p-Index From 2021 - 2026
5.569
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Darussalam Nutrition Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal SOLMA Jurnal Kesehatan Medika Saintika Media Ilmu Kesehatan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar BULETIN AL-RIBAATH Amerta Nutrition Journal of Midwifery and Nursing J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health AVICENNA Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Miracle Journal Of Public Health (MJPH) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Journal of Public Health Innovation (JPHI) Jurnal EduHealth Journal of Health Research Science Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Unram Journal of Community Service (UJCS) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Riset Informasi Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Desa Mengkiang Melalui Program Jamban Percontohan Marlenywati Marlenywati; Abduh Ridha; Hanum Mukti Rahayu
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1062

Abstract

Desa Mengkiang terletak di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau yang berjarak 175 km dari ibukota provinsi Kota Pontianak. Masalah utama yang dihadapi masyarakat adalah masih rendahnya rumah tangga yang menerapkan rumah sehat (51,45%) dan memiliki jamban sehat (37%).  Masyarakat lebih banyak melakukan buang air besar (BAB) di lanting yang terdapat di sungai.  Tindakan tersebut dapat mengakibatkan sungai tercemar oleh kotoran dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.Target kegiatan adalah penerapan IPTKES melaui kegiatan program jamban percontohan sehingga dapat dipergunakan sebagai sarana pembuangan tinja keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap; dimulai dari penyuluhan mengenai jamban sehat, pendataan jamban sehat keluarga melalui pendampingan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK), pelaksanaan tabungan jamban (tanjan) dan komitmen bersama melakukan renovasi jamban umum desa menjadi jamban percontohan.
STATUS GRAVIDA, PERTAMBAHAN BERAT BADAN, UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK Bitania Aminudin; Marlenywati Marlenywati; M Taufik
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 2 (2019): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.981 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v14i2.900

Abstract

Preeklampsia adalah terjadinya peningkatan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, terdapat kandungan protein urine dan mengalami pembengkakan pada muka, kaki, tangan, dan mata. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kasus preeklampsia pada ibu hamil adalah status gravida, pernah mengalami preeklampsia sebelumnya, sedang mengidap beberapa penyakit tertentu, janin yang dikandung lebih dari satu, faktor usia, obesitas saat hamil, dan faktor keturunan. Di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso Pontianak yang menjadi lokasi penelitian diperoleh pada tahun 2017 total persalinan 1509 persalinan dengan kasus preeklampsia sebanyak 224 kasus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status gravida, pertambahan berat badan, ukuran lingkar lengan atas (LILA) terhadap kejadian preeklampsia pada kehamilan di wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso Pontianak. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 51 ibu hamil (35 preeklampsia berat dan 16 preeklampsia ringan) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara status gravida (p value=0,000, PR=3,543, CI 95%=1,504-8,347), pertambahan berat badan (p value=0,027, PR=1,627, CI 95%=1,079-2,454), dan tidak terdapat hubungan bermakna antara ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) (p value=0,253, PR=0,589, CI 95%=0,246-1,413) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD Dokter Soedarso Pontianak.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pola Pemberian Makanan Pendamping Asi Terhadap Status Gizi pada Umur 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Edi Waliyo; Marlenywati Marlenywati; Nurseha Nurseha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.526 KB) | DOI: 10.24853/jkk.13.1.61-70

Abstract

Wasting (gizi kurus) merupakan masalah gizi yang sifatnya akut, sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi dalam waktu yang tidak lama seperti kekurangan asupan makanan. Dampak gizi kurus padabalita menurunkan kecerdasan, merasa lesu, mudah marah dan rentan terhadap penyakit infeksi. Tahun 2014 prevalensi wasting di Puskesmas Selalong sebesar 12,5% lebih tinggi dibandingkanUPK yang ada di Kecamatan Sekadau Hilir. Sekadau sebesar 9,89%, SP III Trans sebesar 2,60% dan Simpang Empat sebesar 4,95%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola pemberian makanan pendamping ASI terhadap status gizi (BB/PB atau BB/TB) pada umur 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 84 di ambildengan menggunakan teknik sampel random sampling. Variabel penelitian diuji menggunakan chisquare dengan derajat ketepatan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi (p value = 0,024, PR = 1,657 dengan CI 95% = 1,103-2,488), jumlah pemberian MP-ASI (p value = 0,000; PR = 18,633 dengan CI 95% = 4,824-71,975), dan frekuensi pemberian MP-ASI (p value = 0,000, PR =3,467 dengan CI 95% = 1,919-6,262) terhadap gizi kurus di Wilayah Kerja Puskesmas Selalong. Variabel yang tidak berhubungan usia pemberian MP-ASI (p value = 0,256) dan jenis pemberian MP-ASI (p value = 0,065). Disarankan kepada ibu balita untuk lebih meningkatkan pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan melalui posyandu untuk mengetahui status gizi dengan tujuan untuk mencegah dan mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan pola makan anak.Kata kunci : Wasting, Pengetahuan Gizi, Pola Makan, MP-ASI
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, KEBIASAAN SARAPAN PAGI, AKTIFITAS FISIK DAN GANGGUAN KESEHATAN DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR (THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS, BREAKFAST HABITS, PHYSICAL ACTIVITY AND HEALTH PROBLEMS WITH SCHOOL Marlenywati .; Andri Dwi Dwi Hernawan; Armita Dewi Hardiyanti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 12, No 2 (2015): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.803 KB) | DOI: 10.29406/br.v12i2.82

Abstract

Prestasi belajar merupakan ukuran untuk menentukan tingkat keberhasilan proses pendidikan. Kurangnya prestasi belajar dapat diakibatkan oleh status gizi, kebiasaan sarapan pagi, akifitas fisik dan gangguankesehatan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengenai status gizi menunjukan bahwa pada tahun2013 prevalensi status gizi pada anak usia 6-12 tahun untuk prevalensi kegemukan sebesar 9,64% dan kurus9,08%. Hasil survey pendahuluan didapat 76% siswa memiliki nilai rata-rata raport rendah, 70% siswadengan IMT gemuk, 40 % siswa tidak rutin sarapan pagi dan sebagian siswa melakukan aktifitas fisiksedang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hubungan antara status gizi, kebiasaansarapan pagi, aktifitas fisik dan gangguan kesehatan dengan prestasi belajar anak sekolah dasar di wilayahkerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Sampel penelitian sebanyak 132 sampel. Uji yang digunakan adalah uji Chi Square dengan taraf signifikan95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel kebiasaan sarapan pagi (0,001) dangangguan kesehatan (p value=0,025) dengan prestasi belajar. Tidak terdapat hubungan yang bermaknaantara status gizi (p value=0,651), aktifitas fisik (p value=0,751) dengan prestasi belajar anak sekolah dasardiwilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Disarankan untuk petugas  giziPuskesmas Kecamatan Pontianak Selatan untuk meningkatkan edukasi, informasi dan komunikasimengenai sarapan pagi dan upaya promotif dan preventif kepada orang tua siswa dan siswa tentangpentingnya sarapan pagi melalui media leaflet, poster dan banner sesuai dengan waktu dan jumlah energiyang dibutuhkan dan mengadakan kerjasama lintas sektor antara pihak puskesmas dengan UKS sekolahuntuk memantau kesehatan anak dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar dapatmengetahui perkembangan tubuh anak. Kata kunci: Sarapan, Gangguan Kesehatan, Prestasi Belajar
Upaya Pengembangan Pendidikan Anak Melalui Kegiatan Rumah Pintar di Desa Sungai Mawang Kabupaten Sanggau Siti Ardiyanti; Marlenywati Marlenywati; Hanum Mukti Rahayu
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.166 KB) | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3012

Abstract

Desa Sungai Mawang merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten sanggau, desa tersebut termasuk ke dalam kategori daerah tertinggal. Dalam bidang pendidikan, di Desa Sungai Mawang masih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah atau hanya bersekolah kurang dari 9 tahun, bahkan sangat huruf. Selain itu, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tersedia belum dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini atau bahkan belum tersedia di setiap dusun. Sementara pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting yang menjadi tolak ukur dan juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian perlu adanya pemberdayaan bagi masyarakat melalui kegiatan rumah pintar yang dilakukan utuk menuntaskan semua masalah tersebut. Tujuan memilih ini adalah ingin mendeskripsikan kegiatan rumah pintar Desa Sungai Mawang sebagai sarana belajar anak serta masyarakat Desa Sungai Mawang kabupaten Sanggau. Metode Pelaksanaan kegiatan rumah pintar dilakukan melalui Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hadirnya rumah pintar sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan mendukung pentingnya. Paling tidak bisa memberikan kesempatan pada masyarakat yang tidak tersentuh oleh pendidikan formal untuk bisa mendapatkan pendidikan di rumah pintar ini. Sistem penyelenggaraan rumah pintar yang sesuai dengan kebutuhan, tantangan dan kemampuan masyarakat di Desa ini dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat agar anak-anak dapat belajar, menambah pengalaman dan keterampilan yang akan berguna bagi kehidupannya. Kata kunci: Rumah Pintar, Desa Sungai Mawang, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan
Gambaran Kecukupan Energi, Status Gizi, Tingkat Kepuasan Hidangan, dan Sisa Makanan pada Narapidana Di LPKA/LPAS Kabupaten Kubu Raya Yuyun Agustina; Marlenywati Marlenywati; Rochmawati Rochmawati
Jumantik Vol 6, No 1 (2019): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.188 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v6i1.1997

Abstract

Masalah gizi yang dialami oleh remaja adalah status gizi lebih dan kurang.  Data Riskesdas tahun 2013 menunjukan 9.4% (1.9 % sangat kurus dan 7.5% kurus. Hasil survey pendahuluan di LPKA II B  Kubu Raya  menunjukkan persentase status gizi kurang  sebesar  14.89  %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecukupan energi, status gizi, tingkat kepuasan hidangan dan sisa makanan pada anak-anak LPKA II B Kabupaten Kubu Raya. Penelitian deskriptif observasional jumlah sampel 35 anak penghuni LPKA. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran TB, penimbangan BB, wawancara kuesioner, dan recall 1x24 jam. Hasil menunjukkan 60.0% asupan energi lebih, 65.7% asupan protein lebih dan 74.3% asupan karbohidrat lebih. Rata-rata sisa makanan pagi hari pada nasi sebesar  100.00 gram,  siang  hari nasi sebesar  43.43  gram, siang hari sayur sebesar 71.05 gram, dan siang hari lauk sebesar 100.00 gram,  malam hari lauk sebesar 38.75 gram, dan malam hari nasi 25.51 gram. Status gizi normal sebanyak 66.7%. Sebanyak 68.6% responden kurang puas terhadap penyajian makanan dan 54.3% terkait besar porsi yang disajikan 34.3% puas terhadap cita rasa makanan dan sebesar 22.9% puas terhadap aroma makanan. Disarankan pemberian asupan makanan sesuai kebutuhan asupan umur remaja.
Determinan Stunting Balita Usia 24-59 Bulan Di Daerah Tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak Marlenywati Marlenywati; Ayu Rizky
Jumantik Vol 9, No 2 (2022): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v9i2.4904

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan masalah kurang gizi kronis disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Indikator stunting didasarkan pada indeks tinggi badan/ panjang badan menurut usia (TB/ U) dengan ambang batas (Z Score) <-2 SD. Kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa. Hasil Riskesdas 2018 di Indonesia terdapat 30,8% dan Kalimantan Barat memiliki prevalensi di atas angka nasional, yaitu sebesar 33,29%. Proporsi status gizi balita TB/U pendek dan sangat pendek Kota Pontianak tahun 2019 terdapat 17,4% dan tertinggi berada di Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur sebesar 33,5%. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor dominan penyebab stunting pada Balita di daerah Tepian Sungai Kapuas. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol dengan jumlah kasus sebanyak 14 balita ibu yang memiliki balita stunting dan kontrol sebanyak 28  ibu yang memiliki balita status gizi normal (1: 2). Data yang diambil meliputi karakteristik ibu, tinggi badan ibu, panjang lahir balita, pola asuh, keragaman makanan dan sanitasi lingkungan. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tinggi badan ibu (p value = 0.037; OR CI 95% = 4.6 (1.105- 19.14), panjang badan lahir balita (p value = 0.005; OR CI 95% = 9.167 (2.109- 39.847), pola asuh ibu (p value = 0.031; OR CI 95% = 7.22 (1.186- 43.98) dan sanitasi lingkungan rumah tangga (p value = 0.009; OR CI 95% = 6.6 (1.599- 27.243) dengan kejadian stunting balita (Usia 24-59 Bulan) di kawasan pinggir Sungai Kapuas Kota Pontianak. Disarankan kepada dinas kesehatan gencar melakukan promosi pencegahan stunting di posyandu dan fasilitas kesehatan atau melalui media sosial dan ibu balita menerapkan cuci tangan menggunakan sabun pada saat akan mempersiapkan manakan. Kata Kunci :Stunting, tinggi badan ibu, panjang badan lahir, pola asuh,, sanitasi lingkungan, daerah tepian Sungai Kapuas ABSTRACTStunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake for a long time due to the provision of food that does not match nutritional needs. The stunting indicator is based on an index of height/length for age (TB/U) with a threshold (Z Score) <-2 SD. Malnutrition at an early age can increase infant and child mortality, cause sufferers to get sick easily and have poor posture as adults. The 2018 Riskesdas results in Indonesia were 30.8% and West Kalimantan had a prevalence above the national rate, which was 33.29%. The proportion of the nutritional status of toddlers with short and very short height in Pontianak City in 2019 was 17.4% and the highest was in Parit Mayor Village, East Pontianak District with 33.5%. The aim of the study was to analyze the dominant factors causing stunting in toddlers on the banks of the Kapuas River. The research design used case controls with a total of 14 cases of mothers who had stunted toddlers and 28 control mothers who had normal nutritional status of children under five (1: 2). The data collected included the characteristics of the mother, mother's height, birth length, parenting style, food diversity and environmental sanitation. Data analysis used logistic regression test. The results showed that there was a relationship between mother's height (p value = 0.037; OR CI 95% = 4.6 (1.105-19.14), birth length of toddlers (p value = 0.005; OR CI 95% = 9.167 (2.109-39.847), pattern maternal care (p value = 0.031; OR CI 95% = 7.22 (1.186-43.98) and household environmental sanitation (p value = 0.009; OR CI 95% = 6.6 (1.599- 27.243) with the incidence of stunting under five (age 24-59) Bulan) in the Kapuas Riverside area, Pontianak City, it is recommended that the health office actively promote stunting prevention at posyandu and health facilities or through social media and mothers of toddlers apply hand washing with soap when preparing food.Keywords: Stunting, mother's height, birth length, parenting style, environmental sanitation, Kapuas River bank area
Gizi Kurus (Wasting) pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pontianak Rochmawati Rochmawati; Marlenywati Marlenywati; Edy Waliyo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.343 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.68

Abstract

Abstract: Wasting in Children at work area of Puskesmas Pontianak City. This study aimed to figure out the risk factors of wasting in Children at work area of Puskesmas Saigon and Puskesmas Perumnas II. A case-control method, as well as a purposive sampling technique, was carried out in this study. As many as 66 respondents were divided into 2 groups (33 cases group and 33 control group). The data were analyzed by using Chi-square test. The study revealed two findings. First, there were significant correlation of infectious disease (p= 0,003, OR=5,714 with CI 95%=1,925-16,965), exclusive breast feeding(p= 0,021, OR=3,946 with CI 95%=1,343-11,800), complete immunization(p= 0,025, OR=3,619 with CI 95%=1,290-10,150). Second, there was no correlation of carbohydrate intake(p= 0,577, OR=1,688 with CI 95%=0,524-5,438), protein intake (p= 1,000, OR=1,134 with CI 95%=0,425-3,026),and the incidence of wasting in Children at work area of Puskesmas Saigon and Puskesmas Perumnas II.Abstrak : Gizi Kurus (Wasting) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian gizi kurus di wilayah kerja Puskesmas Saigon dan Puskesmas  Perumnas II. Jenis penelitian adalah Case control dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 66 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 33 kasus dan 33 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi (p = 0,003, OR = 5,714 dengan CI 95% = 1,925-16,965), ASI eksklusif (p = 0,021, OR = 3,946 dengan CI 95% = 1,343 – 11,800), dan kelengkapan imunisasi (p = 0,025, OR = 3,619 dengan CI 95% = 1,290-10,150). Variabel yang tidak berhubungan asupan karbohidrat (p = 0,577, OR = 1,688 dengan CI 95% = 0,524-5,438) dan asupan protein (p = 1,000, OR = 1,134 dengan CI 95% = 0,425-3,026) dengan kejadian gizi kurus di Wilayah Kerja Puskesmas Saigon dan Puskesmas Perumnas II.
Perilaku Konsumsi Mie Instan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak Rochmawati Rochmawati; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 6 (2015): November 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.76 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i6.40

Abstract

Abstract: Instant Noodle Consumption Behavior Among Students Of Health Sciences Faculty Of Muhammadiyah University Pontianak And Nutrition Department Of Health Polytechnic Of Health Ministry Pontianak. This study aimed at determining the factors associated with instant noodle consumption behaviour among students of Health Sciences Faculty of Muhammadiyah University of Pontianak and Nutrition Department of Health Polytechnic of Health Ministry of Pontianak. Using cross-sectional design, this study employed 145 students as the samples and were selected by using simple random sampling. The statistical test used was chi-square test. The study revealed that there were no significant correlation of  nutritional knowledge (p = 1.000, PR = 1.004 with 95% CI = 0.712 to 1.415), food safety(p = 0.064, PR =0,646with 95% CI = 0.407 to 1.025), media exposure (p = 0.139, PR = 1.419 with 95% CI = 0.911 to 2.211), inhabitancy (p = 0.851, PR = 0.932 with 95% CI = 0.646 to 1.344) and instant noodles consumption behavior among students of Health Sciences Faculty of Muhammadiyah University Pontianak and Nutrition Department of Health Polytechnic of Health Ministry Pontianak.Abstrak : Perilaku Konsumsi Mie Instan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa  Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak. Jumlah sampel yaitu 145 orang dengan penentuan sampel secara Simple random sampling dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi (p = 1,000, PR = 1,004 dengan CI 95% = 0,712-1,415), keamanan pangan (p = 0,064, PR = 0,646 dengan CI 95% =0,407-1,025), keterpaparan media (p = 0,139, PR = 1,419 dengan CI 95% = 0,911-2,211), dan tempat tinggal (p = 0,851, PR = 0,932 dengan CI 95% = 0,646-1,344) dengan perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Poltekkes Kemenkes Pontianak.
Pengaruh Vitamin C terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Wanita Hamil Di Kecamatan Pontianak Timur Didik Hariyadi; Syarifah Farida; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.815 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.30

Abstract

Abstract: The Effects Vitamin C Toward The Increase Of Hemoglobin Levels In Pregnant Women In Kecamatan Pontianak Timur. This study aimed to determine the effects of blood booster administration, additional vitamin C and the increase of hemoglobin levels in pregnant women in Kecamatan Pontianak Timur. Non-equivalent control group design was carried in this study. As many as 36 respondents were selected and divided into 2 groups; intervention and control. The result indicated that there was a significant increase of the beginning and the end of the test (1.09 gr/dl). On the other hand, the average hemoglobin levels of the control group at the beginning of the test was 10.17 gr/dl. It was lower than the end of the test (10.79 gr/dl). The result pointed that there was a significant increase of the beginning and the end of the hemoglobin test (0.63 gr/dl). Research showed that the blood booster tablets and additional vitamin C contribute significant result in increasing hemoglobin levels in pregnant women than blood booster administration only.Abstrak : Pengaruh Vitamin C terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Wanita Hamil Di Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh tablet penambah darah, tambahan vitamin C dan peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini menggunakan desain Case control non-ekuivalen. Sampel sebanyak 36 responden dipilih dan dibagi menjadi 2 kelompok; intervensi dan kontrol. Hasil penelitian didapatkan ada peningkatan yang signifikan dari awal dan akhir tes (1,09 gr / dl). Di sisi lain, tingkat hemoglobin rata-rata kelompok kontrol pada awal tes adalah 10,17 gr / dl, lebih rendah dari akhir uji (10,79 gr / dl). Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari awal dan akhir uji hemoglobin (0.63 gr / dl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet penambah darah dan tambahan vitamin C menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada wanita hamil yang mengonsumsi tablet penambah darah.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abrori Abrori Abrori, Abrori Afifah, Suci Alamsyah, Dedi Alma Elvia Jumalda Amaliah Amaliah Ananda Putri, De'a Andri Dwi Hernawan Arfan, Iskandar Armita Dewi Hardiyanti Asrul Abdullah Aulia, Cindy Febi Dwi Ayu Diana Meilantika Bitania Aminudin Budiastutik , Indah Dewi, Suci Zakia Diana Mandasari Didik Hariyadi Djaswadi Dasuki Edi Waliyo Edy Waliyo Edy Waliyo Eka Puspita Sari Eka Puspitasari, Eka Elfrida Ratnawati Elly Trisnawati Fadhillah, Hikmah Farida, Syarifah Fermata, Widya Fioresta, Arswendy Irene Fithri, Hanifa Amalia Fitri Ichtiyati Fitriani, Nurlita Hakim, Fajar Handini, Lail Haruniati Haruniati Hawa Cahya Purnama Helwan, Urai Hernawan, Andry Dwi Hutagalung, Kiki Ichtiyati, Fitri Indah Budiastutik Irse Desy Yana Ismael Saleh Jamaniah, Leni Juliana Panemaan, Anita Juniari Kurnia Karisma, Nova Khairunnisa, Intan Kiki Hutagalung Kurniasih, Sari Kusharisupeni Kusharisupeni Lazuli, Neila Sari Lemba, Lemba Lendra, Minokta Lestari, Popy Linda Suwarni Luh Putu Ratna Sundari M. Taufik Malsyafinanti, Syarfina Mardjan Mardjan Maretalinia Maretalinia Marlina Marlina Mawardi Mawardi Mayarestya, Nita Putriasti Mita, Gita Mitasari, Gity Munadji, Munadji Munawaroh, Nuraini Neila Sari Lazuli Nilasari Nilasari Novi Irawan NUR AINI Nurlian, Yayan Nurseha Nurseha Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah, Nuruniyah Oktaviana, Nur Ayu Permata, Widya Pramono, Dimas Budi Putri Manja Putri, Dellyta Nabila Rahayu, Hanum Mukti Rahmadinda, Rahmadinda Rahmadita, Ninda Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rizki Putri Tifani Rizky, Ayu Rizky, Ayu Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Ruhama, Ufi Ryani Yulian Safira, Nadyah Noora Santri Santri Sari Kurniasih Sayyidun Nisa Asy-Syifa Selviana Serly Meryani Sinaga, Talentha Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Suharningsih Suharningsih Sulistiawan, Aprianto Sumiati Sumiati Suyitno Suyitno Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Syabaniah, Syabaniah Syarifah Farida Tedy Dian Pradana Tri Wulandari Ulandari, Cantika Fania Widiarsih, Fitria Widya Eka Lestari Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Mulia Ningsih Wulandari, Yesi Yulyati, Yulyati YUNI, YUNI Yuyun Agustina Zakia Dewi, Suci