Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Aktivitas Fisik Berhubungan Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Ni Kadek Windy Utami Putri; Nila Wahyuni; Made Hendra Satria Nugraha; Gede Parta Kinandana
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p17

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa masuk ke dalam kategori usia yang rentan mengalami kualitas tidur buruk. Penting bagi seorang mahasiswa untuk menjaga kualitas tidurnya. Kualitas tidur yang buruk akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh. Diperlukan aktivitas fisik yang teratur yang akan mendorong mahasiswa mendapatkan kualitas tidur yang baik. Selain aktivitas fisik dan kualitas tidur yang baik memberikan efek yang baik bagi tubuh, salah satunya dalam kegiatan pendidikan sebagai mahasiswa. Mahasiswa yang memikili aktivitas fisik sedang hingga tinggi dapat menyebabkan terciptanya kualitas tidur yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap kualitas tidur mahasiswa fisioterapi fakultas kedokteran Universitas Udayana. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik yang menggunakan desain cross-sectional dengan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Total subjek yang diperoleh yaitu 48 orang dan sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan dengan melakukan pengukuran tingkat aktivitas fisik dengan kuesioner IPAQ, dan pengukuran kualitas tidur dengan kuesioner PSQI. Hasil: Hasil analisis uji spearman rho didapatkan nilai p=0,028 (p<0,05) dan nilai korelasi sebesar -0,317 yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan, cukup dan tidak searah antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas tidur yaitu semakin tinggi tingkat aktivitas fisik mahasiswa maka kualitas tidurnya semakin baik. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap kualitas tidur mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: aktivitas fisik, kualitas tidur, mahasiswa
Derajat Q Angle Memengaruhi Kecepatan Lari Remaja Pemain Sepak Bola: Studi Observasional Analitik Dini Rahma Sari; Made Hendra Satria Nugraha; Agung Wiwiek Indrayani; Ida Ayu Dewi Wiryanthini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p04

Abstract

Pendahuluan: Genu valgum merupakan kondisi di mana kaki terpisah saat lutut disatukan atau disebut sebagai kaki X. Q angle adalah sudut patella yang terbentuk antara ligamentum patella dan garis lurus dari resultan gaya tarik quadriceps. Pemain sepak bola dengan bentuk lutut genu valgum dapat mengalami pergeseran pada tulang patella dan gangguan fungsional lainnya yang berpotensi mempengaruhi kecepatan lari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat Q angle dengan kecepatan lari pemain sepak bola remaja di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 53 pemain sepak bola menjadi subjek penelitian. Variabel independen adalah derajat Q angle, sedangkan variabel dependen adalah kecepatan lari sejauh 60 meter yang diukur menggunakan stopwatch. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 pemain sepak bola, 34 orang (64,15%) memiliki derajat Q angle yang dikategorikan sebagai normal, sementara 19 orang (35,85%) dikategorikan sebagai abnormal dengan kecepatan rata-rata 9,8. Hasil analisis spearman rho menunjukkan nilai p=0,001, mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara derajat Q angle dengan kecepatan lari. Selain itu, nilai r=0,442 menunjukkan kekuatan hubungan antara derajat Q angle dengan kecepatan lari berada pada tingkat sedang. Simpulan: Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan sedang antara derajat Q angle dengan kecepatan lari pemain sepak bola remaja di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Pemain sepak bola yang memiliki derajat Q angle abnormal (35,85%) berisiko tinggi mengalami penurunan kecepatan lari dan dapat menyebabkan cedera yang lebih serius. Kata Kunci: genu valgum, q-angle, kecepatan lari, cross-sectional, sepak bola
Indeks Masa Tubuh Terhadap Risiko Terjadinya Obstructive Sleep Apnea pada Lansia: Studi Observasional Ika Pradipta Dewi; Ari Wibawa; Made Hendra Satria Nugraha; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p18

Abstract

Pendahuluan: Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan suatu kondisi gangguan kualitas tidur, dimana episode abnormal frekuensi pernapasan dikaitkan dengan penyempitan periodik saluran udara bagian atas selama tidur, yang mengakibatkan henti napas secara intermiten. Salah satu faktor yang mengakibatkan terjadinya OSA adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara IMT dengan risiko terjadinya Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada lansia di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati. Metode: Analisis observasional cross sectional adalah metodologi penelitian yang digunakan. Purposive sampling adalah metode sampling yang digunakan. Menurut kriteria yang ditetapkan, ada 65 sampel. Data penelitian yang dikumpulkan berupa skor IMT dan Modified Berlin Questionare (MBQ). Data berat dan tinggi badan digunakan untuk menghitung nilai IMT, sedangkan kuesioner MBQ digunakan untuk menentukan tingkat risiko OSA. Hasil: Hasil uji hipotesis korelasi spearman’s rho didapatkan p=0,000 (p<0,05) dan r=0,592, dimana terdapat hubungan yang signifikan dan berkorelasi kuat, searah antara IMT terhadap risiko terjadinya OSA pada lansia di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati. Simpulan: Ada hubungan antara IMT terhadap risiko terjadinya OSA pada lansia di Desa Guwang Kecamatan Sukawati. Kata Kunci: IMT, OSA, lansia
Gambaran Tingkat Risiko Musculoskeletal Disorders pada Cleaning Service di RSPTN Universitas Udayana Fayza Angelica Mupti; Putu Ayu Sita Saraswati; Ni Wayan Tianing; Made Hendra Satria Nugraha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p10

Abstract

Pendahuluan: Pekerja cleaning service adalah seseorang yang memiliki tugas untuk memelihara dan menjaga kebersihan di suatu tempat. Aktivitas cleaning service seperti mengangkat benda, menunduk, membungkuk, dan memutar pada saat memindahkan barang dapat menimbulkan keluhan atau gangguan salah satunya yaitu musculoskeletal disorders (MSDs). MSDs dapat tejadi pada otot skeletal mulai dari keluhan yang terasa ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat risiko MSDs dan distribusi postur kerja pada pekerja cleaning service di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Universitas Udayana (RSPTN Unud). Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 45 subjek dan telah sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi, dan drop out yang telah ditetapkan. Data penelitian didapatkan dengan mengukur risiko MSDs menggunakan kuesioner Quick Exposure Check (QEC) dan penilaian postur tubuh dengan menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat risiko MSDs dengan action level 3, yaitu sebanyak 34 responden (75,6%). Terdapat 6 responden (13,3%) yang memiliki tingkat risiko MSDs dengan action level 4 dan terdapat 5 responden (11,1%) yang memiliki tingkat risiko MSDs dengan action level 1. Hasil pengukuran postur kerja dengan REBA menemukan bahwa sebanyak 25 responden (55,6%) tergolong dalam tingkat risiko sedang dengan rentang skor 4-7. Sejumlah 20 responden (44,4%) tergolong dalam tingkat risiko rendah dengan rentang skor 2-3. Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran tingkat risiko MSDs dan postur kerja pada pekerja cleaning service di RSPTN Unud pada tahun 2022. Kata Kunci: musculoskeletal disorders, cleaning service, kuesioner quick exposure check
Indeks Massa Tubuh Berhubungan dengan Kecepatan Waktu Reaksi Auditori pada Anak Usia 8-11 Tahun I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi; I Made Niko Winaya; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Made Hendra Satria Nugraha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p15

Abstract

Pendahuluan: Indeks massa tubuh yang tidak normal dapat memengaruhi kecepatan waktu reaksi auditori pada anak. Waktu reaksi auditori merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan respon terhadap rangsangan suara yang datang dengan waktu secepat-cepatnya. Waktu reaksi auditori berperan penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran anak di sekolah. Tujuan penelitian ini yakni untuk mencari tahu hubungan antara indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 5 Peguyangan. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek yaitu 77 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur indeks massa tubuh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan sedangkan kecepatan waktu reaksi auditori diukur dengan millisecond software (simple auditory reaction time). Hasil: Berdasarkan uji analisis non parametrik spearman rho dari indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi r=0,492. Simpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 5 Peguyangan. Kata Kunci: waktu reaksi auditori, indeks massa tubuh, anak
Penatalaksanaan fisioterapi pada keterbatasan aktivitas fungsional pada carpal tunnel syndrome: a case report Ni Made Ayu Sari Dewi; Made Hendra Satria Nugraha; Kadek Arya Wiguna
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3472

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan kondisi neuropati yang disebabkan oleh kompresi pada terowongan karpal sehingga menekan saraf medianus dan menyebabkan penurunan fungsi dari saraf medianus. Faktor risiko terjadinya CTS yaitu kehamilan, pekerjaan yang mengandalkan pergelangan tangan dan pekerjaan berbasis komputer. Selain itu CTS juga dapat disebabkan akibat cedera pada pergelangan tangan, trauma jaringan lunak maupun patah tulang. Rehabilitasi fisioterapi menggunakan elektroterapi, ultrasound, terapi latihan dan manual terapi yang dapat membantu dalam pemulihan nyeri, kekuatan otot dan range of motion (ROM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada Carpal Tunnel Syndrome terhadap nyeri, kekuatan otot, serta peningkatan ROM wrist. Metode penelitian studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien Carpal Tunnel Syndrome di RSUD Bali Mandara. Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri, penurunan kekuatan otot dan penurunan ROM. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah elektroterapi dan ultrasound yang dikombinasikan dengan terapi latihan dan manual terapi yang dilakukan selama 3 kali. Hasil penelitian ini adalah pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) menunjukkan penurunan pada nyeri gerak 3 menjadi 2, nyeri diam tetap 0 sedangkan nyeri tekan tidak ada penurunan dari 2. Kekuatan otot dengan Muscle Test Grading (MTG) grup otot dorsiflexor, palmarflexor, radian dan ulnar deviator tidak terdapat peningkatan. Range of motion (ROM) diukur dengan goniometer tidak terdapat peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa elektroterapi, ultrasound diathermy yang dikombinasikan dengan terapi latihan dan terapi manual yang dilakukan 3 kali sesi tidak memberikan efek yang signifikan terhadap penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot dan peningkatan ROM. Hal ini dapat dipengaruhi oleh riwayat dan penyakit penyerta dari pasien.
The relationship between blood pressure and risk of fall of the elderly in Kelating Village, Tabanan, Bali Dewa Ayu Ketut Indriani Putri; Desak Made Wahyu Ariningsih; Govinda Vittala; Made Hendra Satria Nugraha
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.94

Abstract

Background: Increasing the age of the elderly will cause a decrease in body functions. One is a decreased cardiovascular function, triggering cardiovascular disorders such as increased blood pressure. Increased blood pressure in the elderly can affect postural balance, so that it can cause an increase in the risk of falls in the elderly. Methods: The study used a cross-sectional analytic design. This study was conducted on May 22, 2022. The sample in this study was selected using a simple random sampling technique. The number of samples in this study was 78 people. The data was analyzed using the SPSS software, which was divided into three parts, namely univariate analysis to describe the frequency distribution of each variable, normality test to determine whether the distribution of data was normally distributed or not where the normality test used the KoImogrov-Smirnov test and bivariate analysis to determine the relationship between the two variables analysis method used Spearman's Rho test. Results: The relationship between systolic blood pressure and risk of fall was p=0.000 and r=0.866, while the relationship between diastolic blood pressure and risk of fall was p=0.000 and r=0.520. Conclusion: This study concludes that there was a relationship between blood pressure and the risk of falls in the elderly in Kelating Village.
Relationship between smartphone usage duration and the risk of eye strain complaints Putra, Tjokorda Gde Budi Widiana; Andayani, Ni Luh Nopi; Juhanna, Indira Vidiari; Nugraha, Made Hendra Satria
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.136

Abstract

Background: A smartphone is a device that is widely used by various groups, one of which is college students. The use of smartphones by college students can be seen from their needs in the learning process. Smartphones are one of the most significant sources of electromagnetic waves that, if used excessively, might affect eye health. Eye strain is a complaint to the eyes that generally occur due to excessive smartphone use. Objective: This study aimed to examine the relationship between the duration of smartphone use and undergraduate students’ eye strain risk. Methods: This study was a cross-sectional analytical observational study between September 2022 and December 2022. The 104 students in the Physiotherapy Study Program at Faculty of Medicine, Universitas Udayana, who ranged in age from 20 to 23, were the study's participants. Total sampling was used as a non-probability sampling technique. Results: The results of the study found that 16 people (15.4%) had an excellent smartphone usage duration of ≤ 4 hours and 88 people (84.6%) had a lousy smartphone usage duration of > 4 hours. The results of the Spearman Rho non-parametric analysis test showed a relationship between the time of smartphone use and eye strain complaints in students (p= 0.001) with a positive coefficient (r= 0.328). Conclusion: There was a significant relationship between the duration of smartphone use and undergraduate students’ eye strain risk.
The relationship between long standing and hallux valgus degrees in market traders Ni Nyoman Jesica Salsabilla Maharani; I Putu Yudi Pramana Putra; Ni Wayan Tianing; Made Hendra Satria Nugraha
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.158

Abstract

Background: Hallux valgus is a deformity in the foot or a disorder characterized by a change in shape in the first metatarsophalangeal joint deviating towards the medial and the first big toe deviating laterally with rotation, symptoms caused such as swelling, redness, and pain. Long standing is one of the risk factors for hallux valgus. The recommended duration of standing is around 2.5 hours per day, and the increase in the recommendation may have a greater risk of getting Hallux valgus. The purpose of this study was to determine the relationship between long-standing and the degree of hallux valgus in market traders in Sanur, Bali. Methods: This study used cross-sectional analytical observation with a sample of market traders in Sanur totaling 31 people. The measuring instruments used to determine hallux valgus are the goniometer and Manchester scale. Data analysis in this study used the Spearman rho test. Results: Based on data analysis in the study, a positive correlation number of 0.506 was obtained with a significance value of p= 0.004, which means that there was a significant positive correlation between long-standing variables and the degree of hallux valgus in market traders in Sanur. Conclusion: There was a significant positive relationship between the long standing and the degree of Hallux valgus market traders in Sanur, Bali.
Prevalence study of musculoskeletal disorders among bank workers Gede Maheza Wiratama; Made Hendra Satria Nugraha; Ni Luh Nopi Andayani
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v5i1.184

Abstract

Background: A formal worker is anyone who works for a business entity that has been registered at a government office. Those who work in the formal sector are identical to office work, with long duration of work, tend to be in a static position, and there are repetitive movements, thereby increasing the potential of musculoskeletal disorders (MSD). This can interfere with work productivity and work outcomes expected of formal sector workers. Methods: This study was a descriptive-analytic study with a cross-sectional approach with purposive sampling technique. Data was collected in June 2022 using a personal data questionnaire and the Nordic body map (NBM) questionnaire. Descriptive analysis was performed on the data using IBM SPSS 26 software. Results: Musculoskeletal complaints were found in the upper neck 8.8%, lower neck 6.8%, left shoulder 6.8%, right shoulder 5.4%, back 7.3% and waist 8.3%. Twelve people experienced moderate pain in the waist, 7 people experienced pain in the upper neck, and 2 people experienced very painful feeling in the waist. There were 35 respondents have a low MSD risk level 87.5% and 5 respondents have a moderate MSD risk level 12.5%. Conclusion: The respondents mostly had complaints around the upper neck, lower neck, left shoulder, right shoulder, back, and waist. There were risks of MSD in formal sector workers of risk of the MSD complaints experienced is predominantly low. The ergonomics approach can be applied to respondents with a higher level of risk. Keywords: Formal worker, musculoskeletal disorder, nordic body map, posture
Co-Authors Adhitya, I Putu Gde Surya Adiniti, Ni Made Wulan Handayani Adiniti Agatha, Stanisela Agung Avinda Dewi Agung Wiwiek Indrayani Agung Wiwiek Indrayani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Istri Dinda Pradnyaningrum Anggreni, Kadek Novi Antari, Ni Komang Ayu Juni Ari Wibawa Ari Wibawa Aryaning Dwi Antyesti Desak Made Wahyu Ariningsih Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Kadek Agung Ayu Laksmi Dini Rahma Sari Emily Devina Kartawijaya Fayza Angelica Mupti Ferdi Alkindi Gede Maheza Wiratama Gede Parta Kinandana Gede Parta Kinandana Ghanana Zuhadawa Gita Karunia Saraswati, Ni Luh Putu Govinda Vittala Hafizh Marin I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi I Gusti Ayu Artini I Made Krisna Dinata I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Made Winarsa Ruma I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Mahendra Putra I Putu Mahendra Putra I Putu Mahendra Putra I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ika Pradipta Dewi Indira Vidiari Juhanna Jeninha Ilandia Reis Henriques Juhanna, Indira Vidiari Kadek Agung Ayu Laksmi Dewi Kadek Arya Wiguna Kadek Dwi Pradnya Lestari Kadek Novi Anggreni Kadek Trimayunika Julia Kamayoga, I Dewa Gede Alit Ketut Trisandy l Made Niko Winaya Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Rania Deviyanti Marcia Lolinha das Neves da Costa Muh. Irfan Muhammad Irfan Muhammad Samudra Anugrah Narta Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa Ni Kadek Ardya Shinta Alverina Ni Kadek Windy Utami Putri Ni Koman Gorin Sabatini Ni Koman Gorin Sabatini Ni Komang Ayu Juni Antar Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Ayu Juni Antari, Ni Komang Ayu Ni Luh Gede Puji Andini Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Anggi Kristiyanti Ni Made Ayu Sari Dewi Ni Made Ferriyani Ni Made Indri Sagita Ni Nengah Vindia Herinasari Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Jesica Salsabilla Maharani Ni Nyoman Mekar Sari Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Wahyuni Ni Putu Diyah Ayuningtiyas Ni Putu Silvia Yunia Dewi Ni Putu Sukma Nathania Ni Wayan Bintang Mida Suputri Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nyoman Trisna Narta Dewi, Anak Ayu Pradnyadewi, Putu Premanatara Puriyanti, Ni Made Rika Putra, Tjokorda Gde Budi Widiana Putu Ayu Sita Saraswati Putu Bulan Permatadewi Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma R Gusti Haryo Budi Pangestu Ratini, Ni Kadek Rosyida Aprilia Wulandari Sabatini, Ni Koman Gorin Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati, Putu Ayu Sita Sayu Aryantari Putri Thanaya Selvi Sihabuddin Stanisela Agatha Sunantara, Anak Agung Alit Wahyu Susy Purnawati Thanaya, Sayu Aryantari Putri Tirza Nanda Kristanti Vida Nanda Chattalia Vittala, Govinda Wahyuddin, Wahyuddin Wati, Putu Erna Sintya Widiyantari, Komang Ayu Wiratama, Gede Maheza