Claim Missing Document
Check
Articles

Intoleransi Di Tengah Toleransi Kehidupan Beragama Generasi Muda Indonesia Widya Setiabudi; Caroline Paskarina; Hery Wibowo
Sosioglobal Vol 7, No 1 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i1.29368

Abstract

Tulisan ini meneliti tentang permasalahan agama serta perkembangan toleransi antar umat beragama khususnya generasi muda di Indonesia. Bertolak dari kondisi Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman, setiap kelompok dan individu terbentuk secara alamiah dengan perbedaan pandangan serta pendapat yang sewaktu-waktu bisa saja lepas kendali. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus kajian adalah kondisi toleransi beragama di Indonesia saat ini serta menunjukkan upaya pemerintah membangun toleransi beragama. Agama dan politik menjadi faktor penting bagi politik Indonesia sejak awal berdirinya. Pasca reformasi, masyarakat menjadi lebih terbuka dan demokratis. Meski begitu, di sisi lain, dunia internasional juga menyorot tren kelompok intoleran yang mengecam demokrasi Indonesia sebagai “budaya kafir”, Pancasila sebagai “sistem thoghut”, Indonesia sebagai negara tidak Islami, dan seterusnya. Praktek intoleransi beragama di Indonesia ditunjukkan dengan praktek pelarangan pendirian tempat ibadah, kekerasan yang dialami oleh para ulama, kasus penolakan terhadap identitas tertentu, dan lain sebagainya. Sejatinya, pasca reformasi ada tiga pihak yang seharusnya berperan dan bertanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya dalam pemeliharaan kerukunan dan toleransi beragama yaitu individu, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Sejumlah fakta lapangan menunjukkan dalam perkembangannya, regulasi yang secara tegas disebutkan sebagai pedoman tugas pemerintah daerah nampaknya masih belum diperhatikan dan diimplementasikan secara optimal oleh sejumlah pemerintah daerah. Khususnya terkait dengan fasilitasi kerja dan dukungan untuk FKUB, banyak pemerintah daerah yang belum cukup memberikan perhatian kepada FKUB yang merupakan wadah bagi masyarakat untuk membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. This paper examines religious problems and the development of tolerance between religious people, especially the younger generation in Indonesia. This study uses a descriptive qualitative approach with the focus of the study being the current state of religious tolerance in Indonesia and showing the government's efforts to build religious tolerance. Post-reform, society became more open and democratic. Even so, on the other hand, the international world also highlights the trend of intolerant groups that denounce Indonesian democracy as a "pagan culture", Pancasila as a "thoghut system", Indonesia as an un-Islamic state, and so on. The practice of religious intolerance in Indonesia is shown by the prohibition of the establishment of places of worship, violence experienced by scholars, rejection of certain identities, and so on. In fact, after the reform, there are three parties that should play a role and be responsible according to their capacity in maintaining religious harmony and tolerance, namely individuals, local governments, and the central government. A number of field facts show that in its development, regulations that are expressly mentioned as guidelines for local government tasks still seem to have not been considered and implemented optimally by a number of local governments. Especially related to the facilitation of work and support for FKUB, many local governments have not paid enough attention to FKUB which is a forum for the community to build, maintain and empower religious people for harmony and welfare in the life of society, nation and state.
Fungsi Kelompok Usaha Berkah Bersama (Kubbe) Dalam Pemberdayaan Pemuda Diky Nurhakim; Wahyu Gunawan; Hery Wibowo
Sosioglobal Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i2.48391

Abstract

Kelompok Usaha Berkah Bersama (KUBBE) digagas sebagai bentuk pemberdayaan kelompok pemuda Kaum RT 02/RW 10 bertujuan untuk individu maupun kelompok dapat berkembang, mandiri dan berdaya secara finansial maupun potensial. KUBBE dibentuk pada 07 November 2020 dan beranggotakan 20 orang. KUBBE ditinjau dari teori Struktural Funsgional Robert K. Merton, bahwa setiap unit/kelompok/organisasi memiliki susunan struktur yang unsur-unsurnya saling berkaitan dan berhubungan satu dengan lain dan memiliki fungsi. Penelitian ini berfokus pada fungsional KUBBE menurut Robert K. Merton yang memiliki turunan berupa fungsi manifest, fungsi laten, disfungsional dan nonfungsional. Program pemberdayaan KUBBE sebagai kelompok usaha yakni berwirausaha dalam bidang kuliner yang terdiri dari ragam makanan dan minuman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif agar dapat menggambarkan bagaimana bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh pemuda KUBBE dan fungsional KUBBE secara keseluruhan. Hasil akhirnya diharapkan pemberdayaan KUBBE secara fungsional dan sosiologis dapat bertahan dan berkelanjutan menjadi pemuda yang berhasil dan berdaya. Kelompok Usaha Berkah Bersama (KUBBE) formed in Dayeuhkolot kampung kaum RT 2 RW 10 Bandung Regency, is an effort to overcome social and economic pressures on the community by uniting resources between individuals. So that the potential of each individual can be channeled and form synergy and effective strategies in running their business. To find out how the functional structure and organizational governance of KUBBE, researchers use Robert K. Merton's theory of functional structure which consists of manifest functions, latent functions, dysfunctions and non-functions. By describing the functional structure, it is hoped that it can be a reference for empowering other business groups. The results showed that the youth in KUBBE can be a forum in improving welfare in terms of continuing education and making a way to solve the economic problems of its members. KUBBE can run well with regular evaluations to find solutions in determining future business strategies. The thing that makes an interesting finding in the KUBBE is that it does not always carry out a routine, but the KUBBE always does new things in its business.
ANALISA MODEL BISNIS INDUSTRI BATIK MELALUI PERSPEKTIF BERBASIS KEKUATAN (Pemberdayaan Pengrajin Batik Sekar Tanjung Desa Tasikharjo dengan mengangkat kearifan lokal melalui Program CSR PT Pertamina Fuel Terminal Tuban) Fardila Nasriyati; Rifa Khanifa; Ibnu Choldun; Hery Wibowo; Sahadi Humaedi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35050

Abstract

ABSTRAKCorporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersama dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, masyarakat lokal dan masyarakat secara lebih luas. PT Pertamina Fuel Terminal Tuban telah melaksanakan program CSR dengan berfokus pada pemberdayaan masyarakat -khususnya kaum Wanita- di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Program ditujukan untuk membangun dan mengembangkan industri Batik Sekar Tanjung dengan keunggulan khusus berupa motif batik tradisional yang berbasis pada kearifan lokal daerah. Pada era disrupsi dan digital, tantangan membangun sebuah industri untuk terus bertahan dan berkembang semakin berat, sehingga dibutuhkan perhatian khusus terhadap beragam aspek yang dapat mempengaruhi keberlangsungan industri, termasuk di dalamnya model bisnis. Sehingga, penelitian ini mengkaji model bisnis industri batik sebagai subjek dari pemberdayaan Pengrajin Batik Sekar Tanjung Desa Tasikharjo dengan mengangkat kearifan lokal melalui Program CSR PT Pertamina Fuel Terminal Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara,  studi pustaka, dan dokumentasi terhadap Kelompok Sekar Tanjung Desa Tasikharjo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa industri batik Tasik Harjo telah mulai membangun model bisnis navigator (Gassman, Frankenberger, & Csik, 2016). Hal ini ditandai dengan terpenuhinya 4 komponen dasar model bisnis tersebut yaitu (1) Apa, (2) Siapa, (3) Mengapa dan (4) Bagaimana dalam rangkaian proses industri bisnis Batik Sekar Tanjung.Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, Kearifan lokal, CSR, Model Bisnis 
BUSINESS COACHING: PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI ERA PANDEMI COVID-19 Hery Wibowo; Maulana Irfan; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i1.33431

Abstract

ABSTRAKPandemi covid-19 secara nyata berdampak terhadap kondisi perekonomian masyarakat khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi perubahan yang terjadi agar mereka tidak sampai menghentikan kegiatan usahanya. Dalam hal pengembangan usaha, beberapa metode dapat dipilih untuk meningkatkan kinerja, antara lain dengan melakukan kegiatan pelatihan, konsultasi, mentoring ataupun business coaching. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan metode business coaching sebagai salah satu upaya meningkatkan kinerja usaha yang didasarkan atas komunikasi apresiatif bertujuan serta kerjasama dan rasa saling percaya diantara pembimbing (coach) dengan mitra (coachee). Secara umum tahapan yang dilakukan adalah kegiatan eksplorasi, assessment, plan of treatment dan treatment. Proses coacing dilakukan terhadap sejumlah pelaku usaha yang memiliki jenis usaha berbeda dengan lokasi usaha tersebar di beberapa wilayah. Hasil pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata - pengabdian pada masyarakat (KKN-PPM) Unpad menunjukkan bahwa dengan dilakukannya business coaching telah muncul kesadaran baru tentang kondisi usaha dan wawasan baru tentang beragam alternatif teknik usaha yang dapat dioptimalkan untuk menambah pasar, menyasar pelanggan yang tepat dan meningkatkan penjualan. ABSTRACT The Covid-19 pandemic has an impact on the economic condition of the community, especially for small and medium business actors, so efforts are needed to cope with the changes that have occurred so that they can maintain their business. In terms of business development, several methods can be chosen to improve performance, among others, by conducting training activities, consulting, mentoring or business coaching. This community service activity is carried out using the business coaching method as an effort to improve business performance based on appreciative communication with the aim of cooperation and mutual trust between the coaches and partners (coachee). In general, the stages carried out are exploration, assessment, plan of treatment and treatment activities. The coacing process is carried out on a number of business actors who have different types of business with business locations scattered in several regions. The results of the implementation of real work lecture activities - community service (KKN-PPM) Unpad show that by carrying out business coaching, new awareness has emerged about business conditions and new insights on various alternative business techniques that can be optimized to increases the market, target the right customers and increase sales.
Pemberdayaan UMKN Desa Jatisari Sumedang melalui Aktivitas Business Coaching dan Appreciative Inquiry Hery Wibowo; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37145

Abstract

Sektor UMKM merupakan unit usaha berbasis masyarakat yang rentan dengan kerasnya persaingan usaha dan pemasaran. Maka, seluruh upaya ataupun investasi untuk membantu UMKM untuk meningkatkan kemampuan usahanya, adalah sesuatu yang layak diperjuangkan. Maka, seyogianya seluruh usaha-usaha untuk meningkatkan kapasitas usaha adalah penting untuk dilakukan. Proses pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan pendekatan penelitian aksi, dengan tehnik business coaching dan appreciative inquiry. Upaya business coaching ditujukan untuk membangun kesadaran pelaku usaha akan usaha yang dilakukannya, mengetahui lebih dalam tentang potensi pelanggannya, serta mengidentifikasi aktivitas dan mitra kuncinya sedangkan appreciative inquiry dilaksanakan untuk membangun diskusi dimana antar peserta dapat saling mendengarkan inspirasi dan pengalaman membangun usaha terbaik dari sesama pelaku usaha. Selanjutanya sejumlah langkah aksi dilakukan untuk mendukung peningkatan usaha, seperti pendaftaran NIB, mengikuti pelatihan Keamanan Pangan, serta pembuatan akun media sosial serta pendaftaran peta lokasi di aplikasi google. Hasilnya peserta semakin mengenal lebih dalam tentang usahanya dan semakin bersemangat untuk membangun jejaring diantara mereka.
RANCANG BANGUN PENGEMBANGAN KERANGKA PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI UMKM BERBASIS KONSEP ETOS HIJAU Hanum, Fauziah; Wibowo, Hery
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.51897

Abstract

Kondisi yang menimpa Indonesia pada awal tahun 2020 kemarin yaitu munculnya virus Covid-19 cukup menimbulkan banyak kekacauan terutama pada sektor UMKM. Hal ini menjadi perhatian bersama bagi pihak pemerintah, swasta, akademis, dan pekerja praktik untuk dapat menguatkan dan mengembangkan kembali kondisi UMKM pasca pandemi, guna dapat memberantas kemiskinan di Indonesia. Berangkat dari kerangka berpikir yang memberikan dorongan pada produktivitas manusia dengan memperhatikan pada kepekaan lingkungan yaitu Green Ethos (Etos Hijau) dengan memiliki 3 dimensi di dalamnya, diantaranya: (i) Penghayatan Spiritual, (ii) Pola Pikir Apresiatif, dan (iii) Skema Aksi Produktif, yang jika dihayati memiliki hubungan pada penguatan dan pengambangan pada sektor UMKM di Indonesia. Tentu dalam penerapannya, UMKM memerlukan pengembangan rancang rangka pelatihan kewirausahaan dengan mengkolaborasikan basic pengetahuan usaha ramah lingkungan dengan dimensi etos hijau, sehingga dapat menghasilkan pembaharuan pada kapabilitas dan keterampilan pelaku UMKM. Metode yang digunakan dalam kajian adalah literatur review atau studi kepustakaan, dan berlandasan pada data sekunder sebagai bahan informasi untuk dapat mengembangkan kajiannya. Dalam menciptakan kondisi UMKM yang lebih baik tentu pekerja sosial turut berperan aktif yang berperan sebagai fasilitator, motivator, inovator, dengan melakukan pemberdayaan guna pengembangan UMKM Indonesia dengan berbasis etos hijau. The condition that hit Indonesia at the beginning of 2020, namely the emergence of the Covid-19 virus caused quite a lot of chaos, especially in the MSMEs sector. This is a shared concern for the government, private sector, academics, and practical workers to be able to strengthen and re-develop the post-pandemic condition of MSMEs, in order to eradicate poverty in Indonesia. Departing from a framework that encourages human productivity by paying attention to environmental sensitivity, namely the Green Ethos with 3 dimensions in it, including: (i) Spiritual Appreciation, (ii) Appreciative Mindset, and (iii) Action Scheme Productive, which if internalized has a relationship with the strengthening and development of the MSMEs sector in Indonesia. Of course, in its application, MSMEs need to develop a framework for entrepreneurship training by collaborating basic knowledge of environmentally friendly businesses with the dimensions of a green ethos, so that it can produce renewal of the capabilities and skills of MSME actors. The method used in the study is literature review or literature study, and is based on secondary data as information material to be able to develop the study. In creating better conditions for MSMEs, of course social workers play an active role as facilitators, motivators, innovators, by empowering for the development of Indonesian MSMEs based on a green ethos.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENGHANTARKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA BAGI GURU-GURU PAUD SE-KECAMATAN PANYILEUKAN KOTA BANDUNG Wibowo, Hery; Humaedi, Sahadi; Irfan, Maulana; Susanto, Meilanny Budiarti; Raharjo, Santoso Tri; Apsari, Nurliana Cipta
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.45124

Abstract

Guru merupakan komponen pendidikan bangsa yang penting. Maka, segala upaya meningkatkan kapasitas guru, seyogyanya merupakan yang perlu diprioritaskan. Pembelajaran bermakna, dengan menggunakan skema daur belajar merupakan merupakan salah satu metode untuk menggugah peserta didik berpikir dan mampu mengungkapkan pendapatnya. Praktik pengabdian masyarakat ini berbentuk aksi memberikan pelatihan kepada para guru, yaitu pelatihan pembelajaran bermakna melalui optimasi aplikasi daur belajar. Pelatihan ini disampaikan oleh narasumber yaitu fasilitator atau guru yang ahli. Bentuk pelatihan ini melibatkan penggunaan berbagai media pembelajaran dan teknik seperti permainan, puisi, gambar, dan video. Langkah-langkah pengajaran termasuk pengalaman langsung dengan materi, pengungkapan perasaan peserta, analisis bersama, penyimpulan, dan penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui hal ini, guru diharapkan dapat meningkatkan luaran proses pembelajarannya. Pelatihan diikuti oleh lebih dari dua puluh guru Pendidikan Anak Usia Dini di lingkungan kecamatan Panyileukan Kota Bandung. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dalam mengajar dan memberikan dampak positif pada proses belajar mengajar. Kesinambungan dalam upaya peningkatan kualitas guru diharapkan dapat terus dilakukan untuk mencapai hasil yang lebih baik secara berkelanjutan. Teachers are an important component of the nation's education. Therefore, all efforts to improve the capacity of teachers should be prioritized. Meaningful learning, using the learning cycle scheme, is one method to inspire students to think and be able to express their opinions. This community service practice takes the form of providing training to teachers, namely meaningful learning training through optimizing the learning cycle application. This training is delivered by resource persons, namely facilitators or expert teachers. This form of training involves the use of various learning media and techniques such as games, poems, pictures, and videos. Teaching steps include direct experience with the material, expression of participants' feelings, joint analysis, summarization, and application of the material in daily life. Through this, teachers are expected to improve their learning process outcomes. The training was attended by more than twenty Early Childhood Education teachers in the Panyileukan sub-district of Bandung City. This training is expected to improve the quality of teachers in teaching and have a positive impact on the teaching and learning process. Sustainability in efforts to improve the quality of teachers is expected to continue to be carried out to achieve better results sustainably.
ELEMEN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA Ruchban, Abdul Latief; Saparudin Darwis, Rudi; Wibowo, Hery
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 15 No. 1 (2024): Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v15i1.9276

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki resiko bahaya bencana yang tinggi, hal ini dibuktikan dengan catatan bencana yang sudah terjadi seperti tsunami, gempa bumi, abrasi, kebakaran hutan dan lahan, longsor, kebakaran, kerusuhan sosial, kelaparan, angin puting-beliung, terorisme, letusan gunung berapi, hingga yang belum lama ini adalah COVID-19. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen kebijakan pemerintah dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan sumber yang kredibel terdiri dari buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan kajian ini. Hasil penelahaan dari beberapa sumber artikel adalah kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia dinilai sudah sesuai dengan elemen analisis kebijakan sosial, yaitu, identifikasi tujuan dan sasaran, apa saja manfaat yang diterima korban bencana, hak yang mereka dapatkan, siapa yang akan memberikan pelayanan pada korban bencana, identifikasi pendanaan yang berasal dari APBN, APBD, maupun hibah, dan yang terakhir adalah kesinambungan dari elemen-elemen sebelumnya yang dapat digunakan untuk mengevaluasi program tersebut. Selain itu, terdapat beberapa kendala yang memang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti bersama terkait dengan metode pembiayaan.
Edukasi Pemasaran Daring untuk Meningkatkan Pemasaran Produk UMKM Guesin Pacs Desa Cibodas Jawa Barat Wibowo, Hery; Marni, Ziani; Suryaningrum, Rahmadianty Anastya; Agustami, Shafira Salsabila; Dewi Pamungkas, Gusti Ayu; Sa'bani, Nurhikmah Komala
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v1i2.26593

Abstract

Sektor UMKM merupakan unit usaha berbasis masyarakat yang rentan dengan kerasnya persaingan usaha dan pemasaran. Maka, seluruh upaya ataupun investasi untuk membantu UMKM untuk meningkatkan kemampuan usahanya, adalah sesuatu yang layak diperjuangkan.Hadirnya Masyarakat Ekonomi Asean dan Revolusi Industri 4.0, telah mengubah perilaku manusia dalam dunia bisnis, kewirausahaan dan secara lebih khusus aktivitas pemasaran. Maka, diperlukan kiranya sebuah tindakan khusus bagi pelaku UMKM, khususnya di pedesaan, untuk dapat bersaing secara kompetitif dalam era digital ini. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM meningkatkan keterampilan pelaku pribadi maupun kapasitas usahanya. Salah satu UMKM yang secara konsisten mempertahankan dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal adalah usaha kewirausahaan berbasis masyarakat yang menghasilakan produk Guesin Pacs. Adapun bahan dasar dari usaha ini adalah produk makanan berbasis telur asin. Maka, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapabilitas pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara daring atau berbasis internet tim melakukan sejumlah kegiatan. Proses pengabdian dimulai dari pengumpulan data awal melalui wawancara dan observasi untuk mengetahui lebih dalam kondisi usaha, lalu dilanjutkan dengan melakukan pelatihan dan pendampingan usaha dalam rangka meningkatkan kemampuan pelaku usaha melakukan pemasaran secara daring.
PENDIDIKAN MASYARAKAT: MEMBANGUN AKSI PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN BAGI PENINGKATAN KAPASITAS PENGASUHAN IBU BERBASIS KONSEP FITRAH DI DESA DAYEUKOLOT, KABUPATEN BANDUNG Wibowo, Hery; Gunawan, Wahyu; Yunita, Desy; Lesmana, Aditya Candra; Sekarningrum, Bintarsih; Nurdin, M. Fadhil; Nurwaty, Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i2.56834

Abstract

Pendidikan, merupakan basis pembangunan peradaban manusia. Maka aktivitas pendidikan, dalam hal ini kegiatan belajar, merupakan sesuatu yang perlu menjadi arus utama pencapaian kesejahteraan bangsa. Keluarga merupakan unit kecil terpenting pembentuk masyarakat dan peradaban. Sehingga orang tua, dalam hal ini merupakan pendidik utama dalam keluarga. Program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk membangun proses belajar berkelanjutan dan peningkatan kapasitas yang berkesinambungan. Maka program didesain dengan mengkolaborasikan pendekatan pembelajaran tatap muka langsung/sinkrous dan pembelajaran tidak lansung/daring/asinkronus. Program pengabdian masyarakat diikuti oleh lebh dari 30 orang ibu-ibu dan lebih dari 20 orang anak yang mengikuti proses pembelajaran secara penuh. Proses belajar berlangsung secara interaktif penuh dengan tanya jawab. Sejumlah permasalahan sehari-hari dalam pendidikan anak berhasil dikupas dan dibahas bersama.
Co-Authors A Rachim, Hadiyanto Achmad Faidz Mufidi Adiansyah, Wandi Adit Djati Permana Aditya Candra Lesmana Adrianti Nur Fitria Sofandi Agustami, Shafira Salsabila Agustina Nurshinta Ahmad Saalik Hudan Alfariz Amanatin, Elsa Lutmilarita Amirio Tri Kusuma Andita Ratih Anissa Lestari Kadiyono Antik Bintari Apsari, Nurliana ri Cipta Ardana, Sintia Maharani Ardi Maulana Nugraha Ardi Maulana, Ardi Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Asmar Husein Berry Choresyo Berry Choresyo, Berry Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Bintarsih Sekarningrum Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Bustami, Mohammad Reevany Bustami, Reevany Caroline Paskarina Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Dede Rahmaida Nurlaeli Denny Maulana Pratama Desi Yunita Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti, Dessy Hasanah Dewi Pamungkas, Gusti Ayu Diky Nurhakim Dimas Bagus Hari Satrio Dimas Bagus Hari Satrio, Dimas Bagus Hari Dwi Laraswati Elprida Ryanny Syalis Elsa Lutmilarita Amanatin Fadhil Nurdin Fadila Ayu Utami Fami Oriza Farah Tri Apriliani Farah Tri Apriliani Fardila Nasriyati Firda Dwi Anjani Firdaus Irwansyah Firsanty, Farah Putri Franzeska Venty Franzeska Venty, Franzeska G.K. Basar, Gigin G.K.B, Gigin Galuh Hanesty Gunawan Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hajbudin Hekmatiar Hana Nabilah Hanifah Arroyana Hanum, Fauziah Hetty krisnani Hetty Krisnani, Hetty Ibnu Choldun Irvan Sudirman Ishak Fadlurrohim Ishartono, - Kartini Kamaruzzaman Lesmana, Aditya Lesmana, Aditya Chandra Lina Putri Pasaribu Liya Yulia M. Rasyid Rido Nasution Mahvira Putri Mahanani Mailani, Silvia Dwi Astuti Malahina, Zefanya Agustinus Marni, Ziani Marsha Nurul Lutfiah Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana MEILANNY BUDIARTI SANTOSO Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Akbar Muhammad Ali Equatora Muhammad Fadhil Nurdin Muhammad Fahrezi Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muthia Fadhila Khairunnisa Mutiara Suci Erlanti Mutiara Suci Erlanti, Mutiara Suci Nabila Rifatunnafiah Nadia Uswatun Hasanah Nadia Uswatun Hasanah, Nadia Uswatun Nadilla, Hanifah Fatwa Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Naura Salsabila Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Noorfarizal, Mohammad Erlan Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurdin, M. Fadhil Nurdin, Muhammad Fadhil Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana Cipta Apsari Nurwati, R. Nunung Nurwaty, Nunung Prabowo, Rahmawati Ramadhani Pratiwi Purnama, Sephira Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Puti Halimah Puti Halimah, Puti Putri, Bimby Gita Rama Putri, Nadila Auludya Rahma Rachim, Hadiyanto Abdul Rahayu, Wefina Razanah Afina Turfa RENAWATI, RENAWATI Reva Salsadilla Rezki Ashriyana Sulistiobudi Ria Faisyahril Rifa Khanifa Risna Resnawaty RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivanlee Anandar Rivanlee Anandar, Rivanlee Ruchban, Abdul Latief Rudi Saprudin Darwis Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Ruswanto Ruswanto Ruswanto, Ruswanto Sa'bani, Nurhikmah Komala Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Saparudin Darwis, Rudi Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani SOLIHIN, OLIH Soni Achmad Nulhaqim Soni Ahmad Nulhaqim Soni Akhmad Nulhaqim Suryaningrum, Rahmadianty Anastya Susanto, Meilanny Budiarti Syahrul Hidayat Syalis, Elprida Ryanny Taher, Rusdin Tiara Salsabilla Utami, Adella Vanaja Syifa Radissa Wahyu Gunawan Wahyu Gunawan Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah, Wandi Wandi Adiansyah Wardani, Shofy Aristia Widya Setiabudi Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yunita, Desy