p-Index From 2021 - 2026
5.443
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Darussalam Nutrition Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal SOLMA Jurnal Kesehatan Medika Saintika Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Journal of Midwifery and Nursing J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Journal of Public Health Innovation (JPHI) Jurnal EduHealth Journal of Health Research Science Unram Journal of Community Service (UJCS) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Riset Informasi Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Food Hygiene, Sanitation Hygiene and Safety of Eating Equipment Winata, Rivaldi Andika; Lemba, Lemba; Rahmadita, Ninda; Fadhillah, Hikmah; Malsyafinanti, Syarfina; Marlenywati, Marlenywati
Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/jmcr.v1i2.320

Abstract

This study aims to assess food cleanliness, hygiene sanitation, and the safety of eating utensils in the canteens at Universitas Muhammadiyah Pontianak, specifically those serving buffet-style food. The research uses a quantitative method with a descriptive approach to describe the cleanliness and sanitation conditions in five canteens on campus. Data were collected through direct observations, interviews, and observation forms with canteen staff. The results show that most canteens have good levels of cleanliness and sanitation, with 80% of canteens receiving a "Good" rating for food cleanliness, although 20% require improvement. For hygiene sanitation, 40% of canteens received a "Good" rating, but 40% others need improvements, particularly in areas rated as "Poor." The assessment of eating utensil safety shows that most canteens meet good safety standards. However, some canteens, especially Kantin Mas Bian, need to improve utensil storage, as it received a "Does Not Meet Standards" score. Overall, the results of this study indicate that the cleanliness, sanitation, and safety of eating utensils in the canteens at Universitas Muhammadiyah Pontianak are good, but there is still room for improvement, particularly in sanitation management and utensil storage to support the health and comfort of the campus community.
Pemberdayaan Masyarakat Mengatasi Masalah Stunting Melalui Penyuluhan Dan Pelatihan Pengukuran Status Gizi Sayyidun Nisa Asy-Syifa; Iskandar Arfan; Marlenywati Marlenywati; Ayu Rizky
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1020

Abstract

Kalimantan Barat masuk dalam 10 besar tertinggi kasus sangat pendek dan pendek dari 34 provinsi di Indonesia. Di kota Pontianak proporsi balita pendek (TB/U) sebesar 18.1% dengan target yakni turun 17% pada tahun 2022 dan 14% di 2024. Kelurahan Parit Mayor merupakan puskesmas dengan salah satu penyumbang kasus stunting di Kota Pontianak dengan 457 pengukuran terdapat 9,2% Balita Pendek. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang tentang stunting dan pentingnya pemantauan status gizi, serta pelatihan pemantauan status gizi. Sasaran Pengabdian ini adalah 24 orang (kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di kelurahan Parit Mayor Pontianak Provinsi Kalbar. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah yang didukung media booklet, serta demontrasi pengukuran status gizi. Hasil evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan pasca penyuluhan dari rata-rata nilai pengetahuan 9,3 menjadi 13,6. Setelah kegiatan pengabdian ini masyarakat lebih siap dan memiliki kesadaran lebih untuk mencegah kasus stunting di lingkungannya.  Bagi pihak terkait agar memanfaatkan pemberian informasi stunting melalui media booklet ini untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap stunting serta pembinaan lanjutan terhadap pelatihan pengukuran status gizi pada masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memonitor pertumbuhan bayi dan balita secara mandiri untuk skrining awal pada tingkatan keluarga. Community Empowerment Overcoming Stunting Problems Through counseling and Training on Nutritional Status Measurement West Kalimantan is included in the top 10 highest cases of very short and short of 34 provinces in Indonesia. In Pontianak city the proportion of short toddlers (TB/U) is 18.1% with a target of decreasing by 17% in 2022 and 14% in 2024. Parit Mayor Village is a health center with one of the contributors to stunting cases in Pontianak City with 457 measurements there are 9.2 % Toddler Short. The purpose of this community service activity is to provide counseling about stunting and the importance of monitoring nutritional status, as well as training in monitoring nutritional status. The target of this Community Service is 24 people (health cadres and mothers with toddlers). This service activity was carried out in the Parit Mayor Pontianak sub-district, West Kalimantan Province. Community service activities use the lecture method supported by booklet media, as well as demonstrations of measuring nutritional status. The results of the evaluation showed an increase in post-counseling knowledge from an average knowledge value of 9.3 to 13.6. After this community service activity, the community is better prepared and has more awareness to prevent stunting cases in their environment. For related parties to take advantage of providing stunting information through this booklet media to increase public knowledge and awareness of stunting as well as further guidance on training in measuring nutritional status in the community so that they have the ability to monitor the growth of infants and toddlers independently for initial screening at the family level., and the results of scientific findings obtained and conclusions. Abstract for still
Program Dahsyat (Dapur Higienis dan Sehat) bagi Kader Posyandu Anggrek Bulan untuk Pencegahan Stunting Marlenywati; Ayu Rizky; Diana Mandasari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1092

Abstract

Data Puskesmas Sembereng menunjukkan stunting  pada balita sebesar 18,8% pada tahun 2018 turun menjadi sebesar 13,0% di tahun 2019 dan sebesar 12,0% tahun 2020. Walaupun data tersebut menunjukan penurunan, kasus stunting tetap menjadi perhatian sebagai masalah kesehatan masyarakat dikarenakan berada pada rentang 12 – 19%. Untuk menurunkan proporsi dari stunting, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat diantaranya dengan dicanangkan 5 pilar sebagai Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting. Salah satu aksi dari pilar tersebut membutuhkan sumber daya manusia seperti kader posyandu untuk memiliki kapasitas yang memadai dan terlatih. Selain itu, pemanfaatan pangan lokal dinilai mampu memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Oleh karenanya, melalui kegiatan pengabdian masyarakat Program Dahsyat (dapur higienis dan sehat), diharapkan Kader Posyandu memiliki kapasitas dalam perencanaan menu gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa adanya peningkatan skor pengetahuan kader posyandu sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan dan Bakso Ikan Wortel sebagai produk dari pelatihan kader posyandu juga disukai oleh balita. Diharapkan penyuluhan dan pelatihan dapat dilakukan oleh Puskesmas secara rutin dengan materi dan bahan pangan lokal yang bervariasi. Dahsyat Program (Hygienic and Healthy Kitchen) for Cadres of Posyandu Anggrek Bulan for Stunting Prevention  The data from Sembereng Community Health Center shows that stunting in toddlers decreased from 18.8% in 2018 to 13.0% in 2019 and 12.0% in 2020. Although the data indicates a decrease, stunting remains a concern as a public health problem, as it falls within the range of 12-19%. To reduce the proportion of stunting, various efforts have been made by the central government, including the implementation of the 5-pillar National Strategy for Accelerating Stunting Prevention. One action from the pillar requires human resources, such as posyandu cadres, to have adequate and trained capacities. In addition, the utilization of local food is considered to be able to contribute to the prevention and mitigation of stunting. Therefore, through community service activities in the Dahsyat Program (hygienic and healthy kitchen), it is expected that Posyandu cadres have the capacity in planning a balanced nutrition menu by utilizing local food to support stunting prevention. The results of this activity show an increase in the knowledge score of Posyandu cadres before and after the counseling, and the Fish and Carrot Meatball product from the Posyandu cadres' training is also preferred by toddlers. It is hoped that counseling and training can be carried out regularly by the Community Health Center with varied local food materials and topics.
Sosialisasi dan Pelatihan tentang Pencegahan Infeksi Kecacingan di SD Muhammadiyah 1 Pontianak Ayu Rizky; Ayu Diana Meilantika; Iskandar Arfan; Marlenywati; Nuruniyah Nuruniyah; Irse Desy Yana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i3.1270

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat cakupan POPM periode 1 tahun 2022 tidak POPM. Dimana tantangan program yang dihadapi adalah Perilaku Hygiene dan sanitasi yang masih kurang baik, situasi pandemi yang mengakibatkan terkendalanya pelaksanaan POPM dan penyediaan obat. Sehingga perlunya peningkatan akses air bersih, sanitasi, perilaku hygiene dapat mendukung program eliminasi/eradikasi penyakit tropis terabaikan. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan di nilai mampu memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan infeksi kecacingan. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa adanya peningkatan skor pengetahuan siswa-siswi sebelum dan setelah dilakukannya sosialisasi dan pelatihan perilaku hygiene. Diharapkan sosialisasi dan pelatihan dapat dilakukan oleh Anak Sekolah Dasar secara rutin dengan materi dan pelatihan yang bervariasi. Socialization and Training on Prevention of Worm Infection at Muhammadiyah 1 Elementary School,  The province of West Kalimantan, during the 2022 period, did not achieve full coverage of the School-Age Children Mass Drug Administration (POPM). The program faced several challenges, including poor hygiene and sanitation behavior, the impact of the ongoing pandemic on the implementation of the POPM, and limited availability of medication. Therefore, there is a need to improve access to clean water, sanitation, and hygiene practices to support the elimination/eradication of neglected tropical diseases. Furthermore, raising awareness and providing training can contribute to preventing worm infections. The results of these activities demonstrate an improvement in students' knowledge scores before and after the implementation of hygiene promotion and training. It is expected that regular hygiene promotion and training sessions will be conducted by primary school children, covering various topics and training materials.      
LINGKAR BETIS, SATU PENGUKURAN ANTROPOMETRI SEDERHANA PENGGANTI BERAT LAHIR Kusharisupeni Kusharisupeni; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v5i2.152

Abstract

Penimbangan berat lahir terutama di perdesaan merupakan masalah, padahal penimbangan bayi yang akurat dibutuhkan untuk dapat menapis bayi berat lahir rendah dimana bayi-bayi ini memulai hidupnya deagan kelemahan yang menjurus kepada tingginya morbiditas dan mortalitas bayi. Ukuran lingkar betis sebagai pengganti berat lahir sudah banyak dilakukan di beberapa negara berkembang, namun tidak demikian di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengukuran antropometri lingkar betis cukup efektif sebagai pengganti berat lahir sehingga bayi berat lahir rendah dapat diidentifikasi. Penelitian ini dilakukan di kota Pontianak dan di kabupaten Kubu Taya (pengembangan dari kota Pontianak) dengan desain penelitian potong lintang dan dua ratus enam puluh satu (261) bayi baru lahir genap bulan , 1 D% diantaranya adalah BBLR sebagai sampel. Lingkar betis diukur dengan pita LILA DepKes dan berat lahir dengan timbangan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara lingkar betis dan berat lahir r= 0,53(p<0,01), titik potong (cut off point) 9,75 cm dengan sensitifitas 85% dan spcsifisitas 65%. Nilai prediksi positif93,03% dan nilai prediksi negative 42,3% . Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkar betis dapat digunakan sebagai pengganti berat lahir, namun masih memerlukan studi lebih lanjut untuk mengvalidasi hasil penelitian ini.Kata kunci: berat lahir. lingkar betis, cut off point
The Influence of Education on Increasing the Knowledge of Mothers of Toddlers About the 8 Functions of the Family Hawa Cahya Purnama; Indah Budiastutik; Marlenywati Marlenywati; Elly Trisnawati
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.21985

Abstract

Mother's knowledge is very important because it is one of the contributing factors to the emergence of stunting in toddlers. Mothers with low knowledge have a higher risk of their children experiencing stunting compared to mothers with sufficient knowledge.The family plays a very important role in efforts to prevent stunting. Preventing stunting in families can be associated with eight family functions that support each other. This study aims to analyze the effect of education on improving the knowledge of mothers with toddlers regarding the 8 family functions. The eight family funtions are the religious function, sosio-cultural function, affection function, protection function, reproduction function, socialization and education function, economic function, and environmental development function. This research method is quantitative, using a quasi-experimental design with a pretest-posttest questionnaire instrument. The sample consists of 30 mothers with toddlers at risk of stunting in the Family Planning Village (Kampung KB), Lembah Murai Village. Data analysis used the Paired T-Test to test the effect of education on the 8 family functions before and after the intervention. The results show an average knowledge score increase of 21.76 after the intervention. The results of the Paired T-Test indicate a p value of 0,000, which signifies a statistically significant difference between the scores before and after the education on the 8 family funtions.Therefore, a good family role is very important in forming healthy living patterns in toddlers, making the active role of the family the key to supporting the optimal growth and development of toddlers. It is recommended that the education program be carried out regularly by involving cadres as active companions to support the understanding of mothers with toddlers in stunting prevention. Keywords: Education, Family Function, Stunting, Knowledge of Mothers of Toddlers
The relationship between use of technology, nutritional knowledge, family support, culture and lifestyle with stunting incidents in toddlers aged 24-59 months in the Kapuas River Bank Area, Pontianak City Rizky, Ayu; Marlenywati, Marlenywati; Yulyati, Yulyati; Budiastutik, Indah
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i2.965

Abstract

Background: The prevalence of toddlers with stunting in West Kalimantan province is 31.46% of toddlers who are stunted. One of them is in Pontianak City, 15.8% experienced stunting. Of the 6 sub-districts, East Pontianak District has the highest cases of stunting at 20.8% of toddlers. Objective: To determine the relationship between the use of technology, nutritional knowledge, family support, culture and lifestyle with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the Kapuas River area, Pontianak City. The population in this study was all children aged 24-59 months in the riverside area Kapuas. Method: The research design used case control with a 1:1 sample (92 samples). The sampling technique for the group of cases (Stunting) in this study was carried out using a probability sample, namely simple random Stunting and non-Stunting toddlers aged 24-59 months in the Kapuas River area, Pontianak City (Case) Retrospective (Control) sampling. In this study, the sample was divided into two, namely case samples and control samples, each of which had inclusion and exclusion criteria, consisting of 46 cases and 46 controls. The statistical test used was chi-square with a confidence level of 95%. Results: This research shows that there is a relationship between maternal nutritional knowledge (p value = 0.002 OR = 4.330), family support (p value = 0.011 OR = 3.248), lifestyle (p value = 0.001 OR=4.680) and there is no relationship between utilization technology (p value = 1.000 OR = 1.102), culture (p value = 0.210 OR = 1.852). Conclusion: Increasing mothers' knowledge regarding nutrition is one of the factors that can influence the occurrence of stunting in children under five, both in rural and urban areas. Families also have an important role in shaping culture and health behavior and lifestyle views can influence attitudes, behavior, and the response given by the mother to her child.
Refreshing Pelatihan Kader Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Limbung Marlenywati, Marlenywati; Sinaga, Talentha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.4568

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kader posyandu memiliki peran penting dalam pencegahan stunting melalui deteksi dini dan edukasi gizi di tingkat komunitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah stunting melalui pelatihan intensif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, praktik pengukuran antropometri, dan sharing session terkait gizi balita. Kegiatan ini diikuti oleh 23 dari 30 kader posyandu yang diundang. Peningkatan pengetahuan kader diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test, yang berarti pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader. Pelatihan kader yang terstruktur dan komprehensif ini terbukti memberikan dampak positif pada kemampuan kader dalam pencegahan stunting. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pendampingan lapangan untuk meningkatkan ketepatan pengukuran dan efektivitas deteksi dini stunting di masyarakat.
The Effect Of Education Through Diary Stunting Prevention Against Strengthening Mother's Knowledge In A Family Camp Of High Quality Charity (A Case Study On The Tribe Of Ahe) Handini, Lail; Elly Trisnawati; Marlenywati, Marlenywati; Indah Budiastutik
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkayang is a district contributing to stunting cases in West Kalimantan, at 30.1% by 2022. The figure has increased compared to the previous year. The majority of the population in this district is the Ahe Dayak tribe, with an average level of secondary to lower education, i.e., no SD, SD, or SLTP graduates. It can affect public understanding, especially among young mothers, of stunting prevention efforts. One of the priority stunting villages in the district is Tumiang Village, which is in the category of Quality Family Village (Kampung KB) with remote access to health services. These factors are determinants of the intensity of health services from the local health force, so it is necessary to make an effort to improve education for young mothers in the prevention of stunting. The study aims to analyze the impact of education through the Stunting Prevention Diary on the improvement of Mother Balita's knowledge in Quality Family Village. The design used was quasi-experimental, with a one-group pretest and posttest. Samples of as many as 30 mothers who have news and are in the village of Tumiang Samalantan Prefecture were taken by purposive sampling. The measurement was done twice over a month of intervention using the Stunting Prevention Diary media. The data was analyzed using a pair T test (α = 95%). The results of the study showed that the majority of young mothers are unemployed (playing as a householder of 53.5%), the job of the head of the family is a farmer/manager/garden worker (80%), the educational level of the mother is SLTP and SLTA (36.7%), and the family income under UMK Bengkayang district was 70%. The knowledge score of the respondents increased from 9.40 to 12.83. The intervention provided is educational through the media. Diary Prevention Stunting is effective in improving the knowledge of the mother of the newborn. Thus, it can be concluded that the education of stunting prevention using the media Diary stunting prevention has an influence on the improvement of mothers' knowledge and can be used as one of the examples of health promotion efforts in order to accelerate the decline in stunting in Bengkayang district.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG 8 FUNGSI KELUARGA DI KAMPUNG KB MEMBANGUN DESA Aulia, Cindy Febi Dwi; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37092

Abstract

Stunting digunakan sebagai indikator malnutrisi kronis yang mencerminkan riwayat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga dapat memberikan gambaran tentang status gizi anak di masa lalu. Pencegahan stunting bisa dilakukan melalui 8 fungsi keluarga, meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang 8 fungsi keluarga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimental menggunakan uji analisis data yaitu uji-t berpasangan (paired t-test). Penelitian dilakukan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Membangun Desa. Sampel penelitian ini sebanyak 30 ibu balita yang berasal dari keluarga beresiko stunting, instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuisioner dengan Power Point sebagai media presentasi. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan antara fungsi keluarga dalam pengasuhan balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adanya pengaruh edukasi tingkat pendidikan ibu tentang 8 fungsi keluarga.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abrori Abrori Abrori, Abrori Afifah, Suci Alamsyah, Dedi Alma Elvia Jumalda Amaliah Amaliah Andri Dwi Hernawan Arfan, Iskandar Armita Dewi Hardiyanti Arswendy Irene Fioresta Asrul Abdullah Audila Rima Putri Aulia, Cindy Febi Dwi Ayu Diana Meilantika Bitania Aminudin Dewi, Dwi Oktviantika Diana Mandasari Didik Hariyadi Djaswadi Dasuki Edi Waliyo Edy Waliyo Edy Waliyo Eka Puspita Sari Eka Puspita Sari Eka Puspitasari Eka Puspitasari, Eka Elfrida Ratnawati Elly Trisnawati Elly Trisnawati Fadhillah, Hikmah Fithri, Hanifa Amalia Fitri Ichtiyati Fitriani, Nurlita Handini, Lail Haruniati Haruniati Hawa Cahya Purnama Helwan, Urai Hernawan, Andry Dwi Hutagalung, Kiki Ichtiyati, Fitri Indah Budiastutik Irse Desy Yana Ismael Saleh Jamaniah, Leni Juliana Panemaan, Anita Juniari Kurnia Karisma, Nova Khairunnisa, Intan Kiki Hutagalung Kurniasih, Sari Kusharisupeni Kusharisupeni Lazuli, Neila Sari Lemba, Lemba Lendra, Minokta Lestari, Popy Linda Suwarni Luh Putu Ratna Sundari LUKIANAH, SYARIFAH M. Taufik Malsyafinanti, Syarfina Manja, Putri Mardjan Mardjan Maretalinia Maretalinia Marlina Marlina Mawardi Mawardi Mayarestya, Nita Putriasti Mita, Gita Mitasari, Gity Munadji, Munadji Munawaroh, Nuraini Neila Sari Lazuli Nilasari Nilasari Novi Irawan Nur Aini Nurlian, Yayan Nurseha Nurseha Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah Oktaviana, Nur Ayu Permata, Widya Pramono, Dimas Budi Putri, Dellyta Nabila Rahayu, Hanum Mukti Rahmadinda, Rahmadinda Rahmadita, Ninda Rizki Fitlya, Rizki Rizki Putri Tifani Rizky, Ayu Rizky, Ayu Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Ruhama, Ufi Ryani Yulian Safira, Nadyah Noora Santri Santri Sari Kurniasih Sayyidun Nisa Asy-Syifa Selviana Serly Meryani Sinaga, Talentha Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Suci Zakia Dewi Suharningsih Suharningsih Sulistiawan, Aprianto Sumiati Sumiati Suyitno Suyitno Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Syabaniah, Syabaniah Syarifah Farida Tedy Dian Pradana Tri Wulandari Ulandari, Cantika Fania Widiarsih, Fitria Widya Eka Lestari Widya Fermata Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Mulia Ningsih Wulandari, Yesi Yulyati, Yulyati YUNI, YUNI Yuyun Agustina Zakia Dewi, Suci