Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Demografi Balita Stunting di Wilayah Lahan Basah Kecamatan Lima Puluh Pramudita, Pingkan Deni; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Indriati, Ganis
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 12, No 2 (2024): Preventive Measures
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v12i2.9475

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi malnutrisi yang disebabkan oleh masalah gizi kronis dan infeksi yang berkelanjutan sejak 1000 hari pertama kehidupan. Stunting dapat menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik demografi balita stunting di wilayah lahan basah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskripstif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 42 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilakukan di Puskesmas Limapuluh. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan pada responden menunjukkan hasil bahwa karakteristik responden sebagian besar adalah orantua yang berusia < 20 tahun dan  > 35 tahun, balita stunting sebagian besar tergolong pendek dengan jumlah anggota diatas 4 orang dalam satu keluarga, tingkat pendidikan rendah, pendapatan dibawah Upah Minimum Regional (UMR), responden sebagian besar bekerja, sanitasi terstandar dan keadaan lingkungan memenuhi syarat. Kesimpulan: Sebagian besar masalah stunting di pengaruhi oleh usia orangtua yang beresiko, jumlah anggota keluarga yang terlalu banyak dan pengasilan yang rendah.
Mendengarkan Murottal Al Quran terhadap Kualitas Tidur Pasien Gangguan Pola Napas Maya Ardilla Siregar; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Ani Rahmadhani Kaban
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.63 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4594

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of listening to the murottal Al Quran on the sleep quality of patients with impaired breathing patterns in the Inpatient Room Floor III Lung Mitra Medika Hospital, Tanjung Mulia. This research method uses a quasi-experimental post-pre test. The results showed that the majority of patients with impaired breathing patterns in the Lung III inpatient room at Mitra Medika Tanjung Mulia General Hospital were aged 51-60 years with a percentage of 40.6%, 22 male sex (68.8%), last high school education history 15 people 46.9%, 16 people (50%) have Batak ethnicity, the married status of 24 respondents with a percentage of 75.0%, with a medical diagnosis of the majority of pulmonary TB as many as ten respondents (31.3%), There are 11 private employees with employment history (34.4%) and all respondents experienced poor sleep quality with a percentage of 100%. In conclusion, listening to the murottal Koran affects the sleep quality of patients with impaired breathing patterns in the inpatient room of RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Keywords: Disturbance of Breathing Patterns; Sleep Quality; Murottal Al Quran
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien Stroke Nurwahyuni, Nurwahyuni; Amir, Yufitriana; Tampubolon , Nurhannifah Rizky
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16899

Abstract

Introduction: Family support in fulfilling spiritual needs plays a crucial role as a coping source for stroke patients in accepting their illness and treatment process. If families neglect this aspect, it can lead to patients feeling lonely, experiencing prolonged stress, feeling worthless, and feeling abandoned in terms of affection. Therefore, the role of the family is very important for patients so that they feel cared for, supported, comfortable, and at peace. This study aims to determine the relationship between family support and the fulfillment of the spiritual needs of stroke patients. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. This research was conducted at RSUD Arifin Achmad. The population consists of the families of stroke patients. The sample consisted of 110 respondents using accidental sampling technique. The measurement tool used is a questionnaire. The analysis used is bivariate analysis using the chi-square test. Results: The majority in the age group ≥ 55 years were 58.2%, and respondents of male gender were 56.4%, respondents with moderate family support were 58.2%, and respondents with good spiritual needs fulfillment were 56.4%. The chi-square test results showed a relationship between family support and the fulfillment of spiritual needs in stroke patients, with a p-value of 0.009 < 0.05. It is hoped that healthcare workers can provide information to respondents and their families by conducting health education and socializing stroke recovery programs.
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS PADA MAHASISWI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU: CONSUMPTION BEHAVIOUR OF SUGAR-SWEETENED BEVERAGES IN NURSING FACULTY STUDENTS, UNIVERSITY OF RIAU Rahayu, Venessa; Agiani Putri, Syeptri; Amir, Yufitriana; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Rustam, Musfardi
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 5 No 1 (2024): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v5i1.1704

Abstract

Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan pada tahun 2019, makanan dan minuman jadi termasuk teh kemasan dan minuman bersoda 26,32%, sari buah kemasan, minuman kesehatan, dan minuman berenergi 22,66% kopi, kopi susu, teh dan susu coklat sebesar 58,82%. Konsumsi minuman berpemanis di Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia Tenggara yaitu sebanyak 20,23 liter/orang. Konsumsi minuman berpemanis yang tinggi berkontribusi pada peningkatan angka mortalitas dan angka morbiditas akibat obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular, menarche dini, dismenore dan penurunan kesuburan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross-sectionaldengan jumlah sampel penelitian 229 responden mengisi google form kuesioner BEVQ yang telah dimodifikasi. Analisis data dengan analisis univariat dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Mayoritas responden berusia dewasa awal (57,2%), uang saku harian sedang (86%), alasan mengkonsumsi minuman berpemanis karena preferensi atau kesukaan terhadap rasa manis (66,4), kebiasaan ?20x per bulan (50,7%) dan jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi yaitu teh (46,7%). Peneliti menyarankan agar dapat mengurangi kebiasaan konsumsi minuman berpemanis yang berlebihan untuk menghindari dampak negatif dari minuman berpemanis ini dan dapat menormalisasi selalu membawa atau membeli minuman dengan kandungan yang sehat, salah satunya air putih.
The Relationship between Picky Eaters and Nutritional Status in Toddlers Sabri, Yelly Muthia; Indriati, Ganis; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 3, No 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v3i2.3005

Abstract

Pendahuluan: Anak toddler berusia 12-36 bulan. Pada masa ini anak merupakan masa penting untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Kebutuhan nutrisi merupakan aspek utama dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Status gizi merupakan faktor penting yang dinilai pada tahap ini. Beberapa masalah terkait status gizi disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya pola makan yaitu memili-milih makan atau picky eater. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara picky eater tehadap status gizi pada anak toddler. Metode: Peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 98 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). Analisis yang digunakan adalah analisis chi-square.  Hasil: Peneliti mendapatkan mayoritas ibu berusia 26-35 tahun sebanyak 58 responden (59,2%), memiliki tingkat pendidikan menengah (SMA) sebanyak 61 responden (62,2%), mayoritas status pekerjaan tidak bekerja sebanyak 80 responden (81,6%), memiliki anak usia 12-24 bulan sebanyak 57 responden (58,2%), jenis kelamin anak perempuan sebanyak 50 responden (51,0%). Hasil penelitian sebagian besar anak toddler mengalami picky eater sebanyak 51 responden (52,0%). Status gizi lebih banyak gizi baik 69 responden (70,4%). Analisis menunjukkan bahwa ada hubungan picky eater terhadap status gizi anak toddler (p-value=0,0000,05). Kesimpulan: Anak yang mengalami perilaku picky eater mengalami status gizi kurang sebanyak 27 orang (27,6%) dibandingkan dengan anak status gizi baik sebanyak 24 orang (24,5%). Terdapat hubungan antara picky eater dengan status gizi anak toddler.  Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat, khususnya orangtua dengan anak usia toddler.
Pelatihan Skrining Status Gizi dan Edukasi Kesehatan untuk Cegah Malnutrisi pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Erika, Erika; Tampubolon, Masrina Munawarah; Suci, Wice Purwani; Putri, Syeptri Agiani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.497-503

Abstract

Today's teenagers grow up in an environment that puts them at risk of experiencing micronutrient deficiencies. One of the causes is their limited knowledge, which affects their decision-making when it comes to choosing nutritious food from the options available to them. To address these issues, nutritional status screening training and health education are necessary to prevent malnutrition among adolescents. This community service aims to increase health knowledge among teenagers and improve their skills in screening for nutritional status. The method used is training through the provision of health information related to balanced nutrition, reproductive health, and the nutritional needs of teenagers. After the material is delivered, the program continues with a simulation involving weighing, measuring height, and calculating body mass index. This activity involved 20 teenagers in Limbungan Baru Village, Pekanbaru City. The results showed an increase in the percentage of teenagers with a good level of knowledge, from 15% before the training to 75% after the training. Adolescents who have received training need to be involved in posyandu (community health center) activities so that their skills are maintained and can contribute to increasing community independence in maintaining health status.
Relationship Between Bedroom Air Temperature and Blood Sugar Levels in Diabetes Mellitus Sufferers Muhammad Rayhan Maulana Muslim; Yesi Hasneli; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1812

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus is a chronic disease that occurs when the body cannot use insulin produced by the pancreas effectively. Diabetics suffer from complications in regulating the body's thermoregulation. The aim of this study was to determine the relationship between bedroom air temperature and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 95 respondents taken based on inclusion and exclusion criteria using simple random sampling techniques. The instruments used are thermohygrometer and glucometer. The analysis used was the chi-square test analysis. Results: Univariate analysis found that air temperature had a normal value of 30 oC, in bedroom air temperature there were 78 respondents categorized as abnormal (mean = 31.56 oC), blood sugar levels had a normal value of 200 mg/dL, 63 respondents were found to have high blood sugar levels (mean = 227.39 mg/dL). The air temperature in an abnormal bedroom has a 6,960 times greater risk of causing high sugar levels compared to the air temperature in a normal bedroom. The results of statistical tests show that there is a significant relationship between bedroom air temperature and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. In this study, p-value (0.000) α (0.05) was obtained. Conclusion: The higher the bedroom air temperature ( 30 oC), the higher the blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pentingnya Mengonsumsi Obat Hipertensi Pada Lansia Aziz, Ari Rahmat; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawaroh; Roni, Yunisman; Sari, Niken Yuniar; Melani, Dela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 3 No 2 (2024): JPMJ Vol 3 No 2 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v3i2.376

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit kardiovaskular paling banyak diderita oleh masyarakat. Berdasarkan hasil pengkajian pada lansia di RW 02 Meranti Pandak di dapatkan hasil bahwa 15 dari 20 orang lansia memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari tekanan darah normal. Masyarakat mengatakan bahwa kurang mengerti tentang konsumsi obat hipertensi. Kurangnya pengetahuan terkait obat hipertensi membuat masyarakat tidak mengerti juga mengenai penggunaan obat, serta kandungan dan efek samping dari obat yang digunakan untuk mengatasi hipertensi. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi obat hipertensi pada lansia di RW 02 Kelurahan Meranti Pandak. Kegiatan ini menggunakan pendekatan penyuluhan menggunakan metode ceramah. Media yang digunakan adalah power point dan leaflet. Pengukuran peningkatan pengetahuan di ukur dengan pemberian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat yang hadir sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Setelah penyuluhan didapatkan rata rata peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum penyuluhan 4.55 dan setelah penyuluhan 11.25. Puskesmas dan tenaga kesehatan lebih mengiatkan kegiatan penyuluhan terkait obat-obatan hipertensi di RW 02 Meranti Pandak
Pemberdayaan Influencer Sebaya untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Remaja Misrawati, Misrawati; Aminuddin, Al; Maesaroh, Siti; Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peer education has been widely used as a method of health education for adolescents. However, adolescent health problems are still a concern that requires adolescents to increase literacy and adopt a healthy lifestyle. Youth empowerment carried out in this activity is in the form of peer education using the term influencer to refer to peer educators. A total of 20 students who successfully passed the selection took part in training activities covering physical activity and fitness, reproductive health and nutrition in adolescents as well as using the uksku.id website as a medium for influencers to work. The results of data analysis using the T test showed p < 0.05, meaning there was a difference in knowledge before being given training and after being given training. Training carried out as a form of training for influencers can increase the influencer's knowledge to provide education to their peers. The influencers will then share their learning experiences and insights in the form of writing or posters which are then posted via the uksku.id website. It is hoped that this empowerment activity can become a new trend in increasing health literacy among students.
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial untuk Edukasi Kesehatan Remaja di Daerah Lahan Basah Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Suci, Erika Wice Purwani; Putri, Syeptri Agiani; Aziz, Ari Rahmat; Roni, Yunisman; Azizah, Azizah; Juliana, Dea Adelia; Fathaniah, Farahiyah; Pakpahan, Jonas Letare; Hikmah, Muttakhidatul; Rokhmani, Nikmah; Nurhidayah, Nurhidayah; Hutabarat, Ribka Pebriana; Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty; Sari, Suci Indah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18460

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan pengguna sosial media yang aktif, oleh karena itu remaja dapat memanfaatkan media sosial salah satunya sebagai tempat berbagi edukasi kesehatan dengan membuat media edukasi melalui desain grafis menggunakan aplikasi canva dan capcut. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar remaja dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi edukasi terkait kesehatan dengan memanfaatkan aplikasi desain grafis sebagai alat untuk membuat media edukasi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di wilayah Kelurahan Limbungan Baru, Kota Pekanbaru. Metode yang dipergunakan dalam pelatihan ini dengan pemberian materi dan demonstrasi terkait cara pembuatan media edukasi, pendampingan kepada remaja, dan evaluasi terkait pembuatan media edukasi. Hasil pelatihan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pemanfaatan media sosial pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Pelatihan, Media Sosial, Edukasi Kesehatan  ABSTRACT Teenagers are active social media users, therefore teenagers can utilize social media, one of which is as a place to share health education by creating educational media through graphic design using the Canva and Capcut applications. The purpose of this community service is so that teenagers can utilize social media to share health-related education by utilizing graphic design applications as a tool to create educational media. This training activity was carried out in the Limbungan Baru Village area, Pekanbaru City. The method used in this training was to provide material and demonstrations related to how to create educational media, mentoring teenagers, and evaluations related to creating educational media. The results of the training showed an increase in respondent knowledge before and after training on the use of social media for teenagers. Keywords: Adolescents, Training, Social Media, Health Education
Co-Authors AFNI RAMADHANI, AFNI Ahmad Kautsar Al Aminuddin Al Aminuddin, Al Aminuddin Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Ani Rahmadhani Kaban Anne Mudya Yolanda Ardilla Nurliza Arifka Uli Nur Hidayati Arneliwati Askerlena, Hidayati Aulia Oktavia aziz, ari rahmat Azizah Azizah Bayhakki Bayhakki Deby Octaviani Delfitri, Meri Destiana, Nisa Devania, Camilla Dinda Hirosehaya Dismawati Dita Erwinda Doloksaribu, Yohanna Erika Erika Fadhilah Fadhilah Fara Karnoni Fathaniah, Farahiyah Fathra Annis Nauli Fauziah Wahyu Feronika, Naomi Finda, Ingla Fira Amalia Hanifah Fitri Haryanti Gulo, Dedi Kristian Gustriza Erda Hidayah, Rafiq Hutabarat, Ribka Pebriana Ihan Crisna Dwi Eryo Indriani, Dwi Nova Indriati, Ganis Indriati, Ganis Juandri, Desti Arnita Juliana, Dea Adelia Juniar Ernawaty Kaban, Ani Rahmadhani Karim, Darwin Kenisa Nazlia Rizal kholisoh, kholisoh Leonita, Velga Mahiroh, Salma Maria Haryanti Butar-Butar Marlin, Wulan Fauziyah Maya Ardilla Siregar Melani, Dela Meliza Ningsih Melti, Ipna Misrawati Misrawati Muhammad Rayhan Maulana Muslim Muttakhidatul Hikmah, Muttakhidatul Nababan, Merry Silvya Christine Nada Intaniza Nadhila Nurmaef Nakmaus Solikha Natasya, Saruli Ningsih, Meliza Ningtias, Dwi Novayelinda, Riri Nur, Puja Permata Nurhidayah Nurhidayah Nurul Huda Nurwahyuni Pakpahan, Jonas Letare Pramudita, Pingkan Deni Putra, Hendri Putri, Abel Aprilia Putri, Dona Armelia Putri, Ingga Kurnialis Putri, Syeptri Agiani Putri, Tiara Asyifa Rahayu, Venessa Reni Zulfitri Riri Novayelinda Riski Amaliyah, Riski Rizal, Kenisa Nazlia Rizka Anggraini Rokhmani, Nikmah Rustam, Musfardi Sabri, Yelly Muthia Sari, Niken Yuniar Sari, Suci Indah Sari, Wahyu Firman Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty Siregar, Maya Ardilla Siti Maesaroh SRI WARDANI Suci, Erika Wice Purwani Syeptri Agiani Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tampubolon, Masrina Munawaroh Tampubolon, Masrinah Munawarah Tari Audina Tata, Tata Vyona Aurelyn Wahyu Dwi Fatimah Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Wulandari, Gustika Yesi Hasneli Yossy Garanetha Yulia Irvani Dewi Yundari, Yundari Yuniati Yuniati Yunisman Roni Zahidah, Nurul Zukhra, Ririn Muthia Zukhra, Ririn Muthia Zulien, Al Aminuddin Syakhira