Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Multiple Congenital Anomalies with Breech Presentation: Dilemma in Diagnostic Procedures, Delivery Management, and Counseling in Developing Country Gusasih, Bahar Sangkur; Pramatirta, Akhmad Yogi; Aziz, Muhammad Alamsyah; Kurniadi, Andi
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 13. No. 3 July 2025
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v13i3.2380

Abstract

Objective: Multiple congenital anomalies present significant diagnostic and management dilemmas, particularly in resource-limited settings. Globally, these conditions affect approximately 1 in 33 infants and are a major contributor to perinatal mortality. We report a rare case of a term pregnancy with severe, undiagnosed multiple congenital anomalies, highlighting the challenges in diagnosis, delivery management, and counseling in a developing country.Case Illustration: A 22-year-old primigravida presented at 35-36 weeks of gestation in active labor with a fetus in breech presentation. Antenatal ultrasonography at 27 weeks had revealed a single live fetus with severe fetal growth restriction, polyhydramnios, and multiple structural anomalies suspicious for an underlying trisomy. Amniocentesis was offered for a definitive diagnosis but was declined by the family. A female neonate was delivered via spontaneous vaginal breech delivery, with low APGAR scores. The infant was admitted to the High Care Unit for respiratory support but passed away the following day due to respiratory failure. The family had opted for a Do Not Resuscitate (DNR) status.Conclusions: In cases of severe fetal anomalies detected by ultrasound, advanced genetic testing like NIPT followed by diagnostic testing should be offered to facilitate definitive diagnosis and counseling. Delivery decisions in such cases should be individualized, prioritizing maternal safety while considering the fetal prognosis. This case underscores the urgent need for improved access to and awareness of genetic counseling and diagnostic services in developing countries to optimize perinatal outcomes.Keywords: breech presentatoin, developing countries, genetic counceling, multiple congenital anomalies, prenatal diagnosis.
Anemia Postpartum dan Dampaknya terhadap Kualitas Hidup Ibu Nifas: Scoping Review Rokhimawaty, Afita; Rachmawati, Anita; Pramatirta, Akhmad Yogi; Anwar, Ruswana; Tarawan, Vita Murniati; Sahiratmadja, Edhyana
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i2.14000

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Anemia postpartum masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan. Penurunan kadar hemoglobin dapat menurunkan kualitas hidup ibu nifas dan menghambat proses adaptasi terhadap peran keibuan. Kajian ini diperlukan untuk memahami sejauh mana kadar hemoglobin berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu pascapersalinan. Metode : Penelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk periode 2015–2025. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil : Analisis menghasilkan tiga tema utama, yaitu kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan adaptasi peran ibu. Kadar hemoglobin rendah berhubungan dengan kelelahan, penyembuhan luka yang lambat, depresi postpartum, serta penurunan kepercayaan diri dan kelekatan ibu–bayi. Kesimpulan : Kadar hemoglobin postpartum memengaruhi kualitas hidup ibu secara multidimensi. Pemantauan hemoglobin dan intervensi gizi serta dukungan psikososial perlu diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan pascapersalinan. Kata Kunci: anemia postpartum; hemoglobin; kualitas hidup; ibu nifas
Description Of Hemoglobin Levels In Pregnant Women With Covid-19 Based On Characteristics Indra, Rosalinda Agnestya; Neneng Martini, Neneng Martini; Mandiri, Ariyati; Pramatirta, Akhmad Yogi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.13410

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Pada tahun 2021 kasus coronavirus di Indonesia mencapai 4.251.945 jiwa. Pada periode April 2020 – Desember 2021, di RSHS terdapat 269 ibu hamil yang terinfeksi coronavirus. Ibu hamil termasuk salah satu kelompok orang yang rentan terkena virus ini. Selain rentan terkena coronavirus ibu hamil juga rentan terkena anemia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan COVID-19 di RSHS Bandung periode April 2020 – Desember 2021.Metode: Metode penelititan ini adalah deskriptif dengan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medik RSHS Bandung pada periode April 2020 - Desember 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Besar sampel yang diambil dalam penelitian sebanyak 269 data ibu hamil. Analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan cross-tabulation.Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 46% ibu hamil dengan COVID-19 mengalami anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia berdasarkan usia paling banyak <20 tahun sebesar 29% dengan anemia sedang, kemudian untuk usia kehamilan terbanyak yaitu trimester I sebesar 33% dengana anemia berat, selanjutnya untuk paritas terbanyak yaitu grandemultipara sebesar 43% dengan anemia sedang.Kesimpulan: Adanya perubahan imunologis dan hematologis pada masa kehamilan, hal ini menyebabkan ibu hamil lebih berisiko terhadap terinfeksi COVID-19 dan anemia, sehingga menyebabkan ibu hamil masuk ke dalam populasi yang berisiko.Saran: Diperlukan penelitian yang lebih mendalam mengenai kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah terpapar COVID-19 pada tahun yang sama di tempat yang berbeda. Kata kunci: Covid-19, Ibu hamil, Kadar Hemoglobin. ABSTRACT Background: Coronavirus is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus. In 2021 coronavirus cases in Indonesia reached 4,251,945 people. In the period April 2020 - December 2021, at RSHS there were 269 pregnant women who were infected with the coronavirus. Pregnant women are one of the groups of people who are vulnerable to this virus. Apart from being susceptible to coronavirus, pregnant women are also susceptible to anemia.Purpose: This study aims to see an overview of hemoglobin levels in pregnant women with COVID-19 at the Bandung Hospital for the period April 2020 – December 2021.Method: This research method is descriptive with a cross-sectional design with a quantitative approach using secondary data taken from the medical records of RSHS Bandung in the period April 2020 - December 2021. The sampling technique uses total sampling. The sample size taken in this study was 269 data from pregnant women. Data analysis used frequency distribution tables and cross-tabulations.Results: The results of this study found that 46% of pregnant women with COVID-19 experienced anemia. Pregnant women who experienced anemia based on age <20 years at most were 29% with moderate anemia, then for the most gestational age, namely the first trimester, 33% with severe anemia, then for the most parity, namely grandemultipara, 43% with moderate anemia.Conclusion: There are immunological and haematological changes during pregnancy, this causes pregnant women to be more at risk of being infected with COVID-19 and anemia, thus causing pregnant women to enter the at-risk population.Suggestions: For future researchers, more in-depth research is needed regarding the Hb levels of pregnant women before and after being exposed to COVID-19 in the same year in different places. Keywords: COVID-19, Pregnant women, Hemoglobin Levels 
The Success Rate for Diagnosing Congenital Anomalies During Prenatal Firmansyah, Silva Elifa; Pribadi, Adhi; Pramatirta, Akhmad Yogi; Rachmawati, Anita; Rinaldi, Andi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 3 November 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i3.722

Abstract

Introduction: This study aimed to determine the success of prenatal diagnosis in cases of congenital abnormalities at RSHS Bandung.Methods: This study was descriptive and cross-sectional. We collected data from all neonatal patients with congenital abnormalities who received prenatal care at RSHS Bandung between January 1, 2021, and December 31, 2023. Data processing used Microsoft Excel 16.66.1 and IBM SPSS Statistics.Result: The results show that 59 patients, or 93.6%, had appropriate abnormalities diagnosed, while only 4 patients, or 6.3%, had inappropriate abnormalities.Conclusion: Prenatal diagnosis of congenital abnormalities showed a fairly high concordance value, namely 93.6%.Tingkat Keberhasilan Penegakan Diagnosis Kelainan Kongenital pada saat PrenatalAbstrakTujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan diagnosis prenatal pada kasus kelainan kongenital di RSHS Bandung.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif cross-sectional. Data diperoleh dari seluruh pasien neonatal yang disertai kelainan kongenital pada saat prenatal di RSHS Bandung 1 Januari 2021 – 31 Desember 2023. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 16.66.1 dan IBM SPSS Statistics.Hasil: Hasil yang didapatkan yaitu akurasi pasien terdiagnosis sesuai ada kelainan sebanyak 59 atau sebesar 93.6% dan terdiagnosis tidak sesuai ada kelainan sebanyak 4 atau sebesar 6.3%. Kesimpulan: Penegakan diagnosis kelainan kongenital pada saat prenatal menunjukkan nilai kesesuaian yang cukup tinggi, yaitu sebesar 93,6%.Kata kunci: Prenatal, kelanan kongenital,
The Relationship between Maternal Characteristics and Neonatal Outcomes of Premature Rupture of Membranes Yulius, Will Hans; Aditiyono, Aditiyono; Pramatirta, Akhmad Yogi; Salima, Siti
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 3 November 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i3.682

Abstract

Introduction: Premature rupture of the membranes occurs when the amniotic membrane bursts before 37 weeks of gestation. Preterm labour is the primary cause of perinatal and neonatal death, with premature membrane rupture accounting for 40% of cases. This study aimed to investigate the relationship between the incidence of premature rupture of membranes (PROM) with maternal characteristics and neonatal outcomes.Method: This study was carried out through medical record analysis in premature rupture of membrane patients at the Regional General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo for the period July 2022 to March 2023 using descriptive and analytical methods with a cross-sectional study design. Results: Among 139 patients with PROM, the majority of patients are less than 35 years old, multipara, term birth, and education level below junior high school. For neonatal outcomes, both infants with PROM and without PROM, the majority were born with normal weight, first and fifth-minute APGAR without asphyxia, and male. The results found a significant relationship between gestational age, maternal education level, birth weight, and neonatal APGAR scores on the incidence of PROM.Conclusions: premature rupture of membrane significantly impact neonatal outcome including birth weight, first-minute APGAR, and fifth-minute APGAR.Hubungan Karakteristik Maternal dan Luaran Neonatus Kasus Ketuban Pecah DiniAbstrakPendahuluan: Ketuban pecah dini terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu. Persalinan prematur adalah penyebab utama kematian perinatal dan neonatal dengan ketuban pecah dini mencapai 40% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dan karakteristik ibu dan luaran neonatal.Metode: Penelitian ini dilakukan melalui analisis rekam medis pada pasien ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Margono Soekarjo periode Juli 2022 hingga Maret 2023. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitik dengan desain studi cross-sectional.Hasil: Dari 139 pasien ketuban pecah dini, mayoritas pasien berusia kurang dari 35 tahun, multipara, lahir cukup bulan, dan tingkat pendidikan di bawah SMP. Untuk luaran neonatal, baik bayi dengan ketuban pecah dini, maupun tanpa ketuban pecah dini, mayoritas lahir dengan berat badan normal, APGAR menit pertama dan kelima tanpa asfiksia, dan berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara usia kehamilan, tingkat pendidikan ibu, berat badan lahir, dan skor APGAR neonatus terhadap kejadian ketuban pecah dini.Kesimpulan: ketuban pecah dini berdampak signifikan terhadap luaran neonatal termasuk berat badan lahir, APGAR menit pertama, dan APGAR menit kelima..Kata kunci: ketuban pecah dini, karakteristik maternal, luaran neonatus, study analitik 
Effect of Community Education on Community Knowledge of Premature Rupture of Membranes Aziz, Muhammad Alamsyah; Pramatirta, Akhmad Yogi; Kharismawati, Nuniek; Almira, Nadia Larastri; Sutjighassani, Tjut
Majalah Kedokteran Bandung Vol 55, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v55n3.3112

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is still a health problem with a reasonably high incidence among pregnant women in Indonesia. The PROM is defined as the rupture of membranes before signs of labor are observed. Better knowledge on the causes, signs, symptoms, and complications of PROM is believed to help in reducing maternal and infant mortality caused by PROM. This was a cross-sectional, analytic observational study conducted in Cipacing Village, Sumedang, West Java, Indonesia during the period of June–July 2022. Community education was held to give better knowledge about PROM for women with an obstetric and gynecology specialist and fetomaternal consultant as the resource person. Total sampling was obtained from 62 women. Data were collection using pre-test and post-tests before and after the education session. The mean pre-test score was 6.48, while the mean post-test score was 7.96. A dependent T-test was used to determine the relationship between scores before and after the community education with a p-value of 0.0001. There was a significant increase in knowledge about PROM after the education session compared to before the session. This means community education is effective and impactful to increase the level of knowledge about PROM among women.
Characteristics of Patients with Diminished Ovarian Reserve Undergoing in Vitro Fertilization (IVF) at Hasan Sadikin Hospital from 2019-2023 Fitriyanto, Iqbal Anugrah; Rachmawati, Anita; Pramatirta, Akhmad Yogi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.1004

Abstract

Objective: This study aimed to describe the characteristics of patients with diminished ovarian reserve undergoing in vitro fertilization (IVF) to improve understanding of its implications for infertility.Methods: Cross-sectional descriptive study using medical records of patients who underwent IVF at Dr. Hasan Sadikin General Hospital (RSHS) from 2019 to 2023. Analyzed variables included age, education level, occupation, duration of marriage, body mass index, Anti-Müllerian hormone (AMH) level, and ovarian stimulation protocol.Results: A total of 57.14% of the 55 patients were aged 35 – 40 years, 87.5% nulliparous, and 55.36% had a body mass index greater than 24.9 kg/m2. The percentage that held a bachelor’s degree was 64.29%, and 55.36% had AMH levels below 1.1 ng/ml. A total of 78.57% received a short stimulation protocol, and 21.43% received a long stimulation protocol.Conclusion: Most patients with diminished ovarian reserve undergoing IVF at RSHS (2019 – 2023) were aged 35 – 40, nulliparous, obese class I–II, AMH value <1.1 ng/ml, and were subjected to a short IVF protocol.Karakteristik Pasien dengan Diminished Ovarian Reserve yang Melakukan In Vitro Fertilization (IVF) di Rumah Sakit Hasan Sadikin pada Tahun 2019 – 2023AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien dengan cadangan ovarium menurun yang menjalani fertilisasi in vitro untuk meningkatkan pemahaman tentang implikasi cadangan ovarium menurun pada infertilitas.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional potong lintang yang menggunakan data rekam medis pasien yang menjalani fertilisasi in vitro di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) periode 2019 – 2023. Variabel yang dianalisis meliputi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menikah, indeks massa tubuh, kadar hormon anti-Müllerian, dan protokol stimulasi ovarium.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 55 pasien, 57,14% berusia 35 – 40 tahun, 87,5% belum pernah melahirkan, 55,36% memiliki indeks massa tubuh lebih dari 24,9 kg/m2, 64,29% berpendidikan sarjana, dan 55,36% memiliki kadar hormon anti-Müllerian kurang dari 1,1 ng/ml. Sebanyak 78,57% menjalani protokol stimulasi pendek dan 21,43% menjalani protokol stimulasi panjang.Kesimpulan: Sebagian besar pasien dengan cadangan ovarium menurun yang menjalani fertilitasi in vitro di RS Dr. Hasan Sadikin (201 – 2023) berusia 35 – 40 tahun, nullipara, obesitas kelas I–II, nilai AMH <1.1 ng/ml dan menjalani protokol IVF pendek.Kata kunci: Anti-mullerian hormone; diminished ovarian reserve; FSH; infertilitas; in vitro fertilization (IVF), teknologi reproduksi berbantu
Co-Authors Ade Zayu Cempaka Sari Adhi Pribadi Adhi Pribadi Adhi Pribadi Aditiyono, Aditiyono Adwiyah, Rabiatul Akbar Rahmat Alamsyah Aziz Ali Budi Harsono Almira, Nadia Larastri Amillia Siddiq, Amillia Amran Amrullah Andi Kurniadi, Andi Andi Rinaldi Ari indra Susanti Ariyati Mandiri Astuti Dyah Bestari Aziz, Muhammad Alamsyah Basyir, Vaulinne Budi Handono Budi Handono Devi Nurlaelasari Dida Akhmad Gurnida Didah, Didah Dini Hidayat Dini Saraswati Handayani Edhyana Sahiratmadja Fadil Oenzil Firmansyah, Silva Elifa Fitriyanto, Iqbal Anugrah FM. Dicky Fitraendi Galih Apriadi Gusasih, Bahar Sangkur Hanom Husni Syam Hendraswari, Chatrine Aprilia Herman Susanto Indra, Rosalinda Agnestya Jeffry Iman Gurnadi Johanes C. Mose Johanes C. Mose Jusuf S. Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Kharismawati, Nuniek Kusteja, Nadya Fauzia Lani Gumilang Lucky Saputra Lumentut, Anastasia Mariane M. Rizkar Arev Sukarsa Maelissa, Merlin Margreth Martini, Neneng Meita Dhamayanti Neneng Martini Neneng Martini, Neneng Martini Nurani, Adinda Meisya Hasna Nurdin Nurdin Nurul Islamy Octaviana, Hana Rifa Paramita, Betari Dhira Pradistya Syifa Yudiasari Prima Nanda Fauziah Puspa Sari, Puspa Puspitasari, Maya Khaerunnisa Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani R. M. Sonny Sasotya Rachmawati, Anita Raden Tina Dewi Judistiani Rizna Tyrani Rumanti Rizna Tyrani Rumanti Rokhimawaty, Afita Ruswana Anwar Salima, Siti Sefita Aryuti Nirmala Setyorini Irianti Sharon Gondodiputro Sharon Gondodiputro Sofie R. Krisnadi Sri Suwarsi Susiarno, Hadi Sutjighassani, Tjut Sutrisno, Sutrisno Suyanto, Rachmat Tasya Aspiranti Tita Husnitawati Madjid Udin Sabarudin Vaulinne Basyir Vita Murniati Tarawan Wirawan, Wahyudi Yanwirasti Yanwirasti Yanwirasti Yanwirasti Yoga Paripurna Yudiasari, Pradistya Syifa Yuliasti Eka Purnamaningrum Yulius, Will Hans