Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENENTUAN LOKASI PINTU KLEP PARIT JERUJU LAUT DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Eriani Eriani; Henny Herawati; Azwa Nirmala
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57238

Abstract

Perkebunan di Desa Jeruju Besar mengalami permasalahan banjir yang diakibatkan oleh pasang dan curah hujan tinggi. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, dibangun kisdam penahan air. Dalam 2 tahun terakhir kisdam mengalami kerusakan sehingga dilakukan rehabilitasi kisdam menjadi bangunan pintu klep. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung debit aliran yang terjadi dan menentukan lokasi bangunan pintu klep yang tepat pada Parit Jeruju Laut.  Metode yang dilakukan dimulai dari analisa curah hujan, analisa intensitas dengan metode Mononobe, analisa hujan rencana periode ulang 2, 5 dan 10 tahun dengan metode Distribusi Normal, serta analisa debit aliran dengan metode HSS Snyder. Analisa pemodelan menggunakan software HEC-RAS 5.0.6. Penelitian dilakukan pada kondisi pasang tanpa hujan dan kondisi pasang disertai hujan periode ulang 10 tahun. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa lokasi yang tepat berada pada lokasi eksisting pintu klep dengan debit maksimum 4,1982 m3/detik serta elevasi muka air maksimum 2,31 m. Saat kondisi pasang tanpa hujan, elevasi muka air telah berada diatas penampang Parit Jeruju Laut yang menyebabkan terjadinya banjir di perkebunan kelapa setinggi 17,92 cm hingga 33,53 cm. Sedangkan saat kondisi pasang disertai hujan periode ulang 10 tahun, banjir di perkebunan kelapa mencapai 50,23 cm hingga 80,53 cm.
KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN PADA SALURAN YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT Eka Kristianto Raden; Azwa Nirmala; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57193

Abstract

ABSTRAK Parit Lintang merupakan saluran yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan terletak di kawasan padat penduduk sehingga aktivitas penduduk di sepanjang aliran parit, khususnya Parit Lintang sangat mempengaruhi ekosistem di perairan parit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen melayang (Suspended Load) yang dipengaruhi pasang surut dan mengkaji perbedaan antara angkutan sedimen melayang pada saat pasang dan surut di Parit Lintang Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data primer berupa hasil pengukuran hidrometri (lebar, kedalaman dan kecepatan), data pasang surut, perhitungan debit aliran, sampel air dan perhitungan angkutan sedimen melayang. Analisa angkutan sedimen melayang menggunakan metode sesaat. Penelitian ini dilakukan pada 3 titik, yaitu titik 1 (hilir), titik 2 (tengah) dan titik 3 (hulu). Penelitian dilakukan selama 24 jam pengamatan dengan interval waktu pengamatan per 2 jam. Berdasarkan hasil analisa angkutan sedimen melayang dengan metode sesaat pada kondisi pasang dan surut di lokasi Parit Lintang didapat debit angkutan sedimen melayang total pada titik 1 (hilir) sebesar 21925,935 Kg/hari, titik 2 (tengah) sebesar 12908,441 Kg/hari dan titik 3 (hulu) sebesar 16077,285 Kg/hari.Kata kunci : Angkutan Sedimen Melayang, Debit Aliran, Pasang Surut, Parit Lintang. ABSTRACT Parit Lintang is a channel that is influenced by tides and is located in a densely populated area so that population activities along the flow of the ditch, especially the Parit Lintang, greatly affect the ecosystem in the waters of the ditch. Therefore, this study aims to determine the amount of suspended sediment transport (suspended load) which is influenced by the tides and to examine the difference between floating sediment transport at high tide and low tide in Parit Lintang, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. In this study the data used are primary data in the form of hydrometric measurements (width, depth and speed), tidal data, flow discharge calculations, water samples and floating sediment transport calculations. The analysis of floating sediment transport uses the instantaneous method. This research was conducted at 3 points, namely titik 1 (hilir), titik 2 (tengah) and titik 3 (hulu). The study was conducted for 24 hours of observation with an interval of 2 hours of observation. Based on the analysis of floating sediment transport using the instantaneous method at high and low tide conditions at the Parit Lintang location, the total floating sediment transport discharge at titik 1 (hilir) is 21925,935 Kg/day, titik 2 (tengah) is 12908,441 Kg/day and titik 3 (hulu) of 16077,285 Kg/day.Key Words: Floating Sediment Transport, Flow Discharge, Tidal, Parit Lintang.
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG BATUBARA PT. BHUMI RANTAU ENERGI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ulvy Nur Kibriyanti; Azwa Nirmala; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48671

Abstract

Kondisi di lapangan menunjukkan posisi sump berdekatan dengan area penambangan sehingga pada musim hujan sump dapat meluap sewaktu-waktu dan mengakibatkan genangan di lantai dasar tambang. Kondisi pompa juga belum mampu mengatasi air yang ada di sump secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kajian sistem penirisan tambang. Adapun tujuan penelitian ini untuk menentukan debit air total yang masuk, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi sistem pemompaan yang ada. Metode penelitian yang dilakukan yaitu perhitungan curah hujan rencana dengan metode gumbel, waktu konsentrasi menggunakan rumus Kerby, intensitas menggunakan rumus Mononobe. Debit air total yang masuk diperoleh dari penjumlahan debit limpasan saluran primer. Tahapan selanjutnya adalah evaluasi sistem pemompaan dengan melakukan pengukuran debit aktual pompa sehingga diperoleh total head, daya dan efisiensi masing-masing pompa. Berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh debit total air yang masuk ke sump I 58.955 m3/jam dan sump II 23.889 m3/jam. Hasil efisiensi pompa pada layout pemompaan I berada pada range 71,1 – 75% dan pada layout pemompaan II berada pada range 58 – 74%. Rekomendasi yang diberikan yaitu dengan perencanaan jam kerja pompa selama 22 jam, meningkatkan putaran pompa 8 dan 10 menjadi 1350 RPM agar diperoleh debit rencana sebesar 800 m3/jam.Kata Kunci: Debit, Efisiensi. Head total, Pompa
PENENTUAN BULAN BASAH DAN BULAN KERING DI DAS SAMBAS - Aflahal; - Nurhayati; Azwa Nirmala
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42666

Abstract

Terjadinya pergantian musim secara terus menerus, sehingga ditemukan beberapa bulan yang tidak seharusnya mengalami musim kemarau, dan mengalami kurangnya kebutuhan air dibeberapa wilayah. Dampak dari sering mengalami kekeringan, banyak analisa yang di temukan untuk mengetahui bulan basah dan bulan kering untuk suatu wilayah yang akan di analisa. Lokasi yang akan dianalisa berada di DAS Sambas Kalimantan Barat Indonesia. DAS Sambas memiliki luas yaitu 7.463 km2 yang terbentang dari Kabupaten Sambas sampai  Kabupaten Bengkayang yang meliputi banyak statsiun hujan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dari hasil perhitungan klasifikasi kekeringan dengan menggunakan Theory of Run nilai basah lebih tinggi dari nilai kering, dengan perbandingan nilai selisih basah dan keringnya sangat kecil yaitu 3,62%, jadi di DAS Sambas dari tahun 1989-2018 tidak mengalami kekeringan, tetapi dengan selisih yang kecil  kemungkinan di DAS Sambas rawan terjadinya kekeringan. Tingkat kekeringan paling parah terdapat pada bulan Agustus di tahun 1994 dengan persentase 22%, sedangkan nilai basah tertinggi pada bulan Februari tahun 2016 dengan persentase 267 %.Kata kunci : Kekeringan, DAS Sambas
KAJIAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS Ahmad Afandi; Danang Gunarto; Azwa Nirmala
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57292

Abstract

Permasalahan terkait air bersih di Kecamatan Tebas adalah pendistribusian air oleh PDAM yang belum merata, dimana wilayah yang jauh dari IPA cenderung memilki tekanan sangat kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jumlah kebutuhan air dan menentukan diameter pipa distribusi primer saat ini hingga 20 mendatang. Tahapan analisis penelitian dimulai dengan analisis kebutuhan air bersih hingga 20 tahun mendatang berdasarkan proyeksi penduduk dengan metode Geometrik, Aritmatika dan Least Square. Analisis jaringan air bersih menggunakan Epanet 2.0 dengan empat simulasi. Simulasi 1, sesuai kondisi eksisting tahun 2022. Simulasi 2, dilakukan perbaikan jaringan eksisting. Simulasi 3, berdasarkan kebutuhan air tahun 2042. Simulasi 4, dilakukan perbaikan jaringan tahun 2042. Kebutuhan air bersih tahun 2022 sebesar 93,80 liter/detik dan tahun 2042 sebesar 102,29 liter/detik. Hasil simulasi 1, terdapat 72 nodes dengan pressure di bawah 10 m dan 2 pipa memiliki unit headloss di atas 5m/km. Simulasi 2, dilakukan perubahan dimensi dari Ø50 mm menjadi Ø75 mm pada pipa dengan unit headloss tinggi. Simulasi 3, terdapat 120 nodes dengan pressure di bawah 10 m. Simulasi 4, dilakukan perubahan dimensi dari Ø50 mm dan Ø75 mm menjadi Ø75 mm dan Ø100 mm pada pipa dengan unit headloss tinggi dan penggantian pompa dengan kapasitas menjadi 60 liter/detik
POLA SEBARAN DO DAN BOD DI PARIT TOKAYA PONTIANAK Pratiwi Putri Dwi Randy; - Nurhayati; Azwa Nirmala
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.721 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32210

Abstract

Air saluran Parit Tokaya merupakan saluran terbuka yang mengalir melalui daerah permukiman, daerah pasar dan dekat dengan pusat perbelanjaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran konsentrasi DO (Dissolved Oxygen) dan BOD (Biological Oxygen Demand) pada saat pasang dan surut sehingga dapat memberikan informasi yang berguna untuk pemanfaatan sumber daya air Parit Tokaya. Penelitian dilakukan di ruas saluran sepanjang 1669 m dari GOR Pangsuma menuju Ramayana. Sampel air diambil pada tiga titik, yaitu di GOR Pangsuma (stasiun 1669), di Flamboyan (stasiun 370), dan di Ramayana (stasiun 0). Pemodelan sebaran DO dan BOD menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Konsentrasi kualitas air hasil simulasi dibandingan dengan hasil pengamatan memiliki nilai error tertinggi sebesar 9,09%. Hasil simulasi HEC-RAS menunjukkan pola sebaran DO dan BOD mengalami kenaikkan dan penurunan dari hilir ke hulu, penurunan terjadi antara stasiun 0 dan stasiun 60, stasiun 78 dan 460, stasiun 484 dan 1181, stasiun 1193 dan 1210, stasiun 1221 dan 1669 sementara kenaikkan terjadi diantara stasiun 60 dan 78, stasiun 460 dan 484, stasiun 1181 dan 1193, stasiun 1221 dan 1669. Kata kunci: Sebaran Kualitas Air, HEC-RAS, Dissolved Oxygen, Biological Oxygen Demand, Parit Tokaya
KAJIAN TEKNIS PENCUCIAN BAUKSIT PADA WASHING PLANT GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI DI PT. DINAMIKA SEJAHTERA MANDIRI, DESA TERAJU KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Diva Fadhila; Azwa Nirmala; Hendri Sutrisno
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.47908

Abstract

PT Dinamika Sejahtera Mandiri memiliki target produksi sebesar 2.000 ton/shift/hari. Dalam kegiatan penambangan, produksinya belum mencapai target yaitu 1.875,06 ton/shift/hari. Hal ini diperkirakan karena produktivitas alat angkut dan efisiensi kerja unit pencucian belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktivitas alat angkut, alat muat dan efisiensi kerja unit pencucian dalam meningkatkan kuantitas produktivitas serta mengetahui perbedaan kadar Al2O3, SiO2 dan faktor penyebabkan perbedaan kadar tersebut. Metode alternatif yang dilakukan dengan meningkatkan produktivitas alat angkut, efisiensi unit pencucian dan penggabungan dari kedua alternatif. Dimulai dengan pengambilan data primer (jumlah rit, waktu working, repair, standby hour, waktu hambatan, cycle time) dan data sekunder (litologi dan statigrafi, peta layout, spesifikasi unit pencucian dan alat angkut muat, hari dan waktu kerja, target produksi, kadar kualitas rencana dan aktual). Data diolah menggunakan metode statistik, komparatif dan beberapa rumus lainnya. Upaya peningkatan produktivitas alat angkut dapat meningkatkan 23,51% (2.293,63 ton/shift /hari), peningkatan efisiensi kerja unit pencucian meningkatkan 17,07% (2.174,13 ton/shift/hari), jika kedua upaya tersebut dilakukan maka produksi bauksit dapat meningkat 43,21% (2.659,44 ton/shift/hari). Selain peningkatan kuantitas produksi, dilakukan juga peningkatan kualitas bauksit yang baik dengan mengetahui perbedaan kadar kualitas bauksit yaitu untuk Al2O3 0,822 % dan SiO2 0,035% serta mengetahui faktor yang mempengaruhinya.Kata kunci: produksi, proses pencucian, washing plant
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE HIRAC PADA AKTIVITAS TAMBANG BAUKSIT DI PT ANEKA TAMBANG TBK TAYAN HILIR Rima Ardyanti; Azwa Nirmala; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42488

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal penting dan perlu diperhatikan oleh pihak perusahaan. Dalam pelaksanaan kegiatan di PT. Aneka Tambang Tbk terdapat kondisi tidak aman. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko kecelakaan dan rekomendasi pengendalian risiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode HIRAC (Hazard Identification Risk Assessment and Control). Penelitian dimulai dengan identifikasi bahaya pada aktivitas alat di washing plant, setelah mengetahui potensi bahaya selanjutnya mengklasifikan hasil data ke dalam tabel penilaian risiko berdasarkan tiga komponen yaitu kemungkinan (likelihood), paparan (exporsure), dan keparahan (severity), kemudian dapat diketahui potensi bahaya pada kategori risiko priority 3, substansial, priority 1 dan very high. Langkah terakhir rekomendasi pengendalian risiko agar kecelakaan dapat diminimalisir. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah 21 bahaya dan 25 risiko diantaranya stopper licin, pijakan tangga dan lantai licin, lantai hopper licin, kabel terlepas, putus dan konslet, kebisingan alat, lantai area dan dalam trommel grizzly licin, area jaw crusher becek dan licin, atap washing plant rusak, area trommel plate dan trommel screen licin.. Masing-masing potensi bahaya memiliki tingkat risiko yang berbeda meliputi kategori risiko priority 3, substansial, priority 1 dan very high. Rekomendasi pengendalian risiko untuk meminimalisir kecelakaan dilakukan dengan eliminasi, administratif, dan alat pelindung diri (APD). Kata kunci: bahaya, kemungkinan, keparahan, paparan
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA WILAYAH BUKIT 13 DI PT. ANTAM TBK-UBP BAUKSIT TAYAN KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Hario Januardus; Azwa Nirmala; Hendri Sutrisno
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48672

Abstract

Permasalahan pada bukit 13 PT. ANTAM Tbk adalah diperlukannya  sistem penyaliran yang optimal untuk mengatasi debit limpasan yang terjadi. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis debit limpasan untuk menentukan banyaknya sump dan merekomendasikan rancangan sistem penyaliran tambang pada bukit 13. Rekomendasi rancangan sistem penyaliran tambang yang dibuat adalah 9 desain dimensi parit yang dibuat berdasarkan  debit limpasan yang mengalir pada masing – masing  catchment area dan 2 desain dimensi sump, yang dibuat berdasarkan debit limpasan yang mengalir pada masing – masing sump. Rekomendasi dimensi  sump pada sump 1 memiliki kapasitas tampung sebesar 1.560 m3 dengan dimensi : panjang = 26 m, lebar = 15 m dan tinggi = 4 m, sedangkan sump 2 memiliki kapasitas tampung sebesar 700 m3 dengan dimensi : panjang = 17,5 m, lebar = 10 m dan tinggi = 4, selain itu rekomendasi yang diberikan dalam desain dimensi sump pada penelitian ini yaitu peletakkan pipa pembuangan (outlet) yang diletakkan pada bagian sump yang dekat dengan danau segelam.Kata Kunci: Sistem penyaliran tambang, metode paritan, dimensi su
KAJIAN TINGKAT KEBISINGAN DI AREA PENCUCIAN BIJIH BAUKSIT PT. ANEKA TAMBANG TBK UBP BAUKSIT TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Refi Ariqah; Azwa Nirmala; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.47907

Abstract

Tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas yaitu di atas 85 dB dengan pajanan 8 jam/hari dapat mendorong timbulnya gangguan kesehatan pada pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan. Pengukuran kebisingan berdasarkan SNI 7231:2009 yaitu selama 10 menit dengan pembacaan per 5 detik menggunakan Sound Level Meter. Hasil dari pengukuran ini dianalisis berdasarkan Kepmen Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996 dimana baku mutu kebisingan untuk industri yaitu 70 dB. Berdasarkan hasil penelitian, intensitas kebisingan sumber (hopper, trommol dan jaw crusher) yang dihasilkan melebihi nilai ambang batas berkisar 91 dB – 100 dB dengan waktu pajanan selama 10 jam/hari. Terdapat beberapa titik pengukuran yang masih melebihi NAB yaitu pada kondisi searah angin, titik 1 – 4 (85 dB – 73 dB) dan titik 6 – 8 (89 dB – 77 dB). Sedangkan untuk kondisi berlawanan arah angin semua titik masih melebihi NAB (94 dB – 79 dB). Kemudian waktu pajanan terlama untuk pekerja berada di titik yang melebihi NAB yaitu titik 1 – 4 (160.53 jam – 7.55 jam) dan titik 6 – 8 (78.79 jam - 2.93 jam). Sedangkan kondisi berlawanan arah angin titik 10 – 14 (26.17 jam – 0.97 jam).Kata Kunci: Kebisingan, Pajanan, Washing Plant. 
Co-Authors - Aflahal - Kartini - Nurhayati - Nurhayati ., Winardi .l, Misno Ade Elbani Agani, Umar Ahen, Martinus Ahmad Afandi Akafi, M. Ma'ruf Akbar, Syarif Sutan Alamanda, Ivony Amelia, Siti Aprillia, Ricka Budhi Purwoko, Budhi Budi Budi Danang Gunarto Dea Indri Saputri Dian Rahayu Jati Diva Fadhila Eka Kristianto Raden Eko Yulianto EKO YULIANTO Eriani Eriani Fikriansyah, Irfan Fitriana Meilasari Fitriana Meilasari Fitriana Meilasari Fransiskus Higang Gazhian, Syarif Rafhi Gemilang Oktavia Ningrum Ginting, Nesci Ayu Gunarto, Danang Gustian, - Hadi, Tajrian Hafiyyan, Qalbi Halim, Hamdanu Hario Januardus Hendri Sutrisno Hendri Sutrisno Hendri Sutrisno Henny Herawati Herawati, Henny Herlambang, Yoga Herry Hajiansyah, Herry Inabuy, Shierly Lianda Jeani, Pebrian Rugok Jimmi Mulyanto Situmorang, Jimmi Mulyanto Kartini . Kaslina, Yohana Kausar, Muhammad Furqon Linda Suwarni Lusiana, Vira Magdalena Delvia, Magdalena Meilasari, F. Meilasari, Fitriana Meilinda Putri, R.r Fanny Mochammad Meddy Danial MS, Murad Muhammad Saleh Murad, Murad Muslim, Alfin Islami Ibnu Nashrullah Chatib, Nashrullah Neny, Veronika Oktavia, Stefani Bella Oktawijaya, Domie Pantun, Bintang Hasiholan Pontiraba, Christian Pratama, Rizqi Nanda Pratiwi Putri Dwi Randy Qutrunnada, Alifia Rahmarani, Destia Refi Ariqah Refi Ariqah Ricka Aprillia Rima Ardyanti Sahdimin, Sahdimin Sari, Anisya Permata Setiawati, Septami Shando Irwandinata, Ade Irfan Sibuea, Cristin Liony Cindy Siwamba, Tatwa Mreta Stefanus Barlian Soeryamassoeka Suharjo, Rachmad Brama Sulastri Sulastri Susanto, Nugroho Adji Sutrisno, H. Sutrisno, Hendri Suustra U, Apriyadi Syafnurhaq, Hafidz Syafrianto, M Khalid Syafrianto, Syafrianto Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Syaifurrahman Syaifurrahman Tangkadas, Charles Gonzaga Tri Wahyudi Ulvy Nur Kibriyanti Umar Umar Utami, Novi Tri Vivi Bachtiar Wahdaniah Mukhtar Wandi, Thomas Yoga Herlambang Windy Ricka Wibowo Yohanes Fauzi Ervan Yusuf, Muhammad Yusuf