Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Internalisasi Nilai Awiyau Jiok Mefi dan Janji Theofani: Pengalaman Keberhasilan Suku Ayamaru di Papua Andi Ahriani; Suparto Iribaram; Sudirman Sudirman; bambang sunatar; suardi suardi
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.111341

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada ancaman terhadap pelestarian kearifan lokal di tengah berbagai perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Ayamaru di Papua Barat menginternalisasi nilai pendidikan, etos kerja, dan religiusitas sebagai fondasi keberhasilan sosial budaya mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pemerintah, mahasiswa, masyarakat Ayamaru, serta dokumentasi tradisi lokal seperti pendidikan Wiyon-Wofle dan Janji Theofani. Analisis data mengikuti model etnografi Spradley dengan penerapan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Ayamaru memiliki Falsafah Awiyau Jiok Mefi sebagai dasar prinsip ketekunan, etos kerja, konsep harga diri dan martabat kesukuan. Sedangkan falsafah Janji Theofani adalah falsafah yang mendasari sikap religiusitas masyarakat, orientasi moral dan kohesi sosial. Temuan ini menegaskan adanya nexus global yaitu bukan hanya pengaruh global sebagai ancaman bagi masyarakat lokal, namun kearifan lokal justru menjadi mekanisme integratif sebagai rahasia keberhasilan masyarakat Suku Ayamaru dalam hal pendidikan, ekonomi dan kohesi sosial kesukuan. Kontribusinya memperkaya diskursus teoritis mengenai internalisasi nilai falsafah hidup sekaligus menawarkan model praktis bagi kebijakan pendidikan dan budaya berbasis kearifan lokal.
Internalisasi Nilai Awiyau Jiok Mefi dan Janji Theofani: Pengalaman Keberhasilan Suku Ayamaru di Papua Andi Ahriani; Suparto Iribaram; Sudirman Sudirman; bambang sunatar; suardi suardi
Jurnal Kawistara Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.111341

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada ancaman terhadap pelestarian kearifan lokal di tengah berbagai perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Ayamaru di Papua Barat menginternalisasi nilai pendidikan, etos kerja, dan religiusitas sebagai fondasi keberhasilan sosial budaya mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pemerintah, mahasiswa, masyarakat Ayamaru, serta dokumentasi tradisi lokal seperti pendidikan Wiyon-Wofle dan Janji Theofani. Analisis data mengikuti model etnografi Spradley dengan penerapan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Ayamaru memiliki Falsafah Awiyau Jiok Mefi sebagai dasar prinsip ketekunan, etos kerja, konsep harga diri dan martabat kesukuan. Sedangkan falsafah Janji Theofani adalah falsafah yang mendasari sikap religiusitas masyarakat, orientasi moral dan kohesi sosial. Temuan ini menegaskan adanya nexus global yaitu bukan hanya pengaruh global sebagai ancaman bagi masyarakat lokal, namun kearifan lokal justru menjadi mekanisme integratif sebagai rahasia keberhasilan masyarakat Suku Ayamaru dalam hal pendidikan, ekonomi dan kohesi sosial kesukuan. Kontribusinya memperkaya diskursus teoritis mengenai internalisasi nilai falsafah hidup sekaligus menawarkan model praktis bagi kebijakan pendidikan dan budaya berbasis kearifan lokal.
The Majelis Taklim Strategy in Developing Non-Formal Islamic Education in Sorong Raya, Southwest Papua, Indonesia Rafiul Amri; Suparto Iribaram; Bambang Sunatar; Hasbullah Hasbullah; Abd. Rahman
Jurnal Eduslamic Vol 4 No 1 (2026): Eduslamic: Jurnal Pendidikan Islam dan Keagamaan (Maret-Agustus)
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/jed.v4i1.684

Abstract

This study employed the strategies of Majelis Taklim in developing non-formal Islamic education in Sorong Raya, Eastern Indonesia. Using a qualitative approach, data were collected through observation, documentation, and semi-structured interviews with 12 participants from five Islamic organizations: Koordinator Pengajian Wanita Islam (KPWI) Kota Sorong, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sorong, Majelis Taklim Marstussolihah Malawele, Majelis Taklim Muslimat Sorong, and Majelis Taklim Fatayat Sorong. The data were analysed using an interactive model of qualitative data analysis through simplifying reduction, organizing similar codes categorization, interpretation, and verification. The findings show that Majelis Taklim serves not only as a religious learning forum but also as an agent of social transformation by strengthening Islamic literacy, women’s empowerment, community solidarity, and religious moderation within a multicultural Muslim-minority context. This study contributes to non-formal Islamic education scholarship by highlighting contextual strategies for sustaining Islamic educational values in plural societies and offers practical implications for enhancing religious awareness, social cohesion, and community-based Islamic education.
The Influence of Islamic Product Quality and Design on Muslim Consumer Interest in Arung Meubel Products in Sorong City Rokhimah Rokhimah; Andi Hasrun; Bambang Sunatar; Karfin Karfin; Susetyowati Sofia
JURNAL AT-TURAS Vol 10, No 1 (2023): Moderation of Religion and Islamic Law
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v10i1.5384

Abstract

This study aims to determine how much impact or influence arises from product quality and Islamic design on Muslim consumer satisfaction on Arung Meubel sofa products in the city of Sorong. To achieve this goal, the research method used is quantitative. The data in this study were obtained through a questionnaire with respondents (consumers of Arung Furniture). The number of samples used in this study were 30 respondents. Data analysis techniques in this study used multiple linear regression, f test, coefficient of determination (simultaneous), and t - test (partial). The results of the study show that product quality and Islamic design have a significant effect on Muslim consumer satisfaction. Based on the results of the validity test, reliability test and hypothesis testing, namely the simultaneous test (f - test), the coefficient of determination, and the partial test (t - test) product quality (X1) and design (X2) showed that the results of these tests show a significant effect on consumer satisfaction (Y).
Nahdlatul Ulama Dalam Merawat Moderasi Beragama Di Kabupaten Fakfak Papua Barat Rumoning, Sari Indrawati; Iribaram, Suparto; Rusdi Rasyid, Muhammad; Sunatar, Bambang; Abdillah, Fardan
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2ddnrz17

Abstract

This study aims to analyze the contributions and strategies of Nahdlatul Ulama (NU) in strengthening religious moderation in Fakfak Regency, West Papua. The study employed a qualitative descriptive method with Islamic education and phenomenological approaches. Primary and secondary data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Nahdlatul Ulama plays a significant role in promoting and maintaining religious moderation through various programs and activities aimed at strengthening the values of tolerance, harmony, and social cohesion. Its contributions are manifested through interfaith dialogue, the reinforcement of Aswaja An-Nahdliyah values, collaboration with local governments and the Religious Harmony Forum (FKUB), and the development of moderate-minded youth cadres. The strategies implemented include cultural approaches based on local wisdom, inclusive and friendly da’wah, and the utilization of social media and local media as educational platforms. The impact of these efforts can be seen in the establishment of harmonious interreligious relations, increased awareness among younger generations regarding the importance of tolerance, and stronger cooperation among religious institutions. This study highlights the importance of strengthening the local wisdom philosophy of “One Stove, Three Stones,” optimizing youth participation, and developing flexible and contextual communication strategies to reinforce religious moderation within multicultural communities.