Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ZONASI GENANGAN HUJAN DI PARIT BANSIR KOTA PONTIANAK Kausar, Muhammad Furqon; Herawati, Henny; Nirmala, Azwa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35436

Abstract

Daerah cakupan aliran Parit Bansir yang terletak di pusat Kota Pontianak mengalami pertumbuhan cukup pesat belakangan ini. Pertumbuhan ini ditunjukkan dengan berubahnya tata guna lahan di daerah tangkapan hujan Parit Bansir. Perubahan tata guna lahan ini berakibat pada bertambahnya limpasan di daerah aliran parit. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk  mengetahui zonasi genangan hujan dan melihat debit banjir aliran. Penelitian ini dilakukan untuk menzonasi saluran drainase di Parit Bansir. Data primer dari penelitian ini adalah data curah hujan, data pasang surut dan debit. Data tersebut itu kemudian diproses dengan analisis frekuensi, analisis hujan desain, analisis debit desain, cross-sectional dan diolah menggunakan dengan perangkat lunak HECRAS versi 5.0.5. Luas daerah tangkapan lokasi penelitian ini adalah seluas 4.274 km2, dengan rata-rata curah hujan sebesar 125.4 mm untuk periode 20 tahun terakhir. Hubungan fluktuasi muka air maksimum dan periode ulang  tahunan adalah berbanding lurus. Sehingga potensi terjadiya banjir masih sangat tinggi. Untuk itu perlu dilakukan normalisasi pada aliran Parit Bansir, khususnya pada daerah yang mengalami genangan.Kata Kunci: Parit Bansir, genangan, hujan.
SEBARAN KAWASAN RAWAN BANJIR KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS DAN ALTERNATIF PENANGANANNYA Azwa Nirmala, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.625 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i1.218

Abstract

Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas merupakan kecamatan yang menjadi langganan banjir dari tahun ke tahun. Ditenggarai banjir ini terjadi karena beberapa hal seperti kondisi topografi yang berupa dataran rendah dengan kemiringan lahan yang landai, saluran yang tidak terpelihara, Kondisi DAS bagian hulu yang semakin rusak & mengakibatkan debit limpasan banjir dari daerah hulu semakin meningkat, sehingga kapasitas sungai yang melintas pada wilayah administrasi Sejangkung menjadi overload. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang sebaran kawasan banjir di Kecamatan Sejangkung, sehingga dapat diberikan alternatif penanganan banjir dilokasi ini. Penelitian dilakukan dengan menghitung debit banjir maksimum akibat hujan & air pasang dengan periode ulang yang disyaratkan, dan kemudian menghitung berapa kapasitas sungai yang diperlukan untuk menampung debit banjir maksimum tersebut. Hasil dari pengolahan data hujan & pasang surut menunjukkan bahwa kapasitas sebagian sungai yang melintasi Kecamatan Sejangkung, sudah tidak dapat menampung debit maksimum yang terjadi. Direkomendasikan untuk dilakukan normalisasi sungai sebagai alternatif penanganan banjir jangka pendek untuk sebagian wilayah pengaliran Sungai Rambayan, Sungai Penyengat, Sungai Seladu, Sungai Sembuai, Parit Cegat, Parit Perintis, Parit Sekanan, Sungai Sulung, Parit Haji Jabir dan Sungai Sebataan, yang terletak dalam wilayah administrasi Kecamatan Sejangkung.
“EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG DAN PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DI KAWASAN DESA DALAM KAUM KEC. SAMBAS KAB. SAMBAS” Situmorang, Jimmi Mulyanto; Nirmala, Azwa; ., Kartini
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.10246

Abstract

ABSTRAK Banjir merupakan permasalahan yang sering timbul di kota-kota besar di Indonesia, khususnya pada musim hujan, mengingat hampir semua kota di Indonesia mengalami bencana banjir / genangan. Salah satu daerah yang bermasalah adalah Kawasan Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas. Daerah ini merupakan salah satu wilayah yang rentan dalam permasalahan ini, karena di beberapa lokasi memiliki sistem drainase yang tidak memadai yaitu masih berupa saluran tanah dan terdapat  beberapa ruas jalan atau gang yang belum memiliki saluran drainase. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengindentifikasi permasalahan banjir, melakukan evaluasi terhadap kapasitas eksisting serta menyusun rencana sistem jaringan drainase yang diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya genangan / banjir di masa yang akan datang. Metodologi yang digunakan adalah inventarisasi data primer maupun sekunder. Inventarisasi data primer seperti menentukan lokasi penelitian dan pengukuran penampang saluran drainase eksisting. Inventarisasi data sekunder seperti mengumpulkan peta administrasi, peta topografi, peta tata guna lahan dll. Kemudian melakukan perhitungan analisa hidrologi terhadap data curah hujan  20 tahun terakhir mulai dari tahun 1992 sampai dengan 2011. Metode yang paling cocok dari analisa distribusi curah hujan yaitu metode gumbel dengan mendapatkan curah hujan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Selanjutnya mencari Intensitas curah hujan ditentukan berdasarkan Metode Van Breen, yang dikombinasikan dengan persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro. Kemudian melakukan perencanaan teknis dimulai dari perhitungan debit curah hujan pada saluran, debit air kotor, dan mendapatkan debit banjir rencana. Kemudian melakukan evaluasi kapasitas tampung saluran eksisting terhadap debit banjir rencana. Pada hasil perhitungan. terdapat 3 saluran yang masih mencukupi untuk menampung kapasitas debit banjir rencana. Sedangkan 35 saluran lainnya memiliki kapasitas yang tidak cukup menampung debit banjir banjir rencana, selain itu juga direncanakan 48 buah saluran lagi pada ruas jalan atau gang yang belum memiliki saluran. Direncanakan saluran yang terdiri dari saluran tersier dengan lebar atas (T) = 0,90 m, lebar bawah (b) = 0,60 m, tinggi saluran (y) = 0,70 m, dan untuk saluran sekunder dengan lebar atas (T) = 1,50 m, lebar bawah (b) = 0,80 m, tinggi saluran (y)= 0.90m. Saluran yang direncanakan menggunakan penampang berbentuk trapesium dengan bahan saluran dari beton.   Kata – kata Kunci : Analisa hidrologi,  Debit rencana, Desa dalam kaum sambas
KAJIAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI BEGASING Alamanda, Ivony; ., Kartini; Nirmala, Azwa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.15395

Abstract

Daerah Irigasi Begasing terletak di desa Sedahan Jaya kecamatan Sukadana memiliki luas areal pertanian sebesar 380 Ha dan merupakan daerah yang memiliki wilayah alam yang potensial untuk melakukan pengembangan di bidang pertanian khususnya tanaman pangan. Daerah Irigasi Begasing merupakan daerah irigasi semi teknis dengan sumber air yang berasal dari mata air lubuk baji. Debit air untuk mengairi sawah berkurang akibat adanya penebangan liar serta penggunaan air bersih untuk kebutuhan penduduk sekitar. Penurunan fungsi sarana dan prasarana juga terjadi di jaringan irigasi ini mengingat umur bangunan yang sudah termakan usia. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi sehingga dapat diketahui imbangan air, serta tingkat efektifitas dan efisiensi saluran primer daerah irigasi Begasing.Metode penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui instansi-instansi terkait berupa data topografi, data curah hujan bulanan,data klimatologi (suhu udara, penyinaran matahari, kelembaban udara, dan kecepatan angin). Data primer berupadata dimensi penampang saluran, kecepatan aliran di hulu bendung dan di saluran. Analisa yang dilakukan adalah analisa evapotranspirasi dengan metode Penmann Modifikasi FAO, ketersediaan air dengan metode Mock, analisa kebutuhan air irigasi, analisa imbangan air, serta analisa efektifitas dan efisiensi saluran sekunder Begasing. Debit andalan maksimum sebesar 0,364m3/detik pada bulan Desember, debit andalan minimum sebesar 0,029 m3/detik pada bulan Agustusdandebit  padabulanpengukuranyaitubulanjanuarisebesar 0,0828 m3/detik. Kebutuhan air irigasi di bangunan pengambilan dengan pola tanam padi-padi adalah sebesar 0,632 m3/detikserta imbangan air yang defisit yaitu memiliki ketersediaan air yang lebih sedikit dari kebutuhan air irigasi. Luas areal minimum yang terairi melalui sistem irigasi adalah 129,58 ha atau hanya 34% dari total sawah. Efektifitas padasaluransekunder 1 adalah 0,33289 danpadasaluransekunder 2adalah 0,45816 makaefektifitassemuasaluran tidakmendekati 1 artinya besarnya debit rencana kurangdaridebit kapasitas. Ditinjau dari segi  efisiensi, debit di saluran jauh lebih kecil dari debit yang direncanakan dengan tingkat efisiensi di saluran sekunder 1 yaitu 0,31021 dan di saluran sekunder 2 yaitu 0,16958, lebih kecil dari 1.   Kata kunci : Daerah Irigasi Begasing, Metode Mock, efektifitas dan efisiensi saluran
STUDI OPTIMALISASI DAERAH IRIGASI TUNJUK KECAMATAN TANAH PINOH KABUPATEN MELAWI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Hajiansyah, Herry; Higang, Fransiskus; Nirmala, Azwa
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i2.13547

Abstract

Tanah Pinoh merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Melawi dan merupakan daerah yang memiliki wilayah alam yang potensial  untuk dilakukan pengembangan di bidang pertanian khususnya tanaman pangan (padi). Daerah Irigasi Tunjuk terletak di Desa Bina Karya Kecamatan Tanah Pinoh dengan luas areal pertanian sebesar 95 Ha. Sumber air daerah irigasi tunjuk berasal dari sungai tunjuk. Debit air untuk mengairi sawah berkurang akibat adanya penebangan hutan serta penggunaan air bersih untuk kebutuhan penduduk sekitar. Dalam upaya pengembangan pada areal tanam irigasi tunjuk perlu dilakukannya penelitian yang bertujuan agar diketahuinya ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi sehingga dapat diketahui imbangan air, serta tingkat optimalisasinya daerah irigasi tunjuk. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui instansi-instansi terkait berupa data topografi, data curah hujan bulanan, data hari hujan bulanan, data klimatologi (suhu udara, penyinaran matahari, kelembaban udara, dan kecepatan angin). Data primer didapat dari pengambilan data dilapangan berupa dimensi penampang sungai serta kecepatan aliran di hulu bendung. Analisa yang dilakukan adalah analisa evapotranspirasi dengan metode Penmann Modifikasi FAO, analisa ketersediaan air dengan metode Mock, analisa kebutuhan air irigasi, analisa imbangan air, serta analisa optimalisasi daerah irigasi tunjuk. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, didapat debit andalan maksimum sebesar 161 lt/detik pada bulan Desember, debit andalan minimum sebesar 54 lt/detik pada  bulan September. Kebutuhan air irigasi maksimum di bangunan pengambilan dengan permulaan tanam bulan Oktober I (pola tanam padi-padi) adalah sebesar  92,62 lt/detik dengan imbangan air yang defisit yaitu memiliki ketersediaan air yang lebih sedikit dari kebutuhan air irigasi. Luas areal maksimum yang terairi melalui sistem irigasi adalah 53,46 ha. Optimalisasi daerah irigasi dapat dilakukan dengan upaya perubahan jadwal tanam. Pada bulan-bulan permulaan tanam yang kekurangan air dapat dilakukan  pemberian air dengan cara rotasi atau bergiliran.   Kata-kata kunci:D.I Tunjuk, Metoda Mock, Optimalisasi Daerah Irigasi, Difisit
KAJIAN DAMPAK KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN DI AREA WASHING PLANT Fitriana Meilasari; Hendri Sutrisno; Refi Ariqah; Linda Suwarni; Azwa Nirmala; Yoga Herlambang Windy Ricka Wibowo
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i3.3061

Abstract

Pencucian bauksit adalah satu diantara tahapan yang dilakukan dalam proses pengolahan bijih bauksit. Pencuciaan bauksit bertujuan untuk menghilangkan pengotor bauksit, sehingga terjadi peningkatan kualitas dan kemurnian bahan yang diproduksi. Proses pencucian bauksit dilakukan di washing plant. Proses pencucian bauksit menggunakan peralatan mekanis yang berpotensi menyebabkan kebisingan. Efek kebisingan adalah penurunan kualitas fisik dan nonfisik pekerja. Oleh karena iu, perlu adanya kajian terkait dampak yang ditimbulkan dari kebisingan terhadap para pekerja dan upaya penanggulangannya. Faktor lain yang dikaji pada penelitian ini adalah hubungan antara dampak kebisingan dengan karakteristik pekerja. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian ini dilakukan dengan metode observasional dan menggunakan pendekatan induktif. Adapun pengolahan data kuesioner hasil penelitian diolah menggunakan software SPSS dan perhitungan manual Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari kebisingan berupa gangguan komunikasi (76%), gangguan psikologis (64%), dan gangguan pendengaran (16%). Terdapat hubungan antara dampak kebisingan dengan karakteristik pekerja. Rekomendasi upaya pengendalian kebisingan adalah (1) Pemasangan papan informasi besarnya nilai intensitas kebisingan; (2) Peningkatan upaya pengawasan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD); (3) Pemberian penghargaan kepada pekerja yang disiplin dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD); (4) Memperhatikan masa pemakaian earplug dan earmuff; (5) Penanaman tanaman yang dapat mereduksi kebisingan. Kata Kunci: Bauksit, Kebisingan, Washing Plant.
Appropriate Technology in the Treatment of Clean Water on Islamic Boarding Schools in Sungai Itik Village Dian Rahayu Jati; Azwa Nirmala; Syaifurrahman Syaifurrahman; Muhammad Saleh; Ade Elbani
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 6 No. 2 (2022): Vol. 6 No.2, September 2022
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.258 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v6i2.5960

Abstract

Sungai Itik Village is located in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, directly visiting Pontianak City. However, the people in Itik Village have not yet enjoyed clean water from the local water company. So that the surrounding community uses clean water sourced from rainwater or drilled wells. However, the condition of the well water is not yet suitable for use. At the As-Siddiqiyah Islamic Boarding School, it has drilled wells with a flow rate of 30 liters/minute and does not need to be sucked up with a water pump in flat, level conditions. However, the condition of the water still contains a lot of Fe2+ ions, has a metallic smell and color. This drilled well water is very possible as raw water to be processed and used as drinking water that can be consumed by the community around the Islamic boarding school. The Student Creativity Program Team of the Faculty of Engineering provides air purification solutions with the Aeration, Sedimentation and Filtration methods contributing to the local community, especially for students at Islamic Boarding Schools. The results of laboratory tests on drilled well water at the As-Siddiqiyah Islamic Boarding School show that raw water that has been treated through water treatment equipment is suitable for daily activities and does not cause health problems. The provision and management of clean water is left entirely to the students in Islamic boarding schools to maintain the continuity and maintenance of the availability of clean water.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Dampak Kebisingan Pada Pekerja Di Area Crushing Plant PT. Bukit Labu Mining Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Gemilang Oktavia Ningrum; Fitriana Meilasari; Ricka Aprillia; Hendri Sutrisno; Azwa Nirmala
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i1.61708

Abstract

PT Bukit Labu Mining memproduksi batuan andesit dengan tiga alat yaitu jaw crusher 1, jaw crusher 2 dan cone crusher yang menjadi sumber kebisingan. Intensitas kebisingan melebihi nilai ambang batas mendrong terjadinya gangguan pendengaran, efek kebisingan berupa gangguan fisik dan psikis dan menimbulkan efek yang bersifat sementara hingga permanen. Tujuan penelitian adalah mengkaji dampak kebisingan dan mengkaji upaya pengendalian yang dilakukan untuk mengurangi dampak kebisingan terhadap pekerja dengan melihat hubungan gangguan pendengaran terhadap umur dan masa kerja responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan analisis kuantitatif korelasi Rank Spearman. Data kebisingan diolah menggunakan aplikasi SPSS dengan perhitungan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kebisingan terhadap pekerja adalah gangguan pendengaran (57%), gangguan psikologis (50%) dan gangguan komunikasi sebesar (53%). Hasil analisis statistik terhadap uji korelasi antara masa kerja dengan gangguan pendengaran didapatkan nilai coefficient correlation 0.561 dengan nilai signifikansi (α) sebesar 0.037, dimana nilai α < 5% artinya terdapat hubungan antara masa kerja terhadap gangguan pendengan. Sedangkan untuk hasil perhitungan manual Rank Spearman didapat nilai  sebesar 0.581. Rekomendasi upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah berdasarkan administrasi (melakukan maintenance mesin, pelatihan K3, safety talk, penambahan safety sign, dan alat pelindung telinga (APT)
EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI RAWA DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAIKAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Dea Indri Saputri; Azwa Nirmala; Henny Herawati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.56586

Abstract

Kondisi jaringan irigasi rawa di Sungai Itik tidak berfungsi secara optimal. Permasalahannya adalah beberapa saluran, bangunan ditemui kerusakan jaringan irigasi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan menentukan tingkat kinerja jaringan irigasi rawa. Penelitian menggunakan data primer (kondisi eksisting saluran, bangunan air, tanggul pelindung) dan data sekunder (data skema jaringan saluran irigasi dan peta daerah irigasi rawa). Untuk analisa data menggunakan Surat Edaran Menteri PU No. 02/SE/M/2011, terdiri dari penilaian kondisi saluran, indeks saluran, kondisi bangunan (pintu air, gorong-gorong, dan jembatan), indeks bangunan, indeks saluran dan bangunan, tanggul pelindung, dan kinerja jaringan irigasi rawa. Hasil penelitian fungsi saluran keseluruhan sebesar 64,8% direkomendasikan pemeliharaan rutin, fungsi  pintu air terbesar 77,8% (indeks 2), terkecil 22,2% (indeks 1), fungsi gorong-gorong terbesar 60,7% (indeks 1), terkecil 25% (indeks 2), dan 14,3% (indeks 3), fungsi jembatan terbesar 87,5% (indeks 1), yang terkecil 12,5% (indeks 2), fungsi keseluruhan bangunan sebesar 88,6% direkomendasikan pemeliharaan rutin, tanggul pelindung berfungsi baik direkomendasikan pemeliharaan. Dari penilaian indeks dan fungsi jaringan diperoleh maka kinerja jaringan irigasi rawa di Sungai Itik dikategorikan kinerja baik.Kata kunci : Indeks, Jaringan Irigasi Rawa, Kinerja Jaringan, Sungai Kakap
DESAIN REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG PT. BUKIT LABU MINING KABUPATEN SINTANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Yohanes Fauzi Ervan; Azwa Nirmala; Hendri Sutrisno
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57176

Abstract

PT. Bukit Labu Mining merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batu andesit. Pada saat ini PT. Bukit Labu Mining belum merencanakan reklamasi pada area bekas tambang. Maka diperlukan desain reklamasi yang tepat sehingga dapat mengembalikan fungsi lahan. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tujuan merencanakan penataan lahan berdasarkan volume tanah yang tersedia, menentukan sistem penataan lahan dan merekomendasikan jenis tanaman pada area reklamasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana data yang diperoleh dengan melakukan persiapan, pengumpulan data primer dan sekunder, setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, meliputi perhitungan volume tanah penutup, produktivitas alat, volume top soil sistem perataan tanah, sistem guludan, dan sistem pot, pembuatan lubang tanam, biaya reklamasi dan pengujian sampel tanah. Sehingga dapat dianalisis luasan area, sistem penataan lahan, biaya reklamasi dan rekomendasi jenis tanaman. Hasil penelitian ini diperoleh area seluas 6.700 m2, rencana volume penataan lahan sebesar 8.450 m3, volume tanah penutup yang tersedia sebesar 32.445 m3, volume top soil tersedia sebesar 10.910 m3 dan total biaya reklamasi yaitu Rp. 697.121.749,00. Sistem penataan lahan yang diterapkan pada lahan bekas tambang menggunakan sistem perataan tanah yaitu sebesar 7.370 m3 (LCM) dan berdasarkan analisis sampel tanah dan kesesuaian jenis tanaman direkomendasikan jenis tanaman untuk reklamasi adalah karet.
Co-Authors - Aflahal - Kartini - Nurhayati - Nurhayati ., Winardi .l, Misno Ade Elbani Agani, Umar Ahen, Martinus Ahmad Afandi Akafi, M. Ma'ruf Akbar, Syarif Sutan Alamanda, Ivony Amelia, Siti Aprillia, Ricka Budhi Purwoko, Budhi Budi Budi Danang Gunarto Dea Indri Saputri Dian Rahayu Jati Diva Fadhila Eka Kristianto Raden Eko Yulianto EKO YULIANTO Eriani Eriani Fikriansyah, Irfan Fitriana Meilasari Fitriana Meilasari Fitriana Meilasari Fransiskus Higang Gazhian, Syarif Rafhi Gemilang Oktavia Ningrum Ginting, Nesci Ayu Gunarto, Danang Gustian, - Hadi, Tajrian Hafiyyan, Qalbi Halim, Hamdanu Hario Januardus Hendri Sutrisno Hendri Sutrisno Hendri Sutrisno Henny Herawati Herawati, Henny Herlambang, Yoga Herry Hajiansyah, Herry Inabuy, Shierly Lianda Jeani, Pebrian Rugok Jimmi Mulyanto Situmorang, Jimmi Mulyanto Kartini . Kaslina, Yohana Kausar, Muhammad Furqon Kevin, Stephanus Linda Suwarni Lusiana, Vira Magdalena Delvia, Magdalena Meilasari, F. Meilasari, Fitriana Meilinda Putri, R.r Fanny Mochammad Meddy Danial MS, Murad Muhammad Saleh Murad, Murad Muslim, Alfin Islami Ibnu Nashrullah Chatib, Nashrullah Neny, Veronika Oktavia, Stefani Bella Oktawijaya, Domie Pantun, Bintang Hasiholan Pontiraba, Christian Pratama, Rizqi Nanda Pratiwi Putri Dwi Randy Qutrunnada, Alifia Rahmarani, Destia Refi Ariqah Refi Ariqah Ricka Aprillia Rima Ardyanti Sahdimin, Sahdimin Sari, Anisya Permata Setiawati, Septami Shando Irwandinata, Ade Irfan Sibuea, Cristin Liony Cindy Siwamba, Tatwa Mreta Stefanus Barlian Soeryamassoeka Suharjo, Rachmad Brama Sulastri Sulastri Susanto, Nugroho Adji Sutrisno, H. Sutrisno, Hendri Suustra U, Apriyadi Syafnurhaq, Hafidz Syafrianto, M Khalid Syafrianto, Syafrianto Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifurrahman Syaifurrahman Tangkadas, Charles Gonzaga Tri Wahyudi Ulvy Nur Kibriyanti Umar Umar Utami, Novi Tri Vivi Bachtiar Wahdaniah Mukhtar Wandi, Thomas Yoga Herlambang Windy Ricka Wibowo Yohanes Fauzi Ervan Yusuf, Muhammad Yusuf