Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA HARI MANGROVE SEDUNIA SEBAGAI UPAYA KONSERVASI LINGKUNGAN PESISIR DAN EDUKASI MASYARAKAT Faridz Abdul Chalid Macap; Nurbia; Azwar Rahmatullah; Nur Abu; Umar Rusli Marasabessy; Bintang Ekananda; Azalia Fajri Yasin; Mierta Dwangga; Aldi Suma
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5384

Abstract

Kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Mangrove Bandara DEO, Kota Sorong, yang dilaksanakan pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2025, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove dan mendukung konservasi pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan garis pantai, mencegah abrasi, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, masyarakat lokal, pelajar, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Sorong, LSM lingkungan, dan organisasi pecinta alam. Sebanyak 50 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan yang mengalami degradasi vegetasi. Selain kegiatan penanaman, dilakukan juga edukasi mengenai manfaat ekologis mangrove dan teknik penanaman yang tepat. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan penanaman. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, serta peningkatan pemahaman tentang peran mangrove dalam ekosistem pesisir. Kegiatan ini berhasil memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kawasan mangrove dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Untuk memastikan keberlanjutan program, kegiatan ini akan diikuti dengan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup bibit mangrove yang ditanam. Keberlanjutan dari kegiatan ini penting untuk mendukung konservasi mangrove jangka panjang di kawasan Bandara DEO dan mendorong gerakan serupa di lokasi lainnya. Partisipasi aktif dari semua pihak menunjukkan bahwa konservasi mangrove dapat dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Inovasi Produk Ramah Lingkungan: Pembuatan Lilin Dari Daun Mangrove Avicennia Marina Untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Azalia Fajri Yasin; Nurbia; Irnawati; Riskawati; Nur Abu; Umar Rusli Marasabessy; Azwar Rahmatullah; Mierta Dwangga; Mardiah Gani; Putri Mambraku
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 : Juli (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service iitiative aims to develop an eco-friedly product utilizing local natural resources, specifically Avicenna marina mangrove leaves as raw material for candle production. The innovattion is driven by the ecological and economic potential of mangrove plants, which have not yet been optimally utilized, alongside the need for alternative income sources for coastal communities. The implementation method includes literature review, processing mangrove leaves through boiling and mixing with basic candle materials, production training for coastal residents and mentoring of small-scale environmentally based enterprises.The results of the activity indicate that the candles produced have stable flame performance, a natural aroma and aesthetically appealing qualities suitable for commercial sale. This program serves as an inital step in developing a creative economy model based on mangrove ecosystes, which can be replicated in other coastal regions. Through a collaborative and sustainable approach, this initiative demonstrates that environmental conservation and social empowerment can go hand in hand.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGOLAHAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI LINGKUNGAN UNIVERISITAS MUHAMMADIYAH SORONG Nur Abu; Rian Sumander; La Ibal
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4859

Abstract

Sampah adalah persoalan yang sangat serius terutama di wilayah perkotaan. Timbunan sampah terus meningkat dari waktu ke waktu. Perguruan Tinggi (Universitas) adalah institusi yang menyelenggarakan pendidikan dan pusat budaya, sosial, intelektual masyarakat, tempat mahasiswa bertemu dan berinteraksi. Universitas Muhammadiyah Sorong adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang besar di Provinsi Papua Barat Daya. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan univariat dengan 100 responden. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sorong sangat paham terhadap isu lingkungan terutama isu sampah dan mahasiswa mendukung jika ada support dari semua kalangan seperti staf dan dosen. Pengetahuan tentang Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Universitas Muhammadiyah Sorong masih baik, dimana nilai pengetahuan dengan kategori tinggi mencapai 51 persen dan pengetahuan rendah sebesar 49 persen, dan nilai sikap dengan kategori tinggi mencapai 52 persen dan pengetahuan rendah sebesar 48 persen.
Peningkatan Potensi Pulau Arar melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah Pesisir Feliks Baru; La Ibal; Murni; Nur Abu; Azwar Rahmatullah; Slamet Widodo; Rahmi Ariani Salam; Mega Wulandari
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 2 (2026): Juli (On Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i2.5706

Abstract

Pulau Arar merupakan salah satu wilayah pesisir di Papua Barat Daya yang memiliki potensi sumber daya perikanan cukup besar, khususnya udang rebon yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Permasalahan utama masyarakat pesisir adalah rendahnya keterampilan pengolahan hasil perikanan, keterbatasan inovasi produk, serta lemahnya pemasaran produk berbasis sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan potensi Pulau Arar melalui pemberdayaan masyarakat berbasis wilayah pesisir dengan memanfaatkan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan difokuskan pada pengolahan udang rebon menjadi abon, sambal rebon, dan pemanfaatan limbah hasil pengolahan menjadi pupuk organik cair. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan, pengemasan produk, sanitasi pangan, serta pemasaran produk lokal. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis konsep blue economy. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis potensi wilayah pesisir mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Udang Rebon (Kasia) di Kampung Arar Kabupaten Sorong Nur Abu; La Ibal; Sulfiana Sulfiana; Rahmi Rahmi; Andi Rahayu Anwar; Murni Murni; Nur Miswar; Salmawati Salmawati; Mierta Dwangga; Azalia Fajri Yasin; Nurbia Nurbia; Faridz Macap
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3220

Abstract

This community service activity was conducted in Kampung Arar, Sorong Regency, West Papua, which has abundant potential for rebon shrimp (kasia shrimp). Rebon shrimp are rich in protein, calcium, phosphorus, and iron; however, the washing waste from these shrimp has not yet been utilized by the local community. This activity aimed to provide training to the Kampung Arar community on utilizing rebon shrimp waste to produce liquid organic fertilizer (LOF) using the bioactivator Effective Microorganism (EM4). The methods included socialization, training, and assistance in the LOF fermentation process and its application to plants. The results showed an increase in the community's understanding, particularly among women in the PKK group, regarding the benefits of rebon shrimp waste, with a 70% knowledge improvement after the training. Moreover, the community was able to produce LOF independently and apply it to plants such as water spinach, which exhibited better growth. This activity is expected to contribute to waste management and improve community welfare through sustainable agricultural practices
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE KLAWALU BERBASIS KONSERVASI LINGKUNGAN Murni Murni; La Ibal; Rahful A. Madaul; Ummi Hanifah Marshush; Hilmi Hilmansyah; Azalia Fajri Yasin; Nurbia Nurbia; Azwar Rahmatullah; Nur Abu; Fathur Rahman Buatan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.321

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Klawalu di Kota Sorong, Papua Barat Daya, memiliki potensi ekologis dan ekonomi yang tinggi, namun menghadapi berbagai tantangan seperti pencemaran sampah dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta mahasiswa mengenai pentingnya konservasi mangrove dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung di lapangan, yang melibatkan mahasiswa, masyarakat lokal, dan instansi pemerintah. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Diskusi kelompok dan praktik penanaman mangrove juga memperlihatkan antusiasme dan komitmen peserta dalam mendukung konservasi lingkungan. Kegiatan ini berhasil membangun sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah, serta menjadi model pengembangan ekowisata berbasis konservasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.