Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Long Relationship With The Use Of Iud Contraceptive Devices Patological Levory In Iud Kb Accepters Ghazianni, Anantama; Rosmiyati, Rosmiyati; Astriana, Astriana; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.12345

Abstract

Latar Belakang: Salah satu alat kontrasepsi yang ideal adalah IUD. Alat kontrasepsi IUD merupakan alat kontrasepsi yang mempunyai reversibilitas dan efektivitas yang tinggi yaitu 0,6 – 0,8/100 akseptor KB IUD pada tahun pertama pemakaian yang paling banyak diminati oleh akseptor KB. Efek samping pemasangan IUD adalah keputihan. Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari saluran vagina yang tidak biasa. Keputihan akibat KB IUD merupakan kondisi yang umum terjadi selama keputihan tidak berbau dan tidak gatal. Namun, jika keputihan tidak segera ditangani, maka akan timbul akibat yang lebih serius, seperti keputihan yang bersifat patologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan KB IUD jangka panjang dengan keputihan patologis pada akseptor IUD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023.Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB IUD yang berjumlah 102 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian: Didapatkan 11 responden (10,8%) dengan durasi penggunaan IUD ≤ 2 bulan mengalami keputihan patologis dan sebanyak 47 responden (46,1%) dengan durasi penggunaan IUD > 2 bulan mengalami keputihan patologis. Hasil uji statistik diperoleh nilai P-value = 0,027 yang berarti terdapat hubungan jangka panjang antara penggunaan kontrasepsi IUD dengan keputihan patologis.Saran: Diharapkan akseptor KB IUD dapat meluangkan waktu untuk melakukan kontrol ulang pasca pemasangan KB IUD dan menjaga kebersihan diri serta tidak menganggap enteng keputihan sebagai efek samping penggunaan alat kontrasepsi. Kata Kunci : Alat Kontrasepsi IUD, Keputihan ABSTRACT Background: One of the ideal contraceptives is the IUD. IUD contraceptives are contraceptives that have high reversibility and effectiveness, namely 0.6 – 0.8/100 IUD KB acceptors in the first year of use which are most in demand by family planning acceptors. The side effects of IUD installation are vaginal discharge. Leucorrhoea is discharge other than blood from the vaginal canal out of the ordinary. Leucorrhoea from IUD contraception is a common condition as long as vaginal discharge does not smell and does not itch. However, if leucorrhoea is not treated immediately, there will be more serious consequences, such as pathological vaginal discharge. The purpose of this study was to determine the relationship between prolonged use of IUD contraception and pathological vaginal discharge in IUD acceptors in the working area of the Kebun Tebu Health Center UPTD, West Lampung Regency in 2023.Research methods: This type of research is quantitative with research design using cross sectional. The population in this study were all IUD family planning acceptors, totaling 102 people using a sampling technique, namely total sampling. Univariate and bivariate data analysis using uji chi square.Research result: It was found that 11 respondents (10.8%) with an IUD usage duration of ≤ 2 months experienced pathological vaginal discharge and as many as 47 respondents (46.1%) with an IUD usage duration of > 2 months experienced pathological vaginal discharge. Statistical test results obtained values P-value = 0.027, which means that there is a long-standing relationship between the use of IUD contraception and pathological vaginal discharge. Suggestion : It is hoped that IUD KB acceptors can take the time to re-control after IUD KB installation and maintain personal hygiene and not take vaginal discharge lightly as a side effect of using contraceptives. Keywords: IUD Contraceptives, Leucorrhoea 
The Influence Of Prenatal Yoga On Reducing Anxiety Intensity During Trimester III Pregnancy Watini, Watini; Astriana, Astriana; Susilawati, Susilawati; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.11929

Abstract

Kecemasan dan depresi selama kehamilan merupakan permasalahan yang signifikan di masyarakat karena prevalensinya yang tinggi. Berdasarkan data survei yang diperoleh di Klinik Utama Serdang, Lampung Selatan, terdapat total 132 ibu hamil, dengan rincian 41 orang pada trimester I, 57 orang pada trimester II, dan 50 orang pada trimester III, semuanya menjalani pemeriksaan kehamilan (ANC). ) pemeriksaan tiga bulan terakhir pada bulan Mei sampai Juli 2023. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan prenatal yoga untuk menurunkan intensitas kecemasan pada kehamilan trimester III di Klinik Utama Serdang, Lampung Selatan pada tahun 2023.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Klinik Utama Serdang, Lampung Selatan. Desain yang digunakan adalah Quasi-Experimental dengan desain one-group pretest-posttest dan teknik purposive sampling. Populasinya adalah ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan, dan jumlah sampel sebanyak 34 ibu hamil. Uji-t sampel berpasangan digunakan untuk analisis.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas kecemasan sebelum terapi yoga sebesar 23,47 dan setelah terapi yoga sebesar 13,27. Nilai p yang dihasilkan adalah 0,000. Kesimpulannya adalah hasil yang signifikan menunjukkan penerimaan hipotesis alternatif (Ha) dan penolakan hipotesis nol (Ho) yang berarti terdapat pengaruh Prenatal Yoga dalam menurunkan intensitas kecemasan pada kehamilan trimester III di Serdang Utama. Klinik, Lampung Selatan pada tahun 2023. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai manajemen kecemasan pada ibu hamil dan meminimalkan komplikasi pada persalinan selanjutnya. Kata Kunci : kecemasan, kehamilan, prenatal yoga ABSTRACT Anxiety and depression during pregnancy are significant issues in society due to their high prevalence. Based on survey data obtained at Serdang Main Clinic, South Lampung, there were a total of 132 pregnant mothers, with 41 in the first trimester, 57 in the second trimester, and 50 in the third trimester, all of whom underwent antenatal care (ANC) check-ups in the last three months from May to July 2023. The aim of this study is to use prenatal yoga to reduce anxiety intensity during the third trimester of pregnancy at Serdang Main Clinic, South Lampung in 2023.This research employed a quantitative approach and was conducted in May 2023 at Serdang Main Clinic, South Lampung. A Quasi-Experimental design was used with a one-group pretest-posttest design and purposive sampling technique. The population consisted of third-trimester pregnant mothers with anxiety, and the sample size was 34 pregnant mothers. The paired sample t-test was used for analysis.The results showed that the average anxiety intensity before yoga therapy was 23.47, and after yoga therapy, it was 13.27. The resulting p-value was 0.000. The conclusion is that the significant result indicates the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (Ho), which means there is an influence of Prenatal Yoga in reducing anxiety intensity during the third trimester of pregnancy at Serdang Main Clinic, South Lampung in 2023. It is recommended to enhance knowledge and understanding regarding anxiety management in pregnant mothers and to minimize complications during future deliveries. Keywords: anxiety, pregnancy, prenatal yoga  
SOSIALISASI INOVASI AYO KASI JUS WORTEL (AYO SUKSESKAN ASI EKSLUSIF DENGAN JUS WORTEL ) DI PMB AMRINA S.Tr,Keb METRO KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO LAMPUNG. Nurliani, Nurliani; Astriana, Astriana; Febriyana, Anita
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17962

Abstract

Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman lain kecuali obat dan vitamin dari usia bayi 0 bulan sampai dengan 6 bulan. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif sampai usia bayi 6 bulan di Indonesia masih rendah yaitu hanya sebesar 30,2% (Riskesdas, 2013). Penanganan pada Asi ekslusif  terdapat penangana secara farmakologi dan non farmakologi. Penanganan non farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya adalah Jus wortel dan madu . Wortel mengandung vitamin A dan beta karoten yang bisa meningkatkan energi untuk memproduksi ASI. Tentu saja produksi ASI yang baik akan berpengaruh pada tumbuh kembang bayi. Wortel bahkan disebut sebagai makanan galactagogue. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut makanan yang dinilai baik untuk melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. Jadi, selain daun katuk atau sayuran hijau lainnya, wortel juga baik untuk dikonumsi selama masa menyusui.. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus wortel dan madu yang ditujukan kepada ibu menyusui selama 45 menit menggunakan media power point . Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2024 di PMB Amrina , S.Tr.Keb Metro . Jumlah peserta yang hadir sebanyak 7 ibu Menyusui . Terdapat peningkatan pengetahuan ibu Menyusui setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus wortel dan madu. Diharapkan hasil inovasi ini dapat digunakan sebagai masukan bagi ibu menyusui agar dapat mengetahui bagaimana cara membantu meningkatkan produksi asi dengan cara non farmakologi salah satunya dengan menggunakan jus wortel  dan madu.Kata kunci : Asi Ekslusif, Ibu menyusui, wortel , madu
Inovasi Bunda Ami (Buah Naga Dan Madu Atasi Anemia) Astriana, Astriana; Rosmiyati, Rosmiyati; Sari, Ita Maya
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20844

Abstract

Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin dalam darah dibawah normal. Penyebabnya karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, seperti Zat Besi, asam folat, atau Vitamin B12. Anemia dapat terjadi apabila kadar Hemoglobin 10 gr/dl,dan jika kadar Hb kurang dari 6 gr/dl maka disebut Anemia Gravis. Pada wanita normal nilai hemoglobin sebesar 12-15 gr/dl namun pada ibu hamil memiliki resiko lebih besar untuk terkena anemia, kondisi ibu hamil yang anemia adalah Ibu yang memiliki kadar Hb kurang dari 11 gr/dl. Kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah anemia dengan pemanfaatan jus buah naga dan madu. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga dan madu kepada ibu hamil selama 45 menit. Media yang digunakan adalah power point dan leaflet. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2024 di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 7 ibu hamil. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi tentang manfaat dari mengkonsumsi jus buah naga dan madu untuk meningkatkan HB selama masa kehamilan. Diharapkan hasil kegiatan inovasi ini dapat bermanfaat bagi ibu hamil untuk meningkatkan HB dalam darah dengan cara mengkonsumsi jus buah naga dan madu. Kata kunci : Anemia, Buah naga, Ibu hamil, Madu
The Relationship Between Knowledge And Behavior Of Women Of Reproductive Age About Cervical Cancer In The Iva Test Hartati, Hartati; lathifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11503

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian akibat kanker serviks disebabkan karena 95% wanita tidak menjalani deteksi dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks. Metode Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) merupakan salah satu metode yang efektif dan efisien untuk mendeteksi dini kanker serviks. Banyak faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan ibu untuk ikut serta pada tes IVA di antaranya adalah pengetahuan dan perilaku Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan Perilaku wanita usia subur tentang kanker serviks dalam pelaksanaan IVA tes di puskesmas ogan lima tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua sasaran Wanita Usia Subur (WUS) berusia 30-50 tahun yang sudah menikah di Puskesmas Ogan Lima tahun 2023 yaitu sebanyak 2577 WUS. sampel pada penelitian ini adalah sebanyak  106 WUS. Teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Aanalisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil didapatkan Frekuensi responden yang melakukan pemeriksaan IVA  yaitu sebanyak 42 (39,6%) responden, dan responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 64 (60,4%) responden. Frekuensi responden yang memilili pengetahuan baik yaitu sebanyak 48 (45,3%) responden, dan responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 58 (54,7%) responden. Frekuensi perilaku dalam melakukan pemeriksaan IVA, yang mendukung yaitu sebanyak 36 (34%) responden dan yang tidang mendukung yaitu sebanyak 70 (66%) responden Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemeriksaan IVA yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,000 (α <0,05). Ada hubungan antara perilaku dengan pemeriksaan IVA yaitu dapat dilihat dari nilai p.value 0,001 (α <0,05).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan perilaku wanita usia subur tentang kanker serviks dalam pelaksanaan IVA tes di  Puskesmas Ogan Lima tahun 2023.Saran: mensosialisasikan mengenai pentingnya pemeriksaan IVA melalui penyuluhan-penyuluhan tentang  kanker servik, pemeriksaan IVA  secara bertahap selama 2x dalam 1 tahun   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pemeriksaan IVA ABSTRACT Background: The high mortality rate from cervical cancer is caused by 95% of women not undergoing early detection, causing a delay in the diagnosis of cervical cancer. Acetic Acid Visual Inspection Method (IVA) is an effective and efficient method for early detection of cervical cancer. Many factors related to the participation of mothers to take part in the IVA test include knowledge and behavior. Purpose: The aim of the study was to determine the relationship between knowledge and behavior of women of childbearing age regarding cervical cancer in carrying out the IVA test at Puskesmas Ogan Lima in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional research design. The population used in this study were all target women of childbearing age (WUS) aged 30-50 years who were married at Puskesmas Ogan Lima in 2023, namely 2577 WUS. the sample in this study was 106 WUS. The sampling technique used is Acidental Sampling. Data analysis used the Chi Square test.Result: The results showed that the frequency of respondents who carried out IVA examinations was 42 (39.6%) respondents, and respondents who did not carry out IVA examinations were 64 (60.4%) respondents. The frequency of respondents who had good knowledge was 48 (45.3%) respondents, and respondents who had less knowledge were 58 (54.7%) respondents. The frequency of behavior in carrying out VIA examinations, which supports 36 (34%) of respondents and those who do not support, namely 70 (66%) of respondents. There is a relationship between knowledge and IVA examination, which can be seen from the p.value of 0.000 (α <0, 05).Conclusion: There is a relationship between the knowledge and behavior of women of childbearing age regarding cervical cancer in the implementation of the IVA test at Puskesmas Ogan Lima in 2023. Suggestion: Socialize the importance of IVA examinations through counseling about cervical cancer, IVA examinations in stages for 2x in 1 year  Keywords: Knowledge, Behavior, IVA Examination
The Effect Of Consumption Of Tangerine Juice On Blood Pressure Reduction In Pregnant Women With Gestational Hypertension Jayanti, Violita Puspita; Astriana, Astriana; Susilawati, Susilawati; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11669

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun status sosial ekonomi. Sekitar 90% penderita hipertensi mengalami hipertensi gestasional. Di Provinsi Lampung, hipertensi gestasional mencapai 20,86% pada tahun 2020, sedangkan di Kabupaten Lampung Timur mencapai 17,86% pada tahun yang sama.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus jeruk keprok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur tahun 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan pendekatan pretest-posttest with one group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Hasil: Tekanan darah rata-rata sebelum mengonsumsi jus jeruk keprok adalah 146,62 mmHg (sistolik), dengan simpangan baku (SD) 3,420 dan galat baku (SE) 0,587. Tekanan darah sistolik minimum yang tercatat adalah 140 mmHg, dan maksimum 155 mmHg. Tekanan darah diastolik rata-rata adalah 103,53 mmHg, dengan SD 8,663 dan SE 1,186. Tekanan darah diastolik minimum yang tercatat adalah 90 mmHg, dan maksimum 115 mmHg. Setelah mengonsumsi jus jeruk keprok, tekanan darah rata-rata berkurang menjadi 121,32 mmHg (sistolik), dengan SD 7,417 dan SE 1,272. Tekanan darah sistolik minimum yang tercatat adalah 110 mmHg, dan maksimum 145 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik adalah 91,50 mmHg, dengan SD 6,458 dan SE 1,108. Tekanan darah diastolik terendah yang tercatat adalah 70 mmHg, dan tertinggi adalah 100 mmHg. Nilai p yang diperoleh adalah 0,000 (lebih kecil dari 0,05), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konsumsi jus jeruk keprok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur tahun 2023.Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan konsumsi jus jeruk keprok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional.Saran: Disarankan kepada pihak puskesmas agar memberikan informasi tentang penatalaksanaan penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional dengan menggunakan terapi jus jeruk keprok. Kata Kunci: Hipertensi Gestasional, Kehamilan, Jus Jeruk Keprok. ABSTRACT Background: Hypertension is a disease that can affect anyone, regardless of age or socioeconomic status. Approximately 90% of hypertensive patients were affected by gestational hypertension. In Lampung Province, gestational hypertension accounted for 20.86% in the year 2020, while in East Lampung Regency, it reached 17.86% in the same year.Purpose: The objective of this study was to determine the effect of tangerine juice consumption on blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension in the working area of Sumber Rejo Inpatient Public Health Center of East Lampung Regency in the year 2023.Methods: This research employed a quantitative approach. It was conducted in May 2023 within the working area Sumber Rejo Inpatient Public Health Center of East Lampung Regency. The research design used was a pre-experimental design with a pretest-posttest approach with one group. The purposive sampling technique was used.Result: The average blood pressure before consuming tangerine juice was 146.62 mmHg (systolic), with a standard deviation (SD) of 3.420 and a standard error (SE) of 0.587. The minimum systolic blood pressure recorded was 140 mmHg, and the maximum was 155 mmHg. The mean diastolic blood pressure was 103.53 mmHg, with an SD of 8.663 and an SE of 1.186. The minimum diastolic blood pressure recorded was 90 mmHg, and the maximum was 115 mmHg. After consuming tangerine juice, the average blood pressure reduced to 121.32 mmHg (systolic), with an SD of 7.417 and an SE of 1.272. The minimum systolic blood pressure recorded was 110 mmHg, and the maximum was 145 mmHg. The mean diastolic blood pressure was 91.50 mmHg, with an SD of 6.458 and an SE of 1.108. The minimum diastolic blood pressure recorded was 70 mmHg, and the maximum was 100 mmHg. The obtained p-value was 0.000 (less than 0.05), meaning that the alternative hypothesis (Ha) was accepted, indicating that there is a significant effect of tangerine juice consumption on blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension in the working area of Sumber Rejo Inpatient Public Health Center of East Lampung Regency in 2023.Conclusion: There is a significant effect of tangerine juice consumption on blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension.Suggestion: It is recommended for the public health center is to provide information on the management of blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension using tangerine juice therapy. Keywords: Gestational Hypertension, Pregnancy, Tangerine Juice.
Relationship Between Parenting Pattern And Stunting Afrita, Rini; lathifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11480

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2SD / standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted) (Kemenkes RI, 2021). Kasus stunting dunia mencapai 22% dengan jumlah mencapai 149,2 juta anak (Unicef, 2020). Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan stunting (Permenkes Nomor 2, 2020). Berdasarkan Profil Kementerian Kesehatan RI, 2021 Indonesia persentasi balita stunting usia 0-59 bulan sebesar 2,5% balita sangat pendek dan sebesar 7% balita pendek. Lampung menunjukkan prevalensi balita stunting sebanyak 15,2% sedangkan Kabupaten Lampung Utara (24,7%) (SSGI Provinsi Lampung). Data Profil UPTD Puskesmas Ogan Lima jumlah anak stunting 92 anak, dimana stunting usia 0-23 bulan berjumlah 38 anak dan yang berusia 24-59 bulan lebih banyak yaitu 54 anak.Tujuan: diketahui hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dan sample dalam penelitian ini adalah 54 balita stunting usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ogan Lima tahun 2023. Dengan menggunakan Teknik Total Sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square.Hasil: menunjukan bahwa distribusi frekuensi balita stunting kategori pendek berjumlah 43 (79,6%) dan balita stunting kategori sangat pendek berjumlah 11 (20,4%). Distribusi frekuensi pola asuh orang tua positif berjumlah 25 (46,3%) dan pola asuh orang tua negatif berjumlah 29 (53,7%). Uji hipotesis menunjukkan ada hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima (p=0.021, OR=0,132, CI 95% = 0,25-0,687)Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima.Saran: Tenaga kesehatan melakukan advokasi dengan pemegang kebijakan,bekerjasama dengan lintas  program dan lintas sektor untuk melakukan penyuluhan kesehatan tentang cara mencuci tangan dengan sabun, imunisasi dasar lengkap dan sanitasi lingkungan yang bersih melalui leaflet atau brosur dengan mengikutsertakan tokoh masyarakat (TOMA), tokoh agama (TOGA) dan perangkat desa dan melakukan penyuluhan tentang praktek pemberian makanan di posyandu dengan cara pengolahan bahan makan bergizi yang murah dan mudah didapat di lingkungan sekitar. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua,Stunting. ABSTRACT Background: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition which is characterized by a z-score for height for age (TB/U) less than -2SD / standard deviation (stunted) and less than -3SD ( severely stunted) (RI Ministry of Health, 2021). World stunting cases have reached 22% with a total of 149.2 million children (Unicef, 2020). Indonesia is ranked fifth in the world for the number of children with stunting (Permenkes Number 2, 2020). Based on the profile of the Indonesian Ministry of Health, in 2021 Indonesia the percentage of stunted toddlers aged 0-59 months is 2.5% very short toddlers and 7% stunted toddlers. Lampung shows the prevalence of stunting under five is 15.2%, while North Lampung Regency (24.7%) (SSGI Lampung Province). UPTD Profile Data of the Puskesmas Ogan Lima, the number of stunted children is 92, of which 38 children are stunted aged 0-23 months and those aged 24-59 months are more, namely 54 children.Purpose: The aim of the study was to find out the relationship between parenting and stunting at the UPTD Puskesmas Ogan Lima in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional research design. Data collection techniques using a questionnaire. The population and sample in this study were 54 stunted toddlers aged 24-59 months in the working area of the Ogan Lima Health Center UPTD in 2023. Using the Total Sampling technique. Univariate and bivariate data analysis using chi-square.Result: The results showed that the distribution of the frequency of stunting toddlers in the short category was 43 (79.6%) and the toddlers in the very short category were 11 (20.4%). The frequency distribution of positive parenting styles is 25 (46.3%) and negative parenting styles is 29 (53.7%). The hypothesis test showed that there was a relationship between parenting style and stunting at UPTD Puskesmas Ogan Lima (p=0.021, OR=0.132, 95% CI = 0.25-0.687)Conclusion: There is a relationship between parenting style and stunting at the UPTD Puskesmas Ogan Lima  Suggestion: to reduce the stunting rate for health workers, carry out advocacy with policy makers, collaborate with cross-programs and cross-sectors to conduct health education on how to wash hands with soap, complete basic immunization and clean environmental sanitation through leaflets or brochures involving community leaders (TOMA), religious leaders (TOGA) and village officials and conduct counseling on the practice of providing food at posyandu by processing nutritious food ingredients that are cheap and easily available in the surrounding environment. Keywords: Parenting Pattern, Stunting 
INTERPRETASI SIMBOL DALAM NOVEL GUGUR BUNGA KEDATON KARYA WAHYU HARYONO (KAJIAN HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR) Astriana, Astriana; Anshari, Anshari; Hajrah, Hajrah
Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2025): August
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/neologia.v6i2.71260

Abstract

This study aims to interpet cultural symbols in the novel Gugur Bunga Kedaton by Wahyu Haryono using Paul Ricoeur’s hermeneutic approach, which involves three step: understanding symbols, interpreting their meaning, and reflecting on their significance. This qualitative descriptive research analysis data in the form of words, phrases, or clauses found in the novel. Data collection was conducted using reading and note-taking method. The data analysis technique involved data reduction, data presentation, and verification or conclusion drawing. The result indicate that cultural symbols reflect human activities, including ideas, action and artifacts such as kanuragan, semedi, Sanghyang Kamahayanikan, wahyu keprabon, sowan, kungkum, sirep Megananda, and serat geguritan. these symbols represent the cultural life of the Majapahit and Demak Kingdom in the 15th-16th centuries, while also revealing hidden meanings within their social and cultural context.
Efektifitas pemberian tablet fe dan madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil Efia, Nur; Mariza, Ana; Evrianasari, Nita; Astriana, Astriana
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 1 No. 1 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v1i1.1098

Abstract

Anemia is a health problem in all over the world especially developing country which is estimated around 30% of world’s citizen suffer from anemia/ the number of anemia on pregnancy in Indonesia shows the high number which is 3.8% on trimester I, 13.6% on trimester II and 24.8% on trimester III. At Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency has not handled anemia on pregnant woman yet by giving FE and honey. The researcher wants to know is there any affectivity of giving FE tablet and honey towards pregnant woman’s hemoglobin at the working area of Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency. Quantitative research type with quasy experiment research design and two group pretest-posttest. The research population of anemia on pregnant woman as many as 79 people with the sample as many as 32 people, the sampling technique was Purposive Sampling. The data analysis was t-test univariate and bivariate. The influence of Fe tablet and honey giving towards pregnant woman’s haemoglobin at the working area of Hajimena Health Centre of Natar sub-district South Lampung Regency year of 2019 (t-test > t count 14.067, p-value 0.000 < 0.05). There were the difference of hemoglobin level on experiment group and control group where it was obtained t-test > tcount 8.292 > 1.725 p-value = 1.0004 (<α 0.05) which means there was the hemoglobin level difference between experiment group and control group, with mean difference as much as 0.8. Pregnant woman should improve consuming the food contains vitamin C, B12, folic acid and protein to improve FE absorption in the body and also to prevent consuming food source FE along with the food which can inhibit FE absorption such as tea, coffee and milk. Keywords : Hemoglobin level, pregnant woman, FE+Honey Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, banyak terjadi terutama pada ibu hamil. Madu merupakan panganan mengandung besi ( Fe ), Vitamin C, Vitamin B. Kompleks dan Asam Folat yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada efektifitas pemberian tablet Fe dan madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest. Populasi penelitian ibu hamil sampel sebanyak 32 orang, teknik sampling Purposive Sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis didapat bahwa distribusi frekuensi kadar Hemoglobin ibu hamil sebelum pemberian Fe dan madu adalah 9,975 dengan standar deviasi 0,4187 dan distribusi frekuensi kadar Hemoglobin ibu hamil setelah diberikan FE dan madu adalah 11,213 dengan standar deviasi 0,3964. Ada pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Diwilayah Kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan (t-test > t hitung 14,067, p–value 0,000 < 0,05). Terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimana didapatkan t- test > t hitung 8,292 > 1.725 p-value = 0,004 (< α 0,05) yang berarti ada perbedaan kadar haemoglobin antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan perbedaan nilai mean sebesar 0.8 point. Kata kunci: Kadar haemoglobin , ibu hamil, FE+Madu
PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS DINGIN MENGURANGI PEMBENGKAKAN PAYUDARA IBU POST PARTUM Andari, Yuli; Sari, Dewi Yulia; Astriana, Astriana; Iqmy, Ledy Octaviani
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5172

Abstract

Background The highest percentage of exclusive breastfeeding coverage is in West Nusa Tenggara (87.35%), while the lowest percentage is in Papua (15.32%), while Lampung Province is in eleventh place with a percentage achievement of 64.98%. One of the things that can cause obstacles in exclusive breastfeeding is the presence of problems in the breast. One of the most common breast problems is breast milk dam or breast engorgement. Interventions to relieve the symptoms of breast engorgement are urgently needed. Strategies to reduce breast swelling non-pharmacologically can be done with acupuncture, traditional breast care (hot compresses combined with massage), cabbage leaves.The purpose of this study is to know the effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling of postpartum mothers in the Long Bandar Lampung Health Center Work Area in 2021.Methods This type of research is quantitative, the research design is pre-experimental method with a One group pretest – posttest design approach, the object of research is the effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling in postpartum mothers. Data analysis used univariate, bivariate t-test dependent.Result The average breast swelling of post partum mothers before being given cold cabbage compresses with a mean of 4.00 after being given cold cabbage compresses with a mean of 0.77.Conclusion it can be interpreted that there is an effect of giving cold cabbage leaf compresses to breast swelling of postpartum mothers in the work area of the Panjang Bandar Lampung Public Health Center in 2021.Suugestion It is expected that health workers in order to provide good counseling and information about the benefits of non-pharmacological treatment in dealing with the problem of breast engorgement in post partum mothers, especially for mothers with primiparas where these mothers do not understand correctly about how to breastfeed both for primiparous mothers to avoid the occurrence of breast milk dams.Keywords : Cold Cabbage Leaf Compress, Breast Swelling, Post Partum Mother  ABSTRAKLatar Belakang Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Nusa Tenggara Barat (87,35%), sedangkan persentase terendah terdapat pada Papua (15,32%), sedangkan Provinsi Lampung berada pada urutan ke sebelas dengan pencapaian persentase 64.98%. Salah satu hal yang dapat menyebabkan hambatan dalam pemberian ASI eksklusif adalah adanya permasalahan pada payudara. Salah satu permasalahan pada payudara yang sering terjadi adalah bendungan ASI atau pembengkakan payudara. Intervensi untuk meringankan gejala pembengkakan payudara sangat dibutuhkan. Strategi untuk mengurangi pembengkakan payudara secara non farmakologis dapat dilakukan dengan akupuntur, perawatan payudara tradisional (kompres panas dikombinasikan dengan pijatan), daun kubis. Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung Tahun 2021.Metode jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian metode pra Eksperimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design, objek penelitian adalah pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Analisa data menggunakan univariat, bivariat uji t-tes dependen. \Hasil Rata-rata pembengkakan payudara ibu post partum sebelum diberi kompres kubis dingin dengan mean4,00 sesudah diberi kompres kubis dingin dengan mean 0,77.Kesimpulan  ada pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap pembengkakan payudara ibu post partum di wilayah kerja puskesmas panjang bandar lampung tahun 2021.Saran petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi yang baik tentang manfaat pengobatan non farmakologi dalam menangani masalah pembengkakan payudara pada ibu post partum, terutama bagi ibu dengan primipara dimana ibu tersebut belum memahami secara benar tentang cara pemberian ASI baik bagi ibu primipara untuk menghindari terjadinya bendungan ASI.Kata Kunci     : Kompres Daun Kubis Dingin, Pembengkakan Payudara, Ibu Post Partum