Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Effectiveness Of Giving Peppermint Oil Aromatherapy On The Severity Of Nausea And Vomiting In Pregnant Women Trimester I At Health Puskemas Tulang Bawang 1 Safitri, Wayan Maya; Astriana, Astriana; Evayanti, Yulistiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.8031

Abstract

ABSTRACTIn Indonesia, as many as 50%-75% of pregnant women experience nausea and vomiting in the first trimester or early pregnancy (Harahap, 2020). The number of pregnancies in Lampung Province in 2019 was 118,241 mothers, with the highest pregnancy in Central Lampung Regency as many as 19,211 and the lowest in Pesisir Barat Regency as many as 1,421 while Tulang Bawang Regency with 11,121 being in the top 5. The purpose of this study was to determine the effectiveness of peppermint oil aromatherapy on the severity of nausea and vomiting in TM I pregnant women at the Tulang Bawang 1 Health Center in 2022.This type of research is quantitative, with a pre-experimental research design. The population was TM I pregnant women who experienced nausea and vomiting, the sampling technique in this study was purposive sampling, univariate and bivariate data analysis using t-test, the study was conducted at the Tulang Bawang 1 Health Center in June 2022.The average of nausea and vomiting in pregnant women before being given peppermint aromatherapy with a mean of 10.30. The average nausea and vomiting in pregnant women after being given peppermint aromatherapy with a mean of 6.90. The results of statistical tests obtained p-value = 0.000 which means that there is an effectiveness of giving peppermint oil aromatherapy to the severity of nausea and vomiting in pregnant women with TM I at the Tulang Bawang 1 Health Center in 2022. Pregnant women who complain of nausea and vomiting in the first trimester should do peppermint oil aromatherapy appropriately in order to reduce nausea and vomiting in the first trimester.Keywords : Peppermint Oil, Nausea and Vomiting, Pregnant Women 
Relationship Between The Duration Of Contraceptive Implant Use And Menstrual Cycle Sugar Ratna, Desi Susanti; Rosmiyati, Rosmiyati; Astriana, Astriana; Ermasari, Anisa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11863

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan keluarga berencana terbukti efektif dalam menurunkan angka kematian ibu melalui penjarakan kehamilan dan penurunan kelahiran berisiko tinggi. Data BKKBN menunjukkan peserta KB aktif di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 57,4%, di Provinsi Lampung 68,7%, dan di Kabupaten Lampung Barat 70% pada tahun 2022. Data Puskesmas Kebun Tebu di Lampung Barat menunjukkan bahwa 70% peserta KB dari 2.754 pengguna layanan aktif. Namun angka tersebut masih jauh dari target sebesar 75%. Pemilihan metode kontrasepsi, khususnya implan, masih relatif rendah yaitu sebesar 11,9%, karena perubahan siklus menstruasi terkait dengan kontrasepsi implan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan alat kontrasepsi implan dengan siklus menstruasi.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan survei analitik dengan jangka waktu cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh akseptor kontrasepsi implan di wilayah kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat. Besar sampel terdiri dari 114 individu yang dipilih melalui teknik proporsional random sampling. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,6%) telah menggunakan alat kontrasepsi implan selama ≤ 1 tahun, dan 52,6% diantaranya mengalami siklus menstruasi yang normal. Analisis statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,003 dan rasio odds (OR) sebesar 3,438.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama penggunaan alat kontrasepsi implan dengan siklus menstruasi. Kata Kunci: Durasi Pemakaian Implan Kontrasepsi, Siklus Menstruasi. ABSTRACT Background: Family planning services have proven effective in reducing maternal mortality rates by spacing pregnancies and decreasing high-risk births. BKKBN data indicates that the active family planning participants in Indonesia in 2021 were 57.4%, in Lampung Province 68.7%, and in West Lampung Regency 70% in 2022. Data from Kebun Tebu Health Center in West Lampung shows that 70% of family planning participants out of 2,754 service users are active. However, this number still falls short of the target of 75%. The selection of contraceptive methods, specifically implants, remains relatively low at 11.9%, due to the menstrual cycle changes associated with implant contraception.Objective: The aim of this study is to determine the relationship between the duration of contraceptive implant usage and the menstrual cycle.Research Methodology: This study employs a quantitative research design, utilizing an analytical survey approach with a cross-sectional timeframe. The population of interest encompasses all contraceptive implant acceptors in the working area of Kebun Tebu Health Center in West Lampung. The sample size consists of 114 individuals, selected through proportional random sampling technique. Statistical analysis is conducted using the chi-square test.Research Findings: The study results reveal that the majority of respondents (59.6%) have been using contraceptive implants for ≤ 1 year, and 52.6% of them experience normal menstrual cycles. The statistical analysis yields a p-value of 0.003 and an odds ratio (OR) of 3.438.Conclusion: There is a correlation between the duration of contraceptive implant usage and the menstrual cycle. Keywords: Duration of Contraceptive Implant Usage, Menstrual Cycle.
Peningkatan Efektivitas Administrasi Kelompok Tani Hutan melalui Digitalisasi di Desa Patanyamang Mukhlisa, Andi Nurul; Mirnawati, Mirnawati; Asriany, Asriany; Bahar, Idul; Ardiyansyah, Didit; Alamsyah, Ilham; Astriana, Astriana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i3.940

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Patanyamang melalui digitalisasi serta mendiseminasikan hasil penelitian terkait mitigasi bencana longsor berbasis data spasial. Pelatihan digitalisasi administrasi dirancang untuk memperkenalkan teknologi pencatatan digital, termasuk penggunaan barcode, yang mempermudah pengelolaan data kelompok, persediaan, dan laporan keuangan. Selain itu, kegiatan diseminasi penelitian menyoroti potensi tanaman bambu dalam mitigasi longsor dengan pendekatan ekologis. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif dengan melibatkan 20 orang anggota kelompok yang dilaksanakan selama 2 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi berhasil meningkatkan efisiensi dan antusiasme masyarakat, meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Penanaman bambu direkomendasikan sebagai solusi mitigasi bencana longsor, sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Kegiatan ini membuktikan pentingnya kolaborasi multipihak dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Mengenai Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja Nurliyani, Nurliyani; Sunarsih, Sunarsih; Isnaini, Nurul; Lhatifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.20334

Abstract

Pergaulan bebas merupakan fenomena sosialyang semakin berkembang, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Fenomena ini dapat memengaruhi pola pikir, sikap, serta perilaku individu yang terlibat, dengan dampak negatifyang dapat merusak aspek fisik, mental, dan sosial. Perilakuseks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya dengan sentuhan, beciuman dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan salingmenggesekkan alat kelamin dengan pasangan namun belumbersenggama (petting) dan yang sudah bersenggama(intercourse), yang dilakukan di luar hubungan pernikahan(Sarwono, 2012).Tujuan Promosi Kesehatan ini adalah meningkatan pengetahuan bahaya seks bebas pada remaja sehingga dapat diturunkannya permasalahan kesehatan dan sosial akibat seks bebas. Kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan mengenaiupaya peningkatan Bahaya Pergaulan Bebas kepada para siswa-siswi SMK 4 Bandar Lampung, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadappeningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang Bahaya Pergaulan Bebas. Semakin meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan, akan dapat menghasilkan perilaku baik yangdapat mencegah penularan Penyakit Menular Seksual.Dengan demikian, angka kejadian Penyakit Menular Seksual di masyarakat dapat diturunkan dan derajat kesehatan masyarakat menjadi optimal.
Effect Of Health Promotion On The Bride And Groom Knowledge About The First 1000 Days Of Life Ermawati, Rosi; Mariza, Ana; Astriana, Astriana; Aryawati, Wayan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.7875

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan fase kehidupan yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data UNICEF (United Nations Children's Fund) tahun 2019, sebanyak 21,3% anak mengalami stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 1420 balita, di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo. Balita tersebut termasuk dalam kategori sangat pendek sebanyak 107 orang dan balita pendek sebanyak 263 orang. Upaya penurunan stunting yang dilakukan adalah dengan memberikan promosi kesehatan kepada calon pengantin terkait fase 1000 HPK balita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022.Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon pengantin dengan sampel sebanyak 31 orang secara total sampling dengan pendekatan one group pretest-postest. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi.Hasil rerata pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan sebelum diberikan promosi kesehatan adalah 35,3 dan setelah diberikan promosi kesehatan adalah 95,9. Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022 menunjukkan nilai p = 0,000. Saran: Bagi tenaga kesehatan, diharapkan untuk lebih meningkatkan edukasi yang diberikan berupa leaflet kepada calon pengantin tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Kata Kunci : 1000 hari pertama kehidupan, promosi kesehatan, pengetahuan, calon pengantin ABSTRACT The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a very important phase of life in stunting prevention efforts. Based on UNICEF (United Nations Children's Fund) data in 2019, as many as 21,3% of children are stunted, particularly in Central Lampung Regency as many as 1420 toddlers, in the Working Area of the Candi Rejo Health Centre. The toddler is included in the very short category as many as 107 people and short toddlers as many as 263 people. The efforts to reduce stunting are providing health promotion to brides and grooms related to the 1000 HPK toddler phase. The purpose of the study is to determine the effect of health promotion on the bride and groom's knowledge about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022.Quantitative research was used with one group pretest-postest approach. The population of this study is the entire bride and groom with a sample used as many as 31 people in total sampling by means of one group pretest-postest. The study was conducted in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in July 2022. Data collection used observation sheet.The average results of the bride and groom knowledge about the first 1000 days of life before given health promotion was 35.3 and after given health promotion was 95.9. The effect of health promotion on the knowledge of the bride and groom about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022 showed a p-value = 0.000. Suggestion: For health workers, it is expected to further improve the education given in the form of leaflets to the bride and groom on the importance of 1000 days of life. Keywords : first 1000 days, health promotion, knowledge, bride and groom 
PENERAPAN STRATEGI PENDEKATAN COLLABORATIVE PLANNING PADA POLITEKNIK STIA LAN MAKASSAR Astriana, Astriana; Irfan, Muhammad
ADMIT: Jurnal Administrasi Terapan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Terapan
Publisher : Politeknik STIA LAN Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to see the extent to which the collaborative planning approach has been implemented in improving the quality of planning documents at the STIA LAN Makassar Polytechnic. The background of this study is based on conditions where the process of preparing planning documents is still dominated by a top-down approach. This means that planning is more directed by top-level policies without involving adequate participation from stakeholders at the implementing or beneficiary levels. This study uses a descriptive method with a qualitative approach through interviews, observations and documentation to collect primary and secondary data. The results of this study indicate that the collaborative planning approach has been implemented, but not optimally due to obstacles and problems, such as the process that is still dominated by management and formal planners, while the involvement of lecturers, education staff, and students is not optimal, there is limited time in preparing documents, and the number of functional planner formations that are still not fulfilled. This study offers novelty by examining the application of the collaborative planning approach in the context of government educational institutions, which has received relatively little attention in the public planning literature. The findings of this study not only enrich the theoretical discourse on collaborative planning in the educational bureaucracy, but also provide practical implications in the form of recommendations for strengthening participatory mechanisms, planning governance, and the role of planners as facilitators of collaboration in improving the quality of institutional planning documents.
Differences in Psychological Resilience among Adolescents in Earthquake-Affected Areas based on Gender, Parenting Styles, and Psychosocial Problems Budiarto, Eka; Astriana, Astriana; Kusuma, Nur Intan
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2026.21.1.16448

Abstract

Resilience is crucial for adolescents, a vulnerable group that may suffer adverse effects from earthquakes. A large number of adolescents continue to experience stress and trauma as a result of such events. This study aimed to determine the differences in psychological resilience among adolescents based on gender, parenting style, and psychosocial problems. This quantitative research employed a cross-sectional design with a sample size of 232 participants. Simple random sampling was used, with the inclusion criteria targeting adolescents who resided in the earthquake-affected area, directly experienced the earthquake, and exhibited psychological impacts such as anxiety, fear, and excessive sadness. Adolescent resilience was measured using a modified version of the Brief Resilience Scale questionnaire. Data were analyzed using a three-way ANOVA with a 2x2x2 factorial design. The results showed that the average resilience score was 19.25 out of a maximum possible score of 30, suggesting that adolescent resilience remains considerably below its potential maximum. Psychological resilience among adolescents in earthquake-affected areas was not significantly influenced by gender (p = 0.381), parenting style (p = 0.607), or psychosocial problems experienced during the earthquake (p = 0.331). Therefore, adolescent resilience appears unaffected by these factors. However, further research is warranted to explore other potential influences, including coping mechanisms, decision-making skills, and stress management.
The Effect Of Prenatal Yoga On Maternal Back Pain In The Third Trimester Of Pregnancy At Banjar Baru Primary Health Care Tulang Bawang Marwi, Rizka Seffitri; Yantina, Yuli; Astriana, Astriana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.14416

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung adalah nyeri yang terjadi pada area lumbosakral. Nyeri punggung adalah gangguan yang umum terjadi dan ibu hamil mungkin pernah memiliki riwayat sakit punggung di masa lalu. Sebagai kemungkinan lain, nyeri punggung dapat dirasakan pertama kalinya dalam kehamilan. Upaya dalam mengatasi nyri punggung bisa dengan salah satunya melakukan senam prenatal yoga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III di Puskesma Banjar Baru Tulang Bawang tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental dengan pendekatan One group pretest-posttes design. Populasi dalam penelitian ini adalah 23 ibu hamil trimester III di Puskesmas Banjar Baru dengan sampel berjumlah 23 ibu hamil di ambil secara total sampling. Variabel independent adalah prenatal yoga dan variabel dependent adalah nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Instrument dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dengan Visual Analogue Scale (VAS). Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dengan Analisa data t-Tes.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan senam prenatal yoga hampir seluruh ibu hamil mengalami nyeri punggung dengan tingkat nyeri sedang sebanyak 21 respnden (91,3%), sedangkan setelah dilakukan senam prenatal yoga menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami nyeri punggung ringan sebanyak 20 responden (87%). Berdasarkan uji t-Tes didapatkan hasil p-value 0,000 α 0,05. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa HI diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada pengaruh prenatal yoga terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III di Puskesmas Banjar Baru Tulang Bawang tahun 2023. Diharapkan ibu hamil dapat melakukan prenatal yoga dirumah sendiri atau dapat mengikuti pelaksanaan prenatal yoga pada kelas ibu hamil.Kesimpulan: Prenatal yoga dapat menurunkan nyeri punggung ibu hamil trimester III.Saran: Dapat dilakukan prenatal yoga pada ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Kata Kunci : Prenatal Yoga, Nyeri Punggung, Ibu Hamil Trimester III ABSTRACT Back pain is a discomfort that occurs in the lumbosacral area. It is a common issue, and pregnant women might have a history of back pain in the past. Alternatively, back pain might be experienced for the first time during pregnancy. One way to address back pain is by practicing prenatal yoga. This research aimed to determine the effect of prenatal yoga on back pain in pregnant women in the third trimester at Banjar Baru Primary Health Care, Tulang Bawang, in 2023.This study employed an experimental design with a One-group Pretest-Posttest Design approach. The population consisted of 23 pregnant women in the third trimester at Banjar Baru Primary Health Care, with a sample size of 23 pregnant women selected through total sampling. The independent variable was prenatal yoga, while the dependent variable was back pain in pregnant women in the third trimester. The research instrument used observation sheets with the Visual Analog Scale (VAS). Data processing involved editing, coding, scoring, tabulating, and data analysis using a t-test.The results showed that before participating in prenatal yoga, almost all pregnant women experienced back pain, with 21 respondents (91.3%) reporting moderate pain. After practicing prenatal yoga, the majority experienced mild back pain, with 20 respondents (87%) reporting such pain. The t-test results indicated a p-value of 0.000, which is less than α 0.05. Therefore, it can be concluded that the null hypothesis (H0) is rejected. The conclusion of this study is that there was a significant effect of prenatal yoga on back pain in pregnant women in the third trimester at Banjar Baru Primary Health Care, Tulang Bawang, in 2023. Pregnant women are encouraged to practice prenatal yoga at home or attend prenatal yoga classes. Keywords: Prenatal Yoga, Back Pain, Third Trimester Pregnant Women
The Effect Of Honey Consumption To Increase Weight In Pregnant Women With Chronic Energy Deficit (CED) In The Working Area Of Rajabasa Lama Public Health Center, Lampung East Herawati, Herawati; Astriana, Astriana; Nurliyani, Nurliyani; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.11923

Abstract

Malnutrisi pada ibu dan bayi berkontribusi terhadap setidaknya 3,5 juta kematian setiap tahun dan menyumbang 11% dari penyakit global di dunia. Berdasarkan sumber data dari laporan rutin Kabupaten Lampung Timur tahun 2021, menunjukkan bahwa jumlah kehamilan adalah 587.230 ibu dan dari keseluruhan angka kehamilan, terdapat sekitar 45% ibu hamil yang mengalami SEZ (Selective Emotional Deficiency/Gangguan Energi Kronis) pada ibu hamil yang diukur dengan lingkar lengan atas (LILA), diketahui bahwa sekitar 5647 ibu hamil memiliki LILA 23,5 cm (mengalami risiko SEZ) pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi madu terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil dengan gangguan energi kronis (SEZ) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Lama, Lampung Timur pada tahun 2023.Metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Lama, Lampung Timur. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, dari tanggal 5 Juni hingga 5 Juli 2023. Desain eksperimen yang digunakan adalah Kuasi-Kuasi dengan pendekatan desain pretes-postes satu kelompok. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil di SEZ sebanyak 16 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan teknik uji statistik, uji t, dan uji dependen.Nilai rata-rata kenaikan berat badan sebelum pemberian madu kepada ibu hamil adalah 43,969 SD 6,1494. Nilai rata-rata kenaikan berat badan setelah pemberian madu kepada ibu hamil adalah 45,719 SD 5,8878. Hasil perbedaan rata-rata menunjukkan peningkatan rata-rata berat badan pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian madu sebesar 1,75 dari seluruh responden, yaitu 16 responden. Hasil nilai P sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho diterima, yang berarti terdapat pengaruh konsumsi madu terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil dengan defisiensi energi kronis (SEZ) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Lama, Lampung Timur tahun 2023. Dengan penelitian ini, diharapkan responden dapat menerapkan terapi berupa konsumsi madu untuk meningkatkan berat badan pada ibu hamil jika kelak mengalami SEZ. Kata kunci: Defisiensi Energi Kronis, berat badan, kehamilan ABSTRACT Malnutrition in mothers and infants contributes to at least 3.5 million deaths annually and accounts for 11% of the world's global diseases. Based on data sources from the routine report of East Lampung Regency in 2021, it shows that the number of pregnancies is 587,230 mothers and of the overall pregnancy rate, there are around 45% of pregnant women experiencing SEZ in pregnant women's pregnancies measured by their upper arm circumference (LILA), it is known that around 5647 pregnant women have Lila 23.5 cm (experiencing SEZ risk) in 2022The purpose of this study is the effect of honey consumption to increase weight in pregnant women with chronic energy deficiency (SEZ) in Working Area of Rajabasa Lama Health Center, East Lampung in 2023.  Quantitative research methods. This research was conducted in the Working Area of the Rajabasa Lama Health Center, East Lampung. The time is carried out for 1 month from June 5 to July 5, 2023. Experimental Quasy Design with one group pretes-postes design approach. The sample of this study was pregnant women with SEZ as many as 16 respondents. Data analysis using univariate and bivariate analysis with statistical test techniques, t test dependent tests.The average value of weight gain before honey was given to pregnant women was 43.969 SD 6.1494. The average value of weight gain after honey given to pregnant women was 45.719 SD 5.8878. The results of the mean difference value where there was an increase in the average results of body weight in pregnant women before and after as much as 1.75 from all respondents, namely 16 respondents. The result of the P value of 0.000 which means Ha is accepted and Ho is tolah, which means that there is an effect of honey consumption to increase weight in pregnant women with chronic energy deficiency (SEZ) in the Working Area of the Rajabasa Lama Health Center, East Lampung in 2023. With this study, it is hoped that respondents will be able to apply therapy in the form of honey consumption to increase weight in women of childbearing age if they later find SEZ. Keywords: CED, weight, pregnancy