Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemeriksaan Tinggi Potensi Genetik dan Length Increments Balita Stunting Lina Nurbaiti; Deasy Irawati; Ardiana Ekawanti; Rifana Cholidah
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 1 No. 3 (2019): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v1i3.24

Abstract

One in four children in the world are stunted. The process of growth and development in the children under five years is a process that is very important in determining the future of the child both physically, mentally and behaviorally. Genetic ability can appear optimally if it is supported by a conducive environmental factor, which is meant by environmental factors is nutrient intake. Stunting is a national and even global issue and Sukadana Village, Teruwai, is one of the stunting village loci established by the government. Through early detection and knowing of problems with the child's development, the recovery can be done earlier, so that the child's growth and development can take place optimally. Early detection of cases of stunting children under five years by examination of high genetic potential and length increments. The results of the analysis revealed that 12 toddlers whose TB / U were normal in the first month (60%) but whose BB / U increase decreased in the following month would be at risk of stunting if nutritional intake was not heeded. While 36 toddlers with TB / U diagnosed with stunting can be estimated to have stunted due to malnutrition, only 2 toddlers who are short due to familial short stature and 2 toddlers are likely to be stunting due to endocrine. Based on this data it can be seen what more appropriate intervention is given for stunting toddler cases. Length increments evaluated every 3 months are the best screening indicators for stunting events. There is no relationship between parental height and the incidence of stunting
Pelatihan metodologi penelitian sains dan teknologi bagi santri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Lombok Timur Ardiana Ekawanti Ardiana; Rifana Cholidah Rifana; Rizka Vidya Lestari Rizka; Imam Maksum Al Maliki Imam
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/indra.v3i1.147

Abstract

Basic knowledge on scientific method is important for the preparation of scientific papers for student of Madrasah Aliyah Negeri. Since, research methodology was not teached in Madrasah Aliyah curriculum. Writing scientific papers is an activity related to education from elementary school to university level, which teaches rational and empirical thinking by using scientific method. This training was intended to provide knowledge about research methodologies, especially in the fields of science and technology for the preparation of students' final assignments of Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia East Lombok. The method of activity was by lectures, discussions and guidance for writing research proposal. This activity took place on July 1, 2022 in the Hall of MAN Insan Cendekia, attended by 111 students. This activity consist three session, first is the explanation about material from the lectures, followed by discussion and the last session is mentoring. The students followed the activity enthusiastically marked by so many question in the discussion session about the topic of research and its design.
Edukasi Penyelaman Aman bagi Nelayan Pesisir Montong Lombok Barat Eustachius Hagni Wardoyo; Yoga Pamungkas Susani; Decky Aditya Zulkarnaen; Ida Ayu Eka Widiastuti; Bayu Tirta Dirja; Dini Suryani; Ika Primayanti; Muhammad Ghalvan Sahidu; Didit Yudhanto; Ardiana Ekawanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.562 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1649

Abstract

Traditional diver diving activities look for fish by archery underwater frequently do not pay attention to safety aspects, so there is an increasing risk of causing diving injuries. Diving injuries are preventable injuries, if safe diving guidelines are followed and obeyed. Diving injuries symptoms can be mild to severe, so education about prevention and recognition of disease disorders that can occur due to diving is being given. The community service is carried out in two simultaneous activities: diving safety lectures and general medical examination. The participants, 30 participants for general medical examination, and 4 participants for traditional divers. Of the 30 participants for general medical examination, it was predominantly female (18/30), with an age range of 4-60 years with a median age of 37 years. The most common diseases that are complained of are upper respiratory tract infections (ARI) (8/30), skin complaints (6/30), hypertension (6/30), diabetes (4/30), headaches (3/30), diarrhea (1/30), musculoskeletal complaints (1/30) and toothache (1/30). Education is carried out to all participants. The media used were a slide projector and x-banner. Four traditional divers comes with 3 Decompression sickness and 1 barotrauma. Questions coverage diving preparation, Diving techniques and do's and don't's after diving. The community service went well with 34 enthusiastic participants filled by questions. Three most common diseases being ARI, skin complaints and hypertension and diving injuries of decompression sickness and barotrauma.
IDENTIFIKASI DAN PENANGGULANGAN FAKTOR RESIKO DEFISIENSI VITAMIN D PADA LANSIA DI KOTA MATARAM Deasy Irawati; Ardiana Ekawanti; Gede Wirabuana Yuda; Gede Palgunadi
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.192

Abstract

Berdasarkan data dari Setiati (2008), defisiensi vitamin D pada lansia di Indonesia menunjukkan bahwa pada setiap 3 lansia terdapat 1 lansia yang beresiko untuk mengalami defisiensi vitamin D. Hal ini sangat vital mengingat lansia memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami defisiensi vitamin D. Defisiensi vitamin D pada lansia sering kali tersembunyi di balik keluhan kesehatan lainnya sehingga tidak terdeteksi secara dini. Defisiensi vitamin D pada lansia akan berdampak pada sistem skeletal, kardiovaskuler, pencernaan, syaraf dan imunitas tubuh. Dari hasil penelitian Irawati et al (2018) didapatkan bahwa 4 dari 5 lansia memiliki asupan makanan yang rendah vitamin D. Selain itu, kami juga mengamati adanya faktor resiko terjadinya defisiensi vitamin D pada populasi target. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor resiko kekurangan asupan vitamin D dan meningkatkan pengetahuan lansia yang tergabung di dalam Perhimpunan Hari Lanjut Usia Kota Mataram tentang kecukupan vitamin D dan pencegahan defisiensi vitamin D. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi skrining faktor resiko defisiensi vitamin D dan penyuluhan kecukupan vitamin D. Materi penyuluhan berupa informasi mengenai sumber vitamin D, manfaat dan pentingnya kecukupan vitamin D terhadap pencegahan penyakit skeletal dan non skeletal pada lansia. Hasil skrining faktor resiko defisiensi vitamin D pada lansia menunjukkan bahwa gangguan penglihatan, demensia dan perasaan khawatir akan jatuh merupakan faktor resiko utama kekurangan asupan vitamin D. Dari kegiatan penyuluhan, tingkat kehadiran peserta tinggi dan terdapat respon aktif dari para peserta saat sesi tanya jawab.
PENAPISAN PENYAKIT HIPERTENSI, DIABETES MELITUS, DAN DEMENSIA PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PUSPAKARMA MATARAM Novrita Padauleng; Ardiana Ekawanti; Herpan Syafii Harahap; Ida Ayu Eka Widiastuti; Deasy Irawati
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i3.332

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup tidak hanya membawa konsekuensi bertambahnya penduduk lanjut usia (lansia), tetapi mempunyai implikasi terhadap masalah kesehatan yang ditimbulkan. Hipertensi, diabetes melitus, dan demensia adalah beberapa penyakit dengan prevalensi yang tinggi pada kelompok populasi ini. Adanya proses penuaan, turut berpengaruh terhadap komplikasi yang timbul serta tatalaksana yang tentunya berbeda dengan penderita pada kelompok usia lainnya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penapisan (screening) penyakit hipertensi, diabetes melitus dan demensia pada lansia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penapisan hipertensi, diabetes melitus, dan demensia pada peserta lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram. Penapisan hipertensi, diabetes melitus, dan demensia dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah puasa, serta fungsi kognitif menggunakan instrumen MoCA-INA. Hasil penapisan menunjukkan bahwa 35% lansia mengalami prehipertensi, 36,3% lansia mengalami hipertensi derajat 1 dan 12,5% lansia terdeteksi hipertensi derajat 2. Sebanyak 23,8% lansia memiliki gula darah puasa ≥ 126 mg/dl, dan gangguan fungsi kognitif terdeteksi pada 83% lansia. Berdasarkan hasil tersebut, maka populasi lanjut usia yang menjadi peserta kegiatan pengabdian ini, sebagian besar mengalami hipertensi dan terutama penurunan fungsi kognitif, sementara penapisan diabetes dengan GDP perlu dilengkapi anamnesis terkait gejala klinis yang menyertai. Upaya ini merupakan salah satu solusi strategi yang tepat, agar dapat direncanakan tatalaksana yang tepat sesuai dengan usia peserta.
Penyuluhan Pencegahan Intoksikasi Logam Berat Pada Siswa SD Di Daerah Pesisir Yang Terdampak Pertambangan Emas Skala Kecil Ardiana Ekawanti; Deasy Irawati; Yunita Sabrina; Mulyanto Mulyanto; Rifana Cholidah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.843 KB)

Abstract

NTB adalah salah satu propinsi yang menjadi hot spot pertambangan emas skala kecil dan menjadi sumber emisi merkuri yang besar di dunia. Merkuri adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan emas. Merkuri memberikan dampak pada kesehatan masyarakat di daerah pertambangan. Siswa SD di daerah Sekotong mempunyai aktivitas membantu pekerjaan orang tua setelah sekolah untuk mengolah emas, dan tidak jarang proses yang dijalaninya harus berinteraksi dengan merkuri tanpa menggunakan alat perlindungan diri. Pengabdian ini bermaksud membekali siswa tentang dampak intoksikasi merkuri terhadap tubuh dan cara pencegahan terhadap paparan merkuri dari lingkungan. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan penyuluhan didahului dengan menonton bersama film yang berisi akibat paparan merkuri dilanjutkan dengan penyuluhan tentang cara pencegahannya dengan praktek mencuci tangan yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi menunjukkan sebagian besar siswa status gizinya baik, sebagian gizi kurang dan sedikit dengan gizi lebih. Kegiatan ini terlaksana dengan baik diikuti oleh tiga kelas yaitu kelas tiga, empat dan lima SDN 4 Sekotong Tengah. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap dan perlu tindak lanjut dengan kegiatan yang kontinyu dan dimasukkan dalam kegiatan kurikuler.
Skrining Risiko Penyakit Degeneratif Dan Upaya Pencegahannya Melalui Penyuluhan Asupan Gizi Seimbang Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram Ardiana Ekawanti; Deasy Irawati; Seto Priyambodo; Rifana Cholidah; Lina Nurbaiti; Anom Yosafat
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.548 KB)

Abstract

Jumlah penduduk lansia mengalami kecenderungan peningkatan di seluruh dunia dalam satu dekade ini. Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia akan meningkatkan jumlah penduduk lansia. Pertambahan umur menyebabkan penurunan berbagai fungsi fisiologis sebagai konsekuensi proses penuaan mengakibatkan penyakit tidak menular (penyakit degenerative) muncul pada masa ini. Beberapa penyakit penyakit tidak menular yang sering dialami oleh lansia diantaranya hipertensi, artritis, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan diabetes mellitus.. Kontribusi pola makan yang salah akan mengakibatkan gangguan gizi pada lansia dan gangguan gizi ini merupakan factor risiko terjadinya sindroma metabolik. Sindroma metabolic yang terdiri atas obesitas sentral, hipertensi, hiperglikemia dan dyslipidemia meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler . Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk skrining gangguan kesehatan pada lansia dan memperbaiki kualitas kesehatan melalui penyuluhan. Hasil kegiatan ini adalah dilakukannya kegiatan pemeriksaan fisik dan laboratorium pada lansia yang terdapat di panti sosial tresna wredha dengan hasil sebagai berikut: lansia yang mengalaami kelebihan berat badan didapatkan 40 %, lansia yang mengalami obesitas sentral adalah 80 %, anemia 39 %, hiperglikemia 59%, hipertrigliseridemia 49%. Dari hasil tersebut dilakukan kegiatan intervensi berupa penyuluhan tentang pola makan yang sehat pada lansia yang dihadiri oleh 60 orang peserta. Kesimpulan kegiatan ini adalah sebagian besar lansia di panti sosial tresna wredha puspakarma Mataram memiliki risiko terjadinya penyakit degeneratif dan sudah dilakukan kegiatan intervensi berupa penyuluhan.
Nutritional profile in Indonesian elderly subpopulation Deasy Irawati; Ardiana Ekawanti; Anom Josafat
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 11, No 2, (2020)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol11.Iss2.art4

Abstract

Background: Data on malnutrition in the developing countries showed that 1–3 elderly in every 5 elderly were malnourished. However, the data in Indonesia were limited. Malnutrition in elderly is often underdiagnosed and thus it usually goes undetected at earlier stage.Objective: The aim of this study was to examine nutritional profile of elderly by using several indicators: anthropometry, Mini Nutritional Assessment (MNA) Questionnaire, and dietary intake.Methods: A cross-sectional study was conducted among community dwelling elderly (aged =60 years) and elderly in the institutional care. The outcome variables were prevalency of malnutrition (undernutrition and overnutrition) and macro and micronutrient intake. Nutrition profiles were assessed using anthropometry, MNA and 24-hour food recalls. Comparative analysis between continuous variables was conducted using Mann-Whitney or ANOVA. Differences between categorical variables were assessed using Chi-square tests or Fisher’s exact test.Results: Based on BMI, in total, 1 in 2 elderly was either undernutrition or overnutrition. Based on MNA, 1 in 2 elderly were malnourished or at risk of malnutrition. Place of residency and gender were associated with the distribution of malnutrition in elderly (p<0.001). Approximately 1 in 2 elderly from the community dwelling group were overweight and obese whereas 1 in 3 elderly from the institutional care group were severely thin and thin. The intakes of 4 in 5 elderly were deficient in vitamin D, calcium, vitamin E and folate.Conclusion: Elderly in our population group were experiencing the double burden of malnutrition and this coexisted with micronutrient deficiency.
Edukasi Pemilihan dan Pengolahan Ikan yang Aman Sebagai Sumber Iodium Masyarakat Pesisir di Lingkar Tambang Desa Buwun Mas Ardiana Ekawanti; Deasy Irawati; Rifana Cholidah; Lina Nurbaiti; Rahmah Dara Ayunda; Lazuardi Arsy; Sherly Agustina; Aisya Nur Abida; Budhiarko Pramana Putra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.208 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2226

Abstract

Pertambangan emas skala kecil di daerah lingkar tambang di propinsi NTB memberikan dampak bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Merkuri sebagai polutan dari pertambangan emas akan diubah menjadi bentuk organic yaitu metil merkuri yang dapat terakumulasi pada sumber makanan penduduk di sekitar tambang terutama bahan makanan yang berasal dari laut. Makanan yang tercemar merkuri jika dikonsumsi oleh masyarakat terutama oleh ibu hamil akan memberikan dampak bagi kesehatan. Ibu hamil adalah golongan yang rentan mengalami defisiensi iodium. Pengabdian ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan bagi kader posyandu sebagai tokoh yang dekat dan dijadikan rujukan oleh ibu hamil tentang pemenuhan asupan gizi iodium dari bahan makanan yang berasal dari laut dan aman dari kontaminasi merkuri . Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi pengolahan hasil laut. Pelaksanaan kegiatan diikutioleh 10 orang kader posyandu dari desa Buwun Mas. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader posyandu dengan meningkatnya rerata nilai pre tes dari 31,25 menjadi 83,75 pada saat post test. Kegiatan juga diikuti dengan antusias oleh peserta ditandaidengan banyaknya pertanyaan di akhir acara dan diakhiri dengan contoh pengolahan makanan yang aman dan menjadi sumber iodium bagi masyarakat pesisir yang terdampak polusi tambang emas
Factors Affecting Controlled Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at the Internal Medicine Polyclinic at the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province I Wayan Mustika Maha Putra; Catarina Budyono; Ardiana Ekawanti; Joko Anggoro
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.4509

Abstract

Indonesia is ranked seventh out of countries that contributed to the highest number of DM in the world in 2019 and estimate that in 2045 it could reach 16.6 million cases. West Nusa Tenggara Province is one of the provinces with a fairly high DM rate reaching 21,308 with various complications due to uncontrolled blood sugar levels. High blood sugar levels in DM patients are caused by several uncontrolled factors in DM patients. This study aims to determine the factors associated with uncontrolled blood sugar levels in type 2 DM patients at the NTB Provincial Hospital. This research is a observational with a cross sectional study. The sample selection using the consecutive sampling obtained from the medical records of type 2 DM patients who were treated at the Internal Medicine Polyclinic of the NTB Provincial Hospital. The study sample size were 100 people with univariate and bivariate data analysis using the Chi-square test. The subjects in this study were dominated by patient age > 45 years (75.6%), female (51.2%), using non-insulin therapy (52.4%), and duration of type 2 diabetes < 10 years. (67.07%) with uncontrolled blood sugar status (52.4%). Bivariate analysis using the Chi-square showed that there were a statistically significant relationship between controlled blood sugar levels and patient age (p=0.021), controlled blood sugar levels with gender (p=0.008), controlled blood sugar levels and the type of therapy (p=0.008). = 0.004), and controlled blood sugar levels with duration of diabetes (0.023).
Co-Authors AH, Tetrawindu Aisya Nur Abida Alhidayah, Nachwa Humaira Ananta, Abdurahman Andari, Marie Yuni Anggarini, Ni Kadek Widya Anggoro, Joko Anom Josafat Anom Yosafat Antika, Sindi Ardinia, Gusti Ayu Eka Radha Arfi Syamsun As’ad, Suryani Ayunda, Rahmah Dara Bakhraeni, Bakhraeni Bayu Tirta Dirja Budhiarko Pramana Putra Candra Eka Puspitasari Catarina Budyono Citranggana Prajnya Dewi Dananjaya, I Made Dwi Deasy Irawati Decky Aditya Zulkarnaen Dewi Suryani Dewi, Citrangganai Prajnya Didit Yudhanto Dini Suryani Erlangga, Ithnan Baqi Putra Eustachius Hagni Wardoyo Gede Palgunadi Gede Wirabuana Yuda Hakim, Faradila Khoirun Nisa Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap I Dewa Ayu Yulisa Prahasti, I Dewa Ayu Yulisa I Wayan Mustika Maha Putra Ida Ayu Eka Widiastuti Ika Primayanti Ima Arum Lestarini Imam Maksum Al Maliki Imam John, Ristania Ellya Joko Anggoro Jurnal Pepadu Kadriyan, Hamsu Kadriyan, Hamsu Khairil Pahmi Lazuardi Arsy Lina Nurbaiti Lina Nurbaiti Lina Nurbaiti Lina Nurbaiti, Lina Made Sriasih, Made Metta Octora Muhamad Ali Muhammad Abdurrosyid Muhammad Ghalvan Sahidu Mulyanto Mulyanto Muthia Cenderadewi, Muthia Natsir, Rosdiana Novrita Padauleng Nurhidayati Nurhidayati Nyoman Adnyana Putra Padauleng, Novrita Pandu Tridana Sakti, Pandu Tridana Prima Belia Fathana priyambodo, seto Purwaningsih, Ni Wayan Desi Rahmah Dara Ayunda Rahmah Dara Ayunda Ramadhani, Arsy Cahya Rifana Cholidah Rifana Cholidah Rifana Cholidah Rifana Cholidah Rifana Rifana Cholidah, Rifana Rini Nofrida Rizka Vidya Lestari Rizka Rosano, Agnes Ragil Seto Priyambodo Sherly Agustina Siradz, Bayu Firdaus Sulaiman Ngongu Depamede Triana Dyah Cahyawati Tsania, Siti Hamida Rahayu Umar, Husaini Wangiyana, Ni Komang Ayu Swanitri Yoga Pamungkas Susani Yuliyani, Eka Arie Yunita Sabrina Yunita Sabrina, Yunita Zubaidi, Fitriannisa Faradina