Claim Missing Document
Check
Articles

HOW DOES STUDENTS' ENVIRONMENTAL LITERACY SUPPORT THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS? A LITERATURE REVIEW Hery Fajeriadi; Fahmi Fahmi; Riza Arisandi
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v4i2.13443

Abstract

The importance of environmental literacy as a supporting factor for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 4 (Quality Education). Improving environmental literacy among students is necessary to be able to face global challenges such as climate change and environmental degradation. This study aims to evaluate the extent to which environmental literacy supports quality education related to sustainability issues through a literature review of scientific articles published in national journals. The research method involved a literature search using the keyword “literasi lingkungan” on Google Scholar, with article selection based on inclusion and exclusion criteria. Out of 2280 articles, the 10 most relevant articles were selected for analysis. The results showed that problem-based and experiential learning approaches proved effective in improving students' environmental knowledge and awareness, although cognitive abilities still need to be improved. Improved environmental literacy is also very important in shaping environmentally responsible behavior, which supports the achievement of other SDGs such as SDG 12 (Responsible Consumption and Production), 13 (Climate Action), 14 (Life Below Water), and 15 (Life on Land). The findings of this study emphasize the need for more strategic and effective programs to improve environmental literacy at the education level and its more focused analysis on achieving the SDGs targets.Keywords: Environmental literacy, sustainable development goals, education, attitude. Pentingnya literasi lingkungan sebagai faktor pendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu). Peningkatan literasi lingkungan pada siswa diperlukan untuk mampu menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana literasi lingkungan mendukung pendidikan bermutu terkait isu keberlanjutan melalui kajian pustaka terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pencarian pustaka menggunakan kata kunci “literasi lingkungan” pada Google Scholar, dengan pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 2280 artikel, dipilih 10 artikel yang paling relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran eksperiensial terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan siswa, meskipun kemampuan kognitif masih perlu ditingkatkan. Peningkatan literasi lingkungan juga sangat penting dalam membentuk perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan, yang mendukung pencapaian SDG lainnya seperti SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), 13 (Aksi Iklim), 14 (Kehidupan di Bawah Air), dan 15 (Kehidupan di Daratan). Temuan penelitian ini menekankan perlunya program yang lebih strategis dan efektif untuk meningkatkan literasi lingkungan di tingkat pendidikan dan analisis yang lebih terfokus pada pencapaian target SDGs.Kata kunci: Literasi lingkungan, tujuan pembangunan berkelanjutan, pendidikan, sikap.
INKUIRI TERBIMBING DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI ASAM BASA Laila Farida; Fahmi Fahmi
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v4i1.13311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan aktivitas siswa, keterampilan proses sains siswa dan ketuntasan belajar siswa pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakkan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta analisis dan refleksi. Siklus I diadakan tiga kali pertemuan dan siklus II diadakan dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan aktivitas siswa pada siklus I dengan kriteria baik meningkat pada siklus II dengan kriteria sangat baik (2) Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada siklus I sebesar 72% dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 95,84% dengan kriteria istimewa (3) Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada materi asam sebesar 72,97%, yaitu dari 27,03% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.Kata kunci: Inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, asam basa. This study aims to improve student activity, students' science process skills and students' learning completeness in acid-base material. This study uses a classroom action research design implemented in 2 cycles. Each cycle consists of planning, action implementation, observation and evaluation stages, and analysis and reflection. Cycle I was held in three meetings and cycle II was held in two meetings. The subjects of the study were 37 students of class XI IPA 3 of SMA Negeri 3 Banjarmasin. Data collection techniques used observation, interview, and test techniques. The results of the study showed that (1) The application of the guided inquiry learning model can increase student activity in cycle I with good criteria increasing in cycle II with very good criteria (2) The application of the guided inquiry learning model can increase students' science process skills in cycle I by 72% with good criteria and in cycle II by 95.84% with excellent criteria (3) The application of the guided inquiry learning model can increase students' learning completeness in acid material by 72.97%, namely from 27.03% in cycle I to 100% in cycle II.Keywords: Guided inquiry, science process skills, acids bases.
INOVASI METODE ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP: STUDI LITERATUR Hery Fajeriadi; Fahmi Fahmi; Bimo Aji Nugroho; Antung Fitriani
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 3, No 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND APPLIED SCIENCE
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v3i2.13689

Abstract

Meskipun asesmen formatif diakui penting dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa, penerapannya di kelas biologi belum optimal karena masih didominasi metode penilaian tradisional yang fokus pada hasil akhir. Keterbatasan dalam memberikan umpan balik yang personal dan berkelanjutan menghambat peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi dalam asesmen formatif yang lebih efektif, terutama yang menggunakan teknologi, untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk menganalisis inovasi asesmen formatif dalam pembelajaran biologi dan dampaknya terhadap pemahaman konsep siswa. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah terindeks Scopus pada laman ScienceDirect.com yang diterbitkan antara 2018 hingga 2022, dengan kriteria inklusi yang meliputi relevansi topik dan dampak asesmen formatif. Proses pencarian dan seleksi artikel dilakukan berdasarkan kata kunci yang spesifik, kemudian dilanjutkan dengan analisis menyeluruh terhadap bagian penting dari setiap artikel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis konten untuk mensintesis hasil dari penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 232 dokumen memenuhi kriteria inklusi dari total 20.393 dokumen. Peningkatan publikasi secara signifikan terjadi pada tahun 2021 dan 2022. Temuan dari analisis sampel sepuluh artikel menunjukkan inovasi asesmen formatif, seperti penggunaan teknologi dan umpan balik berbasis data, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui pendekatan interaktif dan kolaboratif, serta menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor kontekstual dan menggunakan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk efektivitas optimal.Kata kunci: Asesmen formatif, pendidikan biologi, pemahaman konsep, inovasi metode, hasil belajar siswa. Although formative assessment is recognized as important in improving students' concept understanding, its application in biology classrooms is not optimal because it is still dominated by traditional assessment methods that focus on the final result. Limitations in providing personalized and continuous feedback hinder the improvement of students' understanding of complex concepts. This research aims to identify innovations in formative assessment that are more effective, especially those that use technology, to overcome these limitations. This research uses a literature study approach to analyze innovations in formative assessment in biology learning and their impact on students' concept understanding. Data were collected from Scopus-indexed scientific articles on ScienceDirect.com published between 2018 and 2022, with inclusion criteria including topic relevance and impact of formative assessment. The article search and selection process were based on specific keywords, followed by a thorough analysis of the key sections of each article. Data analysis was conducted using content analysis techniques to synthesize results from relevant research. The results showed that 232 documents met the inclusion criteria from a total of 20,393 documents. A significant increase in publications occurred in 2021 and 2022. Findings from the analysis of a sample of ten articles showed formative assessment innovations, such as the use of technology and data-driven feedback, can improve students' concept understanding through interactive and collaborative approaches, and emphasized the importance of considering contextual factors and using valid and reliable assessment instruments for optimal effectiveness.Keywords: Formative assessment, biology education, conceptual understanding, method innovation, student learning outcomes.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA KONTEKSTUAL BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL LAHAN BASAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PENDIDIKAN IPA Fahmi, Fahmi; Fajeriadi, Hery; Irhasyuarna, Yudha; Yulianti, Yuyun Eka; Herman, Herman
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i2.328

Abstract

Persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengukur efektivitas perangkat pembelajaran IPA kontekstual berbasis keunggulan lokal lahan basah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan metode one-group pretest-posttest design. Partisipan penelitian adalah 30 mahasiswa program studi Pendidikan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan nilai hasil belajar rata-rata dari 65,84 menjadi 81,16, dengan peningkatan n-gain sebesar 0,42 (kategori sedang). Penggunaan perangkat berbasis keunggulan lokal juga meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan implementasi perangkat pembelajaran berbasis keunggulan lokal di berbagai konteks pendidikan IPA.
PEMBERDAYAAN SUMBER BELAJAR ELEKTRONIK BERMUATAN ETNOSAINS KOTA SERIBU SUNGAI BANJARMASIN UNTUK SMP KELAS VII Lutfi, Muhammad; Yunus, Rahmat; Mahardika, Andi Ichsan; Suyidno, Suyidno; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i2.339

Abstract

Pengembangan dilakukan untuk menciptakan sumber belajar berupa materi ajar elektronik yang interaktif dan berorientasi keterampilan pemecahan masalah dengan memuat kearifan lokal kota Banjarmasin, klotok dan jukung. Produk divalidasi dan diimplementasikan pada peserta didik untuk mengetahui respon peserta didik terhadap materi ajar interaktif ini. Langkah-langkah pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE, dengan tahapan terdiri dari (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Temuan yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian ini adalah bahwa materi ajar interaktif ini dinyatakan sangat valid oleh tim validator dan dapat dengan baik melatihkan keterampilan pemecahan masalah serta mendapatkan respon positif dari peserta didik. Sehingga dapat dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN CANVA BERORIENTASI AUTHENTIC LEARNING PADA TOPIK GETARAN DAN GELOMBANG Munir, M. Jiddan Mishbahul; Zaini, Muhammad; Haryanti, Ninis Hadi; Suyidno, Suyidno; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v4i2.245

Abstract

Media pembelajaran dengan konten yang relevan berperan penting dalam memudahkan peserta didik untuk memahami informasi secara lebih bermakna. Tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan validitas media pembelajaran Canva berorientasi authentic learning pada topik getaran dan gelombang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Data diperoleh dari penilaian tiga validator menggunakan instrumen lembar validasi media pembelajaran yang ditinjau berdasarkan aspek media dan materi. Hasil validitas pada aspek media diperoleh skor rata-rata 3,71 dengan kategori sangat baik. Adapun validitas pada aspek materi diperoleh skor rata-rata 3,82 dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, media pembelajaran Canva berorientasi authentic learning pada topik getaran dan gelombang dapat diujicobakan lebih lanjut dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM-PBL DENGAN QR CODE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PENCEMARAN LINGKUNGAN Winarko, Dewi Mulyati Darajatun; Abdullah, Abdullah; Syahmani, Syahmani; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i1.325

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis STEM-PBL dengan qr code yang layak dalam meningkatkan kemampuan literasi sains. Hasil penelitian ditinjau berdasarkan uji validitas, kepraktisan dan keefektifan pada modul pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL dengan fitur qr code yang digunakan oleh peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu; 1) analisis (analyze), 2) perancangan (design), 3) pengembangan (development), 4) implementasi (implementation) dan 5) evaluasi (evaluation). Penelitian ini dilaksanakan dua uji coba kelas terdiri dari uji coba kelas terbatas yaitu kelas VII C dan uji coba kelas luas terdiri dari kelas VII A dan VII B di SMP Negeri 35 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA berbasis STEM dengan fitur qr code pada materi pencemaran lingkungan dinyatakan sangat valid. Modul pembelajaran IPA berbasis STEM dengan qr code dinyatakan sangat praktis berdasarkan angket respon dari peserta didik. Modul pembelajaran IPA berbasis STEM-PBL dengan qr code dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains berdasarkan hasil rata-rata n-gain dengan kategori sedang pada kelas terbatas dan kategori tinggi pada kelas luas.
E-MODUL IPA BERBASIS AUTHENTIC LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK Kurniasih, Tintin; Suryajaya, Suryajaya; Suyidno, Suyidno; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i1.326

Abstract

E-modul yang dikembangkan didasari oleh kebutuhan akan materi yang sesuai untuk pembelajaran abad 21 berbasis penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Model pengambangan ADDIE digunakan pada penelitian ini dengan uji coba menggunakan pre-test post-test design. Subyek uji coba adalah 50 peserta didik kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin. Keberhasilan penelitian e-modul dinilai dari nilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan untuk mengukur kelayakan e-modul yang dikembangkan. Modul yang dikembangkan dikategorikan layak digunakan dengan beberapa kriteria berikut; (1) e-modul IPA termasuk valid karena hasil validasi memenuhi kategori sangat valid; (2) e-modul IPA termasuk praktis, karena keterlaksanaan pembelajaran dan respon peserta didik memenuhi kategori praktis; dan (3) e-modul IPA termasuk efektif, karena peningkatan literasi digital dan hasil belajar peserta didik dalam kategori baik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN IPA BERORIENTASI LEARNER AUTONOMY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK Anggryani, Anggryani; Suryajaya, Suryajaya; Rusmansyah, Rusmansyah; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i1.332

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains peserta didik dikarenakan kurangnya penggunaan metode percobaan dalam proses pembelajaran serta kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berorientasi learner autonomy yang valid, praktis dan efektif, sehingga layak untuk melatihkan keterampilan proses sains peserta didik. Subjek penelitian ini yaitu kelas VIII A SMP Negeri 10 Banjarmasin sebanyak 23 peserta didik menggunakan desain model pengembangan ADDIE meliputi analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar validasi akademisi dan praktisi, lembar pengamatan RPP, lembar pengamatan keterampilan proses sains, dan hasil tes peserta didik. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bahan ajar berorientasi learner autonomy termasuk valid karena komponen validitas RPP dengan rerata 3,35; materi ajar dengan rerata 3,19; LKPD dengan rerata 3,16; dan THB dengan rerata 3,08 dalam kategori valid; (2) bahan ajar berorientasi learner autonomy termasuk praktis, karena komponen keterlaksanaan RPP diperoleh rerata sebesar 3,69 dalam kategori sangat praktis; (3) bahan ajar berorientasi learner autonomy termasuk efektif karena gain score kognitif sebesar 0,81 dalam kategori tinggi. Diperoleh kesimpulan bahan ajar berorientasi learner autonomy layak untuk meningkatkan keterampilan proses sains.
Pembelajaran berbasis website dalam melatihkan kemampuan berpikir logis Restu Prayogi; Syahmani Syahmani; Ninis Hadi Hardiyanti; Suyidno Suyidno; Fahmi Fahmi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i1.99321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran berbasis website dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis peserta didik. Studi literatur ini dilakukan terhadap 5 artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga tahun 2024. Berdasarkan hasil penelusuran terhadap artikel berbantuan kecerdasan buatan yakni SciSpace menunjukkan bahwa usaha dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis, dengan menggunakan beberapa platform media seperti berbasis website modul digital, dan media berbasis teknologi lainnya yang secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis peserta didik. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui hasil uji statistik seperti uji N-gain dan uji-t. Selain itu, penggunaan pendekatan ilmiah, pemecahan masalah, dan STEM turut memperkuat efektivitas media pembelajaran berbasis teknologi dalam melatih keterampilan berpikir logis peserta didik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis website efektif meningkatkan kemampuan berpikir logis peserta didik, terutama jika dikombinasikan dengan pendekatan atau model yang melibatkan aktivitas ilmiah. Web-based learning for training reasoning skills Abstract: The aim of this research is to analyze how web-based learning improves students' logical thinking skills. The literature study examined five articles published between 2014 and 2024. The results of the search for artificial intelligence–assisted articles, such as SciSpace, show that using several media platforms, such as website-based digital modules and other technology-based media, can significantly improve students' logical thinking skills. This improvement is demonstrated by statistical test results, such as the N-Gain and T-test. Additionally, scientific approaches, problem-solving, and STEM strengthen the effectiveness of technology-based learning media in training students' logical thinking skills. This study reveals that web-based learning effectively improves logical thinking skills, particularly when combined with approaches or models involving scientific activities.
Co-Authors Abdullah Abdullah Abdurrahim Abdurrahim Ahmad Rusyadi Ahmad Rusyadi Akhmad Chaidir Ali Akhmad Zulkarnain Ali, Akhmad Chaidir Aminuddin Prahatama Putra Andi Ichsan Mahardika Anggryani, Anggryani Antung Fitriani Antung Fitriani Badruzsaufari Badruzsaufari Bimo Aji Nugroho Bimo Aji Nugroho Bimo Aji Nugroho D. Dharmono Dina Amalina Dina Hafizhah Eko Wahyuningsih Eko Wahyuningsih Fitria Eka Wulandari Hery Fajeriadi HIDAYATI, ARINI ULFAH Ikhwan Khairu Sadiqin Ikhwan Khairu Sadiqin Iswan Setiadi Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Kiki Miranti Kurniasih, Tintin Laila Farida Luluk Rachmatul Yasiro Lusia Beti Sumarni M Muslim M. Muslim Marnina Ika Putri Maulidia Maulidia Maulidia Maulidia, Maulidia Maya Istyadji Maya Istyadji Maya Istyadji Mella Mutika Sari Moh. Yamin Muhammad Fajar Muhammad Kusasi Muhammad Kusasi Muhammad Kusasi Muhammad Lutfi Muhammad Luthfi Akmal Muhammad Muslim Muhammad Zaini Muhammad Zaini Munir, M. Jiddan Mishbahul Mustika Wati, Mustika Mutiara Havina Putri Nabila, Bunga Alifia Ninis Hadi Hardiyanti Ninis Hadi Haryanti, Ninis Hadi Noor, Aulia Fauzan Norhasanah Norhasanah Nur Chalisah Nurul Hidayati Utami Pangestu Pradana Hardiawanto Pramita Dwi Rahmati Putri Anggraini Putri Hasanah Rahman, M. Rezki Rahmat Yunus Rahmati, Pramita Dwi Ratna Yulinda Restu Prayogi Riza Arisandi Rizky Febriyani Putri Rusmansyah Rusmansyah, Rusmansyah Ruswaty Ruswaty Sadiqin, Ikhwan Khairu Saidatun Nikmah Saidatun Nikmah Saniatul Hidayah Sauqina Sauqina Sauqina Sri Rahayu Sri Rahayu Sri Siswa Herawati Surya Jaya, Surya Suryajaya Suryajaya Suryajaya Suryajaya, Suryajaya Suyidno Suyidno Syahmani Syahmani Wida Salupi Winarko, Dewi Mulyati Darajatun Wiwik Handayani Yudha Irhasyuarna Yudha Irhasyuarna Yulianti, Yuyun Eka Yuyun Eka Yulianti Yuyun Eka Yulianti Zulfa Rahili