Claim Missing Document
Check
Articles

Virtual School's Health Unit: Digital-Based Adolescent Health Services in Schools Misrawati, Misrawati; Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Al aminuddin, Al aminuddin; Maesaroh, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18774

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis terhadap kesehatan sehubungan dengan peningkatan perubahan fisik, psikologis dan social yang drastis. Sekolah merupakan sarana yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan remaja. Fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) belum dapat termanfaatkan sebagai media promotive dan preventif. Inovasi UKS berbasis virtual dirancang sebagai media yang fleksibel dan kreatif digunakan remaja. Platform website dinamakan uksku.id Pengembangan media platform uksku.id dilaksanakan oleh tim influencer yang telah dilatih. Media dimanfaatkan oleh siswa/siswi untuk mendapatkan informasi kesehatan yang telah diupload influencer. Pemanfaatan media juga diberikan kepada sekolah agar dapat mengakses informasi kesehatan siswa/siswa sebagai landasan dalam pengembangan program kesehatan sekolah. Pihak puskesmas juga diberikan akses dalam menggunakan media agar mengintegrasi kesinambungan intervensi dengan pihak sekolah. Pihak sekolah diharapkan dapat terus memanfaatkan keberadaan website yang telah tersedia. Perlu pengembangan aplikasi lanjut yang lebih aplikatif dan terintegrasi dengan berbagai institusi Pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, Remaja, Sekolah, Uks, Virtual  ABSTRACT Adolescence is a critical period for health due to the drastic physical, psychological, and social changes that occur. Schools can support efforts to improve adolescent health. However, School Health Unit (UKS) facilities have not been effectively utilized as promotional and preventive media. To address this, a virtual-based UKS innovation was designed as a flexible and creative medium for teenagers. The website is called uksku.id. The development of the uksku.id platform was undertaken by a team of trained influencers. This media platform is used by students to access health information uploaded by influencers. Additionally, schools have access to the media to obtain student health information, which serves as a foundation for developing school health programs. Health centers are also granted access to use the media to ensure the continuity of intervention with schools. It is recommended that schools continue to utilize the existing website. Further development of applications that are more practical and integrated with various educational institutions and public health services is necessary integrated with various educational institutions and public health services Keywords: Adolescent, Health Service, School's Health Unit
Exploring Adolescent Mental Health Issues and Primary Service Needs in Wetland Areas: A Mixed-Method Study Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.1.14570

Abstract

Limited awareness and restricted access to mental health screenings and services persist, largely due to the demands of academic commitments. The aim of this study is to describe the mental health issues faced by adolescents and exploring primary service needs in the wetland areas of Pekanbaru, Indonesia. A convergent parallel mixed methods approach was employed. Quantitative data were gathered using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) to assess the mental health status of 276 adolescents. Qualitative data were collected to explore adolescents' primary health service needs through FGD with 21 participants, including stakeholders, health providers, and adolescents. The survey revealed that 48.2% of adolescents experienced mental health problems, with 26.5% falling into the abnormal category. Qualitative findings indicated that adolescents often neglect their mental health and rarely seek professional help. There is a significant need for parental involvement in mental health programs, and the integration of these programs within schools and communities is deemed essential for comprehensive care. In conclusion, addressing the mental health needs of adolescents requires a multifaceted approach, parental involvement, and the integration of mental health programs within existing health and educational systems. Ensuring affordability and quality of care remains crucial for effective adolescent mental health services.
Description of Home Conditions Based on Healthy Home Standards for Toddlers with Acuate Respiratory Tract Infections (ARI) Natasya, Saruli; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Amir, Yufitriana; Novayelinda, Riri; Fitri, Aminatul
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 2 (2025): Infectious Diseases
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i2.11217

Abstract

Healthy home conditions based on healthy home standards for toddlers with ARI. This study used a descriptive observational design. The study sample consisted of 67 respondents selected based on inclusion criteria, namely parents of toddlers diagnosed with ARI using the accidental sampling technique. The questionnaire used was a healthy home assessment. The analysis used was univariate data analysis. There were 62.7% of respondents in early adulthood (26-35 years old), 47.8% of toddlers (12-59 months old), and 50.7% of male children. Of the 67 respondents, 59.7% of respondents' homes met the healthy home criteria and 40.3% of respondents' homes did not meet the healthy home criteria. In terms of housing components, 88.1% had permanent ventilation <10% of the floor area of the house, 56.7% of respondents' homes did not have a kitchen smoke vent, In terms of sanitation facilities, 100% of waste was discharged into open gutters, and in terms of resident behavior, 92.5% sometimes opened their bedroom windows and 91% sometimes opened their living room windows, while 95.5% sometimes cleaned their yards. In conclusion, some of the houses met the requirements for healthy housing, while others did not. The majority of the houses, sanitation facilities, and residents' behavior were found to be good.
Penguatan Literasi Pubertas dan Kendali Dorongan Seksual pada Remaja SMP: Implementasi Pojok Informasi dan “Wajarkah” melalui Generasi Lancang Kuning Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Al aminuddin, Al aminuddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22812

Abstract

ABSTRAK Remaja SMP berada pada fase kritis pubertas yang memerlukan literasi kesehatan reproduksi yang akurat dan sesuai usia. Program pelatihan peer educator Generasi Lancang Kuning di SMPN 27 Pekanbaru ini berfokus pada pubertas (menstruasi & mimpi basah) serta kendali dorongan seksual, dengan pendekatan Pojok Informasi dan kerangka refleksi “Wajarkah”. Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan sikap peer educator agar mampu mengedukasi teman sebaya di sekolah. Desain kegiatan menggunakan one-group pre–post dengan 30 peserta (sebagian pengurus OSIS); data yang dapat dipasangkan untuk analisis deskriptif berjumlah 27 siswa. Instrumen pengetahuan berupa butir pilihan ganda/benar–salah; sikap menggunakan skala Likert lima poin. Evaluasi kepuasan pelatihan dikumpulkan melalui kuesioner singkat. Hasil menunjukkan kenaikan pengetahuan yang bermakna dari 7,48±0,75 menjadi 9,81±0,40 (∆=+2,33; +31,2%), dengan 100% peserta meningkat dan 77,8% mencapai skor maksimum. Sikap juga meningkat dari 42,19±4,04 menjadi 46,81±4,10 (∆=+4,63; +11,0%). Umpan balik peserta menilai materi jelas–bermanfaat, topik menstruasi & mimpi basah paling menarik, dan mayoritas menyatakan senang serta berkomitmen melakukan perubahan positif (mis. menjaga kesehatan diri, menolak konten pornografi). Temuan ini menegaskan bahwa Pojok Informasi–Wajarkah efektif sebagai strategi penguatan kapasitas peer educator di jenjang SMP. Program merekomendasikan penguatan pojok informasi terintegrasi (fisik–digital) yang menghubungkan siswa–sekolah–puskesmas, penambahan sesi micro-teaching untuk memastikan transfer ke teman sebaya, serta penyempurnaan instrumen evaluasi agar sensitif terhadap ceiling effect. Kata Kunci: Kendali Dorongan Seksual, Kesehatan Reproduksi, Pendidikan Sebaya, Pubertas, Remaja.  ABSTRACT Junior high school students are in a critical phase of puberty that requires accurate and age-appropriate reproductive health literacy. This article reports on the peer educator training program “Generasi Lancang Kuning” at SMPN 27 Pekanbaru, which focused on puberty (menstruation and wet dreams) and sexual impulse control, using the Pojok Informasi (Information Corner) approach and the reflective framework “Wajarkah.” The program aimed to enhance the knowledge and attitudes of peer educators so they could effectively educate their classmates. The activity employed a one-group pre–post design involving 30 participants (some of whom were student council members), with 27 matched data sets available for descriptive analysis. The knowledge instrument consisted of multiple-choice and true–false items, while attitudes were measured using a five-point Likert scale. Training satisfaction was assessed through a brief questionnaire. Results showed a significant increase in knowledge from 7.48±0.75 to 9.81±0.40 (∆=+2.33; +31.2%), with 100% of participants improving and 77.8% achieving the maximum score. Attitudes also improved from 42.19±4.04 to 46.81±4.10 (∆=+4.63; +11.0%). Participant feedback indicated that the materials were clear and beneficial, with menstruation and wet dreams being the most engaging topics. Most participants reported feeling happy and committed to making positive changes (e.g., maintaining personal hygiene, rejecting pornographic content). These findings affirm that the Pojok Informasi–Wajarkah approach is effective in strengthening peer educator capacity at the junior high school level. The program recommends enhancing integrated information corners (physical–digital) that connect students, schools, and health centers, adding micro-teaching sessions to ensure peer-to-peer knowledge transfer, and refining evaluation instruments to better detect ceiling effects. Keywords: Sexual Impulse Control, Reproductive Health, Peer Education, Puberty, Adolescents
Kecemasan Menghadapi Menarche pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah; Sari, Niken Yuniar
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2024
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v5i2.5638

Abstract

Menarche pada anak perempuan menandakan akan memasuki masa transisi menajdi dewasa. Tidak hanya perubahan fisik sebagai tanda pubertas, tetapi anak perempuan yang mengalami menarche merasakan stress dan kecemasan. Kecemasan sebagai masalah yang beberapa tahun belakangan muncul pada kelompok remaja dapat berdampak pada kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kecemasan menghadapi menarche pada remaja. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif, yang melibatkan anak perempuan di wilayah lahan basah Pekanbaru dengan kriteria berusia 10-18 tahun dan mengalami menarche dalam satu tahun pertama. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan diperoleh 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dengan hasil uji validitas 0,93 dan reliabilitas 0,97. Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis univariat menunjukkan bahwa 50% responden mengalami kecemasan menghadapi menarche dalam kategori sedang. Kecemasan dapat ditimbulkan dari kurang pengetahuan karena muncul rasa tidak nyaman, kebingungan, dan sulit untuk membedakan mana mitos dan fakta terkait menarche. Hal ini dapat memengaruhi remaja dalam menjaga kebersihan diri dan mempertahakan kesehatan pada masa awal menstruasi.
Perbedaan Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Area Urban dengan Area Rural Tampubolon, Masrina Munawarah; Marlin, Wulan Fauziyah; Zulfitri, Reni; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2024
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v5i2.5656

Abstract

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini terutama oleh ibu hamil. Perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor seperti akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, pengetahuan dan edukasi serta sanitasi dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil di area urban dan rural. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif. Jumlah total populasi ibu hamil dari kedua kecamatan adalah 649 orang. Sampel dihitung berdasarkan rumus Slovin dan dipilih dengan teknik purpossive sampling kriteria inklusi ibu hamil memasuki trimester dua dan kriteria eksklusi ibu hamil dengan komplikasi dan gangguan mental. Total responden adalah 148 orang terdiri dari 66 responden dari Kecamatan Lima Puluh Kota dan 82 responden dari Kecamatan Lubuk Dalam. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan responden mayoritas berumur 20-35 tahun, usia kehamilan pada trimester 2, pekerjaan IRT, pendidikan SMA/SMK, memiliki jumlah anak 0-3, penghasilan 3-5 juta, dan memiliki keluarga perokok terutama suami. Perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil, pada area urban secara keseluruhan tergolong cukup (75%), sedangkan pada areal rural tergolong baik (66,3%). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil pada area urban dan rural.
The Relationship between Breastfeeding History and the Incindence of Picky Eating in Preschool Putri, Abel Aprilia; Zukhra, Ririn Muthia; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.4967

Abstract

Picky eater behavior is an eating problem characterized by a lack of desire to try new food variations that often occurs in preschool-aged children. Picky eaters can be influenced by many factors, one of which is the early experience of eating including breastfeeding. The introduction of various flavors through breast milk transmission can make children later become more familiar with new flavors. This study aims to determine the relationship between breastfeeding history and the incidence of picky eaters in preschool children. This study used a cross sectional approach. The sample was 157 respondents who were taken using proportionate random sampling technique at 3 kindergartens in Pekanbaru. The instruments used to obtain data on picky eater behavior in this study were Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) and Breastfeeding History Questionnaire. This study used univariate and bivariate analysis with chi-square statistical test. The results of the analysis showed that there were 60 respondent children who had picky eater behavior and 97 respondent children who had non-picky eater behavior. A total of 110 respondent children have a history of exclusive breastfeeding, 4 respondent children have a history of predominant breastfeeding and 43 respondent children have a history of partial breastfeeding. The results of the chi square statistical test showed that there was a significant relationship between breastfeeding history and the incidence of picky eaters in preschool children with p value = 0.001 (< α 0.05).
Optimalkan Layanan Posyandu Siklus Hidup melalui Pemberdayaan Kader dengan Edukasi Kesehatan Cegah Anemia pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Erda, Gustriza; Yolanda, Anne Mudya; Finda, Ingla; Tata, Tata
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17574

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami anemia karena memiliki gaya hidup sedentary dan pola konsumsi yang tidak sehat. Walaupun upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah di sekolah, peran posyandu perlu dioptimalkan untuk mencegah kejadian anemia pada remaja. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja dan mengoptimalkan layanan posyandu siklus hidup. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui kegiatan edukasi pada kader kesehatan dan ibu yang memiliki remaja yang berjumlah 20 orang. Terjadi peningkatan pengetahuan dari hasil pre test dengan tingkat pengetahuan cukup (60%), menjadi baik (80%). Layanan posyandu siklus hidup dapat dioptimalkan melalui edukasi kesehatan pada kader. Kader yang telah mengikuti kegiatan diharapkan dapat menyebarkan informasi pencegahan anemia pada remaja untuk keluarga-keluarga yang memiliki anak remaja. Kata Kunci: Anemia, Posyandu Siklus Hidup, Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to anemia because they have a sedentary lifestyle and unhealthy consumption patterns. Although efforts to prevent anemia have been made by providing blood supplement tablets at schools, the role of posyandu needs to be optimized to prevent the incidence of anemia in adolescents. This service activity is to increase knowledge about preventing anemia in adolescents and optimizing life cycle posyandu services. Community service is carried out through educational activities for health cadres and mothers who have 20 teenagers. There was an increase in knowledge from the pre-test results from a sufficient level of knowledge (60%), to good (80%). The life cycle of posyandu services can be optimized through health education for cadres. Cadres who have taken part in the activity are expected to be able to disseminate information on preventing anemia in teenagers to families with teenage children. Keywords: Anemia, Life Cycle Posyandu, Teenagers
Pembuatan Nugget Tempe Tahu sebagai Modifikasi PMT dalam Upaya Cegah Stunting di Kelurahan Palas Pekanbaru Misrawati, Misrawati; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Juandri, Desti Arnita; Indriani, Dwi Nova; Fadhilah, Fadhilah; Putra, Hendri; Askerlena, Hidayati; Putri, Ingga Kurnialis; Melti, Ipna; Kholisoh, Kholisoh; Nababan, Merry Silvya Christine; Feronika, Naomi; Wardani, Sri; Sari, Wahyu Firman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15911

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah keadaan yang menggambarkan status gizi kurang pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat kronis berdasarkan standar pertumbuhan menurut WHO. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi meskipun mengalami penurunan, termasuk di Pekanbaru sebagai Ibu Kota Propinsi Riau. Pemberian makanan tambahan (complementary feeding) yang tidak adekuat merupakan salah satu penyebab stunting. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sehat dan bervariasi merupakan solusi bagi masyarakat, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara pengolahannya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah PMT balita yang sehat berupa pembuatan nugget berbahan dasar tahu dan tempe. Metode kegiatan berupa sosialisasi dan demonstrasi pengolahan makanan nugget sehat. Kegiatan dilakukan di halaman rumah Ketua RW 008 Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru-Riau. Peserta kegiatan ini adalah orang tua balita. Evaluasi keberhasilan dinilai dengan kuesioner, lembar observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai yang didapatkan pada penyuluhan pencegahan stunting, yaitu pemahaman ibu dari 71% menjadi 85%. Kemudian kegiatan mendemonstrasikan pembuatan nugget tahu tempe sebelumnya tidak dapat menyebutkan sebanyak 12 ibu balita namun setelah dilakukan 12 ibu balita dapat menyebutkan proses pembuatannya. Kesimpulan dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan pada orang tua balita mengenai upaya pencegahan stunting dengan pembuatan nugget tahu tempe sebagai modifikasi PMT. Kata Kunci: Nugget, Tempe, Tahu, Stunting, Pengabdian  ABSTRACT Stunting is a condition that describes chronic malnutrition status in children's growth and development based on WHO growth standards.The prevalence of stunting in Indonesia is still quite high even though it has decreased, including in Pekanbaru as the capital of Riau Province.  Inadequate provision of additional food (complementary feeding) is one of the causes of stunting.  Providing healthy and varied supplementary food (PMT) is a solution for society, but there are still many people who do not know how to process it. The aim of this community service is to increase knowledge and skills in processing healthy PMT for toddlers in the form of making nuggets made from tofu and tempeh. The activity method is in the form of socialization and demonstrations of healthy nugget food processing.  The activity was carried out in the yard of the Head of RW 008, Palas Village, Rumbai District, Pekanbaru-Riau.  Participants in this activity are parents of toddlers.  Evaluation of success is assessed using questionnaires, observation sheets and interviews.  The results of the activity showed an increase in the average score obtained in stunting prevention counseling, namely maternal understanding from 71% to 85%.  Then, there was an activity to demonstrate making tofu and tempeh nuggets. Previously, 12 mothers of toddlers could not name them, but after doing this, 12 mothers of toddlers were able to mention the process of making them. The conclusion from this activity was that there was an increase in knowledge among parents of toddlers regarding efforts to prevent stunting by making tofu and tempeh nuggets as a modification of PMT. Keywords: Nuggets, Tempeh, Tofu, Stunting, Devotion
PAKET EDUKASI HIDUP SEHAT “MINUM YANG CUKUP UNTUK ANAK CEMERLANG” DAN PEMERIKSAAN WARNA URIN SEBAGAI SKRINNING SEDERHANA UNTUK KEADEKUATAN MINUM PADA ANAK USIA SEKOLAH Putri, Syeptri Agiani; Novayelinda, Riri; Amir, Yufitriana; Ernawaty, Juniar; Indriati, Ganis; Zukhra, Ririn Muthia; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38911

Abstract

Pendahuluan: Air merupakan komponen penting bagi tubuh manusia, yang berperan dalam berbagai fungsi vital, termasuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur suhu tubuh, dan mendukung fungsi organ. Kebutuhan cairan yang cukup sangat penting, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan dan aktivitas fisik yang tinggi. Dehidrasi pada anak sekolah dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, penurunan daya tahan tubuh, kelelahan, dan dampak negatif lainnya terhadap kesehatan serta prestasi belajar. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidrasi yang cukup guna mencegah dehidrasi dan mendukung kesehatan anak-anak di sekolah. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan kebiasaan hidrasi melalui edukasi menggunakan media PowerPoint dan buku saku di SDN 166 Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 siswa kelas 4 yang mengikuti edukasi dan skrining warna urin. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan kuesioner serta pengukuran kepekatan warna urin sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa dari 67,33 pada pre-test menjadi 71,67 pada post-test. Skrining urin juga menunjukkan penurunan rata-rata kepekatan warna urin dari 3,7 menjadi 3,1, yang mencerminkan perbaikan kebiasaan hidrasi siswa. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media powerpoint dan buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan minum air putih siswa. Program ini memberikan dampak positif pada kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, serta mendorong pembentukan pola hidup sehat dengan cukup minum air putih.
Co-Authors Ahmad Kautsar Al Aminuddin Al Aminuddin, Al Aminuddin Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Ani Rahmadhani Kaban Anne Mudya Yolanda Ardilla Nurliza Arifka Uli Nur Hidayati Askerlena, Hidayati Aulia Oktavia aziz, ari rahmat Azizah Azizah Bayhakki Bayhakki Deby Octaviani Delfitri, Meri Dinda Hirosehaya Dita Erwinda Erika Erika Fadhilah Fadhilah Fara Karnoni Fathaniah, Farahiyah Fathra Annis Nauli Fauziah Wahyu Feronika, Naomi Finda, Ingla Fira Amalia Hanifah Fitri Haryanti Gustriza Erda Hutabarat, Ribka Pebriana Ihan Crisna Dwi Eryo Indriani, Dwi Nova Indriati, Ganis Indriati, Ganis Juandri, Desti Arnita Juliana, Dea Adelia Juniar Ernawaty Kaban, Ani Rahmadhani Karim, Darwin Kenisa Nazlia Rizal kholisoh, kholisoh Leonita, Velga Maria Haryanti Butar-Butar Marlin, Wulan Fauziyah Maya Ardilla Siregar Melani, Dela Meliza Ningsih Melti, Ipna Misrawati Misrawati Muhammad Rayhan Maulana Muslim Muttakhidatul Hikmah, Muttakhidatul Nababan, Merry Silvya Christine Nada Intaniza Nadhila Nurmaef Nakmaus Solikha Natasya, Saruli Ningsih, Meliza Novayelinda, Riri Nurhidayah Nurhidayah Nurul Huda Nurwahyuni Pakpahan, Jonas Letare Pramudita, Pingkan Deni Putra, Hendri Putri, Abel Aprilia Putri, Ingga Kurnialis Putri, Syeptri Agiani Rahayu, Venessa Reni Zulfitri Riri Novayelinda Riski Amaliyah, Riski Rizal, Kenisa Nazlia Rokhmani, Nikmah Rustam, Musfardi Sabri, Yelly Muthia Sari, Niken Yuniar Sari, Suci Indah Sari, Wahyu Firman Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty Siregar, Maya Ardilla Siti Maesaroh SRI WARDANI Suci, Erika Wice Purwani Syeptri Agiani Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tampubolon, Masrina Munawaroh Tari Audina Tata, Tata Vyona Aurelyn Wahyu Dwi Fatimah Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Yesi Hasneli Yossy Garanetha Yulia Irvani Dewi Yundari, Yundari Yuniati Yuniati Yunisman Roni Zukhra, Ririn Muthia Zukhra, Ririn Muthia