Claim Missing Document
Check
Articles

Eksistensi Bahasa Indonesia di Tengah Dominasi Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan Chelsea Sarah Juniarti Siallagan; Aliyah Nazhifah; Dwi Mayanti Rosalina Marpaung; M. Surip
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi bahasa Indonesia di tengah dominasi bahasa Inggris pada mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner Google Form kepada 20 mahasiswa Sastra Inggris sebagai responden penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung frekuensi dan persentase jawaban responden menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia masih memiliki eksistensi yang kuat di kalangan mahasiswa Sastra Inggris. Sebagian besar responden masih menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari dan menganggap bahasa Indonesia penting digunakan dalam lingkungan kampus. Meskipun demikian, penggunaan bahasa Inggris memberikan pengaruh terhadap kebiasaan berbahasa mahasiswa, terutama dalam bentuk campur kode dan penggunaan istilah-istilah bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi bahasa Inggris tidak menghilangkan eksistensi bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa Sastra Inggris, tetapi memengaruhi pola penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi informal.
The Use of Standard and Non-Standard Indonesian by Universitas Negeri Medan Students’ in Digital Communication in the Social Media Era Imel Tri Ulina Hutabarat; Deswita Syahputri; Risky Ansipar Hutapea; Muhammad Surip
BRIGHT VISION Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Tarbiyah nad Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of social media has significantly impacted language use among university students when communicating digitally. This study aims to (1) describe how students at Universitas Negeri Medan utilize standard and non-standard Indonesian in their daily digital interactions, (2) identify deviations from standard Indonesian language rules, and (3) explore students' perspectives regarding the impact of social media on their mastery of standard language. A descriptive qualitative approach was employed in this study. Data were collected through open-ended questionnaires from five active students across various majors and analyzed thematically. The results indicate that students consciously choose standard Indonesian for formal and academic contexts (e.g., communicating with lecturers, completing assignments), whereas non-standard language or slang is more frequently used in informal interactions on WhatsApp, Instagram, and TikTok. Common deviations include non-standard abbreviations, slang, English code-mixing, and typographical errors, which are mostly driven by habit, social environment, and the need for rapid communication. Despite these deviations, students recognize the importance of using standard Indonesian to maintain professionalism, politeness, and national identity. They also implement strategies such as reading academic texts and practicing formal language to maintain their standard language skills. This study contributes to the sociolinguistic discussion regarding language change in the digital era.
The Effect of Regional Language Proficiency on The Indonesian Language Skills of Class C Geography Education Students of The 2024 Cohort Eliana Renintan Br Simatupang; Muhammad Rizky; Randy Marcel Hutauruk; M. Surip
BRIGHT VISION Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Tarbiyah nad Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a highly multilingual country with over 700 regional languages coexisting alongside Indonesian as the national language. This study aimed to examine the influence of regional language mastery on Indonesian language proficiency among university students. A quantitative approach with an explanatory design was employed. The sample consisted of 16 students from Class C of the 2024 cohort in Geography Education at Universitas Negeri Medan, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires measuring regional language mastery (8 items) and Indonesian language proficiency (10 items) on a 1–5 Likert scale. Data analysis included descriptive statistics, normality test (Shapiro-Wilk), linearity test, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination (R²). The results showed that the average level of regional language mastery was low (mean = 24.3/40), and Indonesian language proficiency was also low (mean = 29.9/50). The hypothesis test revealed no significant influence of regional language mastery on Indonesian language proficiency (t-count = 0.487 < t-table = 2.145; Sig. = 0.634 > 0.05). The coefficient of determination (R² = 0.017) indicated that regional language mastery contributed only 1.7% to Indonesian language proficiency, while 98.3% was influenced by other factors such as learning motivation, reading habits, campus environment, media exposure, and previous educational quality. This study concludes that regional language mastery is not a primary determinant of Indonesian language proficiency among these students.
Survey of the Use of Indonesian and Regional Languages in the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, State University of Medan, Class of 2024 Angraini Oktavia Hutapea; Terey Citha Siregar; Puput Gloria Zega; M Surip
BRIGHT VISION Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Tarbiyah nad Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the use of Indonesian and regional languages among students of the Geography Education Department, Faculty of Social Sciences, State University of Medan (UNIMED), Class of 2024. The study was conducted to determine the language most frequently used by students in formal and informal situations, as well as the factors influencing language choice when communicating on campus. The research method used was descriptive research with a quantitative approach. Data were obtained through the distribution of questionnaires using Google Forms to 10 Geography Education students, Class of 2024. The results showed that Indonesian was the most dominant language used, especially in academic activities such as class discussions, presentations, and formal communication because it was easier for all students to understand. Meanwhile, regional languages were still used in informal situations, especially when speaking with friends from the same region because they were considered more familiar and comfortable. Factors influencing language choice included the interlocutor, the communication situation, comfort, cultural identity, and communication effectiveness. This study shows that students are able to adapt their language use to the communication context without abandoning the function of regional languages as cultural identity.
Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Kompetensi Berbahasa Indonesia Pada Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan Febiyola Dasuha; Theresia Asmiranda; Windiarni Eveline Bate’e; M. Surip
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap kompetensi berbahasa Indonesia pada mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik angket kepada 11 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul cukup tinggi dalam komunikasi sehari-hari, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi berbahasa Indonesia karena mahasiswa masih mampu membedakan penggunaan bahasa formal dan nonformal dalam situasi akademik.
Interferensi Bahasa Batak Toba Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Bagi Pemandu Wisatawan Waterfront Pangururan Danau Toba Samosir: Toba Batak Language Interference in Indonesian Language Use among Tour Guides at Pangururan Waterfront, Lake Toba, Samosir Parto Anggita Simanihuruk; Muhammad Surip; M. Anggie J. Daulay
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.1621

Abstract

Penelitian ini menganalisis interferensi bahasa Batak Toba dalam penggunaan bahasa Indonesia oleh pemandu wisata di Waterfront Pangururan, Danau Toba, Samosir. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi bilingual pemandu wisata lokal yang dituntut berkomunikasi secara jelas dalam bahasa Indonesia, tetapi hidup dalam lingkungan berbahasa Batak Toba yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data berupa tuturan pemandu wisata ketika berinteraksi dengan wisatawan, yang dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan teori interferensi Weinreich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi muncul terutama pada tataran fonologi dan morfologi. Interferensi fonologis tampak melalui perubahan dan penambahan fonem, sedangkan interferensi morfologis muncul melalui penggunaan afiks dan konstruksi arah yang dipengaruhi bahasa Batak Toba. Faktor penyebabnya meliputi latar bilingual, kebiasaan berbahasa, dominasi lingkungan lokal, tuturan spontan, dan perbedaan sistem bahasa. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiolinguistik pariwisata dan pembinaan bahasa Indonesia bagi pemandu wisata lokal.
Reinterpretasi Kata dan Rasa Ilmu Psikolinguistik: Strategi Membangun Ketahanan Mental bagi Generasi Muda Agus Try Any Marpaung; Indah Thyansika Manihuruk; Monica Monalisa Hutabarat; M. Surip
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/260yqz19

Abstract

Today’s young generation faces a variety of complex challenges, such as academic pressure, social media dynamics, and high social expectations, which can trigger stress, anxiety, and burnout. Burnout, characterized by emotional exhaustion, decreased motivation, and feelings of helplessness, is increasingly experienced by the younger generation. Mental resilience, or the ability to bounce back from adversity and adapt to change, is key in facing these challenges. This study explores the role of psycholinguistics, the study of the relationship between language, thought, and behavior, in building the mental resilience of the younger generation. Through a qualitative approach and literature review, this study identifies psycholinguistic-based strategies, such as the use of positive words, reframing, and therapeutic storytelling, to improve mental resilience. The results show that positive and constructive language can help the younger generation manage stress, increase self-confidence, and build a more resilient mindset.
Peran Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Guru SD: Tantangan dan Adaptasi di Era Digital Amanda Liviani Br Muham; Gita Malem Br Karo Sekali; Timanta Agustina Br Purba; M. Surip
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/89jh5d11

Abstract

Indonesian has a Central Material in education, especially in the formation of literacy and communication competencies for prospective elementary school teachers. In the digital era, challenges in the use of Indonesian are increasingly complex, along with technological developments, changes in learning patterns, and the rampant use of foreign languages in various digital platforms. This study aims to analyze the role of Indonesian in elementary teacher education and identify the challenges and adaptation strategies needed to remain relevant in the midst of digital dynamics. The research method used is a qualitative approach with literature study analysis and interviews with educators and prospective elementary teacher students. The results showed that although Indonesian remains the main language in learning, there are obstacles such as low interest in digital literacy in Indonesian, the dominance of learning resources in foreign languages, and the lack of technology integration in language teaching. Therefore, adaptation strategies are needed, such as strengthening Indonesian-based digital literacy, developing innovative learning resources, and increasing digital competence for prospective teachers. Thus, Indonesian can continue to play a role as an effective communication and education tool in learning at the elementary school level, while being able to compete in the digital era.
Dinamika Bahasa Remaja di Media Sosial: Studi Kasus TikTok dan Instagram Deby Dame Riani Hutauruk; Enjel Trisnawati Banjarnahor; Windry Anatasya Siahaan; M Surip
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3cz38v45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika bahasa remaja di media sosial, dengan fokus pada penggunaan bahasa gaul yang berkembang pesat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan, mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul memperkaya ragam bahasa namun juga mengakibatkan penurunan kualitas bahasa baku. Selain itu, fenomena ini mencerminkan dinamika budaya dan kebutuhan komunikasi yang cepat, dengan munculnya istilah-istilah baru, singkatan, serta elemen visual seperti emoji. Meskipun memberikan dampak positif dalam hal kreativitas, tantangan tetap ada dalam menjaga keutuhan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional di tengah dominasi bahasa gaul. Oleh karena itu, penting bagi Generasi Z untuk tetap kritis dan bijaksana dalam berkomunikasi, demi menjaga kualitas komunikasi dan integritas bahasa di era digital.
Co-Authors Adelina Dwi Nita Silalahi Agus Try Any Marpaung Aisyah Amira Nasution Aliyah Nazhifah Amanda Liviani Br Muham Angraini Oktavia Hutapea Anisali Panjaitan Aprilia Shopia Isyfi Assalam, Muhammad Hafidz Astuti, Wahyu Wiji Brema Pratama Chelsea Sarah Juniarti Siallagan Chyntia Dwi Camelia Cindi Claudia Sipayung Cory Marlia Deby Dame Riani Hutauruk Deswita Syahputri Dewi, Nora Ronita Dhifa Umairoh Putri Dinda Syahfitri Dwi Mayanti Rosalina Marpaung Dwi Widayati Dwi Widayati, Dwi Eddy Setia Eliana Renintan Br Simatupang Elly Prihasti W Elsa octavia Samosir Elza Amanda Enjel Trisnawati Banjarnahor Ester Tania Monita Silalahi Faisal Fahri Febiyola Dasuha Fernando Purba, Jefri Fina Mardiana Nasution Fitri Yani Gita Malem Br Karo Sekali Harnum Khanaya Tabitha Silitonga Hatari Marwina Siagian Herni Meilani Imel Tri Ulina Hutabarat Indah Thyansika Manihuruk Innova Riana Yanti Sinambela Jelyta Olivia Manik Judika Agnesia Purba Juli Nola Olivia Lamria Romaito Sidabutar Lia Pertiwi Louis Armando Tarigan M. Anggie J. Daulay M. Fakhrurrozy K M. Oki Fardian Gafari M. Oky Fardian Gafari Marcellia Sitorus, Ayu Mhd Syafiq Andika Mhd. Pujiono Mia Sanita Siagian Monica Monalisa Hutabarat Muhammad Rizky Muhammad Safii Nini Suryani Nini Suryani Nini Suryani Nurul Aini Nurul Ummi Lubis Parto Anggita Simanihuruk Pulungan, Hendra K. Puput Gloria Zega Putri Enjel Tarigan Putri Naomi Siregar Putri, Dhifa Umairoh Raden Burhan Rahel Octavia Siahaan Raiyana Putri Kana Ramnaega Lisfariah Siregar Randy Marcel Hutauruk REZKI AGUS PANDAI YANI TANJUNG Rini Haryani Risky Ansipar Hutapea Rizki Fatahillah Hutasuhut Rosa Sari Amalia Nasution Roulina Siburian Saragih, Sanrais Josua Siregar, Putri Naomi Stefani Damayanti Sinaga Suherlinda Suherlinda Susanto Ginting Susi Novi Handayani Hasibuan Switri Ramadhani Siregar Syafriyana Ritonga Syahfitri, Dinda Syaiful Rohim Syairal Fahmy Dalimunthe Syarial Fahmi Dalimunthe T. Silvana Sinar Terey Citha Siregar Theresia Asmiranda Timanta Agustina Br Purba Titin Mariani Tobi Bagustian Tanjung Victorya Dumaris Saragih Wahyuni Siregar Windiarni Eveline Bate’e Windry Anatasya Siahaan Yolanda Dealova Sihite Yona Revalina Ginting