Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Pemahaman Membaca Puisi Siswa Kelas IV SDN Junganyar 02 Krismonarofah, Krismonarofah; Agung Setyawan; Tyasmiarni Citrawati
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 11 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman membaca puisi Siswa Kelas IV SDN Junganyar 02. Metode penelitaian ini menggunakan Deskriptif Kualitatif, dimana Instrumen yang digunakan adalah instrumen wawancara dan instrumen bservasi yang dlaksanakan pada tanggal 25 Februari 2020 . Peneliti menggunakan analisis kualitatif, dimana data yang telah diperoleh seperti hasil wawancara dan observasi akan dianalisis secara kualitatif. Instrumen observasi dan wawancara digunakan pada studi awal penelitian untuk mengetahui informasi mengenai pemahaman siswa tentang membaca puisi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampel Jenuh yang merupakan semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Junganyar 02 yang terdiri dari 14 siswa yang berkisar umur 10 tahun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman membaca puisi siswa di kelas IV SDN Junganyar 02 masih sangat kurang atau rendah sehingga siswa mendapatkan nilai tidak sesuai dengan KKM. Berdasarkan observasi dikelas IV menujukkan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran konversional, kurangnya ketertarikan siswa kepada muatan Bahasa Indonesia.
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas IV Dewi Putri Ramadaniyanti; Tyasmiarni Citrawati
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v12i2.1154

Abstract

Kurangnya kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan masih banyak yang tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) edisi ke V. Masih banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam menulis teks cerita pendek misalnya dalam penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kalimat efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam menulis teks cerpen siswa, (2) mendeskripsikan faktor penyebab kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia, (3) mendeskripsikan upaya dalam mengatasi kesalahaan penggunaan ejaan dalam menulis teks cerpen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, data yang disajikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dari tahap reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah; (1) kesalahan penggunaan ejaan terbanyak yang dilakukan oleh siswa adalah penggunaan huruf kapital di awal kalimat dan kesalahan kalimat efektif terbanyak yang dilakukan oleh siswa adalah pada kelengkapan kalimat, (2) faktor penyebab kesalahan penggunaan ejaan adalah; a) minimnya pengetahuan siswa tentang kaidah ejaan, b) minimnya minat baca siswa, c) kebiasaan siswa tidak melakukan revisi, d) ketidaktelitian siswa dalam menulis dan, e) tidak kondusifnya kelas, (3) upaya yang dapat mengatasi kesalahan ejaan yaitu; a) pembiasaan membaca sebelum belajar, b) penambahan alokasi waktu dalam menulis, c) pendekatan proses dalam kegiatan menulis.
Analysis of The Need for Developing PJOK Modules Containing Traditional Games Jannah, Ana Naimatul; Citrawati, Tyasmiarni
Widyagogik Vol 11, No 4 (2024): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/widyagogik.v11i4.26396

Abstract

The purpose of this research is to analyze the need for developing PJOK modules that incorporate traditional games. This research uses a descriptive qualitative method oriented towards product development. The subjects of this research are 12 teachers and 188 students. Research data were obtained from the completion of observation sheets and questionnaires regarding the needs of teachers and students for the development of PJOK modules incorporating traditional games in elementary schools. The result of this research is the need for a PJOK module based on traditional games, viewed from the aspects of regional potential, student interest, environmental availability, learning objectives, and the necessity of supporting modules.
Enhancing Collaborative and Communication Skills through the Integration of Socio-Technical System Models and Digital Platforms in Primary Education Citrawati, Tyasmiarni
Literasi Nusantara Vol. 5 No. 3 (2025): Literasi Nusantara: July-October 2025
Publisher : Yayasan Citra Dharma Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/a8hcna46

Abstract

This study aims to develop and evaluate the effectiveness of a Socio-Technical System (STS) based learning model integrated with digital platforms to improve collaboration and communication skills among educators and students. The research employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data is gathered through a quasi-experimental pretest-posttest control group design involving ten classes in Pamekasan, Madura, while qualitative insights are gained through case studies and in-depth interviews. Preliminary analysis indicates that current teacher-centered approaches and suboptimal technology integration hinder meaningful pedagogical transformation. The study anticipates that the STS-digital model, incorporating AI-driven feedback and structured collaboration trackers, will significantly increase student collaboration scores and active participation. This research bridges the gap between social interaction and technical infrastructure in primary education, providing a contextual implementation framework for digital transformation in diverse technological settings.
Tren, Research Gap, dan Arah Pengembangan Penelitian Integrasi Nilai Spiritual dalam Pendidikan di Indonesia: Sebuah Systematic Literature Review Atika Maulidina Hs; Agung Setyawan; Tyasmiarni Citrawati; Heri Miarto
Jurnal Pena Karakter : Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pena Karakter (Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter)
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/jpk356

Abstract

Research on the integration of spiritual values in Indonesian education has grown considerably; however, its research trends, development patterns, and existing gaps have not been comprehensively synthesized. This study aims to synthesize empirical findings, map research trends, identify research gaps, and propose future research directions concerning the integration of spiritual values in Indonesian education. A Systematic Literature Review following the PRISMA guidelines was employed. The reviewed articles were collected from SINTA-indexed national journals published within the last five years. From approximately 1,000 initially identified articles, 19 studies met the inclusion criteria and were analyzed using descriptive and thematic approaches. The findings reveal that existing studies are predominantly qualitative and focus on primary education, emphasizing religious habituation, teacher role modeling, school culture, and the integration of spiritual values into Islamic Religious Education and Science learning. Most studies remain at the descriptive–exploratory and interpretative–reflective stages, while experimental research, instructional model development, digital technology integration, AI, and spiritual reasoning remain largely unexplored. These findings indicate the need for more transformative research that integrates spiritual values with digital pedagogy, AI, and ethical dimensions of learning. This review provides a comprehensive overview of current research and offers a foundation for future research agendas on spiritual value integration in Indonesian education.
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas 8 SMP Negeri 1 Wonosari dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Model Pembelajaran Project-based Learning Murni Maulina; Tamara Carolin Fitrisia; Tyasmiarni Citrawati
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v4i2.970

Abstract

Model pembelajaran Project-Based Learning diterapkan dalam pembelajaran bahasa diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Model pembelajaran Project-Based Learning merupakan model pembelajaran berbasis proyek yang menekankan pada aktivitas-aktivitas untuk menghasilkan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Project Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan dengan uji coba sebanyak dua siklus dan berjenis penelitian tindakan kelas. Ujicoba dilaksanakan pada 24 Oktober dan 7 November 2023 dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif berupa persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project-Based Learning di dalam kelas 8E SMP Negeri 1 Wonosari dinilai berhasil, karena menunjukkan hasil yang positif. Hasil yang dimaksud adalah 74,3% keberhasilan peningkatan hasil belajar peserta didik serta 100% keberhasilan peningkatan motivasi belajar peserta didik. Walaupun ada 88,5% peserta didik yang masih mengalami kendala dalam penerapan model pembelajaran project-based learning ini dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak memadai, serta sulitnya koordinasi bersama kelompok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka guru bisa menerapkan model pembelajaran project-based learning agar hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik semakin meningkat. Selain itu juga diperlukan kekonsistenan dari peserta didik agar hasil dan motivasi belajarnya senantiasa meningkat dengan apapun model pembelajarannya.