Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Pelatihan Konseling dan Penyusunan Menu MP-ASI terhadap Keterampilan Kader dalam Mendampingi Ibu Andri Dwi Hernawan; Marlenywati Marlenywati; Abduh Ridha
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.707 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.57

Abstract

Abstract: Effectiveness of Training Counseling and Preparation Menu MP-ASI Against Cadre In Mentoring Skills Mother. The aim of this research is to obtain information the effectiveness of counseling training and training for the menus breast milk given to Posyandu cadre to cadre skills in providing assistance to mothers with toddlers decreased body weight. This study uses a quasi-experimental design one group pre and post-test design. The total sample of 43 cadres Posyandu. Effectiveness was assessed by comparing the pre-test to post-test are given using the t-test dependent t-test. The results showed that there were significant differences in the level of knowledge about balanced nutrition before training to do after training (p-value = 0.001). Obtained significant differences between the Posyandu cadre counseling skills prior to training after training performed (p-value = 0.001).Abstrak : Efektifitas Pelatihan Konseling Dan Penyusunan Menu MP-ASI Terhadap Keterampilan Kader Dalam Mendampingi Ibu. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi efektifitas pelatihan  konseling dan pelatihan penyusunan menu MP-ASI yang diberikan kepada kader posyandu terhadap keterampilan kader dalam memberikan pendampingan ibu dengan berat badan balita menurun. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment one group pre and post test design. Jumlah sampel sebanyak 43 kader posyandu. Efektifitas dinilai dengan membandingkan hasil pre-test dengan post-test yang diberikan menggunakan uji t dependent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang sebelum dilakukan pelatihan dengan sesudah dilakukan pelatihan (p value = 0,001). Diperoleh perbedaan signifikan keterampilan konseling kader posyandu antara sebelum dilakukan pelatihan dengan sesudah dilakukan pelatihan (pvalue = 0,001).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian BBLR RSUD Dr. Soedarso Pontianak Marlenywati Marlenywati; Didik Hariyadi; Fitri Ichtiyati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.811 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.31

Abstract

Abstract: Hb Levels As The Dominant Factor Of Low Birth Weight Baby At dr. Soedarso General Hospital Of Pontianak. This study was aimed at figuring out the factors affecting Low Birth Weight Babies (LBW) incidence at dr. Soedarso general hospital of Pontianak. An observational method with secondary data and a cross-sectional approach were carried out in this study. The samples were 150 mothers who gave birth to dr. Soedarso general hospital of Pontianak. The statistical test used was logistic regression method with the validity level of 95%. The study revealed that there were correlation of hemoglobin level (p= 0,000; OR= 39,727), age (p= 0,000; OR= 5,333), parity (p= 0,0002; OR 8,067), pregnancy spacing (p= 0,032; OR= 3,036), weight gain (p= 0,000; OR= 16,724), antenatal care(p= 0,014; OR= 3,345) , and low birth weight babies. The dominant factor was hemoglobin (p= 0,000; exp (B) 19,924).Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Jenis penelitian ini adalah observasional menggunakan data sekunder dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel yaitu 150 ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Uji statitistik menggunakan metode regresi logistik ganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapat bahwa ada hubungan antara kadar hemoglobin (p= 0,000; OR= 39,727), usia (p=0,000; OR= 5,333), paritas (p= 0,0002; OR 8,067), jarak kehamilan (p= 0,032; OR= 3,036), kenaikan berat badan (p= 0,000; OR= 16,724), dan antenatal care (p= 0,014; OR= 3,345) dengan kejadian BBLR. Faktor yang paling dominan adalah kadar hemoglobin (p= 0,000; exp (B) 19,924).
Faktor Anemia Ibu Hamil Di Puskesmas Putussibau Selatan Abrori Abrori; Kiki Hutagalung; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.116 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.22

Abstract

Abstract: Factors Related To The Incidence Of Anemia In Pregnancy In Public Health Center Of Putussibau Selatan. This study aimed at figuring out the correlation of pregnancy spacing, maternal age, parity, nutritional status, and the incidence of anemia in pregnancy.This study was conducted from July to August in 2014 in Puskesmas Putussibau Selatan. The case-control study was carried out in this research. The population consisted of 60 mothers. They are divided into case group (30 mothers) and control group (30 mothers). The study indicated that 50% of them experienced anemia. While the rest did not have anemia. The Chi-square analysis showed two findings. First there were correlation of pregnancy spacing (OR=3.886; p=0,044), maternal age (OR=4.125; p=0,019), parity (OR=4.500, p=0,032), and the incidence of anemia in pregnancy. Second, there was no correlation nutritional status (p=0,116), and the incidence of anemia in pregnancy.Abstrak : Faktor Anemia Ibu Hamil Di Puskesmas Putussibau Selatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jarak kehamilan, umur Ibu, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli-Agustus 2014 di Puskesmas Putussibau Selatan. Jenis penelitian ini adalah case control. Jumlah populasi 60 terdiri dari kasus 30 orang dan kontrol 30 orang. Hasil penelitian bahwa 50,0% anemia dan 50.0% tidak anemia. Berdasarkan analisis chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna Jarak Kehamilan (OR=3.886; p=0,044), Umur Ibu (OR=4.125; p=0,019), Paritas (OR=4.500; p =0,032) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Putussibau Selatan. Sementara, Status Gizi (p=0,116) tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil. 
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan Suzanna Suzanna; Indah Budiastutik; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.604 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.103

Abstract

Abstract: Analyze Factors Related To The Nutrional Status On Children Aged 6-59 Months. Nutritional problem among infants is considered as the main health issue. Children under the age of 5 regarded to vulnerable age group. This study aimed at figuring out the  factors related to nutritional status of children aged 6-59 months at publich health centre in North Singkawang in Singkawang city. Cross sectional approach was carried out in this study. As many as 96 children aged 6-59 months were employed as the samples.  This study was conducted from March to may 2014. Meanwhile, proportional random sampling was utilized as the data collection technique. Then, the data were statistically analyzed by using chi square test.The study revealed were significant correlation of maternal education (p value=0,000), maternal nutritional knowledge (p value=0,022), parenting styles (p value=0,000), infectious disease (p value=0,000), energy intake (p value=0,000), protein consumption (p value=0,000), and nutritional status of children aged 6-59 months at publich health centre in Singkawang Utara. There were correlation of maternal age during pregnancy (p value= 0,877), number of children (p value=0,938), eating pattern p value=0,688), and nutritional status of children. Suggestion As a result, local institutions and public health centers are encouraged to enhance  health information, particularly infants nutrition. Therefore, mothers with children under the age of 5 become aware of the nutritional status of their children.Abstrak: Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan. Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan terutama anak balita, karena balita merupakan kelompok rawan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia 6-59 bulan di Puskesmas Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 96 balita usia 6-59 bulan yang dilaksanakan bulan Maret sampai dengan Mei 2014. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Pengolahan dan analisa data menggunakan komputerisasi. Uji statistik yang digunakan uji chi square.Ha sil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu (p value=0,000), pengetahuan gizi ibu (p value=0,022), pola asuh (p value=0,000), penyakit infeksi (p value=0,000), asupan energi (p value=0,000) dan asupan protein (p value=0,000) dengan status gizi balita di Puskesmas Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang dan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu saat hamil (p value=0,877), jumlah anak (p value=0,938) dan pola makan (p value=0,668) dengan status gizi balita.Disarankan pada ibu yang memiliki balita untuk bisa lebih meningkatkan pengetahuan melalui membaca buku menu seimbang dan media informasi seperti televisi, majalah, internet dll. Serta meningkatkan konsumsi Energi sebanyak 1600 gr/hr, Protein sebanyak 35 gr/hr (AKG, 2013). 
Hubungan Antara Konsumsi Kafein, Screen Time, Lama Tidur, Kebiasaan Olahraga dengan Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak Putri Manja; Marlenywati Marlenywati; Mardjan Mardjan
Jumantik Vol 7, No 1 (2020): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v7i1.2149

Abstract

Obesitas merupakan penyakit serius yang dapat mengakibatkan masalah emosional dan sosialyang dihubungkan dengan peningkatan berbagai risiko penyakit seperti sleep apnes, diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker. Hasil dari survei pendahuluan yang dilakukan kepada 150 mahasiswa diketahui 50 orang (33%) dengan status obesitas (gizi lebih) tidak aktif dalam kebiasaan olahraga 68,2% dengan screen time 50% dengan konsumsi kafein 52,3% dan lama tidur 50%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kafein, screen-time, lama tidur, kebiasaan olahraga dengan obesitas pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Metode penelitian yang digunakan penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 mahasiswa aktif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 44 responden yang terdiri dari 22 kasus dan 22 kontrol. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara konsumsi kafein (p value = 0,000, OR = 10,000), Screen time (p value = 0,000, OR = 14,538), Lama Tidur (p value = 0,003, OR = 3,104), Kebiasaan Olahraga (p value = 0,000, OR = 10,000) dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak, disaran kepada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak untuk sering melakukan kebiasaan olahraga setiap 1 minggu 3 kali selama 15-20 menit saja, screen time seharusnya mahasiswa membatasi penggunaan screen time, lama tidur yang baik ≥ 6 jam/hari dan mengkonsumsi kafein yang baik itu < 3 kali/minggu.
PENGARUH EDUKASI PMBA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA DI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DESA TUMIANG KABUPATEN BENGKAYANG Syabaniah, Syabaniah; Budiastutik, Indah; Marlenywati; Trisnawati, Elly
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 18 No. 3 (2023): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v18i3.5913

Abstract

Background: In 2022, SSGI data shows that Indonesia was 21.6% stunting, West Kalimantan 27.8%, and Bengkayang Regency 30.1%. This data shows that stunting is higher in Bengkayang Regency than in Indonesia and West Kalimantan. Intake of food is the direct cause of stunting. At 1000 HPK, intake has a significant impact on promoting growth and development in infants and toddlers. One way to reduce stunting rates is to increase knowledge about infant and child feeding (also known as PMBA). The purpose of this research is to determine the level of knowledge of mothers of toddlers in Tumiang Village, Bengkayang Regency's Quality Family Village (Kampung KB). Method: The study was conducted quasy-experimentally with a one-group pre-test and post-test design. The study's participants were 30 mothers with toddlers aged 6 to 59 months living in the Quality Family Village in Tumiang Village, Bengkayang Regency. Intervention carried out PMBA education four times in a month. Pre- and post-test questionnaires were used. The data were analysed using T-Paired. Results: The mother's knowledge level score before and after PMBA training ranged from 4.83 to 7.10. This indicates that the mother's knowledge score increased by 2.27 before and after PMBA training. The T-Paired test results in a 0.000 p-value < 0.05. Conclusion: Increasing mother's feeding knowledge before and after PMBA training can accelerate stunting reduction in Quality Family Village, Tumiang Village, Bengkayang Regency. Advice: PMBA training for toddler mothers can prevent stunting. Keywords: Knowledge of Mothers, PMBA Education, Quality Family Village, Stunting, Tumiang Village
Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil Trimester Ketiga di Puskesmas Tanjung Sekayam: Studi Kasus-Kontrol: The Risk Factors for Anemia in Women at Third Trimester of Pregnancy in the Primary Health Center of Tanjung Sekayam: A Case-Control Study Arfan, Iskandar; Marlenywati, Marlenywati; Saleh, Ismael; Rizky, Ayu; Marlina, Marlina
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1SP.2024.37-44

Abstract

Background: The presence of anemia in pregnant women significantly affects the health of both mothers and their fetuses. Around 37% of pregnant women worldwide experience anemia. In the Community Health Center of Tanjung Sekayam, the prevalence of anemia in women at the third trimester of their pregnancy was notably high, at 50.4%. Objectives: This study aims to identify the risk factors for anemia in women at third trimester of pregnancy in the working area of the Community Health Center of Tanjung Sekayam Subdistrict, Sanggau Regency. Methods: This study was an observational research with a case-control design. The study population consisted of 153 women at third trimester of pregnancy, receiving antenatal care in the Community Health Center of Tanjung Sekayam. The samples included 62 respondents, selected through a simple random sampling, comprising of 31 cases and 31 controls. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Chi-Square test to assess the factors associated with the occurrence of anemia. Results: There was a relation among maternal age (p=0.000; OR=22.9), interpregnancy interval (p=0.024; OR=6.9), parity (p=0.011; OR=2.2), nutritional status (chronic energy deficiency) (p=0.000; OR=11.3), compliance (p=0.021; OR=3.9), and knowledge (p=0.001; OR=8.2) and the prevalence of anemia in the third trimester. However, the family support did not show any significant relation. Conclusions: Maternal age, pregnancy interval, parity, nutritional status, compliance with iron tablet intake, and knowledge are related to the prevalence of anemia in third trimester of pregnancy. Family support did not show any significant relation with the incidence of anemia, possibly due to the limitations in measuring the family support itself and other factors, such as discomfort in consuming iron tablets and forgetfulness. More structured interventions and intensive education on the importance of iron and nutrition during the pregnancy are needed to reduce the risk of anemia.
Peningkatan kesadaran dan keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di kalangan remaja putri Rizky, Ayu; Nuruniyah; Hastuti, Lidia; Arfan, Iskandar; Marlenywati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22339

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama karena banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut akibat kurangnya pengetahuan dan deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana yang dapat membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini, namun kesadaran dan keterampilan melakukan SADARI masih rendah, terutama di kalangan remaja putri. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi SMA dalam melakukan SADARI. Program pengabdian ini dilaksanakan pada 20 siswi di SMA Muhammadiyah 2 Pontianak selama 6 bulan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, pelatihan dengan metode demonstrasi, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai SADARI setelah mengikuti program ini. Nilai post-test peserta mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan nilai pre-test, yang menunjukkan efektivitas dari metode yang digunakan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi dalam melakukan SADARI, yang dapat berkontribusi pada deteksi dini kanker payudara dan penurunan angka kematian akibat penyakit ini. Respon peserta yang positif juga menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini. Program edukasi SADARI ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi SMA terkait deteksi dini kanker payudara. Diharapkan, kesadaran yang meningkat ini dapat berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara secara lebih luas.
Pelatihan PMBA bagi Kader Kampung Keluarga Berkualitas Desa Membangun dalam Rangka Pencegahan Stunting Indah Budiastutik; Marlenywati; Abdullah, Asrul; Karisma, Nova; Juliana Panemaan, Anita
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a disorder that attacks the growth and development of children and babies caused by chronic malnutrition which is characterized by a body length or height that is below standard. Many factors underlie the high incidence of stunting, one of which is improper Infant and Child Feeding. The growth and development of toddlers is closely related to food intake which can have a major influence on optimizing the development and growth of infants and toddlers in 1000 HPK. The Kampung KB Membangun Desa is located in the Rasau Jaya Umum Village, Kubu Raya Regency, which is the focus of accelerating stunting reduction. The stunting rate in the district reached 27.8% in 2022. The stages of community service activities begin with coordination of activities with the coordinator, then continued with counseling and training. Community service is carried out using lecture, demonstration and question and answer methods supported by PMBA module media and equipment. Evaluation of counseling activities is carried out by providing a questionnaire sheet containing 10 questions. From the results of the SPSS analysis test, the respondents knowledge during the pre-test was 66.67%. After being educated, there was an increase in respondents knowledge during the post-test of 83.3%.
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Dalam Penurunan Stunting Di Desa Mega Timur Dan Sungai Malaya Kabupaten Kubu Raya Afifah, Suci; Budiastutik, Indah; Trisnawati, Elly; Marlenywati, Marlenywati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3416

Abstract

Edukasi gizi merupakan pendekatan strategi dalam menekan angka stunting, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yaitu mencapai 21,5% sedangkan prevalensi stunting di Kalimantan Barat sebesar 20,6% dengan prevalensi di Kabupaten Kubu Raya tercatat sebesar 25,4%. Rendahnya pemahaman ibu balita tentang gizi anak dan pola pemberian makan yang kurang tepat menjadi faktor utama Tingginya angka stunting, sehingga intervensi edukasi gizi sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pemahaman guna memahami kebutuhan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak edukasi gizi terhadap pemahaman ibu balita tentang stunting di Desa Mega Timur dan Sungai Malaya Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Jenis analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah ibu balita yang memiliki balita usia 0-59 bulan sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa edukasi gizi dengan instrumen yang digunakan yaitu angket pre-test dan post-test. Periode pelaksanaan dilakukan selama tiga bulan yaitu pada bulan Juli-Oktober 2024. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Edukasi gizi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu pasca intervensi dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi gizi terbukti efektif sebagai salah satu cara penanggulangan stunting.
Co-Authors A'in, Nurul Abduh Ridha Abrori Abrori Abrori, Abrori Afifah, Suci Alma Elvia Jumalda Amaliah Amaliah Andri Dwi Hernawan Arfan, Iskandar Armita Dewi Hardiyanti Asrul Abdullah Aulia, Cindy Febi Dwi Ayu Diana Meilantika Ayu Rizky Ayu Rizky Bitania Aminudin Diana Mandasari Didik Hariyadi Djaswadi Dasuki Edi Waliyo Edy Waliyo Edy Waliyo Elfrida Ratnawati Elly Trisnawati Fadhillah, Hikmah Farida, Syarifah Fioresta, Arswendy Irene Fitri Ichtiyati Handini, Lail Haruniati Haruniati Hawa Cahya Purnama Helwan, Urai Hernawan, Andry Dwi Hutagalung, Kiki Ichtiyati, Fitri Indah Budiastutik Irse Desy Yana Ismael Saleh Jamaniah, Leni Juliana Panemaan, Anita Juniari Kurnia Karisma, Nova Khairunnisa, Intan Kiki Hutagalung Kurniasih, Sari Kusharisupeni Kusharisupeni Lazuli, Neila Sari Lemba, Lemba Lendra, Minokta Lestari, Popy Linda Suwarni Luh Putu Ratna Sundari M. Taufik Malsyafinanti, Syarfina Mardjan Mardjan Maretalinia Maretalinia Marlina Marlina Mawardi Mawardi Mayarestya, Nita Putriasti Mita, Gita Mitasari, Gity Munawaroh, Nuraini Neila Sari Lazuli Nilasari Nilasari Novi Irawan Nurlian, Yayan Nurseha Nurseha Nuruniyah Nuruniyah Nuruniyah Oktaviana, Nur Ayu Pramono, Dimas Budi Putri Manja Putri, Dellyta Nabila Rahayu, Hanum Mukti Rahmadinda, Rahmadinda Rahmadita, Ninda Rima Putri, Audila Rizki Fitlya, Rizki Rizki Putri Tifani Rizky, Ayu Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Rochmawati, Rochmawati Ruhama, Ufi Ryani Yulian Safira, Nadyah Noora Santri Santri Sari Kurniasih Sayyidun Nisa Asy-Syifa Selviana Serly Meryani Sinaga, Talentha Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Suharningsih Suharningsih Sulistiawan, Aprianto Sumiati Sumiati Suyitno Suyitno Suzanna Suzanna Suzanna, Suzanna Syabaniah, Syabaniah Syarifah Farida Tedy Dian Pradana Tri Wulandari Widiarsih, Fitria Widya Eka Lestari Widyastutik, Otik Wijayarsi, Dian Winata, Rivaldi Andika Winda Mulia Ningsih Wulandari, Yesi Yulyati, Yulyati YUNI, YUNI Yuyun Agustina