Claim Missing Document
Check
Articles

Refreshing Pelatihan Kader Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Limbung Marlenywati, Marlenywati; Sinaga, Talentha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.4568

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kader posyandu memiliki peran penting dalam pencegahan stunting melalui deteksi dini dan edukasi gizi di tingkat komunitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah stunting melalui pelatihan intensif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik pengukuran antropometri, dan sharing session terkait gizi balita. Kegiatan ini diikuti oleh 23 dari 30 kader posyandu yang diundang. Peningkatan pengetahuan kader diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test, yang berarti pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader. Pelatihan kader yang terstruktur dan komprehensif ini terbukti memberikan dampak positif pada kemampuan kader dalam pencegahan stunting. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pendampingan lapangan untuk meningkatkan ketepatan pengukuran dan efektivitas deteksi dini stunting di masyarakat.
Perilaku Nenek dalam Praktik Pemberian Makan pada Balita Stunting di Wilayah Komunitas Dayak Kabupaten Landak: Grandmother’s Behavior in Feeding Practices for Stumted Toddlers in Dayak Community Area, Landak Regency Fioresta, Arswendy Irene; Trisnawati, Elly; Marlenywati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1: JANUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4275

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita didunia saat ini. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya stunting, salah satunya yaitu disebakan karena praktik pemberian makanan yang buruk dan kurangnya konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Faktor penentu dari kejadian stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor orangtua melainkan juga dapat disebabkan oleh faktor keluarga sebagai lingkungan pengasuh yang turut berperan dalam beberapa aspek penting perkembangan bayi/balita. Dalam hal ini nenek menjadi orang terdekat oleh keluarga dalam mengasuh balita, sehingga nenek menjadi faktor penting dalam peningkatan risiko stunting. Tujuan: Mengidentifikasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Komunitas Dayak Kabupaten Landak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional yang dilakukan di 5 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Senakin Kabupaten Landak. Sampel dalam penelitian ini adalah nenek yang tinggal bersama dengan keluarga balita stunting yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung untuk menggali informasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan menggali peran nenek dalam pemberian makanan pada balita yang diasuhnya. Hasil:Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku nenek dalam pemberian jenis menu makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 62,5%. Perilaku nenek dalam menentukan jadwal dan frekuensi makan masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 55%. Perilaku nenek dalam mengolah makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 52,5%. Perilaku nenek dalam menyajikan makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 75%. Perilaku nenek dalam memberi makan pada balita stunting masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 52,5%. Tingkat pengetahuan nenek masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 57,2%. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Senakin sebagian besar perilaku dalam pemberian jenis menu makanan kurang baik, jadwal dan frekuensi pemberian makan baik, melakukan pengolahan makanan dengan kurang baik, dalam hal penyajian makanan kurang baik, dan cara memberi makan baik.
Increasing the Capacity of Mothers of Toddlers in Early Detection of Stunting in Quality Family Village, Bengkayang Regency Novi Irawan; Marlenywati; Indah Budiastutik; Elly Trisnawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7: JULY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5351

Abstract

Introduction: Stunting is one of the serious nutritional problems experienced by toddlers in the world as well as toddlers in Indonesia. Stunting has a negative impact on the quality of life in the future because it can interfere with the growth and development of toddlers, and can affect children's learning abilities. One of the factors causing stunting is the lack of parental knowledge about the importance of nutritional status in children. Meanwhile, the problems found in the field are errors and inaccuracies in the use of anthropometric tools used by posyandu cadres. One of the efforts to detect early stunting can involve the participation of parents, especially mothers, an activity is needed that aims to improve mothers' skills by providing anthropometric training and stunting prevention education. Objective: Increase the knowledge capacity and skills of mothers of toddlers in efforts to detect early stunting with anthropometric measurement training and stunting prevention education in Quality Family Village, Bengkayang Regency. Method: This research is a quantitative study conducted directly with a Quasy experimental design of one group pre-test and post-test. The research was conducted in the Quality Family Village of Bengkayang Regency. The research sample was mothers who had toddlers who met the inclusion criteria. Samples were taken by purposive sampling. Data collection was carried out through direct interviews regarding the characteristics of respondents, taking anthropometric measurements on toddlers, filling out pre-test and post-test research questionnaires by mothers. Result: This study showed that there was a change in the mother's knowledge score before and after education was given. The pre-test score obtained was 3.87%. Meanwhile, the post-test score obtained was 5.78%. The results of measuring the mother's skill level score in conducting early detection of stunting. The mean value obtained was 1.70% before the intervention and then obtained a value of 4.98% after the intervention. Conclusion: This study concluded that there was an effect on the level of knowledge and skills of mothers before and after being given an intervention on early detection of stunting in the Quality Family Village (Kampung KB) Bengkayang Regency.
The Effect Of Education Through Diary Stunting Prevention Against Strengthening Mother's Knowledge In A Family Camp Of High Quality Charity (A Case Study On The Tribe Of Ahe) Handini, Lail; Elly Trisnawati; Marlenywati, Marlenywati; Indah Budiastutik
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkayang is a district contributing to stunting cases in West Kalimantan, at 30.1% by 2022. The figure has increased compared to the previous year. The majority of the population in this district is the Ahe Dayak tribe, with an average level of secondary to lower education, i.e., no SD, SD, or SLTP graduates. It can affect public understanding, especially among young mothers, of stunting prevention efforts. One of the priority stunting villages in the district is Tumiang Village, which is in the category of Quality Family Village (Kampung KB) with remote access to health services. These factors are determinants of the intensity of health services from the local health force, so it is necessary to make an effort to improve education for young mothers in the prevention of stunting. The study aims to analyze the impact of education through the Stunting Prevention Diary on the improvement of Mother Balita's knowledge in Quality Family Village. The design used was quasi-experimental, with a one-group pretest and posttest. Samples of as many as 30 mothers who have news and are in the village of Tumiang Samalantan Prefecture were taken by purposive sampling. The measurement was done twice over a month of intervention using the Stunting Prevention Diary media. The data was analyzed using a pair T test (α = 95%). The results of the study showed that the majority of young mothers are unemployed (playing as a householder of 53.5%), the job of the head of the family is a farmer/manager/garden worker (80%), the educational level of the mother is SLTP and SLTA (36.7%), and the family income under UMK Bengkayang district was 70%. The knowledge score of the respondents increased from 9.40 to 12.83. The intervention provided is educational through the media. Diary Prevention Stunting is effective in improving the knowledge of the mother of the newborn. Thus, it can be concluded that the education of stunting prevention using the media Diary stunting prevention has an influence on the improvement of mothers' knowledge and can be used as one of the examples of health promotion efforts in order to accelerate the decline in stunting in Bengkayang district.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG 8 FUNGSI KELUARGA DI KAMPUNG KB MEMBANGUN DESA Aulia, Cindy Febi Dwi; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37092

Abstract

Stunting digunakan sebagai indikator malnutrisi kronis yang mencerminkan riwayat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga dapat memberikan gambaran tentang status gizi anak di masa lalu. Pencegahan stunting bisa dilakukan melalui 8 fungsi keluarga, meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang 8 fungsi keluarga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimental menggunakan uji analisis data yaitu uji-t berpasangan (paired t-test). Penelitian dilakukan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Membangun Desa. Sampel penelitian ini sebanyak 30 ibu balita yang berasal dari keluarga beresiko stunting, instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuisioner dengan Power Point sebagai media presentasi. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara fungsi keluarga dalam pengasuhan balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adanya pengaruh edukasi tingkat pendidikan ibu tentang 8 fungsi keluarga.
The effectiveness of medical device logistics management at Puskesmas X in supporting healthcare service optimization Rizky, Ayu; Mayarestya, Nita Putriasti; Hastuti, Lidia; Arfan, Iskandar; Marlenywati, Marlenywati
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i2.893

Abstract

Background: Optimal healthcare services at community health centers require effective logistic management to ensure adequate availability of medical devices. At Puskesmas X, there are several issues related to the availability and management of medical devices that affect the quality of healthcare services. This study aims to analyze the logistic management of medical devices at Puskesmas X as a basis for planning a logistic management improvement program. Method: This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with community health center staff and direct observation at the research site. Data analysis was conducted using thematic analysis. Results: The results show that the logistic management of medical devices at Puskesmas X is not yet optimal. There are deficiencies in planning, procurement, and storage of medical devices, as well as frequent delays in reporting. The main factors influencing this are the frequent turnover of goods treasurers and the lack of training for logistics staff. Conclusion: Improvements in the logistic management of medical devices at Puskesmas X are needed through enhancements in planning, procurement, and storage systems, as well as training for logistics staff to ensure adequate availability of medical devices and improved quality of healthcare services.
Stunting-Free Nasyiatul Aisyiyah (Pashmina) Health Service Program for Female Students of Muhammadiyah College Kotabaru, Pontianak Ruhama, Ufi; Yulian, Ryani; Marlenywati, Marlenywati; Khairunnisa, Intan
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.774

Abstract

This community service aims to increase the understanding of female students regarding nutrition and reproductive health. In addition, this health service activity owned by Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) is a cadre program for the Regional Leadership of Nasyiatul Aisyiyah. In this activity, pengabdi conducted weight and height measurements as well as Body Mass Index (BMI) measurements. In this case there are 18 students classified as thin, 14 students classified as normal who are classified as obese less, namely 6 students. Before the material was given, the students filled out the pretest and after the presentation of the material by the resource person, the students completed the posttest. Pretest and posttest are carried out in order to determine the level of understanding of students related to the material that has been given. From the test results, it can be concluded that there is an increase in the understanding of female students by 38.98% after the material is given. This shows that the increase in understanding of female students related to stunting and reproductive health has increased. After this program is implemented, a Follow-up Plan (RTL) will be carried out between pengabdi and the Regional Leadership of Nasyiatul Aisyiyah Pontianak City in an effort to recruit early cadres in Nasyiah.
Upaya Pengembangan Pendidikan Anak Melalui Kegiatan Rumah Pintar di Desa Sungai Mawang Kabupaten Sanggau Ardiyanti, Siti; Marlenywati, Marlenywati; Rahayu, Hanum Mukti
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3012

Abstract

Desa Sungai Mawang merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten sanggau, desa tersebut termasuk ke dalam kategori daerah tertinggal. Dalam bidang pendidikan, di Desa Sungai Mawang masih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah atau hanya bersekolah kurang dari 9 tahun, bahkan sangat huruf. Selain itu, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tersedia belum dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini atau bahkan belum tersedia di setiap dusun. Sementara pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting yang menjadi tolak ukur dan juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian perlu adanya pemberdayaan bagi masyarakat melalui kegiatan rumah pintar yang dilakukan utuk menuntaskan semua masalah tersebut. Tujuan memilih ini adalah ingin mendeskripsikan kegiatan rumah pintar Desa Sungai Mawang sebagai sarana belajar anak serta masyarakat Desa Sungai Mawang kabupaten Sanggau. Metode Pelaksanaan kegiatan rumah pintar dilakukan melalui Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hadirnya rumah pintar sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan mendukung pentingnya. Paling tidak bisa memberikan kesempatan pada masyarakat yang tidak tersentuh oleh pendidikan formal untuk bisa mendapatkan pendidikan di rumah pintar ini. Sistem penyelenggaraan rumah pintar yang sesuai dengan kebutuhan, tantangan dan kemampuan masyarakat di Desa ini dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat agar anak-anak dapat belajar, menambah pengalaman dan keterampilan yang akan berguna bagi kehidupannya. Kata kunci: Rumah Pintar, Desa Sungai Mawang, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abrori Abrori Abrori, Abrori Afifah, Suci Alma Elvia Jumalda Amaliah Amaliah Andri Dwi Hernawan Arfan, Iskandar Armita Dewi Hardiyanti Asrul Abdullah Aulia, Cindy Febi Dwi Ayu Diana Meilantika Ayu Rizky Ayu Rizky Bitania Aminudin Diana Mandasari Didik Hariyadi Djaswadi Dasuki Edi Waliyo Edy Waliyo Edy Waliyo Elfrida Ratnawati Elly Trisnawati Fadhillah, Hikmah Farida, Syarifah Fioresta, Arswendy Irene Fitri Ichtiyati Handini, Lail Haruniati Haruniati Hawa Cahya Purnama Helwan, Urai Hernawan, Andry Dwi Hutagalung, Kiki Ichtiyati, Fitri Indah Budiastutik Irse Desy Yana Ismael Saleh Jamaniah, Leni Juliana Panemaan, Anita Juniari Kurnia Karisma, Nova Khairunnisa, Intan Kiki Hutagalung Kurniasih, Sari Kusharisupeni Kusharisupeni Lazuli, Neila Sari Lemba, Lemba Lendra, Minokta Lestari, Popy Linda Suwarni Luh Putu Ratna Sundari M. Taufik Malsyafinanti, Syarfina Mardjan Mardjan Maretalinia Maretalinia Marlina Marlina Mawardi Mawardi Mayarestya, Nita Putriasti Mita, Gita Mitasari, Gity Munawaroh, Nuraini Neila Sari Lazuli Nilasari Nilasari Novi Irawan Nurlian, Yayan Nurseha Nurseha Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah Oktaviana, Nur Ayu Pramono, Dimas Budi Putri Manja Putri, Dellyta Nabila Rahayu, Hanum Mukti Rahmadinda, Rahmadinda Rahmadita, Ninda Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rizki Putri Tifani Rizky, Ayu Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Ruhama, Ufi Ryani Yulian Safira, Nadyah Noora Santri Santri Sari Kurniasih Sayyidun Nisa Asy-Syifa Selviana Serly Meryani Sinaga, Talentha Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Suharningsih Suharningsih Sulistiawan, Aprianto Sumiati Sumiati Suyitno Suyitno Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Syabaniah, Syabaniah Syarifah Farida Tedy Dian Pradana Tri Wulandari Widiarsih, Fitria Widya Eka Lestari Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Mulia Ningsih Wulandari, Yesi Yulyati, Yulyati YUNI, YUNI Yuyun Agustina