Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Effectiveness Of Giving Peppermint Oil Aromatherapy On The Severity Of Nausea And Vomiting In Pregnant Women Trimester I At Health Puskemas Tulang Bawang 1 Safitri, Wayan Maya; Astriana, Astriana; Evayanti, Yulistiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.8031

Abstract

ABSTRACTIn Indonesia, as many as 50%-75% of pregnant women experience nausea and vomiting in the first trimester or early pregnancy (Harahap, 2020). The number of pregnancies in Lampung Province in 2019 was 118,241 mothers, with the highest pregnancy in Central Lampung Regency as many as 19,211 and the lowest in Pesisir Barat Regency as many as 1,421 while Tulang Bawang Regency with 11,121 being in the top 5. The purpose of this study was to determine the effectiveness of peppermint oil aromatherapy on the severity of nausea and vomiting in TM I pregnant women at the Tulang Bawang 1 Health Center in 2022.This type of research is quantitative, with a pre-experimental research design. The population was TM I pregnant women who experienced nausea and vomiting, the sampling technique in this study was purposive sampling, univariate and bivariate data analysis using t-test, the study was conducted at the Tulang Bawang 1 Health Center in June 2022.The average of nausea and vomiting in pregnant women before being given peppermint aromatherapy with a mean of 10.30. The average nausea and vomiting in pregnant women after being given peppermint aromatherapy with a mean of 6.90. The results of statistical tests obtained p-value = 0.000 which means that there is an effectiveness of giving peppermint oil aromatherapy to the severity of nausea and vomiting in pregnant women with TM I at the Tulang Bawang 1 Health Center in 2022. Pregnant women who complain of nausea and vomiting in the first trimester should do peppermint oil aromatherapy appropriately in order to reduce nausea and vomiting in the first trimester.Keywords : Peppermint Oil, Nausea and Vomiting, Pregnant Women 
Relationship Between The Duration Of Contraceptive Implant Use And Menstrual Cycle Sugar Ratna, Desi Susanti; Rosmiyati, Rosmiyati; Astriana, Astriana; Ermasari, Anisa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11863

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan keluarga berencana terbukti efektif dalam menurunkan angka kematian ibu melalui penjarakan kehamilan dan penurunan kelahiran berisiko tinggi. Data BKKBN menunjukkan peserta KB aktif di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 57,4%, di Provinsi Lampung 68,7%, dan di Kabupaten Lampung Barat 70% pada tahun 2022. Data Puskesmas Kebun Tebu di Lampung Barat menunjukkan bahwa 70% peserta KB dari 2.754 pengguna layanan aktif. Namun angka tersebut masih jauh dari target sebesar 75%. Pemilihan metode kontrasepsi, khususnya implan, masih relatif rendah yaitu sebesar 11,9%, karena perubahan siklus menstruasi terkait dengan kontrasepsi implan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan alat kontrasepsi implan dengan siklus menstruasi.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan survei analitik dengan jangka waktu cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh akseptor kontrasepsi implan di wilayah kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat. Besar sampel terdiri dari 114 individu yang dipilih melalui teknik proporsional random sampling. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,6%) telah menggunakan alat kontrasepsi implan selama ≤ 1 tahun, dan 52,6% diantaranya mengalami siklus menstruasi yang normal. Analisis statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,003 dan rasio odds (OR) sebesar 3,438.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama penggunaan alat kontrasepsi implan dengan siklus menstruasi. Kata Kunci: Durasi Pemakaian Implan Kontrasepsi, Siklus Menstruasi. ABSTRACT Background: Family planning services have proven effective in reducing maternal mortality rates by spacing pregnancies and decreasing high-risk births. BKKBN data indicates that the active family planning participants in Indonesia in 2021 were 57.4%, in Lampung Province 68.7%, and in West Lampung Regency 70% in 2022. Data from Kebun Tebu Health Center in West Lampung shows that 70% of family planning participants out of 2,754 service users are active. However, this number still falls short of the target of 75%. The selection of contraceptive methods, specifically implants, remains relatively low at 11.9%, due to the menstrual cycle changes associated with implant contraception.Objective: The aim of this study is to determine the relationship between the duration of contraceptive implant usage and the menstrual cycle.Research Methodology: This study employs a quantitative research design, utilizing an analytical survey approach with a cross-sectional timeframe. The population of interest encompasses all contraceptive implant acceptors in the working area of Kebun Tebu Health Center in West Lampung. The sample size consists of 114 individuals, selected through proportional random sampling technique. Statistical analysis is conducted using the chi-square test.Research Findings: The study results reveal that the majority of respondents (59.6%) have been using contraceptive implants for ≤ 1 year, and 52.6% of them experience normal menstrual cycles. The statistical analysis yields a p-value of 0.003 and an odds ratio (OR) of 3.438.Conclusion: There is a correlation between the duration of contraceptive implant usage and the menstrual cycle. Keywords: Duration of Contraceptive Implant Usage, Menstrual Cycle.
Peningkatan Efektivitas Administrasi Kelompok Tani Hutan melalui Digitalisasi di Desa Patanyamang Mukhlisa, Andi Nurul; Mirnawati, Mirnawati; Asriany, Asriany; Bahar, Idul; Ardiyansyah, Didit; Alamsyah, Ilham; Astriana, Astriana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i3.940

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Patanyamang melalui digitalisasi serta mendiseminasikan hasil penelitian terkait mitigasi bencana longsor berbasis data spasial. Pelatihan digitalisasi administrasi dirancang untuk memperkenalkan teknologi pencatatan digital, termasuk penggunaan barcode, yang mempermudah pengelolaan data kelompok, persediaan, dan laporan keuangan. Selain itu, kegiatan diseminasi penelitian menyoroti potensi tanaman bambu dalam mitigasi longsor dengan pendekatan ekologis. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif dengan melibatkan 20 orang anggota kelompok yang dilaksanakan selama 2 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi berhasil meningkatkan efisiensi dan antusiasme masyarakat, meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Penanaman bambu direkomendasikan sebagai solusi mitigasi bencana longsor, sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Kegiatan ini membuktikan pentingnya kolaborasi multipihak dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pasangan Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Triana, Melia; Surnasih, Sunarsih; Suharman, Suharman; Astriana, Astriana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.12005

Abstract

ABSTRACT In the scope of reproductive health, maternal health during pregnancy, childbirth and postpartum is the main problem of women's reproductive health. From the health profile of Way Halim Health Center in 2022, 69 (5,6%) pregnant women experienced anemia, 38 (3%) experienced Chronic Energy Deficiency (CHD) and 5 babies were born with low birth weight (LBW). In improving health before pregnancy, preparation of physical, mental and social conditions must be prepared by the bride and groom as a couple who will enter the gates of marriage who really need information about reproductive health, one of which is through reproductive health counseling. This study aims to determine the effectiveness of reproductive health counseling on the knowledge and attitudes of prospective bridal couples at the Religious Affairs Office of Way Halim Bandar Lampung District in 2023. Type of quantitative research with experimental pretest-posttest research design. The sample used was 30 prospective brides using purposive sampling technique. This research was conducted at the KUA of Way Halim District in July 2023. Data collection using questionnaire sheets. Data analysis was univariate and bivariate (wilcoxon test). The results of the study showed that the average knowledge before being given reproductive health counseling was 58,33 and after being given counseling was 83,67 while the attitude of prospective brides before being given counseling was 75,12 and after being given counseling was 86,19. Reproductive health counseling is effective in improving the knowledge and attitudes of prospective bridal couples at the KUA Way Halim sub-district Bandar Lampung in 2023 with a value of (p-value = 0,000). All couples should participate in reproductive health counseling activities for prospective brides to improve knowledge and attitudes about reproductive health. Keywords: Knowledge, Attitude, Reproductive Health Counseling, Bride-To-Be  ABSTRAK Dalam lingkup kesehatan reproduksi, kesehatan ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas menjadi masalah utama kesehatan reproduksi perempuan. Dari profil kesehatan Puskesmas Way Halim Tahun 2022 sebanyak 69 (5,6%) ibu hamil mengalami anemia, 38 (3%) mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan 5 bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR). Dalam peningkatan kesehatan sebelum hamil, persiapan kondisi fisik, mental dan sosial harus dipersiapkan oleh pasangan calon pengantin sebagai pasangan yang akan memasuki gerbang pernikahan yang sangat memerlukan informasi tentang kesehatan reproduksi yaitu salah satunya melalui penyuluhan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan diketahuinya efektifitas penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap pasangan calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pretest-posttest eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak 30 calon pengantin menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di KUA Kecamatan Way Halim bulan Juli 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji Wilcoxon dan paired sampel t-test). Hasil penelitian diketahui rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi adalah 58,33 dan setelah diberi penyuluhan adalah 83,67 sedangkan sikap calon pengantin sebelum diberikan penyuluhan adalah 75,12 dan setelah diberi penyuluhan adalah 86,19. Penyuluhan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pasangan calon pengantin di KUA kecamatan Way Halim Bandar lampung tahun 2023 dengan nilai (p-value = 0,000). Semua pasangan calon pengantin hendaknya mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi, Calon Pengantin
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kelancaran Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung Sunarsih, Sunarsih; Berlian, Rahmayuni; H, Zarma; Astriana, Astriana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11589

Abstract

ABSTRACT The low exclusive breastfeeding rates are often caused by issues faced by breastfeeding mothers, one of which is insufficient breast milk production. The consequences of inadequate breast milk supply include breast engorgement, mastitis, and even abscesses. Infected breasts cannot be nursed, leading to reduced breast milk intake for infants, resulting in dehydration, malnutrition, jaundice, diarrhea, and compromised immunity. Many cases of insufficient breast milk production are attributed to nutritional factors. One approach to overcome this issue is by consuming green mung bean extract. The aim of this study was to determine the effect of green mung bean extract consumption on the smoothness of breast milk production in breastfeeding mothers. This study employed a quantitative research design with a one-group pretest and posttest design. The population consisted of exclusively breastfeeding mothers with infants aged 0-6 months experiencing breast milk insufficiency at Rajabasa Indah Public Health Center, Bandar Lampung City. Purposive sampling is used to select 15 respondents based on their characteristics during the study. The research is conducted from February to July 2023. Data collection involved an observation sheet on breast milk production smoothness. Data are analyzed using univariate and bivariate analysis (Wilcoxon test). The results revealed that the average smoothness of breast milk production before consuming green mung bean extract was 3.80, and after consumption, it increased to 9.60. The Wilcoxon test yields a p-value of 0.000<0.05, indicating a significant impact of green mung bean extract consumption on breast milk production smoothness. Hence, it is recommended for breastfeeding mothers to consider green mung bean extract as an alternative to improve breast milk production. Healthcare professionals should provide Communication, Information, and Education (CIE) about the benefits of green mung bean extract, particularly to breastfeeding mothers, to enhance breast milk production. Keywords: Breast Milk Production, Green Mung Bean, Breastfeeding Mothers   ABSTRAK Rendahnya pemberian ASI Eksklusif disebabkan oleh masalah yang dialami ibu menyusui salah satunya yaitu produksi ASI yang tidak lancar. Dampak bila pengeluaran ASI tidak lancar yaitu payudara ibu bengkak, mastitis dan bahkan abses. Payudara yang terinfeksi tidak dapat disusukan akibatnya bayi kurang mendapat ASI, sehingga bayi dapat mengalami dehidrasi, kurang gizi, ikterus, diare, dan kurangnya kekebalan tubuh bayi. Kebanyakan dari mereka yang mengalami ketidaklancaran produksi ASI disebabkan oleh faktor nutrisi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI yaitu dengan mengonsumsi sari kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu menyusui. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui eksklusif 0-6 bulan dengan keluhan ASI tidak lancar di Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung. Dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan karakteristik responden saat dilakukan penelitian yang dalam hal ini adalah 15 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kelancaran produksi ASI. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji Wilcoxon). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kelancaran produksi ASI sebelum diberikan minuman sari kacang hijau adalah 3,80 dan setelah diberikan minuman sari kacang hijau didapatkan rata-rata 9,60. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000<0,05 artinya adalah ada pengaruh konsumsi minuman sari kacang hijau terhadap kelancaran produksi ASI. Dengan demikian, dianjurkan bagi ibu menyusui dapat mengonsumsi sari kacang hijau sebagai alternatif untuk memperlancar produksi ASI dan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang manfaat kacang hijau kepada masyarakat khususnya ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Kata Kunci: Produksi ASI, Kacang Hijau, Ibu Menyusui
Pengaruh Jus Tomat terhadap Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Punduh Pedada Ambarwati, Eka; Sunarsih, Sunarsih; Riyanti, Riyanti; Astriana, Astriana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11355

Abstract

ABSTRACT Anemia is a condition where the erythrocyte mass and or circulating Hb mass cannot fulfill its function to provide oxygen to body tissues. In 2022, the number of pregnant women in Punduh Pedada Health Center was 636 and 63.8% with anemia in pregnancy, one of the interventions that can be done is to consume foods with high iron and vitamin C, namely tomatoes that can be made into juice. This study aims to determine the effect of tomato juice on haemoglobin levels of Trimester III pregnant women in the Punduh Pedada Health Center Working Area in 2023. Type of quantitative research with pretest-posttest control group design. The population in this study were all third Trimester pregnant women in the Punduh Pedada Health Center Working Area as many as 68 respondents with a sample of 32 respondents S1ided into 2 groups, namely 16 in the intervention group and 16 in the control group using purposive sampling technique. This study was conducted in the Punduh Pedada Health Center Work Area in April-May 2023. Data collection using observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (t test). The results showed that the average Hb level before given tomato juice and Fe tablets was 10.0 gr/dl and after given tomato juice and Fe tablets was 10,8 gr/dl, while the average Hb level before given Fe tablets was 10.0 gr/dl and after given Fe tablets was 10.5 gr/dl. There is an effect of tomato juice on haemoglobin levels of pregnant women Trimester III with a value (p-value = 0.000). Suggestions for pregnant women can consume tomato juice as an alternative to increase Hb levels during pregnancy. Keywords: Tomato Juice, Hemoglobin Level and Pregnant Women  ABSTRAK Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa Hb yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Pada tahun 2022 didapatkan jumlah ibu hamil di Puskesmas Punduh Pedada sebanyak 636 dan 63,8% dengan kondisi anemia dalam kehamilan, salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi makanan dengan tinggi zat besi dan vitamin C yaitu tomat yang dapat dibuat jus. Penelitian ini bertujuan diketahui pengaruh jus tomat terhadap kadar haemoglobin ibu hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Punduh Pedada Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif desain pretest-posttest control group design. Populasi seluruh ibu hamil trimester III sebanyak 68 responden dengan sampel sebanyak 32 responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 pada kelompok intervensi dan 16 pada kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Punduh Pedada pada bulan April-Mei 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (t test). Hasil penelitian diketahui rata-rata kadar Hb sebelum diberikan jus tomat dan tablet Fe adalah 10,0 gr/dl dan sesudah diberikan jus tomat dan tablet Fe 10,8 gr/dl, sedangkan rata-rata kadar Hb sebelum diberikan tablet Fe adalah 10,0 gr/dl dan sesudah diberikan tablet Fe adalah 10,5 gr/dl. Ada pengaruh jus tomat terhadap kadar haemoglobin ibu hamil Trimester III dengan nilai (p-value = 0,000). Saran bagi ibu hamil dapat mengkonsumsi jus tomat sebagai alternatif untuk peningkatan kadar Hb selama kehamilan.. Kata Kunci: Jus Tomat, Kadar Hemoglobin dan Ibu Hamil
Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Mengenai Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja Nurliyani, Nurliyani; Sunarsih, Sunarsih; Isnaini, Nurul; Lhatifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.20334

Abstract

Pergaulan bebas merupakan fenomena sosialyang semakin berkembang, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Fenomena ini dapat memengaruhi pola pikir, sikap, serta perilaku individu yang terlibat, dengan dampak negatifyang dapat merusak aspek fisik, mental, dan sosial. Perilakuseks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya dengan sentuhan, beciuman dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan salingmenggesekkan alat kelamin dengan pasangan namun belumbersenggama (petting) dan yang sudah bersenggama(intercourse), yang dilakukan di luar hubungan pernikahan(Sarwono, 2012).Tujuan Promosi Kesehatan ini adalah meningkatan pengetahuan bahaya seks bebas pada remaja sehingga dapat diturunkannya permasalahan kesehatan dan sosial akibat seks bebas. Kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan mengenaiupaya peningkatan Bahaya Pergaulan Bebas kepada para siswa-siswi SMK 4 Bandar Lampung, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadappeningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang Bahaya Pergaulan Bebas. Semakin meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan, akan dapat menghasilkan perilaku baik yangdapat mencegah penularan Penyakit Menular Seksual.Dengan demikian, angka kejadian Penyakit Menular Seksual di masyarakat dapat diturunkan dan derajat kesehatan masyarakat menjadi optimal.
Effect Of Health Promotion On The Bride And Groom Knowledge About The First 1000 Days Of Life Ermawati, Rosi; Mariza, Ana; Astriana, Astriana; Aryawati, Wayan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.7875

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan fase kehidupan yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data UNICEF (United Nations Children's Fund) tahun 2019, sebanyak 21,3% anak mengalami stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 1420 balita, di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo. Balita tersebut termasuk dalam kategori sangat pendek sebanyak 107 orang dan balita pendek sebanyak 263 orang. Upaya penurunan stunting yang dilakukan adalah dengan memberikan promosi kesehatan kepada calon pengantin terkait fase 1000 HPK balita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022.Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon pengantin dengan sampel sebanyak 31 orang secara total sampling dengan pendekatan one group pretest-postest. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi.Hasil rerata pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan sebelum diberikan promosi kesehatan adalah 35,3 dan setelah diberikan promosi kesehatan adalah 95,9. Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022 menunjukkan nilai p = 0,000. Saran: Bagi tenaga kesehatan, diharapkan untuk lebih meningkatkan edukasi yang diberikan berupa leaflet kepada calon pengantin tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Kata Kunci : 1000 hari pertama kehidupan, promosi kesehatan, pengetahuan, calon pengantin ABSTRACT The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a very important phase of life in stunting prevention efforts. Based on UNICEF (United Nations Children's Fund) data in 2019, as many as 21,3% of children are stunted, particularly in Central Lampung Regency as many as 1420 toddlers, in the Working Area of the Candi Rejo Health Centre. The toddler is included in the very short category as many as 107 people and short toddlers as many as 263 people. The efforts to reduce stunting are providing health promotion to brides and grooms related to the 1000 HPK toddler phase. The purpose of the study is to determine the effect of health promotion on the bride and groom's knowledge about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022.Quantitative research was used with one group pretest-postest approach. The population of this study is the entire bride and groom with a sample used as many as 31 people in total sampling by means of one group pretest-postest. The study was conducted in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in July 2022. Data collection used observation sheet.The average results of the bride and groom knowledge about the first 1000 days of life before given health promotion was 35.3 and after given health promotion was 95.9. The effect of health promotion on the knowledge of the bride and groom about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022 showed a p-value = 0.000. Suggestion: For health workers, it is expected to further improve the education given in the form of leaflets to the bride and groom on the importance of 1000 days of life. Keywords : first 1000 days, health promotion, knowledge, bride and groom