Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok Dasawisma Pada Deteksi Dini Pertumbuhan Balita Dalam Pencegahan Stunting di Desa Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah Jumiyati, Jumiyati; Krisnasary, Arie; Kusdalinah, Kusdalinah; Yunita, Yunita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15086

Abstract

ABSTRAK Stunting salah satu masalah kesehatan nasional yang memerlukan penanganan secara dini terutama dalam memantau pertumbuhan balita, untuk mengatasi atau pencegahan stunting dapat melibatkan kelompok masyarakat diantaranya kelompok Dasawisma. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan kelompok dasawisma mendeteksi dini pertumbuhan balita dalam pencegahan stunting. Kelompok Dasawisma melakukan secara mandiri dalam mendeteksi dini pertumbuhan balita. Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode cara ceramah, diskusi dan simulasi. Pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini pertumbuhan balita diukur sebelum dan sesudah pelatihan kelompok dasawisma selama 2 hari. Memonitoring dan evaluasi hasil pelatihan dengan melihat pengukuran status gizi terhadap ibu yang mempunyai balita. Ada perbedaan pengetahuan, keterampilan kelompok dasawisma dalam mendeteksi dini pertumbuhan balita sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan nilai p 0.01. Hasil dari deteksi dini pertumbuhan dalam pengukuran status gizi balita pada 68 orang balita diperoleh hasil hampir seluruh balita memiliki status gizi normal 82,4%, pendek 11,8% dan sangat pendek 5,8% yang dilakukan oleh kader dasawisma. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader mengenai deteksi dini stunting. Saran untuk dilakukan pemantauan status gizi secara berkala agar terlacak stunting secara dini sehingga dapat ditanggulangi secara cepat. Kata Kunci: Dasawisma, Deteksi Dini, Pemberdayaan, Stunting  ABSTRACT Stunting is a national health problem that requires early treatment, especially in monitoring the growth of toddlers. To overcome or prevent stunting, community groups can be involved, including the Dasawisma group. This activity aims to increase the knowledge and skills of the dasawisma group in detecting early growth in toddlers in preventing stunting. The Dasawisma group independently detects early growth in toddlers. Community service activities were carried out using lecture, discussion and simulation methods. Knowledge and skills in early detection of toddler growth were measured before and after the dasawisma group training for 2 days. Monitoring and evaluating training results by looking at measuring the nutritional status of mothers with toddlers. There were differences in the knowledge and skills of the dasawisma group in detecting early growth in toddlers before and after being given training with a p value of 0.01. The results of early growth detection in measuring the nutritional status of 68 toddlers showed that almost all toddlers had a normal nutritional status of 82.4%, 11.8% short and 5.8% very short, which was carried out by dasawisma cadres. This service activity was successful in increasing cadres' knowledge and skills regarding early detection of stunting. Suggestions are to monitor nutritional status regularly so that stunting can be tracked early so that it can be overcome quickly. Keywords: Dasawisma, Early Detection, Empowerment, Stunting
HUBUNGAN STATUS GIZI, KONSUMSI VITAMIN A DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS BETUNGAN KOTA BENGKULU Jumiyati, Jumiyati; yolanda, leony mayang; Krisnasary, Arie
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v3i1.626

Abstract

ISPA merupakan Infeksi Saluran Pernafasan Akut yang Berlangsung 14 hari. Saluran Nafas yang dimaksud adalah Organ mulai dari Hidung sampai Alveoli paru beserta Organ adneksanya. Selain dari status gizi, vitamin A juga tidak kalah pentingnya terhadap sistem imunitas.. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi, konsumsi vitamin A dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Betungan, Kota Bengkulu, pada tahun 2022.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama, untuk mengetahui status gizi balita yang terkena penyakit ISPA. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (96.6%) balita yang memiliki status gizi normal. Konsumsi Vitamin A sebagian besar (75.9%) kurang bila dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi. Sebagian besar (69%) balita terkena ISPA. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,093 antara status gizi dengan kejadian ISPA. Dapat disimpulkan tidak adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA. Sedangkan hasil uji statistik antara konsumsi vitamin A dengan kejadian ISPA diperoleh nilai p = 0,000, maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara konsumsi vitamin A dengan Kejadian ISPA pada balita
Survei Pola Konsumsi Protein Hewani, Sayur Dan Status Gizi Pada Mahasiswa Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Nika, Viora Okto; Jumiyati, Jumiyati; Yunita, Yunita
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i1, Juni.2248

Abstract

Background: Data from the World Health Organization (WHO), records that 3.2% of adolescent girls and 5.9% of boys in the Asian adolescent population were obese in 2016. According to global data, 8.4% of adolescent girls and 12.4 % of boys are teenagers who fall into the Underweight category. 2018 Basic Health Research Data (RISKESDAS). Method: The design of this research is cross sectional. The total sample of 52 level 2 health analyst students from the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic was taken using the simple random sampling method. Primary data includes the identity of respondents and consumption patterns of animal protein and vegetables using FFQ and for measuring body height using a microscope and weight using a step scale to determine the nutritional status of students. Results: Based on the research results, it shows that the 52 respondents often consumed 25.0% animal protein and rarely consumed 75.0%. and for vegetable consumption. Based on the research results, it shows that with 52 respondents, 32.7% often consume and rarely consume 67.3%, while nutritional status is underweight 33, normal 8, overweight 6, obese 5. Conclusion: some students have good and bad consumption of animal protein, good and bad vegetable consumption. For parents and respondents to increase the portion of vegetable and animal protein and consume a variety of animal and vegetable types more often as recommended.
Pola Konsumsi Natrium, Pola Tidur, Kebiasaan Merokok Dan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Dewasa Di Pesisir Pantai Kota Bengkulu Mika, Xenia Revira; Jumiyati, Jumiyati; Yuliantini, Emy
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i1, Juni.2249

Abstract

Background: Hypertension has the nickname the Silent Killer because it is deadly but is not accompanied by any previous symptoms. There are two risk factors for hypertension, namely risk factors that can be changed, namely sleep patterns, high sodium consumption, smoking, physical activity, stress, alcohol consumption and coffee consumption. Meanwhile, risk factors cannot be changed, namely age, gender, occupation, family history or heredity. Bengkulu Province Health Profile data for hypertension sufferers in 2018 reached 71,675 people. Meanwhile, data from the Bengkulu City Health Service from 20 community health centers, the fish market health center, is the number two incident of hypertension in men in 2019, reaching 180 cases (17.4%).Objective: This study aims to determine the description of sodium consumption patterns, sleep patterns, smoking habits and the incidence of hypertension in adult men in the Coastal Coastal Work Area of ​​the Bengkulu City Fish Market Health Center. Method : Cross sectional design, the variables studied were sodium consumption patterns, sleep patterns, smoking habits and the incidence of hypertension. The total sample of 46 respondents was taken using simple random sampling technique. Results: The results showed that adult men consumed more than 100.0% sodium category. Some respondents, 21.7%, experienced poor sleep patterns, 23 respondents, 50.0%, almost all were moderate smokers, and almost all 32.6% did not smoke. 43.5% had grade 1 hypertension and 30.4% had pre-hypertension. Conclusion : The incidence of hypertension in the Coastal Coast category is more than 100%.
Hubungan Komunikasi Efektif dengan Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Belajar Mengajar di Stikes Intan Martapura Wirandi, Muhammad; Jumiyati, Jumiyati; Prima Afsyah, Lystiana; Mahribdiani, Rizka; Risda, Nor; Maria, Insana; Pefbrianti, Diana
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i1.173

Abstract

Pendahuluan:. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat didukung faktor penting yaitu penggunaan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif terdapat proses pertukaran ide, pemikiran, pengetahuan dan informasi sedemikian rupa sehingga tujuan atau niat dapat terpenuhi dengan sebaik mungkin. Komunikasi effektif antara dosen dan mahasiswa akan membangun sebuah ikatan emosi yang positif dan hal ini sangat membantu dalam menghadapi berbagai masalah dalam pendidikan serta peningkatan prestasi belajar bagi mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi effektif dengan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Stikes Intan Martapura. Metode: analitik korelasional dengan jenis cross sectional, responden mahasiswa semester 1 Tahun Akademik 2023/2024 berjumlah 115 orang dengan teknik total samplin, Instrumen menggunakan kuesioner, analisis univariat dan bivariat menggunakan uji spearman rho. Hasil: Hasil dari penelitian ini menggunakan uji spearman rho diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti H) di tolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara Komunikasi Effektif dengan Kepuasan Mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Stikes Intan Martapura. Kesimpulan: terdapat hubungan yang kuat pada komunikasi effektid dengan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Saran:. Penelitian menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan komunikasi effektif dalam perkuliahan dan pengembangan mata kuliah komunikasi dasar keperawatan.
Differences in Organoleptic Quality and Nutritional Value of Profile of Tuna Fish Floss with Addition of Jackfruit Dami as an Alternative Source of Protein and Fiber: Perbedaan Mutu Organoleptik dan Profil Nilai Gizi Pada Abon Ikan Tuna Dengan Penambahan Dami Nangka Sebagai Alternatif Sumber Protein dan Serat Azis, Rahmatullah Farid; Jumiyati, Jumiyati; Yulianti, Risda
JITIPARI Vol 9 No 2 (2024): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v9i2.10763

Abstract

Fish floss is a processed fishery product made from fresh fish as raw material in the form of powder or fiber from fish meat. The seasoning given has a brownish color which goes through boiling, steaming, shredding, adding spices and the cooking process. Jackfruit dami contains 1.94% crude fiber. Due to its high fiber content, Dami jackfruit has the potential to be processed into food products and is a good source of fiber in making shredded meat. This research aims to determine the differences in organoleptic hedonic tests and hedonic quality and nutritional value profile of tuna fish floss with the addition of jackfruit dami as an alternative source of protein and fiber. The design used was a completely randomized design with 3 different treatments between tuna (gr) and jackfruit dami (gr) F1 (75:25), F2 (50:50), and F3 (25:75). The results of this study showed that the F2 treatment had a level of preference for color (3.93), taste (3.67), texture (3.63), aroma (3.63), and overall (3.67). Color, texture and overall have significant differences in panelists' preferences, but the aroma and taste aspects are not significant in panelists' preferences. The best treatment, F2, has a water content of 7.08%, protein content of 48.1%, and fiber content of 3.50%.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Asfiksia Neonatorum Riana, Hernah; Afni, Nur; Jumiyati, Jumiyati
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 3 No 1 (2024): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v3i1.4558

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab kurangnya aliran darah atau pertukaran gas ke atau dari janin pada periode segera sebelum, selama atau setelah proses kelahiran. Menurut data World Health Organization (WHO), 28 milyar bayi meninggal setelah 28 hari pertama karena masa itu merupakan masa adaptasi yang dialami oleh bayi untuk menentukan apakah dapat bertahan hidup atau tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah asfiksia yang mengakibatkan 11% kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang asfiksia neonatorum berdasarkan umur, paritas dan pendidikan Ibu. Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kolakaasi. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 75 responden dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik dengan uji chi-square, probabilitas lebih kecil α (p < α) (0.001<0.05). Hasil ini secara statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur, paritas dan pendidikan Ibu terhadap pengetahuan tentang asfiksia neonatorum. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa umur, paritas, dan pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan Ibu hamil tentang asfiksia neonatorum.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu tentang Kejang pada Balita Jumiyati, Jumiyati; Riana, Hernah; Afni, Nur
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 3 No 1 (2024): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v3i1.4562

Abstract

Febrile seizures are the most common neurological disorder in children, with 1 in 25 children having one febrile seizure. Febrile convulsions are seizures that occur when the body temperature rises (rectal temperature over 38°C) due to an extracranial process. Febrile seizures can result in behavioral disturbances as well as decreased intelligence and academic achievement. According to the World Health Organization (WHO), it is estimated that the number of children who experience febrile seizures in the world is more than 21.65 million and more than 216 thousand children die. Therefore, it is important that mothers know about seizures. This study aims to determine the factors that influence maternal knowledge about seizures based on age, parity and maternal education. This research is an analytic survey with a cross sectional approach. This study was conducted in the working area of Puskesmas Kolaka. The research sample was 82 respondents where the instrument used was a questionnaire. The results of the study there is an influence between age and maternal knowledge about seizures p=0.015, parity with maternal knowledge about seizures p=0.003, education with maternal knowledge about seizures p=0.025. Conclusion. there is an influence between age, parity and maternal education about seizures. Suggestions to improve mothers' knowledge about seizures by providing education and promotion about handling toddlers who experience febrile seizures.
Malnutrition in children is associated with low insulin like growth factor-1 (igf-1) levels Afni, Nur; Jumiyati, Jumiyati; Riana, Hernah
Science Midwifery Vol 12 No 5 (2024): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i5.1753

Abstract

This study aimed to compare serum levels of Insulin-like Growth Factor-1 in children with malnutrition and good nutritional status. This cross-sectional study included 41 participants consisting of 31 malnourished, 10 well-nourished children, aged between 36-60 months. Demographic data of participants were obtained by means of a questionnaire. Nutritional status was determined by calculating the Z-score of body weight for age, height for age and body weight for height indices using the WHO classification. IGF-1 levels were determined by Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. Median serum IGF-1 levels in malnourished children were found to be lower i.e. 1.75 ng/mL (minimum-maximum: 0.97-85.97) compared to well-nourished children 101.81 ng/mL (minimum-maximum: 1.23-158.12).
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI MENGGUNAKAN KARTU EDUKASI GIZI (KARZI) TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 27 KOTA BENGKULU TAHUN 2024 PRATAMA, MUTIARA ALYSA; JUMIYATI, JUMIYATI; NATAN, OKDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan gizi di Indonesia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang belum dapat ditangani hingga kini. Permasalahan gizi dapat berupa gizi kurang dan gizi lebih, yang dapat dialami oleh anak-anak. Konsumsi makanan yang mengandung energi dari karbohidrat sebanyak 50%-65%, protein 10-20%, dan lemak 20-30% dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan gizi menggunakan kartu edukasi gizi (karzi) terhadap pengetahuan gizi seimbang dan asupan zat gizi makro (protein, lemak, karbohidrat) pada anak sekolah dasar di SDN 27 Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental Design, racangan yang digunakan Pre-Post Test With Control Group, teknik mengambilan sampel purposive sampling, Instrumen penelitian terdiri dari angket identitas responden, kuesioner gizi seimbang, karzi, poster, formulir recall 2x24 jam, buku makanan. Hasil dan Pembahasan: Menunjukan bahwa gambar skor pengetahuan gizi seimbang responden sebelum diberikan karzi pada kelompok intervensi berada pada kategori baik yaitu 8,5%, setelah diberikan karzi pada kategori baik yaitu 54,2%. Skor pengetahuan gizi seimbang responden sebelum diberikan media poster pada kelompok kontrol berada pada kategori baik yaitu 12,8%, setelah diberikan media poster pada kategori baik yaitu 57,1%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan gizi seimbang menggunakan karzi dan poster pengaruh dengan kejadian Pendidikan gizi, asupan protein ada pengaruh dengan terhadap Pendidikan gizi menggunakan karzi, Sedang dengan menggunakan poster asupan karbohidrat ada pengaruh di SDN 27 Kota Bengkulu.