Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dan Pola Pemberian Makanan Dengan Kejadian Stunting di Daerah Tepian Sungai Wulandari, Yesi; Marlenywati, Marlenywati; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3417

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 21,5%, Kalimantan Barat sebesar 20,6% dan Kota Pontianak berada diangka 16,7% pada tahun 2023. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara pola asuh orang tua dan pola pemberian makanan dengan kejadian stunting di daerah tepian sungai di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, sampel yang diambil sebanyak 119 Ibu Balita dari 640 populasi dengan kriteria balita usia 24-59 bulan yang tinggal di tepian Sungai Kapuas. Data yang diambil diantaranya karakteristik ibu dan balita, pola makan dan pola asuh serta pengukuran tinggi dan berat badan balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (p=0,000 dengan nilai PR = 2,159 CI 95% = 1,427-3,266) dan pola pemberian makanan (p=0,000 dengan nilai PR = 12,411 CI 95% = 4,801-32,086) dengan kejadian stunting pada balita di daerah tepian sungai. Untuk mengatasi stunting, diperlukan beberapa langkah strategis, termasuk edukasi orang tua tentang pentingnya pola asuh yang baik dan gizi seimbang, serta peningkatan akses terhadap makanan bergizi Mendorong orang tua untuk membangun kebiasaan makan teratur dan melibatkan mereka dalam memilih serta menyiapkan makanan akan meningkatkan minat anak terhadap berbagai jenis makanan.
PENGARUH EDUKASI PMT PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN MADANI Rahmadinda, Rahmadinda; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38856

Abstract

Pemberian makanan tambahan (PMT) adalah program intervensi terhadap balita yang menderita gizi kurang. Dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak sehingga tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan usianya. Rendahnya pengetahuan ibu tentunya akan berpengaruh terhadap status gizi balitaTingkat pengetahuan ibu tentang gizi sangat penting dalam meningkatkan status gizi anaknya. Ibu sangat menentukan satus gizi anak nya dimulai dari menentukan ,memilih, mengelolah, sampai dengan menyajikan menu gizi sehari-hari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan dan sesudah diberikan intervensi mengenai PMT pangan lokal. Desain dalam penelitian ini pre-eksperimental dengan jenis One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu balita yang memiliki balita usia 24-59 bulan. Adapun penetuan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan kriteria ibu balita yang memiliki balita usia 24-59 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang berjumlah 30 orang. Analisis data bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebelum diberikkan edukasi yaitu sebanyak 22 (73.3%) dan yang memiliki pengetahuan cukup hanya 8 (26.7%), pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan, responden yang memiliki pengetahuan baik  sebanyak 24 (80.0%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 8 (20.0%). Hasil dari penelitian diperoleh pengaruh edukasi  PMT pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita dengan nilai p-value 0,000<0,05 ) artinya  adanya pengaruh intervensi edukasi PMT pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah dilakukan intervensi.
INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KAMPUNG KB Pramono, Dimas Budi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Marlenywati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5444

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita di Indonesia disebabkan oleh kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat. Perilaku hidup bersih dan tidak sehat seperti akses sanitasi dan praktik cuci tangan, penting dalam memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang tua guna meningkatkan kesehatan keluarga dan mencegah stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Kampung KB. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu 208 balita dengan sampel 69 balita berisiko stunting di Kampung KB. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas meliputi ketersediaan jamban sehat, air bersih, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), kondisi fisik rumah, dan riwayat penyakit infeksi. Variabel terikat yaitu kejadian stunting pada balita. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi ke rumah responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil: Ditemukan 27,5% balita mengalami stunting. 81,2% responden memiliki jamban kurang baik dan 73,9% tidak memenuhi syarat untuk sumber air MCK. Penerapan CTPS sebanyak 97,1%, sebanyak 26,1% rumah tidak memenuhi syarat dan 47,8% responden memiliki riwayat infeksi. Kesimpulan: Sanitasi buruk dan penyakit infeksi berkontribusi pada stunting di Kampung KB, meskipun ibu sudah menerapkan CTPS dengan baik. Peningkatan akses sanitasi dan pendidikan kebersihan penting untuk menurunkan stunting, dengan penelitian lanjutan untuk intervensi yang lebih spesifik
DELAPAN FUNGSI KELUARGA DAN PERILAKU CEGAH GERAKAN TUTUP MULUT DENGAN STUNTING DI DAS Oktaviana, Nur Ayu; Marlenywati Marlenywati; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5553

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak-anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar yang ditetapkan oleh lembaga yang mengawasi kesehatan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Prevalensi balita stunting di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 27,8%. Prevalensi balita stunting di Kota Pontianak sebesar 19,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM dengan Kejadian Stunting di Daerah Aliran Sungai.. Metode: desain cross sectional dengan populasi sebanyak 640 ibu yang memiliki balita berusia 24-59 bulan yang tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Sampel penelitian sebanyak 119 ibu balita. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian diantaranya ibu yang memiliki balita dan tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, mulai Juni-Juli 2024 di DAS Kapuas. Variabel dalam penelitian ini yaitu 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM. Hasil: menunjukan ada hubungan signifikan antara 8 fungsi keluarga (nilai p=0,000; PR=9,115; 95% CI 4,242-19,584) dan perilaku cegah GTM (nilai p = 0,000; PR=8,478; 95% CI 4,197-17,124) dengan kejadian stunting di daerah aliran sungai. Kesimpulan:    menunjukkan 8 fungsi keluarga dan perilaku Gerakan Tutup Mulut (GTM) dengan kejadian Stunting pada Balita di daerah aliran sungai. Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting..
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Perilaku Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Ibu pada Keluarga Berisiko Stunting Putri, Dellyta Nabila; Marlenywati, Marlenywati; Fitlya, Rizki; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.509

Abstract

Berbagai situasi dan kondisi yang dialami wanita dapat menyebabkan wanita berisiko mengalami masalah kesehatan dan gangguan psikologis. Salah satu fase dengan perubahan drastis yang dilalui oleh wanita adalah ketika mereka menjadi seorang Ibu. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian dengan memberikan psikoedukasi mengenai perilaku menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap perilaku menjaga kesehatan fisik dan mental Ibu balita dalam pencegahan stunting sebelum dan sesudah dilakukannya psikoedukasi. Populasi penelitian ini merupakan Ibu yang memiliki balita dengan rentang usia 0-59 bulan di wilayah Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan sampel sebanyak 30 responden keluarga berisiko stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Data hasil pretest dan posttest kemudian dilakukan analisis bivariat menggunakan uji t (t-test) berpasangan. Hasilnya menunjukkan bahwa metode psikoedukasi dianggap cukup efektif meningkatkan perilaku menjaga kesehatan fisik, namun kurang efektif dalam meningkatkan perilaku kesehatan mental Ibu balita pada keluarga berisiko stunting. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan metode psikoedukasi dengan berbagai teknik intervensi dan penyampaian materi lainnya (brosur, pamflet, website, aplikasi, kelas, dan lain-lain).
Edukasi Menu Bergizi Terhadap Perilaku Menyuapi Aktif Ibu Balita Safira, Nadyah Noora; Budiastutik, Indah; Marlenywati; Trisnawati, Elly
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 3 (2024): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v19i3.7321

Abstract

ABSTRACT Background: Linear growth failure caused by lack of nutritional intake, infection, and inadequate parenting patterns is a stunting event. This condition has an impact on increasing mortality and morbidity rates, and inhibits children's cognitive, psychomotor, and mental development. Responsive feeding is an important step for stunted toddlers to increase food acceptance and support optimal cognitive, psychomotor, and mental growth and development. This study is needed to identify behavioral features related to stunting and the factors that influence it. Methods: This study is a quantitative descriptive study, with a Quasi-Experiment One Group without Control design, and data collection techniques are carried out through direct observation. The sample was selected by purposive sampling from a population of 379 and a sample of 30 according to the criteria of families at risk of stunting and children under five years of age. Results: The results of the study obtained a p-value = 0.000. This shows that the intervention carried out has a significant effect on increasing active feeding behavior in mothers of toddlers from the early stage to the active stage. This difference can be interpreted as the success of the intervention in improving mothers' skills or consistency in active feeding, which can have a positive impact on their children's eating behavior. Conclusion: Education about nutritious menus has a significant effect on active feeding behavior in mothers of toddlers. Increasing mothers' knowledge about the importance of balanced nutritional intake has a positive impact on their ability to choose and prepare nutritious food for children. Keywords: Nutritional Menu Education, Active Feeding Behavior, Stunting, Mother, Toddler ABSTRAK Latar Belakang : Kegagalan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, infeksi, dan pola pengasuhan yang tidak memadai merupakan kejadian stunting. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya angka mortalitas dan morbiditas, serta menghambat perkembangan kognitif, psikomotorik, dan mental anak. Pemberian makan yang responsif merupakan langkah penting untuk balita stunting guna meningkatkan penerimaan makanan dan mendukung tercapainya pertumbuhan serta perkembangan kognitif, psikomotorik, dan mental secara optimal. Penelitian ini diperlukan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku yang terkait dengan stunting dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif, dengan desain Quasi-Experiment One Group without Control, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan secara langsung. Sampel dipilih secara purposive sampling dari populasi sebanyak 379 dan sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria meliputi keluarga berisiko stunting dan anak usia di bawah lima tahun. Hasil : Hasil penelitian diperoleh p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku menyuapi aktif pada ibu balita dari tahap awal ke tahap aktif. Perbedaan ini dapat diartikan sebagai keberhasilan intervensi dalam meningkatkan keterampilan atau konsistensi ibu dalam menyuapi aktif, yang dapat berdampak positif pada perilaku makan anak-anak mereka. Kesimpulan : Edukasi mengenai menu bergizi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku menyuapi aktif pada ibu balita. Peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya asupan nutrisi yang seimbang berdampak positif pada kemampuan mereka dalam memilih dan menyiapkan makanan yang bergizi bagi anak. Kata Kunci : Edukasi Menu Bergizi, Perilaku Menyuapi Aktif, Stunting, Ibu, Balita
Indicators Of The Home Environment In Families At Risk Of Stunting In The Murai Valley Of Pontianak City Widya Eka Lestari; Elly Trisnawati; Indah Budiastutik; Marlenywati, Marlenywati
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a serious nutritional problem that Indonesia is still facing. One of the cities in West Kalimantan Province that still contributes to stunting cases is Pontianak City, which is the provincial capital. The condition of environmental factors that are not optimal, supported by the characteristics of slum and densely populated areas, makes Pontianak City, especially the Murai Valley, an area that is vulnerable to stunting risks. This study aims to analyze the indicators of the home environment in families at risk of stunting in the Murai Valley, Pontianak City. The research design used is descriptive observational with a cross-sectional approach, the number of samples is 58 respondents who are categorized as Families at Risk of Stunting. Sampling was carried out by simple random sampling. The location of the research is in the Murai Valley Quality Family Village, Mariana Village, Pontianak City. Data were collected through interviews and direct observations, consisting of variables such as personal hygiene, cleanliness of the home environment, and cleanliness of latrines. The data was analyzed univariate and presented in the form of tables and narratives. The results of the study showed that the personal hygiene of families at risk of stunting was mostly 91.4% in the poor category. The cleanliness of the home environment was not clean by 62.1%, and as many as 93.1% of respondents described the cleanliness condition of the latrines as less qualified. There is a need to improve sanitation, cleanliness of the home environment and improvements to family toilet facilities. It is also hoped that there will be awareness of families at risk of stunting related to the implementation of clean and healthy living behaviors in the family order as a form of stunting prevention efforts.
Relationship Between Nutritional Status, Breakfast Pattern, And Sleep Time On Work Efficiency: A Cross-Sectional Study Of Posyandu Cadres In Limbung Village Neila Sari Lazuli; Marlenywati, Marlenywati; Elly Trisnawati
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu cadres play an important role in public health services, but their work productivity is often affected by various basic health factors, such as nutritional status, breakfast habits, and sleep quality. This study aimed to analyse the relationship between these three factors and the productivity of Posyandu cadres in Limbung Village. Using a quantitative approach with a survey method, the data was analysed with the help of SPSS. The results showed a significant relationship between nutritional status and productivity, where cadres with normal nutritional status had higher productivity than those who were overweight or obese (p=0.016). Breakfast habit also had a positive influence (p=0.009), with cadres who habitually ate breakfast showing better productivity. In addition, good sleep quality significantly improved cadre work productivity (p=0.001).This study highlights the importance of a holistic approach in supporting cadre work productivity, with a focus on nutrition education, healthy breakfast campaigns, and improved sleep quality. The findings are expected to inform practical interventions to improve the performance of Posyandu cadres and strengthen the public health care system.
The The Effect of "PENTING" Education on Improving Father's Parenting Role Yuni, Yuni; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Miracle Journal of Public Health Vol 7 No 2 (2024): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v7i2.384

Abstract

Stunting remains a serious health problem as it is associated with an increased risk of morbidity and mortality in children under five. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), the prevalence of stunting in Pontianak City reached 16.7%, which still exceeds the national target. Specific interventions are needed to address this issue, especially parenting-related ones. The role of fathers in parenting is very important to improve toddlers' health status and support children's optimal growth and development. This study evaluates the effect of "PENTING" education on improving fathers' parenting role in stunting prevention. The research design was a quasi-experiment, with a sample of 30 toddlers and mothers from families at risk of stunting selected by purposive sampling. The research was conducted in Kampung KB Lembah Murai, Pontianak City. The educational intervention was conducted six times using the flip sheet media, with data measurement before and after the intervention. Data were analyzed using paired t-tests. The results showed a significant increase in the role of parenting by fathers after the intervention. This finding suggests that the "PENTING" educational program effectively strengthens fathers' role as part of stunting prevention efforts.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER POSYANDU BERDASARKAN STATUS GIZI DI DESA LIMBUNG Lazuli, Neila Sari; Elly Trisnawati; Marlenywati
Darussalam Nutrition Journal Vol. 8 No. 2 (2024): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v8i2.13051

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, dengan kader sebagai penggerak utamanya. Kinerja kader posyandu dalam pelayanan kesehatan menjadi sangat penting mengingat prevalensi masalah kesehatan di Indonesia masih cukup tinggi, dengan stunting mencapai 21.6% pada tahun 2022. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader posyandu dalam pelayanan kesehatan di Desa Limbung. Metode: Studi cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 30 kader posyandu yang terbagi dalam 5 kelompok kerja sebagai responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri kader. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan (p=0,004, OR=6,502), motivasi (p=0,003, OR=8,525), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,007, OR=5,228) memiliki hubungan signifikan dengan kinerja kader. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan dan sistem dukungan bagi kader posyandu untuk mengoptimalkan kinerja mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Simpulan: Motivasi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja kader dengan nilai OR tertinggi (8.525), menunjukkan pentingnya aspek motivasi dalam optimalisasi kinerja kader.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abrori Abrori Abrori, Abrori Afifah, Suci Alma Elvia Jumalda Amaliah Amaliah Andri Dwi Hernawan Arfan, Iskandar Armita Dewi Hardiyanti Asrul Abdullah Aulia, Cindy Febi Dwi Ayu Diana Meilantika Ayu Rizky Ayu Rizky Bitania Aminudin Diana Mandasari Didik Hariyadi Djaswadi Dasuki Edi Waliyo Edy Waliyo Edy Waliyo Elfrida Ratnawati Elly Trisnawati Fadhillah, Hikmah Farida, Syarifah Fioresta, Arswendy Irene Fitri Ichtiyati Handini, Lail Haruniati Haruniati Hawa Cahya Purnama Helwan, Urai Hernawan, Andry Dwi Hutagalung, Kiki Ichtiyati, Fitri Indah Budiastutik Irse Desy Yana Ismael Saleh Jamaniah, Leni Juliana Panemaan, Anita Juniari Kurnia Karisma, Nova Khairunnisa, Intan Kiki Hutagalung Kurniasih, Sari Kusharisupeni Kusharisupeni Lazuli, Neila Sari Lemba, Lemba Lendra, Minokta Lestari, Popy Linda Suwarni Luh Putu Ratna Sundari M. Taufik Malsyafinanti, Syarfina Mardjan Mardjan Maretalinia Maretalinia Marlina Marlina Mawardi Mawardi Mayarestya, Nita Putriasti Mita, Gita Mitasari, Gity Munawaroh, Nuraini Neila Sari Lazuli Nilasari Nilasari Novi Irawan Nurlian, Yayan Nurseha Nurseha Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah Oktaviana, Nur Ayu Pramono, Dimas Budi Putri Manja Putri, Dellyta Nabila Rahayu, Hanum Mukti Rahmadinda, Rahmadinda Rahmadita, Ninda Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rizki Putri Tifani Rizky, Ayu Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Ruhama, Ufi Ryani Yulian Safira, Nadyah Noora Santri Santri Sari Kurniasih Sayyidun Nisa Asy-Syifa Selviana Serly Meryani Sinaga, Talentha Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Suharningsih Suharningsih Sulistiawan, Aprianto Sumiati Sumiati Suyitno Suyitno Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Syabaniah, Syabaniah Syarifah Farida Tedy Dian Pradana Tri Wulandari Widiarsih, Fitria Widya Eka Lestari Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Mulia Ningsih Wulandari, Yesi Yulyati, Yulyati YUNI, YUNI Yuyun Agustina