Claim Missing Document
Check
Articles

Nutritional Knowledge, Physical Activity, and The Incidence of Chronic Energy Deficiency in Female Students Erika, Iche Florence; Simanjuntak, Betty Yosephin; Jumiyati, Jumiyati
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i2.4579

Abstract

Female students aged 18-20, categorized as late teens, often suffer from chronic energy deficiency (CED), as indicated by upper arm circumference measurements. This condition can lead to anemia, impaired organ development, stunted physical growth, and reduced work productivity. This study investigates the relationship between nutritional knowledge, physical activity, and the incidence of CED among students at the Nutrition Department, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu. An observational cross-sectional study was conducted with 92 participants. Nutritional knowledge was assessed using a self-administered questionnaire (Ques CA), physical activity was measured with the Baecky Physical Activity Questionnaire (BPAQ), and CED was determined by measuring upper arm circumference. The chi-square test analysis revealed no significant relationship between nutritional knowledge and CED (p-value=0.868). However, a significant relationship was found between physical activity and CED (p-value=0.001). Despite having good nutritional knowledge, many adolescents still experience CED due to its lack of application in daily life. Efforts are needed to enhance attitudes and behaviors toward better knowledge application. Additionally, upper arm circumference measurements indicate that physical activity may influence subcutaneous fat mass.
Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Anemia dan Status Gizi pada Remaja melalui Aplikasi Artemia untuk Pencegahan Stunting Dewi, Ratna; Eliana, Eliana; Widiyanti, Desi; Yulyana, Nispi; Burhan, Rialike; Jumiyati, Jumiyati
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17538

Abstract

Pencegahan stunting dilakukan sejak masa remaja dengan mempersiapkan status gizi sehat. Remaja putri yang sehat, akan menjadi calon ibu yang sehat, dan siap secara fisik dan mental untuk hamil dan memiliki anak. Persentase remaja pernah dan sedang hamil tergolong tinggi. Jika ibu hamil yang berusia remaja mengalami anemia, perlu mendapat perhatian dan persiapan status kesehatan pada remaja untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan status gizi yang kurang. Upaya untuk mengatasi hal ini dengan skrining status gizi, pemeriksaan rutin kadar hemoglobin, memberikan tablet tambah darah dan edukasi gizi kepada remaja putri. Agar keberlanjutan program dapat terlaksana, maka perlu keterlibatan multi pihak, sehingga diperlukan kegiatan Pemberdayaan Kader Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Keluarga (Ibu) Tentang Anemia Dan Status Gizi Pada Remaja Puteri Melalui Aplikasi Artemia Sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Stunting. Metode pengabdian masyarakat melalui pembinaan wilayah dengan kegiatan meliputi identifikasi potensi mitra, keterlibatan stakeholder, tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi serta tindak lanjut di Desa Sidoluhur dan Cahaya Negeri. Hasil kegiatan ini menghasilkan kader yang berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai remaja puteri yang didukung dari semua pihak yakni Camat Kecamatan Sukaraja, Kepala Puskesmas, Kepala desa, Bidan koordinator, Bidan Desa. Hasil akhir diperoleh adanya peningkatkan pengetahuan kader dan ibu tentang anemia dan status gizi bagi remaja puteri untuk pencegahan stunting, serta terbentukny kelompok ibu peduli gizi remaja di Desa Sidoluhur dan Cahaya Negeri. Diharapkan kader melakukan pendampingan kepada keluarga atau ibu yang mempunyai remaja puteri untuk mencegah terjadinya anemia saat remaja dan meningkatkan status gizi sebagai persiapan untuk pencegahan stunting pada masa kehamilan.
POLA ASUH ORANG TUA PERMISIF DAN OTORITER TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA/I DI SMA 12 BONE Syahridayanti, Syahridayanti; Asrida, Asrida; Jumiyati, Jumiyati; S, Hartati; Riana, Hernah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45082

Abstract

Fenomena perilaku seksual pranikah di kalangan remaja pada masa kini semakin meningkat dan memprihatinkan karena dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku seksual pranikah baik secara fisik, psikologis, fisiologis dan sosial. Jumlah perilaku seksual pranikah yang meningkat menyebabkan terjadinya peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Penyebab utama dari perilaku seksual pranikah adalah pola asuh orang tua yang salah. Terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya, yakni: 1. Pola asuh permisif yang dapat membuat anak menjadi lebih bebas melakukan apa yang dia inginkan karena memberikan kebebasan pada anak tanpa adanya pengawasan. 2. pola asuh otoriter, menyebabkan anak menjadi merasa tertekan dan ketakutan karena membatasi pergaulan anak dan memaksakan kehendak orang tua. 3. Pola asuh yang mengkombinasikan keduanya yaitu pola asuh demokratis yang menerapkan komunikasi dan kerjasama yang baik antara anak dan orang tua, sehingga anak menjadi lebih terbuka dan memiliki rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan antara pola asuh orang tua permisif dan otoriter terhadap perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi di SMA 12 Bone. Penelitian ini menggunakan desain Komparatif dengan jumlah sampel 100 responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitianini yakni kuesioner yang dimasukkan ke dalam google formular (google form), dan di olah menggunakan uji Chi Square. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai (p = 0.014 < 0.05), perbedaan tersebut terlihat dari pola asuh permisif yang lebih rendah 0.813 dibandingkan pola asuh otoriter 5.8. Dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pola asuh orangtua permisif dan otoriter terhadap perilaku seksual pranikah pada siswa/i di SMA 12 Bone tahun 2025.
PROBLEMATIKA PERKAWINAN USIA DINI MASYARAKAT KABUPATEN SIDRAP Anwar, Wirani Aisiyah; Jumiyati, Jumiyati; Hakim, Abd.; Wahyu, A. Rio Makkulau
Jurnal AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Vol 7 No 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/as-hki.v7i1.8145

Abstract

This study identifies the issue of early marriage in Sidrap Regency by exploring the factors influencing the tendency for marriage at a young age. Using qualitative research methods such as in-depth interviews and participatory observation, the author analyzes the social, economic, and cultural impacts that drive early marriage. The findings reveal that social pressure from the community, gender inequality, and limited access to education are the main factors influencing the decision to marry at an early age. Declining education levels, traditional views, and social norms that regard early marriage as a solution to economic problems further exacerbate the situation. This research provides important insights for the government and stakeholders in designing more effective policies to prevent early marriage. The findings are also expected to contribute to a deeper understanding of the challenges faced by the Sidrap community, as well as guide efforts to protect the rights of children and adolescents from early marriage.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Asfiksia Neonatorum Riana, Hernah; Afni, Nur; Jumiyati, Jumiyati
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol. 3 No. 1 (2024): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v3i1.4558

Abstract

Neonatal asphyxia is one of the causes of lack of blood flow or gas exchange to or from the fetus in the period immediately before, during, or after the birth process. According to data from the World Health Organization (WHO), 28 billion babies die after the first 28 days because that time is the adaptation period experienced by babies to determine whether they can survive or not. One of the leading causes is asphyxia, which results in 11% of infant deaths. This research aims to determine the factors that influence pregnant women's knowledge about neonatal asphyxia based on age, parity, and maternal education. This research is an analytical survey with a cross-sectional approach in the Kolakaasi Community Health Center work area. The research sample used was 75 respondents with a questionnaire instrument. The research results show that the statistical test results using the chi-square test, the probability is smaller α (p < α) (0.001 <0.05). This result statistically shows that there is a significant relationship between age, parity, and maternal education on knowledge about neonatal asphyxia. Therefore, it can be concluded that age, parity, and maternal education influence maternal knowledge regarding neonatal asphyxia.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu tentang Kejang pada Balita Jumiyati, Jumiyati; Riana, Hernah; Afni, Nur
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol. 3 No. 1 (2024): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v3i1.4562

Abstract

Febrile seizures are the most common neurological disorder in children, with 1 in 25 children having one febrile seizure. Febrile convulsions are seizures that occur when the body temperature rises (rectal temperature over 38°C) due to an extracranial process. Febrile seizures can result in behavioral disturbances as well as decreased intelligence and academic achievement. According to the World Health Organization (WHO), it is estimated that the number of children who experience febrile seizures in the world is more than 21.65 million and more than 216 thousand children die. Therefore, it is important that mothers know about seizures. This study aims to determine the factors that influence maternal knowledge about seizures based on age, parity and maternal education. This research is an analytic survey with a cross sectional approach. This study was conducted in the working area of Puskesmas Kolaka. The research sample was 82 respondents where the instrument used was a questionnaire. The results of the study there is an influence between age and maternal knowledge about seizures p=0.015, parity with maternal knowledge about seizures p=0.003, education with maternal knowledge about seizures p=0.025. Conclusion. there is an influence between age, parity and maternal education about seizures. Suggestions to improve mothers' knowledge about seizures by providing education and promotion about handling toddlers who experience febrile seizures.
Edukasi Gizi Dapat Meningkatkan Pengetahuan dan Asupan Energi pada Remaja Putri KEK Nurjana, Intan; Jumiyati, Jumiyati; Kamsiah, Kamsiah
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.77-84

Abstract

Remaja putri KEK merupakan masalah gizi kronis, dapat menyebabkan penurunan berat badan dan mengurangi simpanan energi dalam tubuh. Rendahnya asupan dan pengetahuan  dapat mengakibatkan KEK. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan edukasi gizi menggunakan media e-booklet. Desain penelitian ini pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre test-post test. Sampel penelitian adalah remaja putri di SMAN 7 Kota Bengkulu sebanyak 38 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen untuk asupan menggunakan  form recall dan pengetahuan menggunakan kuesioner. Edukasi dilakukan 3 kali dalam 3 minggu, sebelum edukasi dilakukan pretest dan setelah nya posttest. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test dan uji Wilcoxon. Setelah diberikan edukasi menggunakan e-booklet, rata-rata pengetahuan responden meningkat sebelum 37,89 dan sesudah 65,26, untuk rata-rata asupan energi sebelum edukasi 1199.1 kal, karbohidrat 158.5 g, protein 54.8 g, lemak 50.2 g. Setelah diberikan perlakuan terjadi peningkatan asupan yaitu energi 1384.7 kal, karbohidrat 174 g, protein 57 g, lemak 54.9 g. Ada pengaruh pengetahuan dan asupan energi dengan nilai p-value 000 dan 0.037. Asupan  karbohidrat, protein dan lemak tidak terdapat pengaruh dengan nilai p-value 0.53, 0.488 dan 0.172. Ada peningkatan pengetahuan dan asupan energi pada remaja putri KEK setelah diberikan edukasi gizi menggunkan media e-booklet.Kata Kunci: asupan energi, edukasi gizi, KEK, pengetahuan, remaja putri
Gambaran Pola Konsumsi Energi, Protein dan Ukuran Lingkar Lengan Atas pada Remaja Putri di SMPN 04 Kota Bengkulu Sari, Ice Permata; Krisnasary, Arie; Jumiyati, Jumiyati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.158-166

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana seseorang menderita kurangnya asupan energi dan protein yang berlangsung lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi energi, protein dan ukuran lingkar lengan atas pada remaja putri di SMPN 04 Kota Bengkulu. Sampel penelitian ini adalah remaja putri di SMPN 04 Kota Bengkulu sebanyak 66 siswi kelas 7 dan 8 yang diambil dengan metode random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pola konsumsi energi, protein yaitu mengunakan formulir FFQ, sedangkan untuk variable ukuran lingkar lengan atas diambil dengan cara pengukuran antropometri, dengan mengukur lingkar lengan atas mengunakan pita lila dan Hasil  penelitian ini menunjukkan setengah dari (50%) remaja putri memiliki pola konsumsi energi dengan kategori jarang, sebagian besar (51,5%) remaja putri memiliki pola konsumsi protein dikategorikan jarang, dan sebagian besar (57,6%) remaja putri memiliki ukuran lingkar lengan dikategorikan KEK. Kesimpulan pola konsumi energi pada remaja putri SMPN 04 Kota Bengkulu menunjukan setengah dari remaja putri memiliki pola konsumsi protein dikategorikan jarang, pola konsumi protein pada remaja putri SMPN 04 Kota Bengkulu menunjukan sebagian besar remaja putri memiliki pola konsumsi protein dikategorikan jarang, dan ukuran LILA sebagian besar remaja putri memiliki ukuran lingkar lengan dikatogorikan KEK.Kata Kunci: energi, lingkar lengan atas, pola konsumsi, protein 
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PT GRACIA UTAMAJAYA SEMARANG Jumiyati, Jumiyati
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2018)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Compensation should not be ignored if the company wants qualified and highly motivated employees. This research uses observation method, questionnaire method and literature study method by using quantitative descriptive. Data analysis used is correlation coefficient test, coefficient of determination test and regression equation with calculation using SPSS version 21 program application. The sampling technique used is saturated sampling of 37 respondents in PT Gracia Utamajaya Semarang. The results of this study indicate that the compensation positive relationship on employee motivation with the correlation coefficient of 0.761 is included in the strong category. While the effect of compensation with motivation obtained by 57.9% the rest influenced by other factors, while the test results of regression equation obtained value Y = 14.824 + 0.632X identifies that if no compensation done by the company, the motivation will be 14.824 units. And vice versa if the compensation of 0.632 states that each addition of 1 unit of compensation will increase employee work motivation of 0.632.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA PT ASABRI (PERSERO) JAKARTA Jumiyati, Jumiyati; Azlina, Yunidyawati
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the development of technology and resources today, humans are required to be able to compete because of the importance of the role of human resources in every activity of the organization. One aspect that influences achieving high performance in self-age is motivation, because it is condition that moves people to a goal. Formulation of the problem, is there relationship between work motivation and employee performance. The methode use in this study is observation, questionaire and literature study to collect quantitative data of 25 employees and eachrespondent’s answer was measured using a likert scale. This study use formula of validity and reliability, pearson product moment correlation consist of Correlation Coefficient and Determination Coefficient and Regression Equation using SPSS version 21. The results of this study based on the analysis performed,the value of Correlation Coefficient is 0,808 meaning motivation has relationship strong and positive performance of employees at PT ASABRI (persero) Jakarta, while the resultof the co efficient of determinationof 65,2% and the remaining 34,8% influenced by other factors. H acyl Regression Equations amounting to Y = 17,806+1,103 X means that each addition of 1 time motivation will increase performance by 1,103 and vice versa, if motivation decrease once, the performanceis predicted to decrease by 1,103