Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Histopatologi Paru-paru Mencit Jantan Pascapaparan Asap Rokok Elektrik Sartika, Nola Alfieni; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Putra, I Putu Werdikta Jayantika
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.119 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi parenkim paru-paru mencit (Mus musculus) jantan pascapaparan asap rokok elektrik (vaping). Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok I (P0) sebagai kelompok kontrol yakni tanpa perlakuan pemaparan asap rokok elektrik dan kelompok II (P1) yang terdiri dari 12 ekor mencit adalah sebagai kelompok perlakuan yang diberi paparan asap rokok elektrik selama 30 menit setiap hari dengan kadar nikotin 6 mg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga kali pengambilan sampel minggu ke -1, -2 dan -3 pasca perlakuan. Hasil yang diperoleh secara deskriptif pada pengamatan terdapat perubahan histopatologis yaitu degenerasi dan nekrosis sel pneumosit tipe I dan proliferasi sel pneumosit tipe II pada kelompok perlakuan. Dari analisis sidik ragam menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (P<0.05) antara kontrol dan perlakuan sedangkan terhadap waktu atau lamanya paparan (P>0.05) tidak berpengaruh nyata. Dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok elektrik dapat menimbulkan degenerasi dan nekrosis sel pneumosit tipe I dan proliferasi sel pneumosit tipe II pada kelompok perlakuan serta meningkatkan ketebalan septa alveoli.
Perubahan Histopatologi Hati dan Paru Mencit Pascainduksi dengan Zat Karsinogenik Benzo(a)piren Bire, Ienoliski Rohi; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.286 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati dan paru-paru mencit pascainduksi dengan zat karsinogenik benzo(a)piren. Penelitian ini menggunakan 10 ekor mencit jantan yang dipelihara pada lingkungan serta diet yang sama. Mencit kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok I diinjeksi dengan benzo(a)piren sebanyak 0,3 mg dalam 0,1 mL oleum olivarium secara subkutan sedangkan kelompok II hanya diinjeksi dengan oleum olivarum dengan cara yang sama. Setelah satu bulan, semua mencit dikorbankan. Sampel jaringan hati dan paru dimasukan kedalam NBF 10% untuk proses pemeriksaan histopatologi lebih lanjut. Data pemeriksaan histopatologi hati dan paru kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya perbedaan gambaran histopatologi hati dan paru mencit antara kelompok I dibandingkan dengan kelompok II. Adapun gambaran mikroskopik yang dominan pada kelompok I adalah: pada hati terjadi kongesti pada vena sentralis serta nekrosis pada sel hepatosit. Pada paru terjadi nekrosis serta adanya penebalan septa alveoli dan infiltrasi sel radang sedangkan untuk kelompok II, tidak terdapat perubahan pada gambaran mikorskopiknya. Berdasarkan hasil penelitian, zat karsinogenik benzo(a)piren dapat menyebabkan terjadinya kongesti pada vena sentralis serta nekrosis pada sel hepatosit serta penebalan pada septa alveoli dan adanya infiltrasi sel-sel radang mononuklear pada paru.
Pengimbuhan Asam Format Menurunkan Jumlah dan Diameter Folikel Limfoid Limpa, dan Memperkecil Diameter Folikel Limfoid Bursa Fabricius Aristawati, I Dewa Agung Ayu Irma; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.579 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.228

Abstract

Salah satu cara dalam meningkatkan efisiensi kecernaan pakan adalah dengan menambahkan feed additive. Asam organik yang sering digunakan sebagai feed additive, adalah asam format, karena sifat kelarutannya yang tinggi dalam air. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian asam format terhadap folikel limfoid bursa Fabricius dan limpa ayam, dilakukan penelitian dengan menggunakan 18 ekor day old chick (DOC) ayam kampung dengan tiga perlakuan yakni perlakuan kontrol (P0) ayam diberikan minum yang tidak mengandung asam format. Perlakuan 1 (P1) ayam diberikan air yang mengandung asam format (pH 2,5) dan perlakuan 2 (P2) ayam diberikan air yang mengandung asam format (pH 3,5). Masing masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam sebagai ulangan (n). Ayam ditimbang bobot badannya sebelum diberikan perlakuan. Enam minggu pasca perlakuan, ayam ditimbang kembali dan dikorbankan nyawanya dengan cara dislokasi capitis serta dilanjutkan dengan nekropsi. Organ bursa Fabricius dan limpa diambil dan dimasukkan dalam formalin 10%, jaringan yang telah difiksasi kemudian diproses dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan pH air minum akibat pemberian asam format tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah folikel limfoid bursa Fabricius. Namun, berpengaruh nyata terhadap penurunan diameter folikel limfoid bursa Fabricius. Hasil penelitian juga menunjukkan penurunan pH air minum berpengaruh nyata terhadap penurunan jumlah dan diameter folikel limfoid pulpa putih limpa. Simpulannya adalah pemberian air minum yang asam menekan sistem imun ayam kampung.
Profil Bobot Badan dan Tingkat Mortalitas Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Selama Pembentukan Fibrosarkoma yang Dipicu oleh Benzo(a)piren Sewoyo, Palagan Senopati; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.1

Abstract

Benzo(a)piren (BaP) merupakan satu di antara beberapa contoh polisiklik aromatik hidrokarbon yang berasal dari hasil sisa pembakaran tidak sempurna bahan organik. Senyawa BaP seringkali digunakan pada penelitian untuk menginduksi fibrosarkoma. Secara umum pasien yang mengalami kanker akan mengalami penurunan bobot badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil bobot badan, waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan fibrosarkoma serta tingkat mortalitas tikus jantan galur Sprague Dawley setelah diinjeksi dengan BaP. Penelitian ini digunakan 18 ekor tikus dengan dua perlakuan. Tikus pada perlakuan 0 (P0) tidak diberi perlakuan, sedangkan tikus pada perlakuan I (PI) diinjeksi dengan BaP 0,3% yang dilarutkan dalam oleum olivarum 0,1 mL sebanyak sepuluh kali yang diberikan bertahap dengan interval dua hari melalui injeksi subkutan. Tikus P0 dan PI berjumlah masing-masing enam dan 12 ekor. Larutan BaP dibuat dengan cara dilarutkan dalam oleum olivarum, dicampur dan diaduk sampai homogen. Bobot badan tikus ditimbang pada awal penelitian kemudian dilakukan secara rutin setiap seminggu sekali selama 19 minggu. Diawal penelitian rerata bobot badan tikus pada P0 dan PI secara berurutan adalah 121,43 ± 7,04 g dan 131,49 ± 16,31 g. Rerata bobot badan tikus pada P0 dan PI dari minggu pertama hingga ke-19 adalah 178,53 ± 29,97 g dan 159,20 ± 14,24 g. Waktu yang dibutuhkan untuk memicu fibrosarkoma adalah 85,5 ± 17,6 hari. Tingkat mortalitas pada perlakuan P0 adalah 0% dan pada perlakuan PI 8,33%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian BaP secara signifikan menurunkan profil bobot bobot badan tikus dan memiliki tingkat mortalitas mencapai 8,33%.
Efek Viroterapi Virus Newcastle Disease Terhadap Histopatologi Paru-Paru Tikus Penderita Fibrosarkoma Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.355

Abstract

Viroterapi adalah pemanfaatan virus onkolitik untuk pengobatan kanker. Virus Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu virus onkolitik, yakni virus yang mampu bereplikasi dan membunuh sel tumor tanpa menimbulkan kerusakan pada sel sehat. Virus ini dikatakan mampu bereplikasi hingga 10.000 kali lebih cepat pada sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi (HP) paru-paru tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi dan tikus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi dengan virus ND isolat Tabanan-1/ARP/2017. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dengan tiga ulangan disetiap perlakuan. Perlakuan P0 (kontrol negatif) adalah tikus yang tidak menderita fibrosarkoma, P1 (non-viroterapi) adalah tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi, dan P2 (viroterapi) adalah virus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi menggunakan virus ND dengan dosis 0,5 mL/29 HA Unit. Variabel gambaran HP paru-paru yang diamati untuk membandingkan antara ketiga perlakuan adalah hemoragi, kongesti dan edema. Data hasil pengamatan terhadap masing-masing variabel dilakukan skoring sesuai dengan tingkat keparahan lesinya, lalu dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada lesi ditemukan pada paru-paru tikus P0. Gambaran histopatologi paru-paru pada P1 menunjukkan adanya lesi hemoragi, kongesti dan edema yang dominan, sedangkan pada P2 hanya lesi kongesti yang dominan tanpa adanya hemoragi. Hasil pengamatan menunjukkan, viroterapi menggunakan virus ND efektif untuk mengurangi lesi hemoragi namun kurang efektif untuk lesi kongesti. Secara keseluruhan, lesi pada kelompok viroterapi menggunakan virus ND lebih ringan jika dibandingkan dengan tikus yang tidak di viroterapi.
Pemberian Salep Ekstrak Daun Kersen, Efektif Meningkatkan Proses Angiogenesis Pada Kesembuhan Luka Insisi Kulit Mencit Hiperglikemia Nadira, Laras Ayu; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.851

Abstract

Kesembuhan luka pada penderita hiperglikemia akan lebih lambat dari kesembuhan luka normal yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa di dalam darah, sehingga menurunkan aliran darah dan memperlambat proses mengeringnya luka. Dalam upaya penyembuhan luka yang dikomplikasi dengan hiperglikemia, dapat dilakukan dengan penggunaan pengobatan tradisional, salah satunya dengan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.). Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kersen terhadap percepatan kesembuhan luka insisi kulit mencit yang mengalami hiperglikemia melalui pengamatan proses angiogenesis. Penelitian ini menggunakan sebanyak 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan sebagai hewan coba yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, (T0) dengan konsentrasi ekstrak daun kersen 0%, (T1) 30%, (T2) 40%, dan (T3) 50%. Mencit diinduksi menggunakan aloksan (150 mg/kg BB, intraperitonial) agar hiperglikemia, kemudian diinsisi di punggung dengan panjang luka ± 1,5 cm dan kedalaman ± 2 mm hingga mencapai subcutan. Selanjutnya diberikan perlakuan menggunakan salep ekstrak daun kersen secara topikal selama 5 hari, lalu dibiopsi pada hari ke-6. Proses penyembuhan luka diamati pada preparat histopatologi berdasarkan hasil angiogenesis, lalu dilakukan perhitungan rerata jumlah pembuluh darah pada masing-masing perlakuan. Hasil yang didapatkan adalah pemberian salep ekstrak daun kersen pada luka insisi kulit mencit hiperglikemia terbukti dapat meningkatkan proses angiogenesis, dilihat dari hasil perbandingan rerata jumlah pembuluh darah antara keempat kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak daun kersen 50% terbukti memiliki rerata jumlah pembuluh darah hasil proses angiogenesis yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 0%, 30%, dan 40% sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka insisi kulit mencit yang mengalami hiperglikemia.
Effect of Maternal Antibodies on Histopathogenesis of Newcastle Disease Virus in Broiler Chickens I Made Galih Diparayoga; Nyoman Mantik Astawa; Anak Agung Ayu Mirah Adi
Veterinary Science and Medicine Journal Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.544 KB)

Abstract

The aims of this research were to overview the effect of maternal antibodies on the histopathological changes and viral antigen distribution of the broiler chickens challenged with ND APMV-1 virus. A total of 100 chicken were allotted into 3 treatment groups consisting of group I (titer antibodies< 23 HI Unit), group II (titer antibodies 23 – 24 HI Unit) and group III (titer antibodies> 24 HI Unit). All group I, II and III were inoculated with ND virus isolates of type viscerotropic velogenic at the dose of 1000 TCID50. The histopathological changes observed in nervous system were endotheliosis and perivascular cuffing. Immunohistochemistry staining showed that NDV infected cells were found in most organs both in inflammatory cells and in epithelial cell of many organs mainly in nervous, respiratory and digestive systems. Neurological symptoms and neural lesions were highest in group II (titer antibodies 23 – 24 HI Unit)
Pathological Lesions in Chicken Embryo Caused by Newly Virulent Isolate of Newcastle Disease Virus (LESI PATOLOGIS PADA EMBRIO AYAM YANG DISEBABKAN ISOLAT VIRUS PENYAKIT TETELO TERBARU YANG VIRULEN) I Gede Hendra Prasetya Wicaksana; Anak Agung Ayu Mirah Adi; I Made Kardena
Jurnal Veteriner Vol 20 No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.464 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.3.337

Abstract

Newcastle disease is a pathogenic viral disease in poultry which is infectious and can cause massive economic losses. The disease is still endemic in Indonesia. To understand the pathogenesis and the distribution pattern of the virus in the tissues, pathological observation was evaluated using newly virulent isolate Newcastle disease virus (NDV) that was inoculated in embryonated chicken eggs. As many as seven embryonic chicken eggs aged 11 days and specific antibody negative against Newcastle disease, divided into two categories: inoculated with phosphate buffer saline and inoculated with isolates. Then the allantois fluid was tested using hemagglutination assay and hemagglutination inhibition tests to prove the infection serologically. The hearts, lungs, livers and small intestines of the inoculated products were collected and followed with the process of histopathological preparation using Hematoxylin and Eosin (HE) stain. The pathological analysis showed that all organs had necrosis, hemorrhages, inflammation, and congestion. Congestion and hemorrhages in the hearts only occurred at 60% of the samples. However, necrosis, hemorrhages, and inflammation that were observed in liver occurred at 60%, 40% and 60% of the samples, respectively. Furthermore, the hearts were edema, thinner in the heart muscle fibers; while in the lungs, proliferation of pneumocyte type II was founded. Our finding provided valuable insight into the pathology of a virulent isolate of NDV which is dominated by blood circulation disorders with necrosis and inflammation in the chicken’s embryos and have important implication for the future studies.
Karakteristik Molekuler Virus Avian Orthoavulavirus 1 Genotipe VII yang Diisolasi dari Tabanan Bali (MOLECULAR CHARACTERISTIC OF AVIAN ORTHOAVULAVIRUS 1 GENOTYPE VII ISOLATED FROM TABANAN BALI) Anak Agung Ayu Mirah Adi; I Nyoman Mantik Astawa; I Nengah Wandia; I Gusti Agung Arta Putra; Ida Bagus Oka Winaya; Anak Agung Keswari Krisnandika; Anak Agung Oka Wijaya
Jurnal Veteriner Vol 20 No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.964 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.4.593

Abstract

Newcastle disease (ND) is a very harmful avian disease, endemic in Indonesia and various parts of the world. The causative agent is ND virus or Avian orthoavulavirus 1 (AOAV-1). This virus is an RNA virus with wide genetic variation. Based on the genome length, it can be classified into AOAV-1 Class I and II. Class I are generally avirulent whereas Class II are consist of both virulent and avirulent viruses, currently there are 18 genotypes of the class II. To find out the molecular characteristics of AOAV-1 currently circulating in the field, isolation and identification of viruses from laying hens that was suspected ND from Tabanan Bali in 2017, was performed. The isolated viruses hereafter named as Tabanan1/ARP / 2017. A one-step RT-PCR reaction was carried out to amplify NP, F and HN gene fragments from the virus using three specific pairs of AOAV-1 primers. The obtained nucleotide sequences are then used in phylogenetic analysis. For phylogenetic analysis several strains of AOAV-1 from class II representing genotype I-VII as well as one strain from Class I were accessed from GenBank. From the analysis of the F gene nucleotide sequences, it was found that Tabanan 1 / ARP / 2017 is a genotype VII virus with an amino acid sequence at the F protein cleavage site is 112 R-R-Q-K-R-F117, a typical virulent strain. Phylogenetic analysis using nucleotide sequences NP and HN genes also positioned this isolate in genotype VII. At the nucleotide level, genetic distance with virulent isolates that was isolated in 2007 and 2010 were 8.26% and 1.08% while at the amino acid level were 5.26% and 0.64%. There were found mutations in amino acids at positions 107 and 108 of F protein.
Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn) Mampu Meminimalkan Efek Imunosupresif Monosodium Glutamate (EFFECTIVENESS OF MANGOSTEEN PEEL EXTRACT (GARCINIA MANGOSTANA LINN) IN MINIMIZING THE IMMUNOSUPPRESSIVE EFFECT OF MONOSODIUM GLUTAMATE) Anak Agung Bagus Bramardipa; Anak Agung Ayu Mirah Adi; I Gusti Agung Arta Putra
Jurnal Veteriner Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.491 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.2.211

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) is commonly used as a food additive or flavoring worldwide, unfortunately MSG is reported to have a toxic effect to the immune system, that can lead to an immunosuppressive conditions. One of immunosuppressive signs in chickens is atrophy of bursa Fabricius (BF). Mangosteen peel extract contains active substances and other components that can act as an immunomodulator. The aim of this study was to evaluate the immunosuppressive effects of MSG and the effectiveness of mangosteen peel extract in minimizing the immunosuppressive effects of the MSG. This study used a completely randomized design with four treatments namely A, B, C and K consisted four chickens each. The chickens in treatment A, B, C and K were given feed containing MSG 20% W/W and mineral water for drinking, commercial feed and mineral water containing 2% W/V mangosteen peel extract, MSG 20% W/W and mineral water containing mangosteen peel extract 2% W/V and commercial feed and drinking water without mixture. (control), respectively. Based on the results of this study, it was found that the administration of feed containing 20% MSG could result in bF atrophy with a very low bF index (p <0.01) if compared with B, C, and K-treatment. Prominet histopathological (HP) features of bF of chickens under treatment A are follicular atrophy and interfollicular edema. Treatment with feed containing 20% MSG along with the administration of drinking water containing 2% mangosteen peel extract keeps on maintaining the bF under normal condition even microscopically was found macrophages proliferation inside the lymphoid follicle. Based on clinical symptoms, index of bF and histopathological features, it can be concluded that MSG has immunosuppressive effects on chicks and mangosteen peel extract in drinking water can minimize this effect.
Co-Authors Agung Arta Putra, I Gusti AGUSTINA SETIA Aida Lousie Tenden Rompis Alberto Agustinho Pereira Da Costa Joao Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Keswari Krisnandika Anak Agung Oka Wijaya Aras, Fatmawati Aristawati, I Dewa Agung Ayu Irma Astuti Nur Astuti Nur ASWEROS UMBU ZOGARA Bayu Setiabudi Benu, Lolang Loriana Bire, Ienoliski Rohi BORO, REGINA MARIA Chiharu Hongo Costa, Santa Luciana LDV da da Costa, Santa Luciana Diaz Vera Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dzikri Nurma'rifah Takariyanti Eisaku Tamura Elyda . Fedri Rell Ferbian Milas Siswanto Gusti Ayu Yuniati Kencana Hernomoadi Huminto Hidayatullah, Lalu Syarif I Dewa Made Adhiwitana I Gede Hendra Prasetya Wicaksana I Gusti Agung Arta Putra I GUSTI AGUNG AYU AMBARAWATI I Gusti Agung Dewi Sarihati I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Kadek Swastika I Ketur Berata I Ketut Berata I Ketut Berata, I I KETUT ELI SUPARTIKA I Ketut Eli Supartika I Ketut Suastika I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Galih Diparayoga I Made Kardena I Made Kardena, I I Made Merdana I Made Sudarmaja I Made Sukada i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Wayan Wirata I Wayan Wita Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Oka Winaya, Ida Ida Bagus Windia Adnyana Jane Austen Peni Jayawardhita, Anak Agung Gde Juni Gressilda L. Sine Kadek Karang Agustina Komang Andika Purnama Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni L.Sin, Juni Gressilda Lies Parede Hernomoadi Loaloka, Meirina S Loaloka, Meirina S Loaloka Luh Made Sudimartini M. Farhan Al Ma'arif Mada, Maria Magdalena Ki Maria F Vinsensia D P Kewa Niron Maria Goreti Pantaleon Marissa Divia Dayanti Marissa Divia Dayanti Marson, Fransiska Gratia Sonita Meirina S Loaloka Meirina Sulastri Loaloka Mia Monica Nadira, Laras Ayu Ni Luh Putu Eka Diarthini Nita, Maria Helena Dua Nofantri, Lidia Nopita Wati, Ni Made Nur Baiti Palagan Senopati Sewoyo Palagan Senopati Sewoyo Pinem, Nuh Lasjuardi Purnasari, Maria Elisabeth Putra, I Putu Werdikta Jayantika Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Ayu Asri Damayanti Putu Henrywaesa Sudipa Rahmat Grahadi Regina Maria Boro Ruwa idah, Ruwa Sampelimbong, Marissa Santa Luciana da Costa Sartika, Nola Alfien Sartika, Nola Alfieni Sembiring, Anita Ch Sewoyo, Palagan Senopati Sine, Juni Gressilda L Sine, Juni Gressilda L. Tampubolon, Yandri Putra Lumatas Wijaya, Anak Agung Gede Oka Wira, Amar Yasunobu Matsumoto Yeni Ratna Sari