Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Stakeholders Involvement In The Development Of Munggu Tourism Village As A Sustainable Tourism Attraction Kartimin, I Wayan; Arini, Ni Nyoman; Aditya, I Wayan Putra
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 6 No 1 (2023): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v6i1.146

Abstract

Munggu Tourism Village is one of the villages developed as a community-based tourism village or known as Community Based Tourism (CBT), which is a tourism activity that involves the participation of local communities in the management and development of tourism villages. This study analyzes the role of stakeholders in the development of Munggu Tourism Village and the steps taken in preparing the right strategies and programs for maintaining the sustainability of tourist attractions in Munggu Badung Tourism Village. This study aims to determine the role of stakeholders in the development of Munggu Tourism Village as a sustainable tourist attraction. The approach in this study uses a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of this study show that the involvement of stakeholders in the planning and development of Munggu Tourism Village is the main thing to realize sustainable tourism both in the economic, socio-cultural and natural / environmental fields.
Analisis Kelembagaan Pengelolaan Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, Badung, Bali dan Implikasi Terhadap Keberlanjutan Pariwisata Berbasis Komunitas Darsana, I Made; Yanti, Ayu Suwita; Mariani, Ni Wayan Rena; Kartimin, I Wayan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5729

Abstract

Desa Wisata Bongkasa Pertiwi di Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu destinasi yang berkembang pesat dengan mengandalkan potensi alam, budaya, dan aktivitas wisata berbasis komunitas. Namun, perkembangan tersebut dihadapkan pada tantangan kelembagaan, khususnya terkait ketiadaan badan pengelola formal, lemahnya koordinasi antar-aktor, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta belum optimalnya mekanisme partisipasi dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur kelembagaan formal dan informal, peran aktor lokal, mekanisme partisipasi masyarakat, serta kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, serta merumuskan model kelembagaan yang mendukung keberlanjutan pariwisata berbasis komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap 20 informan kunci, observasi partisipatif, dan analisis dokumen regulasi serta perencanaan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata masih bersifat fragmentaris dan belum terlembagakan secara formal dalam suatu Badan Pengelola Desa Wisata yang mandiri. Koordinasi antar pemerintah desa, banjar adat, pelaku usaha wisata, dan mitra eksternal masih berjalan secara sporadis, sementara kapasitas manajerial, pemasaran digital, dan kemampuan bahasa asing masyarakat relatif terbatas. Partisipasi masyarakat telah berlangsung melalui struktur banjar dan kelompok usaha lokal, namun belum terintegrasi secara optimal dalam perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pembentukan Badan Pengelola Desa Wisata formal, penguatan forum musyawarah partisipatif, program peningkatan kapasitas masyarakat, serta penerapan sistem akuntabilitas dan reinvestasi yang transparan. Model kelembagaan kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan Desa Wisata Bongkasa Pertiwi.
The Influence Of Attraction, Accessibility, Amenity And Ancillary On Tourist Satisfaction At Suwat Waterfall Gianyar, Bali Jumiati, Kadek Ari; Wisnawa, I Made Bayu; Kartimin, I Wayan
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 8 No 2 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i2.281

Abstract

Tourist satisfaction is a critical indicator for sustainable destination development, particularly for emerging natural attractions such as Suwat Waterfall in Gianyar, Bali. This study aims to analyze the influence of attraction, accessibility, amenities, and ancillary services on tourist satisfaction. Using an accidental sampling method, data were collected from 140 visitors through questionnaires, observations, interviews, and documentation. Multiple linear regression analysis revealed that attraction and ancillary services have a significant positive effect on tourist satisfaction, while accessibility and amenities show no significant influence. These findings indicate that the unique natural features of Suwat Waterfall and the supporting services provided strongly shape visitor experiences, whereas infrastructure and comfort facilities require further improvement. This study contributes to tourism research by demonstrating that developing nature based destinations must not only preserve core attractions, but also strengthen service quality to enhance visitor satisfaction and ensure long term competitiveness.
Pura Lingsar sebagai Destinasi Wisata Budaya antara Sakralitas dan Komersialisasi Sumardani, Riski; Anak Agung Ayu Ribeka Martha Purwahita; I Wayan Kartimin; I Made Weda Satia Negara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11313

Abstract

Pariwisata berbasis budaya terus menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi destinasi yang mengandung nilai kesakralan kerap berhadapan dengan dilema antara menjaga tradisi dan memenuhi tuntutan pasar wisata. Walaupun sejumlah penelitian telah menyoroti potensi gesekan antara sektor pariwisata dan ruang religius, kajian mengenai bagaimana komunitas lokal menegosiasikan batas kesakralan sembari meraih manfaat ekonomi masih relatif terbatas. Kekosongan inilah yang melatarbelakangi penelitian mengenai Pura Lingsar di Lombok, sebuah situs yang menggabungkan fungsi keagamaan dan aktivitas wisata. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana hubungan antara pariwisata dan kegiatan bisnis mempengaruhi tata kelola ruang sakral di Pura Lingsar, serta bagaimana masyarakat setempat untuk mempertahankan nilai adat dalam kondisi komersialisasi yang terus meningkat. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dipilih karena pendekatan ini untuk peneliti menggali pemaknaan, persepsi, serta praktik sosial berbagai actor mulai dari wisatawan, tokoh adat, hingga pengelola pura lingsar secara lebih mendalam dan sesuai konteks lokal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesakralan Pura Lingsar tetap terpelihara melalui manajemen berbasis kearifan lokal yang secara jelas memisahkan ruang inti sakral, seperti Kemaliq, yang aksesnya dibatasi, dari area luar yang boleh dimanfaatkan untuk kegiatan wisata seperti Ritual Perang Topat merupakan komodifikasi yang dikendalikan dengan cermat, di mana bagian depan situs dijadikan ruang tontonan, sementara area belakang tetap difungsikan untuk praktik esoteris tanpa keterlibatan pengunjung. Pendekatan tersebut menghasilkan hubungan saling menguntungkan antara kegiatan ekonomi pariwisata dan pelestarian budaya, sekaligus menggeser posisi komunitas dari pihak yang pasif menjadi pengelola aktif. Meski demikian, penelitian ini masih terbatas pada satu lokasi dan belum menelusuri aspek ekonomi secara kuantitatif. Oleh karena itu, studi berikutnya disarankan untuk memperluas objek kajian ke destinasi sakral lain serta memadukan metode kualitatif dan kuantitatif agar pemahaman mengenai keberlanjutan pariwisata budaya dapat diperoleh secara lebih utuh.
Edukasi Digitalisasi Pelatihan dan Pemasaran Produk Dan Jasa Terhadap Pengelola Homestay, Villa, dan Objek Wisata Di Desa Taro Ni Nyoman Nidya Trianingrum; I Wayan Kartimin; Ni Kadek Lani
Prosiding Seminar Nasional Riset dan Pengabdian pada Masyarakat 2024: Penguatan Sumber Daya Desa dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this era of globalization, villages should contribute to developing digitalization for the advancement of villages and making smart villages. Through thematic real-work lectures (KKNTs), the Digital Education program provides guidance and training to the managers of tourist attractions, villas and homestays regarding Digital Education in marketing places or tourist objects so that they can be accessed in social media. In addition, students also provide a digital education work shop with the theme “how to make a good content” with the community as a respondent that can be applied in the management of tourist attractions that exist in the village of Taro. The method used in the digital education program is starting from preparing places and equipment for the work shop of digital education. By bringing in sources that are experts in the field of digitalization as well as preparing some consumption for respondents. Activities included the implementation of digital marketing work shop, making promotional videos at several tourist attractions and home stays, making video promotional Taro tourist village, as well as taking some photos of Taro home stay and tourist objects.
Pemberdayaan dan Optimalisasi Kelurahan Abianbase Berbasis Desa Wisata dengan Kearifan Lokal Komang Fridagustina Adnantara; I Wayan Kartimin; Ni Made Ernila Junipisa; I Gusti Nyoman Wiantara; Ida Ayu Putu Sulastri; I Made Sunata; Pondang Polikarpus Nainggolan; I Ketut Yudana Adi; Ida Ayu Karina Putri
Prosiding Seminar Nasional Riset dan Pengabdian pada Masyarakat 2025: Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu permasalahan yang ada di masyarakat Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung adalah kurangnya rasa menyadari adanya potensi di sekitar mereka yang mungkin bisa mereka gunakan sebagai sumber daya tambahan agar berguna bagi masyarakat kelurahan dan sekitarnya. Salah satu program yang diterapkan di Kelurahan Abianbase adalah Program Pemberdayaan dan optimalisasi Kelurahan berbasis desa wisata dengan kearifan lokal. Tujuan diadakannya program pemberdayaan dan optimalisasi Kelurahan berbasis desa wisata dengan kearifan lokal ini adalah: 1) Untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya potensi yang ada di sekitar; 2) Untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berkarakter, kreatif, dan inovatif; 3) Untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar semangat dalam mewujudkan segala program yang ada. Metode: Melaksanakan 5 program kerja, yaitu dari aspek bisnis, aspek pariwisata, aspek pendidikan, aspek fisik, dan aspek dokumentasi. Hasil: Program ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang, terutama dalam pengembangan UMKM dan pelestarian budaya lokal. Kesimpulan: Program kerja yang dilaksanakan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat setempat dan dapat membuat Kelurahan Abianbase berkembang sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal.
Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal Kelurahan Abianbase Bali Indonesia I Wayan Kartimin; Komang Fridagustina Adnantara; I Gusti Nyoman Wiantara; Ida Ayu Putu Sulastri; I Made Sunata; I Ketut Yudana Adi; Ni Made Ernila Junipisa; Ida Ayu Karina Putri; Pondang Polikarpus Nainggolan
Prosiding Seminar Nasional Riset dan Pengabdian pada Masyarakat 2025: Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan fenomena strategis sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat berbasis kearifan lokal, khususnya di desa-desa yang memiliki potensi namun belum ter optimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran mahasiswa KKN Universitas Triatma Mulya dalam mengoptimalkan potensi Kelurahan Abianbase, Bali, melalui pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, lingkungan, dan promosi digital. Studi ini menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action Research), menggabungkan observasi lapangan, wawancara, pelatihan, dan evaluasi selama lima minggu pelaksanaan KKN.Temuan penelitian ini menambah wawasan konseptual mengenai kontribusi KKN dalam meningkatkan kapasitas produksi Kelompok Wanita Tani (KWT), efektivitas metode pembelajaran berbasis lokal di sekolah dasar, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan, serta penggunaan media digital untuk promosi desa. Hasil menunjukkan bahwa di masa ketidakpastian, seperti setelah pandemi, penguatan potensi lokal melalui KKN dapat menjadi instrumen penting bagi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Studi ini unik dalam hal skala dan kedalaman, karena menyajikan wawasan praktis dan model intervensi yang terintegrasi untuk mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan berbasis kolaborasi multi pihak.
The Influence of Eco-Storytelling and Digital Destination Branding on Tourist Visit Intention to Gunung Salak Village, Tabanan Dewi, I Gusti Agung Ayu Ana Sintya; Dewi, Luh Komang Candra; Kartimin, I Wayan
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 5 No. 1 (2026): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v5i1.5500

Abstract

This study aims to analyze the influence of eco-storytelling and digital destination branding on tourist visit intention to Gunung Salak Village, Selemadeg Timur District, Tabanan Regency, Bali. Gunung Salak Village is registered as a pioneer tourism village on the Jadesta platform of the Ministry of Tourism and Creative Economy, yet its digital promotion and ecological narrative communication remain underdeveloped. Using the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theoretical framework, this quantitative research employed a purposive sampling technique with 100 respondents who had knowledge of or interest in Gunung Salak Village as a tourism destination. Data were collected through questionnaires measured using a five-point Likert scale and analyzed through multiple linear regression using SPSS version 26. The results of the study indicate that eco-storytelling has a positive and significant effect on tourist visit intention (t = 4.217; sig. = 0.000), digital destination branding has a positive and significant effect on tourist visit intention (t = 3.894; sig. = 0.000), and both variables simultaneously have a positive and significant effect on tourist visit intention (F = 38.672; sig. = 0.000) with a coefficient of determination (R²) of 0.441, meaning that 44.1% of the variance in tourist visit intention is explained by eco-storytelling and digital destination branding. These findings imply that strengthening ecological narratives and digital destination identity are essential strategies for developing Gunung Salak Village as a competitive and sustainable rural tourism destination.
HARMONY, HEALING, AND SPIRITUALITY TOURISM: WESTERN TOURISTS ENGAGEMENT WITH MELUKAT RITUALS IN BALI I Nengah Suardhana; I Gusti Bagus Rai Utama; I Wayan Kartimin; Anak Agung Ayu Ratih Kesumadewi
International Journal of Social Science Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v6i1.12837

Abstract

Bali has emerged as a leading global destination for spiritual and wellness tourism, attracting Western travelers in search of personal transformation and inner healing. Among its distinctive cultural practices is the Balinese purification ritual, known as melukat, which employs sacred water as a medium for spiritual cleansing. This study explores the interaction between Western tourists and Balinese spiritual practices, with a particular focus on how melukat is experienced and interpreted within a cross-cultural context. A qualitative research design was adopted, utilizing in-depth interviews and participant observation conducted at selected sacred sites and wellness centers across Bali. The collected data were analyzed thematically to identify key patterns related to tourists’ motivations and processes of meaning-making. The findings reveal four primary motivations driving participation: (1) the desire to escape the pressures of modern life, (2) the search for authentic spiritual experiences, (3) the pursuit of holistic healing, and (4) a fascination with the perceived harmony of Balinese culture. At the same time, the study indicates that many participants reinterpret melukat through individualistic and psychological frameworks, often distancing the practice from its original religious and cosmological significance. Rather than representing a straightforward process of commodification, these interactions reflect a dynamic process of cultural adaptation and transformation. In this process, local communities actively engage with tourism while striving to preserve the core values of their spiritual traditions. This study contributes to the growing body of literature on spiritual tourism by offering a cross-cultural perspective on the reinterpretation of sacred rituals within global tourism contexts. It also underscores the importance of balancing tourism development with cultural preservation to ensure the long-term sustainability and authenticity of Bali’s cultural heritage.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Konsumen di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay Kabupaten Badung I Kadek Adiguna Pranata; Ida Ayu Anggreni Suryaningsih; I Wayan Kartimin
Jurnal Mosaik Hospitaliti Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/jmh.2026.8156

Abstract

The rapid development of Bali's tourism sector has intensified competition among hospitality businesses, encouraging hotels to continuously enhance both their service standards and physical amenities to achieve higher levels of guest satisfaction. This research aims to investigate the extent to which service quality and hotel facilities affect customer satisfaction at Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, located in Badung Regency. The study adopted a quantitative research method using a descriptive design. Primary data were obtained from 80 guests who had previously stayed at the resort through an online questionnaire created with Google Forms. The responses were processed and examined using multiple linear regression analysis with SPSS version 25. The empirical results indicate that service quality exerts a positive and statistically significant influence on customer satisfaction. Similarly, the availability and condition of hotel facilities are also found to have a significant positive impact on guests' satisfaction levels. The simultaneous regression test further demonstrates that both variables collectively contribute to explaining variations in customer satisfaction. These findings suggest that delivering reliable services while maintaining well-equipped and comfortable facilities is fundamental to creating positive guest experiences. Therefore, the study concludes that customer satisfaction at Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay is largely determined by the combined effect of service quality and hotel facilities, highlighting the importance of continuously improving both aspects to sustain guest loyalty and remain competitive within Bali's hospitality market.
Co-Authors Aditama, I Wayan Induyoga Aditya, I Wayan Putra Anak Agung Ayu Ratih Kesumadewi Anak Agung Ayu Ribeka Martha Purwahita Anak Agung Ayu Ribeka Martha Purwahita Anak Agung Gede Sugianthara Arcana, Kadek Arini, Ni Nyoman Budhayana, I Wayan Damayanti, Elok Desak Made Purnama Dewi Dewi, I Gusti Agung Ayu Ana Sintya Galoja, I Made Opan Galoja Gunawan Gunawan Holyness Nurdin Singadimedja I Gusti Bagus Rai Utama I Gusti Nyoman Wiantara I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda I Kadek Adiguna Pranata I Ketut Sutapa I Ketut Sutapa I Ketut Yudana Adi I Made Bayu Wisnawa I Made Darsana I Made Deni Permana I Made Gede Darma Susila I Made Sunata I Made Weda Satia Negara I Made Weda Satia Negara I Nengah Suardhana I Putu Tiana Raditya I Wayan Putra Aditya Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Putu Sulastri Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira Yuda Jumiati, Kadek Ari Kadek Ari Jumiati Komang Fridagustina Adnantara L.K. Herindiyah Kartika Yuni Lubis, Richard Marco Luh Komang Candra Dewi Made Hedy Wartana Ni Kadek Lani Ni Luh Ayu Sara Pertiwi Ni Made Dwi Eka Widiastuti Ni Made Ernila Junipisa Ni Nyoman Arini Ni Nyoman Nidya Trianingrum Ni Putu Yunik Anggreni Ni Putu Yunik Anggreni Ni Wayan Mekarini Ni Wayan Rena Mariani Ni Wayan Rena Mariani Parwati, Komang Shanty Muni Permana, I Made Deni Pondang Polikarpus Nainggolan Putra, Putu Guntur Pramana Putu Agus Prayogi Riski Sumardani Rizki Sumardani Sedana, I Made Dwi Arta Subadra, I Nengah Sudarmawan, I Wayan Eka Suhati, Luh Wawas Suryaningsih, Ida Ayu Anggreni Syamsul Arifin Widiastuti, Ni Made Dwi Eka Yanti, Ayu Suwita