Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Manajemen Sekolah melalui Supervisi Manajerial Rohim, Muhammad; Mahmud, Muchammad Eka; Muadin, Akhmad
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana supervisi manajerial terhadap guru dan kepala sekolah dilakukan di sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang dikombinasikan dengan pendekatan studi tinjauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan sekolah sangat penting untuk meningkatkan kapasitas personil dan manajemen sekolah. Supervisor berperan dalam: (1) membantu perencanaan dan penyediaan sumber daya; (2) mengevaluasi kinerja dan kebutuhan guru; (3) mendukung lingkungan kerja sama yang positif; dan (4) melaporkan kemajuan guru. Supervisi manajerial yang baik sangat penting untuk peningkatan kinerja guru dan kepala sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran supervisor dalam perencanaan, evaluasi, dukungan, dan pelaporan kemajuan guru sangat krusial dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KINERJA GURU Musnani, Musnani; Mahmud, Muchammad Eka; Idris, Husni
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i3.1093

Abstract

This research is that teachers have a noble duty as educators. However, some conditions can threaten the implementation of the teacher's duties and role, so teacher motivation and performance must always be improved by the school principal with appropriate and good strategies. There are three research objectives, namely: to analyze the principal's strategy in increasing teacher motivation, to analyze the principal's strategy in improving teacher performance, and to analyze the supporting and inhibiting factors of the principal in increasing teacher motivation and performance in SD Negeri 001 and SD Negeri 011 North Sangatta. This type of research is descriptive qualitative, research at SD Negeri 001 and SD Negeri 011 Sangatta Utara. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation, as informants are the school principal and teachers. Data was analyzed using the Miles Huberman model with data collection, condensation, data presentation, and conclusion. The results of this research show (1). The principal's strategy in increasing teacher motivation is: The strategy is to use efforts to remind teachers that teaching is a noble job, teachers must not complain, teachers must establish good relationships with all teachers, and create a pleasant environment and conditions. Another strategy is to motivate the form of recognition and appreciation, focus on work-life balance, and teachers must maintain a positive spirit. as well as knowing the environment and character, and maximizing all activities carried out by the teacher. (2). The principal's strategy for improving teacher performance is that the principal's strategy for improving teacher performance focuses on work-life balance, not be afraid of innovation, being very active in motivating teachers, adequate allowances, always providing opportunities for self-development, teachers developing themselves, improving teacher professionalism, Forming collaborative teams through learning communities, Involving all parties. That the principal communicates well and that cooperation in every activity is carried out well. Even if there are problems, they can be resolved with good communication.
Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Metode Bermain Plastisin Tanah Liat Maisarah, Ayu; Mahmud, Muchammad Eka; Saugi, Wildan
Journal of Education Research Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/joe.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kreativitas anak usia dini melalui metode bermain plastisin tanah liat pada anak kelompok B dua di TK IT Salsabila Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Aspek-aspek yang dinilai dalam kemampuan kreativitas anak yaitu aspek kelancaran, orisinalitas, keluwesan, dan kerincian. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan kreativitas anak melalui media plastisin tanah liat pada pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III terjadi peningkatan, pada pra siklus diperoleh angka sebesar sembilan persen dengan kategori Belum Berkembang  atau kurang, siklus I diperoleh angka sebesar dua puluh tujuh persen dalam kategori Belum berkembang atau kurang, siklus II naik menjadi empat puluh tujuh persen dalam kategori Mulai Berkembang  atau cukup, sedangkan pada siklus III mengalami kenaikan menjadi sembilan puluh tiga persen dalam kategori Berkembang Sangat Baik . Hal ini menunjukkan bahwa metode bermain plastisin tanah liat dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini
Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Pengembangan Budaya Mutu Muhsin, Muhsin; Sudadi, Sudadi; Mahmud, Muchammad Eka; Muadin, Akhmad
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.569

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam menjaga proses pembelajaran yang berkualitas sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Guru harus meningkatkan kompetensi profesionalnya dalam hal pengetahuan akademik, pengelolaan kelas, dan ketrampilan proses pembelajaran agar mereka dapat menggunakan semua kemampuannya untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode melalui mana supervisi akademik dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi kualitatif ini menggunakan studi pustaka. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan untuk mencapai kesimpulan tentang studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran karena terkait dengan pembelajaran yang berkualitas tinggi, yang memerlukan guru yang berpengalaman. Guru sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan profesionalitasnya dan mencapai tujuan pembelajaran dengan bantuan supervisi akademik. Supervisi akademik memungkinkan guru untuk meningkatkan kemampuan profesional mereka dan mengevaluasi kekurangan mereka dalam proses pembelajaran. Hal ini akan memungkinkan pendidikan yang lebih baik. Budaya mutu, juga dikenal sebagai budaya kualitas atau budaya perbaikan terus-menerus, adalah pendekatan organisasi atau perusahaan yang menekankan komitmen terhadap kualitas, peningkatan berkelanjutan, dan kesadaran bahwa setiap anggota staf memainkan peran penting dalam mencapai kualitas yang lebih baik. Budaya mutu berarti menciptakan lingkungan di mana setiap pekerja merasa bertanggung jawab atas barang atau jasa yang mereka berikan.
An Internal Quality Assurance System for Islamic Higher Education at Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University Setyoningrum, Muthia Umi; Septyawan, Deni; Mahmud, Muchammad Eka
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 10 No 3 (2023): TARBIYAH WA TA'LIM November 2023
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v10i3.7375

Abstract

Abstrak Penjaminan dan peningkatan mutu pada pendidikan tinggi adalah program krusial yang harus dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi. Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda telah menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penelitian ini bermaksud menjabarkan siklus SPMI yang meliputi tahap penetapan, implementasi, evaluasi, pengontrolan, dan peningkatan. Penelitian berjenis deskriptif kualitatif ini menggunakan dokumentasi dan wawancara dalam pengumpulan datanya. Setelah data dikumpulkan kemudian dikondensasikan, lalu data disajikan dan ditarik kesimpulan. Kesimpulan hasil penelitian yaitu: Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) membuat pedoman standar dalam bentuk buku. Merupakan proses penerapan mutu melalui penetapan, pengendalian, dan perbaikan. Evaluasi dilakukan dalam Audit Mutu Internal pada setiap akhir semester. Pengendalian dilakukan dengan monitoring evaluasi setelah Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Peningkatan kualitas dilakukan berdasarkan hasil tindak lanjut RTM. Faktor pendukungnya adalah adanya keseuaian kompetensi SDM dan kesadaran auditor akan pentingnya budaya mutu. Faktor penghambatnya adalah tidak adanya reward bagi auditor dalam menjalankan tugasnya sebagai auditor dan beberapa auditor yang belum tersertifikasi. Kata kunci : SPMI; Perguruan Tinggi Islam Abstract Quality assurance in higher education is a crucial program that must be implemented by every tertiary institution. Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University (UINSI) Samarinda has implemented an Internal Quality Assurance System (SPMI). This study intends to describe the SPMI cycle which includes the stages of establishment, implementation, evaluation, control, and improvement. This qualitative descriptive research uses documentation, interviews, and observations in collecting data. Data analysis consisted of four stages, namely data collection, data compaction, data presentation, and drawing conclusions. The results show: The Quality Assurance Institute (LPM) makes standard guidelines in book form. Is the process of implementing quality through determination, control, and improvement. Evaluation is carried out in the Internal Quality Audit at the end of each semester. Control is carried out by monitoring evaluation after the Management Review Meeting (RTM). Quality improvement is carried out based on the results of RTM follow-up. The supporting factors are the suitability of HR competencies and the auditor's awareness of the importance of quality culture. The inhibiting factor is that there is no reward for the auditor in carrying out his duties as an auditor and some auditors are not yet certified. Keywords: SPMI; Islamic College
Problematika Guru Kelas dalam Kegiatan Keagamaan Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 02 Samarinda Hidayah, Maulida Ulfa; Mahmud, Muchammad Eka; Rasita, Rasita
Borneo Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2021): Borneo Journal of Islamic Education, 1 (1), Mei 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.537 KB) | DOI: 10.21093/bjie.v1i1.5101

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kegiatan keagamaan bagi peserta didik. Kegiatan keagamaan ini guna membentuk karakter peserta didik. Seseorang yang memiliki karakter kuat dan baik secara individual maupun sosial telah menunjukkan bahwa mereka memiliki akhlak, moral, dan budi pekerti yang baik. Madrasah merupakan salah satu tempat bagi peseta didik untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan perlu dilaksanakan di madrasah oleh peserta didik agar mereka memiliki pemikiran, perkataan, dan tindakan yang selalu didasarkan pada nilai-nilai ketuhanan, namun pada madrasah tersebut masih terdapat peserta didik yang belum melaksanakan kegiatan keagamaan dengan baik dan maksimal sehingga belum mencerminkan suatu karakter religius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kegiatan keagamaan peserta didik di MI Ma’rif NU 02 Samarinda (2) mengetahui problematika guru kelas dalam kegiatan keagamaan peserta didik di MI Ma’rif NU 02 Samarinda. (3) mengetahui solusi dalam kegiatan keagamaan peserta didik di MI Ma’rif NU 02 Samarinda. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah problematika guru kelas dalam kegiatan keagamaan sedangkan subjeknya adalah kepala madrasah, waka kesiswaan, guru kelas dan peserta didik kelas IV, V, dan VI. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kegiatan keagamaan di madrasah ini adalah berdoa, bershalawat, shalat sunnah dan shalat wajib berjamaah, majelis ta’lim dan pembiasaan sikap tawadu terhadap guru dan teman. Problematika guru kelas dalam kegiatan keagamaan peserta didik yakni kurangnya minat dan pemahaman peserta didik karena cara mengajar guru yang masih monoton, guru kelas yang hadir terlambat dan tidak mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, serta kondisi kelas yang kecil dan sempit dengan jumlah peserta didik yang banyak. Solusi yang digunakan untuk problematika dalam kegiatan keagamaan peserta didik di MI Ma’rif NU 02 Samarinda adalah dengan pemahaman, pembiasaan, dan keteladanan. Kata kunci: Problematika Guru Kelas, Kegiatan Keagamaan
Internalisasi Nilai Ahlussunnah Waljama’ah An-Nahdliyyah dalam Penguatan Moderasi Beragama Pada Pondok Pesantren Hana, Moh Yusrul; Mahmud, Muchammad Eka; Ridani, Ahmad
Borneo Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2023): Borneo Journal of Islamic Education 3 (2), November 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v3i2.8512

Abstract

Abstract This research aims to understand the role of internalizing Ahlussunnah Waljama'ah An-Nahdliyyah values ​​in strengthening religious moderation in Islamic boarding schools in Samarinda. In the context of the development of Islam in Indonesia, religious moderation is the main focus for facing the challenges of extremism and radicalism. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through participant observation, in-depth interviews and document analysis. The sample for this research is Islamic boarding schools that represent the diversity of Islamic traditions in Samarinda. The research results show that: 1) The concept of Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah values ​​to strengthen religious moderation includes the values ​​of a) tawasuth (moderation), b) tawazun (balance), c) i'tidal (justice), and d) tasamuh (tolerance). 2) The process of internalizing these values ​​in strengthening religious moderation consists of three stages: a) Knowledge of the values ​​of Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah and learning the yellow book, b) Instilling emotional values ​​through activities such as tourism, daily futsal, and shodakho travel, and c) Application of behavioral values ​​using habituation and example methods. 3) The impact of internalizing Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah values ​​on strengthening religious moderation includes a) state involvement, b) tolerance, c) rejection of radicalism and violence, and d) conformity with local culture. Keywords: Ahlussunnah Waljama’ah An-nahdliyah, Internalization Of Value, Religious Moderation Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami peran internalisasi nilai Ahlussunnah Waljama’ah An-Nahdliyyah di dalam memperkuat moderasi beragama di pondok pesantren di Samarinda. Dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia, moderasi beragama menjadi fokus utama untuk menghadapi tantangan ekstremisme dan radikalisme. Penelitian dalam artikel ini menggunakan suatu pendekatan yang disebut kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan juga analisis dokumen. Sampel penelitian ini adalah pondok pesantren yang mewakili keragaman tradisi keislaman di Samarinda. Hasil penelitian memeperlihatkan mengenai: 1) Konsep suatu nilai dalam Ahlussunnah Waljama’ah An-nahdliyah untuk memperkuat moderasi beragama meliputi nilai a) tawasuth (moderasi), b) tawazun (keseimbangan), c) i'tidal (keadilan), dan d) tasamuh (toleransi). 2) Proses internalisasi nilai ini dalam penguatan moderasi beragama terdiri dari tiga tahap: a) Pengetahuan tentang nilai Ahlussunnah Waljama’ah An-nahdliyah dan pembelajaran kitab kuning, b) Penanaman nilai emosional melalui kegiatan seperti wisata, futsal harian, dan shodakho travel, dan c) pelaksanaan nilai perilaku melalui suatu metode yang disebut pembiasaan dan contoh. 3) Dampak dari internalisasi nilai Ahlussunnah Waljama’ah An-nahdliyah terhadap penguatan moderasi beragama mencakup a) keterlibatan negara, b) toleransi, c) penolakan terhadap radikalisme juga kekerasan, dan d) konformitas dengan budaya lokal. Kata Kunci: Ahlussunnah Waljama’ah An-nahdliyah, Internalisasi Nilai, Moderasi Beragama
Problematika Pelaksanaan Program Tahfidz Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Hamzah, Muchammad Rifai; Mahmud, Muchammad Eka; Marajo, Marajo; Afendi, Achmad Ruslan
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 4(1), Februari 2023
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jtikborneo.v4i1.6270

Abstract

Menghafal Al-Qur’an hakikatnya telah dimudahkan oleh Allah SWT bagi yang bersungguh-sungguh, hal tersebut ditegaskan di Al-Qur’an surah Al-Qamar ayat 17. Tetapi pada prosesnya justru pelaksanaan program tahfidz Ma’had Al-Jami’ah mengalami beberapa dinamika dan problematika. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pelaksanaan program tahfidz di Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research. Sumber data diambil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara langsung dan terlibat dalam kegiatan tersebut maka dapat diketahui bahwa problematika yang terjadi disebabkan oleh dua faktor : Pertama faktor internal yaitu kurang disiplin, kurang murajaah, lemah bacaan bin-nadzor, tidak memiliki latar belakang menghafal Al-Qur’an. Kedua faktor eksternal disebabkan oleh alokasi waktu yang minim, sarana dan prasana terbatas, lingkungan kurang kondusif, administrasi program belum tersusun secara sistematis. Maka solusi yang dapat ditawarkan yaitu dengan membuat tata tertib secara sistematis dan tertulis, sistem seleksi diperketat, mengajukan anggaran untuk sarana dan prasarana, menyiapkan asrama khusus penghafal Al-Qur’an, membuat administrasi program secara sistematis.
Building a Madrasah Positive Image: How are The Strategies? Mahmud, Muchammad Eka; Torres, Joel Mayo; Fadlilah, Fadlilah
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 6 No 2 (2024): Southeast Asian Journal of Islamic Education, June 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sajie.v6i2.8565

Abstract

This research aimed to investigate the strategy of madrasah in cultivating a positive image of the institution. This research used a subjective or qualitative research method with a phenomenological approach. The research was conducted in MTSN Samarinda by collecting, presenting, and confirming data. The researcher used data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The research subjects were the vice principal of MTSN Samarinda and the students. The researcher also observed the school's social media platforms and documents, such as the school admission brochure. As for the data analysis technique, the researcher used the theories of Miles, Huberman, and Saldana to analyze data. The data credibility and validity were also tested using triangulation. The research results show that (1) MTs Negeri Samarinda builds the image of the institution by identifying the needs of the community, especially prospective students, by creating a quality Madrasah institution in various programs as well as prioritizing Islamic values, (2) MTs Negeri Samarinda also maximizes student activity programs both in terms of academic and non-academic aspects which include various extracurricular activities, clean Friday programs implemented from the adiwiyata program and tahfidzul Qur'an class programs, (3) The school also maximizes all programs by publishing them on social media platforms such as Instagram, YouTube, and websites. This study highlights the importance of madrasah’s strategies in cultivating a positive image of an institution.
Urgensi Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia Ihsan, Muh.; Mahmud, Muchammad Eka
NABAWI: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Nabawi: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accreditation is the determination of quality standards and assessments of an educational institution (higher education) by parties outside independent institutions. Accreditation is also interpreted as a government effort to standardize and ensure the quality of university alumni so that the quality of graduates between universities is not too varied and according to work needs. This research aims to explore more broadly the meaning and urgency of higher education accreditation. The approach used in this study is a literature review. The data collected comes from various related documents such as journals, books and other related documents. The findings in this study are more oriented to the disclosure of the meaning and urgency of higher education accreditation. That the results of university accreditation are useful in providing official recognition to universities, which can increase the reputation and public trust in the institution. This is important in attracting prospective students, teachers, and partners. Then access to funding; The number of financial institutions and funding organizations requires universities to have accreditation as a condition for obtaining funding or grants. The implications of the research lie in the limitations of methodology and limited data around the urgency of university accreditation.