Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Investigasi Matematika pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Astuti, Aspaed Pebi; Subarinah, Sri; Amrullah; Arjudin
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i1.6677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan investigasi matematika pada materi bangun ruang sisi datar berdasarkan gaya belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian yaitu  teknik random sampling. Subjek penelitian ini adalah  kelas IX-C SMP Negeri 11 Mataram sebanyak 30 siswa  dan selanjutnya dipilih 6 siswa dengan masing-masing 2 siswa dari setiap tipe gaya belajar yaitu visual, auditorial dan kinestetik sebagai subjek wawancara. Data penelitian diambil melalui angket gaya belajar, tes kemampuan investigasi matematika berbentuk soal esai, dan wawancara. Data angket dianalisis untuk menentukan tipe gaya belajar siswa, sedangkan data tes investigasi matematika dianalisis berdasarkan 4 tahapan kemampuan investigasi matematika yaitu spesialisasi, pendugaan, generalisasi dan justifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan investigasi matematika siswa berbeda di setiap tipe gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual sebagian besar berhasil melewati 4 tahapan investigasi matematika. Siswa dengan gaya belajar auditorial ada yang melalui 4 tahapan investigasi matematika tetapi sebagian besar hanya dapat menyelesaikan 3 tahapan yaitu spesialisasi, pendugaan dan generalisasi. Siswa dengan gaya belajar kinestetik hanya berhasil melalui 3 tahapan investigasi yaitu spesialisasi, pendugaan, dan generalisasi.
Analysis of Mathematical Problem Solving Ability of Two-Variable Linear Equation System Material in Terms of Learning Style Nurvitasari, Try; Subarinah, Sri; Kurniawan, Eka; Arjudin, Arjudin
Sigma&Mu: Journal of Mathematics, Statistics and Data Science Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/sigmamu.v2i2.173

Abstract

This study aims to describe the problem-solving ability of two-variable linear equation system material in students with visual, auditorial, and kinesthetic learning styles. This type of research is descriptive qualitative. The subjects of the study were grade VIIIB students of SMPN 1 Gunungsari for the 2023/2024 school year, totaling 20 students, with 5 students of visual learning style, 7 students of auditorial learning style, and 8 students of kinesthetic learning style. The sampling technique is carried out by purposive sampling technique. The research instruments are questionnaires, test questions, and interviews. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusions. Analysis is carried out based on John Dewey's stages, namely facing problems, defining problems, finding solutions, testing several solutions, and choosing the best hypothesis. Based on the results of the study, it was obtained that, students of visual learning style, in general, have high problem-solving skills because they are able to carry out all five stages. Students of auditorial learning style, in general, have high problem-solving skills, where auditorial students are able to carry out all five stages. Meanwhile, the kinesthetic learning style has moderate problem-solving abilities, where kinesthetic students are only able to carry out four stages, because at the stage of choosing the best hypothesis, kinesthetic students are not able to carry it out
Analysis Of Mathematical Problem Solving Ability Of Two Variable Linear Equation System Material In Terms Of Learning Style Nurvitasari, Try; Kurniawan, Eka; Subarinah, Sri; Arjudin
Sigma&Mu: Journal of Mathematics, Statistics and Data Science Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/sigmamu.v2i1.200

Abstract

This study aims to describe the problem-solving ability of two-variable linear equation system material in students with visual, auditorial, and kinesthetic learning styles. This type of research is descriptive qualitative. The subjects of the study were grade VIIIB students of SMPN 1 Gunungsari for the 2023/2024 school year, totaling 20 students, with 5 students of visual learning style, 7 students of auditorial learning style, and 8 students of kinesthetic learning style. The sampling technique is carried out by purposive sampling technique. The research instruments are questionnaires, test questions, and interviews. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusions. Analysis is carried out based on John Dewey's stages, namely facing problems, defining problems, finding solutions, testing several solutions, and choosing the best hypothesis. Based on the results of the study, it was obtained that, students of visual learning style, in general, have high problem-solving skills because they are able to carry out all five stages. Students of auditorial learning style, in general, have high problem-solving skills, where auditorial students are able to carry out all five stages. Meanwhile, the kinesthetic learning style has moderate problem-solving abilities, where kinesthetic students are only able to carry out four stages, because at the stage of choosing the best hypothesis, kinesthetic students are not able to carry it out
Analysis of The Mathematical Problem-Solving Ability on Two-Variable Linear Equation System Material In Grade VIII Students Aulia, Syafa; Subarinah, Sri; Azmi, Syahrul; Amrullah, Amrullah
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v9i1.10653

Abstract

This study aims to describe the ability to solve mathematical problems on two-variable linear equation system material based on the locus of control in grade VIII students. This study used qualitative methods to obtain a sample of 72 students using purposive sampling. Data collection techniques use locus of control questionnaire instruments and problem-solving ability test questions. The results of this study showed that students with a strong external locus of control were only able to reach a step of understanding the problem. Meanwhile, students with a balanced internal and external locus of control can reach two steps namely, understanding the problems and devising a strategy. This happens because, students with a strong external locus of control, as well as students with a balanced internal and external locus of control, are less trying and less active in seeking information related to the problems at hand, and are easily influenced by others. Meanwhile, students with a strong internal locus of control can reach three steps namely, understanding the problems, devising a strategy, and carrying out the strategy. This happens because students have a strong internal locus of control easily satisfied with the results they get with the effort they make.
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal Adaptasi PISA Ditinjau dari Gaya Belajar Puput Salsabilah; Soeprianto, Harry; Yulis Tyaningsih, Ratna; Subarinah, Sri
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2074

Abstract

Capaian literasi matematika yang rendah di Indonesia, terutama pada konten shape and space, mendapat perhatian khusus dalam bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik dalam menyelesaikan soal-soal adaptasi PISA pada konten shape and space. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A SMPN 7 Mataram dengan 11 siswa visual, 11 siswa auditorial, dan 11 siswa kinestetik. Instrumen penelitian adalah angket gaya belajar, tes tertulis kemampuan literasi matematika, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator kemampuan literasi matematika yaitu: 1) merumuskan situasi secara matematis (formulate), 2) menerapkan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika (employ), 3) menafsirkan, menerapkan dan mengevaluasi hasil matematika (interpret). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan literasi matematika yang baik, mampu melalui semua tahap literasi matematika dengan teliti namun sedikit kesulitan dalam menafsirkan kembali hasil yang diperoleh ke permasalahan yang ada. Siswa dengan gaya belajar auditorial mampu merumuskan masalah secara matematis dan menerapkan konsep, namun masih kurang lengkap menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan pada soal. Sedangkan siswa dengan gaya belajar kinestetik hanya mampu merumuskan masalah secara matematis namun kesulitan dalam menerapkan konsep dan menafsirkan hasil yang diperoleh ke permasalahan yang ada.
Analisis Miskonsepsi Siswa SMP kelas VII pada Materi Himpunan Menggunakan Three Tier Test Windari, Surya Safitri; Sridana, Nyoman; Wulandari, Nourma Pramestie; Subarinah, Sri
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi dalam materi himpunan pada siswa kelas VII.A SMPN 5 Masbagik melalui tes three tier test. Jenis penelitian kualitatif. 23 siswa kelas VII.A SMPN 5 Masbagik adalah subjek penelitian. Tes dan pedoman wawancara adalah instrument penelitian yang digunakan. Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Miskonsepsi diidentifikasi menggunakan tes diagnostik three tier test. Hasil penelitian menunjukan siswa mengalami miskonsepsi pada materi himpunan 78%, dengan kriteria miskonsepsi 1 (siswa diberikan perlakuan tes three tier test dimana jika siswa menjawab dengan benar, kemudian tidak dapat menjelaskan penyelesaian dari tes yang diberikan serta yakin terhadap apa yang siswa jawab 30%), miskonsepsi 2 (siswa menjawab dengan salah tes yang diberikan, akan tetapi siswa dapat menjelaskan tes yang diberikan dengan baik serta yakin terhadap jawabannya 9%), dan miskonsepsi 3 (siswa menjawab dengan salah tes yang diberikan serta siswa tidak mampu menjelaskan dengan benar tes yang diberikan dan siswa yakin terhadap apa yang siswa berikan jawabannya 39%). Penyebab terjadinya miskonsepsi yaitu kurangnya pemahaman siswa tentang materi himpunan, kurangnya minat dan keinginan siswa untuk mempelajari materi yang telah mereka pelajari, dan kurangnya minat siswa untuk mempelajari materi yang telah mereka pelajari sebelumnya.
Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IX Dasusmi, Krisna Jivani; Subarinah, Sri; Azmi, Syahrul; Arjudin, Arjudin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 3 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i3.777

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 16 Mataram dimana sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling dengan subjek penelitian adalah kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX B sebagai kelas kontrol pada tahun ajaran 2024/2025. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes, lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil perhitungan statistik uji independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai   yaitu nilai nilai 2,002 dengan taraf signifikansi yaitu  yang menunjukkan bahwa  ditolak dan  diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol seperti nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelas kontrol. Hal ini berarti penggunaan model PBL lebih efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa kelas IX SMPN 16 Mataram tahun ajaran 2024/2025.
Analisis Kemampuan Kreativitas Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS pada Siswa Kelas XII SMAN 4 Praya Tahun Ajaran 2024/2025 ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika Siswa Khairunisa, Maudina Bunga; Subarinah, Sri; Junaidi, Junaidi; Sridana, Nyoman
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 3 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i3.815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal-soal (Higher Order Thingking Skills) HOTS di kelas XII SMAN 4 Praya pada tahun ajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. indikator kreativitas yang digunakan dalam penelitian ini ialah kefasihan, keluwesan dan kebaruan. Subjek pada penelitian ini menggunakan satu kelas yaitu kelas XII MIPA 3 dengan jumlah siswa 35 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, tringulasi dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan dalam memeperoleh data pada penelitian ini yaitu menggunakan tes kemampuan awal, tes kemampuan kreativitas dan pedoman wawancara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kemampuan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal HOTS yang ditinjau dari kemampuan awal matematika yang dimiliki siswa dan manfaat dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal HOTS yang ditinjau dari kemampuan awal matematika. Selain itu, penelitian ini dapat membantu guru untuk mengetahui kemampuan keativitas siswanya sehingga dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kreativitas siswa. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu siswa dengan kemampuan awal rendah memiliki kreativitas rendah, dengan 25,7% pada tingkat 0 (tidak kreatif) dan 37,2% pada tingkat 1 (kurang kreatif). Kemudian kemampuan awal siswa yang sedang menunjukkan kreativitas sedang pada tingkat 2 (kreatif), memenuhi indikator kefasihan dan fleksibilitas sebesar 25,7%. Sedangkan kemampuan awal siswa yang tinggi menunjukkan kreativitas tinggi di tingkat 4 (sangat kreatif), memenuhi ketiga indikator sebesar 11,4%. Kesimpulannya, kreativitas siswa dipengaruhi oleh kemampuan awal yang dimilikinya.
Implementation of Logic and Set Textbook with Ethnomathematics Content Oriented towards Higher-Order Thinking Skills Subarinah, Sri; Junaidi, Junaidi; Triutami, Tabita Wahyu; Salsabila, Nilza Humaira
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v7i2.13509

Abstract

Higher-order thinking skills are skills that are an important aspect of teaching and learning mathematics. Mathematics and culture have a very close relationship, so the development and application of mathematical concepts in the learning process must be based on situations of daily life or local culture. In 2021, Researchers have developed a textbook of Logic and Set containing ethnomathematics oriented toward higher-order thinking skills. The textbook meets the 'Very Good' category on the validity test after being assessed by five experts. This year, the research focuses on the implementation and evaluation of the textbook in Logic and Set courses. The purpose of this research was to describe the feasibility level of the textbook. ADDIE's design research was used in this development research. The trial subjects in this research were 140 students in the Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Mataram who were taking the Logic and Set courses in the 2021/2022 academic year. Data collection techniques in this research were practicality questionnaires and higher-order thinking skills tests. The results of the data analysis for the practicality assessment of the textbook showed an average score of 81.44, which met the practical classification. Then the average value of the students in the final value of the Logic and Set courses is 81.90. In addition, the percentage of students who achieved a score of 75 was 76% or 106 students. Therefore, it can be concluded that the textbook meets the effective criteria.
Development of Digital Literacy Tools in the Implementation of Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) Learning for the Implementation of the Independent Curriculum for Children Aged 5-6 Years Hafizzaturroyani, Hafizzaturroyani; Habibi, Muazzar; Fahruddin, Fahruddin; Darmiany, Darmiany; Subarinah, Sri
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 2 No. 5 (2024): International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v2i5.137

Abstract

This research aims to describe the development of digital literacy tools in the implementation of science, technology, engineering, art and mathematics (STEAM) learning for the implementation of the Independent Curriculum. The type of research used in this research is development (Development research) which aims to produce a product. The development research procedure used is the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The data collection technique used in this research is a non-test instrument consisting of instrument validation sheets, feasibility sheets, effectiveness and usability of devices, interview sheets, observation sheets. Data analysis techniques are used to determine the feasibility, usefulness, and effectiveness of digital literacy tools. The research results of the digital literacy tools developed are very valid and reliable, so they are suitable for use in STEAM learning for implementing the independent curriculum for children aged 5-6 years. The digital literacy tools in STEAM learning that were developed are effective for use with children aged 5-6 years in the very high category. The digital literacy tools in STEAM learning that were developed are included in the very practical category based on the learning implementation observation sheet and teacher questionnaire.