Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : WIDYANTARA

Pendekatan Proyek dan Dialog Kritis untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Menulis Setyorini, Ririn; Suwandi, Sarwiji; Andayani
Widyantara Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i1.82

Abstract

Materi menulis pada pembelajaran bahasa Indonesia menjadi pembelajaran yang paling sulit dikuasai siswa. Salah satu aspek menulis yang sulit adalah menulis cerita fantasi. Cerita fantasi merupakan jenis cerita yang baru dan memiliki sedikit contoh di Indonesia. Cerita fantasi juga memiliki kesamaan dengan cerita fabel, legenda, dan cerpen, sehingga pembelajaran cerita fantasi membutuhkan kesiapan belajar khusus dan kejelian dalam memahami berbagai jenis cerita. Project Based Learning menurut asumsi dari berbagai sumber merupakan model pembelajaran yang didesain untuk siswa agar mampu berpikir kreatif dalam keterampilan menulis, sedangkan Deep Dialogue/ Critical Thinking (DD/CT) atau dialog kritis merupakan model pembelajaran penalaran agar siswa mampu berpikir kritis. Dialog kritis dalam beberapa penelitian juga membuktikan model ini mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa. Namun, dalam pelaksanaannya kedua model tersebut memiliki masing-masing kelemahan dan kelebihan yang saling melengkapi. Implementasi dan perpaduan kedua model tersebut akan menjadikan suatu inovasi model pembelajaran mutakhir, yakni pembelajaran berbasis proyek dan dialog kritis yang dalam pembelajarannya memadukan kedua kelebihan dari model PjBL dan dialog kritis.   Project Approach and Critical Dialogue to Improve Students' Writing Skills Writing material in Indonesian language learning is the most difficult learning for students to master. One of the difficult aspects of writing is writing fantasy stories. Fantasy stories are a new type of story and have few examples in Indonesia. Fantasy stories also have similarities with fables, legends, and short stories, so learning fantasy stories requires special learning readiness and foresight in understanding various types of stories. Project Based Learning, according to assumptions from various sources, is a learning model designed for students to be able to think creatively in writing skills, while Deep Dialogue / Critical Thinking (DD / CT) or critical dialog is a reasoning learning model for students to be able to think critically. Critical dialog in several studies also proved this model can improve students' writing skills. However, in its implementation, both models have their own weaknesses and advantages that complement each other. The implementation and combination of the two models will make an innovation of the latest learning model, namely project-based learning and critical dialog, which in its learning combines the two advantages of the PjBL model and critical dialog.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Teks Biografi Kelas X Magfiroh, Meilina Avivah Zahwa; Andayani; Ulya, Chafit
Widyantara Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan hambatan, serta solusi dalam penerapan kurikulum merdeka di kelas X SMK Satya Karya Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus terpancang tunggal. Penelitian ini berisi penjelasan serta gambaran pelaksanaan penerapan kurikulum merdeka di kelas X SMK Satya Karya Karanganyar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksesuaian pada tahap perencanaan dan pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran teks biografi di kelas X SMK Satya Karya Karanganyar. Hambatan yang ditemukan dalam penerapan di antaranya mengenai proses adaptasi, kurangnya pelatihan, penilaian, dan kondisi peserta didik. Solusi yang ditawarkan guru adalah berusaha untuk mempelajari kurikulum merdeka secara lebih mendalam, menambah pelatihan, melakukan refleksi asesmen atau penilaian, lebih memperhatikan kondisi siswa, serta menentukan metode yang lebih menarik.   Implementation of the Merdeka Curriculum in Class X Biographical Text Learning This research aims to obtain information regarding planning, implementation, and obstacles, as well as solutions in implementing the independent curriculum in class X of SMK Satya Karya Karanganyar. This research uses a qualitative description method with a single case study approach. This research contains an explanation and description of the implementation of the independent curriculum in class X of SMK Satya Karya Karanganyar. The results of this research indicate that there are still discrepancies at the planning and implementation stages of the independent curriculum in learning biographical texts in class X at SMK Satya Karya Karanganyar. Barriers found in implementation include the adaptation process, lack of training, assessment, and student conditions. The solution offered by teachers is to try to study the independent curriculum in more depth, add training, reflect on assessments, pay more attention to students' conditions, and determine more interesting methods.