Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Gizi Seimbang pada Anak dengan Gaya Hidup Sedentari di Masa Pandemi di Kecamatan Medan Area Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.886 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.448

Abstract

Pandemi covid-19 memaksa anak-anak untuk menjaga jarak dan bersekolah dari rumah. Kondisi tersebut secara otomatis akan membuat anak memiliki gaya hidup sedentari dan berisiko mengalami masalah gizi berlebih akibat kurangnya kegiatan dan aktivitas fisik. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu yang memiliki anak usia sekolah terkait gizi seimbang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan melalui ceramah dan memberikan leaflet berisi materi edukasi pada peserta kegiatan di Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah ibu yang memiliki anak usia sekolah yang sedang melakukan kegiatan belajar di rumah. Hasil evaluasi penyuluhan yang didapatkan yaitu peserta menyadari bahwa gaya hidup sedentari sedang berlangsung di masa pandemi dan perlu melakukan perbaikan gaya hidup. Peserta juga memahami bagaimana menyusun gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik bersama anak di rumah. Kegiatan penyuluhan ini menjadi stimulus agar masyarakat lebih aktif melakukan aktivitas fisik dan mengonsumsi gizi seimbang.
Penyuluhan Manjamen Stress Di Masa Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Medan Area kaban, Ani rahmadhani; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.449

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan sebagian orang merasa khawatir atau takut yang berlebihan dan berpikir yang tidak masuk akal. Tidak jarang mereka memiliki kecurigaan dan prasangka pada orang yang memiliki tanda-tanda penderita Covid-19. Hal tersebut semakin membuat orang semakin berusaha mencari berita mengenai Covid-19, dan tidak dapat memilah berita yang akurat sehingga memunculkan kecemasan. Keadaan demikian membuat seseorang mengalami sulit tidur, sakit kepala, dan gangguan fisik lainnya. Inilah yang disebut kondisi stress. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan untuk menangani manajemen stress di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan di pengajian para ibu-ibu Ar-rahim yang berada dalam wilayah kerja Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah ibu-ibu yang menjalani kondisi pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan dengan rangkaian tahapan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan penutup. Penyuluhan yang telah dilakukan mendapat respon yang baik dan positif, dimana para ibu dapat mengenali dan mencegah dengan manajemen stress yang telah dilakukan
Manajemen Terapi Pada Anak Dengan Anemia Defisiensi Zat Besi : Studi Telaah Pustaka tampubolon, nurhannifah rizky; Tampubolon, Masrina Munawarah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i1.399

Abstract

ABSTRAK Anak-anak yang mengalami anemia kekurangan zat besi (Iron Deficiency Anemia /IDA) berdampak pada proses tumbuh kembang dan berpengaruh terhadap perkembangan neurologisnya. Studi ini bertujuan untuk menambah pemahaman terkait intervensi kesehatan yang dapat dilakukan pada anak dengan IDA. Studi telaah pustaka ini dilakukan dengan menyusun pertanyaan klinis dan melakukan penelusuran artikel ilmiah di pubmed sehingga ditemukan 3 artikel ilmiah yang paling sesuai. Hasil studi telaah pustaka menunjukkan bahwa intervensi kesehatan pada anak dengan IDA membutuhkan pendekatan melalui unit emergency untuk selanjutnya diberikan manajemen terapi seperti micronutrient powder (MNP) dengan dosis berdasarkan hasil pengkajian anak. Manajemen terapi pada anak dengan IDA dapat berjalan optimal dengan melibatkan orangtua atau adanya dukungan keluarga.
Mother’s experience in providing complementary food to stunted children Putri, Syeptri Agiani; Novayelinda, Riri; Indriati, Ganis; Zukhra, Ririn Muthia; Amir, Yufitriana; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Delfitri, Meri
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(2).135-150

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in children resulting from malnutrition for a long time since the first 1000 days of life. One of the factors causing stunting is chronic malnutrition so that children have a small height for their age. This stunting condition will have an impact on children's health, such as impaired brain development, cognitive development, growth faltering, and low immune system. Stunting treatment is carried out starting from the first 1000 days of a child’s life until the child is 6 years old. Providing complementary food is also one of the specific nutritional interventions in the program to accelerate stunting management. Complementary food has an important role in improving the quality of health in order to optimize children's growth and development from the age of 6 months. Objectives: This research aims to explore mothers experience in providing complementary food to stunted children.Methods: This research uses a qualitative method with a descriptive phenomenological design. Participants were selected using purposive sampling techniques, resulting in 6 participants. The research data was analyzed thematically using the Colaizzi method. Results: This research found themes, namely: 1) The mother's feelings when the child was first discovered to be stunted, 2) The causes of stunting, 3) The age at which the child was discovered to be stunted, 4) History of complementary food, 5) Handling of stunting, 6) Support in caring for the child with stunting. Conclusions: Knowledge about mothers' experiences in providing MP-ASI to stunted children will help to determine appropriate interventions to improve the quality of life for stunted children. Education about giving complementary food to children with stunting conditions must be optimized to reduce the incidence of stunting in children in Indonesia, especially in Riau. 
Reproductive Health Literacy Among Adolescents in Pekanbaru: A Cross- Sectional Study Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari; Arneliwati Arneliwati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52882

Abstract

Reproductive health literacy is a foundational element in promoting sustainable public health, particularly among adolescents. Despite its importance, global and national studies consistently report low literacy levels in this domain. This cross-sectional study aimed to assess the reproductive health literacy of junior high school students in Pekanbaru, Indonesia, with a specific focus on gender-based disparities. A total of 323 students were purposively selected and surveyed using a highly reliable instrument adapted from the Health Literacy Measure for Adolescents (HELMA), which evaluates five key domains: accessing, reading, understanding, appraising, and applying health information. Findings revealed that 91.02% of respondents fell into the “inadequate” literacy category, with no participants achieving an “excellent” level. Gender analysis showed that 95.04% of male and 87.91% of female students were classified as having inadequate literacy, while only 3.72% reached a “sufficient” level. Although female students exhibited slightly higher proportions in the “problematic” and “sufficient” categories, the overall literacy remained critically low across both genders. Domain-specific analysis indicated stronger conceptual understanding among adolescents but significant weaknesses in functional and critical literacy skills. This study contributes novel insights by documenting lower literacy levels than previously reported in national and international contexts, and by offering a detailed breakdown across literacy domains. The results underscore the urgency of implementing targeted, domain-based, and gender-sensitive educational interventions. Furthermore, the findings advocate for a locally grounded, collaborative approach involving schools, healthcare providers, families, and digital media to cultivate a supportive information ecosystem that empowers adolescents in making informed reproductive health decisions.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah Yang Dirawat Inap Rizka Anggraini; Riri Novayelinda; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7872

Abstract

Tingkat kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah perilaku caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 71 responden menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner PSNCQQ dan SCAS yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 42,3% perilaku caring perawat baik dan 40,8% anak prasekolah yang dirawat inap mengalami kecemasan sedang. Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap (p value 0,000 <  0,05). Perilaku caring perawat memengaruhi tingkat kecemasan anak sehingga perawat yang memiliki perilaku caring yang baik akan menurunkan kecemasan anak prasekolah yang dirawat inap. Perawat di masa depan diharapkan dapat mengoptimalkan perilaku caring melalui pemberian informasi tindakan perawatan yang jelas, sikap ramah, serta responsif terhadap kebutuhan anak dan orang tua.
TRANSFORMASI SAMPAH RUMAH TANGGA PRODUK PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI ECOBRICK DAN KOMPOS Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Amir, Yufitriana; Ningtias, Dwi; Ramadhani, Afni; Putri, Dona Armelia; Nur, Puja Permata; Gulo, Dedi Kristian; Devania, Camilla; Putri, Tiara Asyifa; Mahiroh, Salma; Wulandari, Gustika; Destiana, Nisa; Hidayah, Rafiq; Dismawati
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.589

Abstract

Household waste management remains a challenge in urban areas, including Bencah Lesung Village. The increasing volume of waste without proper management can negatively impact the environment and public health. A study found thatmost residents of RW 6 still burn waste as the primary method of reducing household waste volume. This activityaims to improve the knowledge and skills of RW 6 residents in processing organic waste into compost and inorganic waste into ecobricks as an environmentally friendly waste management alternative. The implementation method was carried out through education, demonstrations, and direct assistance to residents, with pre-test and post-test evaluations on 15 respondents. The results of the activity showed an increase in community understanding of sustainable waste management and the ability to make ecobricks and compost. The average pre-test score of 7.27 increased to 9.20 in thepost-test, with an increase in knowledge of 33.3% of the 15 respondents. Conclusion, this education, demonstration, and mentoring program was proven to be effective in improving the knowledge and skills of the RW 6 community in sustainable waste management through composting and ecobrick production as an effort to create a cleaner and healthier environment.This activity is expected to be a concrete step towards a clean, healthy, and efficient environment in RW 6, and has been proven to increase community knowledge and skills in sustainable waste management.
Edukasi dan Skrining Gizi Interaktif Melalui Permainan dalam Pembentukan Generasi Lancang Kuning: Upaya Pencegahan Stunting Pada Remaja Tampubolon, Masrinah Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Zulien, Al Aminuddin Syakhira; Zahidah, Nurul
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.559-567

Abstract

Adolescents represent a strategic group in the prevention of intergenerational stunting, particularly in Pekanbaru, which faces nutritional and health behavior challenges. This community engagement initiative is part of the Generasi Lancang Kuning program, aimed at fostering healthy and empowered youth through educational approaches. The intervention included nutrition education via interactive games and training in nutritional status screening for junior high school students. Pre-test results indicated that adolescents had a high level of nutritional knowledge (76.67%), with an average score of 11,23. An 8.64% rise in the average score reflects the effectiveness of the learning approach implemented, suggesting enhanced literacy and engagement among participants. Nutritional status data revealed that 47% of participants were underweight and 13% were obese. Participants demonstrated the ability to conduct nutritional screenings and categorize their peers’ nutritional status independently. Through the “Isi Piringku” game, they also showed competence in selecting food items that meet balanced nutrition criteria. Evaluation findings suggest that game-based methods enhanced adolescents’ understanding and boosted their confidence in disseminating nutritional information among peers. These capabilities are expected to support their continued role as peer educators within the Generasi Lancang Kuning program, contributing to promotive and preventive efforts to reduce stunting risk among adolescents.
Exploring Adolescents’ Needs in Sexual and Reproductive Health Literacy with Cultural Sensitivity: A Mixed-Methods Study Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; sari, niken yuniar
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2026.21.1.18589

Abstract

Inadequate access to culturally sensitive sexual and reproductive health (SRH) information increases adolescents’ vulnerability to misinformation, risky sexual behaviors, and underutilization of SRH services, particularly in sociocultural contexts where sexuality remains taboo. This study examines sexual and reproductive health literacy (SRHL), risky sexual behaviours and the socio-cultural and institutional factors shaping adolescent SRH experiences. A convergent parallel mixed-methods study was conducted among 994 adolescents aged 11-21 years in Pekanbaru, Indonesia (May-October 2025). Quantitative data were collected using demographic forms, a modified SRHL questionnaire, and a validated Adolescent Sexual Behavior Degree Index, while qualitative data were obtained through focus group discussions and in-depth interviews with teachers, school counselors, healthcare providers, and community leaders. Quantitative data were analyzed descriptively and using chi-square tests, while qualitative data using Colaizzi’s thematic analysis. Most adolescents had inadequate SRHL (92.5%), and 53.3% reported high-risk sexual behaviours. No significant association was found (p = 0.083). Themes included adolescent vulnerability, limited school capacity to address complex adolescent issues; and gaps in educational strategies related to digital media influence, and cultural modernization. These findings highlight the need for culturally grounded, comprehensive SRH education and cross-sector collaboration, with nurses playing a key role in supporting informed adolescent health decision-making.
The Relationship Between Sedentary Behavior and Balanced Nutritional Knowledge with Nutritional Status in Adolescents Doloksaribu, Yohanna; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Novayelinda, Riri; Tampubolon, Masrina Munawarah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7766

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems due to unhealthy eating habits and insufficient physical activity. Sedentary behavior and lack of balanced nutrition knowledge may be related to adolescent nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between sedentary behavior and balanced nutrition knowledge with nutritional status among adolescents. The study used a cross-sectional design on 106 adolescents with proportional stratified random sampling. Instruments included ASAQ questionnaire for sedentary behavior, balanced nutrition knowledge questionnaire, and anthropometric measurements of nutritional status based on BMI/A z-score using WHO Anthro Plus. Analysis used Spearman Rho test. Results showed that the majority of respondents were 14 years old (35.8%), female (52.8%), participating in extracurricular activities (69.8%). High category sedentary behavior (59.4%) averaged 6.31 hours/day. Nutrition knowledge was poor category (53.8%). Nutritional status was mostly normal (64.2%), with distribution of severe malnutrition (0.9%), undernutrition (8.5%), overweight (18.9%), obesity (7.5%). There was no significant relationship between sedentary behavior and nutritional status (p=0.315) and balanced nutrition knowledge with nutritional status (p=0.449). These results indicate that sedentary behavior is not related to nutritional status because it is influenced by social media and family factors. Nutrition knowledge is not related to nutritional status because adolescents find it difficult to apply knowledge due to peer influence and environment.
Co-Authors AFNI RAMADHANI, AFNI Ahmad Kautsar Al Aminuddin Al Aminuddin, Al Aminuddin Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Ani Rahmadhani Kaban Anne Mudya Yolanda Ardilla Nurliza Arifka Uli Nur Hidayati Arneliwati Askerlena, Hidayati Aulia Oktavia aziz, ari rahmat Azizah Azizah Bayhakki Bayhakki Deby Octaviani Delfitri, Meri Destiana, Nisa Devania, Camilla Dinda Hirosehaya Dismawati Dita Erwinda Doloksaribu, Yohanna Erika Erika Fadhilah Fadhilah Fara Karnoni Fathaniah, Farahiyah Fathra Annis Nauli Fauziah Wahyu Feronika, Naomi Finda, Ingla Fira Amalia Hanifah Fitri Haryanti Gulo, Dedi Kristian Gustriza Erda Hidayah, Rafiq Hutabarat, Ribka Pebriana Ihan Crisna Dwi Eryo Indriani, Dwi Nova Indriati, Ganis Indriati, Ganis Juandri, Desti Arnita Juliana, Dea Adelia Juniar Ernawaty Kaban, Ani Rahmadhani Karim, Darwin Kenisa Nazlia Rizal kholisoh, kholisoh Leonita, Velga Mahiroh, Salma Maria Haryanti Butar-Butar Marlin, Wulan Fauziyah Maya Ardilla Siregar Melani, Dela Meliza Ningsih Melti, Ipna Misrawati Misrawati Muhammad Rayhan Maulana Muslim Muttakhidatul Hikmah, Muttakhidatul Nababan, Merry Silvya Christine Nada Intaniza Nadhila Nurmaef Nakmaus Solikha Natasya, Saruli Ningsih, Meliza Ningtias, Dwi Novayelinda, Riri Nur, Puja Permata Nurhidayah Nurhidayah Nurul Huda Nurwahyuni Pakpahan, Jonas Letare Pramudita, Pingkan Deni Putra, Hendri Putri, Abel Aprilia Putri, Dona Armelia Putri, Ingga Kurnialis Putri, Syeptri Agiani Putri, Tiara Asyifa Rahayu, Venessa Reni Zulfitri Riri Novayelinda Riski Amaliyah, Riski Rizal, Kenisa Nazlia Rizka Anggraini Rokhmani, Nikmah Rustam, Musfardi Sabri, Yelly Muthia Sari, Niken Yuniar Sari, Suci Indah Sari, Wahyu Firman Sebayang, Sabrina Nur Ramadhanty Siregar, Maya Ardilla Siti Maesaroh SRI WARDANI Suci, Erika Wice Purwani Syeptri Agiani Putri Tampubolon, Masrina Munawarah Tampubolon, Masrina Munawaroh Tampubolon, Masrinah Munawarah Tari Audina Tata, Tata Vyona Aurelyn Wahyu Dwi Fatimah Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Wulandari, Gustika Yesi Hasneli Yossy Garanetha Yulia Irvani Dewi Yundari, Yundari Yuniati Yuniati Yunisman Roni Zahidah, Nurul Zukhra, Ririn Muthia Zukhra, Ririn Muthia Zulien, Al Aminuddin Syakhira