Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBERIAN JUS SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR Evizar, Evizar; Astriana, Astriana; Yuviska, Ike Ate; Sunarsih, Sunarsih
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5197

Abstract

Background High blood pressure is an increase in blood pressure in the arteries. In general, hypertension is an asymptomatic condition, in which abnormally high pressure in the arteries causes an increased risk of stroke, aneurysm, heart failure, heart attack, and heart damage. In 2018 women of childbearing age (WUS) at the Rajabasa Inpatient Health Center there were 148 people of which 46 (31.08%) had hypertension.The purpose is to know that there is an effect of giving watermelon juice on reducing blood pressure in women of childbearing age in Rajabasa Inpatient, South Lampung Regency in 2019.This type of research is quantitative, the research design is pre-experimental method with one group pretest posttest approach. The sample is 30 people, with purposive sampling technique. Data analysis with dependent T-test test.The results showed that the average blood pressure before the intervention was 150.97 mmHg/93.23 mmHg and the average blood pressure after the intervention was 132.90 mmHg/86.33 mmHg.The conclusion is that there is an effect of giving watermelon juice on reducing blood pressure in women of childbearing age in Rajabasa Inpatient, South Lampung Regency in 2019. The results of the t-test obtained p value 0.000 < (0.05).It is recommended for health workers, especially midwives, to give watermelon juice as an alternative to lower blood pressure.Keywords: Blood pressure, watermelon juice.  ABSTRAK Latar Belakang Tekanan darah tinggi merupakan suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, di mana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung serangan jantung, dan kerusakan jantung. Pada tahun 2018 wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Rawat Inap Rajabasa terdapat 148 orang dimana 46 (31,08%) mengalami hipertensi.Tujuan diketahui ada Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur di Rawat Inap Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian metode pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel sebanyak 30 orang, Dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test dependent.Hasil penelitian menunjukan rata-rata tekanan darah sebelum intervensi 150,97 mmHg/93,23 mmHg dan rata-rata tekanan darah setelah intervensi sebesar 132,90 mmHg/86,33 mmHg.Kesimpulan diketahui Ada Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur di Rawat Inap Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019. Hasil uji t didapat p value 0,000 < α (0,05).Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar memberikan jus semangka sebagai salah satu alternatif menurunkan tekanan darah.Kata Kunci      : Tekanan darah, jus semangka. 
Pemberian Sari Daun Pepaya Berpengaruh Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Sari, Rani Nadila; astriana, astriana; Anggraini, Anggraini
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.5170

Abstract

Background In Indonesia, desminorrhea is also a complaint that is often found in young women. According to Ernawati et al (2010) in a study of 50 students in Semarang, it was found that the incidence of mild desminorrhea was 18%, moderate desminorrhea was 62% and severe desminorrhea was 20%. Based on the results of the study, the incidence of dysmenorrhea in Lampung Province was quite high, the results showed that 54.9% of women experienced dysmenorrhea. The discomfort from dysmenorrhea will affect the individual emotionally and physically so that action or treatment is needed to overcome pain during menstruation. this. The part of papaya that provides the most benefits is that papaya leaves can reduce the pain of dysmenorrhea or menstrual pain reliever which functions as an analgesic. The purpose of this research is to know the intensity of giving papaya leaves to reduce menstrual pain in adolescent girls in Purwoadi Village, Central Lampung in 2021. MethodsThis type of quantitative research with the research design of Pre Experimental Design method with the design of One Group Pretest Posttest on the effect of giving papaya leaves to adolescent girls with research subjects are teenage girls who are menstruating and the object of this research is menstrual pain. The research location was carried out in Purwoadi Village, Central Lampung in 2021. Result The average intensity of menstrual pain before being given papaya leaves to adolescent girls was 7.47, which means that some of the girls experienced severe dysmenorrhea pain. The average intensity of menstrual pain in the second measurement after being given papaya leaves to adolescent girls with a mean of 6.17, which means that some of the girls experienced moderate dysmenorrhea pain. The average intensity of menstrual pain on the 3rd measurement after being given papaya leaves to adolescent girls with a mean of 1.137, which means that some young girls experience mild dysmenorrhea pain. The results of the Wilcoxon statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05) Conclusion which means that there is an effect of giving papaya leaves on reducing menstrual pain in adolescent girls in Purwoadi Village, Central Lampung in 2021. The results of this study can be used as new insights about the benefits of papaya leaf decoction. in the field of health in reducing menstrual pain. Suggestions to reduce dysmenorrhea pain during menstruation by using herbal drinks such as papaya leaf decoction Keywords: Papaya Leaves Against Menstrual Pain Reduction in Teenage Girls ABSTRAK Latar Belakang Di Indonesia desminore juga merupakan keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda. Menurut ernawati dkk (2010) dalam penelitian pada 50 orang mahasiswa disemarang ditemukan kejadian desminore ringan sebanyak 18% desminore sedang 62% dan desminore berat 20%. Berdasarkan hasil penelitian, angka kejadian dismenore di Provinsi Lampung cukup tinggi, hasil penelitian didapatkan kejadian sebanyak 54,9% wanita mengalami dismenorea, Rasa ketidak nyaman dari dismenore akan mempengaruhi secara emosional dan fisik secara individu sehingga diperlukannya tindakan ataupun pengobatan untuk mengatasi rasa sakit saat menstruasi ini. Bagian dari pepaya yang paling banyak memberi manfaat adalah daun papaya dapat mengurangi nyeri dismenore atau pereda nyeri haid yang berfungsi sebagai analgesik. Tujuan penlitian ini diketahui intensitas pemberian daun pepaya terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di di Desa Purwoadi, Lampung Tengah tahun 2021. Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian metode Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest Posstest mengenai pengaruh pemberian daun papaya pada remaja putri dengan Rani Nadila Sari, Astriana,Anggraini, Ike Ate Yuviska 122 subjek penelitian adalah remaja putri yang mengalami menstruasi dan objek penelitian ini adalah nyeri haid . lokasi penelitian dilakukan Di Desa Purwoadi, Lampung Tengah tahun 2021. Hasil Rata-rata intensitas nyeri haid sebelum diberikan daun pepaya pada remaja putri dengan maean 7,47 yang artinya sebagian remaja putri mengalami nyeri disminore berat. Rata-rata intensitas nyeri haid pada pengukuran ke 2 setelah diberikan daun pepaya pada remaja putri dengan maean 6,17 yang artinya sebagian remaja putri mengalami nyeri disminore sedang. Rata-rata intensitas nyeri haid pada pengukuran ke 3 setelah diberikan daun pepaya pada remaja putri dengan maean 1,137 yang artinya sebagian remaja putri mengalami nyeri disminore ringan. Hasil uji statistik wilcoxon didapat nilai p-value 0,000 (<0.05) Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian daun papaya terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di Desa Purwoadi, Lampung Tengah Tahun 2021. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai wawasan baru tentang manfaat rebusan daun pepaya dibidang kesehatan dalam mengurangi nyeri haid. Saran mengurangi nyeri disminore saat menstruasi dengan menggunakan minuman herbal seperti minuman rebusan daun pepaya Kata Kunci : Daun Pepaya Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri
Pengaruh Rangsangan Puting Susu Terhadap Lamanya Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Multigravida R, Leni Novaria; Kurniasari, Devi; Astriana, Astriana; Putri, Ratna Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5020

Abstract

Background : Prolonged labor is labor that lasts more than 24 hours in primigravidas, and more than 18 hours in multigrades, which is one of the leading causes of maternal and newborn mortality. Interventions that can be done to increase uterine contractility include acupressure, artificial membrane rupture and nipple stimulation. Nipple stimulation is a technique that can encourage an initial contraction by doing a circular motion, rubbing or gently massaging the area around the nipple. Purpose : The purpose of the study was to determine the effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Work Area of the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in 2021.Methods : This type of quantitative research with a true experimental approach. The population of this study was 95 multigravida mothers with a sample of 30 people, of which 15 people will be experimented with and 15 people will be the kontrol  group. The object of this research is nipple stimulation and duration of active phase I labor in multigravida. The research was carried out in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in June - July 2021. The data was collected using partographs and observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate.Result : The results of the study the average length of labor in the intervention group was 148.6 hours/minute while the average length of labor in the kontrol  group was 170.5 hours/minute. Conclusion There is an effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center Work Area in 2021 with a p-value = 0.010. Suggestion: It is hoped that for the next pregnancy the patient can use nipple stimulation as an effort to increase contractions. Keywords: first stage of labor, nipple stimulation, and multigravida ABSTRAK Latar Belakang : Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigradiva, dan lebih dari 18 jam pada multigradiva, dengan angka kejadian 4,3%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontraktilitas uterus antara lain dengan stimulasi puting susu.Tujuan : Tujuan penelitian diketahui pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021.Metode : Penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperimen. Populasi ibu bersalin multigravida sebanyak 95 orang dengan sampel sebanyak 30 orang, dimana sebanyak 15 orang diberikan intervensi dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. Objek penelitian rangsangan puting susu dan lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan partograf dan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil : Hasil penelitian rata-rata lamanya persalinan kelompok intervensi adalah 138,6 menit sedangkan rata-rata lamanya persalinan kelompok kontrol adalah 156,6 menit.Kesimpulan Ada pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,000. Saran : Diharapkan puskesmas menerapkan asuhan sayang ibu dengan membuat standar prosedur operational (SPO) rangsangan putting susu menjadi SPO tetap di wilayah kerja Puskesmas. Kata Kunci : rangsangan puting susu, persalinan kala I fase aktif, multigravida
Pemberian Inhalasi Aromatherapy Lavender Mempengaruhi Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Irlinia, Rantika Resti; Susilawati, Susilawati; Astriana, Astriana; Evrianasari, Nita
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6478

Abstract

Background Menstrual pain is a medical condition that occurs during menstruation which causes pain in the abdomen and back that can bother daily activities, and it needs treatment. Lavender contains of antispasmodic and antivirus. Its nature is warm; pleasant oils that can reduce nervousness, anxiety, as well as lifting depression. Lavender includes very mild emmenagogue (smooth menstruation), chest tightness, pain after giving birth, vaginal discharge, periods during illness, pre-menstrual syndrome. Based on the results of a pre-survey which conducted in March 2019 at SMAN 14 Bandar Lampung, 36 adolescent girls experienced dysmenorrhea during menstruation. The purpose of this study is to know the Effect of Lavender Aromatherapy Inhalation on Menstrual Pain of Adolescent Girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019.Methods This is quantitative research with pre-experimental method and one group pretest-posttes design approach. The population of this research are all adolescent girls in SMAN 14 Bandar Lampung. 43 adolescent girls who experience menstruation, but only 36 adolescent girls who meet the inclusion criteria are used as the sample of this research. In determining the sample, the researcher use purposive sampling. Then,  T-test is used to analyze the data.Results showed that the average menstrual pain before the intervention was 5.44, the average menstrual pain after the intervention was 2.97.Conclusion  the significance value was obtained p value 0,000 <(0.05). It means that there is an Effect of Lavender Aromatherapy Inhalation on Menstrual Pain of Adolescent Girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019.Suggestion It is recommended for health workers, especially midwives to provide lavender aromatherapy as an alternative for easing adolescent girls' menstrual pain..Keywords: Menstrual Pain, Lavender Aromatherapy ABSTRAK Latar Belakang Nyeri menstruasi adalah kondisi medis yang terjadi pada saat haid atau menstruasi yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut dan panggung yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan pengobatan. Kandungan lavender yaitu antispasmodic, antivirus, dan Sifat lavender termasuk hangat, minyak yang menyenangkan yang mampu mengurangi kegugupan, kecemasan, sekaligus mengangkat depresi. Lavender termasuk emmenagogue sangat ringan (melancarkan menstruasi), dada sesak, sakit setalah melahirkan, keputihan, periode selama sakit, sindrom pra-mentruasi. Berdasarkan hasil pre-survey yang dilakukan pada bulan Maret 2019 di SMAN 14 Bandar Lampung didapatkan 36 remaja putri mengalami disminorea pada saat menstruasi.Tujuan dari penelitian ini diketahui Pengaruh Pemberian Inhalasi Aromatherapy Lavender Terhadap Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri di SMAN 14 Bandar Lampung  Tahun 2019.Metode Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian metode pre eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group pretest-posttes design. Populasi seluruh remaja putri di SMAN 14 Bandar Lampung sebanyak 43 remaja putri yang mengalami menstruasi, sample 36 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi.teknik pengambilan sampel purposive sampling, analisa data menggunakan uji T-Test.Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata nyeri menstruasi sebelum intervensi sebesar 5.44, rata-rata nyeri menstruasi sesudah diberikan intervensi sebesar 2,97, dan nilai signifikansinya didapatkan p value 0,000< a (0,05)Kesimpulan ada Pengaruh Pemberian Inhalasi Aromatherapy Lavender Terhadap Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019.Saran bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar memberikan aromaterapi lavender sebagai salah satu alternative untuk penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri.                                                                        Kata Kunci : Nyeri Menstruasi, Aromaterapi Lavender  
Pengaruh Kompres Hangat Dengan Penurunan Keluhan Nyeri Pinggang Ibu Hamil TM III Wulandari, Dianisa Retno; Astriana, Astriana; Yantina, Yuli; Lathifah, Neneng Siti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i1.20043

Abstract

In the adaptation process, it is not uncommon for mothers to experience discomfort even though it is physiological but still needs to be given a prevention and treatment. Some of the discomforts in the second and third trimesters include frequent urination 50%, vaginal discharge 15%, constipation 40%, flatulence 30%, leg swelling 20%, leg cramps 10%, headache 20%, striae gravidarum 50%, hemorrhoids 60%, 60% shortness of breath and 70% back pain (Astuti, 2009; Ni'amah, 2020). The purpose of the study was to know the effect of warm compresses on reducing low back pain complaints of pregnant women TM III in the Tanjung Bintang Health Center Work Area in 2021.This type of research is quantitative, pre-experimental method with a one group pretest – posttest design approach. The population in this study were pregnant women TM III working area of Tanjung Bintang Public Health Center, 52 people, total sampling technique, data analysis using univariate, and bivariate using dependent t-test experiment.The average low back pain of pregnant women TM III before being given warm compresses in the Tanjung Bintang Health Center Work Area in 2021 for 52 respondents, with a mean of 5.60 standard deviations of 1.159 standard errors of 0.161 and a min-max value of 4-8. The average low back pain for pregnant women TM III after being given warm compresses in the Tanjung Bintang Public Health Center in 2021 for 52 respondents, with a mean of 2.75 standard deviations of 1.186 standard errors of 0.164 and a min-max value of 0-6. The results of the statistical test using the dependent test obtained a p-value of 0.000 (0.05<0.05) which means that there is an effect of warm compresses on reducing low back pain complaints of pregnant women TM III in the Tanjung Bintang Health Center Work Area in 2021. in TM III pregnant women who experience low back pain. Keywords : Warm Compress, Back Pain, Pregnant Women  ABSTRAK Dalam proses adaptasi tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan dan perawatan. Beberapa ketidaknyamanan trimester II dan III diantaranya sering buang air kecil 50%, keputihan 15 %, konstipasi 40%, perut kembung 30%, bengkak pada kaki 20%, kram pada kaki 10%, sakit kepala 20%, striae gravidarum 50%, hemoroid 60%, sesak nafas 60% dan sakit pinggang 70% (Astuti, 2009; Ni’amah, 2020). Tujuan penelitian diketahui pengaruh kompres hangat dengan penurunan keluhan nyeri pinggang ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif,  metode pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM III Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang, sebanyak 52 orang, teknik sampling total sampling, analisa data menggunakan univariat, dan bivariat menggunakan uji eksperimen t-tes dependen.Rata-rata nyeri pinggang ibu hamil TM III sebelum diberi kompres hangat di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021 terhadap 52 responden, dengan mean 5,60 standar deviasi 1,159 standar eror 0,161 dan nilai min-max 4-8. Rata-rata nyeri pinggang ibu hamil TM III sesudah diberi kompres hangat di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021 terhadap 52 responden, dengan mean 2,75 standar deviasi 1,186 standar eror 0,164 dan nilai min-max 0-6. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh kompres hangat dengan penurunan keluhan nyeri pinggang ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021. Dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil TM III yang mengalami nyeri pinggang. Kata Kunci : Kompres Hangat, Nyeri Pinggang, Ibu Hamil  
Prenatal Yoga Mempengaruhi Kualitas Tidur Ibu Hamil Aulya, Shaqilla Ikhfa; Yantina, Yuli; Astriana, Astriana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17507

Abstract

The decrease of sleeping quality on pregnant women may cause an absence of detoxification in the body at nights. Most pregnant women experienced sleeping difficulty and there were only few women, 1.9%, who was not awake at night during their the third trimester. One of therapies to reduce the sleeping difficulty is yoga. This study was to identify the effect of prenatal yoga on sleeping quality of pregnant women at Krakatau Clinic of Kemiling of Bandar Lampung in 2020.  This was a quantitative study with quasi experiment approach. The population comprised the whole pregnant women registered at the clinic. The population was 26 pregnant women. The sampling technique was total population. The samples were divided into two groups. The data collection technique was conducted through questionnaires. The research was conducted in July 2020. The analysis was through univariate and bivariate (T-Test).  The result indicated that the mean of sleeping quality of trimester III pregnant women before the intervention was 9.69 and after the intervention was 5.77. On the other side, the mean of sleeping quality on trimester III pregnant women on the first measurement was 9.54 and 8.08 on the second measurement. There was effect of prenatal yoga on sleeping quality of pregnant women at Krakatau Clinic of Kemiling of Bandar Lampung in 2020 (p value 0.000 < α = 0.05) as indication of sleeping quality improvement 3.923. The women are suggested to do prenatal yoga based on the training session. The midwives are suggested to give information on the yoga technique to gain better sleeping quality. Keywords         : prenatal yoga, sleeping quality, pregnancy ABSTRAKPenurunan kualitas tidur pada wanita hamil, mengakibatkan  tidak terjadinya proses detoksifikasi organ-organ tubuh, terutama pada malam hari. Tujuan Sebagian besar wanita hamil mengalami gangguan tidur dan hanya 1,9% saja wanita yang tidak terbangun pada malam hari selama kehamilan trimester ketiga, slah satu terapi yang dapat dilakuka untuk mengurangi gangguan tidur adalah dengan yoga. Diketahui pengaruh prenatal Yoga terhadap kualitas tidur ibu hamil di Klinik Krakatau Kemiling Bandar Lampung tahun 2020.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen.  populasi seluruh ibu hamil. Jumlah populasi sebanyak 26 ibu, jumlah sampel sebanyak 26, tehnik sampel secara total populasi, dibagi menjadi 2 kelompok. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Penelitian telah dilaksanakan bulan Juli tahun 2020. Analisa data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian diketahui mean kualitas tidur pada ibu TM III sebelum pemberian intervensi dengan skor 9,69 dan sesudah intervensi prenatal yoga dengan skor 5,77.  Diketahui mean kualitas tidur pada ibu TM III sebelum pemberian intervensi 9,54 dengan kualitas tidur minimal 7 dan maximal 13. dan sesudah intervensi prenatal yoga sebesar 8,08 dengan kualitas tidur minimal 6 dan maximal 12.  Ada Pengaruh prenatal Yoga terhadap kualitas tidur ibu hamil di Klinik Krakatau Kemiling Bandar Lampung tahun 2020. (p-value 0,000 < α = 0,05) peningkatan kualitas tidur yang lebih baik yaitu sebesar 3,923. Saran ibu hamil melakukan senam yoga sesuai anjuran dan pembuatan SOP di klinik serta Memberi informasi kepada ibu tentang teknik peningkatan kualitas tidur dengan  senam yoga  Kata Kunci : Prenatal yoga, kualitas tidur, kehamilan
The Relationship Knowledge And Attitude Of Women Of Reproductive Age (WUS) To Early Marriage In The Village Area Of Pendada District Bandar Lampung City Rahmawati, Yesi; Sunarsih, Sunarsih; Astriana, Astriana; Nurliani, Nurliani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11901

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pria dan wanita yang masih berada dibawah umur. Pemerintah  menetapkan usia ideal menikah diatas 19 tahun. Namun dalam praktiknya didalam masyarakat sekarang ini masih banyak dijumpai sebagian masyarakat yang melangsungkan pernikahan di usia muda atau di bawah umur. Berdasarkan data badan pusat statistik menurut Provinsi tahun 2022 proporsi WUS yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun di Provinsi lampung sebanyak 8,14%, sehingga Provinsi Lampung berada di urutan ke 8 dari 34 Provinsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) terhadap Pernikahan Usia Dini di Wilayah Kelurahan Pidada Kecamatan PanjangKota Bandar Lampung. Desain penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan dari mei sampai dengan juni terhadap 109 orang responden dimana pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi karakteristik, pengetahuan dan sikap. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis berdasarkan hasil analisis bivariat bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan di dapatkan nilai (p value=0,000 dan sikap di dapatkan nilai (p value=0,000) terhadap pernikahan usia dini.Pengetahuan yang kurang dan sikap negatif dari WUS berhubungan dengan terjadinya pernikahan usia dini di wilayah kelurahan pidada kecamatan panjang kota Bandar lampung. Saran diharapkan puskesmas wilayah setempat dapat mengedukasi Wanita Usia Subur (WUS) khususnya yang berada di wilayah kelurahan pidada kecamatan panjang tentang dampak negatif yang akan terjadi dari pernikahan yang dilakukan di usia  dini. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap ,Pernikahan Usia Dini, WUS ABSTRACT Early marriage is a marriage carried out by men and women who are underage. The government's ideal age to marry is over 19 years. However, in practice in today's society there are still many people who marry at a young age or underage. Based on statistical center data by Province in 2022 the proportion of WUS who were married or living together before the age of 18 in Lampung Province was 8.14%, so that Lampung Province was ranked 8th out of 34 Provinces. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of women of childbearing age (WUS) towards early marriage in the Pidada Village area, Panjang District, Bandar Lampung City. The research design was carried out quantitatively with a cross sectional approach. It was carried out from May to June for 109 respondents where data was collected using a questionnaire and then analyzed and presented in the form of a distribution table of characteristics, knowledge and attitudes. Data were analyzed using the Chi Square test The results of the research conducted by the authors based on the results of bivariate analysis show that there is a significant relationship between knowledge and values (p value = 0.000) and attitudes (p value = 0.000) to early marriage. Lack of knowledge and negative attitudes from WUS are related to the occurrence of early marriages in the Kelurahan Pidada Panjang sub-district, Bandar Lampung cit Suggestions are that local community health centers can educate women of childbearing age (WUS), especially those in the Pidada sub-district, Panjang subdistrict, about the negative impacts that will happen from marriages carried out at an early age. Keywords: Knowledge, Attitudes, Early Marriage, WUS   
Factors Associated With Incomplete Abortion At H.M. Ryacudu Regional General Hospital Of Kotabumi North Lampung Regency Lukitasari, Eli; Astriana, Astriana; Nurliyani, Nurliyani; Trismiyana, Eka
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.11518

Abstract

ABSTRAK : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLETUS  DI RSUD H.M. RYACUDU KOTABUMI  KABUPATEN LAMPUNG UTARA Latar Belakang : Salah satu masalah kehamilan yang banyak terjadi yaitu abortus, dari 46 juta kelahiran pertahun didapatkan 20 juta kasus karena abortus. Abortus menyumbang angka sebesar 5% dari komplikasi kehamilan yang menyebabkan kematian ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkompletus di Rumah Sakit Umum Daerah H.M Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tahun 2020-2022Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu hamil yang mengalami Abortus dan dirawat di ruang rawat inap Rumah Sakit H.M Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun 2020 – 2022 yang berjumlah 167 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 167 orang. Variabel Independen Usia ibu, usia kehamlan, paritas dn riwayat aboertus. Tehnik sampling total sampling Analisa menggunkan uji Chi Square.Hasil penelitian : Didapatkan Kejadian abotrus inkompleteus sebanyak 112 kasus (67,1%). Usia ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus >35 tahun sebanyak 89 orang (53,3%). Usia kehamilan ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus <12 minggu sebanyak 135 orang (80,8%). Paritas ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus < 4 kali sebanyak 125 orang (74,9%) Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 118 orang (70,7%). Ada hubungan usia Ibu dengan Kejadian Abortus Inkompletus p-Value 0,025. Ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,000. Ada hubungan paritas dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,000.  Ada hubungan riwayat abortus dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,016.Kesimpulan : Ada hubungan Usia ibu, Usia Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus dengan kejadian abortus Inkompletus di Rumah Sakit Umum Daerah H.M Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tahun 2020-2022.Saran : Disarankan kepada ibu hamil untuk melakukan ANC secara rutin dan mengatur paritas serta usia kehamilan untuk menghindari kejadian abortus.                Kata kunci : Usia, Usia Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus ABSTRACT Background: One of the prevalent issues during pregnancy is abortion, with 20 million cases out of 46 million annual births resulting from abortions. Abortion contributes about 5% of pregnancy complications that lead to maternal death. The research aims to identify factors associated with the incidents of incomplete abortions at H.M. Ryacudu Regional General Hospital, Kotabumi, North Lampung Regency, from 2020 to 2022.Research Method: The study employed a cross-sectional design. The research population consisted of pregnant mothers who experienced abortion and were admitted to the inpatient ward of H.M. Ryacudu Regional General Hospital in Kotabumi, North Lampung from 2020 to 2022, totaling 167 individuals. The sample for this research was also 167 individuals. Total sampling technique was utilized, and Chi-Square test was employed for analysis.Research Findings: The study found 112 cases (67.1%) of incomplete abortion incidents. Pregnant mothers aged >35 years accounted for 89 individuals (53.3%). Pregnant mothers with a gestational age of <12 weeks during the abortion incident totaled 135 individuals (80.8%). Pregnant mothers with a parity of <4 accounted for 125 individuals (74.9%). Pregnant mothers without a history of abortion amounted to 118 individuals (70.7%). There is a correlation between Maternal Age and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.025. There is a correlation between Gestational Age and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.000. There is a correlation between Parity and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.000. There is a correlation between Abortion History and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.016.Conclusion: There is a relationship between maternal age, gestational age, parity, history of abortion with the incidence of incomplete abortion at the H.M Ryacudu Kotabumi Regional General Hospital, North Lampung Regency in 2020-2022.Suggestions : Pregnant mothers are advised to undergo regular antenatal care and manage their parity and gestational age to prevent abortion incidents. Keywords : Maternal Age, Gestational Age, Parity, Abortion History 
The Effect Of Lavender Aromatherapy On Reducing The Frequency Of Emesis Gravidarum In First Trimester Pregnant Women Samosir, Kristiani; Astriana, Astriana; Parina, Febriyantina; Susilawati, Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11951

Abstract

Latar Belakang: Mual dan muntah (emesis gravidarum) merupakan salah satu tanda awal dan gejala kehamilan yang umum terjadi pada ibu hamil pada awal kehamilan trimester pertama. Emesis gravidarum pada ibu hamil dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah penurunan nafsu makan yang mengakibatkan janin akan kekurangan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh, hal tersebut dapat menyebabkaan berat badan lahir rendah dan terganggunya proses tumbuh kembang.Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui  pengaruh pemberian aromaterapi lavender dalam mengurangi frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di Wilayah Kerja Puskemas Pakuan Aji Lampung Timur Tahun 2023.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskemas Pakuan Aji Lampung Timur, dengan 30 sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skor PUQE-24 dan analisis data menggunakan paired sample T-test.Hasil: Nilai rata-rata emesis gravidarum sebelum diberikan aromaterapi lavender 11,87 (SD 1,137) dan sesudah pemberian aromaterapi lavender 6,73 (SD 0,980). Sesudah pemberian aromaterapi lavender, responden mengalami penurunan mual muntah dari sedang menjadi ringan. Nilai beda rata-rata sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender 5,133 (SD 1,167).Kesimpulan: Nilai pvalue 0,000<0,05 artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender dalam mengurangi frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di Wilayah Kerja Puskemas Pakuan Aji Lampung Timur Tahun 2023.Saran: Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan sosialisasi kepada ibu hamil dalam mengatasi emesis gravidarum dengan teknik pengobatan non-farmakologi yaitu dengan aromaterapi lavender Kata kunci: Emesis Gravidarum, Aromaterapi Lavender, Kehamilan Trimester Pertama ABSTRACT Background: Nausea and vomiting (emesis gravidarum), is one of the early signs and symptoms of pregnancy that commonly occurs in pregnant women in the early first trimester of pregnancy. Emesis gravidarum in pregnant women can cause various effects, one of which is a decrease in appetite which results. The impact on the fetus is that the fetus will lack the nutrients and fluids needed by the body, this can cause low birth weight, disrupt the process of growth and development.Purpose: The aim of the study was to determine the effect administration of lavender aromatherapy in reducing the frequency of emesis gravidarum in first trimester pregnant women in the Working Area of the Pakuan Aji Commuunity Health Center, East Lampung in 2023.Methods: This type of quantitative research use pre-experimental with the one group pretest-posttest design. This research was conducted in the Working Area of the Pakuan Aji Public Health Center, East Lampung, with 30 respondents using accidental sampling. Data collection using the PUQE-24 score and data analysis using paired sample t-test.Results: The mean score of emesis gravidarum before being given aromatherapy was 11.87 (SD 1.137) and after was 6.73 (SD 0.980). There was a difference from moderate to mild emesis gravidarum. The mean difference before and after administration of lavender aromatherapy was 5.133 (SD 1.167).Conclusion: The p-value of 0.000<0.05 means that there was an effect administration of lavender aromatherapy in reducing the frequency of emesis gravidarum in first trimester of pregnant women in the Working Area of the Pakuan Aji Public Health Center, East Lampung in 2023.Suggestions: By doing this research expected to be able to provide education and outreach to pregnant women in dealing with emesis gravidarum with non-pharmacological treatment techniques, namely lavender aromatherapy. Keywords: Emesis Gravidarum, Lavender Aromatherapy, First Trimester of Pregnancy 
Comparison Of The Effectiveness Of Moringa And Spinach Leaf Capsules In Increasing Hemoglobin Levels Among Anemic Pregnant Women In The Third Agustini, Ni Ketut Farida; Sunarsih, Sunarsih; Rachmawati, Fijri; Astriana, Astriana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14879

Abstract

Background Data from the Bandar Lampung City Health Office in 2022 shows the proportion of anemia in pregnant women is 37.25%, namely pregnant women with Hemoglobin levels < 8 gr%/dl is 2.41%, Hb is 8-11gr%/dl is 36.3%. Anemia occurs in pregnant women due to insufficient production of red blood cells by the consumption of nutrients, especially iron. Iron can be obtained by consuming Moringa leaves. Another vegetable that is believed to contain a lot of iron is spinach, especially green spinach. The Purpose of the study was to find out the comparison of the effectiveness of moringa and spinach leaf capsules in increasing Hb levels in third trimester pregnant women with anemia in the Working Area of the Panjang Community Health Center, Bandar Lampung City, in 2023.Methods This study uses a type of quantitative research, with a quasi-experimental design. The population in this study were all pregnant women with their third trimester of gestation who made ANC visits at the Panjang Community Health Center in Bandar Lampung City and experienced anemia with a total of 47 people. A sample of 36 respondents. The data collection technique uses a questionnaire sheet and the data analysis used is the independent t-test.The results showed that the average hemoglobin level in third trimester pregnant women before consuming moringa leaf capsules was 10.46 gr/dl, and in the spinach leaf group was 10.37 gr/dl. The average hemoglobin level in third trimester pregnant women after consuming moringa leaf capsules was 11.87 gr/dl, and in the spinach leaf group was 11.24 gr/dl. Conclusion There is a difference in the effectiveness of moringa and spinach leaf capsules in increasing Hb levels in TM III pregnant women with anemia in the Working Area of the Panjang Community Health Center, Bandar Lampung City, 2023 (p value 0.000). Suggestion It is hoped that health workers can optimize counseling regarding the consumption of moringa leaf capsules to increase hemoglobin levels in third trimester pregnant women with anemia. Keywords: Moringa leaf capsules, spinach leaves, Hb levels