Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pemasaran Produk Udang Kasia untuk Meningkatkan Perekonomian di Kampung Arar, Kabupaten Sorong Sulfiana; Ibal, La; Abu, Nur; Rahayu, Andi; Rahmi; Murni; Kayatun, Siti Nur; Saleh, Muhammad; Masniar
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v4i3.409

Abstract

The marketing training for cassia shrimp products held in Arar Village, Sorong Regency, Southwest Papua aims to improve community skills in overcoming obstacles to marketing local products. This activity is carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the initial stage, the team coordinated with village officials to understand local conditions and the economic potential of the community. The implementation stage focused on digital marketing training and product packaging techniques, followed by pretests and posttests to measure skill improvements. The results of the training showed a significant increase in participants' understanding of online marketing strategies, the importance of information on packaging, and factors that can attract consumer interest and loyalty, such as attractive packaging design and product taste quality. Before the training, the majority of participants still used traditional marketing methods, but after the training, 89.47% of participants switched to digital marketing. This training succeeded in providing an understanding of broader and more modern marketing strategies, so that the community is better prepared to compete in a larger market. The impact is seen in the increase in sales, income, and sustainable economic potential in Arar Village
INOVASI PRODUK LOKAL: MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU-IBU PKK DALAM MEMBUAT PRODUK ABON UDANG KASIA Sulfiana Sulfiana; Nur Abu; La Ibal; Andi Rahayu Anwar; Rahmi Rahmi; Siti Nur Kayatun; Murni Murni; Muhamad Saleh Rumwokas
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu-ibu PKK melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan udang Kasia menjadi produk abon. Program ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu penyuluhan yang memberikan pemahaman tentang pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengolah makanan, pelatihan tentang teknik penyimpanan bahan makanan yang aman dan higienis, serta pendampingan dalam memilih bahan baku berkualitas untuk menghasilkan produk yang aman dan lezat. Setelah penyuluhan, ibu-ibu PKK lebih memahami pentingnya penerapan SOP, seperti penggunaan celemek, masker, sarung tangan, dan penutup kepala, yang berfungsi menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Selain itu, mereka juga mempelajari cara penyimpanan bahan makanan yang benar untuk mencegah kontaminasi, dan pentingnya menjaga kualitas bahan baku udang rebon untuk memastikan keamanan dan kualitas abon yang dihasilkan. Dengan demikian, ibu-ibu PKK semakin percaya diri dalam memproduksi abon udang Kasia yang berkualitas dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka melalui usaha mandiri.
Pelatihan Pembuatan Sambal Udang Kasia Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kampung Arar Sulfiana, Sulfiana; Ibal, La; Abu, Nur; Anwar, Andi Rahayu; Rahmi, Rahmi; Kayatun, Siti Nur; Murni, Murni; Saleh, Muhammad
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4213

Abstract

Keberadaan udang kasia (Acetes sp.) di Kampung Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun, pengolahan udang kasia masih terbatas pada pembuatan terasi tradisional, sehingga nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam diversifikasi produk olahan udang kasia, dengan memperkenalkan pembuatan sambal udang kasia. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemerintah setempat, sosialisasi, pelatihan langsung, dan evaluasi hasil. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan 100% sesuai rencana, dengan peserta menunjukkan peningkatan keterampilan yang signifikan dalam pengolahan sambal. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap inovasi produk ini. Diversifikasi produk sambal udang kasia diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat Kampung Arar. Ke depan, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk pemasaran dan pengembangan usaha sambal udang kasia, serta dukungan dari pemerintah setempat untuk memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Strategi Pengelolaan Sampah Plastik di Kampung Wisata Arborek Raja Ampat Macap, Faridz Chalid; Abu, Nur; Dwangga, Mierta; Marasabessy, Umar
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i2.96656

Abstract

This study was conducted on the island of Arborek using data determination techniques with observations and questionnaires shared with respondents. The data obtained was then analyzed using SWOT analysis to obtain a plastic waste management strategy. The results of the study showed that the management of plastic waste on the island of Arborek was carried out by the Non-Governmental Organization "Barefoot conservation" involving local people, especially teenagers aged 7-16 years. The management carried out is the collection, sorting, and transportation of waste. then from the results of the questionnaire showed that the response of respondents to the average waste facility assessment score was 3 or a fairly good category. while the response of respondents The average rating score of 4 or categories is not good. The management strategy obtained from the results of the SWOT analysis is to use the WO strategy, which is a progressive strategy that uses the power to seize opportunities or take advantage of opportunities. The strategy is to reduce plastic waste as much as possible starting from the source with the application of 3R methods (reduse, reuse, recycle), and increase the active role of government, community, as well as other parties (private) as managing partners.
Pengembangan Wilayah Desa melalui Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kampung Arar: Studi Kegiatan Pembuatan Produk Udang Rebon Rifqah, Nabila Nur; Ibal, La; Masniar, Masniar; Murni, Murni; Abu, Nur; Tajuddin, Tamrin; Abubakar, Endang
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i2.585

Abstract

The development of rural areas remains a key focus within national policy efforts to enhance community welfare by leveraging local resources. Arar Village, located in Mayamuk District, Sorong Regency, Southwest Papua, possesses abundant marine resources, particularly rebon shrimp, that have yet to be fully harnessed. This community engagement initiative was designed to stimulate the village economy by providing hands-on training in producing rebon shrimp chili sauce. The program involved several stages: initial preparation, community outreach, skills training, and ongoing production support. Throughout the process, participants—primarily women and local youth—demonstrated remarkable enthusiasm and quickly adapted to the techniques required to create hygienic and attractively packaged products. The resulting chili sauce has the potential to serve as a signature culinary product for Arar Village and may pave the way for new entrepreneurial ventures. Beyond technical skills, the program fostered increased household income and reinforced the village’s unique economic identity, all rooted in the sustainable use of local potential.
Budidaya Sagu sebagai Pilar Utama Penghidupan Masyarakat Lokal di Kampung Baingkete Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Hasa, Muh. Fadli; Darma, Darma; Mangallo, Bertha; Murtiningrum, Murtiningrum; Abu, Nur
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v4i2.2588

Abstract

Purpose: The activities about sustainable sago cultivation techniques aim to increase knowledge and understanding of the Women's Fellowship and PKK farmer groups in the field of sago cultivation. This is because sago is the staple food of the local community in Baingkete and its surroundings. By increasing sago production, it is hoped that it can improve community welfare and reduce dependence on imported food ingredients. Research methodology: The methods applied in this activity include counseling (providing knowledge and understanding about sago cultivation), demonstration and training (direct practice of planting sago on land owned by farmer groups), discussion and consultation, and program evaluation (giving statements to participants before and after training). Result: The results of the activity showed that the participants were quite enthusiastic about asking questions regarding sago cultivation. They are also very active during the practice of planting sago on the land. The level of community knowledge about sago planting techniques has increased about 25%. Training, practice, and field assistance related to sago cultivation also increased from 40% to 85%. Limitation : The practice of sago cultivation techniques is carried out on 1 ha of agricultural land. And knowing how to increase sago production cannot be done immediately considering the length of time the sago plant grows until it can be harvested. Contribution: This activity is beneficial for the community, which learns about sustainable and environmentally friendly sago cultivation practices. This includes sustainable soil management techniques, the use of organic fertilizer, and the maintenance of a healthy ecosystem.
Pemanfaatan Meja Stainless Sebagai Media Penjemuran Udang Kasia Bagi Masyarakat Kampung Arar Kabupaten Sorong Sulfiana, Sulfiana; Ibal, La; Abu, Nur; Rahmi, Rahmi; Rahayu, Andi; Murni, Murni; Arifin, Herlina; Rian Histiariani, Aprisa; Salmawati, Salmawati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4674

Abstract

Arar Village, located in Sorong Regency, has abundant marine resource potential, especially in the catch of cassia shrimp. However, the cassia shrimp processing process still faces obstacles, especially in the drying stage, which is carried out traditionally, thus affecting the quality of the product. This study aims to improve the quality and cleanliness of cassia shrimp processed products through the application of stainless steel drying tables. The implementation method of this community service is carried out in three stages, namely preparation, implementation, and the final stage. The preparation stage involves coordination with the local government, situation analysis, and identification of community needs. At the implementation stage, education and training are carried out on the use of stainless steel drying tables, as well as direct practice simulations for the community. The final stage involves evaluating activities through questionnaires and interviews to measure the success of the training. The results of the community service show that the use of stainless steel drying tables improves the quality of cassia shrimp by maintaining cleanliness, reducing bacterial contamination, and extending shelf life. In addition, this training increases community knowledge about the importance of using hygienic tools in fisheries processing. In the future, it is hoped that this technology can be widely accepted by the Arar Village community to support increased productivity and more sustainable fisheries-based economic welfare.
PENINGKATAN KREATIVITAS DALAM PEMBUATAN KUE BERBAHAN BAKU TEPUNG SAGU PADA KAMPUNG BAINGKETE KABUPATEN SORONG murtingrum, Murtiningrum; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Mangallo, Bertha; Darma, Darma; Abu, Nur; Hasa, Muh. Fadli
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1850

Abstract

Sagu memiliki potensi sebagai sumber pangan kaya kalori dan karbohidrat yang setara dengan beras. Distribusi luas tanaman sagu di Indonesia menjadikannya bahan pangan alternatif potensial untuk produk seperti tepung sagu, sirup, kue, mie, dan bio-etanol. Preferensi konsumen terhadap produk sagu menjadi kunci dalam strategi pemasaran. Kampung Baingkete di Kabupaten Sorong memiliki potensi besar dalam sumber daya alam, terutama sagu yang telah menjadi bagian integral kehidupan masyarakat untuk produksi tepung sagu dan produk olahan tradisional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas pembuatan kue berbahan sagu, ekonomi lokal, dan pelestarian budaya. Metode meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan di Kampung Baingkete menghasilkan kue berbahan sagu seperti brownies sagu, kue gabus, chookies sagu coklat, dan chookies sagu keju. Kegiatan ini diharapkan menambah nilai ekonomi masyarakat, membuka pasar baru, meningkatkan daya saing produk lokal, serta melestarikan kearifan lokal dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK sebesar 55%.  Abstract. Sago has the potential as a high-calorie and carbohydrate-rich food source, comparable to rice. The wide distribution of sago plants in Indonesia makes it a viable alternative food source for products like sago flour, syrup, cakes, noodles, and bio-ethanol. Consumer preference for sago products is crucial for marketing strategies. Baingkete Village in Sorong Regency has significant natural resource potential, especially sago, which is integral to local life for sago flour and traditional products. The activity aims to enhance creativity in sago-based cake making, boost the local economy, and preserve local culture. Methods include socialization, training, demonstration, monitoring, and evaluation. Training in Baingkete Village produced sago-based cakes such as sago brownies, kue gabus, chocolate sago cookies, and cheese sago cookies. This activity is expected to add economic value to the community, open new market opportunities, increase local product competitiveness, and preserve local wisdom and sustainable natural resource use. Pre-test and post-test evaluations showed a 55% increase in the knowledge and skills of the PKK group.
Sosialisasi Pemanfaatan Internet Sebagai Media Pemasaran Produk Hasil Olahan Sagu Papua di Kampung Baingkete Hasa, Muh Fadli; Ponisri, Ponisri; Farida, Anif; Darma, Darma; Mangallo, Bertha; Murtiningrum, Murtiningrum; Abu, Nur
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12792

Abstract

Pemanfaatan internet dapat mengurangi ketergantungan pada saluran pemasaran konvensional dan membuka peluang kerjasama dengan pelaku usaha di luar daerah. Dalam konteks pemasaran produk lokal, pemanfaatan internet sebagai media pemasaran menawarkan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan bisnis lokal dan memperluas akses pasar. Kampung Baingkete, yang terletak di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memiliki potensi utama yaitu dalam bidang pertanian, terutama dalam pengolahan tanaman sagu.  Potensi pertanian ini memberikan peluang untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat dan mendukung pengembangan produk olahan lokal. Kehadiran internet di kampung Beingkete menjadi hal yang positif bagi penduduk setempat. Namun, kehadiran internet masih terbatas pada penggunaannya sebagai alat komunikasi dan belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran produk lokal. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya pemahaman mengenai cara memanfaatkan internet secara efektif untuk kegiatan pemasaran produk. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait manfaat dan potensi internet dalam mempromosikan produk-produk lokal.
Pengenalan Pengenalan Ekosistem Pesisir Sebagai Edukasi Sejak Dini di SD INPRES 04 Arborek, Kabupaten Raja Ampat Vista Dhea Nurastri; Nur Abu; Galih Sandjaya; Neneng Suarno Kalidi
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5343

Abstract

Kampung Arborek menjadi destinasi yang sering dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Peningkatan wisatawan dapat menimbulkan tekanan pada ekosistem jika tidak diimbangi dengan pengelolaan wisata berkelanjutan. Edukasi sejak dini bagi anak-anak sekolah dasar di kampung Arborek diharapkan menjadi langkah awal dalam memberikan pemahaman moral dan perilaku menjaga lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan ekosistem pesisir sejak dini kepada siswa kelas 3–4 SD Inpres 04 Arborek sebagai edukasi sejak dini dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi, dan video edukatif yang disertai diskusi interaktif serta kuis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan serta sikap siswa terhadap ekosistem pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari 56% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Selain itu, sikap dan perilaku siswa dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut juga mengalami peningkatan signifikan dengan seluruh siswa menunjukkan sikap sangat setuju terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan sejak dini efektif dalam memberikan pemahaman dan membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar di wilayah pesisir.