Claim Missing Document
Check
Articles

KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT MENTAL Berry Choresyo; Soni Akhmad Nulhaqim; Hery Wibowo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13587

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang keberadaan penykit mental yang muncul di masyarakat namun kurang disadari oleh masyarakat itu sendiri sehingga seringkali menimbulkan perlakuan maupun anggapan yang salah terhadap penderita kelainan mental baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai kelainan mental dan kurangnya kesadaran untuk menghubungi pihak ahli yang mampu menangani penyakit mental tersebut. Sosialisasi terkait penyakit mental sangat diperlukan karena fenomena kelainan mental seperti autism, down syndrome maupun penyakit mental lainnya yang juga bisa terjadi pada orang dewasa seperti Skizofrenia, bipolar atau depresi berat, sudah ada sejak dulu dan fenomenanya masih sering ditemukan namun pemahaman akan hal ini masih kurang di masyarakat, terutama masyarakat daerah pedalaman atau terpencil.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF PROGRAM PEMBERDAYAAN Yesi Fitriani; Santoso Tri Raharjo; Hery Wibowo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13273

Abstract

Ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan konsep mengenai kekuasaan. Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan. Paparan singkat ini bertujuan untuk memberikan gagasan mengenai program-program pemberdayaan baik oleh pemerintah maupun swasta. Ditengah gencarnya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, meskipun berbagai prestasi yang telah dicapai tetapi di sisilain masih terdapat banyak catatan buruk mengenai implementasi dan hasil dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.Dapat dilihat dari beberapa program pemberdayaan yang dijalankan selama ini, terutama oleh pemerintah pusat. Betapa banyak program pemberdayaan yang dijalankan namun berakhir dengan kegagalan. Atau pada kondisi lain, misi pemberdayaan yang diemban program-program tersebut justru bermuara pada semakin tidak berdayanya kelompok masyarakat yang seharusnya diberdayakan.Berpijak pada perspektif pembangunan kesejahteraan sosial, bahwa membangun dan memberdayakan masyarakat memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan isu-isu lokal dan global. Hal ini dilakukan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berkelanjutan.
POLA PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA OLEH LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Puti Halimah; Dessy Hasanah Siti; Hery Wibowo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13546

Abstract

Artikel ini membahas tentang tema yang menurut penulis masih tabu di masyarakat, khuhusnya Indonesia, yaitu perempuan dan lembaga pemasyarakatan. Artikel ini di latar belakangi dengan kasus kriminal yang terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, serta peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada narapidana wanita, contohnya tercatat pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA, Bandung, Jawa Barat , Lembaga Pemasyarakatan ini telah melebihi kapasitas penampungan atau over capacity. Seperti yang dilansir dalam website resmi Kementerian Hukum dan HAM, jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA, Bandung berjumlah 371 orang, sedangkan kapasitas seharusnya adalah 325 orang. Banyaknya jumlah narapidana wanita yang terus meningkat ini tidak lepas dari peran dari lembaga pemasyarakatan,. Lembaga pemasyarakatan yang ditunjuk oleh kementerian hukum dan HAM untuk mengatur, mengawasi serta menjamin hak hidup dari narapidana. Berkaitan dengan Lembaga Pemasyarakatan, maka tidak lepas pula dari pola pembinaan yang dirancang untuk mengembalikan keberfungsian sosial narapidana pasca masa tahanan. Pola pembinaan yang disusun oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan tidak luput dari peran pebimbing kemasyarakatan atau pekerja sosial koreksional.Peran pembimbing kemasyarakatan adalah untuk mengawasi seluruh kegiatan narapidana dari pagi hingga malam hari. Kelebihan jumlah narapidana wanita pada Lapas Klas IIA Tangerang, menyebabkan peran pembimbing kemasyarakatan kurang optimal, tercatat dengan jumlah narapidana yang melebihi kapasitas Lapas, satu orang pembimbing kemasyarakatan berbanding dengan 25 narapidana. Dalam pekerjaan sosial, ada metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersebut, salah satunya adalah metode social group work, dimana metode ini dapat meudahkan para narapidana untuk saling bertukar cerita,apalagi ditambah dengan kesamaan latar belakang serta jenis kelamin sehingga membuat narapidana wanita lebih jujur dengan apa yang diungkapkan.
KEMATANGAN KARIER MELALUI WORKSHOP KESIAPAN SANTRI DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Anissa Lestari Kadiyono; Hery Wibowo; Rezki Ashriyana Sulistiobudi; Agustina Nurshinta; Fami Oriza
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 4 (2021): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v4i4.6216

Abstract

Menempuh pendidikan setara SMA (Sekolah Menengah Atas) di Pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan menengah dalam upaya mencapai karier yang baik setelah lulus. Di sekolah jenis ini, pendidikan yang diselenggarakan bersifat terpadu antara kemampuan umum dan pemahaman religius. Kematangan karier menjadi salah satu hal yang penting bagi santri sebagai calon lulusan sehingga dapat merencanakan pekerjaan jangka panjang dengan terstruktur. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai alternatif pengembangan karier di masa depan setelah lulus SMA dan memberikan keterampilan dalam melakukan eksplorasi minat dan bakat dalam menelaah alternatif pilihan yang akan ditempuh dalam upaya mencapai kematangan karier mereka. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk workshop yang terdiri dari pemberian materi, simulasi dan diskusi. Pengujian data dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pre dan post-test, diolah secara kuantitatif dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil uji, ditemukan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberikan wawasan dan kesempatan melakukan eksplorasi yang dibutuhkan oleh santri untuk mencapai kematangan karier yang lebih baik.
EDUKASI KEBERFUNGSIAN SOSIAL MASYARAKAT MELALUI PLATFORM DIGITAL Hery Wibowo; Maulana Irfan; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.31910

Abstract

Terjadinya perubahan dalam kehidupan bermasyarakat adalah sebuah konsekuensi perkembangan jaman yang menjadi bagian dari kehidupannya. Bagi masyarakat yang siap menghadapi berbagai perubahan sosial, tidak akan ada kendala, namun bagi masyarakat yang tidak siap, akan menimbulkan ketidakberfungsian sosial dalam kehidupannya. Jika melihat situasi saat ini, dimana Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu  tahun, secara umum tidak ada yang siap dalam menghadapinya. Situasi ini memaksa masyarakat harus menghadapi dan beradaptasi dengan Pandemi Covid-19, meski berbagai sektor kehidupan mengalami keterpurukan baik dari sektor kesehatan maupun perekonomian. Selain kedua sektor tersebut, gangguan terjadi pula pada sektor pendidikan. Meski saat ini kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh  atau metode Daring diterapkan, tetapi secara faktual masih terjadi kendala di lapangan.Di era saat ini kemampuan untuk melakukan pola hidup dan pola interaksi digital menjadi tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Satu keberuntungan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia saat ini berupa aktifitas keseharian yang telah terbiasa menggunakan tehnologi digital dan kemampuan menggunakan berbagai aplikasi  seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal yang menjadi masalah adalah minimnya pemahaman dan praktik dalam membangun alternatif metode edukasi yang menarik minat bagi warga belajar terutama dalam membangun keberfungsian sosial individu atau masyarakat dalam menjalankan perannya.Artikel ini memaparkan alternatif platform edukasi keberfungsian sosial dengan skema preventif dan promotif. Program edukasi yang diberikan mencakup upaya untuk membangun pemahaman (kognitif), peningkatan sikap positif (afektif) dan keterampilan (psikomotorik). Saluran penyampaian layanan diberikan melalui platform online, yaitu media video Youtube, media sosial Instagram dan media website.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN COPING STRES MASYARAKAT Muhammad Fahrezi; Hery Wibowo; Maulana Irfan; Sahadi Humaedi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28730

Abstract

Munculnya pandemi COVID-19 diberbagai negara pada tahun ini sangat mempengaruhi segala aspek dimasyarakat. Hal tersebut ditandai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh setiap Negara untuk mengurangi angka persebaran virus COVID-19. Khususnya Indonesia yang merupakan Negara dengan kekeluargaan yang erat antara satu dan lainnya tidak dapat memungkiri bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah akan memiliki dampak terhadap setiap individunya. Kemungkinan tingkat stress meningkat akibat kurangnya bersosisalisasi dan juga gagalnya seseorang untuk beradaptasi dengan situasi baru yang ada saat ini. Maka didalam keadaan ini Pekerja Sosial dapat membantu meningkatkan kemampuan coping stress masyarakat untuk mengurangi tingkat stress seseorang dimasa pandemi ini.
MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK GENERASI ALFA DI ERA INDUSTRI 4.0 Ishak Fadlurrohim; Asmar Husein; Liya Yulia; Hery Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 2 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i2.26235

Abstract

ABSTRAKIndustri 4.0 diprediksi memiliki potensi manfaat yang besar dalam perkembangan yang pesat dalam pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi. Namun terdapat tantangan yang harus dihadapi dengan munculnya resistensi terhadap perubahan demografi dan aspek sosial, ketidakstabilan kondisi politik, keterbatasan sumber daya, resiko bencana alam dan tuntutan penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Generasi alpha merupakan anak – anak yang dilahirkan oleh generasi milenial. Istilah ini dikemukakan oleh mark Mc Crindle melalui tulisan di majalah Business Insider (Christina Sterbenz, 2015). Generasi alpha (2011 – 2025) generasi yang paling akrab dengan teknologi digital dan generasi yang diklaim paling cerdas dibandingkan generasi generasi sebelumnya. Sebanyak 2,5 juta anak generasi alpha lahir di dunia setiap minggunya. Gen A merupakan generasi paling akrab dengan internet sepanjang masa. Mc Crindler juga memprediksi bahwa generasi Alpha tidak lepas dari gadget, kurang bersosialisasi, kurang daya kreativitas dan bersikap individualis. Generasi alpha menginginkan hal-hal yang instan dan kurang menghargai proses. Keasyikan mereka dengan gadget membuat mereka teralienasi secara sosial. Artikel ini bertujuan untuk memahami perkembangan anak generasi alfa di era industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka Metode yang digunakan dalam artikel memahami perkembangan anak generasi alfa di era industri 4.0 adalah menggunakan pendekatan studi kepustakaan dimana mengumpulkan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku – buku, literatur, catatan dan laporan- laporan yang ada hubungan nya dengan masalah yang dipecahkan (Nazir, 2015). Sumber yang di peroleh berkaitan dengan perkembangan anak generasi alfa di era industri 4.0. Artikel ini menemukan bahwa merubah cara pandang dan pola hidup masyarakat yang semula konvensional menjadi inkonvensional. Terlebih pertumbuhan teknologi, mau tidak mau masyarakat dituntut untuk berevolusi. Berdasarkan seluruh aspek kehidupan, peran keluarga yang paling penting dalam proses tumbuh kembang anak. Maka peran keluarga yang sudah pasti terdiri dari generasi Y dan Z yang cenderung sebagai pengambil keputusan, sementara generasi veteran dan X berperan sebagai konselor dan pendamping sehingga menghasilkan kolaborasi antar generasi menghasilkan new brainstorming terhadap generasi alpha. Mc Crindler juga memprediksi bahwa generasi Alpha tidak lepas dari gadget, kurang bersosialisasi, kurang daya kreativitas dan bersikap individualis. ABSTRACT Periode industry 4.0 predicted has the potential benefits of rapid expansion in the use of digital technology. This is a positive impact on economic development. Yet there was challenges to be faced with the emergence of resistance to demographic change and social aspects, instability political conditions, the limited means, the risk of natural disasters and demands application of technology environmentally friendly. The alpha is a children born of milenial generation. The term is presented by mark Mc Crindle through the magazine business insider (christina sterbenz, 2015). The alpha ( 2011 - 2025) the most familiar with digital technology and the generation claimed the smartest than any previous generation.Some 2,5 million children generation alpha born in the world every week. Genes A is the most familiar with the internet all time. Mc crindler is predicted that generation alpha can be gadgets, not socialize, lacking power creativity and be individualist. The alpha want hal-hal instant and less appreciate the process. Preoccupation them with gadgets make them teralienasi socially. This article is intended to understand child development alpha generation of 4.0 industry. Methods used in research is a method of the literature study methods used in article understand child development generation alfa in the industry 4.0 is used the literature study where collect data with a study on the books, Literature, notes and reports of a connection report problems solved (Nazir, 2015). Sources in get relating to child development 4.0 alpha in the industrial era. This article found that changing the way of view and lifestyle to conventional inkonvensional into the community .The technology growth , inevitably the community are required to have evolved. Based on all aspect of life, the role of family the most important thing for the process of growing children developed. So the role of family that is certain consisting of generation y and z who tend as decision-making, while generation veteran and x act as counselor and flanking so as to produce collaboration between produce new go brainstorm generation to generation alpha. Mc crindler also predicts that generation alpha can not be separated from gadgets, less sociable, lacking power creativity and be individualist.
PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PENYANDANG DISABILITAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Vanaja Syifa Radissa; Hery Wibowo; Sahadi Humaedi; Maulana Irfan
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28735

Abstract

Setiap individu dalam kehidupan memiliki kebutuhan, karena  manusia memiliki berbagai hal yang harus dipenuhi untuk  dapat bertahan hidup. Demikian pula dengan para penyandang disabilitas juga memiliki pemenuhan kebutuhannya sendiri. Namun, pada saat Pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk tidak keluar rumah dan membatasi fasilitas umum untuk beroperasi. Kendala kebijakan di masa Pandemi Covid-19 tersebut dirasa memberatkan terlebih bagi penyandang disabilitas akan ada beberapa kebutuhan yang akan terganggu dalam memenuhinya. Tulisan ini dalam mengkaji kebutuhan penyandang disabilitas dalam masa Covid-19 menggunakan metode studi literatur dari hasil tulisan-tulisan yang kredibel secara daring. Hasil literatur ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas adalah kelompok paling rentan dalam situasi pandemi saat ini. Hal tersebut diakibatkan oleh pemenuhan kebutuhannya yang terganggu. Pembatasan secara sosial menyebabkan penyandang disabilitas sulit mendapatkan akses kesehatan. Selain itu, pemenuhan akses informasi mengenai Covid-19 juga sulit untuk didapatkan karena kebijakan yang masih abai terhadap keberadaan penyandang disabilitas.
INOVASI SOSIAL PADA PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DI YAYASAN AL-BAROKAH KOTA BANJAR Hery Wibowo; Meilanny Budiarti Santoso; Silvi Alpera Setiawan
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v3i2.35154

Abstract

ABSTRAKInovasi sosial adalah merupakan proses dan hasil dari kegiatan yang dilakukan dalam kewirausahaan. Berbagai kalangan mulai memperbincangkan konsep kewirausahaan sosial sebagai solusi inovatif dalam menyelesaikan permasalahan sosial. Kewirausahaan sosial memiliki berbagai makna dan perspektif, itu berarti makna yang berbeda dan hal yang berbeda untuk orang-orang di tempat yang berbeda. Adanya yayasan Al Barokah menjadikan salah satu kewirausahaan sosial yang menyelesaikan permasalahan anak yang terjadi selama ini khususnya di daerah Lembur Balong Kota Banjar. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap praktik inovasi sosial dalam praktik kewirausahaan sosial yang dilakukan oleh Yayasan Al-Barokah. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Lembaga atau Yayasan AL-Barokah memiliki inovasi sosial dalam praktik kewirausahaan sosial untuk mempertahankan dan mengembangkan kelembagaannya. Yayasan AL-Barokah telah mampu menjalankan kegiatan operasional lembaga dengan menggunakan prinsip-prinsip kewirausahaan sosial, pengelolaan berbasis inovasi, melakukan upaya penciptaan nilai dan membangun usaha mandiri untuk mendukung operasional aktivitas lembaga. 
INOVASI SOSIAL STRATEGI FUNDRAISING SEKOLAH RELAWAN Farah Tri Apriliani; Hery Wibowo; Nandang Mulyana; Wandi Adiansah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v3i2.35166

Abstract

ABSTRAKDalam menjalankan sebuah organisasi atau lembaga pelayanan sosial sudah pasti tidak luput dari manajemen pelayanan sosial dari lembaga pelayanan sosial tersebut. Permasalahan yang sering dialami oleh oganisasi pelayanan sosial adalah masalah pendanaan dan biasanya hal ini akan mempengaruhi kegiatan dari organisasi pelayanan sosial itu sendiri. Sebab adanya ketergantungan pada donatur yang selalu terlambat disadari. Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa didalam organisasi pelayanan sosial tidak dapat bekerja tanpa uang, sehingga organisasi pelayanan sosial melakukannya dengan penggalangan dana atau kegiatan fundraising. Dalam melakukan kegiatan fundraising, organisasi pelayanan sosial perlu menggunakan strategi fundraising dengan memanfaatkan potensi dan sumber yang ada di organisasi pelayanan sosial. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa inovasi sosial yang digunakan oleh Sekolah Relawan dalam strategi fundraising. Dapat diketahui bahwa, strategi yang digunakan sangat memanfaatkan teknologi untuk memudahkan donatur dalam menerima informasi dan juga berdonasi. Penelitian ini menggunakan metode dengan studi literatur dengan menggunakan database jurnal ilmu sosial yang relevan.
Co-Authors - Ishartono A Rachim, Hadiyanto Achmad Faidz Mufidi Adiansyah, Wandi Adit Djati Permana Aditya Candra Lesmana Adrianti Nur Fitria Sofandi Agustami, Shafira Salsabila Agustina Nurshinta Ahmad Saalik Hudan Alfariz Amanatin, Elsa Lutmilarita Amirio Tri Kusuma Andita Ratih Anissa Lestari Kadiyono Antik Bintari Apsari, Nurliana ri Cipta Ardana, Sintia Maharani Ardi Maulana Nugraha Ardi Maulana, Ardi Arie Surya Gutama Arini Fauziah Al haq Arini Fauziah Al haq, Arini Fauziah Asmar Husein Berry Choresyo Berry Choresyo, Berry Bimby Gita Rama Putri Binahayati Rusyidi Bintarsih Sekarningrum Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi M. Taftazani Budi M. Taftazani Bustami, Mohammad Reevany Bustami, Reevany Caroline Paskarina Chenia Ilma Kirana Chenia Ilma Kirana, Chenia Ilma Dede Rahmaida Nurlaeli Denny Maulana Pratama Desi Yunita Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti, Dessy Hasanah Dewi Pamungkas, Gusti Ayu Diky Nurhakim Dimas Bagus Hari Satrio Dimas Bagus Hari Satrio, Dimas Bagus Hari Dwi Laraswati Elprida Ryanny Syalis Elsa Lutmilarita Amanatin Elsa Lutmilarita Amanatin Fadhil Nurdin Fadila Ayu Utami Fami Oriza Farah Tri Apriliani Farah Tri Apriliani Fardila Nasriyati Firda Dwi Anjani Firdaus Irwansyah Firsanty, Farah Putri Franzeska Venty Franzeska Venty, Franzeska G.K. Basar, Gigin G.K.B, Gigin Galuh Hanesty Gunawan Gigin Ginanjar Kamil Basar Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. Hadiyanto Abdul Rachim Hajbudin Hekmatiar Hana Nabilah Hanifah Arroyana Hanum, Fauziah Hetty krisnani Hetty Krisnani, Hetty Ibnu Choldun Irvan Sudirman Ishak Fadlurrohim Ishartono, - Kartini Kamaruzzaman Lesmana, Aditya Lesmana, Aditya Chandra Lina Putri Pasaribu Liya Yulia M. Rasyid Rido Nasution Mahvira Putri Mahanani Mailani, Silvia Dwi Astuti Malahina, Zefanya Agustinus Marni, Ziani Marsha Nurul Lutfiah Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Moch. Zainuddin Muhamad Rizky Nurdin Muhammad Akbar Muhammad Ali Equatora Muhammad Fadhil Nurdin Muhammad Fahrezi Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muthia Fadhila Khairunnisa Mutiara Suci Erlanti Mutiara Suci Erlanti, Mutiara Suci Nabila Rifatunnafiah Nadia Uswatun Hasanah Nadia Uswatun Hasanah, Nadia Uswatun Nadilla, Hanifah Fatwa Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Naura Salsabila Neng Desty Cahyanti Shabilla Nisfi Fahriani A. Nisfi Fahriani A., Nisfi Fahriani Noorfarizal, Mohammad Erlan Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurdin, M. Fadhil Nurdin, Muhammad Fadhil Nurlaeli, Dede Rahmaida Nurliana Cipta Apsari Nurwati, R. Nunung Nurwaty, Nunung Prabowo, Rahmawati Ramadhani Pratiwi Purnama, Sephira Purwanto, Shaneshia Prameswari Parsa Puti Halimah Puti Halimah, Puti Putri, Bimby Gita Rama Putri, Nadila Auludya Rahma R. Nunung Nurwati Rahayu, Wefina Razanah Afina Turfa RENAWATI, RENAWATI Reva Salsadilla Rezki Ashriyana Sulistiobudi Ria Faisyahril Rifa Khanifa Rini Susanti and Zainuddin Risna Resnawaty RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rivanlee Anandar Rivanlee Anandar, Rivanlee Ruchban, Abdul Latief Rudi Saprudin Darwis Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Ruswanto Ruswanto Ruswanto, Ruswanto Sa'bani, Nurhikmah Komala Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Saparudin Darwis, Rudi Silvi Alpera Setiawan Silvia Dwi Astuti Mailani SOLIHIN, OLIH Soni Achmad Nulhaqim Soni Ahmad Nulhaqim Soni Akhmad Nulhaqim Suryaningrum, Rahmadianty Anastya Syahrul Hidayat Syalis, Elprida Ryanny Taher, Rusdin Tiara Salsabilla Utami, Adella Vanaja Syifa Radissa Wahyu Gunawan Wahyu Gunawan Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wandi Adiansah, Wandi Wandi Adiansyah Wardani, Shofy Aristia Widya Setiabudi Yesi Fitriani Yesi Fitriani, Yesi Yunita, Desy