Kondo Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana Dedy Oetama; S, Firman; Yasidi, Farid; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata pantai yang merupakan salah satu jenis pariwisata yang berkembang di Indonesia karena keindahan alammnya. Pantai Pulau Kondo merupakan destinasi wisata bahari yang diresmikan pada tanggal 16 September 2017 dalam kegiatan Sapta Pesona. Pantai Pulau Kondo berada di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombanana Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – November 2018, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian wisata pantai dan daya dukung untuk rekreasi di Pantai Pulau Kondo. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan data atau informasi serta masukan terhadap pemerintah dalam melakukan pengembangan maupun pembangunan di Pantai Pulau Kondo. Parameter yang diukur adalah kedalaman, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, penanganan sampah, kecerahan perairan, biota berbahaya dan ketersediaan air tawar.  Rata-rata nilai IKW Pantai Pulau Kondo adalah 78,13% serta nilai DDK 519 jiwa dengan pemanfaatan luas area 50 m2/orang untuk waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari sebagai acuan tetap memperhatikan kenyamanan dan kelestarian kawasan wisata pantai.Kata Kunci: Kesesuaian Wisata, Daya Dukung, Pulau Kondo
Kelimpahan dan Distribusi Kerang Kima (Tridacnidae) di Perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi- wangi, Selatan Kabupaten Wakatobi Arfiaddin Saputra; Abdul Hamid; Dedy Oetama
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai bulan Januari 2021 di perairan Desa Matahora Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan distribusi kerang kima (Tridacnidae) berdasarkan kedalaman. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan interval waktu pengambilan sampel dua kali dalam satu bulan pada kedalam 1 meter dan 5 meter. Jenis-jenis kerang kima yang ditemukan di perairan Desa Matahora adalah Tridacna crocea, T. maxima, T. squamosa dan Hippopus sp. Kelimpahan kerang kima yang ditemukan pada kedalaman 1 meter berkisar 0,023-0,095 ind/m2 dan pada kedalaman 5 meter berkisar 0,067-0,153 ind/m2 dengan pola distribusi pada kedua kedalaman tersebut dikategorikan seragam atau tersebar secara merata dan teratur. Kata kunci: kerang kima, kelimpahan, pola distribusi, Wakatobi.
Status Pencemaran Sungai Kambu di Kota Kendari dengan Menggunakan Makrozoobenthos sebagai Bioindikator Ersani Ersani; Utama Kurnia Pangerang; Dedy Oetama
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status pencemaran Sungai Kambu di Kota Kendari berdasarkan keanekaragaman makrozoobenthos, spesies indikator, dan beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, Oksigen terlarut, BOD, dan COD. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2020. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun yang mewakili karakteristik sungai dan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan dengan interval waktu selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan total makrozoobenthos yang ditemukan berjumlah 12 famili dan 14 genus, dengan 8 organisme tergolong makrozoobenthos indikator. Makrozoobenthos indikator yang ditemukan rata mengindikasikan bahwa ke ketiga titik pengambilan sampel tergolong kriteria baik sampai sedang. Sementara hasil analisis indeks keanekaragaman dan analisis kualitas air menunjukkan bahwa semakin ke hilir, kondisi perairan Sungai Kambu semakin buruk.Kata kunci: pencemaran, sungai, makrozoobenthos, bioindikator.
PENGELOLAAN PESISIR LALOWARU MELALUI PEMBUATAN KEBUN BIBIT MANGROVE JENIS RHIZOPHORA SP. Dedy Oetama; Tezza Fauzan Hasuba; Haslianti; Yustika Intan Permatahati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18073

Abstract

This community service activity is carried out to produce a mangrove garden which is a reference for managing mangrove ecosystems on the coast of Lalowaru Village, Southeast Sulawesi. This activity aims to educate and train the community to preserve the mangrove ecosystem. The activity method is carried out in 2 ways: the lecture method in outreach activities to the community about the importance of the mangrove ecosystem and the participatory method in mangrove planting training activities. All activities run well and smoothly, which can be measured by indicators of activity success; there is an increase in understanding during socialization and enthusiasm and community participation at the time of planting mangroves. --- Kegiatan ini dilakukan untuk menghasilkan kebun mangrove yang menjadi acuan pengelolaan ekosistem mangrove di pesisir Kelurahan Lalowaru Sulawesi Tenggara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi sekaligus melatih masyarakat untuk memelihara kelestarian ekosistem mangrove. Metode kegiatan dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode ceramah pada kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove dan metode partisipatori pada kegiatan pelatihan penanaman mangrove. Semua kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang dapat diukur dengan indikator keberhasilan kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman pada saat dilakukan sosialisasi dan antusias serta partisipasi masyarakat pada saat penanaman mangrove.
Density and Composition of Species Clam (Tridacna sp.) Based on Coral Cover Conditions in Wawosunggu Waters, Konawe Regency Ridwan Iskandar; Ermayanti Ishak; Dedy Oetama
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.4834

Abstract

Kima is one of the protected marine resources. It has an ecological role as a water bio-filter and a symbiotic mutualism with coral reef ecosystems. The purpose of the research was to find out of species density and composition of clams (Tridacna sp.) based on the coral coverage on the waters island of Wawosunggu, South Konawe. The study was conducted in September 2022. Sampling was carried out at 3 observation stations based on habitat characteristics. The observing method used a transect belt/swept area. Data in the form of density, relative abundance of clams, and percentage of coral cover analyze by using MS software. Excel 2010. The number of clams obtained was 155 individuals consisting of 3 types, namely Tridacna maxima, T. squamosa, and T. crocea. The totally density (totals from species and locations) was 0.10 individuals/m2. The composition of all types of clams ranges from 25-56%. The percentage of coral cover obtained was grouped into 4 categories, namely fleshy seaweed/algae, hard coral, abiotic, and other biotic. The percentage of coral cover at all stations was dominated by the hard coral category (Acropora sp. and non Acropora sp.) with water quality conditions that supported the presence of clams and coral reefs.
Potensi dan Arahan Pengembangan Kampung Wisata Bahari Berbasis Produk Unggulan Mutiara di Kelurahan Palabusa Kota Baubau La Ode Abdul Rajab Nadia; Dedy Oetama; Muhaimin Hamzah; Amadhan Takwir; Muhammad Trial F. Erawan
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.115-130

Abstract

Pembangunan pariwisata terintegrasi sektor andalan dan diversifikasi produk dan jasa merupakan salah satu arahan pembangunan daerah Kota Baubau. Salah satu model yang akan dikembangkan adalah kampung wisata berbasis produk unggulan mutiara. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji potensi kawasan dan perencanaan layout kampung wisata bahari berbasis produk unggulan mutiara di Kelurahan Palabusa. Metode pengumpulan data meliputi (1) survei terkait isu dan permasalahan pengembangan pariwisata berbasis pemanfaatan sumber daya perikanan, (2) Focus Group Discussion terfokus oleh beberapa multipihak terkait isu yang dikaji (3) verifikasi dan evaluasi hasil yang diperoleh di lapangan. Kondisi potensi sumber daya alam tersebut akan didokumentasikan. Metode analisa data mencakup analisis spasial, analisis pengembangan kawasan wisata dan tata letak (layout). Berdasarkan hasil analis spasial bahwa wilayah perairan laut yang masih dapat dikembangkan sebagai area budi daya kerang mutiara di Palabusa masih tersedia kurang lebih 61,23 hektar. Saat ini, area budi daya existing secara total baru mencapai 22,22 hektar yang terdiri atas 4,06 wilayah budi daya existing oleh masyarakat lokal dan sekitar 18,16 hektar wilayah budi daya milik PT. Selat Buton. Dari luas efektif tersebut, jika diasumsikan dimanfaatkan sebesar 25% saja, maka akan menampung jumlah keramba ukuran 6×12 meter sebanyak 138 unit. Hasil layout pengembangan kawasan mencakup ruang penerimaan, ruang pelayanan, ruang penyangga, ruang budi daya, ruang wisata/pelayanan, jalur sirkulasi, ruang konservasi situs sejarah. Model pengembangan kampung wisata di Palabusa mencakup ekonomi dan lingkungan, berbasis masyarakat dan keterlibatan multipihak.
Pengelolaan Kawasan Budidaya Kerang Mutiara melalui Pendekatan Daya Dukung di Pesisir Palabusa Kota Baubau La Ode Abdul Rajab Nadia; Dedy Oetama; Amadhan Takwir; Laode Muhamad Hazairin Nadia
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/

Abstract

Kerang Mutiara merupakan salah satu komoditi dari sektor perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek pengembangan usaha dimasa datang. Usaha budidaya kerang mutiara masih terbatas pada perusahaan besar yang kebanyakan penanam modal asing. Di sisi lain ada permasalahan yang dihadapi yaitu pemanfaatan wilayah pesisir secara besar-besaran tanpa memperhatikan kesesuaian dan daya dukung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perairan bagi pemanfaatan budidaya kerang mutiara, menghitung nilai kesesuaian dan daya dukung lingkungan perairan untuk kegiatan budidaya laut kerang mutiara. Penelitian ini dilaksanakan di pesisir Palabusa Kota Baubau pada bulan Agustus - November 2019 melalui metode survei lapangan dan data sekunder. Analisis data meliputi analisis karakteristik perairan, analisis kesesuaian dan daya dukung lingkungan perairan serta analisis spasial. Kondisi parameter kualitas air layak untuk budidaya kerang mutiara, mencakup: kecepatan arus, materi padatan tersuspensi, kedalaman perairan, fitoplankton, oksigen terlarut, kecerahan perairan, salinitas perairan, suhu perairan, klorofil-a, dan pH perairan. Hasil analisis kesesuaian menunjukkan bahwa pemanfaatan Kawasan pesisir untuk budidaya kerang mutiara di pesisir Palabusa Kota Baubau dikategorikan menjadi tiga kelas kesesuaian, yaitu sangat sesuai (S1) dengan luas 61,23 ha (59,54%), sesuai (S2) dengan luas 28,8 ha d (28,01%), dan tidak sesuai (S3) dengan luas 12,8 ha (12,45%). Daya Dukung Kawasan digambarkan dalam jumlah unit budidaya mutiara pada satu periode budidaya yang mampu didukung oleh lingkungan. Daya dukung untuk kelas kelayakan sangat sesuai (S1) dengan sistem tali rentang berjumlah 36 unit rakit apung berjumlah 72 unit. Kelas kelayakan sesuai (S2) dengan sistem tali rentang berjumlah 18 unit dan rakit apung berjumlah 32 unit.
Co-Authors - Ira . Bahtiar ., Ramaddin A.A. Ketut Agung Cahyawan W ABDUL HAMID Ahmad Mustafa Ahmad Mustafa Al-Qaf, Muhammad Alam Lawelle, Sjamsu Amadhan Takwir Amadhan Takwir Anafi Minmahddun Andi Irwan Nur, Andi Irwan Arami, Hasnia Arfiaddin Saputra Armid Armid Armid Armid Armid, Alrum Arwin, . Asriyana, . Azwar Sidiq Bahtiar, . Chairun Annisa Aryanti Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Erick Nov Putra Ermayanti Ishak, Ermayanti Ersani Ersani Fahmiati Fahmiati Fahmiati Fatmawati, Fatmawati Gurusu, Iklan Halili Halili Handrawan Haslianti Haslianti Haslianti, Haslianti Hasuba, Tezza Fauzan Hidayat Hidayat Hidayat, Herlan Indrayani Indrayani Juliati Juliati La Baco S La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad Yasir Haya Laode Muhamad Hazairin Nadia Laode Muhamad Hazairin Nadia Lawelle, Sjamsu Alam Maindo, Anas Salidi Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhamad Alim Mahardi Muhamad Alim Marhadi Muhammad Fajar Purnama Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammad Zamrun Muhammad Zamrun Firihu Muslim Tadjuddah Permatahati, Yustika Intan Pratikino, A Ginong Rada, Satya Rahim, Sitti Rahmah Rahmadani Rahmadani Ramli, Muh. Ridwan Iskandar Rini Sriyani S, Firman Sadam Husein Sa’ban, Mulyanur Sidiq, Azwar Simuhu, Tabroni Sjamsu Alam Lawelle Sri Susanty Sudarno Sudarno Suherlan, . Tezza Fauzan Hasuba Uniadi Mangidi Utama Kurnia Pangerang Viska Inda Variani Wa Jali Wayan Mustika Yasidi, Farid Yustika Intan Permatahati Yustika Permatahati Intan Permatahati