Claim Missing Document
Check
Articles

Value-Added Analysis Of Cashew Processing Business In Watulea Village, Gu Sub-District Central Buton District Apriani, Apriani; Bafadal, Azhar; Zani, Munirwan
International Journal of Technology and Education Research Vol. 2 No. 01 (2024): January - March, International Journal of Technology and Education Research(IJ
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v2i01.845

Abstract

This study aims to evaluate the value added generated from the processing of cashew nuts in Watulea Village, Gu District, Central Buton Regency, as well as to analyze the costs, revenue, and profits associated with the processing. This research is a case study. Respondents in this study are business owners, employees, and consumers of the cashew nut processing business. Data collection techniques were done through observation, interviews, and documentation. There are two types of data used in this study: qualitative descriptive and quantitative descriptive. The data analysis methods used are qualitative and quantitative methods. The qualitative method is conducted through descriptive analysis to understand the processing of fried cashew nuts. The quantitative method is conducted through financial analysis to determine the level of costs and value added in the processing of fried cashew nuts. Based on the research, it can be concluded that the Household Industry in the cashew nut business in Watulea Village, Gu District, Central Buton Regency, generates an average daily revenue of Rp 3,900,000 with a total daily cost of Rp 2,975,967, resulting in an average daily profit of Rp 924,033. Furthermore, the value added generated from the Household Industry Production of cashew nuts is Rp 4,750 with a ratio of 25.333%, indicating a high value added from the processing of cashew nuts
Feasibility Analysis of Grilled Meatball Business in the Retention Pond Area of Kendari City Boulevard Hanif, Listi Arfiani; Alwi, La Ode; Zani, Munirwan
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 03 (2025): July - September, International Journal of Technology and Education Research (
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i03.2195

Abstract

This study aims to analyze the revenue and feasibility of a grilled meatball business run by micro-entrepreneurs in the Boulevard Retention Pond Area, Kendari City. This study uses a quantitative descriptive approach. The sample in this study consisted of 10 respondents, representing all grilled meatball businesses in the location, determined using a census technique. The data used consisted of primary data obtained through direct observation and interviews, as well as secondary data from related literature. The results show that the average total costs incurred by entrepreneurs were Rp8,791,838 per month, while the average revenue was Rp14,250,000 per month, resulting in an average net income of Rp5,458,163 per month. A feasibility analysis using the Revenue Cost Ratio (R/C) method showed an R/C value of 1.62, meaning that every Rp1 of costs generated Rp1.62 in revenue. Therefore, the grilled meatball business in this area is deemed feasible because it is capable of generating profits for the business owner
Preferensi Konsumen Dan Strategi Bersaing Rumah Makan Ayam Geprek Borobudur di Kota Kendari Pratiwi Putri Aditia, Rekha; Fausayana, Ine; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui preferensi konsumen terhadap produk Ayam Geprek Borobudur, (2) Mengetahui strategi bersaing yang dapat diterapkan oleh Rumah Makan Ayam Geprek Borobudur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan Chi Square dan analisis SWOT. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen rumah makan ayam geprek Borobudur. Metode penentuan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Atribut rumah makan ayam geprek Borobudur yang menjadi preferensi atau kesukaan konsumen adalah ayam geprek Borobudur yang memiliki cita rasa yang gurih, harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 13.000/porsi dengan tekstur ayam yang garing dan kualitas pelayanan yang baik dan ramah. (2) Strategi bersaing yang dapat diterapkan rumah makan ayam geprek Borobudur berdasarkan hasil analisis SWOT dan matriks IE yang berarti menerapkan strategi stabilitas berupa penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk yaitu dengan memanfatkan teknologi informasi dengan melakukan promosi, selalu berusaha memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen dan memanfaatkan lokasi yang strategis dengan meningkatkan kualitas produk rumah makan ayam geprek Borobudur.  
Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Antara Suku Lokal dan Suku Transmigrasi Di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur Egi Febriani, Ni Nengah; Yunus, Lukman; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui berapa besar perbedaan produksi usahatani padi sawah antara petani lokal (Tolaki) dan petani transmigrasi (Bali) di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, dan (2) Mengetahui perbandingan pendapatan usahatani padi sawah antara petani lokal (Tolaki) dan petani transmigrasi (Bali) di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang membudidayakan tanaman padi sawah yang berada di Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur yang berjumlah 478 orang orang sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis analisis deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuisioner analisis data kedua menggunakan analisis uji T-test. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Produksi padi sawah bahwa dari rata-rata produksi petani lokal (11.092 kg) dan rata-rata produksi petani transmigran (8.158 kg), sehingga perbedaan jumlah produksi padi sawah di K elurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur yaitu sebesar 2.967 kg dalam satu musim, dan (2) Berdasarkan hasil analisis menggunakan Uji-t dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pendapatan Petani Transmigrasi dan Petani Lokal dengan tingkat signifikan 0,000.
Analisis Pemasaran Jambu Mete Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton Suciarti, Suciarti; Abdi, Abdi; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran jambu mete Buton (2) biaya, margin dan keuntungan pemasaran (3) efisiensi pemasaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2023. Populasi pada penelitian ini yaitu 150 orang dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Saluran pemasaran jambu mete di Kecamatan Lasalimu Selatan terdiri dari dua, pertama petani jambu mete langsung menjual hasil panennya pada pengepul kecamatan, Kedua setiap petani jambu mete Desa Umalaoge dan Desa Ambuau Togo menjual hasil panennya kepada pengepul desa dan kemudian pengepul desa menjual jambu mete tersebut ke pengepul kecamatan dan pengepul kecamatan menjual ke pengepul kabupaten. Besarnya biaya pada saluran I adalah Rp263/kg untuk margin pemasaran antara petani dan pengepul kecamatan yaitu sebesar Rp1.000/kg dengan keuntungan Rp737/Kg. Sedangkan pada saluran pemasaran II bahwa biaya pemasaran yang dikeluarakan oleh pengepul desa yaitu sebesar Rp458/Kg, pengepul kecamatan sebesar Rp263/kg dan pengepul kabupaten sebesar Rp1.481/kg . Marjin tiap pengepul yaitu selisih Rp1.000/kg dan keuntungan yang didapatkan oleh pengepul desa sebesar Rp542/kg, pengepul kecamatan sebesar Rp737/kg dan pengepul kabupaten Rp1.519/kg. Besarnya persentase bagian harga yang diterima petani jambu mete pada saluran pemasaran I yaitu sebesar 92%, dan pada saluran pemasaran II sebesar 72%, sehingga dapat dikatakan bahwa saluran pemasaran jambu mete di Desa Mopaano, Desa Umalaoge dan Desa Ambuau Togo telah efisien.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Jamur Tiram di Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan (Studi Kasus Usaha Keripik Jamur) Ristika, Wilda; Bafadal, Azhar; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah dan distribusi nilai tambah yang tercipta dalam usaha pengolahan jamur tiram menjadi keripik jamur pada Usaha Keripik Jamur di Desa Mekar Sari Kecamatan Palangga Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2023. Jenis dan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan untuk menganalisis nilai tambah dan distribusi nilai tambah yang tercipta yaitu menggunakan analisis metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa usaha pengolahan jamur tiram menjadi keripik jamur memberikan nilai tambah sebesar Rp27.399/kg keripik jamur. Nilai ini terdiri dari keuntungan perusahaan atau pengolah sebesar Rp23.568/kg dan imbalan tenaga kerja sebesar Rp3.741/kg. Balas jasa terhadap faktor produksi terbesar terdapat pada keuntungan perusahaan yaitu sebesar 69,5%, kemudian sumbangan input lain dengan nilai sebesar 19,4% dan imbalan tenaga kerja yang mempunyai nilai sebesar 11%. Terlihat bahwa distribusi nilai tambah yang tercipta dari proses pengolahan jamur tiram menjadi keripik jamur lebih banyak dinikmati oleh perusahaan daripada tenaga kerja.
Analisis Perbedaan Produktivitas dan Pendapatan Kakao Sambung Pucuk dengan Kakao Lokal di Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara Sulistiani, Rini; Yunus, Lukman; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana Produktivitas dan Pendapatan Kakao Sambung Pucuk dengan Kakao Lokal di Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (2) Bagaimana Perbedaan Produktivitas dan Pendapatan Kakao Sambung Pucuk dengan Kakao Lokal di Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari sampai Maret 2024 di Desa Kondara. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan data primer, data primer diperoleh dari hasil wawancara petani dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuesioner. Metode penentuan sampel adalah stratified random sampling, dengan jumlah petani sebanyak 38 petani. Analisis dilakukan dengan menggunakan konsep produktivitas, konsep pendapatan dan Uji-T. Hasil penelitian (1) Produktivitas usahatani kakao sambung pucuk dan lokal di Desa Kondara Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara menunjukan perbedaan dimana produktivitas kakao sambung pucuk lebih besar dibandingan kakao lokal. Jumlah produktivitas kakao lokal sebesar 41.709 Kg/tahun dan kakao sambung pucuk sebesar 54.119 Kg/tahun, mengalami peningkatan sebesar 12.410 Kg/tahun. (2) Pendapatan perhektar usahatani kakao sambung pucuk dan lokal di Desa Kondara Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara menunjukan perbedaan dimana pendapatan perhektar kakao sambung pucuk lebih besar dibandingkan kakao lokal. Rata-rata pendapatan perhektar kakao lokal sebesar Rp 19.406.602 ha/tahun dan kakao sambung pucuk sebesar Rp 27.244.410 ha/tahun, mengalami peningkatan sebesar Rp 7.837.808 ha/tahun.  
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keputusan Petani Padi Sawah Dalam Adopsi Inovasi Teknologi Combine Harvester Di Kelurahan Ngkaring-Ngkaring Kecamatan Bungi Kota Baubau Harlin, Mula Hayrani; Surni, Surni; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15090

Abstract

Penelitiannya bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani padi dalam mengadopsi inovasi teknologi combine harvester di Desa Ngkaring-Ngkaring, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 86 petani yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu petani yang mengadopsi dan petani yang tidak mengadopsi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi inovasi teknologi combine harvester di Desa Ngkaring-Ngkaring, Kecamatan Bungi, Kota Baubau adalah variabel luas lahan, usia, pendidikan, dan pengalaman bertani yang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi combine harvester. Sementara itu, variabel luas lahan, usia, dan pendapatan memiliki pengaruh signifikan tetapi tidak meningkatkan atau menurunkan tingkat keputusan petani dalam mengadopsi teknologi combine harvester.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN BAKSO AYAM PADA USAHA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN METODE HAYAMI Limi, Muhammad Aswar; Zani, Munirwan; Abdullah, Sukmawati; Nalefo, La; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1381

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat proses pembuatan bakso ayam secara menyeluruh dan mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari pembuatan bakso ayam di bisnis rumah tangga dengan menggunakan metode Hayami. Dilaksanakan dari Maret hingga Mei 2023, penelitian ini mengambil sampel usaha rumah tangga pengolahan bakso ayam plus di Kelurahan Rahandouna, dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi proses pengolahan, output dan input produksi, faktor konversi, koefisien tenaga kerja, dan aspek finansial seperti harga produk, upah tenaga kerja, pendapatan, dan keuntungan. Metode penelitian mencakup pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk proses pengolahan dan Analisis Hayami untuk nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan yang efektif, meliputi pemotongan daging, penggilingan, pencampuran bahan, pembentukan bakso, perebusan, dan penirisan. Nilai tambah Rp 38.440 per kg dan rasio nilai tambah 42,5% ditemukan melalui analisis nilai tambah Metode Hayami. Keuntungan usaha tercatat tinggi, dengan tingkat keuntungan sebesar 82,05%, dan tenaga kerja menyumbang sekitar 17,95% dari nilai tambah. Studi ini menyoroti kontribusi signifikan pengolahan bakso ayam terhadap peningkatan nilai ekonomi di tingkat usaha rumah tangga.
PENDAMPINGAN PETERNAK TENTANG PENGUATAN STRATEGI KETERSEDIAAN PAKAN SAPI PEDAGING MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION BERSAMA PEMANGKU KEPENTINGAN DI KABUPATEN MUNA Nasiu, Firman; Nafiu, La Ode; Abadi, Musram; Gerhana, Gerhana; Auza, Fuji Astuty; Asminaya, Nur Santy; Agustina, Dian; Tasse, Andi Murlina; Yunus, Lukman; Zani, Munirwan; Gandri, La; Manginsi, Wa Ode Jumiarni; Kundarita, Kundarita; Setiawati, Indra Rahayu; Safitri, Safitri
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2025.6.2.214-225

Abstract

Feed availability is a key factor in increasing beef cattle productivity. This activity aims to strengthen beef cattle feed availability strategies through a collaborative approach involving all relevant stakeholders in Muna Regency. This FGD activity was held in August 2025 in one of the beef cattle development centers in Kabangka District, Muna Regency. FGD participants consisted of various important elements, including the Southeast Sulawesi Regional Research and Innovation Agency (BRIDA) Team, the Halu Oleo University (UHO) Research Team, the Muna Regency Livestock and Animal Health Service (PKH) Team, the Kabangka Subdistrict Agricultural Extension Center (BPP), and local farmers. The data obtained from the FGD was analyzed using descriptive methods. The main strategies recommended are the application of feed processing technology, crop-livestock integration, increasing the capacity of livestock farmers, and protecting grazing land. Therefore, together with stakeholders in Muna Regency, it can become a driving force in developing the beef cattle industry in Muna Regency. The results obtained show that Muna Regency has great potential for beef cattle development, supported by its population and availability of land, natural resources, and feed from agricultural waste. However, this potential is constrained by low feed quality, traditional management systems, and limited knowledge and infrastructure among farmers. The main strategies recommended are the application of feed processing technology, crop-livestock integration, increasing the capacity of livestock farmers, and protecting grazing land. Therefore, together with stakeholders in Muna Regency, this can be a driving force in overseeing the development of beef cattle.
Co-Authors Abdi Abdi Abdi, Abdi Abdullah, Bahari Adman, Finkyasti Nur Aemana, Ummu Al Yasir, Muhammad Fiqram Alham, Alham Alimin Alimin, Alimin Amal, Della Ardana Ambo, Reski Andi Murlina Tasse Anjani, Ika Apriani Apriani Ariyani, Ni Ketut Hintan Armansyah Armansyah Awaluddin Hamzah Azhar Bafadal, Azhar Bahari Bahari, Bahari Buana, Tjandra Darwin Ismail Dedu, La Ode Arfan Dermawansa, Dermawansa Dian Agustina Dida, Haswan Egi Febriani, Ni Nengah Endriansyah, Rizal Fadli, Afdal Firman Nasiu Fitri Wulandari Fuji Astuty Auza Gafaruddin, Abdul Gandri, La Gerhana, Gerhana Hadi Sudarmo Hanif, Listi Arfiani Harlin, Mula Hayrani Hartina Batoa Idrus Salam ifan ifan, ifan Indra Setiawan Ine Fausayana, Ine Iswandi, R. Marsuki Kaaji, Wa Ode Eka Saputri Kundarita, Kundarita La Agusu, La Agusu La Ode Alwi La Ode Geo La Ode Kasno Arif, La Ode Kasno La Ode Nafiu La Ola, Taane Lukman Yunus, Lukman Manginsi, Wa Ode Jumiarni Marfuatun Marfuatun Mariani Mariani Mashuni Mashuni Megi, Ruth Muhamad, Fadel Muhammad Aswar Limi Muhammad Iqbal Kusumabaka Rianse Mukhtar Mukhtar Murdjani Kamaluddin, Murdjani Musram Abadi Nalefo, La Nur Santy Asminaya Padangaran, Normal Bivariant Patriawan, Wandi Pratiwi Putri Aditia, Rekha Purwanti, Rahayu Endah Putu Arimbawa, Putu R Marsuki Iswandi, R Marsuki Rahmayanti Rahmayanti Ramadan, Sahrul Rini Sulistiani Ristika, Wilda Ritonga, Halimahtussaddiyah Rosmawati Rosmawati Rosmawaty Harahap Saediman Saediman, Haji Safitri Safitri Sahudini, Mega Silvia Salahuddin Salahuddin Saputra, Ilan Sarinah Sarinah Satrah, Vit Neru Selvi Selvi Setiawati, Indra Rahayu Suciarti, Suciarti Sucitra, Sahrani Sudirman, Muhammad Yunus Hidayat Sukmawati Abdullah Sumono, Hadi Surni, Surni Syamsiar, Syamsiar Syarni, Pertiwi Taridala, Sitti Aida Adha Taufik, Yani Uswatun Hasanah Wa Ode Yusria, Wa Ode Yuniar, Anna Yusriadin, Yusriadin Zulyarson, La Ode Muhammad