p-Index From 2021 - 2026
5.443
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Darussalam Nutrition Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal SOLMA Jurnal Kesehatan Medika Saintika Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Journal of Midwifery and Nursing J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Journal of Public Health Innovation (JPHI) Jurnal EduHealth Journal of Health Research Science Unram Journal of Community Service (UJCS) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Riset Informasi Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Claim Missing Document
Check
Articles

The effectiveness of medical device logistics management at Puskesmas X in supporting healthcare service optimization Rizky, Ayu; Mayarestya, Nita Putriasti; Hastuti, Lidia; Arfan, Iskandar; Marlenywati, Marlenywati
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i2.893

Abstract

Background: Optimal healthcare services at community health centers require effective logistic management to ensure adequate availability of medical devices. At Puskesmas X, there are several issues related to the availability and management of medical devices that affect the quality of healthcare services. This study aims to analyze the logistic management of medical devices at Puskesmas X as a basis for planning a logistic management improvement program. Method: This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with community health center staff and direct observation at the research site. Data analysis was conducted using thematic analysis. Results: The results show that the logistic management of medical devices at Puskesmas X is not yet optimal. There are deficiencies in planning, procurement, and storage of medical devices, as well as frequent delays in reporting. The main factors influencing this are the frequent turnover of goods treasurers and the lack of training for logistics staff. Conclusion: Improvements in the logistic management of medical devices at Puskesmas X are needed through enhancements in planning, procurement, and storage systems, as well as training for logistics staff to ensure adequate availability of medical devices and improved quality of healthcare services.
Stunting-Free Nasyiatul Aisyiyah (Pashmina) Health Service Program for Female Students of Muhammadiyah College Kotabaru, Pontianak Ruhama, Ufi; Yulian, Ryani; Marlenywati, Marlenywati; Khairunnisa, Intan
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.774

Abstract

This community service aims to increase the understanding of female students regarding nutrition and reproductive health. In addition, this health service activity owned by Nasyiatul Aisyiyah (PASHMINA) is a cadre program for the Regional Leadership of Nasyiatul Aisyiyah. In this activity, pengabdi conducted weight and height measurements as well as Body Mass Index (BMI) measurements. In this case there are 18 students classified as thin, 14 students classified as normal who are classified as obese less, namely 6 students. Before the material was given, the students filled out the pretest and after the presentation of the material by the resource person, the students completed the posttest. Pretest and posttest are carried out in order to determine the level of understanding of students related to the material that has been given. From the test results, it can be concluded that there is an increase in the understanding of female students by 38.98% after the material is given. This shows that the increase in understanding of female students related to stunting and reproductive health has increased. After this program is implemented, a Follow-up Plan (RTL) will be carried out between pengabdi and the Regional Leadership of Nasyiatul Aisyiyah Pontianak City in an effort to recruit early cadres in Nasyiah.
Upaya Pengembangan Pendidikan Anak Melalui Kegiatan Rumah Pintar di Desa Sungai Mawang Kabupaten Sanggau Ardiyanti, Siti; Marlenywati, Marlenywati; Rahayu, Hanum Mukti
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3012

Abstract

Desa Sungai Mawang merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten sanggau, desa tersebut termasuk ke dalam kategori daerah tertinggal. Dalam bidang pendidikan, di Desa Sungai Mawang masih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah atau hanya bersekolah kurang dari 9 tahun, bahkan sangat huruf. Selain itu, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tersedia belum dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini atau bahkan belum tersedia di setiap dusun. Sementara pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting yang menjadi tolak ukur dan juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian perlu adanya pemberdayaan bagi masyarakat melalui kegiatan rumah pintar yang dilakukan utuk menuntaskan semua masalah tersebut. Tujuan memilih ini adalah ingin mendeskripsikan kegiatan rumah pintar Desa Sungai Mawang sebagai sarana belajar anak serta masyarakat Desa Sungai Mawang kabupaten Sanggau. Metode Pelaksanaan kegiatan rumah pintar dilakukan melalui Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hadirnya rumah pintar sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan mendukung pentingnya. Paling tidak bisa memberikan kesempatan pada masyarakat yang tidak tersentuh oleh pendidikan formal untuk bisa mendapatkan pendidikan di rumah pintar ini. Sistem penyelenggaraan rumah pintar yang sesuai dengan kebutuhan, tantangan dan kemampuan masyarakat di Desa ini dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat agar anak-anak dapat belajar, menambah pengalaman dan keterampilan yang akan berguna bagi kehidupannya. Kata kunci: Rumah Pintar, Desa Sungai Mawang, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan
Strategi optimalisasi pelatihan kader melalui 25 keterampilan dasar posyandu dalam pencegahan stunting Fitriani, Nurlita; Alamsyah, Dedi; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Munadji, Munadji
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/1s9zaa45

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi besar di dunia, dengan prevalensi di Kalimantan Barat mencapai 24,5%. Meskipun kader posyandu diharapkan menjadi garda terdepan pencegahan, keterampilan mereka masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan meningkatkan 25 keterampilan dasar kader posyandu guna mengoptimalkan peran mereka dalam pencegahan stunting di wilayah binaan CSR PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh populasi yang berjumlah 40 kader dari Desa Pedalaman dan Desa Tanjung Bunut diambil sebagai sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat (Chi Square).Hasil: Sebagian besar kader tergolong kurang terampil dalam keterampilan dasar posyandu. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa usia (p=0,265) dan tingkat pendidikan (p=1,000) tidak berhubungan dengan keterampilan kader. Namun, lama menjadi kader (p=0,038) terbukti memiliki hubungan yang signifikan secara statistic karena p-value <0,05..Kesimpulan: Dengan demikian, keterampilan kader masih perlu ditingkatkan dan pengalaman lama menjadi kader merupakan faktor penentu keterampilan, sehingga pemberian pelatihan intensif sangat disarankan.
The Effectiveness of Cadre Training in Interpreting Toddler Nutritional Status using Anthropometric Indicators Fithri, Hanifa Amalia; Budiastutik, Indah; Saleh, Ismael; Marlenywati, Marlenywati; Permata, Widya
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 8, No 3 (2025): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v8i3.30145

Abstract

Introduction: Anthropometric knowledge is important for assessing nutritional status; however, measurement errors can affect data quality. Therefore, it is necessary to improve the capacity of the cadres to increase the accuracy of the nutritional data. This study aimed to determine the effectiveness of cadre training in improving their ability to interpret the nutritional status of toddlers using  anthropometric indicators.Methods: This study used a quantitative research methodology with a quasi-experimental, one-group, pretest-posttest design. The training methods used were equipment preparation, presentation of nutrition and anthropometry theory, discussion, demonstration, and measurement practice by trainers. The training research subjects were 39 posyandu cadres selected through purposive sampling method. Data analysis was performed using a paired t-test.Results: The cadres were mostly in the age group of 31-40 years, housewives, and more than half of them were in junior high school level and below. The training model improved the cadres’ knowledge in the interpretation of the anthropometric measurement results from a score of 4.79 to 6.74 after the training, with p=0.0001, indicating a significant improvement.Conclusion: Cadre training significantly improved the ability to interpret toddlers’ nutritional status based on anthropometric indicators, supporting more accurate growth monitoring and early detection of nutritional problems at the community level.
Integrasi program pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi untuk pencegahan stunting pada ibu hamil Ulandari, Cantika Fania; Budiastutik, Indah; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Sari, Eka Puspita
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/efkrfk15

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia. Kekurangan gizi pada ibu hamil berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan janin, sehingga intervensi gizi sejak masa kehamilan sangat penting.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental one group pretest–posttest. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang diintegrasikan dengan edukasi gizi partisipatif selama empat sesi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Terdapat peningkatan signifikan perilaku konsumsi gizi seimbang pada ibu hamil dari pretest ke posttest (p = 0,000). Rerata berat badan ibu hamil juga meningkat dari 54,1 kg menjadi 59,7 kg setelah intervensi.Kesimpulan: Integrasi PMT berbasis pangan lokal dengan edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan perilaku konsumsi gizi dan status gizi ibu hamil sebagai strategi pencegahan stunting sejak masa prenatal.
Risiko Kesehatan Kerja pada Kelompok Mamalam PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat Winata, Rivaldi Andika; Trisnawati, Elly; Saleh, Ismael; Marlenywati; Puspitasari, Eka
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4146

Abstract

Kelompok Tani Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, terutama bahaya fisik dan ergonomi, namun implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih minim. Hal tersebut berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan keluarga apabila pekerja mengalami gangguan kesehatan. Kelompok Tani Mamalam adalah program pemberdayaan masyarakat dan reklamasi lahan pascatambang PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat, yang berfokus pada pertanian (hidroponik, organik) dan peternakan. Pekerja dalam program ini menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, meliputi: (1) Risiko ergonomis berupa Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat gerakan repetitif saat penyiapan lahan; (2) Risiko fisik seperti tekanan panas dan kulit terbakar akibat aktivitas ladang; dan (3) Risiko biologis berupa paparan penyakit infeksi saat merawat ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keparahan masalah kesehatan serta menganalisis tingkatan risiko bahaya yang dihadapi oleh pekerja Kelompok Tani Mamalam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 52 pekerja yang dipilih menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi dan kuesioner, dan penilaian analisis risiko menggunakan matriks risiko. (100%), gerakan repetitif (100%). Bahaya biologis, yaitu Infeksi Demam Berdarah dan Malaria (0%) iritasi kulit dan gatal-gatal (38,5%) dan psikososial (beban kerja berlebih) dialami oleh 38,5% pekerja, sementara bahaya kimia tidak ditemukan (0%). Bahaya ergonomi dinilai berisiko 'Tinggi', sedangkan bahaya fisik dan biologis berisiko 'Sedang'. Ketiadaan tindakan pengendalian dan edukasi K3 menjadi akar masalah utama dari tingginya risiko kesehatan yang teridentifikasi pada pekerja, Maka, diperlukan implementasi program K3 yang mencakup edukasi dan pengendalian teknis, terutama untuk risiko ergonomi yang tinggi.
Edukasi Gizi Seimbang pada Ibu Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Rasau Jaya Dua Marlenywati, Marlenywati; Rizky, Ayu; Fitriani, Nurlita; Zakia Dewi, Suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7414

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi gizi ibu balita melalui edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal di Desa Rasau Jaya Dua, Kabupaten Kubu Raya. Pendekatan partisipatif digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Dahlia dengan melibatkan 21 ibu balita melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pre–post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata 10–20% dengan proporsi peserta berpengetahuan baik meningkat dari 66,7% menjadi 81%. Peningkatan terbesar terjadi pada pemanfaatan bahan pangan lokal dan penyusunan menu seimbang. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi gizi yang kontekstual dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi keluarga serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal. Model intervensi ini dapat direplikasi di wilayah semi-pesisir lainnya sebagai strategi pencegahan stunting berbasis komunitas.
Perilaku Nenek dalam Praktik Pemberian Makan pada Balita Stunting di Wilayah Komunitas Dayak Kabupaten Landak: Grandmother’s Behavior in Feeding Practices for Stumted Toddlers in Dayak Community Area, Landak Regency Arswendy Irene Fioresta; Elly Trisnawati; Marlenywati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4275

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita didunia saat ini. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya stunting, salah satunya yaitu disebakan karena praktik pemberian makanan yang buruk dan kurangnya konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Faktor penentu dari kejadian stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor orangtua melainkan juga dapat disebabkan oleh faktor keluarga sebagai lingkungan pengasuh yang turut berperan dalam beberapa aspek penting perkembangan bayi/balita. Dalam hal ini nenek menjadi orang terdekat oleh keluarga dalam mengasuh balita, sehingga nenek menjadi faktor penting dalam peningkatan risiko stunting. Tujuan: Mengidentifikasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Komunitas Dayak Kabupaten Landak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional yang dilakukan di 5 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Senakin Kabupaten Landak. Sampel dalam penelitian ini adalah nenek yang tinggal bersama dengan keluarga balita stunting yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung untuk menggali informasi pemahaman nenek tentang pencegahan stunting dan menggali peran nenek dalam pemberian makanan pada balita yang diasuhnya. Hasil:Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku nenek dalam pemberian jenis menu makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 62,5%. Perilaku nenek dalam menentukan jadwal dan frekuensi makan masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 55%. Perilaku nenek dalam mengolah makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 52,5%. Perilaku nenek dalam menyajikan makanan masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 75%. Perilaku nenek dalam memberi makan pada balita stunting masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 52,5%. Tingkat pengetahuan nenek masuk dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 57,2%. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku nenek dalam praktik pemberian makan pada balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Senakin sebagian besar perilaku dalam pemberian jenis menu makanan kurang baik, jadwal dan frekuensi pemberian makan baik, melakukan pengolahan makanan dengan kurang baik, dalam hal penyajian makanan kurang baik, dan cara memberi makan baik.
Increasing the Capacity of Mothers of Toddlers in Early Detection of Stunting in Quality Family Village, Bengkayang Regency Novi Irawan; Marlenywati; Indah Budiastutik; Elly Trisnawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5351

Abstract

Introduction: Stunting is one of the serious nutritional problems experienced by toddlers in the world as well as toddlers in Indonesia. Stunting has a negative impact on the quality of life in the future because it can interfere with the growth and development of toddlers, and can affect children's learning abilities. One of the factors causing stunting is the lack of parental knowledge about the importance of nutritional status in children. Meanwhile, the problems found in the field are errors and inaccuracies in the use of anthropometric tools used by posyandu cadres. One of the efforts to detect early stunting can involve the participation of parents, especially mothers, an activity is needed that aims to improve mothers' skills by providing anthropometric training and stunting prevention education. Objective: Increase the knowledge capacity and skills of mothers of toddlers in efforts to detect early stunting with anthropometric measurement training and stunting prevention education in Quality Family Village, Bengkayang Regency. Method: This research is a quantitative study conducted directly with a Quasy experimental design of one group pre-test and post-test. The research was conducted in the Quality Family Village of Bengkayang Regency. The research sample was mothers who had toddlers who met the inclusion criteria. Samples were taken by purposive sampling. Data collection was carried out through direct interviews regarding the characteristics of respondents, taking anthropometric measurements on toddlers, filling out pre-test and post-test research questionnaires by mothers. Result: This study showed that there was a change in the mother's knowledge score before and after education was given. The pre-test score obtained was 3.87%. Meanwhile, the post-test score obtained was 5.78%. The results of measuring the mother's skill level score in conducting early detection of stunting. The mean value obtained was 1.70% before the intervention and then obtained a value of 4.98% after the intervention. Conclusion: This study concluded that there was an effect on the level of knowledge and skills of mothers before and after being given an intervention on early detection of stunting in the Quality Family Village (Kampung KB) Bengkayang Regency.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abrori Abrori Abrori, Abrori Afifah, Suci Alamsyah, Dedi Alma Elvia Jumalda Amaliah Amaliah Andri Dwi Hernawan Arfan, Iskandar Armita Dewi Hardiyanti Arswendy Irene Fioresta Asrul Abdullah Audila Rima Putri Aulia, Cindy Febi Dwi Ayu Diana Meilantika Bitania Aminudin Dewi, Dwi Oktviantika Diana Mandasari Didik Hariyadi Djaswadi Dasuki Edi Waliyo Edy Waliyo Edy Waliyo Eka Puspita Sari Eka Puspita Sari Eka Puspitasari Eka Puspitasari, Eka Elfrida Ratnawati Elly Trisnawati Elly Trisnawati Fadhillah, Hikmah Fithri, Hanifa Amalia Fitri Ichtiyati Fitriani, Nurlita Handini, Lail Haruniati Haruniati Hawa Cahya Purnama Helwan, Urai Hernawan, Andry Dwi Hutagalung, Kiki Ichtiyati, Fitri Indah Budiastutik Irse Desy Yana Ismael Saleh Jamaniah, Leni Juliana Panemaan, Anita Juniari Kurnia Karisma, Nova Khairunnisa, Intan Kiki Hutagalung Kurniasih, Sari Kusharisupeni Kusharisupeni Lazuli, Neila Sari Lemba, Lemba Lendra, Minokta Lestari, Popy Linda Suwarni Luh Putu Ratna Sundari LUKIANAH, SYARIFAH M. Taufik Malsyafinanti, Syarfina Manja, Putri Mardjan Mardjan Maretalinia Maretalinia Marlina Marlina Mawardi Mawardi Mayarestya, Nita Putriasti Mita, Gita Mitasari, Gity Munadji, Munadji Munawaroh, Nuraini Neila Sari Lazuli Nilasari Nilasari Novi Irawan Nur Aini Nurlian, Yayan Nurseha Nurseha Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah Oktaviana, Nur Ayu Permata, Widya Pramono, Dimas Budi Putri, Dellyta Nabila Rahayu, Hanum Mukti Rahmadinda, Rahmadinda Rahmadita, Ninda Rizki Fitlya, Rizki Rizki Putri Tifani Rizky, Ayu Rizky, Ayu Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Ruhama, Ufi Ryani Yulian Safira, Nadyah Noora Santri Santri Sari Kurniasih Sayyidun Nisa Asy-Syifa Selviana Serly Meryani Sinaga, Talentha Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Suci Zakia Dewi Suharningsih Suharningsih Sulistiawan, Aprianto Sumiati Sumiati Suyitno Suyitno Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Syabaniah, Syabaniah Syarifah Farida Tedy Dian Pradana Tri Wulandari Ulandari, Cantika Fania Widiarsih, Fitria Widya Eka Lestari Widya Fermata Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Mulia Ningsih Wulandari, Yesi Yulyati, Yulyati YUNI, YUNI Yuyun Agustina Zakia Dewi, Suci