Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INTEGRASI MODEL PBL DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA DI KELAS IV SD Julia Adenti; KMA Fauzi; Andayani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36343

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with contextual teaching in improving students’ conceptual understanding of the states of matter and their changes in Grade IV at UPTD SDN 47 Gedong Tataan. This research employed a quasi-experimental method with a One Group Pretest–Posttest design involving 20 students. Data were collected using learning outcome tests and analyzed through the Shapiro–Wilk normality test and paired sample t-test. The results showed that the data were normally distributed (Sig. 0.658 > 0.05) and that there was a significant difference between pretest and posttest scores (Sig. 0.000 < 0.05). The mean score increased from 62.50 to 82.00, with an effect size of 2.20, categorized as very large. Therefore, the integrated PBL and contextual approach is effective in improving science learning outcomes on the topic of states of matter.
PENGARUH KURIKULUM MERDEKA DAN KREATIVITAS TERHADAP KOMPETENSI GURU DI SD NEGERI SEKECAMATAN SEWON Arif Eka Prabawa; Septian Aji Permana; Andayani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39985

Abstract

This study aims to determine the influence of the Independent Curriculum and teacher creativity on the competence of elementary school teachers in Sewon District. The research method used was quantitative with a descriptive-correlative approach. The population consisted of 220 public elementary school teachers, with a sample of 142 respondents selected using proportional random sampling. Data collection employed questionnaires on Independent Curriculum implementation, teacher creativity, and teacher competence. Instrument validity was tested using Pearson’s product-moment correlation, while reliability was tested using Cronbach’s Alpha. Data analysis applied multiple linear regression. The results revealed that: (1) the Independent Curriculum significantly influenced teacher competence (t = 11.030; sig. 0.000 < 0.05); (2) teacher creativity significantly influenced teacher competence (t = 4.460; sig. 0.000 < 0.05); and (3) both the Independent Curriculum and teacher creativity simultaneously had a significant positive effect on teacher competence (F = 306.568; sig. 0.000 < 0.05), contributing 81.5%. These findings indicate that enhancing teacher competence requires consistent implementation of the Independent Curriculum along with continuous development of teacher creativity in teaching practices.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI: STUDI KASUS DI KELAS-11 SMK NEGERI 2 SURAKARTA Gita Hapsari; Andayani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48274

Abstract

Learning to write poetry at the Vocational High School (SMK) level still faces various problems, such as low student interest, limited creativity, and the use of learning methods that tend to be conventional and oriented towards the final result. These conditions cause students to be less actively involved and unable to express ideas in depth. This study aims to describe the planning, implementation, as well as obstacles and solutions in implementing the deep learning approach in poetry writing learning in grade 11 of SMK Negeri 2 Surakarta. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data were obtained through observation, interviews, and document analysis with validity techniques using triangulation of sources, methods, and theories. The results of the study indicate that the implementation of the deep learning approach can increase student engagement through exploration, reflection, and contextual activities. Students become more active, creative, and are able to increase personal experiences in writing poetry. Despite obstacles such as limited time and student readiness, the solutions implemented by teachers can optimize the learning process.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI KELAS X (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA) Anggun Dwi Astuti; Andayani
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljse.v6i1.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran teks biografi kelas X di SMA Negeri 7 Surakarta. Fokus penelitian meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta hambatan dan solusi yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang meliputi modul ajar, perangkat pembelajaran, serta hasil kegiatan belajar siswa. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar yang memuat kompetensi 6C, pemanfaatan teknologi digital, serta aktivitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, siswa terlibat aktif dalam kegiatan membaca, berdiskusi, mempresentasikan hasil analisis, dan mengerjakan kuis berbasis teknologi. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan pemanfaatan teknologi, dan adaptasi terhadap pendekatan baru. Solusi yang dilakukan guru berupa pendampingan, pengelompokan belajar, dan pemanfaatan media digital secara bertahap. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kritis, dan bermakna dalam pembelajaran teks biografi.
ANALISIS KESIAPAN MASYARAKAT LOKAL DALAM MENGHADAPI FENOMENA OVERTOURISM DI DESA SEMBALUN LAWANG, LOMBOK TIMUR Andayani; Abdul Rasyad; Muhammad Adi Junaidi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63742

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan pariwisata, tingkat kesiapan adaptasi masyarakat lokal, serta implikasi dari indikasi awal fenomena overtourism terhadap daya dukung lingkungan dan sosial di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan kunci yang merepresentasikan struktur pemerintahan dan akar rumput masyarakat. Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan mengindikasikan bahwa lintasan evolusi pariwisata di kawasan ini sedang bertransisi dari fase keterlibatan (involvement) menuju pengembangan intensif (development) dalam kerangka Tourism Area Life Cycle (TALC). Akselerasi pariwisata tersebut terbukti mulai menekan daya dukung fisik destinasi, yang bermanifestasi pada penumpukan residu ekologis, kepadatan spasial, dan tekanan fasilitas pada periode puncak. Tingkat kesiapan masyarakat lokal teridentifikasi masih terfragmentasi (uneven readiness) dan tertahan pada fase pra-perencanaan (preplanning). Tingginya partisipasi ekonomi warga belum ditopang oleh legitimasi institusional (seperti Pokdarwis) maupun literasi mitigasi lingkungan. Kesimpulannya, destinasi ini tengah menghadapi kerentanan pra-krisis overtourism akibat ketimpangan antara laju komersialisasi dan kapasitas manajerial. Kondisi ini mendesak adanya intervensi kebijakan tata kelola yang protektif melalui penguatan kelembagaan, regulasi zonasi ruang, dan manajemen kuota kunjungan yang terukur.